OMONGAN MENTRI BUDI ARIE MULAI TERBUKTI. SIAPA KALAH MASUK PENJARA. SILFESTER KORBAN PERTAMA|OTR#993

Halo, halo. Apa kabar? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang sekali sayaarif bisa kembali menjumpai Anda semua dalam program All the Record membaca berita di balik berita dan masih terus bersama rekan saya dan saya Agiweta. Jumpa kembali. Ini ngebut terus nih Mas Hersu nih. Iya kayak kayak diuber kayak di apa kayak angkot ngejar setoran aja. Tapi meemang beritanya lagi seru banget. lagi banyak sekar banyak sekali apa momen-momen yang menarik ya dan memang kita sudah bisa menduga dengan kemarin proses pemberian abolisi dan amnesti itu pasti akan terjadi perubahan-perubahan politik yang sangat cepat tapi kita sendiri tidak menduga kalau cepatnya seperti itu ya misalnya kan kemarin tuh harusnya Silverson Matudtina sudah dieksekusi gitu ya untuk masuk penjara itu harusnya 1 seteng tahun kan kita enggak menduga itu kalau secepat itu karena sebelumnya ini kan sudah mandek sampai berapa 5 6 tahun ya Mbak ya karena 6 tahun. Iya, 6 tahun. Dan hari Kamis yang lalu ee itu sudah dituntut oleh ee Ahmad Kasiduddin dengan kawan-kawan untuk segera dieksekusi. Tiba-tiba kita kemarin mendengar bahwa hari hari ini harusnya dia dieksekusi dan tapi waktu kemarin alasannya karena dia dipanggil oleh jadi saksi juga ya di Polda Metro Jaya dan sebagainya gitu. He. Ee tapi kelihatannya sudah mulai kehilangan daya tarik itu ya pemeriksaan-pemeriksaan di Polda Metro Jaya sekarang orang ya kayaknya lama-lama hilang juga tuh kayaknya kasusnya. gitu ya. Iya ya. Karena dia pada pemeriksaan ini kan sekitar 1 pekan du pekan yang lalu tuh masih jumawa. Betul Mas Hersu. Kelihatan betul ee masih di atas angin apalagi dengan dinaikkannya status dari penyelidikan ke penyidikan walaupun belum ada ee nama ril begitu siapa yang dijadikan tersangka. Tapi kan dia sudah mengatakan dia pokoknya ini pasti semuanya akan jadi tersangka. malah nambah kata dia dari kan 12 orang katanya bisa bertambah kata dia gitu. Waduh dahsyat betul. Tapi betul-betul ya ini kita enggak apa ya tafsirnya kecuali bahwa menyatakan ya Jokowi betul-betul sudah kehilangan kesaktiannya ya enggak bisa i nahan lagi gitu. Ini kan kasus ini sudah ditahan sejak tahun 2019 ya sebenarnya putusan di Mahkamah Agung itu bahkan dia bisa sampai jadi komisaris gitu loh. Bayangkan orang yang sudah ingkrah belum menjalani hukuman tapi jadi komisaris. Nah, tiba-tiba sekarang ee dia harus masuk penjara. Mungkin dia ngomong, “Iyalah enggak apa-apa karena komisarisnya juga sudah dipotong e gitu kali. Nunggu nunggu kalau sudah naik lagi gua baru jadi komisaris lagi kira-kira gitu.” Tapi saya kira nanti kalau silver keluar 1 seteng tahun lagi mungkin enggak sampai 1 seteng tahun lah ya, ada ada remisi-remisi gitu petanya udah semakin berubah. Saya kira ya sudah berubah. He iya. Ya, betul. Dan ee ini kan alasan dia sekarang lagi mengulur-ngulur waktu nih. Dia mengatakan bahwa sudah, sudah proses hukum. Proses hukum itu macam-macam. Jadi sesudah misalnya ini sudah kasasi, sudah ingkrah, harusnya itu dieksekusi. Tapi kemudian barangkali ada ee proses permintaan maaf bertemu dengan keluarga Pak Yusuf Kalah. Ketika itu Pak Yusuf Kala masih menjadi presiden ketika ini dilaporkan tahun 2017 masih menjadi wakil presiden. Masih menjadi wakil presiden dan Yusuf Kala ee mengizinkan pelaporan tersebut begitu. Keluarga Yusuf Kal mengizinkan. Jadi ee bisa saja tanpa diketahui oleh publik itu kalau klaim dari ee klaim dari Swerter dia mengatakan sudah tiga kali bertemu dengan Pak Yusuf kalah. Sesudah itu untuk permohonan maaf dan itu sudah damai, sudah selesai. Tapi eak bisa dong prosesnya sudah berjalan. Iya, proses sudah sampai ke tingkat paling tinggi, sudah sampai ke Mahkamah Agung dan sudah ingkrah yang artinya harus ada sebenarnya dia masih bisa melakukan penyuan kembali tapi itu tidak menghalangi proses untuk dieksekusi. Kan memang kalau sudah sampai kasasi dan kemudian diputuskan itu ya sudah ingkrah dia harus dieksekusi bahwa kemudian ada proses menunjuk PK dia harus masuk dulu gitu. Heeh. Iya. I. Dan ini ya malah justru di tengah proses itu kalau tidak salah Mas sebelum dia menjadi anggota ee tim kampanye nasionalnya Prabowo itu dia ee sempat menjadi ee komisaris dan kemudian ketika masuk ke dalam masuk ke dalam tim kampanye