“POLDA TEGAS,JEMPUT PAKSA”..!! TERKUAK ”KEDOK” TIFA CS ABSEN DARI PANGGILAN👉HOTMAN SENTIL ROY SURYO

Kepada kakak pembina Rismon hormat gerak ya. Ya. Ya. Memang ya akhir-akhir ini trio RRT Rism Roa ya lagi sibuk persiapan 17an latihan upacara dan juga siap-siap ikut lomba panjat pinang. Weh, sibuk benar kelihatannya ya. Saking sibuknya mereka ini mangkir ya dari panggilan Polda Metro Jaya. Wah, wah, wah. Ini masih tanggal berapa sih? Kok sudah ngomongin 17-an? Hah? Upacaranya kan nanti tanggal 17 dan lomba-lomba belum dimulai ya kan? Lah ini kok ngeles saat di apa ya? Saat dipanggil Polda Metro Jaya. Aduh aduh aduh memang ya bilang aja takut gitu loh ya. Enggak usah ngeles sana sini mangkir panggilan Polda pakai alasan mau yah 17an. Waduh waduh waduh. Ini kan masih tanggal 12. Hah? emang ada upacara tanggal 12 Agustus. Aduh. Aduh. Gimana ini menurut kalian? Ya, tanpa lama-lama, yuk kita tonton saja videonya ini, ya. Kemudian kami juga menerima surat panggilan. Nah, menerima surat panggilan menurut kami tidak manusiawi ya. Karena sekarang ini kita sedang berbahagia, sedang bergembira untuk menyiapkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 loh. Ya, kita ini sudah sedang bersiap-siap untuk merayakan dengan segala macam kegiatan bersama dengan seluruh rakyat. Dipanggil toh sama Polda gitu loh. Kitanya dipanggil pada saat kita sedang ingin merayakan hari ulang tahun Kemendekaan Republik Indonesia ke 80. Itu kan sesuatu yang sangat tidak manusiawi dan akan kami sampaikan kepada Kompasan. Y ya, ya. Ini loh ya. Ada Rismon, Roy, Suryo, Dr. Tifa ya. Mereka ini ngadu ke Komnasam ya. Sebut panggilan polisi saat mau lomba Agustusan itu loh ya. Katanya sangat tidak manusiawi. Weh, weh weh weh. Mau ikut lomba ya, Bu? Atau apa ini? persiapan upacara atau ya siap-siap panjat pinang atau ya saking padatnya grup paduan suara Roi Suryo ini. Aduh aduh aduh kelihatannya dapat job ya buat acara peringatan 17an ini ya. Pantesan toh omongannya seperti ini. Ye ye ye. Gimana ini menurut kalian ya? Hah? Alasan macam apa? ini weh weh weh weh. Ya, tulis pendapat kalian di kolom komentar. Kita lanjutkan saja video berikutnya. Saya mau ngomentarin lagi soal ketidakhadiran. Nah, ya kembali lagi Mbak ee apa kalau memang ini tidak hadir, kalau kami berpendapat karena alasannya tidak patut, Polda harus tegas dan bersikap menerbitkan pandan kedua ya tanpa perlu lagi melihat apa. Karena ini harinya juga enggak enggak nyambung antara kemerdekaan dengan apa namanya pemeriksaan ya. Panggil lagi, periksa lagi. Tidak datang, lakukan upaya bangsa. H karena memang itu prosedur hukum pada saat itu setelah pang Jokowi pun juga diminta penundaan karena alasan sakit. Jadi artinya menurut Anda sendiri dan tim ini tidak datang. Nah, kalau memang mau diminta dipanggil di rumahnya boleh juga itu karena ada di pas 113 bersurat saja minta diperiksa di Balige pasti datang ke sana. Oh loh betulang 113 bicara seperti itu gitu ya. Jadi boleh-boleh saja capek dong nanti satu-satu nih. Enggak ada masalah ya. Ya. Ya. Ya. Ya. Jangan dengerin dokter Tifa tadi yang ngoceh sana sini alasan macam-macam ya. Itu