YA TUHAN!! SEDIH BANGET LIAT MAS GIBRAN😭 BAGAIMANA HATI JOKOWI? TENAG MAS KAMI DI SINI

[Musik] Halo semuanya, selamat datang kembali di channel ini. Jumpa lagi dengan saya FI Himpung. Bagaimana kabar kalian semuanya? Aku berharap teman-teman semuanya di rumah bersama keluarga selalu dalam keadaan yang sehat. Menurut dengan pengamatan saya secara pribadi, Teman-teman, ya, ada beberapa kelompok yang hari ini mereka sudah berhasil untuk memisahkan antara Jokowi dengan Prabowo lewat dengan kebijakan amnesti dan abolisi yang menuai protes keras dari pendukung Pak Jokowi atas kebijakan Pak Prabowo ini. Ya, ada sebagian orang yang merasa mereka sudah berhasil untuk meretakkan hubungan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Sudah berhasil untuk menghilangkan dukungan dari para pendukung Jokowi ke Prabowo. Karena tidak bisa kita sangkali bahwa pendukung Pak Jokowi hari ini mendukung pemerintahan Prabowo hari ini karena ada Gibran juga di dalamnya. dengan kebijakan yang cukup menuai kontroversi untuk kebijakan Pak Prabowo dalam hal ee amnesti dan abolisi itu. Para pendukung Pak Jokowi banyak yang protes keras terhadap Pak Prabowo dengan keputusannya itu. Banyak yang beria-ria, pestapora, euforia tentang keputusan Pak Prabowo ini. Membebaskan junjungan mereka, membebaskan mantan seken, partai mereka. Mereka berpesta. Tetapi di sisi yang lain pendukung Pak Jokowi, pemilih Prabowo Gibran yang sempat memilih Pak Prabowo kemarin itu tiba-tiba menunjukkan kekecewaan yang begitu besar. Bahkan banyak statement yang keluar bahwa saya menyesal memilih Prabowo. Itu bisa kalian lihat di kolom-kolom komentar postingan tentang pemerintahan. Begitu banyak berseliwiran komentar-komentar saya menyesal pilih Prabowo. Melihat fenomena ini, banyak orang-orang yang dalam tanda kutip, Teman-teman, ingin menyerang pemerintah, ingin menghancurkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Mereka sudah menganggap diri mereka berhasil dalam menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah hari ini, khususnya para pendukung Pak Jokowi, para pemilih Prabowo Gibran kemarin. Mereka berpikir mereka sudah berhasil meretakkan hubungan antara Pak Jokowi dan Pak Prabo. Kemudian mereka sudah melancarkan strategi atau serangan yang selanjutnya yaitu apa? menyerang wakil presiden hari ini, Gibran Neraka Bumi Neraka. Teman-teman, kalian harus sadari bahwa seperti mereka sudah melancarkan serangan-serangan selanjutnya dan kali ini serangannya tertuju kepada Gibran, Teman-teman. Kita harus waspadai, kita harus kawal karena serangan mereka ini sudah tertuju ke sana. Dengan hadirnya di layar kaca, kita bisa melihat pembahasan mereka sudah membahas Fufu Fafa. Kalian dengar kemarin Rocky Gerung tiba-tiba hadir membahas Fufu Fafa kan ya. Pemaksulan-pemaksulan kepada Gibran mulai dikumandangkan oleh orang-orang ini. Mulai ada pembahasan siapa yang pantas untuk menggantikan Gibran, siapa yang pantas untuk duduk di bangku wakil presiden Indonesia. Yang penting bukan Gibran. Mereka sudah membahas tentang em di DPR bagaimana apakah sudah diterima soal surat pemaksulan kepada Gibran Rakabumi Neraka. Refle Harun sudah membahas bahwa dia mengatakan sepertinya ada bocoran dari mantan anggota DPR mengatakan bahwa sebenarnya sudah disetujui katanya sama DPR soal pemaksulan Gibran. Mereka tinggal mencari siapa yang pantas untuk menggantikannya. sudah dikumandangkan serangan-serangan terhadap Gibran karena mereka percaya, mereka beranggapan hari ini bahwa Jokowi dan Prabowo benar-benar retak hubungannya, bahwa Prabowo sudah kehilangan dukungan dari pendukung-pendukung Pak Jokowi karena kebijakan kemarin. Makanya yang mereka akan lakukan adalah ketika hubungan Prabowo dan Jokowi retak, maka serangan sekarang adalah kepada Gibran. Otomatis hubungan Prabowo dan Gibran mereka beranggapan akan retak dan mudah untuk mereka serang. Mereka sedang melancarkan ini dan masyarakat harus antisipasi. Masyarakat harus mawas diri, Teman-teman. Masyarakat harus bisa mengetahui arah serangan mereka dan e itu tertuju kepada siapa hari ini. Apa sebenarnya salah Gibran? Gibran sebenarnya enggak salah. Mereka hanya ingin berkuasa dan mereka tidak ingin diri mereka yang mereka anggap lebih pintar dari Gibran itu dipimpin oleh Gibran. Mereka menganggap diri mereka itu lebih berpengalaman dari Gibran. Makanya mereka enggak mau dipimpin sama sekali oleh Gibran. Kita lihat dulu video ini, Teman-teman. [Musik] Kasihan sekali melihat Gibran ini, Teman-teman. Kasihan sekali melihat wakil presiden kita