itu ee ramai-ramai kan mundur gitu. Iya. Nah, tapi sesudah itu ya kita tahu diangkat lagi, sesudah selesai dihadiahi lagi sebagai ee komisaris lagi di BUMN pangan bahkan BUMN yang besar ya karena ee di bawahnya ada anak usaha anak usaha jadi merupakan holding. Ini luar biasa gajinya ratusan juta tentu saja ada tantim dan sebagainya. Walaupun sekarang katanya tantim sudah dihapuskan tapi kita melihat ini memang sekarang ini menjadi pentolannya dari ee pembilangnya Jokowi ya. Iya, dia paling sekarang kayaknya idola lah gitu ya, Mbak Agi ya. Bahkan oleh sesama relawan saja diajak foto begitu ya. Padahal sesama relawan, sesama organ-organ relawannya ee Jokowi, dia sepertinya memang Jokowi bertumpu kepada orang ini walaupun dia ini hanya lulusan ruko Universitas Wiraswasta Indonesia yang kita pernah bahas ya pada ee pada tahun lalu atau tahun 2023 saya lupa. Tapi itu menjadi viral sekali karena dari situ kita baru ketahuan loh ini yang ee menjadi komisaris ee yang kemudian menjadi ketua umum solidaritas Merah Putih Solmet yaitu salah satu organ relawan yang diklaim tidak hanya memiliki ee ee kantor DPD di Indonesia bahkan juga sampai ke luar negeri ke beberapa negara dan sebagainya. Ini hebat sekali orang ini begitu. Tapi mungkin barangkali hanya hebat diklaimnya saja begitu. Tapi yang jelas Jokowi ini sudah semakin ditinggalkan. Semakin sedikit orang yang melakukan pembelaan terhadap dirinya. Baik itu kita melihat ada orkestrasi, baik itu ya seperti biasa kalau buzer itu mana ada yang tidak dibiayai. Mereka melakukan berbagai walaupun sier mengatakan ee kami sekarang ini ee melakukan pembelaan terhadap Pak Jokowi dan Gibran. Kami ini tidak dibiayai. ya, Anda itu dikasih jabatan komisaris, digaji di situ dengan uang-uang kami ini, uang-uang rakyat gitu. Artinya dibiayai atau tidak? Itu kalau orang yang jujur ee seperti misalnya saya melihat ee apa liputan investigasi dari tempo misalnya mewawancarai Iwan Semule ini dari Gerindra. Jujur dia karena dia memang aktivis dan kita kenal gitu orang yang sudah lama yang nongkrong sana, rongkrong sini dengan berbagai aktivitas. kelihatan memang dia ini seorang aktivis. Sementara kalau ee Silverston Matut Tina ini kan kita ujuk-ujuk aja kita melihatnya ketika diwawancara ya ee Iwan semulai mengatakan ya dari itu kami bisa membiayai ee orang-orang yang di bawah bisa memberikan modal kepada para pendukung kami dan sebagainya begitu. Nah, kalau yang ini ee pendukung dari Prabowo itu ee pendukung dari Jokowi ini kan klaimnya seperti itu. Tapi kita melihat bahwa orang semakin sedikit yang bersedia ee mendukung Jokowi yang bernarasi ee yang sedikit itu pun tidak bisa bernarasi yang yang sehat begitu kan. Kita tahu narasinya mudah sekali terpicu, mudah sekali emosi dan kemudian mengulang-ulang kata-kata tidak ada narasisasi, tidak ada ide baru ya, intimidatif dan sebagainya. begitu. Jadi ini memperlihatkan memang makin sempitnya pendukung Jokowi ya orangnya itu ya antara lain di Silverstone Matutina. Apalagi kalau dia nanti kemudian dieksekusi makin kecil lagi Mas Hersu nih ya ee apa para pendukung Jokowi ini. Jadi em dia mengaku juga sebelum diperiksa dia ditelepon ya oleh Pak Jokowi gitu ya. Iya. sebelum diperiksa kemarin kan dia diperiksa bersama Ade Darmawan ini ee peradi Bersatu ya dari Pradi Bersatu yang ikut mengadukan posisinya sama seperti Jokowi mengadukan Rio dan kawan-kawan dia diperiksa dan sebelum diperiksa itu dia mengatakan bahwa dia ditelepon Pak Jokowi yang artinya walaupun dia mengatakan bahwa ee di telepon itu ya tidak ee tidak spesifiknya hanya mengatakan bahwa ee apakah kabarnya baik-baik saja ya kabar baik-baik saja saling mendoakan katanya demikian tapi kita bisa ee melihat bahwa memang hubungan dengan Jokowi cukup dekat ya. Ini impresi yang dia bangun ya. E impresi bahwa ada kepedulian dari Jokowi. Saya ini diperlihatkan Jokowi ketika saya akan diperiksa saya dikuatkan. Kan kesannya jadi seperti itu bagi kita yang mendengar orang luar begitu. Ee dan kemudian kalau kalau kita ee melihat ya berarti Jokowi ini sangat detail mengamati bahwa apa yang terjadi di Polda Metro Jaya dia ikuti terus gitu. Karena ini ee anak buahnya kan kita bisa katakan demikian. Para relawan ini ee ketika akan diperiksa oleh polisi ee sepertinya dia memberikan penguatan. Ini makin makin saya perhatiin rupanya orang-orang ini sekarang bolak-balik Solo ya Mbak ya. Yang sering muncul di TV-TV itu yang suka debat-debat itu orang-orang itu itu dan selalu muncul di Solo. Muncul jadi sangat intensif ya ini koordinasinya di antara mereka sekarang ini ya. Iya. Saya bisa bayangkan mereka warwer istilahnya begitu kalau di Solo mungkin ya warw. ee ee apa datang muncul di Adi Sumarmo, pergi lagi dari Adi Sumarmo begitu. Karena ee pada hari kemarin baru saja ada di Solo, hari ini ada di Polda Metro Jaya begitu ya. Ee belum ee lagi di acara-acara yang lainnya. Jadi, dan apalagi kalau di televisi Mas Hersu hampir tiap hari dan enggak diganti-ganti karena memang enggak ada lagi yang diganti. Kalau Roy Suryo dan kawan-kawan karena mereka ini memang ee ee apa prinsipalnya prinsipalnya jadi mereka itu datang ya mereka ini enggak bisa diganti kalau Ro Suryo eh Dr. Rismon kemudian eh Dr. Tifa dan ada beberapa ini tidak bisa diganti ya. Oke. Kalau Pak Arantusu tadi itu pernah ke Solo enggak ya, Mbak ya? Kalau saya tidak melihat itu, Mas Sirso. Ee belum pernah melihat begitu ya. Karena dia kan selalu tampil sebagai penasihat Kapolri, tapi narasinya sih rasa Jokowi gitu ya kelihatannya ya. Sangat sangat. Bahkan ee kata kata Pak Sayid Didu ya bahwa adanya ee staf SUS atau staf-staf ahli saya lupa itu untuk ee nomenklatur yang memang ada begitu Mas Sersul. Jadi ee kalau penasehat Kapolri itu sebetulnya ya diangkat sendiri saja oleh Kapolri, tidak ada nomenklaturnya di ee di apa namanya di kepolisian begitu ya. Tapi kan ee setiap e seperti gubernur, seperti ee Kapolri, seperti misalnya Panglima TNI, mereka memiliki budget tersendiri yang bisa hanya berapa persen 10% 20% yang dipertanggungjawabkan sementara sisanya bisa digunakan dana itu secara taktis untuk apapun begitu kan. Nah, salah satunya saya rasa ini termasuk misalnya seperti penasehat Kapolri. Kapolri merasa ingin dinasehhati, perlu dinasehhati. Kan juga ada salah seorang wartawan yang kita kenal dulu ee yang menjadi penasehat dari Kapolri Listosigit juga yang pada saat kasus Sambo yang kemudian ee punya lisan dan menghilang begitu dan enggak sampai diperiksa padahal ini orang yang sepertinya tahu betul Masu kasus sambo tersebut begitu. Nah, jadi artinya kalau seandainya bisa ee ini posisinya sama kan seperti eh Aryanto Sutadi sekarang ini. Jadi memang dan dia pun mengaku begitu tapi kita belum pernah mendengar Listiosigit mengatakan itu penasihat saya belum pernah secara ee apa di di pihak yang lain belum pernah ada pengakuan itu. Tapi dia selalu mengatakan dirinya adalah ee penasihat Kapolri gitu. Ya, jadi ini kita teringat lagi ya ada omongannya ini ya kalau sales filter ini masuk penjara siapa yang kalah ini masuk penjara g kata siapa Budi Ari ya pada waktu itu gitu ya Mbak situasinya kelihatannya mulai begitu ya sekarang ya. Iya situasinya seperti itu dan ternyata itu makan diri sendiri senjata makan tuan. Jadi ee ketika itu kan ini harus menang. Kalau seandainya tidak menang maka siapa yang karena kalau tidak menang akan masuk penjara. kaget semuanya yang ada di situ kan ketika itu ada di acara totalit politik saya ee kalau tidak salah ya dan kemudian ee ketika sekarang ini berbalik ya ee Jokowi tidak kalah tapi kan Jokowi sudah lengser yang artinya ya dia posisinya sudah kalah kalau dibandingkan dengan ee bahkan dibandingkan dengan para oposisi sekarang misalnya dibandingkan dengan Ibu Mega jelas jauh kalah apalagi dia tidak memiliki partai. dan ee posisi yang siapa yang kalah itu akan masuk bui, akan masuk ee penjara kata Budi Ari ya ini sekarang berbalik ternyata menyasar kelompok Jokowi geng Solo ini Mas Hersu. Karena memang kesalahan paling besar ee untuk apa ya terpuruknya negeri ini kan memang disebabkan oleh Jokowi. Itulah makanya ee ketika itu ingin ada tiga periode dan kemudian penerusnya haruslah orangnya dia. Kalau tidak anaknya ya mungkin orang-orangnya dia, kepanjangan tangannya dia ee ee di TNI punya kepanjangan tangannya. Jadi kan memang ada semacam ada gium ya. Kalau kita pernah sekali berbohong, kita harus menutupi dengan kebohongan-kehubungan baru lagi. Kan itu yang terjadi sebenarnya maunya seperti itu gitu ya. Iya. Heeh. Kalau dia sudah tidak berkuasa berarti orang-orang saya yang harus berkuasa karena dia harus melindungi saya. Kalau tidak ya masuk penjara itu tadi. Nah, sekarang ee ini kan artinya tidak