ngeles saja ya. Ngeles. Intinya Polda Metro Jaya harus tegas ya. Mereka harus dipanggil lagi ya. Kalau enggak datang ya paksa untuk datang seperti itu. Aduh, aduh, aduh. Ya, alasan macam-macam. Ngeles sana sini. Hah, katanya panggilan Polda itu sangat tidak manusiawi. Weh, weh, weh, weh. Gimana ini menurut kalian ya? Hah? Udah mulai ketakutan gitu mereka-mereka itu atau gimana? Hah? Ya, kita lanjutkan saj lah ya video berikutnya. Baik, ee saya mau menambahkan ya. Jadi setelah 3 bulan ini ya berdasarkan dari penelitian yang kami lakukan RRT lakukan ya, Roi, Rismond dan Tifa sebetulnya isu ijazah ini sudah selesai ya teman-teman ya. Jadi untuk 3 bulan sekarang ini sudah tidak relevan lagi bagi kita untuk menanyakan mana ijazahmu Jokowi lah. Karena dia tidak bakal bisa menunjukkan ijazahnya walaupun kemarin pengakuannya bahwa ijazahnya sudah disita Polda Metro Jaya itu bukan ijazah asli. Jadi percuma saat ini kita menanyakan mana ijazah aslimu. Malah yang ada nanti kamu malah blunder. Jadi sekarang ini pertanyaannya justru adalah bahwa kita bertanya kepada Presiden Prabu Sudianto. Presiden, Pako, apakah Bapak membiarkan para tokoh ini, para peneliti, para jurnalis, para aktivis, para advokat ini dikriminalisasi oleh seseorang yang jelas-jelas melakukan penipuan dengan menggunakan dokumen palsu untuk bisa meraih jabatannya mulai dari walikota, kemudian gubernur sampai presiden. Apakah Bapak membiarkan sebuah kejahatan itu terjadi? Dan bahkan kemudian orang-orang yang membongkar para whistle blower, para peneliti ini bahkan dikriminalisasi sebagaimana yang terjadi kepada Pak Bambang Tri dan Gus Nur gitu. Jadi saya kami semua sangat berharap Presiden Prabowo Subianto bisa menghentikan tindak kejahatan kriminalisasi yang dilakukan menjadi kebiasaan dari rezim Joko Widodo. Jadi khusus untuk kasus ini ya kita nyatakan ijazah ijazahnya sudah selesai. Joko Widodo tidak punya ijazah asli. Jadi mau sampai kapan pun juga kita tanyakan, dia tidak akan bisa membuktikan. Karena itu justru maka kasus ini dibelokkan menjadi kriminalisasi. Kami diberikan pasal-pasal justru ujaran kebencian, pasal-pasal hujatan, pasal-pasal ee penyebaran berita bohong, hoa dan sebagainya. Itu artinya tendensinya adalah bahwa Joko Widodo sendiri sudah menyerah menyerah terhadap ijazahnya sendiri yang sudah selama ini dia percaya diri. bahwa ijazah itu tidak akan pernah terungkap. Y, ya, ya, ya. Ini loh, ya. Ada dokter Tifa lah. Kok tiba-tiba orang satu ini bilang, “Ya, isu ijazah selesai.” Weh, weh, weh. Kenapa ini tiba-tiba ya bilang selesai? Hah? Takut lanjut proses hukum atau gimana lah? Ini tadi ya pakai minta tolong segala sama Presiden Bapak Prabowo Subianto. Lah lah lah lah. Kocak kocak. Ini gimana ini menurut kalian ya? Hah? Gimana? Kenapa ini tiba-tiba mengatakan seperti itu ya? Isu ijazah Bapak Jokowi selesai. Heh. Ada apa ini? Dah takut atau gimana? Ya, tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. Jangan lupa subscribe channel Sudut Pandang dan jangan lupa juga share video ini ke grup-grup WhatsApp atau yang lainnya itu. Dan kita lanjutkan saja video berikutnya. Jadi