Yuan Shuai mengetahui bahwa Jiang Jun masih lajang | Love is Sweet【INDO SUB】EP5 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Love Is Sweet Love is Sweet Episode 05 [Surat pengunduran diri] Kamu tidak tahu, aku yang lemah dan tidak berdaya waktu itu sungguh tidak tahu apa yang harus kulakukan. Untung pangeran kuda putihku muncul di hadapanku tiba-tiba. Benar-benar sangat bahagia. Aku merasa sangat semangat jika memikirkannya. Halo, Ibu. Jun. Bagaimana pekerjaanmu?
Apakah berjalan lancar? Pekerjaan berjalan dengan lancar, rekan-rekannya sangat ramah. Semuanya baik-baik saja. Baguslah jika begitu. Jun. Ibu ingin memberitahumu, jika dianiaya, kamu jangan menangis, harus beritahukan kepada ibu, mengerti? Jika tidak, kamu cari seorang kekasih saja. Ibu juga akan lebih tenang jika ada orang yang menjagamu, iya kan? Sudahlah, Ibu.
Aku tidak terburu-buru. Biarkanlah berjalan secara alami. Baik, baik, baik. Ibu tidak mendesakmu lagi, oke? Jun. Tapi ibu ingin memberitahumu, kamu tinggal di Shanghai sendirian, tidak ada orang di sisimu, kamu harus memperhatikan keamananmu. Mengerti? Ibu juga harus memperhatikan kesehatan. Aku akan pulang untuk menjengukmu setelah liburan. Sampai jumpa. Bibi menghubungimu? Jun.
Bagaimana jika kita cari pekerjaan lagi? Paling-paling aku akan menafkahimu. Aku akan menafkahimu meskipun harus menjual mi instan. Sudahlah. Lagipula, bukankah kebetulan kamu juga tidak menyukai Raja iblis? Jadi, kamu meninggalkan dia, bukankah itu merupakan hal yang bagus? Coba kamu pikirkan dari sudut pandang lain. Benar kan? Surat pengunduran diri apaan? Jangan dilihat lagi.
Kamu harus kenyangkan perutmu dulu baru ada tenaga untuk terus bertanding dengan orang lain. Aku buatkan mi instan untukmu. Jika menjadikan MH sebagai game online, sekarang sudah lewat level berapa? Hampir diusir dari desa pemain awam. Jika begitu, sepertinya kamu membutuhkan tutor pemain awam. Aku tidak berbakat. Meskipun bukan termasuk orang teratas dalam perbankan investasi,
Tapi setidaknya juga termasuk sangat berpengalaman. Apakah aku beruntung bisa menjadi tutor pemain awammu? Lagipula sekarang aku tidak punya ide, meskipun ada satu per sepuluh ribu kesempatan, aku juga harus mencobanya. Guru yang terhormat, terimalah sembahan dari murid. Sangat tidak berniat tulus jika melakukannya lewat chat. Kebetulan aku belum makan.
Bagaimana jika kamu traktir aku makan perjamuan sembahan guru? Mi yang harum sudah datang. Li, kamu makan sendiri saja. Aku ingin keluar dulu. Jangan menungguku. Makan sedikit dulu baru pergi. Sudah sangat malam, dia sendirian bisa pergi ke mana? Kamu adalah anak gadis, untuk apa keluar sendirian malam-malam begini?
Apakah seperti ini akan terkesan terlalu mempedulikannya? Kamu keluar sendiri malam-malam begini, apakah kamu ingin membunuh Deng Ke? Meskipun itu memang termasuk ide yang bagus, tapi sepertinya konsekuensinya terlalu tinggi. Tenang saja. Jika aku ingin membunuh, target pertamaku hanya kamu, tidak mungkin orang lain. Jika begitu, perhatikan keamanan, cepat kembali dengan selamat.
Aku menunggumu untuk mati bersama di rumah. Sialan! Hai. Terima kasih. Terima kasih. Guru Du. Bagaimana jika kita ganti tempat lain? Aku merasa tempat ini tidak sesuai dengan identitasmu. Baik bistik sapi atau ayam goreng, semua itu dapat memberimu rasa kenyang di saat kamu menikmati rasa enaknya. Karena bisa mengenyangkan perut,
Untuk apa membedakan level tinggi atau rendahnya? Harum sekali. Baiklah. Tidak peduli apakah hari ini aku dapat mempelajari inti sari dari rahasia dunia persilatan Guru, aku tetap sangat berterima kasih kepada Guru, karena telah membantuku di saat kritis. Aku ingin bersulang dulu sebagai rasa hormat. Alkohol akan memengaruhi penilaian seseorang. Lagipula,
Yang aku ajarkan bukan jurus mabuk. Coba ceritakan bagaimana kondisimu belakang ini. Semut kecil memikul periuk besar, apakah mungkin ada perubahan kondisi? Apakah berkaitan dengan Perusahaan Farmasi Crown? Kamu tahu ya? Aksi mereka belakangan ini memang besar. Melakukan merger dan akuisisi, juga membentuk dewan direksi gabungan. Aku sudah mendengarnya.
Salahku karena mengira bahwa aku pasti menang, tapi ternyata dapat anggota tim yang bodoh. Anggota tim seperti apa? Cerita singkatnya adalah kami curiga bahwa seorang senior di Crown melakukan tindakan ilegal. Tapi tak disangka, saksi yang kami cari tidak membantu pada saat yang paling kritis sehingga kami diserang balik.
Orang yang tidak bisa membantu pada saat kritis, apa mungkin masih ada bukti penting di tangannya? Maksudmu adalah mungkin orang ini sengaja? Deng Ke adalah orang yang pintar bertaktik dan menyerang pikiran orang lain. Bos besar seperti dia, tidak mungkin ada orang bodoh di sisinya. Apa artinya? Kamu harus ingat,
Tidak peduli perusahaan seperti apa pun, saat menghadapi keuntungan besar, mereka pasti akan segera atau secara tanpa sadar menyembunyikan kekurangannya sendiri, menekankan kekacauan agar tampak tenang. Jika kamu ingin menemukan fakta dari mereka, kamu tidak boleh hanya melihat materi yang mereka berikan padamu. Materi bisa dipalsukan dan menipu orang, tapi backend dan data,
Pasti ada jejak yang dapat dicari. Perkataanmu benar. Masalah ini seharusnya tidak sesederhana itu. Hai, Nona. Ini adalah hadiah acara ulang tahun toko kami. Setiap wanita akan mendapatkan hadiah ini. Silakan diterima. Terima kasih. Sampaikan terima kasih juga kepada atasan kalian. Baik. Ada peristiwa bagus seperti ini juga. Lihatlah, keberuntunganmu datang perlahan-lahan.
Akan segera dipecat oleh perusahaan tapi masih bisa berkencan dengan pria lain? Jangan melupakan keberuntunganmu. Terima kasih. Bisa-bisanya memberinya bunga lagi? Hati-hati saat menyetir. Hebat, Jiang Jun. Kamu menyuruhku untuk mengenalmu dari awal. Seperti inilah caranya agar aku mengenalmu dari awal? Baik. Kamu tunggu saja. Lihat bagaimana aku mengenalmu dari awal. Benar-benar orang dan benda
Tak dapat dibandingkan. Sama-sama berkecimpung dalam perbankan investasi, tapi kenapa perbedaannya begitu jauh? [Total aset ¥501.430,00] Aku dengar bahwa setelah mengundurkan diri dari tempatku, kamu kerja di tempat pembukuan? Perusahaan seperti itu hanya bisa menjaminmu dapat makan, tidak bisa memberimu banyak uang kan? Direktur Deng, hari ini kamu memanggilku kemari khusus untuk menghinaku? Menghinamu? Menghinamu?
Apakah kamu layak? Sekarang kamu sangat membutuhkan uang kan? 500.000 Yuan. Aku berikan 500.000 Yuan padamu, kamu bantu aku lakukan satu hal. Siapa? Kenapa kamu? Hei, apa yang sedang kamu lakukan? Apakah aku sudah mengizinkanmu masuk? Masih bisa minum arak? Suasana hatimu lumayan bagus ya. Aku rasa kamu pasti sudah disuap oleh Deng Ke.
Kamu sembarang bicara. Deng Ke adalah musuh terbesarku, mana mungkin aku disuap olehnya? Kamu bahkan bisa mengkhianati istrimu sendiri, tentu saja kamu bisa disuap oleh musuhmu. Kuberitahukan padamu, ini adalah rumahku. Aku tidak menyambut kedatanganmu, cepat pergi. Aku akan segera lapor polisi jika kamu tidak pergi. Mengerti? [Buku Praktis Manajemen Lanjutan Tempat Kerja]
Buku-buku ini sudah lama tidak dibaca kan? Keyakinanmu sudah berkarat. Gairahmu yang pernah ada telah membusuk. Aku sudah memeriksa rekening bank kamu. Setelah rapat dewan direksi, rekeningmu bertambah sebuah transferan masuk sebesar 500.000 Yuan. Apakah kamu ingin memberitahuku bahwa itu adalah kompensasi pengunduran diri dari Deng Ke karena dia menyadari hati nuraninya? Li Xiang.
Dapat disuap oleh musuh sendiri, kamu sangat rendahan. Karena aku butuh uang. Butuh uang? Aku sarankan kamu ceritakan akting kamu dan Deng Ke, jika tidak, kamu akan bertambah satu nama buruk lagi. Selain itu, aku dapat menjamin bahwa mulai sekarang perjalanan kariermu akan hancur. Kamu…jika kamu bertindak seperti itu, itu artinya ingin aku mati.
Tidak boleh. Benar-benar tidak boleh. Deng Ke memegang bukti kesalahanku. Benar-benar tidak boleh. Apakah kamu mengira bahwa aku tidak ada bukti kesalahanmu? Aku berikan kamu waktu dalam tiga hitungan. Tiga, dua, satu. Tunggu. Selain aku, masih ada satu orang lain. Jun, apakah kamu gila? Jun! Jun! Jun! Kamu…apakah kamu tidak tidur semalaman? Apakah kamu gila?
Kamu… Apakah layak begadang semalaman demi pekerjaan? Apalagi ini adalah karyawan yang sudah mengundurkan diri. Kamu ingin pekerjaan, tidak ingin nyawamu lagi? Apakah kamu tahu ada banyak orang yang mati mendadak karena begadang? Buka Weibo dan lihat sendiri, sekarang ada berapa banyak… Ini…ini dia, ini dia, ini dia. Ini dia, akhirnya ketemu. Sayang, aku mencintaimu.
Aku pergi kerja dulu. Jiang Jun. Maaf sekali. Aku kira kamu akan mengundurkan diri. Kami begadang semalaman demi kamu. Kemarin Perusahaan Crown mengutus orang kemari, minta untuk menandatangani kontrak sore ini. Jika tidak, mereka akan berhubungan dengan orang GE. Direktur Qiao suruh kami bertiga segera kumpulkan data Crown. Karena sekarang kamu sudah datang, tolong bereskan
Sampah-sampah yang ada di atas meja. Eh, apa yang kamu katakan tadi? Aku bilang, karena kamu sudah datang, tolong… Bukan, kalimat sebelumnya. Perusahaan Crown minta untuk menandatangani kontrak sore ini. Sore hari ini? Kemarin baru saja mengadakan rapat direksi, hari ini ingin langsung menentukan kerja sama? Apakah Direktur Yuan mengetahi hal ini?
Mana aku tahu Direktur Yuan tahu atau tidak? Aku hanya tahu ini adalah perintah dari Direktur Qiao. Jiang Jun. Jika dikatakan secara ketat, karena kamu mengacaukan rapat Perusahaan Crown, sehingga kami bertiga ditangkap untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan olehmu. Tutorku di Stanford pernah berkata, harus berani menghadapi setiap tantangan, jangan mencari alasan apa pun.
Perkataanmu benar sekali. Jika seseorang perlu menyalahkan rekan lain untuk meluapkan ketidaksenangannya karena tiba-tiba diberikan tugas tambahan, maka orang seperti itu tidak pantas berada di MH. Direktur Yuan. Aku akan menyelesaikan tantangan baru ini dengan menjamin kualitas dan kuantitasnya. Yuan Shuai. Apakah perkataan mereka benar? Sore ini Perusahaan Crown akan datang untuk menandatangani kontrak? Iya.
