Ditemukan Kekerasan Benda Tumpul pada Tubuh ADP | Sindo Files Weekend | 02/08
Rekaman CCTV menunjukkan Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Panganunan di Jalan Gondang Dia Kecil Menteng, Jakarta Pusat dengan membawa plastik hitam yang diduga sampah pada pukul 2324 menit pada 7 Juli 2025 lalu. Kemudian pada pukul 2326 menit, Arya kembali ke kamarnya. Tak ada gerak-gerik aneh atau mencurigakan yang ditunjukkan Arya saat berjalan kembali ke kamar. Lalu pada pukul 0027 menit, Selasa dini hari, penjaga kos tampak berjalan mundar-mandir di depan kamar kos korban sambil berkomunikasi melalui tofen genggang. Penjaga kos kemudian mengintip kamar korban melalui celah pintu. Diduga penjaga kos tengah berkomunikasi dengan orang terdekat korban yang meminta memeriksa keberadaan korban di dalam kamar. Pendilekos kembali berjalan mundar-mandir untuk kedua kalinya. Sang penjagat tampak membawa satu di tangannya. Barulah sekitar 2 jam kemudian atau pukul 37 menit, sang penjaga kos terlihat bersama seorang pria berusaha membuka jendela kamar Arya secara paksa. Setelah jendela berhasil dibuka, penjaga kos menggunakan kartu akses yang diambil dari dalam kamar untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka, sang penjaga kos masuk ke dalam kamar. Sementara pria lainnya menunggu di luar sambil merekam. Tak lama kemudian, sang penjaga kos keluar dan pria itu masuk untuk lanjut merekam. Keduanya lalu terlihat berjalan menuju pintu keluar kos. Kepala berbalut plastik terlilit lakban tanpa sisa. Kematian ADP pun masih menyisakan tanya. Namun polisi menyimpulkan tak ada unsur pidana. Benarkah nyawa sang diplomat muda hilang tanpa campur tangan siapa-siapa atau ada fakta yang disembunyikan demi menjaga rahasia? Kesimpulan polisi apakah menutup misteri yang ada? Jadi kalau saya melihat pernyataan dari Dir Krim Umpoda Metro itu sangat prematur ya. Sangat prematur dan ada pertentangan. Ada pertentangan di Ada pertentangan di satu sisi ee keterangan dari ahli forensik dari Rumah Sakit ee Ciptoman Kusumo. He itu jelas dikatakan bahwa ee penyebab kematian dari korban itu gangguan pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas. Hm. Berarti ada sesuatu kejadian itu ya. Yang kedua, pada saat ee dilakukan otopsi oleh forensik eh RSU Cipto Mangun Kusumo, RSCM itu menurut ahli forensik tadi RSTM tadi mengatakan bahwa ee ditemukan luka terbuka dangk dengan tepi tidak rata pada bibir bagian dalam bawah. Dalam. He ya. Kemudian luka lecet pada pipi kanan dan leher. satu pada pipik kanan dan lima luka lecer pada leher. He. Memar pada kelopak atas mata kiri, bibir bawah bagian dalam. Memar pada lengan atas kanan dan lengan bawah kanan. Kemudian tenggorokan lendir. Tenggorokan mengeluarkan lendir dan busa halus putih kemerahan. Ditemukan sembab paru pembengkakan paru. Kemudian pelebaran pembuluh darah dan bintik-bintik pendarahan. Darah berwarna gelap dan encer. Gambaran kekurangan oksigen akut pada jantung. Ditemukan kekerasan benda tumpul. Hm. Ee dan tidak ditemukan penyakit pada organ tubuh. Organ tubuh ADP. Hm. Iya. Nah, ini berarti kalau kita merunut dari hasil forensik dari ee ahli forensik RSCM tadi, H ini berarti ada kejanggalan bahwa ini adalah masuk kasus pembunuhan. Hm. Bukan kasus bunuh diri