hanya Jokowi, tidak hanya keluarganya, tapi orang-orang yang ee ketika itu juga ikut membela dia atau ikut ee apa ee memiliki kebijakan-kebijakan begitu kan ee yang ee kebijakan-kebijakan di bawah Jokowi yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Jokowi yang kalau kita melihat sekarang ya mereka ini masih tahulah ee menteri-menterinya Jokowi yang masih ada di Pak Prabowo sekarang ini kan kicap ya. mereka berusaha betul supaya tidak diliput, tidak perlu komentar yang komentar yang apa namanya yang ee menjadi perhatian. Kalau perlu malah tidak diliput malah senang begitu. Karena begitu namanya muncul netizen ini julit betul Mas Hersu. Keras betul. Begitu namanya muncul itu langsung diserang. Seperti misalnya Tito Karnavian kemarin pada kasus pada kasus ee pulau itu itu yang diserang kemudian bukan cuman pulau saja tapi dosa-dosa masa lalunya sampai ke buku merah sampai ke apa dan sebagainya itu kan keluar semuanya. Nah, apalagi sekarang ini ini masih berlanjut ya kasus untuk ee Tom Lembong ee kemarin juga Zaid ee Muzadi ya ee apa namanya pengacaranya ya pengacaranya itu juga melaporkan tiga hakim yang ee apa memeriksa dan kemudian mvonis Tom Lembong itu ke Mahkamah Agung dulu dan kemudian ke komisi Yudisial. Ini tiga-tiganya dilaporkan di komisi Yudisial. ini soal etik, soal moralnya. Dan kemudian di Mahkamah Agung ya soal ee keanehan begitu ya, keanehan pemeriksaan yang di mana dia tidak mempertimbangkan para saksi di mana pada putusannya itu apa yang ee untuk apa saksi-saksi itu kemudian dihadirkan sampai berhari-hari, berminggu-minggu sampai berapa puluh kali sidang tapi tidak dikutip sama sekali dalam putusannya begitu dan tidak dipertimbangkan, tidak dilirik. Oh, aneh sekali ini. Begitu. Jadi memang ee sangat-sangat kuat prasangka kita begitu bahwa itu adalah benar yang tadinya prasangka itu menjadi benar bahwa ini memang sebuah ee peradilan titipan gitu kan, peradilan yang diorder oleh pihak lain. Siapa lagi kalau bukan dari geng Solo. Nah, apa keterkaitan mereka ini kita tidak tahu. Tapi yang jelas seperti misalnya kemudian akhirnya HKPN dari ee hakim ketuanya misalnya begitu Mas Sirsu itu kan ee menjadi ramai ya menjadi ee yang tadinya cuman berapa ee ini tiba-tiba naik menjadi 4,3 miliar yang kalau kita lihat sebetulnya secara gradual dari tahun misalnya 2000 ee 2006 2016 apa itu masih wajar 200 300 juta per tahun. Tapi sesudah itu sampai kemudian ee meningkatnya sampai miliaran gitu ya per tahunnya. Itu menjadi pertanyaan walaupun kemudian dijawab oleh pihak ee pengadilan bahwa dia memiliki istri seorang pengacara. Apakah istrinya pengacara itu baru aja beberapa tahun ini menjadi pengacara? Karena peningkatan itu hanya di beberapa tahun belakangan ini. Begitu. Kalau sementara kalau pengacara pernah enggak beracara ee dengan suaminya sebagai hakim? Iya. Dan dan kemudian hakim ini dari usianya itu sudah biasanya pengacara mulai umur 30 tahun sudah ee 20-an sudah magang, 30 tahun sudah menjadi pengacara muda, 40 tahun itu sudah moncer begitu ya sudah ini. Nah, sekarang di usia yang ee 50 tahunan ini begitu menjelang 50 tahunan dan 50 tahunan ini apa baru aja tiba-tiba menjadi pengacara begitu. Karena kan peningkatan ee kekayaannya itu sepertinya cukup mencolok, tidak terjadi secara gradual, tapi ada lonjakan seperti itu. Akhirnya orang melihat ke situ walaupun kemungkinan ee Bapak hakim ini ada warisan, ada hibah apa dan sebagainya kan siapa tahu begitu ya. Jadi walaupun diabolisi atau ditiadakan kasus hukumnya dan sebagainya, tapi proses itu akan jalan terus gitu ya. Dan saya membaca respon dari publik justru semua mendukung ya ee untuk langkah yang dilakukan oleh ee pengacara Thomas Rembong ini gitu. Saya saya enggak tahu kalau ee Haso apakah mengambil langkah sama. Belum ada ya kalau HO belum ada kabar soal itu ya. Iya. Iya, memang memang belum ada ya Hasto dan saya rasa ini kembali kalau kepada Hasto enggak usah lah ya Hasto enggak usah lah ya ikut-ikutan karena memang Hast bersalah juga ya walaupun nuansa politisnya sangat-sangat besar gitu di situ tapi ee ee dari segi soal salah memang dia terbukti ada kesalahan di situ yang ee itu memang menjadi bagian dari vonis gitu. Sementara kalau yang ini ya hakimnya sendiri memang sangat-sangat aneh. Kalau yang ini Mas Herersu, kalau yang di ee Hasto ini kan memang politisasi. Politisasi