Tapi semalam aku sudah menemukan saksi yang sebenarnya. Li Xiang itu adalah penipu. Dia adalah umpan racun yang dilepaskan oleh Deng Ke. Deng Ke mengubah dokumen personalia. Saksi dimasukkan ke dalam daftar karyawan. Sebenarnya dia sudah lama mengundurkan diri, sekarang bekerja di kantor akuntan lain. [Formulir Karyawan Perusahaan Farmasi Crown] Kamu tidak terlalu bodoh juga.
Aku kira kamu adalah orang yang hanya bisa membawa bunga untuk keluar bersenang-senang di tengah malam. Bisa-bisanya kamu menemukan bahwa ini adalah sebuah penipuan. Kamu sudah tahu? Deng Ke akan datang untuk menandatangani kontrak pada pukul 2:30 sore. Yang perlu kamu lakukan adalah menghentikan dia sebelum aku kembali. Bagaimana aku menghentikannya?
Itu adalah masalah yang perlu kamu pikirkan. Eh! Sudah jam segini, kenapa masih belum kembali? Nanti orang dari Perusahaan Farmasi Crown akan datang untuk menandatangani kontrak. Print kontraknya keluar. Direktur Deng, silakan sebelah sini. Cetak dan antar ke ruang rapat. Deng Ke datang lebih awal, bagaimana kondisimu? Butuh berapa lama lagi? Lin He.
Aku sudah mengatakannya, aku tidak ingin terlibat lagi. Tidak ada gunanya kamu mencegat aku. Rem balap dan ban hot melt. Seseorang yang mengejar kecepatan ekstrem seharusnya tidak akan pergi begitu saja. Setelah mengundurkan diri dari Perusahaan Farmasi Crown, meskipun sudah menemukan pekerjaan baru, tapi pendapatan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan sebelumnya.
Bagaimana jika kita bertanding dulu? Jika kamu kalah, maka ikut aku untuk menjadi saksi. Jika kamu menang, aku akan membantumu untuk kembali ke Perusahaan Crown secara terang-terangan. Kamu ini agak menarik. Ingin bertanding? Berani bertanding, maka harus berani menerima kekalahan. Ayolah. Tidak peduli lagi, akan kuperjuangkan. Direktur Deng. Hai. Lama tidak bertemu. Iya.
Setelah menandatangani kontrak hari ini, kita harus janjian untuk main bola. Kamu tentukan saja. Duduklah. Baik. Kenapa kontraknya belum diantarkan? Aku pergi lihat dulu. Kenapa membiarkannya mengantar kontrak? Direktur Yuan berpesan, harus bangkit dari tempat kamu jatuh. Direktur Fan. MH kalian sangat toleransi terhadap karyawan ya. Bisa-bisanya seorang karyawan yang melakukan kesalahan besar
Muncul di dalam kasus ini. Aku percaya Direktur Deng juga bisa toleransi terhadap orang. Jika tidak, hari ini kamu tidak akan duduk di sini. Benar. Membiarkannya mengantar kontrak adalah agar dia dapat semakin dalam memahami kesalahannya sendiri. Su Chang. Aku…aku pergi ambil yang baru. Tidak perlu. Aku terbiasa membuat persiapan cadangan saat bertindak. [Deng Ke]
Lin He. Mantan karyawan Perusahaan Farmasi Crown. Dia adalah saksi yang sebenarnya. Dia memiliki bukti bahwa Direktur Deng membuka rekening bunker pribadi 3 tahun yang lalu dan memindahkan aset perusahaan. Sepertinya Nona Jiang masih belum menyadari kesalahanmu sendiri. Waktu itu kamu mencari akuntan gelap yang tidak mengetahui apa pun. Kali ini semakin sederhana dan kasar.