atau bukan kasus meninggal secara wajar. Ini meninggal secara tidak wajar. He he itu, Mas. Bagaimana jika penjelasannya adalah mungkinkah eh luka-luka tersebut terjadi pada saat lakban tersebut dililit hingga kehabisan oksigen atau mungkin menimbulkan memar ketika tidak sengaja mungkinkah saya tidak tahu ya, Pak ya. Ee ADP mungkin berusaha untuk kembali ee bernafas sehingga melukai tubuhnya. Apakah itu masuk akal, Pak? Jadi begini, ini kejahatan yang ee profesional yang agak sempurna tapi tidak sempurna. Oke. Yang agak sempurna kejahatan ini. Hm. Jadi seolah-olah diciptakan ADP itu bunuh diri. Seolah-olah diciptakan ADP bunuh diri. Kita garis bawahi dulu. Iya. Iya. seolah-olah diciptakan diciptakan seolah-olah ADP bunuh diri dan dengan cara atau modusnya ADP disuruh melakban wajahnya sendiri sehingga sidik jari hanya ditemukan sidik jari dia. Oke. Nah, pelakunya bagi saya ini saya sudah cukup lama ya dalam bidang-bidang penyelidikan seperti ini ya, dalam kasus-kasus kekerasan, kasus-kasus pembunuhan. Orang biasanya pelaku tidak bisa atau tidak mau meninggalkan jejak sidik jari apapun dengan memakai sarung tangan. Oke. Atau memakai sesuatu yang menyebabkan sidik jarinya tidak tergambar. Oke. Di tempat mana atau di barang mana dia pakai. He. Baik. Kita lanjutkan, Pak Nikolai. Sambil nanti dijelaskan ee melengkapi jawaban Anda tadi. Saya garis bawahi ada luka akibat benda tumpul. Yang pertama, yang kedua tidak ada racun toksikologi di tubuh korban dan penyebab kematiannya adalah akibat oksigen yang makin berkurang. Silakan dilanjutkan, Pak Nikolai. I. Jadi, ee pertukaran oksigen pada pernapasan bagian atas seperti hidung. Oke. Iya, kan? Hm. Nah, saya menganalisis sementara ketika yang bersangkutan akan dibunuh, dibekap dulu dengan cara dibekap hidungnya dan kemudian setelah itu dilakban. Ini kan mati lemas. Kalau dari forensik tadi kan. H. Jadi saya bilang memang ini ada ada satu tindak pidana pembunuhan yang ee hampir sempurna tetapi tidak sempurna. Hampir sempurna tapi tidak sempurna. Karena apa? Dari hasil forensik juga itu ada luka bekas benda tumpul. Nah, ini perlu kita garis bawahi. He. Kemudian kalau kita lihat di CCTV yang beredar di medsos ya, kami juga hadirkan ini CCTV-nya Pak Nikolai. Nah, pada saat kejadian arah CCTV itu ke lorong. Iya. Ini iya kan? He. Nah, coba dibuka pada setelah kejadian pada saat yang bersangkutan ada ee penjaga kos itu membuka pintu CCTV diarahkan ke kamar yang bersangkutan. Kamar korban. Baik. Teman-teman, apakah bisa diputarkan CCTV ketika arah ke kamar? Ketika ini berarti, Pak, ya? Ketika jenazah. Nah, ini ini ya, Pak? Iya. Ya, ini dalam per detik itu mungkin 28 detik itu. Oh, iya. Iya, iya. 28 detik itu bisa berubah arah. Berarti ada yang memutar arah itu. Tidak mungkin CCTV berputar sendiri. Oke, sebentar Pak Nikolai kita coba bandingkan ya. Ini adalah CCTV pada malam hari ketika aktivitas penjaga kos, kemudian juga aktivitas dari ADP, membuang sampah, membuah plastik juga. Ini ya yang Pak Nikolai sampaikan arah dari CCTV-nya di lorong ataupun di teras depan kamar ya, mengarah ke pintu gerbang. Ini CCTV yang ramai. Kemudian pemirsa kita akan lihat CCTV berikutnya yang gambar sebelah kiri. CCTV ketika jenazah ditemukan penjaga kos merusak ee paksa jendela untuk membuka pintu. Tapi memang arahnya tidak ke lorong lagi. Arahnya ke kamar selebih ke kanan. Silakan Pak Nikolai. I. Nah. Iya. Ini kan satu satu tanda tanya ketidaksempurnaan dari modus kejahatan itu mereka merubah arah CCTV. Itu pertama ya. Yang kedua, cara membuka jendela. I kan ee lihat dari penjaga kosnya itu dengan tenangnya dia seolah-olah tidak terjadi sesuatu. He ya kan? Nanti setelah dia masuk dia tidak menampakkan rasa kaget, rasa terkejut. He melihat keadaan korban. Ya. Baik. Izin saya potong Pak Nikolai. Kami mendapat informasi tadi polisi juga sempat mendapat pertanyaan tersebut dari wartawan mengenai arah CCTV yang berubah ini atas permintaan keluarga korban yang meminta penjaga kos membongkar kamar korban. Apakah masuk akal, Pak Nik? Tidak masuk akal. Masa keluarga korban meminta penjaga membongkar kamar korban dengan menggubah CCTV. Logika hukumnya di mana? Logika berpikir secara waras di mana? Hm. He. Kalaupun keluarga korban meminta dibuka kamar daripada korban, tidak perlu merubah arah CCTV. Hm. Ya, ini kan sudah kelihatan sekali rekayasanya. ini saya bilang rekayasa dan saya menengerai pembunuhan ini bukan pembunuhan biasa, tetapi ada latar belakang tertentu. Latar belakang tertentunya dari berbagai kabar yang kami sempat kumpulkan, kami dapatkan ini adalah masalah pertama di samping masalah pekerjaan, ada masalah cinta segitiga. Hm. Cinta segitiga. Cinta segitiga ya. Yang melibatkan seorang istri dari seorang oknum. Heh. Tertentu. Oknum tertentu. Hm. Makanya ini harus didalami dulu. Jangan tiba-tiba langsung dibilang mati karena bunuh diri. Dicek dulu HP istrinya. Dicek dulu alur transaksi, dicek dulu ee apa record dari handphone yang bersangkutan dan istrinya. Ini feeling saya ya. feeling feeling saya feeling saya bahwa ini ada keterlibatan oknum tertentu dan oleh karena itu pihak penyidik Polda harus menggandeng pihak Pos ee pihak POM TNI he PPM TNI harus menggandeng he he. Harus bekerja sama untuk mengungkap ini. Untuk mengungkap ini. Ba jadi tidak Heeh. harus mengandeng POP TNI itu kata kuncinya. Kita lihat ya, dia pakai obeng itu kan ya. Seolah-olah dia berusaha membuka secara paksa. Tapi ketika dibuka nanti coba kita lihat gerakan tangannya. Oke, kita lihat gerakan tangannya. Ah, begitu mudah dia buka. Artinya orang ini sudah tahu kondisi jendela itu. Jadi dia sudah tahu kondisi jendela itu bagaimana kalau kita membuka secara perelan, secara paksa, ataupun secara keras. Dia sudah tahu situasi itu. Kalau jawabannya karena saya kalau jawab saya menduga I silakan saya menduga penjaga cost ini adalah juga orang suruhan dan bekerja sama. Oke. Dia turut terlibat loh. Ini diduga begitu. Dia turut terlibat. Kalau misalnya jawabannya adalah karena dia menjaga kos tersebut sehingga mengetahui ee bangunan di kos-kosan tersebut baik cara mencongkelan dan sebagainya. Itu bagaimana penjelasan itu, Pak? Tidak semua penjaga kos itu mempunyai keahlian seperti itu. Kalau dia tidak tahu persis seluk beluk dari kos itu, berarti orang ini tahu seluk beluk dari kos itu. Dia hafal bagaimana cara membuka jendela secara dikunci dari dalam maupun secara halus tapi kelihatan secara paksa tapi halus. dari CCTV di Grand Indonesia ketika wartawan bertanya soal Fion dan Fara yang bertemu hubungannya