Rismon Ngejek Gelar Magister Andi Azwan: Begini Kalau MBA Online | Rakyat Bersuara
Yuk, katakan termol ya. Boleh saya katakan untuk kamu semua? Boleh. Keledung. Oke. Mba online. Oke. Oke. C makasih. Kita siapa? Mba ini sesungguhnya ajang untuk closing statement pernyataan. Tapi saya yakin bahwa ini mungkin akan sedikit lebih panjang karena ada beberapa yang belum berkesempatan untuk menyampaikan unek-uneknya. Saya mulai dari Bung Andi Azwan. Silakan. Terima kasih Bang Iman. Rismang kompang gengg kahwak maska bahasa Jepang. Bisa enggak Rismon bahasa Jepang nih udah di ngomong bahasa Jepang. Ayo aku nih. Sosok. Ayo jawab Mon bahasa Jepang. you the asik ya. Eh, tolong ditampilkan mau mau maksudnya apa nih? Onto ni enggak ngerti ditampilkan nontong sebentar ini topiknya sama enggak ini? Kalau kalau topiknya beda ganggu ganggu ini penting ini tadi mengatakan ijazah Jokowi bed sekarang kita bahas kalau kalau di YouTube ini strike strike. Iya enggak enggak enggak enggak enggak enggak keberatan kita keberatan kita, Mas. Mas kita keberatan kita ngapain ini? Ini enggak ada hubungannya ini. Saya ingin mengat ini enggak ada hubungannya ini. Kami keberatan. Kami keberatan ini tidak ada hubungannya. Kami keberatan ini tidak ada hubungan. Kami keberatan yang dikatakan asli dan palentar sebentar keberatan Anda harus terima keberatan di sini rakyat bersuara tidak ada yang boleh saya siapun menyampaikan sesuatu itu saya berikan saya sering dihujat di media sosial saya tidak apa-apa oleh karena itu temanya adalah rakyat bersuara siapun bisa bersuara nanti silakan dibantah silakan Ya, bagaimana dengan Roy? Nanti silakan dibantu. Kenapa Anda memberi panggung bagi orang untuk menghina seperti ini? Tolong ya. Ini punya Risbon. Ini adalah Yomagucino sogio soso original. Oke. Kenapa? Dari K sura ini aja warnanya kuning. Ini adalah putih ya. Coba lihat di sini ada Hirosikat Sato. Tidak ada. Kalau di original yang pakai bahasa Kanji itu ada tulisan principal atau presiden. Coba lihat Yamaguchiaku stem korega kongke Indonesia. Ya, saya terjemahin saya terjemahin ya. Dia punya ini puti ini yang dibilang ini dari puji. Yuji pasar pramuka ini yang asli ya. Artinya yang dibuat ini lanjut ini ya. Udah jawab jawab itu out of topic out of topic ini. Ini out of topic ini. Ini enggak bagus ini. Sama-sama di bagus ini ya. Ini buatan yang ini Rism. Oke ya. Tunggu dulu sebelum selesai. Oke. Oke. Nanti nanti nanti belang ya. Di kalau kalau ijazah Jepang yang pakai bahasa kanji itu tidak ada tulis. Memang lu lulusan Jepang ini yang ini yang menerangkan lulusan Yamul lulusan Jepang. Lulusan jeepang buka gakuso. Mon buka guso. Jusuh HP aku hp aku oke usuh HP. Oke. Oke. Ini yang menerangkan bukan orang Yamaguch. Enggak apaak. Jadi ini enggak bagus. Enggak bagus. Iya enggak apa nanti saya perod soal jangan kelewatan anda sudah ini ya sallallahu ala Muhammad sallallahu al palsu palsu oke silakan Sallallahu ala Muhammad kami sallallahu alaihi wasallam. Oke, terus Mas Aiman. Allahum saya dong saya balas ya. Ee ini sok-sok tahu ya. Saya beasiswa Monbuk Guso. Tahu tahu wakaru. Ya udah Monuk Kuso. Wakari mas iya. Syaratnya apa itu? Wakari lulus doktor dari mana? Syaratnya apa? Saya fakultas. Enggak, enggak. Saya tanya dulu. Loh, semuanya itu ada proses diutan besar ya itu melamar. Lu pernah search enggak? Buka jurnal jurnal saya tahu jurnal saya tahu. Paten saya tahu. Jurnal saya tahu. Punya jurnal syarat doktor apa? Jurnal itu cuma tingkat empat bukan yang pertama. Lu lulusan apa sih? Mba mba online lu oke oke oke baik. MBA online ngono MBA online ngono MBA online. Enggak pernah kuliman sudah hilang. Ini enggak bagus saya sebentar enggak saya mau tanya. Ini enggak bagus saya kira apa yang Anda mau Anda mau nyampaikan mau nyampaikan seluruh diaspora Jepang menanyakan saya ya dia memamerkan ijazahnya. Oke. Yamaha Guuch saya dapat juga sebentar saya minum dulu. Oke. Oke. Ini minum ini enggak bagus banget ini. Dari Yamagus bagus banget ini. Mengenai ijazahnya Rism. Oke, itu mereka tidak mengenal Ijaznya Risman di Yamagucci. Oke. Tidak mengenal. Mereka itu adalah diaspora diaspora Yamaguchci. Oke. Setahu saya Kamaguchci. Kamaguchci itu kredit. Oke. Ya, intinya bahwa diaspora tidak mengenal ijazah Bang Rismon. Oke, cukup sampai situ. Sekaligus closing statement juga Bang Rismon. Saya berikan kesempatan untuk menjawab itu. Silakan. Enggak. Ini MBA online ini sok apa ya? Profes kamu jangan bilang lu pernah kuliah enggak? Saya lulusan Paman dan Ustaz sama dia. Oh terus kenapa kamu yo sama kutir kulit aja palsu ijasannya. Hanya karena saya lupa berbahas lusan paman lusut sama Manila loh saya diaspora. Iya begini bentar ya. Mon bukagakuso scholarship. It’s me dan saya punya paten, saya punya jurnal. Dosen saya Hideto Simike. Lu mau bilang apa? Kamu tuh tidak ada di namanya di Scopus zaman CNA yang dari Jepang itu enggak ada berita-berita itu semua. Dan saya mendapatkan email dari Yamaguch Daigaku yang mengatakan ijazah itu tidak saya kenal. Itu hox itu jelas bilang kalau sudah mengirimkan itu baik. Anda tidak bisa menjawab. Eh, jadi apa yang bahasa Jepang aja Anda enggak ngerti apalagi Anda kul di sana, bahasa Inggris di sana. Sebentar, sebentar katakanlah 4 tahun pun bekerja di sana, sekolah di sana kalau belanja itu pakai bahasa Jepang. Oke. Jadi gini, diaspora di Jepang itu tidak mengakui bahwa ijazah Bang Rismon adalah lulusan dari Jepang. Seederhana itu mungkin ya. Okelah. Ee ini tapi itu pernyataan dari beberapa orang di Jepang. Jepang itu aja. Oke. Tapi kalau seandainya bukti ijazah dan lain sebagainya tidak ada. Maka saya pertanyakan ini dugaannya. Oke. Ini kan dugaannya saya melihat dari itu ya kan saya tanyakan. Iya dugaannya mana? Kalau tadi misalnya jasa Pak Joki disebutkan tadi kan kita lihat aja warnanya aja putih. Warna putih. Oke. Origin coba nanti sini. Oh, yang asli agak kuning. Kuning memang semuanya sertifikat semua sertifikat dari Jepang itu warnanya kuning ya. Dan juga kalau dibicarakan mengenai ya transkrip record ini kalau kita mau bongkar bongkar semua ya. Kita mau bongkar bongkar semua di sini misal prinsipalnya Kato Hirosi dia tanggal 1 April 2004 sedangkan dia itu adalah 2008. Oke. Marumoto Takuya itu ada princiipalnya, rektornya. I di situ apa yang disebutin di situ adalah ini hubungan dengan ijazah Jokowi topik malam hari ini apa ya? Enggak ada enggak ada. Oke. Baik silakan Bangis. Ee gimana ya? Saya mau ngomentari itu atau ijazah Jokowi? Ijazah Jokowi aja ya. Enggak apa-apa. Ini ini mau dikomentari silakan karena Anda menjawab ini apa ya? Ini sok-sok lulusan Jepang aja ini. Enggak usah Mas. Mon bukaaguso, Bro. Mon buka Gaguso scholarship. Iya, tapi enggak lulus. Loh, kok enggak lulus sih? Buktinya ada jurnal saya, paten saya buktinya ada. Enggak perlu buktinya ada. Hah? Anda enggak bisa membantah dengan tadi contoh dari ijazah yang syarat untuk menjadi doktor adalah paten. Biar kau tahu. Jangan bicara masalah itu. Simpel saja. Habis syarat jasa dokterah. Oke. Baik kita tutup sampai sini. Bung Rismon silakan. Ini kayaknya dendam banget sama gue ya. Ada yang ingin sampaikan lagi? Kalau enggak saya gesag ah. Ee oke tentang ijazah Jokowi ya. Jadi udahlah Pak Jokowi ngaku saja minta maaf skripsi Anda itu tidak pernah diuji. Tidak ada lembar pengesahan pengujinya. Transkrip nilai Anda juga tidak ada tanda tangan dekan, tidak ada tanda tangan pembantu dekan. Namanya juga tidak ada. Artinya apa? Lembar pengesahan eh transkrip nilai itu kosong melompong. Berarti Anda tidak lulus dari kesarjanaan UGM. Sekarang waktunya untuk mengaku ijazah yang Anda pakai itu untuk mencalonkan diri tahun 2014 dan 2019. mengaku sajalah daripada para termul ini menjadi gentayangan menyerang dan segala macam ya kan. Yuk katakan termul ya boleh saya katakan untuk kamu semua boleh keledung. Oke, MBA online. Oke. Oke, C. Makasih. Kita siapa online? Saya lebih tua dari kamu dan saya lulus tahun 96 MB. MB belum ada di sini. Pamantasan Nang Lunsot Manila. Oke. Baik, baik. Oke. Baik. Sekarang saya ke Gus Nur. Oke. Gus Nur ada banyak kemudian menyatakan bahwa enggak perlu lagilah bicara soal ijazah. Enggak penting toh Pak Jokowi juga sudah selesai. Baik dan seterusnya. Anda punya pendapat? Saya sekalian closing statement aja ya. Silakan. Kalau memang Pak Jokowi sudah tidak perlu lagi dipermasalahkan karena ijazahnya palsu, berarti lebih baik ditutup saja semua kurikulum tentang moral gitu ya. di pesantren, di sekolah, di universitas, apapun yang ada hubungannya moral, kejujuran, akhlak, iman ditutup semua berarti gak perlu. Berarti ini akan dicatat menjadi sejarah Mas Aiman. Bukan sekarang memang bukan masalahnya ngurus ijazah lagi, tapi ini moral akan tetap tercatat dalam sejarah peradaban bangsa Indonesia untuk anak kita, cucu kita, seterusnya. Jadi, gitu kurang lebihnya. Nah, jadi saya closing statement saya ringkas sesingkat-singkatnya. Intinya nanti saya mengerucut nanti. Penyidik di depan saya bilang gelar perkara dengan MUI. Ternyata tidak. Lalu tiga pasal penoda agama menebarkan berita bohong dan keonaran. Ternyata di tengah jalan disidang penodaan agamanya dihapus. Terus apa nanti Pak Alkatri yang tahu itu. Terus kemudian menebarkan berita kearannya di e berita bohongnya dihapus tinggal satu keonarannya itu yang dipakai. Jadi tiga pasal itu tinggal satu yang tersisa masa tapi tetap saja menjalani kurang lebih 4 tahun. Itu intinya. Nah, jadi saya lihat perdebatan tadi itu ya sudahlah saya menikmati saja tapi saya mengalami bahwa Babang Tri menuntut perdata di Pengadilan Jakarta Selatan kalau saya tidak salah di tengah proses tiba-tiba Mbah Bangetri ditangkap padahal proses sedang berjalan perdata itu. Maka dengan terpaksa para lawyernya mencabutlah gugatan itu. Karena gimana yang gugat ditangkap. Lalu giliran saya pidana. Nah, itu tadi di dalam pengadilan sudah kita sampaikan penyidiknya, empat JPU-nya, tiga hakimnya dan 35 saksi yang didatangkan tidak pernah satuun pernah melihat ijazah aslinya dan tidak pernah datang di pengadilan. Ini pidanaes gitu ya, Bapak, Ibu semua ada di sini. Oke, itu sudah lewat. Nah, sekarang closing statement sayaak ada hubungan dengan kita. Kalau saya Bapak, Ibu, terutama ini Mas yang saya hormati semua dan yang ada di sini singkat saja satu potong ayat saja. Famal mqartin yar ya mqaratin sarah. Hati-hati. Sejauh mata retina kita memandang, sebanyak tutur kata kita yang keluar, seapun tadi pola tingkah kita yang di sini tadi itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Jadi kalau memang yang Bapak-bapak bela ini Pak Jokowi itu benar, insyaallah selamatlah bapak-bapak ini, mulia hidupnya, mulia keluarganya. Tapi kalau yang dibela ternyata salah, ya itulah nanti konsekuensinya kepada anak cucu Anda semuanya. Gitu ya. Termasuk ini juga sama saya imbang kalau ternyata gencar menuduh ijazahnya Pak Jokowi ini palsu, palsu, palsu. Eh ternyata asli, maka beliau semua akan diazab sama Allah sama gitu kan. Jadi imbang di sini. Tapi makanya sebelum saya tutup ini, monggo. Demi apa ini semua? Kalau demi uang, demi komisaris, demi jabatan, kan kasihan anak cucu kita nanti ya. Ijazahnya asli, ijazahnya palsu. Sama sebenarnya sama-sama pendapat. Hanya bedanya kalau ijazahnya asli cenderung aman. Yang ijazahnya palsu cenderung gercep diprosesannya. Itu aja bedanya ya. Tapi kalau kalau boleh saya memilih karena saya dengan pengalaman batin saya, saya cenderung haakul yakin palsu. Kenapa? Karena ini yang bisa saya pertanggungjawabkan besok di hadapan Allah saya berani ini. Terkecuali Pak Jokowi membatalkan keyakinan saya itu nih Gus Nur yang asli. Nah, baru batal keyakinan saya. Saya cium tangannya, saya cium kakinya dan saya siap minta maaf. Nah, jadi mas-mas yang saya hormati, Mas ini dr. Rismun e Ris, Pak Ro Suryo, hati-hati apa namanya yang kalian kalau kalian mendukung Nabi Muhammad absolut selamat. Kalau kalian membela Al-Qur’an dilecehkan absolut selamat. Kalau kalian membela agama Allah absolut selamat. Lah ini yang kalian bela ini yang kalian ributkan pejabat. Pejabat itu 90% bohong otaknya. itu bilang mohon maaf Pak Gus Nur ya izin ee tadi bahasanya udah pembohong dan lain-lainnya. Pertanyaan saya begini simpel saja. Pak Sugi Nuri ini sudah pernah berapa kali dihukum? Dua kali. Dua kali. Kalau dalam konteks hukum itu namanya residipis. Jadi saya lebih percaya tunggu dulu saya lebih percaya orang yang dulu, Tung. Beliau berbicara daripada orang lain. Anda orang yang saya percayai adalah orang yang tidak pernah bermasalah dengan hukum orang yang tidak berhadapan dengan hukum. Plaoni. Oke, ketika ada sesuatu yang tidak benar, kita suarakan. Ya, bagaimana si mau terangin dia sedungu ini? Ini manusia pecundang yang sangat merugikan bangsa kita. Ini saatnya jadi member eksklusif di channel YouTube official ID. Tantang lagi para dama sumpah jatalah Quran. Dia pengin masuk TV konten-konten premium yang tidak tayang di TV live interaction. Halo pemirsa ius ini baru emoji dan bat spesial reakses konten pilihan. Klik YouTube official INWS join member hanya Rp10.000 per bulan. Yeah.
Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan langkah politik besar dengan memberikan abolisi kepada Thomas “Tom” Lembong, serta amnesti untuk Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan beberapa tahanan lainnya, termasuk Gus Nur.
Langkah ini memunculkan pertanyaan, apakah Roy Suryo dan kawan-kawan yang kini tengah tersandung kasus juga akan mendapat abolisi atau amnesti serupa dari Presiden Prabowo?
Narasumber :
1. Roy Suryo-Pakar Telematika/ Terlapor
2. Sugi Nur Raharja-Eks Terpidana Ujaran Kebencian
3. Rismon Sianipar-Ahli Digital Forensik/ Terlapor
4. Ade Darmawan-Sekjen Peradi Bersatu
5. Pitra Romadoni-Presiden Petisi Ahli
6. Andi Azwan-Waketum Jokowi Mania
7. Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi-Penasihat Ahli Kapolri
8. Tri Kurnia Royani- Pengacara Roy Suryo CS/ terlapor
Yuk Subscribe https://www.youtube.com/c/OfficialiNews
Selengkapnya baca di: https://inews.id/news
Follow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7scI1LdQekZvLynv1H
Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@officialinews
Follow our Official Twitter https://twitter.com/officialinews_
Like our Official Facebook https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/officialiNews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
#iNews