Mengambil sebuah CV mantan karyawan untuk memfitnah orang? Direktur Fan. Aku bisa tidak mempermasalahkan kejadian waktu itu, tapi karyawan kalian berulang kali memfitnahku, apakah perlu memberikanku sebuah penjelasan? Direktur Deng. Maaf. Aku tidak mengatur karyawan dengan baik. Su Chang. Bawa dia keluar dulu. Suruh departemen administrasi bawa dia untuk menjalani prosedur pengunduran diri.
Pada saat yang sama, perusahaan mempertahankan hak untuk mengejar tanggung jawab. Jika kamu tidak keluar, aku akan memanggil satpam. Orang yang seharusnya keluar bukan kamu. Direktur Deng. Kerja sama MH dan Perusahaan Farmasi Crown harus didasarkan pada integritas kedua belah pihak, bukankah begitu? Tapi Perusahaan Farmasi Crown sengaja membuat taktik, memalsukan data,
Memasukkan karyawan yang sudah mengundurkan diri ke dalam daftar karyawan yang masih bekerja. Menyembunyikan bukti pemindahan aset. Kenapa? Kamu kira aku tidak bisa menemukan buktinya? Maaf, Direktur Deng. Aku sudah mengirimkan bukti dan data yang kudapatkan secara bersamaan kepada dewan direksi Crown. Semua hal yang kamu lakukan akan terbongkar kebenarannya. Sayang sekali.
Penandatanganan kontrak sore ini harus dibatalkan. Dan selanjutnya, apakah MH masih akan bekerja sama dengan Crown, semua itu tergantung apakah Anda masih duduk di posisi Direktur utama Perusahaan Farmasi Crown. Aku adalah mantan karyawan Perusahaan Farmasi Crown. Lin He. Hadiah terima kasihku. Begitu asal-asalan? Mana asal-asalan? Bukankah ini adalah makanan favoritmu sewaktu kecil? Itu…
Terima kasih ya. Aku kira kali ini aku pasti celaka. Bagaimana? Apakah bagus? Kamu datang ke MH hanya untuk bertamasya. Tentu saja aku harus membawamu untuk melihat pemandangan yang harus dilihat. Dengan begitu, kamu tidak akan punya penyesalan meskipun pergi. Jika merasa aku hanyalah seorang turis, kenapa kamu ingin membantuku?
Apakah kamu merasa aku sedang membantumu? Di lingkaran perbankan investasi, aku belum pernah kalah. Tentu saja aku tidak boleh menghancurkan reputasiku karena Deng Ke. Apa yang kamu lihat? Bagaimanapun juga, terima kasih sudah membawaku untuk mengikuti pelajaran ini. Dan setelah aku melihat semua pemandangan, aku juga pasti akan tinggal. Sepertinya kamu
Tidak berdarah dingin seperti yang kuduga. Sepertinya kamu juga lebih kuat dari yang kuduga. Aku tidak ingin berhutang budi. Malam ini aku akan mentraktirmu makan. Terserah kamu ingin makan di mana. Ingin makan apa? Tadi aku sudah mengirimnya kepadamu. [Restoran Linglong ¥1.988/orang] 1.988 Yuan. Yuan pemeras. Restoran Michelin berbintang satu yang mempunyai tempat pemberhentian helikopter.
Pengguna yang akan mempertimbangkan pembelian grup ditakdirkan tidak akan menjadi target pelanggan mereka, seperti kamu. Sepertinya restoran ini sama seperti kamu, tujuannya adalah memeras uang hasil jerih payah rakyat. Benar. Apa kamu tidak tahu, kesenanganku selama ini adalah memeras kamu? Aku tidak pelit seperti suamimu. Hanya memberimu satu kuncup bunga. Suami siapa?
Bukankah orang yang mengantarmu pulang semalam? Aku sudah melihatnya. Selamat ya. Jika ingin bahas tentang pelit, siapa yang bisa menang darimu? Sejak kapan aku pelit? Ada. Ketika SD kelas 3 semester ganjil, kamu pernah melamar Cui Lele di depan semua siswa di kelas. Apakah kamu melupakannya? Cui Lele? Siapa? Gadis gendut di kelas kita.
