Roy Suryo Ucap Terima Kasih ke Presiden Prabowo: Uang Negara Akan Bisa Dihemat…

Pada kesempatan yang sangat baik ini saya sekaligus juga melaporkan bahwa ee kami bertiga pada awalnya yaitu eh RRT ya, Respon Hasil Lansenipar, kemudian Roy Suryo dan Tifausia Tiasuma ini sekaligus menjawab tantangan bahwa kami itu yang tadi seperti dikatakan Pak Ahmad Kosinudin ee didukung atau ada politik yang di belakang kami. Sama sekali kami jawab tidak ya. Dan bahkan izin saya mintakan juga doa restu dari seluruh hadirin dan seluruh media yang ada di ruangan ini. Insyaallah kami bertiga akan memberi kado yang sangat indah pada peringatan 80 tahun usia kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2025 yang akan datang, yaitu sebuah white paper, sebuah buku ilmiah yang bertuliskan Ijazah Palsu Jokowi. Buku ini sepanjang 500 halaman. Masyaallah. Alhamdulillah. sedang kami tulis dan sudah hampir mencapai 70 sekian pers. Bang Respon menuliskan soal detailnya. Saya menuliskan mulai dari prakata ee mulai dari kisah ee ijazah palsu ini pertama kali dugaan masyarakat. Kemudian penjelasan soal Declaration of Human Rights, penjelasan ee soal Undang-Undang Dasar 45, penjelasan ee soal Undang-Undang Keterbukaan Formasi Publik Nomor 14 Tahun 2008. penjelasan Undang-Undang ITE nomor 11 2008, 19 2016, nomor 1 tahun 2024 dan juga termasuk penjelasan ee soal undang-undang yang lain dan undang-undang khususian. Dr. Tifa eh maaf Dr. Rismon akan menuliskan detail soal analisis-analisis teknis yang jauh lebih detail. misalnya soal analisis red green blue, soal lintasan eh cap, kemudian image comparation, face recognition dan lain sebagainya. Kemudian drter Tifa menuliskan dari sisi behavioral eh apa neuros-nya. Semua itu akan menjadi satu buku yang insyaallah itu ee akan terbit dalam dua versi, akan terbit secara cetak analog dan juga akan terbit secara digital. dan sedang kami mohonkan nomor ISSN-nya ya, ISBN-nya. Dan insyaallah juga itu akan diterbitkan secara internasional oleh ee apa Pak Kris Komari selaku koordinator dari FDI Forum ee apa? Diaspora Indonesia dan akan diedarkan ke 25 negara di seluruh dunia. Jadi kami bertanggung jawab penuh atas buku itu dan kami juga menantang kalau buku ilmiah jawab dengan ilmiah. Jadi misalnya mereka menjawab, “Oh, iya tahun KKN-nya tadinya 83 berubah 85.” Nah, itu jawaban ilmiah dari mereka misalnya. Oh, iya gitar listrik bisa dimainkan di desa tanpa listrik misalnya. Nah, itu jawaban dari mereka misalnya begitu ya. Jadi kami dan itu akan menjadi kado cantik pada peringatan ee hari Minggu. tanggal 17 Agustus sehari sudah nih ya insyaallah Pak Kosinuddin, Pak Petrus dan teman-teman lain saya akan mohon izin untuk juga mendeklarasikan ee bersama sahabat-sahabat Purnawirawan dari Ngayok Yokarto Hadiningrat dari Jogja bahwa akan ada statement, akan ada sabda dari kota Yogyakarta pada tanggal 18 Agustus tahun 2025. Jadi izin saya masih di eh saya Minggu masih di Senin saya sudah akan ke Jogja. Jadi artinya itu insyaallah akan memperkuat bagaimana nanti kalau Presiden Republik Indonesia bersikap maka Nagari Kayak Kerto Hadinggrat sudah akan bersikap juga terlebih dahulu ya untuk mendukung soal ijazah palsu ini. Yang kedua mendukung statement dari Pak Kostinudin tadi ya. Kami siang hari ini masih melihat ada seseorang yang bergentayangan dan berkar-kuar di Mapolda Metro Jaya yang dikenal dengan nama si Plester. Ya, saya enggak tahu nama lengkapnya yang penting dia si Plestter. Memang harus diplester mulutnya ya. Karena apa? Karena sesuai dengan surat yang kami ajukan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan itu kami konfreskan di depan patung Dewi Keadilan yang Dewi Keadilan itu ditutup matanya supaya benar-benar bisa adil tanpa memandang apapun. Kami masih menunggu jawaban dari Kejaksaan Negeri. Karena apa? Kalau memang si Plester sudah mengatakan sudah menjalani hukuman kapan? Hari apa? Tahun berapa? dari bulan mana saya bulan mana. Karena seharusnya dia dihukum 1 tahun 6 bulan sesuai dengan putusan Kasi bahwa dia sudah menjalani hukum bahwa dia sudah menjalani pengadilan ya mungkin menjalani sidang dan bahkan Pak Yusuf Kalah Muhammad Yusuf juga sangat baik maafkan mungkin tetapi yang jelas kita masih menunggu kapan dia dieksekusi menjalin hukuman makanya siang hari tadi dia koar-koar dulu RS ketakutan masuk menggunakan apa penyangga kepala yang mengenakan saya punya kepala itu rumah sakit resmi saya waktu itu dan itu saya pakai selama 1 bulan dan saya satria saya masuk menjalani hukuman ya bukan seperti dia yang lari dari tanggung jawab tidak menjalani hukuman itu lebih penting. Artinya begini, Teman-teman semua. Izinkan kalau saya salah, Bapak-bapak yang mengerti hukum. Berarti semua statement dia maupun laporan dia di Polda Metro Jaya maupun kesaksian dia kalau ternyata itu terjadi dan dia harusnya masuk tahanan maka itu tidak berlaku, tidak sah. Karena harusnya dia masuk tahanan tapi kemudian dia masih bersaksi atau bahkan membuat ee kesaksian terhadap pelapor yang lain. Jadi harusnya dia dieksekusi. Itu soal si plester. Satu lagi yang saya harus bilang mohon maaf. Satu lagi yang kemarin teriak-teriak soal O itu harus masuk penjara, yaitu orang namanya AA inisialnya ya, yang dia kehilangan otaknya ketika digebukin di depan DPR ya. Dia kena sebenarnya dia adalah TSK tersangka kasus penistaan agama pada tahun 2015. Mohon maaf Ibu-ibu dan semua ee umat muslim dan muslimah. Dia mengatakan kenapa dia masuk pasal penghinaan agama? Karena dia mengatakan Nabi Muhammad bukan orang Arab dan dia tersangka tapi kemudian saya enggak tahu dia di SP3 oleh Polda Metrojen tapi sudah juga kemudian di praeradilan dan menang praadilannya jadi harusnya dia dieksekusi tapi sampai dengan sekarang Polda Metroja belum eksekusi dia. Jadi artinya status aa itu adalah tersangka dan harusnya diteruskan penyidikannya bukan diberhentikan. Ya, itu jadi ada dua orang yang dan yang menarik sekali tadi kalau ee ada YouTube-nya si Plester itu malah justru komentar lebih banyak kepada seseorang yang bertopi. Topinya dihadapkan ke belakang. Betul. Apal banget nih Mbak Meno ini sama si Prit itu ya. Dan orang mengatakan itu orang yang di belakangnya itu yang ijazahnya dibusek capnya ya. dan dia secara tidak malu memalukan dirinya sendiri tampil di depan salah satu TV dan kemudian menunjukkan kalau ternyata ijazahnya masih ada capnya bukan seperti Jokowi yang capnya di balik pas fotonya ya. Nah, jadi sekali lagi saya tegaskan untuk teman-teman media yang ada di sini saya patuh dan taat dengan kesepakatan bersama. Jadi insyaallah sore hari ini saya juga akan live di TV tanpa si plester ya gitu. Dan pada hari Rabu yang akan datang itu akan ada acara. Pak Kosidurudin tahu persis sejarahnya. Harusnya acara itu mengulas tentang si Plter tapi tegas kami tidak akan hadir kalau masih ada si Plterer yang belum menjalani hukuman. Alhamdulillahnya salut kepada TV itu. Saya enggak kesbotan TV-nya tapi acaranya head to head. Hostnya Elvira Kairunisa. topiknya diganti bukan si Plter lagi. Jadi kami akan hadir kalau tanpa si Plester ya karena tidak tidak sopan kalau itu ada. Dan yang terakhir tadi sudah disampaikan juga ee oleh Pak Kosinuddin ini bukan nomon-nomon ini saya tunjukkan buktinya. Jadi ini adalah akun resmi akun sosmed maaf milik seseorang namanya VL. VL itu siapa? Virgianto Listiawan alias Iwan Vals. Iwan Vals membuat puling. Kita tahulah siapa Iwan Vals pada pertengahan Juli yang lalu dan 72% ketika dia menanyakan ijazah Jokowi jawabannya adalah palsu. Jadi terima kasih Mas Iwan Fals bersama grupnya ya. Hanya 14% yang mengatakan asli. Nah, jadi artinya makin banyak lagi selain Refri Harun juga dan kami sekaligus menolak atau tidak percaya kalau ada seseorang yang membuat survei-surveian itu bukan survei tapi survei. S R P A Y survei. Kenapa survei? Soalnya sekarang orangnya lagi protes. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah menghapus ya Tantiem bonus itu. Nanti mungkin Pak Manusia Merdeka, Pak Saidido bisa menjelaskan dengan lebih detail ya. keborosan. Kemudian ee insyaallah uang negara, defisit negara itu akan bisa diemat kalau komisaris komisaris itu itu dihilangkan atau tidak perlu diberikan yang namanya ee tantiem bonus dan lain sebagainya. Karena apa? Toh mereka juga tidak berkompeten sama sekali. Dan untuk menyambut kegembiraan itu ya. Nah, saya akan sampaikan sekaligus juga kenapa laki-laki itu suka soda sama seperti susu? [Musik] Laki-laki sama seperti susu ya. Kalau ketemu susu menjadi gembira. Jadi kita bergembira atas keputusan Presiden Prabowo untuk menghapus ya. Bahkan kalau perlu komisaris-komisaris itu yang tidak berharga itu tidak berharga itu cabut Pak Prabowo ya. Jadi kita akan lebih bergembira seperti soda susu gembira. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Я

JAKARTA, KOMPAS.TV – Roy Suryo mengucapkan terima kasih atas keputusan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menghapus tantiem komisaris BUMN.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah menghapus tantiem, bonus itu keborosan,” ujar Roy Suryo pada Senin (4/8/2025).

“Kemudian, insyaallah uang negara, devisa negara itu akan bisa dihemat kalau komisaris-komisaris itu dihilangkan atau tidak perlu diberikan yang namanya bonus,” lanjutnya.

Hal itu diungkapkan Roy Suryo saat melayangkan somasi kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terkait tuduhan adanya ‘orang besar’ di balik kasus ijazah.

Sahabat KompasTV, apa tanggapanmu terkait hal ini? Tulis di kolom komentar ya!

#roysuryo #prabowo #jokowi #ijazahjokowi

Produser: Aditya Pramana

Sahabat KompasTV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews