🔴KAGET!! Pelatih Mali U17 NGOMONG GINI Usai Timnas U17 Tahan Imbang Tajikistan 2-2 Piala Kemerdekaan
Oh, ini dia kesempatan pemirsa sundulan didapatkan. Itu dia syuting dan sekarang syuting masih ada. Oh. [Musik] Begini pernyataan pelatih Mali U-17 yaitu Adama di Vladio yang mengaku terkejut dengan permainan timnas Indonesia U-17 usai pertandingan timnas Indonesia U-17 versus Tajikistan U-17 di turnamen Piala Kemerdekaan U-17 tahun 2025 dalam laga yang berlangsung sengit antara Timnas Indonesia U-17 melawan Tajikistan U-17 skor akhir memang berakhir imbang 2-2. Namun perhatian publik justru tertuju pada komentar mengejutkan yang datang dari pelatih Mali U17, Adama di Vladio. Pelatih Mali U-17 yaitu Adama di Vladio yang hadir di stadion mengaku kagum dengan permainan luar biasa yang ditunjukkan para pemain muda Garuda Asia. Saya benar-benar terkejut dengan kualitas permainan Timnas Indonesia U-17. Walaupun hanya meraih hasil imbang, mereka bermain dengan intensitas dan strategi yang sangat matang. Bagi saya secara kualitas mereka bahkan lebih unggul dibandingkan Tajikistan U-17. Salah satu hal yang paling menyita perhatian sang pelatih adalah kekokohan lini pertahanan Indonesia. Hal pertama yang membuat pelatih Mali U-17 terkesan adalah penampilan kokoh trio bek timnas Indonesia U-17, Matthew Baker, Putu Panji, dan Fabio Aska Iraw. Menurutnya, ketiganya tidak hanya solid dalam menjaga lini belakang, tetapi juga berani melakukan intersep berisiko untuk memutus serangan lawan. Saya melihat bagaimana mereka menutup ruang, membaca arah bola, bahkan melakukan tekel-tekel bersih yang menyelamatkan tim dari kebobolan. Untuk pemain muda ini adalah kualitas yang luar biasa. Mereka bermain seperti bek berpengalaman. Dia bahkan menambahkan bahwa beberapa momen penyelamatan yang dilakukan ketiga bek tersebut bisa masuk kategori world class defending untuk level U17. Selain teknik dan taktik, pelatih Mali U-17 juga memuji mental para pemain Garuda Muda. Menurutnya, Tajikistan beberapa kali mencoba memancing emosi dengan permainan keras dan provokasi verbal di lapangan. Namun, para pemain Indonesia tetap fokus dan tidak terpengaruh. Itu yang membuat saya benar-benar salut. Mereka bermain di bawah tekanan fisik dan mental, tetapi tidak kehilangan kepala. Mereka tahu kapan harus menekan. kapan harus bertahan dan tidak terlibat dalam drama yang tidak perlu. Dari sisi serangan, pelatih Mali itu mengaku terkesima dengan dua gol cantik yang dicetak Indonesia. Gol pertama hadir pada menit ke-33 melalui sundulan Mirza Firjatullah. Sementara gol kedua tercipta di menit ke-49 lewat tandukan Fadli Alberto. Menurut pelatih Mali U-17 yang membuat momen ini istimewa adalah fakta bahwa para pemain Indonesia yang kalah postur dibandingkan para pemain Tajikistan justru mampu mencetak dua gol lewat duel udara. Itu menunjukkan teknik heading dan timing lompatan yang luar biasa. Lebih jauh, pelatih asal Mali tersebut juga menilai bahwa skema permainan yang diterapkan pelatih Indonesia Nova Arianto sangat efektif dan modern. Ia menyebut bahwa Nova berhasil memadukan disiplin taktik dengan keberanian menyerang, perpaduan pressing ketat di lini tengah, serangan sayap cepat, serta kreativitas di lini depan membuat Indonesia tampil atraktif. Bagi saya ini bukan sekadar hasil imbang. Ini adalah sinyal bahwa Indonesia U-17 memiliki potensi besar. Mereka bermain lebih baik dibandingkan Tajikistan, baik dari segi taktik, teknik, maupun mental bertanding. Pujian dari pelatih asing seperti Adam di Vladio bukanlah hal yang datang setiap hari. Bahkan ia secara terbuka menyatakan bahwa Indonesia U-17 adalah tim yang akan diperhitungkan di Piala Dunia U-17 tahun 2025 Qatar. Jika mereka terus berkembang seperti ini, saya yakin mereka akan menjadi kekuatan besar di Asia bahkan mungkin di level dunia untuk kategori usia mereka. Begini jalan pertandingannya. Timnas U-17 Indonesia ditahan Tajikistan dengan skor 2-2 dengan gol dicetak melalui sundulan Mierza Firzjatullah dan Fadli Alberto. Timnas U-17 Indonesia baru saja menghadapi Tajikistan pada laga pertama Piala Kemerdekaan 2025, Selasa, 12 Agustus tahun 2025. Ini adalah laga pertama Garuda Muda sejak tampil di Piala Asia U-17 tahun 2025 pada April lalu. Susunan starter Indonesia tak banyak berubah kecuali tambahan Eizar Jakob Tanjung dari Sydney FC. Stadion utama Sumatera Utara yang diguyur hujan menyulitkan kedua tim pada awal pertandingan. Tajikistan sempat menguasai awal babak pertama dan mencetak gol tetapi dianulir offside. Indonesia perlahan bisa mengambil alih pada pertengahan babak dan bisa membuka skor. Pada menit ke-34, sebuah umpan silang dari Fadli Alberto bisa melewati kepala back-bek jangkung Tajikistan. Mirza Firjatullah berlari di momen yang tepat untuk berada dalam posisi onside dan menanduknya. 1-0. Sayangnya lini pertahanan Indonesia lengah setelah unggul. Sebuah cutback dari Tajikistan disambut Zarif zoda Zarif yang datang dari lini kedua. Satu-satu. Pada babak kedua, Indonesia mulai bisa konsisten menciptakan peluang. Gol tercipta usai turun minum dengan proses nyaris sama seperti gol pertama. Sebuah umpan silang dari Eiz Jacob yang baru masuk pada training camp terakhir dilepas dengan akurasi tinggi. Sama seperti Sundulan Mirza, kali ini Fadli Alberto yang menanduknya dengan telak. Dua. Tak lama berselang, Putu Panji mendapatkan peluang melalui situasi lemparan jauh. tetapi hanya tendangannya menyentuh jaring samping. Saat Nova mulai merotasi pemain dan pemain utama berguguran kena kram, dominasi Indonesia terkikis. Dava Algasemi beberapa kali diuji di 20 menit terakhir dan akhirnya bobol pada masa injury time. Lagi-lagi sebuah cutback diselesaikan Nazrak dekat. 2-2. Hasil akhir 2-2 tak cukup untuk mencuri puncak klasemen yang dihuni setelah mereka menang 5-1 atas Uzbekistan. [Musik] Berita kedua. Begini pernyataan pelatih timnas Tajikistan U-17 yaitu Marco Ragini usai pertandingan timnas Indonesia U-17 versus Tajikistan U-17 di ajang Piala Kemerdekaan 2025. Pelatih Tajikistan U-17 Marco Ragini. Pelatih berkebangsaan Italia yang dikenal berpengalaman membesut tim-tim muda di Asia Tengah itu tak segan-segan menyampaikan pujian luar biasa terhadap penampilan anak-anak asuh Nova Arianto. Bagi timnas Tajikistan U-17, laga ini bukan sekadar pertandingan persahabatan atau persiapan ke Piala Dunia U-17 tahun 2025. Pertemuan dengan timnas Indonesia U-17 telah memberinya pandangan baru tentang kekuatan sepak bola usia dini di Asia Tenggara. Ia bahkan menyebut permainan Garuda Muda malam itu berada di kelas yang berbeda setara dengan standar tim-tim muda elit di Eropa. Dalam penjelasannya, pelatih timnas Tajikistan U-17 memuji habis trio bek tengah Indonesia Alhazanid Dwi, Putu Panji, dan Matthew Baker yang menurutnya menjadi benteng pertahanan nyaris tak tertembus. Tiga bek itu seperti tembok baja. Setiap kali kami mencoba melakukan serangan balik, mereka selalu berada di posisi yang tepat untuk memotong bola. Permainan Tajikistan yang dikenal memiliki transisi serangan cepat mematikan berulang kali harus frustrasi ketika peluang mereka digagalkan oleh intersep tepat waktu dan duel udara yang dimenangkan para bek muda Garuda. Tidak hanya lini belakang, pelatih timnas Tajikistan U-17 juga menyoroti peran bek sayap Daniel Alfredo dan gelandang serang Evandra Florasta. Keduanya dianggap sukses membuat pemain Tajikistan kebingungan dengan variasi permainan yang tak mudah dibaca. Bekap mereka tidak hanya fokus bertahan, tetapi juga mampu membangun serangan. Daniel dan Evandra beberapa kali menukar peran secara tiba-tiba. Kadang Daniel masuk menusuk ke tengah, Evandra melebar ke sayap membuat organisasi pertahanan kami berantakan. Menurutnya, perpaduan taktik ini jarang terlihat di level U-17, apalagi dieksekusi dengan tempo tinggi dan presisi. Pelatih Tajikistan U-17 tak lupa menyinggung lini serang Indonesia yang diisi Fedley Alberto, Winger kanan, Zahabi Goli, winger kiri, dan Mochamad Mirza Firjatullah sebagai striker. Mereka menyerang dengan agresivitas dan ketenangan yang jarang dimiliki pemain muda. Setiap kali mendapat peluang, mereka membuat kami panik. Beberapa kali kombinasi 1-2 di antara ketiganya sukses membelah pertahanan Tajikistan. Bahkan pelatih timnas Tajikistan U-17 mengakui bahwa lini belakangnya sempat kehilangan koordinasi karena pergerakan tanpa bola yang dilakukan trio ini. Yang membuat pelatih timnas Tajikistan U-17 benar-benar terkesan adalah strategi yang diterapkan pelatih Indonesia U-17 Nova Arianto. Dengan formasi 343, pelatih Timnas Indonesia U-17 yaitu Nova Rayanto berhasil memadukan Tiki gaya bermain cepat dengan operan pendek ke dalam permainan anak-anak muda Indonesia. Di Eropa butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat pemain muda nyaman dengan Tikitaka. Nova Arianto berhasil melakukannya pada usia 17 tahun. Itu luar biasa, kata Ragini sambil tersenyum kagum. Pelatih timnas Tajikistan U-17 tidak ragu untuk menyampaikan rasa hormatnya. Hari ini Indonesia U-17 menunjukkan kepada kami bahwa mereka bukan sekadar tim tuan rumah. Mereka adalah tim dengan mental juara, teknik tinggi, dan disiplin taktik luar biasa. Jika mereka terus berkembang, saya tidak ragu mereka akan menjadi ancaman di Piala Dunia U-17 tahun 2025 Qatar. Dengan pujian setinggi itu, tak heran jika laga ini menjadi pembicaraan hangat di Piala Kemerdekaan 2025. Bagi publik sepak bola nasional, pengakuan dari pelatih Eropa seperti Marco Ragini adalah bukti bahwa generasi muda Garuda sedang berada di jalur yang tepat untuk menuju pentas yang lebih besar. Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia U-17 yaitu Nova Arianto juga mengatakan alasan kenapa tiga pemain diaspora yang tak bisa bergabung dengan timnas Indonesia di ajang Piala Kemerdekaan 2025. Dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Bali pada 7 Juli sampai 10 Agustus 2025, Nova Arianto memang memanggil banyak pemain keturunan. Memang agenda kami saat di Bali adalah mencoba melihat opsi-opsi pemain baru, termasuk pemain diaspora dan beberapa pemain yang hasil pantauan dari kompetisi di Elite Pro Academy, di Piala Soratin, maupun di Liga Top skor. Awalnya pelatih Timnas Indonesia U-17 memproyeksikan pemain diaspora itu untuk membela timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 Qatar pada 3 Februari 2025. Namun dalam perjalanannya Nova menemui kendala. Beberapa pemain diaspora itu tidak berpaspor Indonesia sehingga terhalang untuk memperkuat timnas Indonesia U-17. Sebenarnya menjadi opsi-opsi pemain baru untuk bisa tampil di Piala Dunia U-17 2025. Tetapi memang mengenai pemain diaspora ini kami harus sedikit berhati-hati karena mereka masih berusia di bawah 17 tahun. Jadi setelah mereka datang, kami cek semuanya dari masalah dokumen, orang tua hingga hal lainnya. Memang ada beberapa pemain yang rata-rata orang tuanya tidak mempunyai paspor Indonesia. Sehingga dengan mereka tidak mempunyai paspor Indonesia, otomatis mereka tidak bisa dinaturalisasi karena masih di bawah 17 tahun. Nova mengambil contoh dua pemain diaspora yang telah menjadi langganan timnas Indonesia U-17. Keduanya adalah Matthew Baker dan Lucas Lee yang orang tuanya masih mengantongi paspor Indonesia. Berbeda dengan Baker dan Lukas yang secara orang tuanya sudah memiliki paspor sehingga tidak ada masalah dengan dokumen-dokumennya dan bekeri. Selain beberapa pemain yang memang kedua orang tuanya tidak memiliki paspor kan tidak bisa kita bawa di Piala Kemerdekaan 2025. [Musik]
———————————————————————–
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2023, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u20, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2023, hasil piala aff 2023, fifa matchday, piala aff, timnas u20, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, jadwal timnas indonesia, kualifikasi piala asia u20, piala asia u17, fifa matchday,
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo