ATUN & MOMON BERUBAH MENJADI MONSTER DEER EXE DIMALAM HARI !! Feat @sapipurba Minecraft
Em kayaknya eh Tun Tun kamu yakin bener enggak sih ini? Kok dari tadi aku rasa kita muter-muter terus? Harusnya sih ini bener ya, Mon ya. Harusnya. Eh, Tun, kamu enggak pakai GPS. GPS. Oh, GPS loh. Oke oke. E, pengen sih, Mon. Cuma kuotaku habis. Isiin dong. Nah. Eh, ya ampun ngemeng kek kita jadi tersesat. Mana udah sore lagi. Eh, Ais. Marah-marah dia. Aduh, di mana ini jalannya ya? Kalau aku tadi kita ke sini kan rencananya mau cari jalan pintas ke rumah. Kok jalan sampai ke hutan sih? Aduh, pusing banget aku mah jalannya, Teman-teman. Hah? Eh, Tun, Tun, Tun, Tun. Sini, Tun. Hah? Kenapa? Kenapa? Sini, sini. Hah? Kenapa? Kenapa sih kamu? Nak mau apa? Ada goa loh di sini. Wah, ada goa, Teman-teman. Apa kita bermalam aja ya di sini? Emm, iya juga sih. Soalnya kalau kita sekarang kita pulang ketemu malam, ketemu banyak monster. Pusing juga ya, Mon ya. Mending di sini deh. Ya udahlah, ayo ayo ayo masuk kita, Mon. Oke, ayo ayo ayo. Loh, kok terang di sini, Mon? Ada barel lagi. What? Eh, coba kita lihat. Ih. Wei, Mon, Mon, Mon. Sini, sirah sini, Mon. Ada orang di sana, Mon. Ih. Oh, iya loh. Oh, lagi ngapain mereka, ya? Eh, Tun, Tun. Itu ada anak kecil di sana. Mereka lagi ngapain, ya? Nah, itu aku juga gak tahu, Mon. Tapi kalau aku lihat-lihat, Mon, ya, dari apa yang ada di lantai sama gerakan mereka sama baju mereka. Sepertinya mereka itu sedang melakukan ritual yang terlarang, Mon. Wah, wah, wah, wah, wah. Gawak nih, Mon. Di sana ada anak kecil lagi. Kayaknya kita harus nolong dia deh, Mun. E, Mun, M, Mon. Kamu kan kalau gak salah HP kamu masih ada kuota kan? Bener enggak sih? Lah, kamu kira kayak kamu. Ye, ya ampun. Udah, udah, udah, udah. Kamu sekarang pergi telepon polisi, Gi. Langsung kasih tahu alokasi kita ya. Stand location kepada mereka ya, Mon ya. Di luar aja, di luar, di luar. Oke, oke, oke, oke. Sip, sip, sip. Ini perbuatan yang sangat mengerikan teman-teman ya. Mereka melakukan ritual di sama anak-anak nih. Wah, keterlaluan. Aduh, si Momon di mana sih? Lama banget ini. Mereka dari tadi lekon ritual nih sama anak-anak itu loh. Jangan-jangan dia ini kali ya, dia lagi pupup kali ya. Ah, ya udahlah aku coba panggil dia lah. Hai. Eh, loh. Aduh, aku di mana ini? E, aduh. Hah? Loh. L l kok di sini banyak banget orang yang sedang ritual? E. Eh, dan kenapa kenapa malah sekarang e aku yang ada di dalam sini? Eh, ini ini momon? Eh, apa yang mau mereka lakukan pada kita? Ah. Wahai Raja Siaton, kami mempersembahkan anak-anak ini kepadamu. Jadilah sesuai dengan yang kamu mau. Sinak apabila cim. [Musik] Aduh, badanku panas sekali. Apa yang terjadi? Dan kepalaku sangat sakit. [Musik] Wah. What? Loh lo lh eh kok aku bisa di sini? Bukannya aku e di di ditangkap di dalam kerangkeng terus ada ritual-ritual. Lu kok bisa tiba-tiba di sini sih? Ih, aneh banget. Loh, L l l ini mimpi atau gimana sih? Hah? Coba coba coba coba coba kita lihat keluar. Coba kita lihat keluar atau kita cari momun, Guys. Cari momen, Guys. Mon. Eh, T. Iya, ya. Iya. Kak Kakak kamu kamu ee enggak merasa aneh atau gimana, Mon? Iya, iya aku merasa aneh. Bukannya kemarin itu kita di gua terus pas aku telepon aku dipukul dari belakang. Nah, nah, nah. Itu, Mon. Terus, terus, terus. Iya kan? Dan aku ingat kalau ada ritual aneh sih. Y, bener sama Mon. Tapi tiba-tiba waktu aku kebakar dan kepalaku sakit, tiba-tiba aku di sini, Mon. Kamu juga? Ohoh. Ah, mungkin mimpi kita bareng kali. Ya ampun, Swek bener bisa mimpi bareng sama Momon. Eh, sudahlah, gak apa-ap lah. Ah, udahlah, udahlah, gak apa-apa. Gak apa-apa. Aduh, tiba-tiba aku jadi lapar, Mon. Kita ke desa yuk, cari sarapan, yuk. Ayolah, yuklah. Ayo. Ao. Let’s go. Let’s go, let’s go. Hai. Eh, kok di sana ramai banget, Mon? Di desa kenapa ya? Iya, ya. Coba, coba kita lihat, Guys. Ternakku meninggi semua. Ini perbuatan siapa? Iya nih, perbuatan ini sungguh sangat kejam. Kita harus menangkap pelakunya. Tenang-tenang semua warga, dengarkan omongan aku. Ini semua bukanlah perbuatan manusia, melainkan monster. Hah? Monster? Di desa ini mana ada monster. Ada. Dan aku melihatnya sendiri saat dia memakan ternak-ternak ini. Dan aku masih ingat bentuk monsternya. Akan aku gambarkan buat kalian. Eh, Mon, Mon, Mon, katanya ada monster di desa kita, Mon. Iya, nih. Wah, malam ini mending kita jangan keluar dulu Tatun. Iya sih seram juga ya, Mon. Ya, ini dia monsternya. Aku kemarin melihat dengan mata kepala sendiri dan semua warga. Kita harus bersatu untuk menangkap monster kejam ini. Iya, betul sekali. Dia sudah membawa keresahan bagi warga. Kita mesti menangkap dia. Setuju? Setuju. Iya, setuju. Waduh, Mon. Itu monster dear ya, yang biasa kita lihat di hutan-hutan, Mon. Dan dengar-dengar ini monster bahaya sekali, Mon. Iya nih. Seram ya, Tun. Eh, Tun, Tun, Tun. Kita pulang aja yuk. Aku kayaknya kurang enak badan nih. Eh, sama sih, Mon. Gak tahu kenapa ya hari ini kok kayak kayak kayak mau demam-demam gitu ya? Kamu juga gitu ya? Iya, iya. Oh, ya udahlah. Y y kita pulang duluah. Mona baru sampai sini sudah ada kasus begitu ya. Ya udah, let’s go kita istirahat, Teman-teman. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Aduh, kenapa badanku kok panas banget sih? Badanku panas banget. Loh, L l loh, apa yang terjadi dengan aku? Kenapa? Kenapa aku berubah menjadi monster de? Loh, L, ini salah ini. Apa yang terjadi ini? Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Kita keluar dulu, Guys. Kita keluar dulu. Heh, tunggu. Di bawah ada muka kita. Wuntit. Dan kata mereka, mereka melihat monster diri itu kill itu ayam-ayamnya. Apa jangan-jangan aku yang kill? Kayaknya aku berubah jadi monster. Waduh. Ini bahaya sekali, Teman-teman. Kalau sampai ketahuan aku bisa ditangkap sama mereka. Wah, gak bisa gak bisa gak bisa. Hah? Kita kita mesti kabur, Teman-teman. Kita mesti kabur. Ya udah, kita langsung dari sini aja, deh. Apa yang terjadi? No. Oh, kita ke mana ya? Oh, kita ke belakang hutan aja deh. Let’s go. Let’s go. Let’s go, let’s go, let’s go. Ke belakang hutan, ke belakang hutan. Kita harus kabur. Kita harus kabur. Apa yang terjadi? Ini gak benar ini. Kenapa