bagi kami ini kasus sangat sangat dipaksakan. H emang benar kasus ini sangat dipaksakan sampai-sampai tadi juga dari kubur Ro Suryo CS sampai Bang Sianiper juga meminta untuk penundaan. Bang Rifai katanya lebih baik merahkan dulu 17. Ya, pertama ee ya kami kembali lagi mungkin pihak dari teman-teman TPUA memiliki strategi sendiri ya kami hormati itu. Tapi sekalipun kami berpandangan ini kontradiksi. Kita baru dengar ya Pak bilang, “Wah, tidak ada buktinya, tuntutan lemah.” Nah, kalau memang betul kuat, kenapa enggak hadir ke Polda? Terangkan langsung semua di Polda gitu ya. Ini malah menghindar-hindar gitu. Percuma bicara di depan publik kalau tidak masuk dalam forumnya. Benar. Biarlah bukti-bukti yang Bang Rison punya dan teman-teman bawa ke Polda serahkan semua ini loh Pak Polda menurut kami Pak Jokowi palsu begini begini begini sampaikan. Oke. Justru kalau tidak menghadiri ya percuma itu bukan langkah pembedan yang baik. Ked itu dianggap menghindar ya katanya. Kedua saya ee apa namanya sedikit tergelitik ya. Baru saya dengar ada penundaan pemeriksaan dengan alasan perayaan kemerdekaan. Apalagi semua orang tahu kemerdekaan itu tanggal 17 Agustus. Iya. Pemeriksaannya bukan 17 Agustus. Jadi tidak ada korelasinya kecuali pemeriksaan di tanggal 17 Agustus. minta tunda. Itu pun juga belum pernah saya dengar dalam dalam pemeriksaan orang meminta tunda gara-gara 17 Agustus. Jadi kami melihat ini hanya upaya untuk menghindar apalagi juga salah satu Bang Egi kita tahu sendiri juga sudah di luar negeri gitu menyatakan bahkan tidak mau datang. Jadi ini kontradiksi di satu sisi saya yakin bahwa tidak bersalah tapi yakin ini penelitian di satu sisi menghindari pemeriksaan. Oke. Emang ya? Ya, ya, ya. Ini loh ya. Kalau kalian-kalian semua para pembenci, para pemburu ijazah Bapak Jokowi yakin dan benar ya, kenapa kok mangkir gitu loh ya. Haruskan ya harusnya kan tunjukkan ke pengadilan, ke Polda maksud saya ya. Lah ini malah mangkir. Aduh, aduh aduh. Dan itu ada lagi Egi Sujana malah lari ke luar negeri. Hah, ini loh kocak kocak. Gimana ini menurut kalian ya? Hah? Kok ngeles sana sini gimana ini? Hah? Kalau memiliki bukti yang jelas ya seharusnya kalian ini tunjukkan gitu loh ya. Bukan malah mangkir seperti ini dengan alasan yah mau 17an. Waduh. Waduh. Waduh, enggak masuk akal ini. Gimana ini menurut kalian? Ya, kita lanjutkan saja video berikutnya yang mendampingi pada saat beliau menyampaikan laporan di Polda Metro ee dan memang waktu itu yang kita sampaikan hanya perbuatan pidana. Kita tidak mau menunjuk orang. Kenapa? Karena kembali lagi dalam Undang-Undang IT itu sulit kita menentukan siapa orangnya karena ada apa e fake video ya ada juga ee peran yang mengucapkan yang menyebarkan sehingga karena sebegitu banyak kami juga tidak mau masuk terlalu jauh kami hanya menjelaskan ada 24 objek yang kita temukan dan isinya tidak hanya penghinaan tapi juga fitnah ya 24 objek itu berupa rekaman, rekaman-rekaman ya baik apa namanya video-video di YouTube dan segala macamnya kami serahkan. Lalu ee ditanya siapa terlapor menurut ini kita silakan dalam didik saja didalami karena kembali lagi kita tidak mau mendahului. Kedua, kita menghormati ases tidak bersalah karena kami juga tidak mau orang yang tidak bersalah harus di pertanggung jawabnya. Sebaliknya orang yang bersalah justru akhirnya dilepaskan karena itu kan itu bukan tujuan hukumlah intinya. Ee itu yang kami laporkan. Nah, lalu sering berjalan pun juga kami tidak mengetahui prosesnya. Dan terakhir ee ada 12 nama di BAP kemarin. Ada tuh 12 nama muncul. Waktu itu juga Pak Jowi dalam pemeriksaan di Solo dia bertanya, “Poko, Pak, sebanyak ini?” Oke. Oke. Ee dia bilang, “Pak, ini belum ditentukan tersangka ini penjelasan penyidik. Tapi paling tidak orang-orang ini akan kita dalami bisa lebih banyak bisa menjadi sedikit.” Karena kembali lagi untuk penam tersangka kan perlu ada gelar, alat buktinya harus lengkap, perlu ada gelar. Jadi, kalau SPDP memang tidak bisa menjadi acuan. Oke. Kemarin agak cukup lama pemeriksaan ketika di Polres Solo ya, Bang Rifa ya? Betul, cukup lama sebenarnya kalau pertanyaan tambahan hanya 10 ya pendalaman terkait siapa yang menguji ee skripsi beliau. Lalu tentang Pak Kasmjo ditanyakan kembali lalu ada terkait siapa si Dian. Dian yang PSI itu ya. Apakah kenal dari mana dia dapatkan ee ijazah kopi ijazah dan segala macam. Tapi yang buat lama itu kemarin kebetulan ee harus dikali kalau enggak salah 14 langkap dengan halaman 4 30 sekian. Jadi total Pak Jokowi harus tanda tangan sekitar 800 halaman. Di situ. Nah, kebetulan kan beliau sedang dalam masa pemulihan ya. Kulitnya ini sendiri kan boleh dibilang baru mengelupas. Jadi agak kaku untuk marah itu sempat kita perlu jedak-jeda dulu, dikasih dulu apa semacam vaselin seperti itu. Tapi alhamdulillah dari jam mulai jam 10. Sekitar 3 jam seteng selesai. Oke, berarti clear begitu ya. Ketika laporan Pak Jokowi tidak ada nama tertentu tapi ada pengembangan di sana. Nah, nah, nah, nah. Ini loh ya sudah ada 12 nama terduga pelaku. Ini bisa lebih banyak lagi. Wah, wah, wah. Ya, pantesan toh mereka-mereka para pemburu ijazah Bapak Jokowi itu ya ketakutan mangkir saat dipanggil. Ya, ya wajar sajalah mereka itu ketakutan ya. ya karena tidak memiliki bukti itu loh ya. Aduh cumanya ya cuma bisa menuju menuduh saja. Waduh waduh waduh gimana ini menurut kalian? Ya, kita lanjutkan saja video berikutnya. Ini nanyanya ada sesuatu penghinaan yang nongol, pencemaran nama baik. Hm. Itu yang jadi masalah ya. Yang tersinggung itu bukan Pak Jokowi aja. Relawan pun juga tersinggung. Orang yang kita hormatin kok presiden ini. Kok sudah bukan presiden lagi sekarang? Iya. Bagaimana pun menghormatin dong warga negara biasa aja. Benar. Tapi Anda tidak boleh memperlakukan seperti itu. Anda punya adat enggak di ketimuran? Adab saya seperti ini. Ah ini ini dan itu subjektivitas saya mengambil adab seperti apa. Anda tidak perlu mengajari saya enggak jelas. Ini virus ini. Anda virus dalam forum ini. Ini virus ini dia Anda virus juga enggak selesai urusannya. Anda yang memperpanjang masa lagi. Makanya pengadilan itu harus harus harus harus cepat. Saya minta Pak Polisi dipercepat jangan dilambat-lambatin. Saya minta polisi dipercepat. Saya menunggu ya kembalikan nama baik Pak Jokowi. Ini pencemaran nama baik ya. Catat itu Anda ya. Ya. Ya. Ini loh Ketua Umum Perjuangan Rakyat. Ini namanya penghinaan dan pencemaran nama baik. Ya kan? Tahu sendiri ucapan yang keluar dari mulut para pembenci itu hanya caci maki saja. Penyerang Bapak Jokowi ya. Ini tadi menurutnya seperti virus yah. Memang seperti virus orang-orang ini. Haduh. Aduh. Aduh. Gimana ini menurut kalian ya? Heran enggak sama Ahmad Kozinudin satu ini tadi ya. Coba satu kata buat Ahmad Kozinudin ini ya. Ya, pengacara Tompel itu loh ya. Tulis di kolom komentar dan kita lanjutkan saja video berikutnya. Bapak itu masih tampak kelihatan bekas-bekasnya. Tulisan ijazah masih nampak. ee chatnya apa legalisasinya masih nampak, logo UGM masih nampak, pas saya juga masih nampak. Jadi artinya ini adalah ijazah yang tidak direkayasa. Menariknya ijazah Jokowi yang dipost oleh Dian Sandi tadi kalau kita masukkan ela gambarnya adalah seperti ini. Pada slide berikutnya eh pada error level analisis yang ketiga separuh masih nampak ijazahnya Jokowi. Sebelah kirinya adalah sudah dalam bentuk ela buyar Pak gambarnya bubar itu fotokopi ya. Kita lihat ini buyeh dalam bahasa daerah buyeh itu kacau karena sudah nampak banyak sekali rekayasanya. Artinya ini sudah dilakukan proses editing. Apalagi kalau elanya full Bapak Elanya full. Mohon maaf nih saya sering mengatakan sudah nampak kayak maaf ini kotoran burung. Kotoran burung karena logonya sudah enggak kelihatan. Pas fotonya juga sudah nampak sekali berubah ya. Jadi sudah enggak nampak sisa-sisa di situ tadinya pas foto sisa-sisanya enggak ada ini loh ya. Masih ngeyel saja RRT ya. Rismon Roa ini di hadapan komisioner Komnas HAM Roy Suryo ini mengatakan bahwa ijazah Bapak Jokowi banyak sekali rekayasanya lah. Dan jika diteliti mirip kotoran burung katanya. Weh weh weh. Padahal ya Roy Suryo ini tetap ngeyel. Presentasi ke Kumnasham pakai fotokopi saja lah. Lah kocak. Gocak ini gimana ini menurut kalian ya? Hah? Kok masih ngeyel bener ini orang-orang ya? Kita lanjutkan saja video berikutnya. Ro mengembalikan inventaris senilai R00 juta. Berarti sebagian berarti ada inventaris yang kebawa atau sengaja dibawa. Sakit perut gua setiap gua nonton itu sakit perut mau muntah sayaat piak berita itu. Kalau memang hanya level pompa air atau matras datanglah Ki Hotman Paris saya bantu satu truk nih rolek gua kasih. Ya, ya. Ini loh ya. Hotman Paris ya. Minta Roy Suryo mengembalikan panci. Ya itulah Jejak Roy Surya ya. Makanya dia ini dendam banget kepada Bapak Jokowi ya kelihatannya ya Bang Hotman Paris ini yah dendam banget juga ini sama Roy Suryo tapi gimana ini Roy Suryo lihat ini enggak Roy Suryo ini kan ada Suryonya Bang Suryo itu kan matahari I Surya kan sinar kalau suryanya Bang terang Bang mataharinya kalau surya redup, Bang. Iya, makanya dia salah nama dia. Harusnya Surya. Kalau Surya mataharinya terang, Bang. Kalau Suryo redup, Bang. Gimana bisa bedain itu, Bang? Iya, karena ada huruf I itu tinggi, Bang. O bisa-bisa kita, Bang. Pengacara, Bang. Jadi redup dia ini kan, tapi kan jadi menteri itu dulunya itu