Ayahnya buka kedai makanan kecap. Waktu itu demi makan setengah kaki babi di dalam tas, kamu melamarnya di depan semua orang. Apa? Apakah terakhir aku sudah memakan setengah kaki babi kecap itu? Sudah memakannya. Lamaranmu berhasil. Kalian berdua memakan kaki babi itu bersama. Makan dengan lahap. Mulut kalian penuh dengan minyak. Lucu sekali.
Kamu mengingatnya dengan begitu jelas? Aku mengingatnya dengan sangat jelas. Aku tidak ingat apapun. Jika kamu berkata seperti itu, itu adalah merusak reputasiku. Aku akan menuntutmu merusak nama baik. Reputasimu sudah buruk sejak awal. Aku fokus memarahimu di perusahaan, belum sempat memahami kondisi pribadimu. Apakah berencana untuk memiliki anak kedua? Sialan, aku masih lajang.
Jangan sembarang bicara. Apakah kehidupan mantan istrimu sangat senang sekarang? Suami barunya 10.000 kali lebih baik dari kamu kan? Maaf ya. Aku sama seperti kamu, masih lajang. Aku paham. Orang licik yang mendadak kaya. Banyak dikejar wanita. Perkataanmu benar sekali. Kota besar seperti Shanghai memang begitu, penuh dengan gadis cantik. Setiap gadis sangat cantik.
Aku memang tidak tahu harus memilih yang mana. Pilih saja pelan-pelan. Michelin yang punya tempat pemberhentian helikopter? Maaf ya. Tidak punya mata? Ayolah. Sudah datang ya? Lihat dulu, ingin makan apa? Dua porsi yang paling mahal. Dia akan membayarnya. 116 Yuan. Pelanggan lama, 110 Yuan saja. Balikkan menunya dan scan. Selesai. Baik. Tunggu sebentar ya.
Apakah kamu menyiapkan ronde kedua? Kamu masih memikirkan tempat pemberhentian helikopter? Ayolah. Sekarang masih sempat. Jangan, jangan, jangan. Makan ini saja. Ini bagus. Maknanya bagus. Kekayaan. Lap dulu. Mi kekayaan sudah datang. Silakan dinikmati. Terima kasih. Silakan dinikmati. Cobalah. Bagaimana? Sebelumnya di luar negeri, ketika ingin makan makanan Tiongkok, aku akan belajar untuk memasaknya.
Pada akhirnya, aku juga bisa masak seadanya. Tapi aku tetap sering teringat mi buatan ayahmu. Aku juga sudah mencobanya berkali-kali, tapi tetap tidak berhasil. Setelah pulang ke Tiongkok, aku tanpa sengaja menemukan toko ini. Menurutku rasanya lumayan enak. Meskipun tidak seenak yang dibuat oleh paman, tapi aku sudah merasa sangat sulit didapatkan,
Jadi aku membawamu kemari untuk mencobanya. Ayahku selalu menyuruhmu makan di rumahku karena ingin kamu menjagaku. Siapa sangka kamu lahap saat makan, tapi malah berusaha menindasku di sekolah. Kamu membantuku dalam peristiwa Crown, hanya karena ingin aku melihat pemandangan? Ingin dengar kebenaran atau kebohongan? Tentu saja kebenarannya. Aku ingin minta maaf padamu. Soal naskah pidato,
Aku berhutang permintaan maaf padamu. Masih berani mengungkit soal naskah pidato? Nyawaku hampir melayang. Kamu malah mengatakannya dengan begitu santai. Aku tahu soal naskah pidato menyebabkan masalah yang serius. Tapi niatku bukan seperti itu. Baiklah. Jika begitu, coba katakan apa niatmu? Awalnya aku ingin mengambil surat cinta itu. Siapa sangka kamu akan menaruh surat cinta
Bersamaan dengan naskah pidato. Surat cinta? Untuk apa kamu mengambil surat cintaku? [“Love is Sweet”] Ibu. Nak, visamu sudah keluar. Aku sudah pesan tiket pesawat untuk besok lusa. Ibu, aku tidak ingin belajar di luar negeri. Ini bukan masalah kamu ingin atau tidak. Kita jangan berdebat lagi demi masalah ini, oke? Minum susunya. Kerjakan tugasmu dengan baik.
Ibu! Si cengeng. Hai. Aku adalah Kakak Yuan kamu. Meskipun baru sekali kamu memanggilku dengan panggilan seperti ini, tapi aku sangat suka kamu memanggilku seperti ini. Ketika kamu melihat surat ini, aku akan pergi belajar di luar negeri. Tidak tahu kapan aku akan kembali. Jangan terlalu merindukanku ya. Jika benar-benar merindukanku, hubungi aku saja.
Teman, ada masalah apa? Aku… Tali sepatumu lepas. Katakan saja jika kamu menyukainya. Dia adalah pembawa acara lomba pidato sekolah. Bagaimana jika kamu daftar ikut perlombaan itu dan tulis sebuah surat cinta untuknya? Tulis surat cinta? Tunggu sebentar, aku ambil naskah pidato dulu. Kamu kenapa? Naskah pidato dan surat cintaku hilang. Teman-teman semuanya. Hilang?
Kontes Pidato Hati Tiongkokku… Jelas-jelas aku menjepitkannya di dalam map ini. …akhirnya akan dimulai. Persilakan kontestan pertama. Jiang Jun dari SMA 1 kelas 3. Tidak apa-apa. Aku sudah dengar kamu menghafalnya berkali-kali. Kamu bisa berpidato tanpa naskah. Jiang Jun! Jiang Jun! [Kontes Pidato Hati Tiongkokku] Para guru yang terhormat, teman-teman yang tercinta,
Topik pidatoku hari ini adalah Hati Tiongkokku. Tembok… Tembok Besar, Naga… Naga raksasa, adalah… Kamu bisa atau tidak? Iya, turunlah jika tidak bisa. Jangan membuang-buang waktu kami. Turun! Cepat turun! Turun! Cepat pergi! Turun! Jangan mempermalukan diri! Turun! Turun! Turun! Cepat turun! – Turun! – Turun! Apa yang dikatakannya? Turun! Jangan mempermalukan diri! Turun!
Turun! Cepat turun! Turun! Turun! Jangan mempermalukan diri! Turun! Turun! Turun! Turun! [Hati Tiongkokku] Wajahnya kenapa? Ini… Apakah sakit? Kenapa bisa seperti ini? Aneh sekali. Jiang Jun. Wa…wajahmu. Antar ke rumah sakit. Jiang Jun! Oh tidak! Oh tidak! Jiang Jun! Jiang Jun! Kamu jangan menangis. Naskah pidatomu tidak hilang. Lihatlah. Naskah pidatomu ada di tempatku.
Tidak hilang. Lihatlah. Ter…ternyata kamu. Kamu… Sadarlah, Jiang Jun. Jiang Jun! Jiang Jun! Jiang Jun! Sudahlah. Jangan menangis lagi. Bukankah sudah kubilang? Jika kamu seperti ini, Jun akan sangat sedih ketika sudah sadar nanti. Kamu tahu dia tidak boleh menangis. Menurutmu, Jun malangku menyinggung siapa di sekolah? Kenapa harus mencuri naskah pidatonya?
Mungkin hanya candaan dari teman sekelasnya. Tidak boleh seperti itu meskipun bercanda. Apakah dia tidak tahu penyakit Jun kita agak berbeda? Iya. Sudah seperti ini. Jangan sedih lagi. Terima kasih Dokter Lin. Sudah seharusnya. Apa kata dokter? Katanya untung segera dibawa ke rumah sakit. Tidak ada masalah besar. Tapi ke depannya harus sangat diperhatikan.
Akan sangat sulit untuk ditangani jika kambuh lagi. Semua berkat siswa yang mengantar Jun ke rumah sakit. Jun. Kamu sudah bangun? Ayah. Aku ingin pindah sekolah. Bagus juga jika pindah sekolah. Nanti ayah akan menghubungi sekolah yang cocok untukmu. Ganti lingkungan, tekanan mentalmu juga tidak akan terlalu besar. Ling. Di mana Jiang Jun?
Dia sudah pindah sekolah. Pindah sekolah? Aku akan telat, aku pergi dulu. Yuan Shuai. Waktunya sudah tidak sempat. Cepat, masuk ke mobil.