tapi kita tidak apa ya politisasi memang perseteruan antar orang yang tadinya satu ee satu partai kan Pak Jokowi ini dengan Ibu Mega dengan Hasto begitu. Jadi seperti semacam ee ee bertengkar antar saudara yang kemudian menjadi besar begitu. Nah, tapi kalau dengan Tom Lembong ini kan sangat-sangat licik, sangat licik dengan Anis. dia berusaha tidak bisa sampai dikatakan oleh Saut Sitomorang ee gelar perkara itu sampai 19 kali dan itu belum pernah terjadi gelar perkara kepada Anis dan tetap tidak ditemukan unsur-unsur ee mensrealnya juga ee Anis pada kasus formula E sehingga menyerah dan akhirnya menyasar kepada Tom Lembong ini. Dan itu pun kasusnya sangat aneh sehingga akhirnya ya tadinya LHKPN eh hakim ketua yaitu Deni Arsan Fatrika ini yang 192 juta kalau tidak salah itu ditelusuri oleh ininya oleh para apa netizen yang sampai akhirnya naik menjadi 4,3 miliar padahal itu juga naiknya setelah beberapa tahun. Itu pun jadi persoalan itu tadi begitu ya. Oke. Eh, topik ini saya kira akan jadi menarik gitu kasus Thomas Lembong ini karena saya kira mungkin banyak juga bilang ngapain sih sudah kasus Dedi ini masih mengambil langkah seperti itu. Saya kira penting karena dalam kasus Thomas Lembong ini sendiri kan ee sangat jelas bahwa itu memang yang namanya enggak ada kasus hukumnya karena memang tidak ada kerugian negara, tidak ada menerima aliran dana, tidak ada mainstrea, gitu. Beda dengan yang sebelumnya kita bahas bahwa kalau menurut narasinya para ternak muono kan ini soal korupsi ini jadi berbahaya nanti kalau kemudian dilakukan langkah-langkah ee seperti itu, langkah konstitusional seperti yang diambil oleh Presiden. Saya kira kasusnya ini agak berbeda gitu. Dan kalau toh kemudian ee Thomas Lembong dan pengacara yang memutuskan kendati sudah diabolisi untuk mempersoalkan hakim, saya kira itu memang harus kita support juga karena bagian dari upaya itu untuk penegakan itu. Walaupun kita tahu sebenarnya dalam kasus ee hukum di Indonesia itu sebenarnya kita ee apa top down aja. Kalau pemerintah mengambil keputusan yang tegas kemudian seperti dilakukan oleh Pak Prabowo menaikkan gaji-gaji mereka dan sebagainya tinggal punishment-nya nanti kalau yang yang harus berat gitu. Kalau enggak kita enggak akan pernah beranjak terus dana kira kan negara itu salah satu indikator negara itu maju dan kemudian salah satu negara itu indikatornya layak untuk diinvestasikan kan penegakan hukum. Ketika penegakan hukum itu diberesin saya kira yang lain nanti ee akan ikut gitu. itu yang PR besarnya itu seperti itu. Dan yang kita harapkan tentu saja pemerintah ini bukan bukan hanya reaksioner seperti sekarang ketika muncul dalam kasus ee Tom Lembong terutama gitu dan juga tentu saja termasuk Astop. Tapi dalam kasus-kasus yang lain harusnya standarnya sama seperti itu gitu. Iya. He he. Ini pelajaran betul bagi ee aparat penegak hukum kita terutama ee kehakiman begitu ya. E kalau Sandia ini tidak dilanjutkan ee oleh Tom Lembong dan juga para pengacaranya untuk dilaporkan ke Ky maupun ke Mahkamah Agung. Walaupun ee seharusnya mereka ini kan malu dalam posisi yang sangat sangat ee dipermalukan para hakim dari Tom Lembong ini kan Mas Hersu yang ee dan kemudian kalau sand tidak dilaporkan ya ini akan menjadi presiden bisa saja. Oh, itu ee Pak Prabowo hanya memberikan abolisi dan kemudian bebas aja kok hakimnya juga enggak tersentuh begitu. Jadi kan ee efeknya jadi hanya sampai ke situ saja begitu. Dan ini e memperlihatkan juga kita lihat nanti reaksi dari Mahkamah Agung dan juga Ky dan ee apa namanya sikapnya terhadap para hakim ini ya. Karena ini memperlihatkan juga nanti sikap dari Prabowo. Prabowo mengatakan bahwa ee dinaikkan gajinya 280% dan diberikan rumah, tunjangan apa dan sebagainya. Tapi mereka harus betul-betul adil karena kalau saniaat tidak maka hukumannya akan sangat berat. Nah, kita lihat saja bagaimana ee sanksi apa yang akan diberikan pada para hakim ini yang mereka sudah berlaku tidak adil. Jelas-jelas tidak adil itu Mas Nirsu. Karena sampai diberikan abolisi oleh Presiden walaupun Presiden mengatakan ini demi persatuan dan sebagainya. Ini jelas presiden memper apa? Malu ya merasa dipermalukan dalam hal ini karena ee menjadi sorotan internasional menjadi cap bahwa di Indonesia itu hakim bisa dibeli menjadi cap bahwa Prabowo itu masih diinjak oleh Jokowi, masih