Seekor Anjing Mungil Yang Bercita-Cita Menjadi Anjing Penuntun 🐶🐾
Karena tubuhnya terlalu pendek, Budi hampir saja gak bisa masuk sekolah. Tapi dia berusaha keras menegakkan telinganya hingga guru akhirnya menerimanya secara khusus. Budi sangat senang karena sejak itu kariernya sebagai calon anjing penuntun pun dimulai. Namun karena tubuhnya yang munggil, ia bahkan tidak terlihat oleh guru saat pelajaran. Apalagi saat pembagian makanan. Anjing-anjing lain bisa menekan tombol on off dengan mudah. Tapi bagi Budi, itu sulit sekali. Dia cuman bisa menatap makanan yang tumpah dari mangkuk tanpa bisa mengambilnya. Saat latihan sore, Budi hanya fokus berjalan sendiri tanpa memikirkan bagaimana menuntun orang buta menghindari bahaya. Setelah berkali-kali gagal, Budi merasa sangat kecewa. Ia menatap sedih poster-poster penghargaan yang tergantung di dinding hingga matanya tertuju pada salah satu pendahulunya yang paling sukses. Ternyata tubuhnya juga sama pendek seperti dirinya. Semangat Budi kembali bangkit. Sejak itu ia berlatih dua kali lebih keras. Jika tak bisa menekan tombol ia akan melompat. Jika tak bisa mencapai meja, ia akan menaruh bukunya di lantai untuk pijakan. Berkat kerja kerasnya, Budi akhirnya berhasil membawa gurunya menyelesaikan ujian kelas untuk pertama kalinya. Beberapa bulan kemudian, tibalah ujian kelulusan. Budi tampil pertama. Ia memimpin pelatihnya dengan langkah mantap. Tapi menjelang garis akhir, ia tersandung rintangan di depannya. Penguji langsung mengusirnya. Budi sedih dan merasa tak berdaya. Mengira ia memang tak ditakdirkan menjadi anjing penuntun. Sambil melihat teman-temannya diterima satu persatu, ia hanya bisa meneteskan air mata. Tiba-tiba terdengar suara keras dari luar. Seorang gadis buta tersesat masuk ke area konstruksi. Dalam momen genting itu, Budi berlari tanpa ragu. Tubuhnya yang gesit membuatnya lolos melewati gerbang besi. Ia mendekati sang gadis, menggigit tasnya, lalu menuntunnya menghindari rintangan demi rintangan hingga keluar dengan selamat dari area berbahaya. Saat sang gadis berterima kasih, penampilan luar biasa Budi juga ternyata disaksikan dan diakui oleh guru dan teman-temannya. Kepala sekolah melepas jubah pahlawan dari sebuah patung lalu mengenakannya pada Budi.
Seekor anak anjing kecil datang ke akademi anjing penuntun. Badannya mungil, langkahnya terburu-buru, tapi matanya penuh tekad. Di kelas, ia kalah cepat, tersandung rintangan, dan sering jadi bahan tawa. Saat ujian akhir, ia gagal dan dianggap tak layak. Namun takdir berubah ketika ia melihat seorang wanita tunanetra hampir tertabrak. Ia melompat, menariknya menjauh dari bahaya. Semua terkejut, termasuk para pelatih. Meski gagal di lapangan tes, ia pun lulus di lapangan kehidupan, dan menjadi pahlawan kecil dengan hati besar.
Credit:
Judul: Pip
Sutradara: Bruno Simões
Produser: Southeastern Guide Dogs
Tahun: 2018
Tag: #Pip #ShortFilm #Animation #GuideDog #Inspirasi #Drama #AnjingPenuntun #DogLover #FilmPendek #Motivasi #AnimalAnimation #EmotionalStory