Misteri Desa Renggala | Dungeons & Dragons | Episode 1

Dungeons and Dragons adalah permainan role playing di mana pemain menciptakan karakter fantasi dan menjelajahi dunia imajinatif, mengambil keputusan dan menghadapi tantangan yang dipandu oleh Dungeon Master. Gua pernah bikin campaign Dungeons and Dragon sebanyak tujuh episode berjudul Bangkitnya Prajut Waktu. Semua episode-nya bisa ditonton di YouTube. Nah, kali ini gua bikin campaign terbaru berjudul Misteri Desa Renggala. Dalam cerita ini pemain dan karakternya masih sama Grock Bambrok, Drax the Slayer, Marcus Smart, dan Rael. Mereka akan bertualang menguak misteri yang terjadi di sebuah desa. Kalian tidak perlu nonton bangkitnya perajut waktu untuk menikmati cerita misteri Desa Renggala karena tidak saling berkaitan. Semua episode Misteri Desa Renggala sudah tayang dan bisa ditonton sekaligus. Jadi, mari kita mulai petualangannya. 3 minggu lamanya kalian mengarungi lautan lepas. Angin laut dan terik matahari sudah menjadi makanan sehari-hari. Di atas perahu layar tua ini, kalian bisa melihat burung-burung di atas laut ah. Menandakan daratan sudah mulai dekat. Pulau Kidung, itulah tujuan kalian. Sebuah pulau terpencil yang jauh dari mana-mana, yang konon memiliki sejarah mistis yang dalam. Secarik surat dari seorang sahabat lama membawa kalian ke pulau ini. Bukan hanya sahabat, tapi iya. Durgan adalah seorang petualang yang sangat kuat, seorang rekan bisnis kalian juga yang sudah kalian anggap sebagai saudara sendiri. Durgan kalian ketahui datang ke pulau ini untuk pensiun. Dia ingin hidup tenang dan mendalami ilmu tempah besi dan berdagang aja. Dia udah malas berpatualan di Pulau Kidung ini. Tapi ternyata melalui surat yang kalian terima, hidup Durgan jauh dari rasa tenang. Dia meminta kalian segera datang karena dia merasa hidupnya terancam. Lewat suratnya bahasa Sokerta tuh. Bukan, Mas. Bukan, Mas. Bukan, ya? Bukan, ya. Jadi, mungkin kalian bisa baca aja langsung oke suratnya. Siapa dari kalian yang mau baca? Silakan dibaca keras. Yang bisa baca teman-temanku. Oke. Perahu ini sepertinya akan segera mendarat ke Pulau Kidung. Saya akan membacakan kembali teman-temanku surat dari Durgan. Siapa tahu kita lupa tujuan kita datang ke pulau ini. Betul, betul, betul, betul. Teruntuk sahabatku Grock, Rael, Encus. Ih, dan aku tahu ini mendadak, tapi aku butuh bantuan kalian. Ada yang tidak beres di Pulau Kidung. Aku bisa merasakannya belakangan ini aku merasa diawasi. Mungkin aku porno. Parno. Parno. Dia gak baca. Maaf, maaf. Karena mata grok yang satu ada bekas lukanya. Kenapa itu? Kenapa? Oh, saya belum cerita ke kalian nih. Belum belum belum. Sekitar 3 bulan yang lalu saya datang ke sebuah desa. Iya. Di tengah desa itu tiba-tiba ada OR yang mengamuk. Dia membanting semua warga-warga. Wow. Saya sebagai pahlawan ketika kita membatalkan perajut waktu, saya melihat itu semua. Si ork itu membanting orang ke sana kemari tapi warga bersatu dan mengalahkan or itu. Saya mundur ke belakang, ada kucing nyakar saya. Itulah perkara kucing doang. Iya. Lu enggak usah ngomong-omong pahlawan. Memang itu kejadiannya itu kejadian pahlawan adalah kerja sama dan para warga. Bukan emang itu saya jujur kan. Iya jujur langsung aja jangan kucing. Ya udah memang kenapa kenapa harus ada dulu terus harga gotongroyong. Benar enggak perlu tuh kegiatan itu tuh enggak itu pokoknya yang lukanya gitu ya. Udah yang lebih mengkhawatirkan kenapa ada kucing baru buka sor belum selesai suratnya. Ada sesuatu yang lebih besar sedang mengancam pulau ini. Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi firasatku kuat. Temui aku di Desa Renggala secepat mungkin. Jangan beritahu siapapun tentang surat ini. Hati-hati Durga. Oh, berarti tapi kita berempat tahu engak ada yang tahu. Cuma kita doang ber dikirim. Iya, cuma kita doang. Dan sebentar lagi kayaknya perahu ini akan tiba. Daratan, teriak awak kapal dari atas birds eye. Apa sih namanya? bersnf sorry yang di atas dulu i kan teriakan itu terdengar dari atas dan dari kejauhan kalian semua langsung lari ke depan bagian perahu dan dari kabut tipis terbuka terlihat sebuah pulau wei itu pulau benar betulang itu pulau eh masa kita tiba-tiba nyampai ke gunung berapi kan bukan kan tujuan kita kan ke sini bukan ke gunung pulau Nih ada hy-nya, Bro. Anak kecil ngelihat asli dia pulau luar liburan kok. Ini sahabat kita dalam bahaya. Coba ingatkan saya lagi untuk sahabatku. Kalau saya tahu saya kenal Durgan di mana, Encus kenal di mana sama Duran? Pulau Kidung. Hah? Udah pernah ke sini? Bukan Pulau Tidung kayak tadi kan kita mau ke Pulau Kidung. Iya kamu udah pernah ke sini? Enggak pernah. Tapi, tapi kan dikasih tahu kita tujuan kapal kita adalah ke Pulau K ya. Kenalnya di mana? Kalau saya sih kenal durdara lagi minum-minum. Oh, saya secara personal. Iya. Kenal saya kira tujuan kamu kamu personal kenal di mana? Waktu saya dilantik nih. Jadi aduh saya jadi pengin nangis nih kalau sedih apa tuh? Ada cerita apa tuh? Kalau kalau kalau kalian lihat ya baju-baju saya tuh udah enggak semewah dulu. Oh iya benar. Kamu kutangan aja ini. Iya iya. Jadi ketika kita setelah ngalahin rajut waktu, betul saya tuh ini membangun kerajaan sendiri buat ngelawan kerajaan bapak saya. Oh gitu. Tapi karena saya anak yang bandel, ibu saya ngomelin saya, “Udah stop main raja-rajaan.” Bapak kamu raja ya? Iya. Yang kela dong gitu. Kok gitu ya? Kok gitu ya? Kok gitu ya? Masa dibacain jangan dibacain lu tahu gitu. Jangan dibacain enggak tahu ya. Akhirnya akhirnya akhirnya saya disuruh stop kerajaan saya hancur. Bapak kamu udah dada liriknya juga. Lalu kenapa kamu jatuh seperti ini? itu yang seriusnya adalah kerajaan saya diserang oleh kerajaan Bapak saya dan akhirnya para pengikut saya pada musnah semua dan yang tersisa hanya baju dan juga mahkota yang saya pakai ini. Oh ya, karena kita memang selama perjalanan kita jarang update kehidupan kita padahal kita akan bersama-sama. Betul. Eh, de eh de itu masih itu sisik nanas dari naga naga sis nanas dipotong kuning merah isinya kuning apa tebak-tebakan gimana di luar merah dikupas kuning de jawabannya de gitu kamu belum berubah jadi naga tidak jadi ini adalah sisik naga yang pada saat itu kita berpetualang memegang buku terlarang itu saya membiarkannya nya supaya menjadi sebuah kenangan. Tapi saya kehilangan kemampuan menyemburkan api. Dan kita sekarang dipertemukan lagi dengan keadaan saya yang sekarang. Sebenarnya cukup sedih dengan kondisi saya sekarang karena kerajaanmu hancur juga. Bukan hancur tapi kan saya tinggal di pasar tadinya. Oh. Oh jadi Alfamart. Bukan Alfamart bukan. Kenapa jadi modern entar dulu ya kan sedih juga tradisional senang ada AC-nya? Iya benar ada AC ya? Enggak ini mah enggak yaudah yaudah yaudah. Jadi pada saat saya kembali ke desa, He. Ada momen sakit hati karena saya pasangan saya direbut oleh pedagang tomat di sebelah. Oh, jadi karena sakit hati itu saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke hutan dan saya akan sudah cukup sekian lama saya tinggal di hutan. Makanya ini adalah kulit-kulit yang saya buruh untuk saya bertahan hidup di hutan. Tanya dong matanya kenapa takutnya takutnya takutnya ger mabuk yang nanya. Gu tahan dulu nih. Ternyata enggak nanya. Ya udah ini kulit apa? Hah? Ini kulit apa? Nah, ini enggak disiapin lagi tadi dia nyampin mata. Iya. Gua bilangnya ke mata bukan juga matanya kulitnya lu tanya dong gua gitu ya. Sapi sapi sapi mata mata. Kenapa mata? Kenapa? Kenapa mata? Dicakar kucing yang tadi kucing yang sama. Kucing yang sama. Kurang ajar dia. Emang dia kurang ajar temannya grok ya? Iya. Udah gitu sakit. Iya. Udah berarti kamu habis diputuskan sama kekasih kamu. Iya. Dia selingkuh dengan tukang tomat di pasar. Siapa nama kekasihmu? Eh padil. Hah? Kekasihmu siapa namanya? Fliffy. Fliffy. Oke. Fliffy. Benar. Benar. Benar. Fliffi kanan. Tapi, tapi sudahlah saya semenjak semenjak hubungan saya enggak jelas dengan Ibu Ori saya Kenapa kamu mengingat masa lalu? Kamu bilang kamu tidak suka. Iya. Tapi kamu berarti menjel kita dekat berarti ketika kita kita dekat tapi enggak jelas. Oh iya. Emang kamu enggak mereka di keluarga di keluarga cheesecere cracker itu. Cheeseckor ini ini jok kalau 1 tahun. Masih muncul ya? Masih muncul ya ini ya. Aduh Rel belum update apa-apa sepanjang perjalanan dia cuman muntah-muntah. Iyaok. Enggak dulu nih. Enggak mungkin dia muntah muntah masuk ke topeng dong. Justru justru itu. Makanya malam-malam saya mendengar blebuk blebuk semua itu. Aduh ya ampun Allah. Jadi Rel gimana? Apa kabar kamu R? Kabarm. Iya, Ray. Ya Allah. Ya Allah. Baru ini belum belum nyampai loh. Belum nyampai pulau loh. Baru nyampai pulau. Baru nyampai pulau loh. Belum nyampai. Masih di laut. Belum nyampai pulau loh. Jadi ah iya memang laut itu tidak pernah setuju dengan aku. Buktinya keluar dibuka sih. Buka dulu. Dibuka dulu. Dibuka ininya dulu. Dibuka dulu. Dibuka dulu topengnya. Gua kira dia enggak dibuka bang. Dia muntah. Dia muntah. Iya. Iya. Gua kena enggak dibuka. Bentar lagi Royal kita kasih. Iya. Secepat mungkin lebih baik gitu. kamu enggak usah khawatir. Terus e ngelihat tangannya de gitu. Ah, de aku pun sama. Tapi e kalau rail tuh dibebat pakai kayak kain gitu terus ada kayak e aksara-aksara runik gitu magic gitu. Ditahan sama dia. Lu pintar dikit lu kayak dia. Lu biarin aja kayak gitu. Terus sibuk berburuh. Oh bertahan hidup karena sudah enggak tinggal di desa. Mungkin bisa aku bantu agar tidak menyebar ke badan bar. Boleh request gambar enggak? Tab apa? Mau gambar? Mau gambar sawah. Sepatu. Oh, sepatu. Kenapa sepatu? Hah? Jadi gimana? K kalau sepatu nanti kalau sepatu nanti pagi-pagi enggak siap. Pagi-pagi enggak siap. Mancing sendiri mentok. Pagi-pagi enggak siap. Pagi-pagi enggak siap. Mancing sendiri mentok sendiri. Oh sori itu masih ada muntanya. Setelah kita berpisah setelah mengalahkan Serafina. He ee Durgan membantuku membangun kuil untuk Dewi aku sembah. Oke. Mendapatkan surat ini aku merasa kita harus membantu Durgan. Betul sekali. Oke, mudah-mudahan kita bisa ketemu Durgan ya di Desa Rengbalai. Sebelum berlabuh mungkin aku bisa ee menghubungi Durgan. Wah, lewat. Kamu punya apa? Terus dari tangan itu e aksara-aksara magicnya tuh menyala gitu. Terus dia mulai membisikkan sesuatu gitu. Eh, Rail bakal cash sending, Mas. Sanding apa tu? Sending itu real bisa ngirim pesan ke siapapun yang dia ketahu orangnya. Anjir keren. Sebanyak keren. Telepati. Iya telepati. Dia bakal bilang, “E, Durgan, kita segera mendarat. Apakah kamu baik-baik saja?” Oke. Eh, lu cast sending. Setelah beberapa lama lu cast biasanya normalnya e lu menerima sinyal seperti apa? Dia bakal bisa balas gitu. Bakal bisa balas. Oh, tapi setelah beberapa saat hening yang lu dapat tunggu. Oh, enggak ada berarti Duran tidak membalas. Hah, kamu bohong. Lobet mungkin kamu kenal adiknya Durgan enggak? Karena saya kenal siapa? Anton Semen. Bentar entar dulu nih. Bentar. Durgan. Durgan Semen dong. Durgan semen. Ini Anton Semen. Emang Durgan. Nama saudaranya Anton Semen. Adiknya adiknya Anton Semen. Durgan ada membangun kuil. Oh iya membangun kuil. Membangun kuil namanya. Anton Semen. Semen. Kenal berarti kenal kan? Coba diending. Dia bakal coba lagi casting sending. Oke. Dia bakal antonsen. Kakakmu ke mana sih? Kita udah sampai di Pulau Kidung. Tapi dia tidak menjawab pesanku. Oke, Anton Semen. Eh, untuk ini gua akan minta lu ng-roll karena ada possibility ini enggak berhasil. Nah, untuk ini RLE yang kita pakai adalah kita akan gunakan eh rolnya Arkana deh. Arkana. Give me Arkana. Eh, cukup sulit, cukup tinggi DC-nya. Wow. Tapi kalau lu berhasil, lu berhasil mengubungi Anton Semen. By the way, ini role pertama dalam game ini loh. Hanya untuk kemen loh ini. Selalu Relu Rel. Mas, gua bisa cash guardance enggak buat membantu? Jadi ee ia bakal megang e pundaknya ya dan coba ya [Tepuk tangan] sembilan. Sinyal yang lu terima ada tapi dedet y. He koneksi. Jadi lu cuma mendengar kan tadi pertanyaannya ee di mana si Dur gitu ya? Iya. Ada kok. Dia bilang ee belum lama dia kirim merpati ke sini. Heeh. Katanya baik-baik aja udah mulai hidup tenang di sana tapi habis itu putus. Enggak ada lagi percakapannya. Kok aneh ya? Hmm. Dia bilang dia dalam bahaya tapi saudara dia ngirim ke saudaranya dia baik-baik aja. Oke, ini gimanapun juga mending kita langsung cari dia aja. Ayo kita nyemplung di des. Eh, belum kan? Berarti enggak usah. Ya udah berarti enggak usah. Oke. Udah, ya. Perahu layar kalian itu mulai mendekat ke dermaga. Sebuah dermaga tua yang di sana tidak terlalu ramai. Banyak e aktivitas ee apa namanya? Orang-orang yang membawa turun barang-barangnya. Di situ ada beberapa gedung gedung-gedung kayu ya, kayak kantor perdagangan Renggala ya kan. Oke. Oke. Pulau Kidung apa segala macam ada kedai-kedai kecil. Nah, kapten kapal ee berterima kasih pada kalian. Terima kasih telah berlayar dengan e perahu layar Kena. Selamat datang di Pulau Kidung. Mari kita lihat. Teng teng tong teng. Pulau Kidung. Ini dia pulaunya. U. Jadi, Pulau Kidung itu kalau kalian lihat dia tuh indah sebetulnya, tapi kayak apa ya? Kayak selalu lembab, terus selalu dingin, selalu berkabut, ada suara-suara jangkrik yang kayaknya nonstop krik krik krik krik gitu. Di ujung sana kalian lihat ada beberapa kedai-kedai, beberapa gedung-gedung dan si kapten juga memberitahukan kepada kalian. He. Kalau kalian mau ke Desa Renggala, kalian harus menggunakan kereta kuda yang ada ee servisnya di ujung jalan sana katanya. Nah, gua rasa ini adalah kesempatan yang bagus juga untuk kalian menggambarkan seperti apa tampaknya kalian gitu ya, sambil gua bagikan token kalian. Oke. Oke. Oke. Mari kita mulai. Encus dari Enchus. Yes. Silakan. Encus adalah seorang anak kecil yang masih kecil karena dia keturunan tifling, enggak nambah tinggi, enggak nambah pendek dan dia memakai kaos kutang yang comppang-camping sama dia taruh sebelah kanan ada mahkota raja bekas dia raja yang runtuh gitu. Wih, nice. Oke, next. Rel nih token lo. Jadi e Rel sekarang dia pakai jubah yang kelihatannya tuh rajutan dari bulu-bulu burung gagak dirajut jadi jubahnya dia gitu. Terus karena dia punya kuil sendiri jadi dia kayak ada hiasan semacam ee ornamental yang dipakai oleh ee pendeta-pendeta di kuilnya tersebut. Oke, de sekarang karakternya itu e tetap sama kurang lebih sama sebelumnya. Cuman dengan perbedaan dia memakai jaket kulit karena dia tinggal di hutan ee selama beberapa bulan belakangan dikarenakan dia keluar dari desanya terus dia matanya tertutup karena ada serangan dari kucing liar tersebut. Secara fisik sih dia cuma nambah lebih ee gondrong aja. Ininya brewok. Oh, brewok brewoke. Karena lama di hutan lama di hutan. secara sifat paling cuma dia agak sensitif kalau ngebahas soal perempuan hati gitu karena masih ada apais sakit hati barista ya barista udah ke mana-mana ini terlalu ke mana-mana liar banget terlalu kehidupan personal game nih dan Grock silakan Grock e berjalan ke tengah teman-temannya terus sinar matahari itu kena di rambutnya beberapa helai rambutnya udah mulai ada yang abu-abu oh tua udah mulai menua gigi taringnya di bagian bawah ada bukan taring tuh apa tuh taring kebalik ya itunya dan di mata sebelah kirinya itu bekas kucing yang sama yang nyakar di tapi kesayangannya sekarang ditemukan adalah ee suling yang suling yang baru yang dia dapat di petualangannya selama beberapa bulan terakhir. Oh ada pertanyaan buat Grok Mabrok. Silakan. Mau tanya apa Encus? Apakah kamu pernah berjanji kamu menciptakan lagu untuk goyang Gazel ketika kita mengalahkan Serapin? Apakah sudah nemu nada lagunya banget aku mengingat itu kan? Dan aku sekarang penasaran bagaimana gerakan dia. Benar dan saya yakin dia bakal jadi artis terkenal musik terkenal di desanya. Benar tidak? Betul sekali. Kita