gimana? Iya, makanya menterinya sebentar karena redup tadi, Bang. Yang angkat menteri siapa sih, Bang? Rosur itu Pak SBY kayaknya. Pak SBY. Oh, Pak. Zaman SBY atau Jokowi zaman SBY kayaknya. SB ya. Iya. Iya. Mungkin mungkin karena bagus kali dipikirnya jadi diangkat ya. Kayaknya waktu itu menjabatnya diangkat SB dipecat Jokowi kayaknya. Sakit hati. Iya sakit hati karena memang ada foto di mana Roy Suryo dengan Pak Jokowi ini lagi santai bareng begitu kan berdiri bareng kan. Roy lagi ngejilat Jokowi waktu itu waktu itu. Terus enggak diladenin jilat enggak diladeni kesal gitu. Sakit hati. Jadi faktor sakit hati tadi ya. Iya hati. Jadi, tapi pas dia jadi menteri terus kemudian dia punya barang-barang di apa rumah kementerian kan. Iya. Ada ini ada itu terus dibawa pulang semua itu sampai sekarang enggak balik memang Bang. Sudah abang tanya ke Iya. Sekarang gini Bang Menpora. Rumah dinas dia yang pegang kuncinya Bang. Heeh. Lalu pada saat ngebongkar-bongkar rumah dinas itu pasti dia tahu dong Bang. Iya. Mau ngebongkar hordeng barang sampai dua kontainer Bang. itu ngebongkarnya pasti 2 hari 2 malam atau 3 hari, Bang. Heeh. Gitu loh, Bang. Masa iya sih dia enggak tahu, Bang. Alasan dia lagi di luar negeri kan bohong banget, Bang. Iya. Jadi ini memang udah niat dia memang udah enggak benar, Bang. Iya, iya. I kalau kasarnya saya bilang itu menteri mantan maling kan lu lucu, Bang. Menteri mantan maling. Weh weh weh weh. Ini ada Bang Firdaus ya. sebut Roy Suryo ini salah nama makanya sial harusnya siapa itu, Bang? Aduh, aduh aduh. Ya, memang ini kelihatan jelas. Mereka-mereka para pemburu ijazah Bapak Jokowi kocar-kacir sendiri, ketar-ketir sendiri, ketakutan sendiri ya. Hah? Akhir-akhir ini memang Polda Metro Jaya panggil ya gerombolan RRT itu Roy Suryo, Rismond dan Tifa lah. Tapi mereka ini mangkir ya dengan alasan persiapan 17an. Weh, weh, weh. Mungkin ya mereka ini ya siap-siap mau lomba panjat pinang ya. Persiapan lomba makan kerupuk seperti itu kelihatannya ya. Pantesan toh ya. Sibuk benar ya. Sibuk benar. Aduh. Aduh, aduh. Gimana ini menurut kalian ya? Gimana coba kalau sudah seperti ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. Dan itu tadi sedikit informasi yang dapat saya sampaikan dalam video kali ini. Jangan lupa subscribe channel Sudut Pandang dan jangan lupa juga share video ini ke grup-grup WhatsApp atau yang lainnya itu ada kurang lebihnya saya mohon maaf ya. Sekian dari saya terima kasih. Yeah.

1. TIFA NGADU KE KOMNASHAM SEBUT PANGGILAN POLISI SAAT MAU LOMBA AGUSTUSAN, SANGAT TIDAK MANUSIAWI.
2. JANGAN DENGERIN TIFA. ITU NGELES AJA. POLDA HARUS TEGAS. MEREKA HARUS PANGGIL LAGI, KALAU GA DATANG PAKSA UNTUK DATANG
4. TIFA: ISU IJAZAH SELESAI. LAH.. KENAPA TIBA-TIBA BILANG SELESAI? TAKUT LANJUT PROSES HUKUM? PAKE MINTA TOLONG PRESIDEN LAGI
5. YA KALAU YAKIN BENAR, KOK MANGKIR? EGGI MALAH LARI KE LUAR NEGERI SEGALA
6. SUDAH ADA 12 NAMA TERDUGA PELAKU, BISA LEBIH BANYAK.
7. PENYERANG JOKOWI SEPERTI VIRUS
8. ROY SURYO TETEP NGEYEL PRESENTASI KE KOMNASHAM PAKAI FOTOCOPY
9. HOTMAN MINTA ROY SURYO BALIKIN PANCI
10. ROY SURYO SALAH NAMA MAKANYA SIAL