di usianya yang masih muda belum sempat merasakan tenangnya mengabdi. Ia sudah jadi sasaran hujatan setiap hari. Belum sempat menunjukkan niat baiknya secara utuh sudah dituding, dicbir, bahkan dihakimi tanpa ampun. Dia hanya ingin bekerja. Itu saja, just it. Tapi mengapa seolah-olah semua langkahnya salah? Tatapannya yang tenang dianggap sombong. Diamnya disangka kebodohan. Kunjungannya ke raket dipelintir jadi pencitraan. Padahal kalau kita jujur, berapa banyak pemimpin muda yang rela datang ke pelosok menyapa rakyat satu persatu tanpa kamera, tanpa protokol ketat? Gibran mungkin anak presiden. Iya, dia anak presiden ketujuh Republik Indonesia. Tapi hari ini ia adalah wakil presiden Republik Indonesia. Jabatan yang dipilih lewat pemiluh, bukan warisan. Tapi entah kenapa setiap langkahnya seperti terus diikuti dengan sorotan penuh curiga. Dianggap tidak layak, dianggap hanya numpang nama, dianggap kecelakaan politik, dianggap manipulasi politik. Dan yang paling menyakitkan dia tidak melawan. Hanya diam seperti video yang kita lihat tadi. Ia diam. Ia telan semua tudingan itu bulat-bulat. Ia tersenyum. Meski mungkin hatinya remuk, ia tetap datang ke pasar menyalami rakyat kecil. Padahal mungkin malam sebelumnya ia tidak bisa tidur karena tekanan yang begitu hebat. Apa tak ada sedikit pun rasa iba dari mereka yang menyerang Gibran terus-menerus. Gibran itu manusia biasa, punya hati, dia punya perasaan, tapi seolah semuanya ditutup demi menjadikannya target empuk. Kami yang melihat dari jauh hanya bisa mengelus dada. Kami tahu kau tidak sempurna, Mas Gibran. Tapi kami juga tahu kau belum sempat diberi kesempatan. Kami kasihan kepadamu, Mas. Bukan karena kau lemah, tapi karena kau kuat sendirian. Dan maafkan kami kalau hanya bisa melihatmu dipukul bertubi-tubi tanpa bisa melindungi. Meski hari demi hari dihantam opini, disudutkan, dipelintir, Gibran masih berdiri. Sendirian di tengah badai yang entah kapan rendahnya. Ia tidak menyalahkan siapun. Tidak juga menunjuk jari. Ia hanya berjalan terus menyapa rakyat satu persatu, menyimpan luka yang tidak pernah ia tunjukkan. Kadang kami berpikir, bagaimana rasanya menjadi Gibran? Duduk di kursi kekuasaan tapi terasa dingin karena tak pernah benar-benar diterima. Membawa nama besar ayahnya, tapi terus dihakimi seolah semua itu dosa. Gibran masih sangat muda. Ya, betul. Tapi beban yang ditaruh di pundaknya begitu berat. Mungkin terlalu berat untuk seorang anak muda yang sedang belajar berdiri sendiri. Apa tak ada ruang untuk sedikit memaklumi? Apa terlalu sulit memberi ia kesempatan? Apa semua kebaikan hanya dianggap topeng belaka? Gibran bukan sempurna, tapi cara orang memperlakukannya kadang membuat kami bertanya, “Apa yang sebenarnya kalian benci? Orangnya kah? Atau hanya karena namanya? Dan yang membuat hati makin miris adalah ketika Gibran tetap bersikap tenang, tidak membalas makian dengan makian, tidak membalas emosi dengan emosi, tidak tampil bermain drama di televisi. Ia memilih sibuk bekerja, hadir di tengah rakyat, memeluk orang tua, mendengar keluhan petani duduk bersimpuh di hadapan rakyat kecil. Sama persis seperti yang papanya lakukan. Gibran mungkin diam, tapi diamnya bukan lemah. Ingat, diamnya adalah cara seorang anak bangsa menjaga martabat dirinya. Dan kami rakyat yang masih mempunyai hati melihat itu semua camkan. Kami kasihan bukan karena kamu kalah, Mas Gibran, tapi karena kamu terlalu kuat menanggung semuanya sendirian. Dan semoga kekuatanmu itu bukan karena sudah terlalu sering kamu terluka. Saya sampai kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan tetap semangat meski beran. Percaya semakin Anda diserang, semakin Anda dituding, semakin Anda difitnah, semakin Anda di remehkan, percaya perkataan saya, Anda akan mendapatkan ratusan juta simpati dari masyarakat Indonesia yang mempunyai hati yang benar-benar tidak ingin melihat ada seorang yang diperlakukan seperti itu. Apalagi orang yang memiliki hati untuk rakyat kecil. Saya pamit dulu. See you on the next video and God bless. Bye guys. [Musik] [Musik]

#jokowidodo #jokowipresidenku #jokowi

berita kompas,berita kompastv,kompasnews,kompastv,kompas tv,kompastv live streaming,breakingnews,berita terkini,youtube news,live news,berita terbaru,kompas,kompas news,kompas tv live streaming,live streaming,indonesia,news,berita terbaru hari ini,viral terbaru,breaking news,top news,pan,partai amanat nasional,kongres pan,zulkifli hasan,jokowi,prabowo,bloomberg,agustus,kongres nasdem,nasdem pks,partai nasdem,presiden jokowi