akan karena kalau misalkan kamu sukses kita siap jadi kru. Nah itu dia karena saya butuh uang juga jadi ridernya. Sebenarnya selama beberapa hari di perahu ee saya menyempurnakan wow lagu untuk Gazazel yang sudah lama kita tidak bertemu itu. Betul. Saya namakannya Goyang Gelo City. Goyang Gelo City gitu. Ada tepung pundak ya. Ada tepuk pundak ya. Lu kayak kayak kayak K takut hipnotis gitu. Iya. Goyang Gelocity. Goyang Gity. Goyang Gelocity. Terima kasih. Terima kasih. Itu terbukti bahwa selama setahun kita tidak bertemu, Groom Mabrok sudah menjadi artis yang besar di desanya. Iya. Kita percaya lu akan makin sukses. Oke oke oke oke oke oke. Di Dermaga ini seperti kalian sudah lihat itu aktivitasnya cukup ramai tapi enggak seramai yang kayak di kota besar. Enggak. E ada beberapa kedai dan juga tadi dibilang ada kereta kuda yang menuju ke Renggala. Nah, kalian mau ke mana dulu nih? dari sini kayaknya mau ngecek sekitar dulu deh ada boleh boleh di dermaga tersebut ada apa aja ada apaan aja oke jadi lu bisa lihat ada kedai tempat untuk makan minum ada juga tempat kantor ee apa namanya trading trading apa sih perjual bel he jual beli jadi kayak ada barang-barang dari mainland dari daratan utama ke sini ya kan itu ada pertukaran ada yang spesifik yang lu cari barangkali gua coba mau ke ini deh e restoran deh restoran jadi di situ ada satu restoran yang kelihatannya cukup cukup ee ramai ya, cukup aktif. Jadi ada beberapa orang-orang makan di sana. Lu lihat juga beberapa kru dan beberapa penumpang perahu lain ada yang mampir ke situ untuk sekedar minum teh gitu ya. Nah, ee namanya di situ warung Mbok Sri. Mbok Sri. Mbok Sri. Warung Mbok Sri. Oke. Encus mencoba masuk ke warung Mbok Sri lalu teriak, “Pengumuman-pengumuman untuk menghibur kalian semua. Mohon maaf, bukannya daripada mencuri, merampok, atau melakukan kejahatan. Saya punya teman bisa main alat musik. Jadi mohon seikhlasnya nanti disawer ya, Teman-teman ya. Grok, ayo Grok, Grock. Maju ke depan mereka semua. Betul, betul. Saya adalah seorang Bart yang datang dari jauh-jauh. Mungkin kalian pernah dengar goyang Gelocity saya. Tapi hari ini saya akan ee bernyanyi untuk kalian semua dengan imbalan mungkin kalian bisa memberikan informasi betul soal Desa Renggala. Betul. Betul. Apakah ada yang perlu kami ketahui soal desa itu atau tidak? Kalau kalian terhibur, silakan nanti datang ke antara kami dan menjelaskan apa saja yang kita perlu waspadai.Oke, di Pulau Kidung ini. Dia di dari sudut bilang, “Ayo, ayo kita juga sabar.” Ayo, ayo. Saya akan bernyanyi langsung saya ciptakan sendiri. Asik lagu Pulau Kidung yang Indah. Tapi karena saya bersama teman-teman saya, waduh. Percuma kalau saya memakai alat musik saya, kita akan akapela bersama-sama. Dimulai dari bassnya. Silakan the [Musik] return gitar oleh Tencus berkusi oleh Releteng. [Musik] Ada yang bisik-bisik dengar enggak suara itu? Beruangan itu suara Rel ada beruangan. Ada kita di sini banyak cuma dipam cuma di spam. Oke, tapi sebelum itu nepuk pundak e Grock guidance buat bantu. Oke, guidance. Grock mengeluarkan e sulingnya membunyikan magic hand keluar Grock ngasih satu tangan dan diikuti denganilitingilitingilit [Tepuk tangan] pengaruhnya habis kamu sangat indah Pulau kidung bolehkah kami bertanya Pulau Kidung? Ng lihat di warung itu semua pengunjungnya diam tertegun melihat kalian. Ada yang lagi mau menyuap makanan diam gini ada yang minum. Benar-benar melihat kalian. Tapi sebelumnya performance check dulu. Performance check. Silakan. D berapa? D20. D20. Oh iya sor advantage advantage plus gu 2D20 sikat 2 16 tambah tambah performance check di D4 tambah D4 plus 5 plus 5 tambah D4 gede ini mah kena udah ee tuuh 23 oke lu melihat dari mereka yang tadi semua diam meletakkan sendoknya meletakkan gelasnya langsung berdiri W kita enggak di habis terhibur sudah bantu. Termasuk kalian lihat pemilik warungnya kelihatannya seorang ibu-ibu yang berbadan agak tambun tapi wajahnya ee wajahnya e cantik gitu ya. Wah, sudah lama sekali kita tidak mendengar musik yang begitu seru dan sangat menghebo. Itu seru luar biasa. Itu seru luar biasa. Bukan bagus bagus. Silakan duduk, silakan duduk. Karena pasti haus kan menyuruh ee apa pelayannya untuk mengambilkan minum untuk kalian gitu. dan dia langsung menanyakan apa yang bisa kita bantu tadi. Ee Bapak bilang mau informasi ya, informasi ya. Betul, betul, betul. Ada yang kami harus waspadai. Kami ingin pergi ke Desa Renggala. Ada sesuatu soal pulau ini yang kami harus waspada? Wah, pendatang di Pulau Renggala memang biasanya pulau ini tuh yang datang adalah pertapa, orang-orang yang ingin berziarah. Karena kita tahu ya, pulau ini tuh berada di pusat dunia sehingga punya sejarah mistis yang luar biasa. banyak tempat-tempat situs-situs bersejarah ya kan. Makanya ketika tadi aku lihat wah ada petualang, ada bapak-bapak ini yang ee saya masih kecil Bu. Iya betul-betap Bu. Oh, masih kecil ya? Iya. Pantesan agak kecil memang ya. Ee tapi penampilan ee penampilan adik memang agak unik ya. Enggak lucu aja. Ee iya makanya itu jadi penampilan kalian sangat-sangat membuat kita semua terhibur ya. Betul ya Bapak-bapak ya. I betul betul betuludah. Nah, jadi ee ee saya bisa bilang tidak perlu khawatir. Nah, Pulau Kidung itu aman ee tentram gitu ya. Paling ya hati-hati aja karena perjalanan dari sini ke Renggala memang agak jauh ya. Nah, nanti kalau ditawarin ee kan ada dua jalan. He. Hm. Ada lewat jalan biasa sama lewat jalan pintas. Jangan lewat jalan pintas. Ah, kenapa lebih cepat, Bu? Iya, memang sih, tapi katanya bahaya. Saya juga sama suami saya enggak pernah lewat jalan pintas. Berapa lama perbedaan waktu antara jalan biasa dengan jalan pintas? Kalau jalan biasa 2 hari. Kalau jalan pintas 1 hari aja naik kereta kuda. Jalan panjang lah itu jalan biasa dan mukul. Eh, nama jalan nama jalan kaget. Kaget cuman jeruk jeruk jeruk. Cuman jeruk. Iya. Kok tahu di situ ada penginapan namanya jero. Benar pernah ke sini? Ah, lu enggak tahu gua aja. Ada ternyata ada. Iya. Jadi itu paling itu aja sih, Ibu titip ya, Ibu Sri. Kalau ditawarin sama biasanya mah si Pawis mah itu yang ngantar tamu ke Desa Ranggala. Jangan mau apakah ada beberapa belakangan ini ada orang yang ingin menuju ke Desa Renggala? Iya. Tentu di sini biasanya yang menuju Desa Ranggala itu orang-orang yang mengantar barang ya. Karena Bapak Adipati suka e ada perdagangan ke kota-kota besar di daratan. Siapa Bapak Adipati? Adipati. Adipati ee ee apa namanya? Adipati apa? Kayak gubernur. Kayak gubernur. Bapak Adipati gubernur kan? Heeh. Dia selalu selalu ee ada perdagangan dengan orang-orang penguasa di sana di daratan. Paling kirim-kirim barang, perdagangan. Ada juga petani. Tapi petualang mah jarang. Ibu lihat di sini. Tunggu Ibu Ibu kenal enggak dengan seseorang namanya Durgan? Katanya dia tinggal di adiknya ini Anton Semen. Kakaknya Anton Semen. Oh, kakaknya Anton Semen. Kakaknya Anton Semen. Apa dia orang sini? Orang Pulau Kidung bukan. Dia bilang mau pindah ke sini sih. Oh, orang baru. Kalau orang baru mah Ibu kurang kurang hafal. Yang Ibu hafal emang siapa aja, Bu? Nama di pulau ini, Bu. Ya, kalau di Pulau Kidung mah kita saling kenal biasanya. Tapi kalau orang baru, orang pindahan biasanya kita kurang kurang hafal. Wah. Oke, Teman-teman. Nih, berarti kita ada dua pilihan nih. Durgan ini kayaknya dalam bahaya. Untuk ke Desa Renggala kita punya dua. Satu jalan pintas atau satu jalan biasa. Jalan biasa. Karena ini sangat mendesak, sepertinya kita harus memakai jalan pintas. Kan jalan pintas itu kalau jalan panjang kan 2 hari. Jalan kita 1 hari jalan biasa. Jalan biasa du hari. Jalan pintas 1 hari. Jadi kita berhati-hati menjalani jalan pintas. Jadi kita du hari di jalan pintas. Abul kenapa? Kenapa? Kenapa jadi 2 hari juga jalan? Hati-hati jalan. Mending lu jalan biasa. Percuma lu pakai jalan biasa aman. Enggak usah hati-hati. Mau hati-hati apa enggak ya hasilnya sama hati-hati dalam artian bukan jalan kayak buat biar hati-hati. Kita ngambil jalan pintas tapi hati-hati. Jadi kita du hari di jalan pintas. Ngapain? Kenapa kalau biasa yang lebih aman 2 hari juga? Karena itu lebih pintas, lebih cepat. Oke, oke. Gini, gini, gini, Teman-teman. Gini, Teman-teman. Karena kan saya adalah orang yang sinyalnya rusak. Iya. Bapak ya. Saya kan sudah cukup lama hidup di hutan. Jadi saya tahu apa aja mungkin larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan di hutan. Intinya kita tidak boleh ngomong-ngomong kasar di hutan karena banyak hal. Ngomong-ngomong jorok tu selokan. Jorok. Jorok banyak banget. Ih, malas kayak udah tuh kayak malas banget gitu. Iya, enggak cocok banget sih. Oke, saya setuju setuju juga. Saya setuju. Tapi cuma satu yang saya pesan, Encus, jangan pernah melakukan tingkah-tingkah aneh di hutan. Nah, ingat ya. Karena tadi kamu baru saja menjebak kita untuk berakapela. Untung bagus ini di hutan. Tapi terbukti dong ide saya diterima di restoran ini. Tapi betul kita jadi tahu bahwa ada dua jalan menuju Desa Reng. kita memutuskan untuk keluar jalan pintas. Jalan pintas supaya kita memotong waktu tidak terlalu banyak dan kita bisa menyelamatkan Durgan. Betul. Satu hari ya berarti ya. Satu hari. Oke, let’s go. Bentar dulu saya tanya dulu Bu. Ee kira-kira penyewaan kuda tuh berapa gold Bu sama di mana Bu penyewanya? Iya untuk biasanya mah di sini ee 15 gold itu standar. He. Tapi biasanya si ee penarik kuda itu suka minta lebih kalau kalian lewat jalan pintas bisa minta 20 gitu. Tapi ya ibu udah enggak usahlah. Ngapain kalian lewat jalan pintas? Enggak enggak buru-buru kan? Buru-buru itu saya buru-buru kita buru-buru makanya mau jalan pintar. Ada hal penting yang kita harus ee saya kalian mau ke Renggala ya? Desa Renggala. Kalau gitu ibu nitip ini ya. Wah apa Ibu? Ibu Ibu nitip ee kalian ada di sana ada sekolah ada ada teman ibu ibu guru di sana namanya Elikia. Eliksia. Eliksia. Ibu Elikia. Elikia. Tuh nitip aja ini. Ibu mau kirim ee surat ke Neng Alexia. Oh oke oke oke oke oke. Tolong dikasih nanti. Oke. Desarang Ranggalama kecil kalian pasti ketemu lah. Gampok yang bawa. Grok yang bawa ya suratnya. Grok bawa. Oke terima kasih Bu. Akhirnya kita semua sudah selesai kan? Oke, kita cari sebelum keluar encus buka baju ikat simpul kaos kutang datang-datang ke penonton minta saweran yang belum benar iya buat nambah saweran dikeliling ke orang-orang di situ. Oke, tadi sudah roll performance ya angkanya cukup bagus lu sudah mendapatkan informasi ee tapi lu kemudian minta apa ini ya anjir. Ee karena rollnya sudah oke banget, semua sudah perform juga. Ee gua akan roll ya. Gua akan roll untuk menentukan kalian dapat berapa sih. Oke ee ini ada D20 ya, tapi ee gua akan roll. Tapi angkanya silver nanti yang kalian dapat bukan gold. Kita sama-sama ya. Dapat berapa ya silver ya. Oke oke oke. 11 silver. 11 silver. Siapa yang mau megang? Cus aja ya. Enggak mau silver mah lu aja pak lah. Milih-milih lu. Ya udah sil lu yang bayar. Lu yang bayar nanti kuda ya 11. Iya. Lu lihat dari wajah-wajah para pengunjung di warung Ibu Sri, mereka ngelihat wajah-wajah lu kayak berkesan banget gitu. Jadi kayaknya mereka udah hafal banget sama muka-muka lu semua. Wah. Oke oke oke oke. Yes. Akhirnya kita keluar kita dadah dadah. Terima kasih Bu ngedum. Terima kasih semua cis ngedumble. Miskin semua. Miskin semua. Enggak usah kayak gitu. Janganlah lumayan dapat 11. Kita enggak tahu kan kondisi desa ini kayak gimana. Oh, ya udah, maaf dah. Udah kita nyari kuda, kita fokus ke tujuan utama kita. Semakin lama kita menunda, durgan dalam bahaya. I tapi gimana caranya kita gunain 11 silver itu buat nyewa kuda. Oke. Untuk menuju ke sana kita negosiasi sama penyewaan. Entar dulu, entar dulu. Itu dia minta 15 gold. Betul. Kita punya 11 silver. Ya, apa bedanya dari silver Growth Platinum, Diamond, Master, rank Street Fighter? Itu pusrank itu mah enggak nge-rank ya. Lu mau nge-rank ya? Oh ya, by the way ada informasi yang gua tadi sempat lupa sebut nama adipatinya Sagara. Tadi si Ibu Sri nyebut ya, cuma tadi gua lupa sebut Adipati Sagara namanya which is kayak walikota kali ya. Betul. Oke. Ee Grock lalu berjalan ke arah ee penyewaan kuda. Penyewaan kereta kuda ya. Oke. Jadi, lu melihat ee cuacanya sudah mulai mendung nih, sudah mulai geluk-geluduk. Oke. Dan sudah mulai turun rintik-rintik hujan. Dan di situ tempat penyewaan kuda hanya satu kereta kuda yang terparkir. Nah, kereta kudanya tidak terlalu besar. Mungkin hanya cukup untuk empat atau enam orang dengan barang-barang ditarik oleh dua kuda. Tertutup tapi ya tertutup kanvas gitu dengan Heeh. terpal ya. Dan ee si penarik kudanya menggunakan apa? Caping ya? Bambu ya? Bapak-bapak jenggotnya warna putih, baju gombrong sedang menghisap pipanya. Duduk begini. Wah. H. Enak banget, Pak, ngisapnya. Ya, enak dong. Ee kami boleh nyewa kudanya enggak, Pak? Nyewa kuda? Iya, sama keretanya dong. Ih, kamu di sini harus lengkap. Ya nyewa kuda. Kuda doang. Emangnya di Monas? Boleh saya tabok enggak sih? Jangan jangan. Kita saya mau kita kan mau nyewa kuda kok kayak gitu. Tapi kita lagi butuh tapi dia dia orang tua Grock. Ingat orang tua Grock. Harus detail cara ngomongnya Grock. Betul. Oke. Tuh lagi ngerokok. Saya enggak tahan diginiin. Saya enggak bisa diginiin. Oke. Kenapa? Saya akan pakai spell. Ah aduh. Untuk mencoba untuk berteman sama dia. Spell ya? Aduh. Iya. Oke. Friends boleh? Friends, boleh banget. Boleh, Friends. Aris macek ya. Oke, Friends. Grock mengeluarkan suling lalu memainkan. Dia ng-roll D20. Benar? Iya. D20 keluar advantage dari satu kali lagi, Bung. Eh, dan 14. Oke. E, rolnya cukup baik kan? 2 16. Dia sedang mengisap pipanya. Sia melihat lo. Wah. Ah, memang cuaca hari ini lebih menyenangkan ya. Entah kenapa tak mau datang aku langsung semangat hari ini. Sahabatku, sahabatku. Benar, benar, benar. Muka kamu mirip sama teman saya zaman dulu soalnya. Siapa namanya? Siapa namanya? Rudi. Rudi. Nama panjangnya. Nama panjangnya Rudi Akso. Rudi Akto. Rudi Akso. Rudi Akso. Rudi Akso. Rudi Akso. Y. Rudi Akso. Mau sewa kuda ya. Ke sewa sama keretanya lah. Iya itu maksudnya tadi. Tapi kita udah friend nih. Jadi kasih kita harga bagus lah. Emang berapa? Biasanya kan 15 kita. Iya. Sekarang kita 11. 11 sekarang kita. I. Saya pergi nih. Saya pergi nih. Saya pergi. Nolak nolak. Nolak dulu baru pergi. Ini caranya Bu Tori dipak soalnya lagi agak sepi nih hari ini. Jangan pergilah mau karak enggak ada lagi yang lain cuma apa kasih harga baguslah. Harga baguslah. Tadi berapa minta? 11. 11. Iya 11 silver tapi oke persu 11 silver. Silver enggak mungkin dapat siapa tahu tester dulu aja. Engak masuk akal. Enggak masuk akal itu. Enggak masuk akal. 10 10 ini kan ini omongan omongan anak kecil omongan anak kecil aja ngerandom ngerandom ngerandom omongan kecil gua udah kena charm nih si bapak-bapak ini udah kena charm dari friends l jadi gua minta lu e persuade persuasion check tapi gua kasih lo double advantag wow tig tiga dadu tiga dadu kita ambil yang pinjam pinjam pinjam pinjam pinjam duu berapa 20 20 untuk demi 11 silver ee e kita lihat kita lihat kita lihat boleh coba Kita coba apa yang terjadi. Persuasion ya. Persuasionah silver double. Please please please 17 17 tambah 3 20 20. Aduh 11 silver sebetulnya terlalu ah gimana ya? Terlalu murah tapi apaagiah yang bisa kalian tawarkan lah buat Pak Wisma? Ee lagu-lagu kita bakal menyanyikan lagu setiap jalan. Enggak enggak enggak itu kita akan menyanyikan lagu setiap jalan. Kita akan suka tidak bosan walaupun rezekinya dapat uangnya dikit setaknya bekerja tidak di bawah tekanan. Betul tidak? Yang penting good mood, good, good job. Nah, itu job of tapi syaratnya adalah kita pengin lewat jalur jalan pintas. Jalan pintas. Jalan pintas. Aduh, jalan pintas. I ya ya, ya. Sebetulnya Pak Wisma juga suka lewat jalan pintas. Tapi Pak Wisman, Pak Wisma. Tapi kalau jalan pintas tuh enggak bisa nyanyi-nyanyi, enggak boleh berisik. Ah. Hmm. Berarti lumayan bahaya. Jadi nyanyinya dalam hati pasti terhibur. Loh. Enggak jadi dong ke perjanjian kita. Kita bisa nyanyi lewat telepati sor itu dihisap apa dicium juga kan lagi ngepita Pak Wisma kayak dikecup ya? Kayak dikecup. Iya. Ini tembakau Pulau Kidung agak agak peka. Oh pekaum keong. Iya boleh boleh. Tapi ee apa namanya ini satu hari loh lama loh ini. Y kamu tidak kenal Grok? Memangnya siapa itu? Dia artis terkenal dari Desa Kena. Betul. Kabupaten Kena. Kena. Jadi siapa tahu setelah kita pakai kuda bapak. Kuda Bapak jadi laris manis karena pernah didudukin sama artis. Itu dia artis terkenal. Saya enggak apa-apa sih kalau Pak Usisman mau gantar poster belum pernah duduk di sini. Saya es sih enggak tidak masalah. Artis ya artis banget artis ibu kota artis ibu kota ibu kota baik baik baik kalau begitu perjanjiannya kita berjalan lewat jalan pintas ya iya ee penuh dengan nyanyian betul terus berisik berisik melalui jalan pintas lalu nanti ada poster yang mengatakan artis pernah naik kereta Pak Wisma betul betul betul ok tapi boleh tapi nanti kalian harus janji dari Renggala mau Gua balik ke sini naik Pak Wisma lagi ya. Oh jelas dong. Naik kuda dan kereta masa naik Pak Wisma bercanda aja. Bercanda Bapak bercanda jadi kuda naik di belakang. Naik di Pak Wis terlalu Pak Wis Pak Wisma nih. Ya udah deh 11 inver. Ayo angkut bareng-bareng. A let’s go let’s go let’s go. Ini kurang ya kurang 11 ya. Let’s go. Pakai langsung. Oke, jadi dia langsung menyiapkan keretanya dia. E, barang-barang kalian naikkan gitu ya. Dan benar, hujan mulai turun dan sore mulai datang ya. Dan oke, kita jalan sekarang dari dermaga. Jalanannya memang agak rusak, batu-batu, tanah agak becek. Jadi kalian juga di jalan di dalam kereta tuh agak goyang-goyang ya dan juga ada suara petir, suara ritik hujan tuh menerpa ke e terpal atap kereta kudanya. Oke, selama berjalan si Faisma tuh ngajakin ngobrol gitu. Dia tuh tipe-tipe yang kalau nyetir tuh suka ngobrol memang. Oh, iya. Nah, kalian melewati ya kalau kalian lihat di peta nih. Jadi yang jalan biasa si Faho Isma selama ngobrol dia cerita ini lewat sini muter. Jalan biasa. Jalan biasa nih. Jadi agak jauh makanya 2 hari gitu. Oke. Tapi kalau lewat jalan pintas harus melewati lembah. Astaga, deg-degan anjir. Oh, lewat danau. Lalu lewat danau lalu lewat hutan baru ke Renggalan. Tapi bisa lebih cepat gitu. Oke. Oke. Gitu ya. Nah, selama perjalanan juga si Pak Wisma bertanya ke kalian. Lagian kalian ngapain sih ke Renggala? Kalian kayaknya bukan orang-orang yang biasanya Pak Wisma lihat. Biasanya Pak Wisma mah lihatnya di sini orang pakai jubah mau katanya mau berdoa di Gunung Tumbalaji ini mah. Bawa-bawa itu kapak gede. Ngapain sih? Kita ini berempat ingin bertemu salah satu teman kita. Nah, teman. Iya, mungkin Pak Wisman pernah mendengar e nama siapa tadi? Durgan. Durgan. Durgan. Tahu. Hah? Tahu. Kenal. Tahu. Durgan. Durgan. Iya. Durgan itu si Duar pendek itu kan. Duar. Emang pendek sih. Iya. Iya. Itu itu itu adalah teman kita dan kita datang ke sini untuk menemui dia di Renggala. Iya. Dia dulu udah lama sih, udah kerenggala juga naik kereta saya. Oh. E apa kabar terakhir yang Durgan tahu? Bapak tahu? Bapak tahu Duran. Uh, udah lama ya Durgan waktu itu mah sudah sampai Renggala enggak pernah balik ke lagi. Suara saya, Pak ya, Pak Wisma ya. Durgan itu bisa niruin suara-suara penyanyi lain. Masa namanya kan bilang Durgan. Oh, iya benar kan. Iya, benar benar benar. Ada kita harus fokus nih. Kita pengin tahu kenapa dia si Durgan tuh ada apa. Jadi dia sebenarnya enggak ada masalah. Durgan selama di sini mah dia datang dia cerita kan saya suka ngobrol dia bilang, “Ah saya ke Pulau Kidung saya mau udah capek Petualangan.” Oh dia oh iya benar sih. Itu yang ada di dia mau pensiun soalnya. Pensiun yang ada di dia pengin ini aja tempa besi. Kan dia suka bawa-bawa tuh pisau lah, kampak lah dia bawa. Makanya kereta kuda saya jadi berat waktu dia ikut sini. H ee Pak Wisma kan tadi BW bilang dia pengin jadi seorang ee ahli tempa besi. Apa dia pernah kayak bawa besi besi gitu dari pelabuhan ke? Iya betul banget. Itu besi yang segede gini. Akhirnya saya wih ini saya sampai sakit pingping berapa tuh kalau boleh tahu? Iya itu kalau ah dia mah kaya. Wah ya udah saya dibayar 25 gold waktu itu. Eh tapi teman-teman saya ngerasa bahwa ini ada hubungannya dengan siapa? Si adipati Sagara dan Durgan. Oh. Dia orang baru datang ke pulau ini ke ke sebuah desa. Terus si Adipati kan katanya sering ngirim barang barang. Betul. Mungkin ada hubungannya dengan yang kerja. Apa yang Pak Wisman tahu soal Adipati Sagara? Seperti apa orangnya? Mukanya mulai agak takut. Bukan takut sih. Malas. Iya. Lebih kayak malas ngomongin kayak magerm ngomongin itu ya. Iya. Agak malas ngomongin. Ah, saya mah sebetulnya kurang suka ngomongin si Adipati itu. Kenapa? Selek selek. Kenapa dia? Bukan sekir anehlah ini orang ini. Saya kan sudah lama ya tinggal di Pulau Kidung ya. Heh. Tapi sejak dia megang Renggala itu Hah sih Renggala adalah ketingkatan di dunia ekonomi memang ada tapi anehlah. Contohnya ya, contohnya sekarang di Renggana tuh ada jam malam. Jam malam? Iya. Jam malam itu apa? Dikaren dikarenakan apa? Enggak boleh keluar malam-malam berarti. Iya. Enggak boleh keluar malam-malam. Coba ada situasi hal yang genting atau apa, ada virus itulah enggak jelas enggak jelas. Makanya saya malas kadangala saya kalau ngantar tamu udah saya langsung pulang lagi ke Oke, Teman-teman. Oke, oke, oke. Teman-teman, di surat dari Durgan ini dia bilang, “Aku merasa diawasi.” Mungkin aku paranoid tapi naliku jarang salah. Ketika seseorang diawasi berarti melakukan itu mungkin seseorang dengan power yang tinggi. Betul. Karena dia bisa membuat orang rasa diawasi. Ini pasti ada hubungannya dengan si Adipati. Adipati sama si Durgan. Iya. Percayangan bisnis mungkin. Dan ini kan ada hubungan dengan tema besi. Sama-sama baru. Iya. E kira-kira apa motivasi si Adipati untuk melakukan jam malam di Renggala ini? Betul. Apakah Bapak tahu? Nah, itu beberapa warga suka gosip-gosip. Heeh. Katanya ada setan. Ah, masa ada setan? Kita bertanduk gini malut ada setan. Ini kan pulau kidung, masa enggak tahu. Pulau Kidung memang angker. Saya mah tahu pulau Kidung sebelahnya pulau mata. Bawahnya pulau bibir. Hidung. Hidung. Hidung. Hidung mata. B bed beda bedung. Maafin teman saya, dia memang masih kecil jadi dia sembarangan ngomong. Apa enggak apa-apa. Dia memang suka Asbun gitu. Kalau warga gosip mah katanya ada setan katanya. Ya memang Pulau Kidung mah angker, semua orang juga tahu. Tapi kalau warga enggak boleh keluar malam mah enggak masuk akal lah. Ah setan mah udah biasa. Ini nih kayaknya ada hubungannya nih. Kita harus cepat-cepat ke sana kali. Oke. Iya sih, benar sih. Ee Pak kan Durgen itu pengin ee membuka usaha tempat besi ya. Berarti apakah sebelumnya ada tuh di Desa Renggala ahli tempat besinya? Ya, Desa Renggala sih cukup lengkap ya karena kan banyak ee orang motong kayu, ada banyak e sawah di sana. Jadi tentu e benda-benda seperti apa namanya pisau cangkul mah ada kepakai gitu. Tapi kayaknya mah si Durgan itu lebih ke peralatan-peralatan yang dipakai sama kalian nih. Petualang-petualang kayak pedang gitu-gitu. Oke, kayaknya baru si Durganya. Makanya dia memang agak-agak beda lah gitu. Oke. H. Tapi coba deh, Pak Wisma mah pengin tahu emang seberapa dekat sih kalian sama si Durgan? Grok. Kasih tahu Grok. Kalau saya sih memang dekat sekali ya karena waktu itu saya pernah ee main dadu waktu itu bersama ee Durgan dan saudara-saudaranya. Ada Durgan, ada semen, ada Prikitio plafon. Prik plafon plafon Asep beton gitu. Jadi beton mereka memang keluarganya tuh kayak ini kayak membangun kayak toko bangunan ya. Heeh. Oh sama yang adik dia yang paling kecil Lisa Ketiao. Menu tuh ya dia memang bukaning bukan dia paling beda sendiri di Oh karena perempuan. I setuju setuju setuju. Jadi kalau saya sih memang memang lumayan dekat dan kalau saya pribadi saya khawatir sekali apakah ee Durgan ini selamat gitu. Jadi ya kalau boleh kita agak lebih cepat sedikit supaya kita bisa tahu. Cuman saya khawatir dengan pulau ini pasti ada hubungannya dengan Adipati. Betul betul betul. Karena ada sesuatu yang aneh juga di pulau ini dari cerita Pak Wahyu tadi. Oh segitu dekat sembarangan. Nama saya Wisma. Iya Pak Wisma. Aduh pada sama-sama aw Pak. Ini posisinya sudah di tengah lembah kah atau masih di dekat-dekat dermaga perjalanan ini? Kita akan segera masuk ke daerah yang lebih gelap ya. Ini juga matahari sudah mulai redup. Jadi tolong jangan berisik. Cus enggak? Ya udah deh. Cus ngutup mulutnya. Eh oke kita harus tenang. Ada yang punya ini api. Api ini mati. Oh, api. Oh, I salah lagi. Katanya mau api. Ada enggak api ya? Yang langsung besar aja. Jangan itu itu lu prestigation lu bisa nyalainya prestigation. Oh oke boleh gua gua ngasih prestigation bisa bahasa Indonesia ini susah gua enggak biasa ini kata-kata enggak pernah gua sebut anjir. Sir kecil. Siir kecil. kecil kecil. Oke. Bisa api? Bisa bisa. Dia bisa sulap. Bisa sulap. Bisa sulap. Coba gimana, Bapak? Tinggal gini aja. Ini fokus. Bombardilo krokodilo. Anomali ya? Anomali. Anomali. Anomali. Wah, keren, Bro. Uh, luar biasa. Keren kan? Air. Air. Air. Bisa air. Air enggak perlu. Enggak perlu bisa air. Enggak tahu. Bisa di bisa. Oh, bisa. Bisa api, air? Bisa. Oke, ya. Jadi kita masuk mulai masuk ke lembah. Jangan berisik. Oke. Oke. Oke. Karena Encus tahu bisa ngeluarin api. Diam-diam coba ngisengin dari belakang. Ngiscengin Pak Wisma semprot dari tangan. Kepantat. Kepantat. Kepantat. Kepantot. Korek depan korek. Kayak korek. Kita harus kita harus tenang. Ini mungkin ada bahaya mengancam. Cus. Jangan aneh-aneh. Cus. Tahan cus. Pter. Ini orang tua pasti kuat dong. Justru kalau orang tua kita sopan dong. Dan ini sudah dimasuk di Oh iya. Rah kita enggak boleh berisik takutnya dia ter nanti nanti ada cus ngambokus ngambok biarin biarin aja biarin Mas sebelum kita masuk ee kan tadi bilang ada kayak banyak berziarah gitu ya Mas ee Rel pengin coba cari pengin coba ngingat Mas apa sih yang sebenarnya yang kayak situs-situs atau kayak ada dewi atau dewa apa yang bikin tempat ini keramat gitu. Yes. Roll history check. Wow. History boleh religion gak? Religion boleh. Kalau gitu jawaban gua akan spesifik ke arah situ. Ee enggak usah gak ada 9. Oh my god. Dari tadi bagus-bagus ya Rnya karena bukan hari Rabu. Rabu ya kalau ngambilnya rebo ya. Iya 1212 mulu. 22. Iya. Jadi dari dermaga pun lu udah merhatiin Rel ada patung-patung yang cukup familiar nih di mata lo yaitu Dewi Silaruna. Apa Dewi Silaruna? Nah Dewi Silaruna tuh adalah Dewi yang berhubungan dengan keseimbangan alam dan juga kemakmuran. itu kayaknya warga Pulau Kidung tuh paling familiar atau memujinya? Memujanya tuh Dewi Silaruna gitu. Oh dia warga Kidung memujianya Dewi Silaruna. Iya. Itu tadi 19 plus apa tuh? Religion itu berarti 22. 22 dan lu juga tahu memang Pulau Kidung ini lokasinya kayak di pusat dunia lah sehingga ee apa ya strategis dan ada ee banyak peziarah ke sana. Oke. Jadi punya punya kekuatan apa ya punya energi lah di sana. Semacam energi field ya. Itu berasa banget tuh. Mungkin itu juga yang bikin lu berpikir kenapa ada yang agak jamming di sending lo tadi gitu. Itu mungkin muncul di dipikiran kita pelan-pelan sudah mulai bisa menguraiin ini pulau seperti apa. Beberapa informasi yang kita sudah dapat adalah si Adipati ini terlihat mencurigakan. Dia tiba-tiba membuat sebuah sistem di mana Renggala dibikin jam malam. Dewi Silaruna adalah yang disembah sama orang-orang di pulau ini. Mungkin ada hubungannya juga mungkin tidak. Iya. Dan si Dur juga enggak ada kabar tiba-tiba semenjak. Oke. Tapi yang paling penting sekarang adalah kita harus diam karena kita enggak pernah tahu di lembah ini makhluk apa yang terkait sama. Udah diam. Saya udah diam. Dari tadi ngambek. Saya ngambek. Udah diam. Selama perjalanan si The coba melihat sekitarnya pakai Danger Sands. Yes. Wih, keren. Wih, keren. Gimana tuh? Mari kita roll perception check. Oke, ini udah malam tapi lu punya Dark Vision ya. Jadi, malam nih. Malam se tambah perception. Tambah perception plus 3 9 + 3 12 12 12 Oke. Jadi lu sesekali lu ngintip keluar kereta gelap gulita memang di kiri kanan tuh e pohon pohon lebat ya dan jalan yang lu lewatin tuh lumpur, batu-batu mungkin sesekali lu nginjak ranting keretanya tapi ada satu yang lo tangkap di mata lo. Di sudut mata lu. Cahaya kelibet gitu. Lewat lewat. O, guys. Oke. Ketutupan pohon-pohon, guys. De masuk ke dalam terus ngasih info teman-teman apa, De? Tadi baru saja saya lihat di luar dengan pemandangan yang gelap, tapi saya melihat ada satu cahaya sekelibat lewat. Tapi mungkin ini salah satu tanda bahaya di sini. Kita harus siap-siap sih. Kita enggak pernah tahu nih ada cahaya apa. Cahaya warna apa? Enggak tahu. Dia lewat aja cahaya lewat dari belakang pohon. Antar pohon lewat sekelibat tidak jelas bentuknya. Kutang-kutang. Bukan kutang-kutang. Kunang-kunang itu kunang-kunang. Iya kunang-kunang juga enggak racing juga kunang-kunang enggak kencang ya. Kalau kutang-kutang juga enggak nyala kutang siapa yang nyala? Ada gua nih lu bakar kutang lu sendiri tengah malam kayak gini lu bakar kutang lu sendiri dengan api yang lu ciptakan seenggaknya nyambung. Saya membuktikan ada kutang nyala mungkin kitaak tapi itu berbahaya hati hati lebih fokus takutnya ada apa-apa kita harus sudah bersiap dengan sekarang. Oke, oke, oke. Nah, hujan terus turun. Jadi, suasananya benar-benar gelap, dingin, merasuki tulang kalian. Dan setelah e mungkin semakin tengah malam ya, He. Tiba-tiba keretanya Pak Wisma berhenti. Ah, malas gua. Bentar, gua enggak mau. Gua enggak mau yang spir kudanya ini ya. Kusirnya ya. Nih hilang lagi nih. Periksa. Periksa kalau gitu coba lihat lihat. Jangan gua dong, Gu. Anak kecil gua lagi ngambek. Enggak, gua lagi ngambek. Jan nyur Grock keluar dari dalam. Keluar dari dalam mencoba melihat kenapa keretanya berhenti. Terus si Pak Wisma sebentar ya sebentar ya. Kenapa turun apa, Pak? Lu lihat di depan ee mungkin sekitar 10 m. Jadi ini kan ee pulau ini kan sering berkabut ya. Kabutnya lumayan tebal. Tapi dari jarak 10 15 m tuh kelihatan ada mm kayak kereta kayak kalian. Ah mampus ya. Kenapa ada kereta kayak kita? Kita enggak tahu itu apa sih? Jadi kalau dari karena kabutnya agak tebal cuma kelihatan itu kereta berhenti kosong. Ah tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu. My god sebelum kita dulu kereta di depan kita kereta berhenti kosong. Betul. Sebelum kita ada bahaya mendekat e Royal bakal lagi jampi-jampi gitu dan aksara-aksara uniknya menyala lagi. Dia bakal eh cash eight. Jadi eh chose the sama Grock dapat 5 HP maksimum. Oke, nambah lima jadi 55. Grock dapat 42 sekarang. 