MOMON & ATUN LIHAT PENAMPAKAN KARKERKUR JAM 3 pagi di CAMERA CCTV feat @BANGJBLOX
Kirkur kur kar kurk adalah sesosok alomani berbentuk kursi hijau. Siapa tuh ya? Apa jangan-jangan Atun udah pulang ya? Hmm. Coba-coba kita lihat ya. Siapa Atun? Kamu udah pulang ya? Eh, Atun enggak ada tapi pintunya kebuka. Eh, aneh banget. Hm. Eh, jangan-jangan ini ulah anak iseng kali. Iya, nih, anak tetangga kan iseng-iseng semua. Eh, beneran deh. Ya udah, kita tutup lagi. Atun sih enggak mungkin pulang soalnya dia kan lagi di tempat Pak RT bantu bantu. Loh, loh, L l loh. Tunggu sofa aku di mana? Kenapa jadi kursi plastik? Aneh banget tapi. Ya sudahlah, yang penting ada kursi untuk duduk. sih gak peduli dan kursinya cukup nyaman, Guys. Baiklah, kita nonton lagi. Alomani berbentuk kursi hijau. Ini aku baru duduk asik-asik dipanggil lagi sama si Atun. Iya, iya, Tun. Bentar, bentar. Eh, eh, mana? C. Wih, Atun. Aku baru pulang dari tempat Pak RT, Mon. Nah, ini aku dapat makanan enak nih. Ini roti dari 3 hari yang lalu nih. E sekitar 2 menit lagi akan expired ya. Serius harus cepat makan nih. Ayo, ayo. Auk tun kita makan. Eh, Tun, Tun, Tun. Ngomong-ngomong tadi kamu yang buka pintu ya? Enggak tutup. Ah, kayak ini nih. Enggak tutup dia. Eh, aku memang barusan enggak tutup tapi bukan dari tadi. Gimana sih kamu? Oh, iya nih kayaknya anak tetangga. Eh, kenapa? E enggak bisa, gak bisa gak bisa. Aku sakit perut, Mon. Aku ke atas dulu, Mon. Ya, elah. E, e, tunggu apa jangan-jangan si Atun makan roti ini jadi sakit perut. Oh no. Oh no. Tapi enggaklah. Kalau sapi seharusnya tahan terhadap bakteri-bakteri jahat yang ada di roti. W enak sekali. Suara apa tuh, Guys? Guys, kalian juga dengar kan? Ada suara kayak kark kurkkur gitu. Heh. Dan suaranya dari atas. Coba kita cek. Ee apakah ada orang? Engak ada siapa-siapa. Eh, ada yang aneh nih, Teman-teman. Kok kursi plastik aku hilang? Tadi kan ada di sini. Ini jangan-jangan si atu nih. Eh, loh, tunggu. Kenapa kursi plastiknya ada di sini? Ini jelas-jelas tadi kan ada di depan TV. Loh loh loh loh loh. Aneh banget deh. Eh, aku yakin ini pasti kerjaannya si Atun. Atun kan suka usil kan. H wah. Eh, Mon. Kenapa, Mon? Eh, Tun, Tun, Tun. Kursinya jangan kau letakin di sini lah. Atun, gimana? Jadi jemur pula. Ini kan untuk nonton. Eh, eh, Mon. Aku kasih tahu kau Monia. Kamu tahu memfitnah itu lebih kejam ya. Aku itu dari tadi tu di atas sakit perut mana semperaku itu bereskan kursi. Kalau aku bereskan kursi ada coklat-coklat di sini. Eh, tapi kan enggak mungkin juga kursinya kan gak enggak punya itu kaki untuk jalan sendiri. Eh, kursi ada kaki ya. Kamu kira aku kamu kira aku berbohong? Iya kan dia malam kamu lihat sendiri di atas itu. Aku belum siram sebanyak apa tuh pupupnya? Serius? Iun. Siram kau. Ya ampun nih anak. Eh, malah bangga pula dia kan. Eh, ya udahlah malaslah aku lah. Gara aku tadi mau siram tapi kamu fitnah aku. Bye. Eh, enggak ya. Itu alasan ya. Ini ini anak benar-benar deh. Eh, aku yakin nih, Guys. Pasti ini ulahnya si Atun. Dia kan suka banget ngusil-ngusil, Guys. Eh, ya udah deh, Guys. Kayaknya kita perlu tidur siang. Kita tidur siang dulu, yuk. Ayo kita tidur siang. Let’s go. Baiklah, guys, kita tidur dulu. [Tepuk tangan] kita soal dijadikan bintis narasi di manur adalah sesosok yang berbentuk kursi hijau makhluk yang sering muncul pada malam hari suara apa itu kurang kok kayak ada TV nyala dan kalau enggak salah tadi kayak ada suara karkour lagi gak sih Ini udah malam. Ih, aku takut, Guys. Apa jangan-jangan di rumah kita ada hantu kah? Enggak mungkin. Enggak mungkin. Hantu itu enggak nyata, Guys. Cobacoba aku cek. Eh, eh, coba kita lihat bareng-bareng ya, Guys. Aku takut. Coba-coba kita lihat apakah ada orang. Eh, enggak ada orang. Eh, loh. Apa tuh? Oh, itu laba-laba, Guys. Ya ampun, momen jantungan. Coba kita lihat apakah ada orang di sini. [Musik] Gak ada orang. Enggak ada siapa-siapa, Guys. Eh, dan TV-nya kenapa bisa nyala sendiri? Aneh banget. Eh, kita matiin, Guys. Eh, eh, tunggu, tunggu, tunggu. Teman-teman merasa ada yang aneh enggak sih? Kenapa posisi kursinya terbalik dari TV ya? Kayaknya seingat momen sebelum tidur kan posisinya enggak seperti ini gak sih, Guys? Atau kita yang salah ya? Coba teman-teman playback lagi, Guys. Mungkin momon salah, Guys. Ya udahlah, mungkin kita salah kali, ya. Eh, Teman-teman udah cek terus seharusnya posisinya tidak seperti ini. Kalian yakin, Guys? Kayaknya enggak bisa ini. Kita harus kasih tahu atun. Jangan-jangan ada sesuatu dengan kursi itu. Cepat, cepat, cepat. Kita panggil Atun. Atun, Atun, Atun, Atun, Atun, Atun, Atun. Cepat, cepat, cepat kita tutup pintu. Atun, Atun gawat nih. Gawat. Oh my god, gawat-gawat Tun. Is, ya ampun nih anak tidur. Lampunya terang kali. Eh, Tun, bangun dulu. Eh, keterui lagi nonton. Kenapa kamu itu ganggu? Oh, nonton atau tidur? Ya ampun nih anak. Aku tidur sambil nonton enggak boleh. Eh, habisin listrik aja. Eh, tun, Tun, Tun, Tun. Ada yang gaw nih, Tun. Itu kamu ingat enggak plastik kursi yang ada di rumah aku, Tun? Ya, kenapa emangnya? Kamu kan suka yang begituan. Kayaknya ada yang aneh deh dengan itu, Tun. Enggak mungkinlah. Namanya cuma kursi. Eh, kata penonton tadi, kursinya itu berbalik alah. Hm. Hmm. Masa sih kursi bisa berbik arah? Kata Bapak Guru dulu kan kursi enggak bisa bergerak sendiri, Mon. Iya, itu dia Tun. Aku berasa aneh. Tapi semenjak ada kursi itu kayaknya ada sesuatu yang aneh deh di rumahku, Tun. Loh, kok semenjak bukan kamu yang beli? Bukan. Bukan. Tadi justru tadi pagi aku buka pintu terus naik ke atas udah ada kursinya itu. Aku pikir itu ulah anak-anak iseng. Waduh, waduh, waduh. Kalau begitu, Mon, cara satu-satunya supaya kamu bisa mengetahui kebenarannya adalah memakai CCTV. Iya, benar-benar ide yang sangat bagus, Tun. Tun, ayo Tun, temani aku pasang CCTV, Tun. Aku enggak berani masuk ke dalam rumahku sendiri sekarang. Iya, iya. Oke, boleh. Tapi bantu habiskan ini roti yang udah kad luarsa. Aku enggak enak mau. Ya ampun, anak benar-benar ya. Ya udah, ya udah entar K kasih ke Thomas dah. Kok enggak habis-habis sih? Eh, udah. Astaga Tun, aku enggak berani tun. Ya ampun. Eh, rumah sendiri ya? Rumah sendiri ya? Cicilan belum selesai ya. Eh, iya masih gak berani. Gak berani. Gimana sih kamu jadi orang kalau begitu? Gak boleh aku makan juga. Ya ampun nih anak datang sini sekali aku lihat ya aku coba-coba cicit. Ya ampun. Ya ampun. Bekas gigitannya benar-benar nih anak. Ayo. Oke oke oke. Eh eh. Loh kursinya kok hilang? Oh no. Kamu jangan kerjain deh. Oh, aku tahu mau kamu pasti dikerjain orang, Bon. Di rumah ini enggak ada siapa-siapa, Tun. Eh, ini jendela kamu terbuka lebar kayak gini. Orang aja bisa masuk angin. Iya, siapa bisa masuk ke sini kali. Kayak mana masuk, Tun? Kan enggak bisa terbang. Ya ampun. Iya enggak sih? Eh, tunggu. Tunggu. Kursinya di mana? Ya ampun, kebuka lagi. Tutup, tutup. Eh, kursinya mana, Tom? Eh, coba cek Tokopedia ada enggak? Enggak mungkin dijual dari mana? Eh, kursinya enggak mungkin loh. Ini kamu lupa kayak taruh sini, Mon. Enggak, Tun, Tun, Tun. Jelas-jelas tadi aku enggak enggak di situ. Tuntun jangan duduk di situ. Ya ampun. Tun, Tun, Tun, Tun. Itu kursinya enggak benar T. Cuma kursi biasa. Buktinya aku duduk dan nothing happens Tun. Ya ampun guys, kayak mana jelasin ke atun Tun ini bukan kursi biasa, Tun. Beneran kau lihat ya, Monnya kursi di sini kan? Heh, betul kan? Heh. Terus ada yang ada ada yang buka sini tuh bobol. Iya loh. Kok bolong? Ada pencuri masuk rumah kamu tapi kamu enggak percaya. Ya sudah pasang CCTV. Pasang. Iya iya iya aku pasang CCTV deh, Guys. Enggak bisa ini. Kita harus pasang CCTV. Oke, akan aku pasang CCTV. Aku gak berani dekat-dekat itu, Guys. Oke, kita pasang di sini. Pasang CCTV di sini juga. Oke, oke, oke, oke. Pasang di mana lagi, ya? Di sini juga deh. Pokoknya kita pasang ke setiap rumah. Kamar mandi juga satu di sini. Oke. Terus di bagian bawah kita akan pasang, Guys. E kita pasangnya di bagian sini satu, terus di sini juga satu. Dan di sini satu semuanya kita taruh, Guys. Oke. Dan terakhir di sini. Oke, Tun. Aku sudah taruh di seluruh rumah aku. Sekarang udah aman, Tun. Masa sih? Coba kita kembali ke kamar kamu, Mon. Let’s go. Ah, serius? Oke oke, oke, Tun. Aku takut, Tun. Kamu jangan cepat-cepat naik ke atas. Enggak usah takut kau. Naik naik naik naik naik. Apa sih? Hei. Heh, kok dia bisa ke sini? Udah bilang kan? Aduh, K bilang. Eh, kau pindahin kan yang ini kan? Jujur aja. Ah, aku yang pindahin tadi. Ah, [Musik] kalau ini aku yang pindahin. Maka udah bilang enggak ada kaki. Dia harus orang yang pindahin. Hei, yaudah mau ya. Eh, tunggu, tunggu. Enggak, enggak. Tun, Tun, Tun, Tun. Hari ini aku enggak boleh tidur, Tun. Ayo, Tun. Kita harus memecahkan misteri ini bersama-sama, Tun. Aku enggak berani di rumah aku sendiri sekarang. Misteri, misteri. Iya loh. Seram kali lah itu. Kok enggak ngerasa seram? Apa ken ke rumah aku? Woi. Eh, kan ini pas CCTV di rumah aku. Aku harus ngerjainnya di rumah kamu. Kalau misalnya aku di rumah aku, nanti aku diserang gimana dong? Iya enggak sih? I masuk masuk masuk masuk masuk. Oke oke. Baiklah. Di sini TV kamu akan ku buuang tun. Akan taruh TV-TV aku yang sudah terkoneksi dengan CCTV-nya. I ampun keteruan itu. Samseng ya. Samseng. Samsung samseng. Baiklah, kita akan pasang monitor tercanggih di dunia. Cceng. Ceceng. Lihat kan? Keren enggak nih? Luar biasa ini. Coba coba coba coba coba. Aku mau main apa ya? Main Roblox bisa enggak ya? Eh, enggak bisa. Ini untuk untuk monitor untuk lihat CCTV rumah aku. Enggak guna kalau begitu. I tunggu Tun kamu kamu pokoknya tunggu di sini ya. Tidur di sofa aja ya. Temani aku ya Tun. Aku mau lihat ini Tun untuk melihat siapa yang memindahkan kursi itu. Oke ya udah yaudah. Lihatlah lihatlah lihatlah. Oke oke guys. Kita lihat bareng-bareng ya guys. Siapa sih yang pindah-pindahin? Ih, usil banget deh. Oke, guys. Kita lihat ini kamar kita dan kursinya masih tetap di samping ranjang, ya. Oke, baiklah kita coba pindah kamera. Mungkin bisa jadi ada anak usir kali yang memindahkan kursi itu untuk menakut-nakuti kita kan. Kita coba lihat di sini. Hmm, di sini juga enggak ada siapa-siapa. Apa mungkin dia sembunyinya di kamar mandi ya? Coba kita lihat di kamar mandi juga, Guys. Oke, kamar mandi juga gak ada siapa-siapa toh. Hmm, kalau kita lihat di lantai dua juga kosong. Coba kita pindahkan kameranya lagi. Mmm, enggak ada apa-apa ya? Masih sama toh. Eh, tunggu. Ih, itu kan kursi plastik yang tadi di kamar kita. Eh, eh, eh. Loh, loh, loh, loh, loh. Kenapa bisa ada di lantai dua? Bentar, bentar, bentar. Kita coba lihat di lantai tiga, Guys. Eh, loh loh loh loh kursinya hilang. Tiba-tiba ada di lantai dua. Aneh banget. Apa yang terjadi? Kenapa bisa kursinya tiba-tiba pindah? Eh, kita harus kasih tahu Atun supaya atu percaya nih. Oke. Oke. Kita bangunin Atun ya, Guys. Oh, enggak bisa. Tut tut. Eh, loh, ini anak pasti tidurnya di kamarnya nih. Enggak temani kita. Apaan? Aku enggak di kamar, woi. Aku di sini. Ah, di mana? Ah, lantai dua kan. Mana? Mana sih kamu? Kok tidur di sini? Loh, tuh. Oh, ya ampun [Tertawa] terus terang di sini malah bisa tidur. Eh, iya juga sih. Eh, Tut, Tut, Tut, Tut. Kamu coba lihat di CCTV, Tut. Kursinya tadi kan terakhir di kamar aku kan, sekarang udah pindah. Tiba-tiba di lantai dua lagi. Ih. Ih, serem dah. Coba kamu lihat. Oke. Coba aku lihat. Hmm. Mmm. Coba lihat sini lagi. Lihat sini lagi. Aku sudah memastikan ternyata Heeh. Heeh. ternyata mata kamu yang rusak. Tidak ada yang berubah. Mon. Serius? Itu di lantai dua. Kamu lihat dulu ada kursinya di sono. Kau kira aku buta apa? Aku udah lihat. Enggak ada. A beneran. Ih, kamu enggak percaya? Sini, sini, sini. Ayo, ayo, ayo, sini, sini. Eh, baru mau tidur. Eh, tidur pula beneran di lantai dua, Tun. Kamu eh kamu lihat ya. Eh, tunggu tunggu. Kamu yang masuk duluan, Tun. Ayo, ayo, Tun. Aku gak berani masuk duluan. Ya udah, ya udah. Aku udah masuk. Ya ampun. Ya jangan jangan ambil makanan lagi. Ya udah, ambil satu doang enggak boleh ya, Tun. Tun. Apa? Lihat kenapa? Oh, bagus. Ah, jangan kau duduki itu. Kenapa? Kan bagus bisa sambil makan sambil duduk. Apalagi itu kursinya itu ada setatun-setunnya tuh beneran kamu itu. Makanya kalau sekolah itu yang benar, belajar matematika yang benar. Ini dari dulu memang enggak bisa ke mana-mana di sini terus. Mungkin tadi kamu kamu angkat kali dua. Intinya enggak ada. Engak ada. Dari tadi kan aku di rumah kamu. Ee iya sih. Terus sih siapa yang mindahin? Oke, berarti artinya selama ini ibu guru di sekolah ngajarin kita salah, Mon. Kursi itu bisa berpindah sendiri. Engaksi enggak, Tun? Kursi itu benda mati, Tun. Enggak bisa bergerak sendiri lah, Tun. Masa sih? Eh, oh benda mati, ya? Woi, cepat katakan kalau enggak kentut di sini. Nih, kau beneran. Ya ampun, Atun. Heh, T, tut, T, tut, tut. Gerak dia itu kok enggak berani tuh. Aku takut. Ih tuh tuh tuh. Kayaknya rumah ini udah dirasuki sama setan kursi tuh. Kak kau kau sini kau berdiri sini kau berdiri sini. Apa apaapa kau lihat ke belakang. Heeh. Bukannya itu lebih mengerikan. Ada cerita? Iya sih. Iya sih tapi aku lebih takut setan tun. Ya ampun please dah. Gak ada loh. Gimana sih? Is, ini Atun. Aku gak tahu dah. Aku tinggalin kamu. Aku udah udah kasih tahu ya aku. Pokoknya hari ini enggak mau tidur di rumah aku, Guys. Kita balik ke rumah Atun. Tidak apa-apaan ini. No, no. Kabur kabur kabur kabur. Ya ampun, ya ampun, Guys. Atun, Atun, Atun. Dalam masalah. Bentar, bentar. Tun, Tun. Aku datang untuk menyelamatkan kamu, Tun. Gu ambil dulu senjata-senjatanya. Oke. Oat. Baiklah teman-teman, kita akan datang untuk menyelamatkan si Atun. Atun, aku datang untuk menyelamatkanmu Tun. Aku bilang mana? Mana mana tuh? Tuon, ternyata kursinya tadi itu colek-colek aku. Mohon kamu lihat serius apa? Karkir kur kark k kur kur adalah sesosok alomani berbentuk kursi hijau. Makhluk ini sering muncul pada malam hari di posun. Ya ampun, kita harus tembak dia. Ya ampun, dia kabur kabur kabur. Berbentuk kursiakbak tembak tembak tembak tembak. Iya, Bu. Iya, betul. Sealiur adalah sesosok alomani berbentuk kursi hijau. Makhluk ini sering muncul pada malam hari di pos ronda. Jadi korban dia, Mon. Iya kan? Udah ku bilang, Tun, dia itu anomali jahat lah, Tun. Eh, aku mana tahu, Mor. Aku kira dia anomali ini. Aku kira dia kursi biasa loh. Tanda. Eh, eh, tambah dulu itu bocor. Ya ampun, bocornya parah, apalagi. Iya, tutup dulu. adalah sesosok alat hijau makhluk ini di pos ronda aku gak tahu mendingan kelibutan yang sangat parah dari rumah kamu lihat serius aku gak berani masuk rumah kamu sekarang ya jujur aja sih kenapa kenapa kamu lihatnya sendiri hah emang e tun kenapa tiba-tiba rumahku dipenuhi oleh anomali italian brandro tun Ada hotspot. Oh no. Ya udah aku bilang jangan nonton mereka terus. Kenapa kau nonton? Aku penasaran doang. Ya ampun guys. Kita harus tembak-tembak mereka nih. Kita tembak dari sini aja. Oh tembak tembak tembak tembak. adalah sesok alak sering muncul pada malam hari di pos ini kabur kabur kabur kabur ya ampun kita dikejar balik kursi ya ampun kita harus sembunyi sembunyi sembunyi sembunyi dulu dia kemari dia kemari tembak oh tembak uh kabur kabur kabur kabur kabur ok kita sembunyi di sini adalah sesosok alomani berbentuk kursi hijauk ini sering muncul pada malam Hari di ronda aku sama dia hopeng, Mon. Ya ampun, kenapa dia enggak kejar kau? Ini ada zombie lagi. Eh, mungkin karena tadi aku duduk di dia, Monia suka. Bisa jadi ya. Ya ampun, nih anak benar-benar ya. Ya ampun, Guys. Di sana masih ada anomali hotspot, Guys. Kita akan langsung headshot. Oke, oke, kita akan rusakin. Eh, epun, apaan tuh? Kita tunggu, tunggu, tunggu. Aku jangan rusak rumah kami lagi. Eh, enggak kena tuh. Dia tulang semua jadi susah kena deh. Oke, oke. Sebentar tembak tembak. Oke, kayaknya udah bersih semua tuh. Gak ada lagi deh. Coba kita cek kita lihat. Iya, Tun. Enggak aman nih, Tun. Gak ada lagi. Eh, coba coba aku cek lantai dua rumahku dulu. Apakah ada lagi kah? Sini keluar kayaknya. Oh, gak ada, Guys. Aman. Cuma ada zombie-zombie kamu. Cek bener-bener mon beneran di sini ada ggak? Di sini ada. Jangan kau rusakin anak. Eh, jangan kau rusakin. Ya ampun, ya. Ya ampun. Kenapa bisa muncul? Oh, dia balas dendam, Guys. Oke, akhirnya aman. I, Tun. Kayaknya udah aman, Tun. Semua rumah kita sudah aman. Tidak ada anomali-anomali lagi. Oke, baikah Tun. Karena anomalinya sudah hilang semua, Tun. Ih, udah pagi. Serius? Yo, Imon. Lah. Ya ampun, Guys. Kenapa bisa tiba-tiba pagi? Lah, itu artinya kita belum tidur weh. Oh, iya, Simon. Dan aku jadi kesal kamu tidur aku ya. Iya, loh. Eh. Oke. Oke. Aku pergilah Mon ya. Ah iya iya Tun, maaf ya Tun, maaf sudah ganggu ya. Baiklah guys, mari kita tidur juga. Em satu harian kita gak tidur hari ini. Hah? Loh, kok ada lagi? Ah, tidak. Aku mau tidur. I tidak. [Musik] Baikah teman-teman, sepertinya video kita cukup sampai di sini ya. Jika teman-teman suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe.
kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X
#MOOMOO