di bawahnya Jokowi bisa diatur oleh Jokowi dan sebagainya. Itu sesuatu yang nah jangankan pihak luar yang melihat, kita aja yang melihat malu begitu kok presiden kita digituin ya gitu. He ya. Oke, eh kita kita pindah ke topik yang berikutnya, Mbak. Kita obrolin apa ini selu yang masalah ini eh somasi dari Roy Suryo CS terhadap Jokowi ini juga bertubi-tubi betul ini tambah berat ini. Memang Jokowi melaporkan Rois Suryo CS ke Polda Metro begitu ya dibantu dengan para termulnya. Tapi eh Somasi ini nanti ada sangkutannya dengan Demokrat, ada sanggutannya dengan Pak SBY. Karena somasi ini terhadap pernyataan Jokowi yang menyatakan ada orang besar. Itu harus dipertanggungjawabkan orang besar ini siapa nih? Karena tampaknya orang besar ini adalah orang yang ee disebutkan kan oleh ee di apa namanya? diperluas begitu detailnya oleh eh Silver Matutina dan juga oleh AD Dermawan ini eh para geng Solo begitu kan dikatakan bahkan sangat spesifik oleh Matutina bahwa ini ingin memecah belah antara Prabowo dengan Gibran dan kemudian ingin mendudukkan anaknya menggantikan posisi Gibran. Artinya cuman ada dua pilihan kita sudah pernah bahas yaitu ee Pak SBY dan juga Ibu Mega. Nah, sementara dispesifikkan lagi oleh AD Dermawan pada sebuah acara di Kompas ee dan kemudian dia mengatakan bahwa clueya adalah baju yang saya pakai ini berarti baju warna biru dong. Apakah Pak SBY? Kayaknya Pak SBY enggak pernah deh melakukan itu begitu. Terus yang yang pernah Pak SBY partainya malah mau dibajak. malah mau dibajak begitu. Dan dia mengatakan Admawan ini mengatakan iya enggak melakukan itu, tapi mendorong-dorong mendorong-dorong begitu supaya ee kasus ijazah palsu ini tetap ee ini tetap kuat begitu. Dan kita bisa menduga-duga bahwa informasi itu yang disebutkan oleh Silverta dan AD ini pasti informasi dari Pak Jokowi ya kelihatannya Mbak. Iya. Dari siapa lagi? Dari siapa lagi? mereka tidak akan berani mengeluarkan narasi itu kalau seandainya sumbernya tidak dari Solo. Artinya kalau mereka mengeluarkan narasi itu mereka memfitnah Pak Jokowi dong. Ee bahwa toh e suara mereka adalah suara Pak Jokowi. Mereka melapor ee Pak Jokowi melaporkan R Suryo dan kawan-kawan gitu. Walaupun katanya yang dilaporkan adalah peristiwanya tapi yang jelas dan semuanya kemudian menyambut ikut melaporkan begitu. E dan mereka sowan ke Solo apa dan sebagainya. ini tanggal 17 nanti kabarnya ini sebagai bentuk tekanan lagi karena mereka ini para peneliti begitu ya ee mereka juga ee akademisi ee mereka ilmuwan begitu. Roi Suryo CS dr. Suryo, Dr. Rismon Sianipar dan Dr. eh Tifa begitu akan meluncurkan sebuah buku dan bukunya itu detail tentang penelitian mereka tentang ee ijazah dugaan ijazah palsu Jokowi itu. Kita bisa bayangkan ini di dalam buku ini siapa saja bisa melihatnya yang selama ini kita hanya melihat sepotong sepotong sepotong diunggah di mana-mana ini menjadi satu kesatuan dan sebagai hadiah bagi rakyat Indonesia. Ini luar biasa gerakannya Mas IRS. Siapa yang kalah? Siapa yang sudah tidak berposisi lagi maka akan masuk kanan. Menarik. Menarik. Oke. Kita itu perkembangannya ee apa? Makanya saya kira situasinya sekarang kendati mereka-mereka ini terancam menjadi terpidana menjadi tersangka ya sudah tersangka dan terancam menjadi terpidana. Tapi secara moral secara opini publik mereka itu sekarang sangat kuat sekali posisinya. Walaupun Pak Jokowi dan Termulnya itu mereka merasa di atas angin karena berhasil menjadikan 12 orang tersangka dan katanya kemungkinan bisa bertambah. Tapi sebenarnya secara psikologis mereka tuh sekarang sedang underpressor dan itu bukan tidak menutup kemungkinan juga imbasnya nanti kepada kepolisian. sama seperti halnya nanti ada langkah-langkah seperti yang dilakukan ee ee seperti dalam tanda petik yang enggak sama itu seperti amnesi dan abolisi. Saya lihat arahnya ke situ. Karena bagaimanapun juga ini kalau Pak Prabowo kan berhasil membangun ini kan tidak hanya di dunia di dalam negeri ini kan dunia internasional juga mengamati apa yang terjadi dinamikanya di Indonesia begitu dan juga hal sama halnya dengan kasus ini soal sekarang kriminalisasi terhadap para aktivis ini kan ini kan ee dunia juga memperhatikan apalagi kemudian para teman-teman kita diaspora di di 25 negara itu kan secara proaktif melakukan advokasi mengirim surat surat ke lembaga-lembaga internasional