42 38. Yes. Oke, ini siap-siap battle kita nih. Kalau harus battle masih ngambek enggak? Alhamdulillah. Engak ngambek sama mereka berdua engak sama kamu rang aja R grop ee grop ke arah semak-semak mencari seekor jangkrik dan mencoba cash speak with animal. Oke. Kayak mau ngasih makan kutilang. Oke, pertama kita e cari jangkriknya dulu ya. Ya. Oh, ya. Cari jangkriknya. Ee lu harus perception cek. Ini gelap banget. Gelap banget. Ee lu punya Dark Vision juga kan? Oh punya oke aman. Aman Dark Vision. Eh oke kita coba perception check dulu ya. Perception check untuk cari jangkrik 20al kuat natural. Gelap-gelap ya. Benar banget memang sepanjang jalan lu dengar krik krik krik seakan-akan tuh enggak pernah berhenti. Jadi gampang buat lo nemu jangkrik yang cukup besar tuh. Oke, jadi buit lo itu langsung nemu. Oke, Grock e di antara semua junkrek yang ada, Grock memilih satu junkrek yang paling besar. Terus dia mengeluarkan speak with animals dan mencoba berkomunikasi dengan Jangkrik itu. Oke. Eh, Grock mendekati jangkrik itu dan bilang, “Bos, jangkrik, Bos.” Iya, makasih, makasih. Gua kaget nih. Gua kaget nih. Kaget nih. Gua kaget, Bos. dia ngelirnya ke lu ni deh mau wah ngelempar apa ini ada ada apa dia bilang jangkrik gua gua udah nunggu tiba-tiba bos jangkrik bos gua tahu gua nunggu dia kata pertama si apa gua pasti tahu udah bilang ke jokr itu bos boleh bantu saya eh tolong lompat ke arah kereta kosong yang di depan lihat di dalam kereta itu ada ap lalu laporkan ke Uh, bagus bagus bagus bagus bagus. Dia memandang logrok terlihat kaget kok ini bisa ngomong sama gua gitu. Karena dia kaget dan kagum dia mengikuti langsung tanpa harus rock. Gua melihat jangkrik ini loncat tut menuju ke kereta dan masuk ke atas keretanya tanpa rasa takut, menghilang sejenak dan dia balik lagi. Dia melaporkan mayat manusia mati. Ya Allah ya Allah. Tuh manusia mati. Manusia mati. Mayat. Oke teman-teman jangkrek itu sudah datang lagi ke saya terus dia bilang ada manusia mati. Ah oh. Terus kita mau ngapain sekarang? Eh, kita kubur kita daripada enggak tenang ada yang mati katanya. Kawak wisma panik. Itu itu keretanya Kang Taufik. Hah, Kang Taik. Kang Taik siapa? Eh, teman saya yang suka ngantar tamu juga. Eh, coba ayo kita segera ke sana. Entar dulu nih. Ada orang yang men ada ada ada ada sesuatu ada sesuatu lagi enggak sama jangkrik? Apa cuman mayat atau di sekitarnya? Tapi dia sudah melaporkan seperti itu. Jadi, ya cuman itu informasi yang dia bisa kasih. Dia langsung ee mencoba jalan sendiri aja karena penasaran untuk ngelihat ngikutin dari belakang ngelihat si Gro. Oh enggak bisa ikut juga dari belakang. Langsung jalan mimpin ikut dari belakangit ke tengah-tengah. Jangan gua dong kita berempat ke sana nih ya. Jangan dong’sek jaga Pak Wisman. Pak Wisman ngumpet aja di dalam. Ngumpet saya ngumpet di dalam kereta. Iya. Oke Bos lindungi Pak Wisman. Bos tolong ya. itu ada ada jangkrik jangkriknya depannya dijagain lu mendingan ke kuda ada tenaga kuda enggak ada tenaga jangkrik gimana terus jangkriknya mau ke mana ya bebas sudah k iya tugasnya ya udah bos kamu boleh pergi bos oke jadi si bosnya pergi ya iya oke oke ok saya saya tunggu di di kereta ya tolong Kang Taufik tolong ya i ya baik takut tutup e ngumpet di dalam keretanya di oke lu semua berempat maju ke kereta kosong Iya. I oke. Mulai tuh dari tengah-tengah kabut yang mulai e apa namanya? Tebal. Oke. Lu mendekat dan semakin jelas itu kereta sobek-sobek atapnya. Oh. Sobek-sobek. Wah. Oke. Ee lo di luar aja atau ee de coba masuk ke dalam. Kalau udah coba masuk ke dalam kan kita ngelihat ya itu kayak banyak sobek-sobekan gitu. Mas R juga bakal ngelihat keselip-ngintip di sobekannya kayaknya buat ngecek apakah ada makhluk kah atau ada sesuatu yang membahayakan di sekitar gitu. Oke, menariknya kudanya enggak ada. Kudanya enggak ada kayak si talinya tuh kayak udah disobek atau di kayak sobek. Nah, satu hal lagi yang aneh ini sih langsung kelihatan apa lu mesti ngeroll si robek-robeknya itu tuh bekas gosong kayak kebakar kayak kebakar ya. Ini makhluk apa ini yang nyerang nih? Lu masuk ke dalam, masuk ke dalam untuk ngemasihin si mayatnya keadaannya seperti apa. Dong lu masuk ke dalam ee lu melihat ada sos-sosok manusia yang sudah tergeletak kepalanya enggak ada. Waduh. Berarti itu benar kita enggak tahu itu atau bukan. Tapi e bajunya kayak apa? Bajunya bajunya bajunya baju desa. Mirip-miriplah dengan baju yang kalian lihat di dermaga gitu. Baju orang desa ya. Ee ada yang mau kalian lebih lihat lebih detail barangkali di dalam baju atau sekitarnya? Heeh. Di e saku-sakunya. Iya. Jadi di kereta itu lu lihat ada pouch. Ada pouch e berisi uang gitu ya, berisi gold lah gitu. Tapi udah berceceran. Oke. Ee ada juga ee ada pisau kecil yang sudah bengkok. Oh berarti ada perlawanan. Pisau kecil sudah bengkok. Perlawanan. Perlawanan. Tapi gold-nya enggak diambil. Berarti bukan perampok. Ada jejak ada jejak-jejak gitu enggak, Mas? Di sekitar kereta kudanya. Heart survival cek. What the hell? Hah? 12 lumayan. Nice. 12 karena karena ini lumpur lumpur lu bisa lihat sih jejaknya masih ada. Oke. Di lumpur itu ya jejaknya jejak ee kundul kayak anjing. Kayak anjing. Oh anjing kayak serigala. Lu enggak tahu sih antara anjing serigala atau apa makhluk makhluk makhluk makhluk ya. Ibaratnya penjaga hutan kayaknya tapi api bisa ngeluarin. Iya bakar-bakar tuh bakar-bakar. E ada lagi yang lu lakukan untuk lu melihat sosok manusia ini tanpa kepala. Make sure di situ kepalanya benar-benar enggak ada. Oke, survival cek juga deh. Oke. Heuh. Wangi lagi wangi. Wangi wangi. Dari bekas lukanya, dari lehernya kelihatan itu kepalanya ditarik secara paksa. Ya Allah. Allahu Akbar. Kasihan banget. Jadi tuh jejak darahnya tuh keseret gitu loh sampai keluar. Iniuk apa? Ngambil pal, Dek. Gimana itu? Apakah kan doang yang masuk ke dalam kan ya? Iya. Gimana? Gimana bagaimana kondisinya di dalam? Ah, jadi kondisinya dia sudah tidak ada kepalanya. H. Namun di bagian lehernya nampaknya kayak ditarik paksa oleh sosok ini dan ini darahnya berceceran mungkin entah dibawa ke mana dan enggak ada kepalanya. Bisa. Bisa keluarkan enggak? Kasihan. Iya. Keluar. Ee soalnya sama Pak Wisman mau diganti pala charger. Wow. K. kepala sekolah orang lagi. Kepala sekolah ada orang lagi badan dalam badan dia masuk lagi ke dalam untuk mengangkut si e maya tersebut untuk ee dibopong keluar. Saat lu melakukan itu kejap banget dari tempat kereta Pak Wismam lu mendengar dia teriak tolong aduh salah banget kita sendiri kan bener kan gua bilang seharusnya jangkriknya nemenin enggak nolong juga enggak nolong juga Pak Wisman yang punya dua tangan aja enggak bergung kita langsung lari lari lari lari lari kalian lihat di keretanya Pak Wisman itu sedang dikepung oleh tiga ekor makhluk yang kalau kalian lihat sekilas dalam kegelapan ya itu kayak Anjing Doberman. Heeh. Oke. Gede-gede tapi membara badannya. Api penuh api. Wow. Dia lagi naik-naik ke e dalam ini e apa keretanya dan mencabik-cabik kereta kalian dan Pak Wif ada di dalam. Oke, kita akan siap-siap nih ya. Gua akan kasih e map-nya. Let’s do it, guys. First battle. Btion. Nah, ini e letak Pak Wisman dan keretanya di tengah. Nah, lu posisinya tuh di mungkin di ranting itu ya, di sudut benar-benar di ujung mau di mana cusing sini belakang grok sini enggak di samping ini aja pohon depan aja di depan sini oke jadi lu melihat lepas lepas itu ya iya langsung buka jaket tiga anjay tiga anjing membara ini sedang mencabik-cabik kereta kalian gitu dan ini Pak Wisma ini dua kud Oh, dua kuda. Oke. Dua kuda gitu ya. Ini Pak Wisma di dalam kereta gitu. Pak Wis tolong gitu. Oke. Eh, kita akan mulai dengan roll initiative. Let’s go, guys. Pertama, Guys. Initiatif yang di sebelahnya e armor class ya. Oke. 20 ya. D20. Oke. D20 roll. Grock 20. Grock 20. D9 tambah du tiga jadi tiga. Jadi tiga. Dia satu tambah. Kasihan. Bau banget. Bau banget. Eh, 11. Oke, sudah roll initiative. Yang pertama bergerak adalah Grock. Silakan lu mau ngapain? Go, Grock. Grock melihat ke arah Pak Wisman, dua kuda dan tiga anjing-anjing terbakar ini. Lalu Grock mengeluarkan sulingnya. Dia memainkan sebuah nada. Lalu keluarlah dari ujung sulingnya ee bermacam-macam pisau kecil. Oke. Membentuk sebuah awan. Oke, asik. Dan langsung masuk ke anjing yang eh anjing yang sebelah belakang. Anjing yang paling belakang yang di sini dia mengeluarkan cloud of deger awan-awan berisi pisau yang berterbangan ada di tepat di tengah-tengah anjing tersebut. Huh. Lalu eh damage-nya adalah 4d4 langsung ini ya. Roll ya. T T 1 6 dan 3 9 9 9 + 4 enggak? Oh ya 4 di empat ya. Oke oke se ya seret. Yes. Pisau-pisau yang berterbangan itu langsung mengenai ke anjing belakang ew gitu. Lu melihat api-apinya langsung membara gitu dari badan. Let’s go guys. Nice. Oke. Lu mau gerak atau mau apa? Ada bonus action? Ee grok ee ke sebelahnya. Selamat Pak Wisman. Grok enggak berani. Enggak berani. Oke. Enggak berani. Maaf. Selamat Pak Wisman. Oke, lanjut. Yang bergerak kedua adalah anak yang Oh, yang ini kebetulan. Oh, pas banget. Dia ngelihat ee apa si pisau-pisau itu dan somehow dia kayak merasa sumbernya dari El. Aduh, Mas. Dan dia kayak langsung pengin ee meng apa sampai ke El gitu ya. Oke, gua lihat dulu dia itu punya movement sebanyak 50. Wah, nyampe. Jadi, dia ngut banget. langsung lari gitu langsung lari benar-benar ke sini. Oh, sini bisa. Oh, ee pas starternya I dia kena lagi. Oh, deger. Oke, silakan roll damage-nya lagi. 4D4 ST berapa tuh? Satu. Sat 3 4 del sekali lagi. 10 12 eh 10 10 dia kena 10 10. Oh oke 10 ya. Ketika si anjingnya itu mau mengejar Grock, dia melewati Cloud of Dagger dan kebeset-beset ketika dia mau keluar dari awan yang Grock bikin. Dia begitu datang langsung kayak kaget itu pas dia pergi. Tapi kemudian dia ngelihat lagi langsung lari. Oke, let’s go. Anjing. Gila cok. Terus dia berhenti di depan lo. Iya. Sini. Terus lu lihat dari mulutnya wow. Gitu. Air liurnya jadi kayak lava gitu. Terus kayak mulai keluar gas dari mulutnya. Lung matilah menyemburkan api dari mulutnya ke kalian semua. 15 kon ee kalian semua kena semua enggak? 15 bisa sih Mas semua ya guys. Oke. S 2 3. Gua enggak salah apa-apa loh. Oke silakan di belakang lagi. Belang silakan semuanya. Dexterity saving throw di 12xterity the advantage danger sense gua pakai guidance ya. Boleh enggak? Gak bisaak bisa. Oh gak bisa advantage ya berarti ya danger sense ya. Ini gua gimana nih? D20 plus Dexterity dexterity saving through 9 mampus lu 20 gua gua bilang apa yang gak usah pakai ini nih de saving throw gua yang mana ya plus 6 ya berarti kalau masih save ya DC-nya berapa 12 DC 12 bismillah enam aja selamat gua ya 13 gua 13 selamat selamat selamat selamat 13 13 oh selamat semua oke tapi terkena half damage. Damage-nya 20 kalau kalau save 10. E untuk e resistance pandu setengah lagi karena infernal legacy. Kalian cuma kena 5 damage doang. Resistance Lance berarti kena 5 damage. 5 damage 10 damage 10 damage. 15 55 ya gua ya. Let’s go. Berarti gua 32 sekarang. Setelah dia memuntahkan api dari mulutnya dia mencoba kayak kayak mau ng-reload gitu. A lagi enggak buat buat nanti lu tahu nih bahwa dia mungkin bisa ngelakuin itu lagi ke kalian gitu ya. Oke, let’s move on to the next one. Yang ini dia gerak mau mati eh mau matiin mau nyerang Pawisma. Jadi dia itu dia udah ngerobek udah ngerobek e atapnya gitu ya dan dia akan attack roll. Dek apa gitu mah kayak langsung advantage advantage. Oh karena dia ada sebelahnya critical failure jadi miss lagi. Nice. Jadi dia ya dan si e si anjing itu tetap kekeh dia mau ke pawis. Oke next. Anjing sebelahnya. Wah, gede-gede dia juga inisiatifnya gede-gede. Oh, kalau dia tertarik ke kudanya. Wah, dia langsung maju dia kayaktarik mau gigit, Guys. Ini kuda kita, Guys. Yang mana? Yang ini ber sebelah kiri, sebelah kanan. Yang nomor tiga. Berarti straight roll. Oke, critical failure lagi. Jadi entah gimana kudanya tuh kayak nyepak-nyepak gitu dia si hownya e ini ya. Tapi kalian bisa ngelihat tuh keretanya mulai-mulai kebakar karena badan anjingnya itu membara. Iya betul. Oke kita next ke e Rel. Oke. Eh Rel ngelihat kereta kudanya lagi diserang dengan Pak Wismayan situ. Dia bakal maju 1 2 3 4. Ke sini. Berani Rel. Berani. Terus e lagi-lagi eh aksara-aksara magic-nya menyala lagi dari tangannya. Terus dia bakal pakai bonus action-nya untuk mengeluarkan spiritual weapon. Nice. Nah, ini nih yang keren-keren itu nih. Eh, silakan silakan. I nah spiritualnya bentuknya itu sekarang bukan e maze tapi kayak segerombolan gagak yang tiba-tiba muncul terus ganti. Keren, keren, keren, keren, keren, keren, keren, keren. Yes. Go ahead. Roll attack 7 di eh del force damage. Oke, itu bonus action-nya dan sebagai action-nya dia bakal e bakal cast sacred flame lagi dari si gagaknya muncul lagi cahaya gitu yang mencoba menyerang. Gila keren saving ketemu enggak ketemu setahun keren anjir. Skipang dari Starby siuden ni fail Starby anjing. 2D8 lagi 11 radi nice kita nih sekarang nih Rel Rael Gonales. Iya begitu terkena ee itu Sacre Flame lu dia kayak gitu lu ngelihat dia kayak mulaimulai pincang gitu udah mulai meronta-ronta udah mulai bladit dia. Duh, let’s go. Ah, di sini eh dia maju mau ke e sini nyampe enggak itu? Kena itu lu enggak mau nyerang diaamp nanti lu opportunity. Iya enggak apa-apa. Dia dia bakal nyerang lu kalau lu mau jauh. Heeh. Enggak apa-apa enggak apa-apa. Sini. Oke. Du sini ketinggal juga lah grup sini berarti ya. Oke. Kita ditinggal bertinggal kita ditinggal ini. Gua tinggal juga grup eh urusanah pada ninggalin gua semua. E di sini the nge-raage. Dia langsung teriak marah keluar apa? Aura-aura ungu dan warna pink di badannya. Terus dia ngeluarin kartu warna pink. Aura. Aura kayak ini lu kayak enggak nonton kartun lu kartun. Bayangin aja. Udah repot kartun banget. Kita lagi main imajinasi pakai ditanyain. Ya udah ya udah. Ini tadi aura ungu warna pink. Aura ungu dan pink. Aura tadi bilangnya aura warna pink. Gradation gradation. Oke. Eh dia nge-rage terus dia ngeluarin kapak langsung ee apa namanya? ngehantem e kepala si serigala yang di depan. Oke, let’s go. Reckless bisa reckless. Iya. Let’s go. 2D master reckless. Iya. Kenapa selalu re? Iya. I enggak gua gua ngomong ya. Bukan 16 tambah sekali lagi. Sekali lagi. Sekali lagi. Iya. Yang paling gede. 16 sama aja tambah 5 kalau great weapon master 21. Lu mau pakai great weapon master enggak? GWM berarti udah itu aja. Straight 16. Iya straight 16. Iya. Oke. 16. Hit hit dong. Hit h’s go. 1D1. 1D1 plus 12. Plus 12 ini mah mati cok. Sangar belum. E udah kena oportunity belum? Belum. Belum belum. E habis en tambah 12 tambah 12 18 Oh my God baru attack pertama oke dia langsung gila lu bagian kepala dah eh di bagian leher sini sekali lagi. Oke. Hah? Nyerang sekali. Oh yang sekali lagi kali level 5. Kita level 5. Wah 11 gila gila gila. Untung kita temenan sama dia. 19 19 di 12 lagi damage. Dah 12 tambah tambah 12 lagi kan. 12 4 16 16 kurang du tambah rage enggak sih? Udah ya iya kan udah udah rage kanya plus 2 lagnya plus 2 diamage ya. Heeh. Jadi tadi tuh berarti 18 totalnya 18 20 metong nih. Metong udah jadi dua ini tuh udah kayak limping gitu udah ya tapi masih hidup. Wah. Oke. Tadi kan lu udah mukul dia, tapi gua tadi lupa e opportunity attack ya. Jadi si anjing yang itu pas lu lewatin itu coba gigit gitu ya. Oke. Oke. So, e itu lu AC lu berapa? 14. 