dan lain sebagainya tidak dijelaskan mengenai hubungannya tapi yang dijelaskan adalah runtutan kesesuaian antara CCTV dari Grand Indonesia, rooftop Kemlu, kemudian kos-kosan itu semuanya bersesuaian. Bagaimana Anda melihatnya? Saya menarik ada nama Farah di situ. Siapa Farah itu? Dari mana datangnya? Bagaimana hubungannya dengan almarhum? Sejak kapan dan sampai kapan? Apakah Fara itu masih single atau istri orang? Kita buka semuanya di situ. Kalau mau transparan ya. Istri siapa dia tuh yang bernama Farah itu? Tadi kan ada di room di Krim mengatakan kami tidak bisa buka di sini. He. Kalau tidak bisa dibuka di sini berarti kan ada yang disembunyikan, ada yang ditutupi atau hanya untuk kebutuhan internal. Lantas dalam pengungkapan kasus ini harusnya penyelidikan itu secara komprehensif, tidak part sepotong-sepotong. keterlibatan orang-orang di samping atau orang-orang yang ada hubungannya dengan alam itu harus diungkap juga dalam hal apa orang-orang itu berhubungan. Khususnya ada nama Farah tadi situ. Saya tangkap nama Farah. He he. Coba ini dari media tanyakan Farah itu siapa? Istrinya siapa? Apakah masih single atau istri orang? He coba ungkap ini dan apa hubungan spesial dengan beliau almarhum? He. Sejak kapan mereka berkenalan, bertemu, dan berhubungan. Tapi katanya sudah dimintai keterangan, Pak, dari pihak polisi. Iya. Tapi kan tadi disampaikan bahwa tidak bisa dibuka di sini. He. Apa ya, Pak, ya, yang membuat polisi kalau tidak bisa membuka apa sehingga tidak diumumkan mengenai hubungan? Itulah saya mengatakan tadi feeling saya mengatakan ada hubungan cinta segitiga. Hm. Salah satu penyebab kematian ini dan mengenai tadi mengenai barang yang ditemukan di roptop itu kan sangat janggal bagi saya seorang Arya Daru H meninggalkan barang di tangga darurat dan barang-barang itu barang-barang yang alat kerja lagi ada laptop dan sebagainya kan? He. Nah, berarti ada isi apa di dalam laptop itu? Informasi apa? Heeh. Atau hubungannya dengan almarhum apa hubungannya dengan kekasih gelap almarhum? Apa itu? Harus diungkap semuanya. Enggak bisa separuh-separuh, sepotong-sepotong. Jadi, jangan gak usah disembunyikanlah. ini kan sudah era transformasi. Kalau memang ada hubungan tertentu yang melibatkan oknum tertentu, kemudian ada hubungan asmara, hubungan cinta di dalam tugas dan pekerjaan almarhum, ya ungkapkan saja biar masyarakat tahu. Hm. Itu dan kemudian oknum itu pun harus dicari tahu apakah oknum itu terlibat atau tidak, menyuruh melakukan atau tidak. He he. Ini kan harus dilakukan untuk mengungkap satu kasus secara komprehensif. Saya melihat almarhum ini bukan dia mau bunuh diri. Ada rasa ketakutan. Dia ingin memastikan karena dia merasa dibayang-bayangi atau diikuti oleh seseorang atau beberapa orang. sehingga mau tidak mau dia harus menyelamatkan diri masuk ke kantornya dan dia naik dari atas untuk melihat ke bawah apakah orang-orang yang membuntuti dia itu ada atau tidak. Bukan dia mau bunuh diri. Ini ada peristiwa nih, Pak. Ada tindak pidana. Bukan tidak ada tindak pidana ini. Jangan gegabah kita dalam menyimpulkan sesuatu. penyelidikan belum selesai sudah disimpulkan. Ini gegabah sekali dan sangat prematur ini kalau saya boleh katakan. Hm. H. Jadi gambar CCTV yang kita lihat ini, ini bukan