gua bisa berubah jadi ini sih? Aduh, duh. Loh, ah. Aduh, ada monster. Eh, eh, eh, eh, eh, eh. Loh, loh, tunggu dulu Momon. Eh, ini suara Atun. Eh, kau Atun. Ya ampun, Mon. Kamu juga berubah jadi monster dear, Mon. Iya, aku tiba-tiba meriang terus berubah jadi ini. Ya ampun, terus kamu kenapa ke belakang sini? Aku larah, takut ditangkap warga. Rupanya aku yang jahat. Oh, kamu juga kirain kamu yang jahat, Mon. Sama sih, Mon. Tadi aku juga keluar gara-gara itu, ternyata kita berdua. Tunggu, tunggu, tunggu. Kita berdua berubah menjadi monster dear. Wah, jangan bilang ini semua ada hubungannya sama ritual itu, Mon. Ya, feeling aku sih kayak gitu ya. Semenjak ritual yang aneh-aneh mimpi itu, kita jadi aneh tuh. Iya sih, Mon. Dan rasa yang aku rasakan yang panas itu sama seperti yang seperti di mimpi itu, Mon. Iya, enggak sih? Iya, benar sekali. Berarti ini semua kenyataan, Mon. Kejadian nyata ya kita di sana. Waduh, berarti itu bukan mimpi, Mon. Benar, ada orang jahat yang membawa kita pulang supaya kita membuat kekacauan. Waduh, waduh, waduh. Terus, terus, terus, Mon, Monunon, jangan-jangan kita yang bunuh itu, itu ayam-ayamnya, Mon. Udah pastilah, Tun. Orang aku bangun pagi tiba-tiba udah kenyang. Oh, oh. Oh no, oh. Oke, oke. Oke. Ayo. Ao. Let’s go, let’s go, let’s go. Mon. E, kita, kita, kita boleh balik dulu nih. Dan udah malam punya pula lagi, Mon. Gini aja deh, Mon. Kalau enggak kita pergi kembali ke hutan itu yuk. Kita harus cari itu gua lagi, Mon. Iya nih, kayaknya itu ide yang bagus. Ayolah, ayo. Ayo. Ao. Let’s go, Mon. Oke. Waduh, ini udah masuk dalam banget, Mon. Kamu nemu enggak? Enggak ada. Iya, lu enggak ada. Lu mau hutan semua ini, Mah. Aduh, pusing banget ini. Aduh, gimana ya? Memang sih kemarin kayak kodoknya enak tuh. Ya ampun, kamu jangan aneh-aneh. Udah, sini. Eh, sini. Udah, udah, jangan aneh-aneh. Eh, kita ini bukan binatang. Kita meskipun jadi monster, tapi kita masih sadar, Mon. Kita harus bisa mengontrol diri. Ya udahlah, Mon. Kayaknya aku juga udah udah ngantuk kayaknya kita kemarin juga dapatnya ke sana juga kayak ngasal gitu ya, Mon ya. Kita tidur dulu deh, besok pagi kita lanjut ya, Mon ya. Oke. Iya, iya, iya. Ayolah. Aku juga ngantuk. Ayo, ayo kita tidur dulu ya, guys ya. Let’s go. Tun bangun, Tun. Tun. Oh, udah pagi. Oh, udah pagi ya. Eh, Mon. Kok kamu berubah jadi manusia lagi sekarang? Betul, Tun. Lihat badan kita sudah kembali utuh menjadi manusia. Eh, tunggu dulu, Mon. Jangan-jangan setiap pagi kita jadi orang. Kalau malam kita berubah jadi monster, Mon. Sepertinya sih begitu ya. Oh, iya iya iya iya iya. Oke, karena kita jadi manusia, Mon, artinya adalah kita bisa pulang ke desa, Mon. Ayo, let’s go, let’s go, let’s go. Kalau dari sini aku ingat, Mon. Let’s go, let’s go. Kita pulang dulu, Mon. Serius kau ingat? Iya, pulang aja. Let’s go. Ayo, ayo, ayo, Mon. Nah, kan nyampe kan. Aku udah bilang aku tahu tempat ini. He. Oke. Eh. Loh, loh, L. Kamu dengar itu gak, Mon? Iya, ada orang bilang tidak. Kenapa, ya? Coba, coba, coba kita lihat, kita lihat. H di sana, Mon. Di sana, Mon. Let’s go, let’s go, let’s go. Wah, ada kasus apa lagi kali ini? Tidak, semua ternaku sudah meninggoi. Habis sudah hartaku. Aku bangkrut. Loh, loh, loh, loh, loh. Kok bisa kembali kejadian lagi kayak ginian? Kan aku sama Momon sudah di luar. Eh, tunggu dulu. Si Momon bangun duluan ya. Apa jangan-jangan? Eh, Mon. Kau ngomong jujur ya, Mon ya? Kamu yang lakuin ini Mon. Kagak enak aja. Itu kan sapi. Mana mungkin aku kill sapi. Oh, oh, oh, oh. Iya juga sih. Meskipun kita berubah jadi monster seperti kemarin, tapi kita sadar sepenuhnya ya, Mona. Iya, enggak sih? Iya, benar. Berarti enggak mungkin kita yang melakukan ini. Ada orang lain yang melakukannya, Teman-teman. Iya, nih, Tun. Pasti pelakunya orang lain selain kita. Hmm, betul, betul, betul. Halo, wargaku yang tercinta. Dengarkan aku si Sukiman, calon kepala desa di kota ini. Kalian semua jangan menangis. Mulai hari ini kita harus ronda malam agar monster ini tidak bisa mengganggu kita lagi. Kita semua harus bersatu. Apakah semuanya setuju? Aku setuju. Yes, aku juga setuju. Kita tangkap dan bakar itu monster. Baiklah, hal ini juga kita akan laksanakan. Waduh, waduh, waduh. Mon ini gawat ini, Mon. Eh, meskipun memang kita ggak bersalah ya, tapi kalau kita berubah ditangkap sama mereka, sama aja kita jadi pelaku bisa jadi gorengan kita. Mun iya nih Tun. Jadi gimana? Aduh, aku takut nih. Gini aja deh, Mon. Aku berpikir ya gimana kalau kita kita ngomong aja deh yang sebenarnya sama profesor. Mana tahu profesor bisa bantu kita kan, Mon? Ngaku kalau kita monster, Tun. Iya, Mon. Kita ngaku aja kan selama ini profesor juga tahu kalau kita tuh mengalami banyak hal dan enggak mungkin kita lakuin. Mon aku pikir cuma ini satu-satunya jalan. Oke ya. Ya wislah ayolah Tun. Oke oke. Ayo. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Apa? Ternyata monster itu kalian. Iya betul Prof. Tapi e kita harus ngomong dulu nih. Bukan kita yang kill itu ternak-ternak mereka. Kita itu meskipun berubah kita masih sadar. Iya kan, Monkan? Iya. Iya benar. Oh, gitu. Jadi sekarang kalian mau gimana? Waktu bentar lagi akan malam loh. Dan mereka sedang mencari monster itu. Nah, itu masalahnya, Prof. Nah, sekarang aku pengen nanya nih, Prof. Kira-kira kamu bisa enggak bikin obat ini supaya kita bisa sembuh? Mana tahu kan? Iya, Prof. Tolong dong. Aku enggak mau ditangkap sama warga. Hm. Hm. Baiklah kalau begitu aku butuh ambil sampel darah kalian ya. Dan aku cuma bisa bantu, tapi aku enggak tahu bisa berhasil atau tidak. Apa kalian oke dengan begitu? Iya iya iya Prof. Kita aman-aman aja Prof. Ayo let’s go Prof. Prof. Prof. Prof gimana nih? Udah sore banget ini. Bentar lagi mau malam. Waduh. Maaf Tun. Aku sudah mencoba 50 kali dan masih gagal Tun. Aduh, sepertinya kalian balik dulu aja deh. Kalau berhasil, aku gak kabarin kalian, ya. Wah, enggaklah, Prof. Aku tetap di sini aja. Monon, Mon, Mon. Kamu yang balik deh, Mon. Daripada berdua kita ditangkap di sini, lebih aneh lagi. Kamu pulang, ya. Ingat, tutup kunci pintu, Ma. Jangan kalau oke oke. Semoga berhasil ya, Prof. Oke, oke, oke, oke, oke. Ayo, Prof. Kita