14 ya. Oke. Gua akan gigit lu. Eh, plus 5. With advantage, Mas. With advantage ya. Oke. Advantage. Kena sih lu. Kena. Kena 11. Miss, miss, miss. Oh, miss. Nice. Miss. Oke, udah advantage sama sih, Missong. Kita mau sekarang gini doangus. Your turn, Cus. Dorong dia, Encus. Ngapain? Langsung aja gak ngomong-ngomong. Lu mau ngapain? Mau ngapain? Ngomong dulu. Mau ngapain dulu? Ngapain? Oh, iya lupa gua kasih nama ini. Bentar, bentar gua ngeluarin next dulu. Set ke sini. Hex. Oke, hax. Gua langsung nge-hex ya. Lalu gua mau elit brashon yang ini. Oke ya. Dua kali D20 dulu. Du kali D20 plus 7 12. Oke. 7 hit hit masuk 137 20 I hit hit dua-duanya hit dua kan lu langsung dua tuh LD 11 lu dua-duanya kena tuh langsung kena damage sekarang 10. Oke. Oke. Se se 9 + 4 13 bit. 13. Wah, Jus sudah punya jurus baru B. Dulu tuh masih begini-begini meramal mantra. Sekarang auranya udah hilang karena sudah nyatu dalam badannya. Oh, nice. Di hax-nya itu cuma gini doang. Meledak jeger terus keluar gitu. Udah bisa ngontrol ya. Udah bisa ngontrol bisa ngontrol 13 plus D6 tambah D6 karena ada profit. Iya betul. Gila gila gila jago kita guys. Let’s go let’s go. Jadi totalnya 17 damage yang pertama yang pertama. Iya satu satu hit. Oh hit yang pertama itu. Oke. Tadius nembak dua kali. Sekali lagi. 10 tamb 4 dulu satu anjing. Dari banyak angkat 5 +ah D6. Jadi gila lima sakit sakit sakit 11. Jadi totalnya 11 damage plus 17. Wow. Wow. Del dan kedorong 20 fet. Wah, cuma gini doang nih. Incedorong 20 fet. Oke, encus segini doang nih. Anjas dodar. Oke. Gila brocil bro. Aldri 11 keluar dari tangan lu. Dan lihat si anjing terbakar maksudnya dia maksudnya mental kan. Pas mental dia enggak bangun lagi. Nice. Dia diam. Yes. The first one is dead. Oke oke first kill. Tenang aja. Tenang aja. Saya enggak peduli sama di depan-depan itu ninggalin kita berdua. Rob biarin aja ada Pak Wisma. Oh iya benar juga. Oh iya juga ya lupa gua. Oh kita kan tujuannya buat nyelamatin dia itu. Oh iya iya lupa lupa. Oke gitu sijok apa pengin diselametin gitu loh. Oke Grock your turn. Oke Grock eh berjalan mencoba ke belakangnya the Grock bisa enggak nyampai? Nyampai nyampai ya. Grock Grock. Terus eh Grock ngasih Bardik inspiration. Boleh? Boleh. Oke. Bard inspiration kepada the. Berarti masuknya tuh ke gua ke jadi lu pegang aja di delan del kan lu pegang tambahan delan tambahan tambahan masih ada action lagi enggak? Betul masih ada Cloud of Dagger lagi. Dia mengeluarkan Cloud of Dagger jebret ke ke the depan depannya de si yang nomor dua. Nomor dua ya. Nomor dua 4D4 langsung aja store D4 D4 D4 D4’s go 4D4 guys moment of truth guys 1 yes 2 3 oke 12 12 batang ya jadi begitu kelar of deger lo muncul gitu di gitu kan terus lu lihat ada sesuatu satu prk mencabik-cabik tubuhnya dan jatuh oke oke sisa satu doang ah ini mah ah ejet bro ejet bro Oke, oke, oke. Jadi lu, lu melihat tuh mayatnya anjing-anjing ini tuh kayak masih membara gitu loh. Kayak ada apinya tapi udah jatuh, udah udah enggak bangun lagi. Oke. Oke. Tapi real, real mati kan maksudnya real mati. Dia udah enggak gerak lagi. Next. Tinggal satu anjing yang sebelahnya Pak Wisma. Dia benar-benar pengen matiin Pak Wisma kelihatannya. Jadi sebetulnya si Hellhah ini punya dua attack. Yang tadi gua karena attack pertama gua kasih sekali aja buat Pak Wisma. Tapi kali ini gua akan benar-benar hellhohund-nya multi attack wisma seingin. Oke, dua bite attack masing-masing plus 5 dan damage-nya 7 plus 3 fire damage. Oke, kita lihat ya. Bro ngelihat Pak Wisma dan bilang bye. Kalau ini kena Pak Wisma udah gue jamin mati. Oke. Ah iyalah kalau dia kena dua-duanya ya. 13 kena. Ah, oke. 10 damage. Oke, kena. Kita lihat yang kedua. Oke. 3 + 5 8 miss. 10 10 kena berapa tuh? Oke, jadi yang pertama dia gigit Pak Wisma kena kakinya kan Pak Wisma terak ah gitu. Dan lu lihat dia gigit kedua, dia mencoba kena ke badannya. Tapi paisma karena dia merontta-rontta miss. Tapi lu lihat tuh kakinya tuh kayak pas gigit kayak hitam langsung kayak gosong gitu loh bekas langsung jatuh langsung jatuh dari kereta aja langsung jatuh ke lumpur gitu. Masih hidup masih hidup masih hidup. Alhamdulillah sekarat dia udahlah dia mah udah udah udah harusnya kita menang nih. Ril ril rail dia bakal pakai bonus actionnya lagi buat mengkomando gagak kakek itu menyerang si hellhohon-nya lagi mas bonus actionnya. Oke, let’s go. Harusnya selamat nih. 10 miss. Itu bonus action-nya. Jadi dia bakal ke sini. Sekadang dia lihat jelas itu dan lagi-lagi magicnya tuh mulai menyala gitu. Dia mulai membuat suatu kayak suatu cahaya berwarna putih terang di antara kegelapan di sini semua. Dia bakal coba cash guiding bolt. Uh, spell baru tuh kayaknya tuh. Oh, iya. Plus 7. Plus 7. 20. Wow. Oke. Oke ya. Kena. Kena banget damage-nya 4D6. Radi gila 12 14. Aw. Oke gua akan berikan lu kesempatan menggambarkan gimana caranya. Oke jadi langsung nih bapak-bapak yang ke e hellh-nya terus pada saat menyentuh badan langsungar meledak dari cahaya. Meledak. Oke. Bah, anjing-anjing membara ini meledak dan lu melihat apa? E pieces of him kayak apa? Pecahan-pecahan tubuhnya ke mana-mana gitu. Oke, oke, oke, oke. Kayak gitu. Bara-bara api dari badannya. Di si, di sini situasinya kereta lo sebagian terbakar atapnya, bekas gigitan. Oke. Kuda-kuda amazingly selamat. Alhamdulillah. Kuda-kudanya selamat. Kudanya selamat ya. Kudanya selamat. Alhamdulillah. Pak Wisma berteriak-teriak meronto-ronto di bawah kesakitan. Tapi semuanya selamat. Ada tiga bangkai anjing anjing api di sini. Apa yang akan kalian lakukan? Gua bakal eh naik ke kereta temannya Pak itu siapa sih? Pak Taufik. He Pak Taufik. Gua nyeret-nyet mayatnya trek-tak ke anak-anak. Guys, tolongin, Guys. Enggak kuat, Guys. Ini, Guys. Aduh, berat banget ini. Mau ngapain, Cus? Dengan mayat itu kasih kelihat ke ini, Pak Wisman. Ini beneran Pak Taufik atau enggak? Takutnya dia ketemu sahabatnya buat ngasih cek doang. Kasihan. Udah, udah juga nyusul ke Encus untuk masuk. Tolongin, tolongin, tolongin. Ngumutin gold. Gold tersebut. Ngumutin gold ya? Iya gold ya. Berapa gold? Ada berapa gold? Oke, karena ini gold udah udah berceceran jadi gua akan minta lu e rolls eh investigation check untuk berapa lu? Lihat lu dapat gold berapa biji. 12 tambah investigation. Investigation nol. Iya. 12 total, Mas. 12 lu dapat 12 gold. Oke, nice. Terus bantuin si Encus ngangkap mayatnya. Enggak usah, enggak usah luingin gold. Enggak usah baik sama gua. Masukin kantor. Sindiran aja, sendirian. Sind lu dapat gold lu e gargar mayatnya Pak Topik. Lu ngapain? E Grock ke arah Pak Wisman terus nanya gimana, Pak? Baik-baik aja Pak. Ah, saya kesakitan ini. Oke, oke oke. Bentar saya bakal pakai presidan. Susah Teo. Ada buat buat sor enggak ada yang lain-lain. Buat buat apa ini aja ke air ini tipis-tipisin kayak ngelas gitu ser. Mending mending kamu lihat itu tuh ada kereta kudanya kan kebakar. Nah mending kamu gitu. Iya gua bakal nyelametin Pak. Ya udah ya udah siap. Yaah gua gua iniin pakai jadi gua ngeluarin air ya ke ini padamin apinya api di terpal-terpal sama mayatnya gua bopong buat masukin ke dalam kereta. Lu mayatnya di bawah juga. Iya. Ngapain dia? Enggak mau gua buat ini bangun. Kita kubur mending mending kita kubur. Nanya-nanya di desa ini mayat ada mayat seram banget. Ya udah dilempar lagi. Dilempar. Kasihan gitu. Ya gimana lu? Kita kubur a kita kubur. Kubur aja. Kubur kubur kubur kubur. Gak mau gua. Entar tiba-tiba bangun mayat sama kepala anjing. Takut gua Pak Wisma. Dan dia bakal nyentuh gitu ke tadi kakinya yang kebakar. Dia bakal coba casure wound. Nice, nice, t ah. Berapa ya? Oke. 3 + 7 10 dia itu cukup banget buat benar-benar e menutup lukanya yang terbuka. Lu bisa ngelihat itu lukanya langsung ketutup gitu ah kayak lega gitu. Oke. Ter dia lihat raut wajahnya begitu sedih melihat salah satu seorang sahabatnya mungkin ya. Oh benar. Ah Kang Taufik. Aduh kenapa ini bisa terjadi? Sudah teman-teman kita biarkan nanti kita lapor ke penjaga desa mereka yang akan menjemput ee tubuh Pak Kang Taufik ke sini. Terlalu bahaya kalau kita di sini. Tapi ini ngomong-ngomong ini aneh ini. Kenapa? Saya saya enggak pernah lihat ini yang kayak begini ini. Hmm. Setan banyak di sini tapi enggak pernah kayak begini. Wah. Hellund-nya kok bisa ada gitu ya maksudnya ya? Ayo ayo ayo naik naik kita segera kita lebih percepat Pak Taufik. Eh siapa Pak Wisman? Kang Taufik tolong taruh di dalam keretanya nanti saya lapor ke penjaga desa untuk diambil. Oke. Oke. Oke. Kita gotong Pak Taufik ke keretanya lagi keretanya taruh di dalamnya. Mungkin kita tutup dikit pakai daun-daun. Oh ya kuburnya temannya ya. Heeh. Dibawa ke desa. Dibawa ke desa. Tandain. Tandain. Tanyain. Ini mayat taufik gitu. Enggak usah kan kelihatan itu catat aja. Catat ya catat aja enggak apaudah. Oke. Baiklah. Ya udah ya udah. Eh Pak Wisman kita lanjutkan perjalanan kita, Pak Wisman. Iya kita harus segera berjalan. Nah, setelah itu malam semakin gelap dan perjalanan kalian ditemani oleh suara-suara binatang-binatang yang misterius, suara-suara jangkrik lewat melewati lembah kiri kanan kalian tuh pegunungan dan juga hutan-hutan yang lebat. Oke, setelah beberapa jam perjalanan melewati kabut yang tebal juga, akhirnya Pak W bilang, “Teman-teman, kita sudah mau sampai.” Yes. Dan mulai tuh dari kiri kanan kalian sudah kelihatan rumah satu. Good. Nice, ni. Ada rumah, ada obornya. Jadi kelihatannya sudah mulai menuju ke peradaban. Oke, berhenti lagi keretanya gitu. Ada suara. Stop. Eh, Pak Wisman bawa siapa ini? Iya, biasa, Pak. Tamu dari dermaga. Oh, ya. Saya cek dulu, ya. Gitu. Yang lu dengar suaranya dari depan. Hm. Gitu. Terus ada suara tuh jeg jeg. Langkah yang cukup berat seperti pakai armor lah gitu. Dia mau ngajcek kita. Heeh. Buka. Zret. Bang. Enggak usah. Mau kagetin. Mau kagetin. Kagetin. Enggak. Kita lagi dosa orang. Ngapain kamu kaget-kagetin orang? Ya maaf. Maaf. Dulu kecil saya suka begitu. Bapak tuh begitu juga sama kita. Sama bapak tuh begitu. Jatuh semua. Jatuh semua kan. Semua ya. Udah kaget kaget kaget kaget. Maaf maafin e teman kami. Iya. Dia emang iseng masih anak kecil. Oh kaget saya. Jadi yang lu lihat tuh sosoknya e pendek. ee agak gempal badannya, kumisnya tuh tersisir dengan rapi. I dia menggunakan yang terlihatnya seperti seragam. Oh. Tapi seragamnya yang L notice tuh agak unik ya karena dia warnanya tuh agak kinclong gitu loh. Ungu tapi ada lining warna emasnya. Oke. Gabungan-gabungan gitu. Tapi kelihatan ee seragam ini seragam penjaga lah gitu ya. Karena rapi dan formal gitu.Oke dia membawa ee tombak juga. Dia pas punya kalian. Oh, ada petualang ini masuk mau masuk dasar Renggala. Iya. Kami ingin mencari teman kami di sini. Pak, siapa namanya kalau boleh tahu? Kok Pak sih orang anak kecil? Bukan badannya aja kecil. Badannya aja. Bukan anak kecil kumisan. Dia duar. Dia duar. Oh, Dargun. Eh, Dargun. Tapi yang pertama tuan. Iya. Risnya sama kayaknya. Iya. Namanya siapa, Pak? Kalau boleh tahu? Siapa tahu namanya siapa, Pak? Saya bukan Pak. Oh, saya bener kapten. Oh, iya. Oh, kapten. Kapten gendir. Kapten gendir. Kapten gendir. Ingat-ingat kalau kalian masuk Desa Renggala, ingat-ingat kapten gendir, kepala penjaga desa di sini. Enggak mau. Apa maksudmu? H kan dengar kok dengar ngomong tadi. Mau mau mau kapten Gendir ya. Kami ada beberapa pertanyaan buat Kapten Gendir. Betul. Yang pertama kita mencari rumah Ibu Elikia. Elikia. Betul. Karena kami membawa surat Iya. Kami membawa surat dari ee Mbok Sri untuk kami kasih ke dia. Itu yang pertama. Yang kedua, kami ingin datang ke rumah ee teman kami Durgan. Bisa diberi informasi buat kami untuk dua hal itu? Betul. Dia melihat kalian seperti ee apa ya? Seperti kayak agak kesal gitu ya. Saya bilang sebelum kalian tanya-tanya sama saya, kalian jawab dulu pertanyaan saya. Paham? Ngatur sampai di sini apa? Pertanyaan ngatur-ngatur di pulau ini orangnya galak-galak deh. Iya. Ngatur-ngaturah. Tembaknya tembak dah. Jangan jangan sabar dulu tahan tahan jangan ditembak informasi butuh informasi. Terus dia manggil bawahannya kelihatannya Ani. Ani an dia bawa buku kayak siap siap mencatat gitu. Mabok mabok mabuk. pertama nama nama nama nama saya eh the hah the the apax the slayer cuman teman-teman biasa manggil saya the slayer kita engak ngih nama kayak gini ke ini gua lagi mikir nama palsum ya kita harus data semua pendatang yang datang ke Desa Renggala kita kasih nama asli dia cuma untuk data katanya ya tapi harus sesuai identitas ya jangan asal-asal the apa the I Drx the Slayer Drex the Slayer oh panggilnya nya the de. I ya. Oke. Kamu kamu saya. I Oli. Oli. Hah? Oli. Oh. Nah, ada suratnya. Ada surat identitasnya ada usah. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada sih. Tapi nama saya Oli. Oli siapa? Oli Gardan. Dia masih kecil belum belum punya saya nama saya Oli. Oke. Oli Gardan. Gardan. Gardan. G. G. D. H garden ya. Ee itu beli pulpen ini yang ada garukannya di mana, Mas? Oh iya ini memang salah satu kerajinan Desa Renggala ini. Oh ada kerajinan nanti buat souvenir. Buat souvenir pulang bisa bisaul. Siap kep kamu kamu kamu saya grok Bangrok bilang lu suruh pakai seram banget. Seram banget dari tadi cerita sama lu saya takut sekali. Benar dia sama gua kumisnya rapian dia lihat dia. Udah ikutin aja. Terus kenapa lu tadi takut? Ya makanya kan gua gua gua udah ngeluarin nama ya bodo amat kita sih ngaku aja namanya siapa oli sendiri Oli. Oke. Kamu kamu kamu Rel tuh R nama asli semua cuma El nama belakang. Nama belakang cuma satu doang namanya Pak Rel doang. Iya doang enggak pakai doang. Rail. Ra Oh iya. Oke. Tujuan tujuan ke Desa Renggala apa? E kita ingin ketemu sama salah satu teman kita si Gardan. Garden gua gak tahu. Durgan Durgan dan juga Ibu siapa? Elikia. Elikia. Elikia. E seorang guru di sini. Iya. Oke. Berapa lama di sini? Ini perlu banget ya, Pak. Kita ditanya-tanya kayak gini perlu ini orang migrasi. Iya. Sesuai perintah Adipati Sagara, setiap pendatang harus didatangkan. Tolong panggil, panggil Adipati Sagara ketemuin saya. Dia dia yang orang yang paling berkuasa. Ya udah enggak usah panggilin sekarang juga enggak usah panggilin. Enggak usah. Iya benar diam aja berarti ngomong. Iya kan buat info Encus yang bener aja. Encus siapa Encus? Saya Oli. Oh iya Oli. Oh saya Oli. Tunggu tunggu tunggu tunggu. Oli gardan. Iya betul betul. Karena setiap pendatang kalau ketahuan bohong akan dipenggal. Dia bohong. Dia bohong. Dia bohong. Dia bohong kepalanya. Dia bohong. Ya Allah. Ya Allah. Encus langsung dekatin kapten. Sujud. Sujud. Lemah banget ya. Ya ampun kapten. Saya bercanda kapten itu. Itu nama teman saya saya pakai kata nama saya Markus Mart biasa dipanggil Encus itu. Jadi nama saya Encus bukan garden. Maaf kapten. Jadi gini gini kita pendatang di sini kita ikuti permainannya. Maaf ya kapten ya. Dia juga masih anak-anak jadi dia suka bercapten. Maaf kapten. Maaf kapten. Saya enggak enggak lagi kapten. Ini peringatan pertama ya saya kalian ini gampang diingat ini ya bentuk ini bentuk-bentuknya jarang ini yang ada di Desa Renggala seperti ini ya. Sharing jarang bisa ini 2025 kapten. Ya sudah kalau begitu sekarang waktunya saya menjelaskan peraturan di Desa Renggala ya. Nama saya tuh Encus Smart sama Nartu Smart panggil Encus. Saya mau garden tadi saya bercanda. Iya Markus Mart. Oke. Ol garden. Coret aneh. Coret. Iya. Oke. Pertama dilarang berbuat onar di Desa Renggala. Oke. Oke. Nih nih nih orangnya nih sedih kapten sering berat owner kapten ya. El yang owner lu baru lu contohin. Yang juga penting adalah jam malam. Ini sekarang sudah malam. Harusnya kalian tidak boleh keluar seperti ini. Maf. Nanti pengawal kami akan mengantar kalian ke penginapan ya. Namanya kedai bulan itu kalian menginap di sana. Oke ya. Baik saya mau tapi harus diantar ya. Bertanya kenapa harus ada jam malam di sini? Ada apa emang ya? Itu adalah peraturan dari Adipati Sagara sudah berlaku 2 tahun terakhir ini. 2 tahun. W ya. Kalau kamu mau hidup kamu selamat, hidup kamu tentram ya ikuti saja. Oke. Oke. Paham. Sampai di sini? E paham. Paham. Oke. Paham. Paham. Ya. Oke. Oh iya. Tadi kamu nanya apa tadi? Iya. Ibu Eliksia ada di mana? Elikia. Elikia dia mukanya langsung berubah. Bar berubah mulu bunglon warna bukan ekspresin ekspresinya. Ekspresinya. Ee iya Ibu Elikia ya kamu bilang ya. Dengan sangat menyesal saya menginformasikan Ibu Elixia baru saja wafat. Ah ya Allah ada surat. Dan besok ada pemakamannya di kuil. Kalau kalian mau mendatangi kuil, ada pemakaman e upacaranya biasanya pagi itu. Oke, Kapten. Itu gara-gara apa gua meninggalnya, Kapten? Ya biasalah sakit barangkali saya kurang tahu. Inside cek dong, Mas. Aku mau ngcek bohong atau enggak? Yes. E mengenai apanya nih? Mengenai apa? Penyebab kematiannya. Ibu elekia. Yes. En 6 7 + 7 13 I 13. Iya. Lu lo lu tidak melihat ada gerak-gerik yang aneh. Lu hanya melihat e raut wajahnya yang concern atau mungkin agak prihatin begitu, tapi tidak ada gerak-gerik yang aneh atau mencurigakan. Baik, ee kami rasa malam kami sudah cukup panjang. Tadi kami melawan beberapa Hellhound dan kami