upaya percobaan untuk bunuh diri, tapi justru malah ingin menyelamatkan diri dari orang lain yang membuntutinya. Begitukah kesimpulannya, Pak? Iya, betul. Dia ingin memastikan bahwa di bawah sana orang-orang itu ada atau tidak yang membutuh dia. Kalau dia mau bunuh diri, dia begitu sudah punya niat untuk bunuh diri dia lompat dari situ, Pak. Gak perlu lagi dia nengok-nengok. Apalagi bunuh diri dengan melakban kepalanya dia sendiri, hidungnya sendiri. Hm. Ini ada tindak pidana, bukan tidak ada tindak pidana. ADP katanya bawa tas juga, Pak. Iya, ada ransel katanya bawa tas itu kan. He. Dan itu ditemukan di sehari setelah itu kematian dia baru ditemukan di tangga darurat. Menariknya begini, Pak Dikolai. Karena selain informasi ini yang disampaikan upaya dugaan percobaan bunuh diri ini juga diperkuat dengan email ataupun history di ee handphone yang ditemukan di kamar tentang percobaan bunuh diri, tentang depresi. Hal-hal tersebut yang akhirnya sebagai warga yang tidak tahu apa-apa ya ketika mendapat konferensi per seperti itu memang tidak ada pidananya. Kalau gak email itu ya email atau apa itu itu curhat itu biasa saja. Seorang Arya saya yakin dia orangnya kuat mental kok. Kita pun kadang-kadang menemui permasalahan dalam pekerjaan kadang-kadang kita putus asa. H tapi kita bisa bersikap bukan dasar yang harus dipakai email itu atau WA dan sebagainya. Apalagi tadi seperti tadi dibacakan oleh apa yang ahli psikologi itu kayak baca puisi kan itu kayak orang baca puisi aja itu enggak ada isinya saya lihat itu. Hm. He hanya baca puisi aja tuh ahli apa namanya psikologi atau ahli apa itu APS4. Ah itu kayak baca puisi aja. He ee ee baca puisinya yang bagian mana, Pak? Apakah tentang bahwa itu adalah ee depresi, kelelahan emosi sehingga masyarakat harus lebih aware, harus lebih peka. Hal-hal yang seperti itu kah? Iya. Itu baca puisi itu depresi apa segala tuh. Aduh, tidak mungkinlah orang dalam tekanan pekerjaan apapun apalagi sekelas diplomat mengalami depresi, gak mungkin itu. Dia sebelum dia menjadi diplomat itu kan ada tes psikologi. Hm. Psikotes untuk mengetes beban pekerjaan dia kalau menghadapi pekerjaan berat seperti apa di semua lingkungan bahkan di media pun pasti ada psikolog psikotes kan. He he. Itu kalau dia menerangkan ketika almarhum masih hidup dia periksa almarhum itu saya bisa percaya ini orang sudah mati perilakunya diperiksa orang sudah mati. Kalau masih hidup perilakunya diperiksa atau diamati, dianalisa. Mungkin ini orang sudah mati dianalisa perilakunya ketika orang sudah mati. Hm. Kalau hanya berdasarkan bahwa dia pernah secara daring untuk apa namanya menghubung menghubungi apa ee masalah bagian mental dan sebagainya. Ya, mungkin dia kelelahan dalam pekerjaan. Biasa saya pun pernah mengalami yang hal yang sama. Nah, saya pernah bertugas ke duga Papua Pegunungan. Hm. Ya, tugas ke sana. Heeh. Itu pun juga kita beban mental itu sangat sangat tinggi itu. He. Tapi ketika kita sudah selesai ya biasa saja. Nah, kita kalau mengamati orang tuh pada saat orang masih hidup, orang sudah mati baru kita amati perilakunya berdasarkan hanya dari apa namanya ee hal-hal yang tidak substantif. Enggak benar itu. Hm. Jadi ini kan satu rangkaian ceritra narasi yang dibuat sedemikian rupa ini si