lanjut. Kita harus dapat nih obatnya ya. Oke. Atun. Y ya. Kenapa, Prof? Atun, atun, atun. Aku akhirnya berhasil. Oh, ya beneran, Prof. Mana mana obatnya? Aku harus coba sekarang juga karena waktunya ini udah Oh no, ini udah mepet sekali nih, Do. Ini Prof. Oke, oke, oke. Kamu tinggal ambil obat itu ada di chest belakang aku ya. chest belakang. Oh, ini coba kita lihat. Oh, obak monster dear. Oke, kita ambil dua sekarang. Aku akan coba dulu. Kalau aku tidak berubah di malam hari ini, artinya obat ini bisa berguna. Coba. Oke. Woh, beneran tidak berubah. Berarti artinya adalah kamu berhasil, Bro. Asik, asik, asik, asik. Emm iya sih tak tak tapi tapi apalagi, Prof? Ini kan kabar baik. Em jadi gini ya Tunia. Sekali lagi aku minta maaf karena obat ini hanya menyembuhkan sementara saja yaitu cuman sehari. Kalau kamu tidak meminumnya besok maka kalian akan kembali menjadi monster lagi. Dan kabar buruknya adalah aku kehabisan resource. Yaitu enggak ada bahan lagi, Tun. Hah? Waduh, gawat dong. Tapi ya sudahlah Prof. Namanya kita juga udah berusaha ya. Gimanap pun juga ini sudah sangat membantu, Prof. Oke, sekarang aku kasih ke Momo ya Prof ya. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Si Momo pasti udah berubah nih. Kita harus kasih ke dia secepatnya supaya dia tidak berubah, Guys. Oke, oke, oke. Ayo, let’s go, let’s go. Dengan obat ini, minimal si Momon hari ini tidak akan berubah, Teman-teman. Soalnya mereka mau ronda malam. Oke. Di mana? Di mana? Di mana? Di mana? Di mana? Loh, Mon. Mon, Mon. Ya ampun. Kok Momun gak ada sih? Hei, di mana dia? Kita berhasil. Suara apa itu? Berhasil. Apaan? Loh. L. Coba kita cek. Heh, apa-apaan itu? Coba kita lihat. Kita lihat. Loh. E, e, I. Itu kan si Momon. Loh. L l loh. di dia. Dia kenapa bisa ketangkap? Dan kalau lihat dari kejadian begini, dia itu mau dibakar hidup-hidup. Oh no. Oh no, oh no. Gak bisa, gak bisa. Kita harus cepat nolong dia sekarang juga, Teman-teman. Waduh, waduh. Bahaya ini. Kita musnahkan iblis ini. Dia sangat meresakkan kita. Musnahkan. Tunggu. Tunggu semuanya jangan melakukan hal itu. Jangan gegabah. Ini semuanya adalah salah paham. Si Momo tidak mungkin melakukan hal itu. Percayalah kepadaku. Percayalah. Hei, Tun. Kamu jangan mengacau, ya. Enggak, enggak. Aku tidak mengacau. Tapi memang betul ini semua kejadiannya adalah orang lain melakukan. Percayalah kepada kita berdua. Beneran apaan? Jelas-jelas di sini momen berubah menjadi monster dan monster yang aku lihat juga mirip seperti itu. Ada pembelaan apa lagi? Hah? Kita harus memusnahkan monster jahat ini dan eksekusi dilakukan besok sore. Ya. Ya. Musnahkan si jahat. Waduh. Waduh. Gimana ini? Aduh, pusing aku. Atun, tolong aku. Aku enggak melakukan kejahatan. Tolong. Iya, iya iya, Mon. Kamu tenang. Waduh, sekarang aku harus bagaimana ini? Kalau aku kasih obat ini sekarang juga percuma, Teman-teman. Karena kita harus nangkap pelaku yang sebenarnya. Tunggu, tunggu, tunggu. Pasti ada celah di sini. Dan Oh, iya, tadi kan aku suruh si Momon itu kunci pintu, kan. Loh, loh, loh, loh. Dia enggak mungkin keluar kali. Dengan begitu ada yang aneh di sini. Aku harus tahu nih gimana cara mereka bisa menangkap si Momon. Ee ee Mbak, Mbak, Mbak, aku mau nanya dong, Mbak. Itu si itu mereka itu warga gimana sih bisa nangkap si Momon? Oh, itu karena Pak Sukiman yang bilang kalau monster itu adalah si Momon. Jadi, kita semua kepung dan masuk rumahnya. Dan ternyata benar. Hah, Pak Sukiman yang bilang. Kok dia bisa tahu? Wah, wah, wah. Aku merasakan ada sesuatu yang aneh di sini, Teman-teman. Ya, baiklah, aku akan pulang dulu untuk memikirkan hal ini. Mon, Mon, Mon, kamu sabar dulu, ya, Mon, ya. Aku pasti menemukan cara untuk menolong kamu, Mon. Iya, iya, Tun. Please, kamu harus tolong aku ya. Oke, iya iya iya. Oke, oke, oke. Mon. Oke, oke, kita pulang dulu, Teman-teman. Aku yakin pasti ada celah di sini, Teman-teman, ya. Aduh, teman-teman aku sama sekali tidak menemukan cara untuk menolong si Momon ya, Teman-teman, ya. Waduh, aku gak ada ada clue sama sekali. Meskipun kita tahu pasukima itu memang mencurigakan, tapi gimana caranya kita tahu kalau dia itu ada aneh-anehnya, Teman-teman. Aduh, gimana ya keadaan si Momon sekarang ya? Nah, coba kita lihat pakai teropong, Guys. Hai, itu dia si Momon. Kasihan banget dia, Teman-teman. Eh, tunggu dulu. Kok ada Pak Sukiman di sana sendirian? Loh, L l kenapa dia ketawanya begitu? Kamu ke mana ini? Heh, dia mau ke mana, Guys? Sepertinya ada yang aneh, Teman-teman. Kita harus kejar dia sekarang juga. Let’s go. Oh, Guys. Guys, Guys. Kalian lihat, Guys. Ini jalan udah kayaknya udah pernah kita lewati. Tung dia lihat kanan kiri. Dia lagi lihat kanan kiri, Teman-teman. Oke. Oke. Kita harus hati-hati. Dan di sini sudah pernah kita lewati, Teman-teman. Ya, kayaknya aku lumayan familiar sama tempat ini, Teman-teman. Hah, betul sekali. Aduh, duung dia kili apa? Eh, mundur mundur mundur. Oke. Oke. Kalian lihat, Guys. Mencurigakan banget kan? Mencurigakan banget ini si Sukiman ini. Keterlaluan. Oke, kita coba coba ikuti, ikuti ikuti dan kita akan lihat. Betul sekali dia ngomong sama itu Kultis ya, Teman-teman ya. Selamat kembali pemimpin. Gimana dengan keadaan di sana? Keterlaluan. Ternyata dia adalah pemimpin kultis. Oh no. semuanya berjalan dengan lancar. Mulai hari ini kita tidak perlu takut untuk membunuh ternak warga desa karena mereka lebih percaya kepada monster yang mereka lihat yaitu Momon dan Atun. Selamat pemimpin. Berarti setelah Momon dieksekusi besok gantian si Atun yang akan ketahuan. Betul sekali. Oh, keterlaluan. Ternyata dari awal dia sudah mengincar aku sama si Momon. Ya, pantes aja kemarin waktu kita itu kepanasan di sini tiba-tiba bisa berpindah ke rumah karena memang dia sudah mengenal kita dari awal, Guys. Baiklah, bagaimana dengan obat penawarnya? Apakah sudah jadi? Sudah, pemimpin. Semua ada di dalam chest di sana. Bagus. Selama kita punya obat penawar ini, kita gak akan takut ketahuan. Ternyata mereka juga punya penawarnya. Enggak bisa, Teman-teman. Ya, kita harus rebut penawarnya sekarang juga. Untung aku udah menyediakan sesuatu, Guys. Lihat. Oke, ada baju sama ini ya, Teman-teman, ya. Lumayan ya bisa kita pakai untuk melawan mereka, Guys. Hei, penjahat bagus ya. Ternyata selama ini kamu pelakunya ya. Hei, Pak Sukiman. Loh, Atun. Eh, aku lengah. Gak nyangka kalau aku diikuti dari tadi. Cepat serahkan penawarnya sekarang juga. Kalau enggak aku bisa main kasar nih sama kamu, ya. Kamu kira segampang itu. Ni, rasakan. Ya ampun. Ah, dia keluarkan anak buah ini yang kecil-kecil ini. Aduh. Du du du du. Untung aku pakai pedang, Teman-teman, ya. Aduh. Uh. Uh. Oke, kita akan meningo. Oke, mending goy pakai critical. Oke, sip sip sip sip sip. Aku sudah menang ini. Silakan kamu menikmati daging itu. Ah, kalau kayak gitu terpaksa. Kau tidak memberikan aku pilihan lain selain ini. Ya ampun, dia ternyata adalah monster diri yang memakan semua ternak-terna itu. Pergi kau pergi ka terlalu lu. Aduh. Du du du. Aku dipukul sama dia. Wih, ternyata jago juga dia, Guys. Aduh. Duuh. Oh, gak kena nih, Guys. Oh, rasakan, rasakan, rasakan kamu, rasakan kamu. Waran. Ah, ah, mau ngapain lagi kamu? Hah, mau ngapain lagi kamu? Sini, menyerlah. Ikut aku sekarang juga. Tunggu, tunggu, kita jelaskan. [Musik] Nah, semua warga maafkan aku. Aku harus panggil kalian di waktu malam-malam begini untuk memperlihatkan ini dia. Kok bisa ada dua monster deer? Iya nih, kok bisa ada dua? Yap, betul sekali. Jadi kenapa bisa ada dua? Karena yang satunya itu yang jahat yaitu yang mata merah. Sedangkan di belakang si momot itu baik. Dia sama sekali tidak pernah melakukan kejahatan. Apa? Ternyata si mata merah ini. Siapa mata merah ini? Katakan sekarang juga. Oke, sekarang aku kasih tahu kalian siapa dibalik dari si monster marah merah, yaitu si Bapak Sukiman. Jadi, Momon ini hanyalah korban yang sudah dikambing hitamkan sama si Bapak Sukiman yang di belakang kita ini, Guys. Ah, cepat lepaskan aku sekarang juga. Kalau enggak, aku akan makan kalian. Keterlaluan. Selama ini ternyata kamu pelakunya. Kembalikan ternak kami. Tenang, tenang semua warga tenang. Karena Pak Sukiman ini sudah tertangkap dan kita sudah menyerahkan kepada pihak polisi untuk memberikan hukuman penjara seumur hidup. Asik, rasakan. Oke. Dan yang terakhir ini, Mon. Aku sudah mengambil penawar untuk kamu, Mon. Nih, nih, nih, ni, nih. Dulu aku dari sini. Ah, ya ampun. Baiklah, baiklah, baiklah. Ah, nah ini, Mon. Silakan. Akan ku minum sekarang juga, ya. W. Oke, oke, oke, oke, oke. Woh, wah, Moon, kamu udah kembali menjadi semula lagi. Yey. Ah, keterlaluan. Rencanaku. Gagal. Tidak. Enggak bisa ya. Karena kita berdua adalah bocil pahlawan. Oke deh, Teman-teman. Karena ini monster-monster sudah kita tangkap, jadi kita juga sudahi video kita pada hari ini, Guys. Kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Dan aku berterima kasih untuk Teman-teman yang sudah menonton dari awal sampai akhir. Terima kasih, Teman-teman. Bye- bye.
ATUN & MOMON BERUBAH MENJADI MONSTER DEER EXE DIMALAM HARI !! Feat @sapipurba Minecraft
Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg
#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia
IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X