meninggalkan e seseorang di tengah jalan. Ada mayat. Mungkin kalian bisa bantu ee mengamankan mayat itu. Tapi tahu Helhon. Hah? Hewan? He hewan. Helhon. Iya. Ee ee anjing ada apinya api. Heeh. Keluar api-api. Iya. Anjing berapi-api. Anjing berapi-api lagi semangat-semangatnya tuh. Waduh. Anjing berapi-api tuh. Benar tuh anjingnya berapi-api. Teman-temannya anjing berapi-api mana ada anjing berapi-api. Hm. Enggak pernah keluar rumah dia nih kayaknya. I trovert lu. Keluar rumah lu. Pasti jam malam ya. Pasti ada jam malam. Ya udah ya udah ya udah. Pokoknya pokoknya antar kami ke penginapan ini hari yang cukup panjang buat betul betul betul betul. ya, hanya boleh keluar rumah kalau ada matahari. Oke. Kalau matahari terbenam, diam di penginapan atau di rumah ya ngatur. Oke, sekarang kalian akan diantar oleh e penjaga desa Rainer, Bertold. Antar mereka RER sama Bertel. Rainer sama Bertel kayaknya kenal tu. Berubah ter. Iya. Jadi ada dua penjaga menggunakan seragam yang sama dengan e kapten e kapten gendir gitu ya. Ungu ada lining emasnya bawa tombak. dia mengantar kalian dan Pak Wisma kemudian harus pergi. Maksudnya keretanya enggak boleh masuk gitu. Kalian sekarang sudah berada di kita buka peta baru yaituannya gua ambil dulu. Nah, kita di mana sih? Udah di Renggala ya, Mas? Udah Renggala. Kalian sampai di Desa Renggala sekarang paling bawah kah? Yes. Silakan dibuka. Wih, guys, guys, guys, guys, guys. Bagus banget. Waduh. Du du duh. Jadi kalian mulai dari sini nih. Jadi semua interogasi sama si si kapten ee Gendir itu di sini. Oke. Gerbang utama ya. Kalian diantar masuk memasuki desa ini masih gelap, masih berkabut gitu ya. Karena ini malam hari kalian nyampainya. Kedai bulan ada di e sini ya enam di enam sini gitu. Tapi kalian belum belum familiar dengan e lokasi ya. Jadi masih masih gelap seperti itu. Oke, setelah itu kalian diantar menuju ke sebuah desa yang ee apa ya? Kelihatannya cukup cukup besar dikelilingi oleh pagar kayu gitu ya, ke pagar kayu yang besar gitu dan rumah-rumahnya juga cukup rapat, jalan-jalannya lebih banyak e tanah dan batu-batu. Dan tibalah kalian di sebuah bangunan dua lantai gitu. Di depannya ada logo bulan. ee bulan sabit gitu ya. Ada tulisannya kedai bulan. Kedai bulan orang bulan. Kedai bulan. Iya. Sekalian masuk ee diantar oleh dua penjaga. Setelah itu ee penjaga bilang, “Kalian harus masuk dan tidak boleh keluar lagi.” Ya, silakan masuk dan jangan keluar lagi sampai besok pagi kalian akan masuk atau akan masuk. Kita butuh rest sih kayaknya. Aduh, aduh. Buat ngin semuanya. Oke. He. Tibalah kalian di kedai Bulan dan di situ memang situasinya sepi karena memang kalau malam kayaknya warga udah pada pulang kali ya. Di situ ada e seorang Pak Tua dengan menggunakan celemek dari e kulit ya. Ee ada ikat kepalanya ee rambutnya putih, jenggotnya putih, tangannya disingsingkan di balik bar gitu menyambut kalian. Ah, masuk masuk masuk masuk. Silakan silakan. Kalian pasti lapar ya. Datang dari dermaga. Hm. Oh iya gua tahu. Ee iya Pak, boleh tahu namanya siapa, Pak? Mbah Rem. Panggil saya Mbah Rem. Bahrem. Mbah Ren. Yang curang tuh lawan Indonesia. Bahren. Bahen. Sor sor jaya. Udah kita baru datang ini. Jangan nti banyak tenaga nih. Emang anak kecil tenaga banyak kan. Dari tadi saya sebenarnya penasaran kenapa tuh apa isi surat buat Ibu Elik? Kan orangnya sudah meninggal orangnya. Kita buka dan kita baca aja gimana. Tapi yang depan Bapak-Bapak itu, Mbah Rem ini. Eh, ee Pak, apakah Bapak mengenal e Ibu Elikia? Oh, Ibu Elikia yang baru meninggal itu kalian ini mau me ini? Iya, saya kita menyerang kita dari keluarganya. Iya, kita mau ketukan dititipin surat surat. Kita baca bareng yuk. Terlalu terlalu kayak oversharing enggak sih? Terlalu terlalu terlalu dekat sama semua orangver. Gampang banget sama orang kenal. Iya kan baru ken biar sama-sama dia kenalnya juga. Penasaran enggak? Tapi, Pak. Wah, saya enggak berani baca. Oh, amanah bagus nih. Kenapa enggak berani? Emang ada kita-kita. Wah, itu kan ah suratnya si almarhum mah. Tenang aja, udah mati. Enggak mungkin gentayangan. Aduh. Ya udah, enggak apa-apa. Nanti kita yang baca. Kita baca. T Oh, kalau Bapak enggak berin baca, dengerin aja kita bacain. Jangan kan juga enggak mau. Oh, tanya dulu. Nanya dulu. Tahu enggak versi Bapak? Bapak tahu enggak meninggal karenap? Meninggalnya karena apa? Katanya mah sakit. Ah, sakit mulu. Iya. Sakit apa tuh, Pak? Iya. Memang penyakit ini kelihatannya ee apa? Para dokter-dokter di desa ini juga masih mencari ya, masih Oh, langkah. Iya, dibilangnya begitu. Seperti apa gejalanya? katanya agak mendadak gitu. Heeh. Cek dulu. Persuasion cek dulu. Siapa nih Abang? Pertanyaan seperti apa gejalannya? 4 tambah tambah tiga ya. Tujuh tu. Iya mendadak aja. Ee tapi selain itu mah sehat-sehat aja saya tahunya. Si si Ibu Elikia ada kemungkinan dibunuh enggak? Ah enggak ada lah. Siapa? Jangan bohong lu Encusancem. Eh, jangan jadi ribut mulu dia dari tadi. Lu jadi ribut mulu dari tadi. Jangan, jangan, jangan, jangan. Kalau Durgan, Durgan gimana, Durgan? Ada informasi soal Durgan? Durgan. Iya, Durgan suka ke sini. Oh, kadang k masih ada. Terakhir ke sini kapan? Terakhir ke sini? Kemarin ke sini. Oh, masih masih ada. Rumahnya di mana kalau boleh tahu? Ada ada dekat kok. Dia kasih dia kasih tahu jalannya. Ee di eh kita rumah Dur. Benar benar situ tuh. Nanti aja kita tunggu pagi. Ya udah. Ya udah. Nomor nomor lima. Oh, iya dekat dari cuman dua blok. Oke, guys. Oh, enggak jauh, enggak jauh, gak jauh. Jadi, kayaknya sepertinya hari ini kita tidur dulu. Besok hal pertama yang kita lakukan kita langsung ke rumah Durga. Boleh, boleh. Tapi baca suratnya dulu. Kita di dalam aja. Di dalam itu menginapan. Iya. Kita mau mencob mau meny kamar untuk e tinggal di malam ini. Ya, kita kebetulan ada di atas ee banyak tempat tidur yang kosong ya. Kebetulan kita juga jarang ada tamu. Jadi, silakan digunakan ee per malamnya kita satu gold. Oh. Ini bebas enggak? Bebas enggak? Berapa kamar yang ada? Satu kamar tapi banyak tempat tidurnya. Jadi bisa dipakai B. Gua di sebelah Cus Grock agak jauh dari eh si The agak jauh dari saya. Kenapa? Dia ngorok soalnya. Oh ngorok. Iya dulu nih. Nama lu kan yang diambil dari suara ngorok. Kenapa lu fitnah si de yang ngorok? Terakhir kali kita bareng dia ngorok juga. Ngorok. Iya. Dia ngorok beneran. Ngorok. Iya ngorok beneran gede lumayan. Lumayan. He kadang-kadang suka ngbangun. Makanya dipakai match hand-nya diin tu. Iya. Iya. W gua inget. I ya iya. Ya udah berarti gua dekat sama ee Brokmabrok. Brokmabrok biar aman biar safe gua. Boleh boleh. He terserah. Udah udah tidur di itu satu gold ya. I satu gold ya. Iya, Bro. Atau satu gol satu kamar buat semua bisa dipakai empat tempat nih. Belum termasuk sarapan ya. Hah? Jadi sarapan satu gold lagi. Jadi dua gold termasuk sarapan buat bayarin lagilir. Project apa sih? Ada project apa sih? Jalan banget projek. Habis bikin kuil. Nah, kita proyek proyek proyek investor ya. Proyek proyek proyek proek. Jadi setiap hari kalian e close scratch 2 gold tapi enggak perlu mikirin rations ya. Rations udah udah udah aman dari dua gold itu. Oke kita masuk ke kamar ya. Ditunjukin kamar kalian dan kalian bisa beristirahat. Kalian mau istirahat apa mau kalian laku baca surat dulu. Baca surat. Kalau gua baca surat surat tapi baca surat gimana ya? Itu kan benar. Itu kan surat almarhum kita eh karena mayat enggak bisa baca, enggak bisa dengar. Iya, benar. Kita baca gini gini gini gini kita dengan tujuan yang baik. Iya. Bahwa jangan-jangan petunjuk kematian mendadaknya itu ada di surat. Ada surat itu. Oke. Kalau misalnya tujuannya seperti itu, okelah kita buka. Benar. Tapi mau benar mau dengar enggak? Kalau enggak mau dengar, Rel enggak apa-apa. Enggak usah dengar. Kalau emang tujuannya baik seperti yang Grock bilang, ya sudahlah. Mana Grock? Grock membuka suratnya. lalu membaca isi. Oke, isinya begini. Ee Dir Ibu Eliksia, terima kasih telah menjadi Ibu guru yang sangat baik untuk anak-anak kami dan juga terima kasih telah memberikan inovasi-inovasi bagi dunia pertanian dan perhutanan di Desa Renggala. Oh, orang pintar. Ee ah dukun bukan guru. Guru. Saya sudah mencoba mencari obat-obat yang Ibu Elikia minta. Heeh. Oh, di dermaga tapi belum juga ketemu sakit. Ini sakitnya gara-gara itu ee penyakit langkah. Iya, memang dalam waktu singkat sulit tapi saya yakin tidak lama lagi bahan-bahan yang baru akan datang di dermaga. Jadi, saya minta Ibu Elikia tunggu saja melihat kondisi Ibu Elikia sekarang. Ibu pasti akan sehat terus. Selesai. Kenapa, Rayel? Kenapa, Rayel? Kalau kita telat nolongin lihat itu berarti dia lagi sakit dong. Dia butuh obat. Betul. Iya. Dan artinya kita dan Bu apa? Terlat. Kita telat. Telat telat telat nolongin. Kebong. Bukan bukan kita yang telat mau nolongin. Cuman si Mbos Sri. Iya. Mb Sri Mbosri. Tutup lagi ya. Tutup di di kamar. Tolong setel musik dia dong. Tet tet tet tet tet tet tet tet. Lagu lagu sedih. Pusing matian. Pusing matian. Dan belum mati dia. Belum dikubur. Oh iya benar juga. Iya. Setelah dari dengar kamar itu e keluar di kamar nyamperin ee penjaga tadi itu lagi. Eh, Bahrem. Bah. Prinsip. Iya. Bahrem. He. Kenapa di desa ini ada jam malam? Apa ada informasi yang bisa di saya tahu? Ya, jadi kan selama ini kan lu dikasih tahu bahwa ee alasannya enggak jelas ya kan ada setan. Nah, tapi k karena lu menggali lagi gua akan minta lu roll persuasion check untuk mengetahui apakah Sim Bahrem memberikan atau tahu informasi yang lebih dalam. 19. Uh, persuasionnya nol ya, nol. Nol dan nol. Jadi, Mbah Harem bilang jam malam itu baru mulai sejak Adipati Sagara memimpin Desa Ranggala gitu. Ee kalau dari apa namanya? pengumuman resminya dia bilang ketika malam kabut semakin tebal dan ada ee entitas atau ada makhluk-makhluk yang bisa menculik warga dan itu masih diselidiki. Jadi selama itu masih belum tahu apa warga harus diam di rumah ketika matahari terbenam. Oke. Ada beberapa misteri di desa ini sepertinya. Yang pertama kematian yang misterius itu. Itu satu misteri yang harus kita pecahin. Apakah benar sakit natural? Nah, iya makanya atau sakit yang berhubungan dengan kabut. Ya, ada dua nih soalnya. Iya. Yang kedua adalah di mana si Durgan karena sehari sebelumnya masih ada. Iya, masih masih ada di tempat ini di apa bulan ini. Tapi ketika kita pengin sampai dikabarin sama sending siapa? Samael. Enggak ada jawaban malah Anton Semen yang jawab. Dia bilang baik-baik aja. Iya. Nah, yang ketiga adalah kita harus nanya ke Adipati sih untuk kita pengin tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan ini semua. Oke, kita harus alasannya agak tidak masuk akal ya. Kalau ada entitas dan dia selang melakukan penyelidikan dan ini sudah selama 2 tahun ah itu tidak ada iya perubahan kayak enggak kayak dibuat enggak sih? Kayak ada sesuatu yang mengganjal di jam malam itu sampai warga tuh enggak ada yang boleh tahu yang disembunyikan oleh disembunyikan. Betul. ada kegiatan yang disembunyikan dan mungkin yang bisa menguntungkan dia juga tuh jadinya. Kalau kalau ada kegiatan yang disembunyikan berarti kita kegiatan itu mungkin ada di kuil kali. Oke. Ada ada sebuah hal yang malam-malam dilakukan di kuil si Laruna ini. Berhubungan dengan itu mungkin. Tapi gua pengin ketemu Adipati Adipati Dolken Adipati karena kenapa namamain adipati Adipati Dolken doang. A kita kayaknya harus tidur dan sepakat hal pertama yang kita lakuin apa besok pagi? Adipati. Ah, enggak enggak enggak kita ke dekat dulu ke rumah dulu. Iya, karena kita datang ke sini ke rumah Durgan. Tapi tapi dulu ee tadi Ibu Elikia akan dikubur pada pagi hari. Ya udah kita sekalian ngikut. Siapa tahu sekalian ketemu Durgan di sana. Oh, iya. Karena kan orang nguburin habis tadi kamu nanya enggak di mana letak kuilnya sama Mbah Rem? Ah, lupa lagi. Turun lagi. Oke, keluar lagi. Nanya ke Mbah Rem. Ee, sori Mbah. Nanya nanya lagi. Ee, apakah di daerah sini ada kuil? Oh iya, ada kuil Silaruna namanya. Itu semua warga kalau berdoa di sana. Ah, besok kebetulan e pemakaman Ibu Elikia di sana besok. Bah, ke sana kah? Iya, semua. Semua jam berapa itu? Jam berapa? Oh, begitu matahari terbit biasanya warga mulai. Tapi kita tunggu suara lonceng. Biasanya ada lonceng dulu. Lonceng berbunyi. Nah, kita baru ada upacara pengeburan di sana. Upacara. Oke, oke oke oke. Kalau gitu balik lagi kamar ngasih tahu kalau misalkan ee teman-teman di sini ada kuil namanya kuil Silarunah. Besok kita akan ke sana bisa bersama dengan berarti kita datang ke tempat Durgan dulu kah? Iya ke Durgan dulu sih itu tujuan kita guys. Ke Durgan dulu sih kalau mau kita kalau mau dulu karena kalau Durgan pun ke kuilangan berarti dia pasti kan keluar dari rumah dia. Kita bisa ketemu di tengah jalan juga. Oke. Baiklah aku setuju kita tidur. Oke kita tidur kita istirahat malam ini. Pagi hari telah tiba setelah melewati malam yang cukup apa ya? Tenang. Jadi kan sudah beristirahat tuh. Jadi semua sudah long rest ya. Aman ya. Oke, jadi pagi ini sudah enggak hujan rintik lagi. Kabut juga sudah mulai menipis, tapi tetap cuacanya dingin. Jadi secara general pulau ini memang dingin terus dan lembab terus. Di bawah juga sudah mulai ada kehidupan si ee apa namanya? Ee Mbah Rem sedang ee ngelap-ngelap meja, membantu istrinya membantu serve makanan buat beberapa tamu. Apa yang akan kalian lakukan pagi ini? Nih saya ke Mbah Rem. Nah. Ah, selamat pagi. E, halo Mbah Rem. Halo. Kamu begadang Mbah Rem sudah bangun jam segini. Oh, enggak. Saya memang sedikit maklum sudah tua. Kalau sudah tua tidur paling cuman 2 3 jam saja. Iya. I ada menu apa, Mbah Rem buat kami sarapan pagi ini? Iya. Uh, yang rekomen dong yang di sini makanan khas ini apa sih? Ada yang Jepang-Jepang gitu enggak? Jepang ya? Jepang itu Jepang di mana? Itu Jepang di mana? Sini. Sebelah perpustakaan. Perpustakaan. Itu iya. Di sini adanya ya makanan spesialis Pulau Kidung pastinya ada kambing. Wah, kambing diapain, Bar? Ini ada kambing bakar. Oh, dibakar. Iya, bakar nih. Oh, tuh tuh hidup-hidup gitu. Oh, tentu tidak. Kita kita ada ee kambing yang dibakar tapi kambingnya itu spesial hanya ada di Pulau Kidung spesiesnya. Oh, iya. itu kambing kepala dua. Oh waduh kepalanya dua. Kambing bing. Kambing bing enggak ada kepala dua. Dua kepalanya dua. Boleh deh buat sarapan kami. Bos. Wah tapi saya mau yang kepala kiri. Kepala kiri ya. Karena karena dia gidal dia bisa enggak masalah masalah. I boleh bisa ya saya badan badan badan. I semuanya badan iga kambing. Iga kambing. Iga kambing. Iya saya kikilnya. Hah? Kikil kambing. Iya kikil kambing. Iya terserah saya dong. Bercanda saya torpedo dah. Torpedo. Iya. Kalau enggak salah torpedonya empat ya dua. Karena pal dua ini kayak dua ekor dah. Kayak emang dua ekor dah. Emang dua ekor di power glue anjing. Dua ekor kayaknya dijahit deh. Luar biasa. Saya tidak menyangka kamu punya pengetahuan yang cukup baik terhadap keluar dan fauna di Pulau Kidung ini. Boleh makan. Makan. Berapa semua? Berapa semua? Sudah. Sudah. Sudah. Termasuk sudah termasuk ya. Mbok Darmi tolong bikinin ya Darmi selain jualan kami kan jualan susu juga tuh. Iya iya Darmi ada susum Darmi. Ada susunya juga Bu Darmi. Iya bentar saya tanya ke dapur dulu ya. Kalau ada susunya saya mau susu Mbah Darmi Bro. Ya udah iya sapi kan sapi yang punya Mbok Darmi. Iya Mbarmi. Mbok Darmi datang. W kira pakai kostum sapi. Aduh sapi-sapi apa yang nempel di dinding? Hah? Spiderman. Gua kira lu bakal jawab stiker sapi disalahin gua jawab langsung betul langsung betul. Lu bakal gua bakal menjadi stiker sapi. Betul dong. Oke. Tidak lama setelah beberapa menit datang makanan kalian. Ada kepala kiri. Alhamdulillah. Ada iga kambing. Ada torpe torpedo. Torpedo. Enggak, Mas. Puasa relak lu puasa rel. Makan yang normal aja di daging kambingnya aja. Enggak