dan juga ke tokoh-tokoh prominent person di dunia internasional. Jadi, ini e menurut saya ya harus tetap jadi perhatian dari pemerintahan ee Prabowo. Jangan sampai hal-hal kecil gini yang sebenarnya bukan dilakukan oleh pemerintahannya Prabowo, tetapi karena orangnya tahunya bahwa Jokowi itu adalah ee bagian dari pemerintahnya Prabowo karena ada kibran di situ, itu akan mencoreng pemerintahnya Prabowo gitu. Iya. Dan saya rasa harapan dari si Versus sekarang ini bahwa lawan politiknya ini akan ee atau mereka yang dituduh sebagai ee pemfitnah dari Pak Jokowi ini untuk kemudian naik mereka ee dari sekedar saksi saja atau terlapor menjadi tersangka. Ini agak-agak berat setelah adanya keputusan Prabowo tentang abolisi dan amnesti itu bukan Mas Heru. Karena ini pasti akan menjadi sorotan. rakyat pasti sudah siap begitu ya mereka memasang badan juga kalau saya neai karena apa? karena belum pernah diperlihatkan ee ijazah Jokowi yang asli yang betul-betul kemudian diunggah semua orang melihat, “Oh, iya betul nih Rosyo salah nih, mereka memfitnah mereka ini apa dan sebagainya.” Itu kan tidak ada tidak ada buktinya begitu. Dan saya rasa ee sekarang pemerintahan pasti mengawal itu, Pak Prabowo pasti mengawal supaya tidak terjadi blunder lagi. Dan apa yang terjadi pada saat pengumuman ee ketika Daso, DASCO mengumumkan malam itu tentang ee konsultasi pada tanggal 30 pihak pemerintah meminta konsultasi ke DPR dan kemudian ee DPR ee memberikan pertimbangan dan menyetujui pada tanggal 31 diumumkan dan kita semuanya terkejut begitu. Walaupun sebelumnya memang sudah ada ee apa namanya sudah ada samar-samarlah ee ke arah itu begitu. Ini sepertinya akan ada tindakan besar dari Prabowo dari sejak sepekan sebelumnya sudah ada. Ini sepertinya akan ada perubahan begitu. Dan ketika itu diumumkan yang lebih mengejudkan lagi hanya beberapa jam setelah mengumumkan Dasco itu mengunggah foto tiga buah foto di mana di situ kebersamaannya dia bersama Prasetyo Hadi yaitu Mansesnek itu bertemu dengan Ibu Megawati, dengan Prananda dan juga dengan Puan. Dia mengunggah tiga foto yang cukup intim pertemuan tersebut. Begitu kita ee kalau saya melihat saya tidak tahu ya karena ee biasanya kalau di rumah Ibu Mega itu rumahnya agak nuansanya agak berbeda. Nah, ini ee dilakukan di ruangan yang mana atau di rumah siapa atau bagaimana begitu. Tapi yang jelas Bu Mega kan tidak berjalan-jalan keluar dari tempat yang biasa dia ee dia berada begitu. Jadi yang jelas ini ee Dasco dan juga ee Praset Yohadi begitu mendatangi Ibu Mega ataukah ini pertemuan sebelum-sebelumnya begitu ya? Kanya sebelumnya, Mbak. Iya, bisa jadi pertemuan sebelumnya yang diunggah lagi hanya untuk ee memberikan penekanan, memberikan underline bahwa ini loh gitu. Karena apa? Kenapa saya menduga itu sebelumnya? Karena ada yang disebutkan kemarin juga oleh Dasco itu kan ada dua pesan sebenarnya ditipkan oleh Pak Prabowo. Yang pertama dari sisi partai eh Dasco mengucapkan selamat berkongres. Nah, itu penting itu. Yang kedua itu ee eh Hadi menyatakan bahwa ee mereka menyampaikan kepada Ibu Mega pemerintah sedang menyiapkan untuk membangun museum baru, museum Bung Karno. Jadi kan gitu. Dari situ saja kita kita tahu bahwa berarti kalau selamat berkongres itu kan tadinya sebenarnya bimtek yang disebutkan di di sana begitu kemudian berubah menjadi kongres. Jadi makanya saya menyimpulkan ini kelihatannya ee sebelum itu apalagi kita tahu bahwa surat Kepres tentang abolisi dan AMSI itu kan ditandangnya tanggal 30 Juli Pak. Iya tanggal 30 baru diumumkan tanggal 31. Iya tanggal 21. Jadi artinya ketika itu itu sebelum itu terjadinya gitu. Sudah deal. Sudah deal. Makanya kenapa kemudian kesimpulan berikutnya adalah ketika tanggal 31 juga malam itu sebelum munculnya soal amnisi dan abolisi kan deditorus itu menyatakan kepada media bahwa perintah dari Bu Megawati kader PDIP itu untuk mendukung pemerintahnya Prabowo. Jadi sebenarnya dari situ semuanya sudah ini ya ini sequennya seperti itu. Timeline-nya seperti itulah e saya Iya. Iya. Apalagi ee kemudian sudah tertawa lebar sebelumnya sebelum ada pengumuman itu sudah ada foto di mana ee ibu dan dua anak ini tertawa lebar begitu ee yang seperti lepas gitu dari cengkeraman dari belenggu yang tadinya ya ee kongres itu sendiri kan tidak diumumkan kapan apa dan tapi dengan adanya bimtek yang