pembunuhnya. Begitu menonton tepuk tangan dia. Itu yang diinginkan oleh mereka gitu loh. Hm. Jadi begitu dirangkai sedemikian indahnya cerita itu, itu membuat si pelaku kejahatan itu jadi tepuk tangan. He sukses. Wah, agak serius ya, Pak Nikolah ya. Karena kan yang mengumumkan adalah secara resmi dari pihak kepolisian langsung, Pak. Betul. semua pelaku kejahatan ya rata-rata semua pelaku kejahatan ketika ada pengumuman bahwa satu kematian akibat satu rekayasa terjadi karena kecelakaanlah, karena bunuh dirilah, karena apalah. Nah, di situ mereka makin senang. Apalagi yang mengeluarkan informasi itu adalah sumber resmi. Ini satu logika hukum loh kita pakai, logika kriminologi kita pakai. Menurut Anda apakah karena kurang begitu baik dalam menganalisa bukti yang ada atau yang lain? Ada yang tercecer. Baik sudah baik, tapi ada yang tercecer, belum terungkap sepenuhnya. Sudah buru-buru diumumkan. Oke, gitu. Investigasinya itu masih mentah, belum A1 istilahnya dalam ilmu intelijen itu belum A1. Ada satu juga yang publik tunggu tuh tentang handphone, Pak Nikolai. Handphone dari ADP yang ketika terakhir berhubung di Grand Indonesia ya, itu hilang. Iya. Iya. Justru itu yang saya sampaikan tadi kan. Periksa juga handphone istrinya. Buka semua handphone istrinya. Handphone sifara buka. Hm. Atau siapapun yang ada hubungan dengan dia, buka handphone-nya. Iya. Sebenarnya mudah, enggak sulit masalah itu kalau kita mau bersungguh-sungguh. He. Kalau soal kamar kos yang plafonnya tidak ada kerusakan, CCTV-nya dari menit ke menit, jam ke jam semuanya terrecord, tidak ada pihak lain yang masuk ke dalam kosan. Sidik jari semuanya tidak ada. Apakah itu bisa di ini, Pak? Diusahakan kalau misalnya memang ada pelakunya tidak ada kejahatan yang sempurna. Tidak ada kejahatan yang sempurna. Tidak terasa waktu kita juga kurang sempurna, kurang panjang. Maksudnya Pak Nikolai ini sudah hampir menutup program kita. Terima kasih banyak. Saya mendapat informasi juga dari pihak kepolisian bahwa mereka masih membuka masukan dan akan mencari ataupun em menganalisa lagi bukti-bukti jika ditemukan lagi. Begitu. Semoga saja dialog kita ini juga didengarkan pihak kepolisian ya, Pak Nikolah ya. Silakan. E tapi satu catatan jangan menyimpulkan silakan jangan cepat menyimpulkan bahwa itu mati bunuh diri. Jangan cepat atau tidak ada tidak ada tindak pidana. Jangan menimpulkan begitu. prematur itu. Baik, saya garis bawahi. Jangan cepat menyimpulkan jika itu kasus bunuh diri dan tidak ada pidananya. Begitu ya, Pak ya. Ya, terima kasih, Pak Nikolai. Terima kasih banyak. Nanti kita bisa berbincang kembali.
Mantan Dirjen Instrumen & Penguatan HAM, Kemen HAM, Nicholay Aprilindo mengatakan, ditemukan kekerasan benda tumpul pada tubuh Arya Daru Pangayunan (ADP).
#Sindonews #SindoFilesWeekend #DiplomatMuda #KematianDiplomatMuda
Selengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/
Follow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9lDjk90x30mpm5Vy14
Follow our Official TikTok sindonews
Follow our Official Twitter officialinews_
Like our Official Facebook officialinews
Follow our Official Instagram officialinews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berit a politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi
#Sindonews