apa kambaging kambing ya. Sudah tersedia daging tulang. Benar sih. Nah, itu Mbah Harem menanyakan. Jadi hari ini rencananya kalian mau ngapain nih? Mau ke rumahnya Durgan. Durgan. Durgan. Oh iya iya. E sudah tahu ya? Sudah saya kasih tahu. Ada tadi dua blok dari sini kan? Iya. Siap hafal saya tu nomor lima. Kita berangkat sekarang kali rumah rumah itu. Tapi rama rumahnya makan dulu. Makan dulu sambil ya sambil jalan. Iya karena nanti takutnya durgannya kenapa-napa. Oh ya udah take away take away ya. Tadi kita belum ngomong take away takutnya di piring kasih. Udah udah aku bawa aja lah macam gini makan. Ya udah boleh pegang kepala pegang kepala sambil makan gua pegang torpedo dong dial gua habis makan cok. Aduh. Oke, kalian keluar dari kedai bulan dan melihat suasana Desa Renggala di pagi hari. Kalau semalam benar-benar sepi, hening, dipenuhi kabut, ya. Kali ini sudah mulai ada kehidupan dan cuacanya lebih cerah. Oke. Jadi, sudah mulai ada anak-anak berangkat ee sekolah. Barangkali ada yang pergi kerja, gerobak-gerobak ke pasar, ke market tahu arah menuju ke rumah Durgan. Oke. Oke. Tapi kalian juga tahu ke sebelah kanan sana adalah arah menuju ke kuil Silaruna. Jadi kalian akan menuju ke rumah Durgan atau Silaruna atau kalian mau exploring dulu. Oke, kita ke rumah Durgan dulu. Duran. Durgan, Duran. Karena gua takut kenapa-napa ya. Kalian berjalan ke arah selatan sebanyak dua blok kurang lebih ya, melihat rumah-rumah di sana dan tibalah kalian di sebuah rumah yang ee memang kelihatannya karakteristiknya nih ini banget ya, durgan banget seperti yang kalian kenal. Artinya dia banyak ee kayak besi-besi gitu. Karena rumah di Desa Sarenggal itu kebanyakan kayu sama batu. Tapi ini besi-besi banyak. Jadi kayak pintunya tuh lebih ada besi-besinya mungkin ada kayak gembok-gembok gitu ya. Apa yang akan kalian lakukan? Kalian mungkin ngetok, gedor, atau manggil atau gimana nih? Rel bakal mulai. Dia bakal e men jampi-jampi sebuah spell. Dia akan coba ritual cas detect magic. Mas, lu melakukan ritual detect magic untuk merasakan ada enggak sih hawa-hawa magic di sekitar lo gitu. Saat lo merasakan hmm ada tapi tidak seperti magic yang lu biasanya ketahui gitu. Dari mana, Mas? di sekitar situ enggak bisa pinpoint exactly-nya dari mana, tapi lu tahu ada kekuatan magic di sini, tapi tidak seperti yang lu biasanya tahu sebelumnya. Rail nih terlalu berhati-hati Grock langsung maju buka langsung pintunya. Gila berhati poin ini kan rumah teman kita. Betul. Iya rumah teman kita. Tapi selayaknya tamu kita harus ucapkan salam grok. Halo semuanya gitu. Halo semuanya. Setidaknya setidaknya salah dia tinggalnya berapa orang? Kalau cuman sendiri kan semuanya. Halo kamu. Iya. Halo Anda. Ya udah. Ya udah. Halo Anda. Sambil kalau ada ini kecoa ada kucing di rumahnya tiba-tiba. Iya. Tuh hitungannya satu orang atau satu orang satu binatang manggilnya apa tuh? Halo. Anda dan binatang. Udah repot banget sih ini sahabat kita. Yaudah yaudah terkunci. Sunbard to E coba ngedobrak ada lu ngedobrak coba ngedobrak oke ngedobrak pintunyaak dengan bodinya nice. Fit kan baru bangun oh tambah atletick ya atletik iya berarti 24 24 oke baru bangun lagit ini segar banget lu mendabrak pakai badan lok kan atau pakai kampak atau gimana? Oh enggak. Dia nempelin ke ini deg dek gitu doang kayak beduk langsung prak gitu beduk. Iya. Oke. Pintunya langsung pr we keren. Sakit pas kesusuban. Sakit enggak? Kesusuban. Cabut. Ada kayu. Ada kayu kayu. Ada kayu dari dalam. Dari atas lo mendengar. Heh. Ada apa itu? Siapa itu lah yang lu kenali suara sahabat lo si Durgan. Oh. Oh Durgan. Duran. Halo Duran. Halo Durgan. Ini kita yang kamu kirim surat. Habis itu ini berarti lu masuk ke dalam nih. Masuk masuk ke dalam ya. Oke. Lu lihat dari lantai dua turun perlahan-lahan seorang sosok dwarf ee pakaiannya tuh kayak pakaian baju besi. Eh bukan tempa besi. Jadi dia kayak ada celemek kulit dengan ada kayak palu, ada e capit gitu ya nempel-nempel di badannya. Jeruk jeruk jeruk berjenggot gitu. Terus dia turun ke bawah. Apa-apaan ini? Siapa kalian? Loh, kamu bukan Gurdan. Eh, Gurdan. Durgan. Durgan. Kau siapa lah? Iya, saya Durgan. Kalian siapa? Ini rumah saya. Saya yang dikami semua ke sini. Kamu ini kamu kamu menulis kepada saya, Durgan. Eh, kepada kami semua. Apa sih? Coba lihat. Durgan. Hah? Ih, ini Durgan. Lupanya. Saya enggak pernah nulis ini. Hah? Coba itu tulisan tangan kamu bukan? Coba cek. Iya lah. Iya. Kamu lupa sama kami? Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak. Mungkin kalian siapa? Kalian ngaku aja atau saya panggil penjaga sekarang. Jangan, jangan, jangan langsung panggil. Jangan apa? Eh, Mas, dari detect magic itu ada sesuatu enggak dari si Durgan? Tidak lu, lu tidak tidak bisa menyambungkan detect magic lu dengan sosok Durgan ini. Dur, ini bukan Durgan yang kalian kenal. Seingat seingat saya kayak emang kayak gini orangnya. Waktu itu sih ketemu sama Durgan kayak gini. Benar. Seingat seingat gua juga tuh Durgan yang kamu enggak ingat kita bermain duda bersama waktu main duda gimana? Laki-laki semua lagi tu diocok. Laki-laki semua lagi. Dikocok lagi dadu rumahin dadu besar. Kamu mencoba memeras saya ya. Saya kamu tahu dari mana saya suka main duda? Dadu dadu dadu dadu. Yang pasti saya tidak mengal kalian siapa. Kalian harus segera pergi dari sini atau saya teriak dan panggil penjaga. Eh gini gini gini. Durgan, sebelum kamu teriak, kita masih penasaran apa yang terjadi dalam antara kamu. Kenapa tidak kenal kami semua sama juga apa yang ada di dalam surat karena itu tulisan tangan kamu dan juga ada nama kamu tertera di situ. Dan saya nelepon nelepon adik telepati. Telepati si Ray telepati ke adikmu, si Asep Semen. Iya. Eh, Anton Semen. Betul. Dia bilang, “Kamu baik-baik saya. Jadi saya mau ngecek karena takut ada sesuatu yang terjadi di di Rimo. Di RIM. Lalu ya. Jadi ee berarti tujuan kamu ngirim surat ke kita tuh untuk ada perlu sesuatu. Tidak. Tidak ada perlu apa-apa. Saya baik-baik saja. Durgan, berarti kamu benar-benar lupa dan tidak tahu kami siapa. Saya tidak lupa. Saya baik-baik saja. Saya tidak tahu kalian siapa. Saya minta kalian keluar sekarang. Ingatan terjauh kamu berapa hari yang lalu? Saya ingat dong semuanya. Masa kecil saya dari masa kecil kamu ingat? Iya dong, Mas. Gua pengen coba ngelihat ini nih dari perawakannya dari dari bahasa badannya. Ini kenapa sih ada dengan Durgan, Mas? Oke, inside check ini sesuatu ini. Waduh. Waduh. 8 + 7 berarti. Kenapa dia gitu? So, eh luice sesuatu dari gelagat durugan yang agak berbeda. Jadi tiap beberapa menit atau tiap beberapa saat deh dia habis ngomong kan gini terus dia kayak terus dia terusin lagi. Oke, jadi Rel ngelihat ini ada yang aneh dalam merapal mantra lagi. Terus dari tangannya itu muncul kayak aksara-aksara magic lagi gitu. Kayak lingkaran terus ditembakin ke itu gua cash di spell magic. Oke. Ke Durgan. Oke. Saat lo dispell magic, Durgan gitu. Terus dia kayak lu lihat matanya kayak putih sejenak terus dia pingsan. Oh berarti kamu diapain? Sepertinya dia dia terkena efek sesuatu. Aku tadi mencoba untuk melepaskan efek itu dari badannya dia. Iya sih dari cara dia ngomong kayak ayam habis kena tetelo. Ben bengong habis ini bengong. Ayam kena habis tetelo kan bengong. Ohong gitu banget banget banget. banget ngurusin warga, jadi dia tergeletak. Gua mau coba ngedekatin dia, Mas. Gua mau ngcoba ee ngecek kayak apakah dia pingsan doang atau ada apa. Oke, kita coba medicine check di lu. Fisiknya kan yang lu periksa. Oke, karena fisiknya gua minta medicine check. Oke, delapan lagi. Tapi eh medicine 15. Wuh. Uh, you guys been rolling pretty good. Keren. Oke, jadi setelah lo cek-cek badannya, lo cek matanya, mungkin lo punya pengetahuan tentu ya tentang ini ya. I secara fisik dia kayak apa ya? Kayak orang em apa sih? Dia enggak dia enggak ada sakit yang lu bisa lihat. Oh, normal. He normal ya. Tapi kayak orang pingsan aja gitu. Oke. Pingsan dalam pengertian enggak kayak apa ya enggak ada spesifik lah kayak badannya demam gitu. Enggak ada kayak tidur biasa berarti. Iya, kayak tidur biasa yang benar-benar lelap. Oke. Lelap banget. Deep gitu. Grok, kamu kan paling ahli bangunin orang. Coba bangunin dulu. Sebelum dibangun just mendekati rogo-rogo kantong. Oke. E dipegang jangan. Kenapa? Ini kan teman kita sendiri. Siapa tahu ada sesuatu kalau gitu boleh. Siapa tahu ada sesuatu yang bukan gold ya? Kalau hokinya enggak dapat gold. Kalau hokinya lagi dapatin sesuatu yang baik. Oke. Investigation check. 11 tambah investigasi investigation du 2 13 13 iya di di kantongnya Durgan lu bisa melihat ada kunci kamarnya ada sedikit mungkin kayak ada cuman 5 gold gitu oke di di badannya itu ada alat-alat untuk tempah besi capit besi ada palu ee kayak gitu-gitu sih maksudnya lu mencari sesuatu yang spesifik atau enggak nih? Oh jelas apa tuh gua ambil 5 gold lima gold oke teman kita sendiri lagi diambil dia dia sudah biasa puasa enggak enggak kenapa diambil dia tuh buat pegangan dia itu kerja dia di sini bisa bertup punya tetangga kita jalan berkeliling tapi dia teman kita sendiri kenapa dia lagi makanya karena teman ya justru karena teman jangan karena teman dia pasti ikhlas kalau dia hilang lah karena el tapi enggak ikhlas lah jadinya jadi enggak berteman udah udah udah gini aja balikin aja ke Iya. Nanti kita tunggu pas dia bangun baru kita bisa minta. Lu yang minta. Ya udah, ya udah, ya udah gua ikutin kata-kata. Tapi kalau enggak dapat kalian semua satu gold ya. Ngapain tiba-tiba kita jadi memeras. Jadi memeras. Kita bangunin dia dulu. Oke, ya udah bangunin. Oke. Dengan cara apa? Bisa apa? Mag bisa coba bangunin biasa. Lu bisa coba ee dengan ee kemampuan lo bermain musik barangkali. Iya kan? Kasih Unyu. Boleh boleh boleh boleh boleh. Grock e mengeluarkan suling dan mencoba membangunkan si siapa tadi? Durgan. Durgan. Dia naruh bolongan suling itu aduh ke dalam kupingnya. Engak dulu kalau kalau ke dalam kecolok dong. Iya gua colok kan biar bangun. Gua taruh di ditempel di di ujung kupingnya. Lalu bersiap-siap ee apa meniupkan suling. Oke. Grok meniupkan suling. Mencoba membangunkan si durgan. Roll performance. Cek dulu seberapa efeknya kepada si Durgar ini. 14. 14 tambah performance. Performance enggak kena ini. Tambah li. Ini 19. Oke. Jadi, e rupanya permainan musik lu cukup berpengaruh nih. Jadi, pas dia habis tidur gini terus semu gini terus dia sempat diam kayak seakan-akan tuh lu lihat nih di ee matanya gitu ya, ada pertarungan gitu loh. Kayak matanya tuh kayak goyang-goyang agak gini tapi habis itu aline lagi. Terus kalian kalian keluar leb keluar keluar keluar keluar. Ada apa, Durgan? Kenapa kamu durian? Kamu masih kenal kita semua. I Mas, kalian masuk ke rumahku, kamu membuat aku pingsan lalu kalian mennanyakan aku. Aku akan panggil penjaga sekarang. Dia mau ini. Lupa juga. Lupa. Masih lupa sama kami. Aku tidak lupa. Aku tidak tahu kalian ada siapa. Anjir ni apa? Terus. Oke, oke oke oke. Yaudah. Yaudah. Dia langsung mau keluar pintu. Oke. Oke. Kita akan pergi dari rumah kamu penjaga. Duluan dulu. Tadi kita juga masih ingat katanya saya mau minta God. Enggak, enggak, udah, udah, udah. Itu udah urus. Iya, tapi kan dia kondisinya kayak gini bukan teman kita. Tadi lu bilang teman kita dia tidak ngerasa bahwa dia teman kita. Sebelah saja nanti dia jangan dier blast. Dia mau manggilmanggil itu loh penjaga. Kita enggak enggak kita kita sekarang kumpul kita berpikir ulang ini apa yang sudah terjadi. Biar biar lebih lanjut. Info lebih lanjut lagi. Info lebih lanjut. Maksud gua kalau kita mau ee jalan lagi keluar, kita enggak apa-apa keluar sekarang. Tapi kita ke pemakan Bu Alexa. Siapa tahu ada sesuatu di sana dapat clue. Iya. Gini kita keluar dulu kita ngobrol di luar ya. Kita ngobrol di luar biar tenang dulu. Iya. Oke. C kita kita semua keluar. Iya. Tapi tapi jangan jangan mengadu apa-apa sama. Jangan kembali lagi ke sini ya. Saya tidak terima gangguan. Saya sibuk. Bikin apa sih emang? Sekali lagi kamu ke sini. Baik baik baik baik kamu tahu. Lu bisa panggil penjaga enggak bisa ngelawan. Emang ini harus ganti di pintu nih. Aduh ini kamu tadi kan. Oke dah dadah Durgan. Ayo ayo ayo ayo jangan lari lari lari lari kartun lari kartun yang pakai lari kartun lari lari lari. Jadi lo melihat e saat lo pergi menjauh Durgan menginspeksi kerusakan di pintunya dia gitu. Nah, saat ee itu terjadi, lu ee melihat apa namanya? Ada suara kegaduhan dari sebelah kanan jalan. Oke. Itu suara kereta kuda kayak mau lewat Jukj terus kayak penjaga-penjaga semuanya minggir, semuanya minggir gitu. Dari kejauhan lu lihat ada rombongan kereta kuda ke gedannya tuh kereta kuda itu lebih mewah gitu ya. Jadi e kereta kuda di depan kayak ada penjaga-penjaga berdiri di sana tombak. Terus kereta kuda belakangnya itu ada satu yang mewah dan e dipenuhi dengan emas, ukiran-ukiran itu adipati pasti. Betul. Warnanya ungu. Nah, dia lewat depan kalian nih. Sekuanya roll perception check kalian berempat. Kita pengin tahu seberapa detail yang bisa kalian lihat dari lewatnya rombongan ini. Oh, semilan se t 16. Oke. Jadi lu ngelihat rombongan ini ee benar-benar sama penjaga dijagain semuanya suruh minggir. Oke. Dan begitu lewat lu bisa ngelihat tuh sekilas di jendelanya ada dua sosok dalam keretanya si yang mewah ini. Sosok yang pertama enggak terlalu jelas. Yang pasti ini sosok yang pakai topinya tuh kayak mewah. Ada bulu-bulu di atasnya gitu. Sebelahnya ada satu sosok yang cukup menarik perhatian kalian. Ini sosok ini tuh kayak wajahnya pucat, enggak jelas antara maskulin atau feminin. Oke. Tapi pas dia lewat sekarang tuh semuanya menjadi slow motion gitu. Dia ngelihat kalian anjay. Eh, apa ini sih? Terus tiba-tiba encus kentut pret karena kentut aja kan lagi slowok mengurusak situasi tiba-tiba Encus kentut gitu. Terus Encus lo merasakan ada getokan di kepala lo dung. Heh. Aduh. Jangan sopan kamu kalau ada adipati lewat itu adipati sagara. Maaf tundukkan kepala kamu. Iya iya iya. Maaf maaf. Oh kita nunduk nunduk. Jadi dia lewatin warga guain wargauk. Tapi lu ingat banget tatapan wajahnya yang sosok wajah pucat itu ngelihatin kalian. Sinis inside cek dulu gua akan kasih tahu lu itu sinis atau apa? Nice. Sinus sinus. Sembilan. Sembilan. Tandang. Inside inside sembilan. Sembilan. aja lu enggak tahu sih itu wajah terlalu cepat untuk untuk lo tahu itu sinis atau apa, tapi yang jelas wajah pucat ini yang bisa ngelihat cuman si kalian berempat kalian berempat oh kita berbat kita semua lihat itu aja grup tadi mastiin itu apa sama tetapannya maksudnya apa gitu udah habis itu lewat enggak lama setelah itu bunyi lonceng ting ding ding mau es krim enggak ah boleh krim boleh boleh boleh enggak itu tanda itu tanda Wah enggak gua benar nih gua benar nih tanda itu acara pemakaman sudah dimulai emang iya bukan begitu warga yang getok saya tadi iya betul itu kan itu berarti ada pemakaman semua warga pada berkumpul sebentar sebentar sebentar kita harus melihat apa yang sedang terjadi in teman-teman ee yang pertama soal si Durgan ini tiba-tiba dia hilang ingatan saya rasa tuh ada hubungannya dengan dia. merasa diawasi. Mungkin dia telah melihat sesuatu di sela-sela pekerjaannya sebagai penempah besi yang membuat ingatan dia harus dihapus sehingga lupa sama kita semua. Mungkin ada hubungannya soal itu mungkin atau ada di tapi apa yang dia lihat yang ada hubungannya dengan pekerjaannya sebagai penempak besi sehingga dia harus kena spell kayak tadi. Dia lupa ingatan tapi enggak lupa sama passion. Passionnya apa? Pekerjaan besi. Dan dia tahu kalau misalkan kenapa dia enggak ingat kita ya? Nah, kan dia kalau lupa, lupa semua dong. Ah, gua mau jadi tukang nasi goreng. Ah, enggak mungkin dia lebih milih fion-nya lagi. Kenapa fashionnya lebih kuat daripada ingatannya? Iya, benar. Atau hanya