diikuti oleh 3.000 lebih masa enggak kongres itu biaya besar sekali begitu. Apalagi kalau Bimtek itu kan terbatas sebenarnya. Iya. Ini sampai 3.000 lebih ini sudah ee acara yang ee apa ya ee bahkan tidak ee skalanya sangat-sangat besar untuk dilakukan sebuah partai begitu. Dan ini ada di Bali memang di tempat tersebut ee berkali-kali acara besar dari PDIP itu di diselenggarakan. Jadi ketika itu langsung langsung bergulir, berubah menjadi kongres ya kita sudah menduga ini sepertinya akan ke sana begitu. Karena sebelumnya memang dirahasiakan, dirahasiakan begitu supaya cawe-cawenya itu terus berubah begitu kan Mas Hersul. I iya kita tunggu setelah Silverter siapa lagi? Karena kita juga enggak tahu kalau ada kasus seperti Silverter itu walaupun beberapa hari yang lalu ya saya kira kita sudah dikirimin juga oleh eh Roy Surio soal ini soal direktori hasil e putusan dari Mahkamah ya sudah dikirim beberapa hari sebelumnya. Tapi selama ini ke mana barang itu ya selama 5 tahun itu kok enggak kan itu biasanya dipublish loh di mana di di Mahkamah Agung itu sepertinya kita kurang saja karena pada waktu membahas soal eh Silverster Maszul kan kita sudah membahas beberapa kali ini orang nih sudah pernah dihukum cuman kita tidak menyangka bahwa belum dieksekusi. Bahkan saya ee saya dan saya kira Mas juga berpikir karena kita sudah beberapa kali setiap kali membahas Silverster kita katakan bahwa orang ini pernah divonis bersalah karena memfitnah ee Pak JK begitu dan kemudian dia ini ee divonis 1 seteng tahun. Nah, tapi karena kejadiannya itu sudah 2017, 2018, dan 2019 itu ingkrah, kita pikir ini sudah selesai apalagi dia sudah kuliah. Kemudian kan tahun-tahun itu dia kuliah, Mas SU sekitar tahun 2018 dia kuliah di Universitas Wirawasta Indonesia itu mungkin ee karena dia diangkat menjadi komisaris apa sebagai persiapan itu kan malu juga kalau enggak punya ijazah. Tapi akhirnya itu malah lebih malu lagi karena ijazahnya adalah ijazah bodong. karena kemudian universitas tersebut ditutup gitu. Jadi, iya itulah rangkaiannya bagaimana seseorang yang ee dengan orang dengan CV yang busuk seperti itu ya bisa diangkat oleh Jokowi begitu. Bisa orang itu dipoles menjadi seseorang yang seolah-olah ketua organisasi relawan, organ relawan yang besar bahkan sampai ke luar negeri. Siapa yang ada di bawahnya yang di bawah orang ini begitu dan sampai sekarang dia masih tetap hidup gitu. Bahkan di masa Pak ee Pak Prabowo pun dia diselipkan gitu untuk menjadi seseorang di BUMN yang sangat penting loh ini. BUMN pangan loh. Dan dan wakil ketua TKN loh Mbak waktu Pilpres juga. Betul. Betul. Dan menjadi jubir selama Pilpres itu dia kan yang muncul di mana-mana Mas Sensu. I. Oke, Mbak. Saya kira ini ee jangan ke mana-mana gitu karena masih akan banyak lagi perkembangan perkembangan yang bisa saja berubah dengan sangat cepat ya kalau kita lihat ritualnya semacam ini. Karena kita sendiri juga tidak menduga ada percepatan-percepatan seperti itu yang terjadi dan dramanya sebenarnya dimulai dari pemberian abolisi dan amnesti dan kemudian juga penghapusan Tantiem ee dari para komisaris-komisaris. Kemudian ini sekarang muncul lagi kasus matutin. Kita enggak tahu apa yang akan muncul berikutnya karena ya kalau melihat catatannya Pak Jokowi pasti akan banyak hal-hal yang yang apa yang akan bermunculan gitu yang selama ini kalau kotoran-kotoran di bawah karpet itu akan muncul ke permukaan sekarang ini waktunya ya. Iya ya. Kita tunggu ya ini eh somasi Ro Surio CS terhadap Pak Jokowi ini berlakunya berapa hari ini? ee karena kan biasa kalau Sumasi itu tidak lama-lama untuk dia mencabut pernyataannya dan ini juga berkaitan dengan Demokratdemokrat marah betul untuk soal ini ya karena betul-betul itu menyasar kepada PT tersebut walaupun sekarang ngeles. Oke, sampai ketemu lagi. Eh, tetap eh semangat tetap jaga akal sehat. Eh, saya Herno Arif dan saya Agita. Terima kasih atas perhatian teman-teman semua. Tetap salam akal sehat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

SUBSCRIBE dan bunyikan loncengnya agar Anda tidak ketinggalan berita terbaru!

======

Subscribe juga:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ

Hersubeno Point
https://www.youtube.com/@HERSUBENOPOINTFNN

MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A

#OffTheRecord #SalamAkalSehat #MembacaBeritaDiBalikBerita