kita yang ditargetkan buat dilupakan karena seseorang tahu dia nulis surat nulis surat ini atau penjaga pertama yang kita datang tahu kita mau ke sana. Dia melapor ke disebutin sama namanya. Melaporkan ke seseorang supaya si Durgan dihapus ingatannya. Oh, kalau kalau mau gini kita bisik-bisik ya ngomongnya ya. maksudnya biar warga enggak dengar gitu. Ee ketika ee lonceng berbunyi semua orang pada ke pemakaman. Semua desa ke pemakaman. Mau enggak coba ngecek rumah Durgan apa yang terjadi di sana kita? Tapi Durgan ke mana? Durgan juga ke pemakaman pasti. Iya maksudnya karena sepi kita cek kita masukin diam-diam lagi. Mumpung pitunya udah rusak mesinnya. Kenapa enggak ke tempat adipati aja? Adipati di mana? Adipati nomor satu tadi jalan ke nomor satu man sih? Apa kita mau ke tapi jauh. Oh pasti dijaga pasti dijaga. Tapi cukup ide dari Incus itu juga cukup bagus karena iya sih kita harus cari tahu ada apa siapa tahu ada yang bisa kita temu dan kenapa hanya kita doang yang dilupakan gitu dan itu sihir yang sangat kuat yang bahkan di spell magicku pun tidak mampu melepaskan efeknya oh artinya dia pingsan karena mencoba melawan tapi tetap enggak bisa dilepasin efeknya bisa dilepas gitu ya tapi berarti kita punya dua pilihan apakah kita mau ngumpul karena kita enggak tahu juga nanti di pemakaman ada apa. Atau kita mau ngecek rumah juga rumah si ee Durgan itu. Oke. Lebih lebih lebih suka mana? Apa kita pecah? Menurutku sih dipecah sih. Karena takutnya jadi pertanyaan kalau kita enggak muncul. Tapi nanti kalau misalnya kita dalam bahaya, kita enggak bisa bareng menyatukan kekuatan kita. Oh, bagi dua. Pemakaman buat apa? Untuk apa gitu ke pemakaman? Mungkin kita kita bisa mencari informasi soal kematian racun apa yang ada di yang di tempat sini. E terkena sibu Alexa itu. Jujur juga tadi sosok-sosok yang misterus itu melihat kita seperti sesuatu yang melihat yang menyeramkan atau kita yang menyeramkan atau dia yang menyeramkan. Kita lihat kan wajahnya pucat sekali. Tapi tapi kayak kayak kayak kayak melihat bahwa kita sebuah ancaman di desa ini. Heeh. Benar. kayaknya ya, kayaknya ada sesuatu di desa ini yang membuat ini semua terjadi. Entah itu ritual baru, entah itu ada. Saya yakin ada hubungan dengan Durgan dan penempa besinya. Bagaimana kalau kita ke perpustakaan kita mencari tahu sejarah dari kota ini yang mungkin ada hubungannya sama ini semua? Oh, kalau kalau memang mau ke Oh, berarti ada tiga pilihan lagi. Berarti kita skip. Oke. Ee kita skip bukan bukan bukan skip kuil. Kita skip ke rumah Durgan. Kita bisa ke kuil dulu karena sekalian kita jalan buat ke perpustakaan perpustakaan gitu biar sekalian. Gimana, Mas? Detect magic gua masih kayak mendeteksi aura magic yang di desa ini enggak? Jadi ya lu paling berasa kuat memang itu di area rumahnya si Durgan gitu. Oh berarti meang udah di e kan. Setelah itu setelah lo menjauh, lu berjalan menjauh, lu enggak lu enggak ngerasain lagi gitu. Setelah 10 menit ya. Setelah 10 menit lu berjalan. Oke. Ke pemakaman dulu. Pemakaman dulu. Habis itu baru kita ke perpustakaan. Oke. Oke. Jadi lu sekarang berjalan menuju ke kuil ya. Ya. Tibalah kalian di kuil Silaruna. Oke. Di depannya ada patung Dewi ya. Ee begitu megah gitu, anggun. Tapi enggak enggak terlalu terawat lah ya. mungkin agakagak kotor gitu adanya. Dan warga-warga banyak sampai luar-luar tuh ee berdiri-berdiri ya. Di dalam sedang diadakan semacam ee upacara atau doa-doa gitu oleh pendetanya. Kalian lihat di situ ee para warga berdiri ada sebagian yang duduk-duduk dengan sangat khidmat mengikuti ee prosesi pemakaman. Ada sosok e kurus dengan ornamen-ornamen tongkat, ada bulu-bulu, ada e batu-batu di tangannya gitu ya. Para warga Renggala yang saya hormati. Hari ini kita berkumpul mengantar kepergian saudari kita Elikia, putri tunggal Renggal yang telah berpulang dengan mendadak. Sebagai pendeta Silaruna, saya menyampaikan kita harus segera melakukan operasi eh prosesi penguburan untuk menjaga keharmonisan alam. Kalau kalian perhatiin cara dia pidato tuh kayak buru-buru amat gitu ya. Elikia bukan warga biasa. Terus dia ngasih ee apa namanya? Kode ke pengikutnya untuk segera angkut petinya ke tempat pemakaman untuk dikuburkan gitu. Gua gua mau coba itu juga dong, Mas. kayak ini kenapa dia kok buru-buru buru-buru gitu, Mas? Iya. Inside cek boleh deh. E ini aja kalian secara grup cek. Oke. Inside cek. Gua gua pengin ee ngasih lihat suasana sama gua mau nanya ada ada s ada keluarganya si Alexa enggak sih? Iya. 12 delan delan 18 terlihat memang gini. Pertama yang lu tangkap adalah buru-buru. Ini kayak si pendeta itu pengen buru-buru nguburin. Kedua, ini peti rapat banget ketutup. Jadi, ee dia enggak ada prosesi tutup peti apa enggak enggak udah ketutup. Begitu lu nyampai tuh udah tutup rapat gitu. Oh, enggak kelihatan jasad jasad ya bentuknya kayak gimana. Heeh. Nah, terus kan lu sempat mungkin lu sempat lihat-lihat ya nih ada keluarganya enggak dan lu ingat waktu itu ee apa namanya? Ada ini enggak ya? Adik lu enggak ya? Kayaknya lu belum belum tahu sih. Tapi lu enggak lihat ada keluarga yang berdiri di samping petinya atau apa gitu? Enggak ada. Semua kayak warga-warga aja. Ee layout-nya seperti apa? layout di sana tuh begitu lu masuk dia ada kayak e kursi-kursi kursi kursi terus di depan ada altar. Nah, terus ada petinya di samping altar. Nah, itu sudah mulai diangkut sama beberapa orang untuk menuju ke kuburan. Kuburan di sebelah. Artinya petinya sudah diangkat belum? Sedang. Sedang diangkat. Sedang diangkat. Ini Grock bisa mencoba untuk mengintip ke dalam peti. Nah, jadi situasinya nih banyak nih para ee apa ee pengunjung kan. Jadi, lu mesti menyelinap di antara para pengunjung dan lu mesti mendekati peti itu dan cara lu mengintip adalah karena dia tertutup rapat, lu harus buka mau enggak mau petinya. Kita coba. Oke, kita coba ya. Jadi, saat lu menyelinap di antara para ee e tamu di sana itu lu enggak perlu stealth karena kayaknya orang pada fokus. Oke. Oke. Sama peti. Begitu sampai di depan sudahud mendekati peti itu kan pendetanya si orang-orang yang sudah ngangkat peti dan semua mata melihat ke peti. Jelaskan dulu cara lu to the point banget. Gimana caranya lu mau punya magic hand itu kayak ngestah ke kita kan buat dia mau coba ngebuka kan. Iya. Ya udah Grock pakai magic hand aja Grock guidance. Oke guidance teman-teman e gua udah di belakang ini. Tolong dong cus buat sedikit keributan untuk mengalihkan mereka semua. Oke, karena pandangan sedang ke saya. Oke, oke, oke, oke, oke. Kita spesialis enggak kalau gua teriak bikin keributan teriak Ibu Alexa jangan tinggalkan aku. Oh, meraung meraung meraung meraung. Dengar kasih yang inian apa tentrum tomaturgentrum. Oh, pakai tomaturgi. Oh, pakai semua semuanya pada suara-suara suara-suara. Suara. Jadi, lu akan pakai itu untuk efek itu ya untuk mengalihkan perhatian. Jadi benar-benar heboh. Gua gua keluar dulu tapi gua keluar dulu ininya dari luar keluar keluar apa e lokasi kuil keluar kuilah gua teriak-teriak sambil perp nangis di situ. Jadi ngelihat anak kecil nangis aja enggak ada orang tuanya. Oke. Oke. Berarti dengar suara menggelegar dan ada efek pintunya bergetar-getar gitu. Lu teriak Ibu Elikia gitu ya. Jadi orang-orang pada fokusnya ke gua balik. Yes. Dalam waktu beberapa saat semua warga perhatian langsung ngek ke belakang ke arah lu gitu. Sekarang yang berada di e peti itu adalah pendeta. Nah, pendetanya ngelihat ke arah lo yang mau ngangkat peti. Angkat peti gini tapi matanya lihat-lihat ada apa sih? Ada apa sih? Gitu. Ini waktunya hanya sebentar. Oke, gitu. Lu mau ngapain? Oke, magic hand keluar. Keluar. Magic hand. Magic hand ngedorong si ngebuka itu supaya Grove bisa ngintip dari jauh. Ee tutupnya ya. Iya. Oke. Nah, gua gak tahu apakah ini ter e apa terpaku rapat atau enggak, tapi kita akan gua minta lu roll atletics deh untuk kali ini. Walaupun Magic Head itu kan dia kekuatannya cuman beberapa pound aja ya. Tapi kalau Atletics berhasil, gua akan izinkan lu buka sedikit, Guys. Let’s go, Guys. Yuk yuk yuk. Bisa yuk. Mom of truth, guys. Dapat D4 tambah D4. Let’s go. Boom. 15 + 4 19. Atleticum, belum, belum. Atletic Wah. 215 tambahnya 25 udah ya udah udah udah udah jadi dalam waktu yang singkat anjir wangi kartunya wangi hari ini. Iya kayak kue Jawa tuh warnanya itu. Semua tamu di kuil itu nengok ke arah luar mencari-cari ada apa sih? Ada apa sih gitu termasuk yang lagi ngangkat peti. Hah hah ada apa termasuk pendetanya tahu-tahu ada tangan yang mungkin orang enggak sadar ada tangan itu kayak grek gituin petinya ya. Tapi memang dia walaupun dia agak ter ee terpaku gitu, tapi kebuka sedikit gitu. Nah, sekarang posisi kayaknya yang bisa lihat cuma posisi lu nih. Berarti gua minta lo ee lu pengen lihat kan kondisi mayat kan? Iya. Ada apa di dalamnya? Ada apa dalamnya? Oke, gua minta lu medicine. Cek medicison ya, Guys. Yuk. 14. 14 + 15 + D4. Oke. Yhi. Perlu tambah 184. Tambah 4 lagi. Lag tambah beri 12. Du 17. Oke, jadi dalam waktu yang singkat krek gitu, jadi dia kayak kebuka gini e prk gitu terus ketutup lagi ya kan. Tapi lu sempat lihat dengan sekilas gitu dan lu lihat ee ada mayatnya pertama. Oke. Oke. Kedua, kondisinya agak berbeda dari mayat-mayat biasa. Kenapa? Karena sangat keriput. Hm. Sangat keriput. Tapi ini keriputnya bukan keriput karena udah tua nenek-nenek nih kan. Heeh. Karena ee kayak seis buud-bud dikenyot gitu. Beda ini tuh kayak bu keny drakula gitu ya. Nulang gitu. Oh iya gini crul. Tapi tapi artinya itu aneh gitu kan. Aneh. Jadi itu lu notice aneh karena dia keriputnya bukan keriput orang tua. Bukan keriput gimana tapi kayak membuat pokoknya lu lo lu tuh kaget pas lu lihat grok lu kaget gitu. Oke oke oke oke. Boleh nanya ke pendetanya? Boleh boleh. Grock menyamperi pendeta terus ngepok pundak pendeta. Ee pendeta boleh tanya saya pendatang baru di sini. Saya hanya bertamu di sini. Sudah berapa kali kematian ee yang Anda kuburkan dengan seperti ini dalam dalam sebulan terakhir? Kondisi ah anak muda sebaiknya kita tunggu sampai prosesi ini selesai nanti kita bisa bicara. Oke oke oke oke. Nah setelah itu ee lu masih membuat keributan enggak di luar? Enggak sih kan sebentar doang waktunya. Bentar doang ya. Dan berarti habis itu udah lu ngestop bikin keributan. Iya. Oke. War Indra kenapa nyamperin warga lagi siul? Tenang. Oke. Tenang ya. Oke. Gue yang enggak yakin gitu soal itu para warga kayak ngelihat itu kayak apa sih ini orang gitu. Kayak mereka kayak sibuk sendiri ngobrol sendiri kayak ngomongin lu nih apa sih ni orang gitu kan. Tapi prosesnya terus berlanjut. Oke. Jadi mereka yang membawa peti terus menggotong peti ke arah ee sebelah yaitu pemakaman, tanah pemakaman. Jadi semua warga juga ikut ke pemakaman. Kalian semua ikut? Ikut ke pemakaman. Oke. Jadi ikut pemakaman terus diturunkan ke bawah terus ada pidato, ada doa-doa oleh si pendeta ini ditutup kuburannya dan doa terakhir upacara selesai, warga bubar. Oke, sekarang tinggal si pendeta yang berdiri di samping kuburan. Oke. Eh, Grock mendatangi pendeta itu dan mengulangi pertanyaannya. Sudah berapa kali dalam sebulan ini Anda menguburkan warga Anda? Pertanyaan yang agak aneh untuk seorang pendatang di Desa Renggala ini. Kenapa kamu ingin tahu anak muda? Karena saya mencurigai, kami mencurigai kematian Elikia ini agak sedikit di luar kewajaran dan kami merasa punya tanggung jawab karena ada surat yang hendak disampaikan ke dia. Ah, saya yakin itu hanyalah firasat yang tidak perlu kaum ikuti. Kita dalam keadaan duka seperti ini, kita harus bisa berserah kepada Dewi Silaruna. Ada yang ditutupin enggak, Mi, Mas, sama dia dengan cara jawabnya itu? Ya, cara jawabnya sih memang dia mencoba untuk bijaksana, mencoba untuk menjawab dengan ee di situ nyamperin untuk ee nanya dengan serius, tatapan serius. Coba jujur ada apa sebenarnya yang terjadi di desa ini? Ada sedikit intimidasi di situ. Oh, lu mengintimidasi. Iya. Oke, intimidation checklist. Uh, natural 20, Mas. No way. Nah, 20 loh. Makan. Harum. Harum. Harum. Harum. Dia enggak kayak ngasih informasi yang gimana-gimar banget, tapi mungkin dari cara dia ngomong lu menangkap sesuatu. Dia dia cuma bilang gini, “Aku tidak tahu kalian siapa, dari mana. Tapi saran saya kalian jangan tanya-tanya lagi dan lebih baik kalian pergi dari desa ini.” Ketika sekarang Oh, belum. Saya sudah tidak ada waktu untuk berbicara lagi. Saya harus melanjutkan tugas di dalam saya akan meninggalkan kalian. Sejarah desa ini kita harus cari tahu ini ada apa sih? Sebelum kita ke sana kita di makam ini ada orang lain enggak? Ada penjaga kah atau ada apa, Mas? Ee di sini ada penjaga tapi bukan penjaga desa tapi e penjaga kuil. Iya. Di di makamnya itu kah? Dekat makamnya itu kah? Terus sebelum tadi pas Grock bilang gitu ee Rel bakal bilang, “Ah, aku bisa melakukan sesuatu terhadap mayat Alexia.” Kok bisa? Aku bisa bertanya. Hah? Hah? Iya. Bisa ngobrol sama mayat? Bisa. Apa namanya skillnya? Dengan menggunakan spell speak with that. Oke. Oh, tapi wow. Tapi apa ini? Kan layatnya udah udah ditutup kuburannya. Oh, kalau bangun nanti mati lagi keteman. Berarti harus harus dibongkar. Harus dibongkar dahulu ya. Tapi jangan sekarang. Kenapa ada pendeta enggak bisa keluar ya? Kata siapa enggak bisa keluar kos kita bebas bro. Oke oke oke oke oke oke oke oke oke aja. Seberapa ramai itu kuburan? Hanya dua penjaga kuil saat ini karena masih ada suasana habis ee upacara ya. Jadi ada beberapa warga yang masih ngobrol-ngobrol, penjaga kuil juga rame bro nih, Bro. Jadi berarti malam dan kalian nih dilihatin nih dian sama karena kayaknya si pendeta tuh kayak ngomong kayak penjaga kuil gitu loh. Dia suruh awasin ya. Iya. Surawasin kalian. Terus itu kayak e kuburan itu ada kayak temboknya gitu enggak, Mas? Iya. Jadi, jadi dia kayak tanah pekuburan dibatasin sama tembok tembok lumayan tinggi. Jadi, kalau kalian mau itu harus dipanjat gitu artinya enggak bisa kayak main masuk aja gitu. Gerbang lewat gerbang ada penjaga. Nah, gerbangnya ada penjaga. E, jadi akses ke kuburan tuh ada dua, gerbang dari luar sama dari dalam kuil. Oh, oke oke. Gimana deal nih? Kita mau malam kita bongkar. Malam sih biar lebih malam sih. Malam sih. Mau enggak mau persetan dengan aturan saya. Oke. Kita harus hati-hati pas malam kan pasti banyak guard yang berkeliaran itu dan kita tentu saja bakal diawasi karena kita pendatang baru. Ya udah kita ke perpustakaan perustakan cek sebenarnya desa apa sih ini? Iya benar betul betul. Oke betul betul. Saat kalian keluar dari gerbang pemakaman melewati dua orang penjaga yang ngelihatin kalian, ada sesosok wanita nabrak ke siapa? Ee the dan saat ditabrak lu ngerasain di tangan lo dia meninggalkan secari kertas dibuka langsung dibaca ya. yang baca monyet tulisannya dikerjain dikerjain dikerjain ya dikerjain jat monyet ngelihat gua ngelihatnya te dia baca de oh diterima loh apa ini aku mau enggak enggak enggak enggak enggak petualang di Desa Renggala Sepertinya aku tahu apa yang kalian cari. Temui aku di reruntuhan Benteng Utara malam ini, Laras. Dan kita harus ke sini. Di situlah kita sudahi sesi hari ini. Entar dulu. Entar dulu. Dia keker terus dia lepas. Saya di sini mental health saya. Ya mending jalan santai. Enggak sialan santai. Baik Laras. Yeah.

Ralat. Ada kesalahan character sheets untuk “The” pada menit 17:17. Untuk lihat sheets yang benar, bisa ke: https://www.scribd.com/document/899944808/Character-Sheet-D-D-RD

Terimakasih kepada DnD Jakarta. Gabung dengan komunitas discord DnD terbesar di Indonesia: https://discord.com/invite/dndjkt

Gabung di membership Youtube Raditya Dika:
https://www.youtube.com/channel/UC0rzsIrAxF4kCsALP6J2EsA/join

Beli koleksi Stand Up Comedy Raditya Dika di sini: https://radityadika.com
For business enquiry, contact: management@radityadika.com