Reaksi Pelatih Uzbekistan U17 dan Safe sali Usai Uzbekistan di bantai Garuda Muda 2-0,Ini Mustahil

Reaksi mengejutkan pelatih Uzbekistan U-17 dan juga legenda sepak bola Malaysia Safi Sali usai Garuda Muda tumbangkan juara Piala Asia U-1724 Den Serdang, ASEAN dan juga Eropa Gempar. Namun seperti biasa sebelum lanjut menonton video ini, tolong ringankan jari Anda untuk menekan tombol subscribe, like, dan nyalakan lonceng notifikasinya. Dan kalau sudah kami ucapkan banyak-banyak terima kasih dan mari kita lanjut. Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang kembali menjadi saksi sejarah ketika timnas Indonesia U-17 sukses menumbangkan Uzbekistan U-17 dengan skor telak dan meyakinkan yakni 2-0. Pada laga Piala Kemerdekaan 2025 pada Jumat malam 15 Agustus 2025. Kemenangan ini tak hanya membuat ribuan suporter Garuda Muda bersorak, tetapi juga mengundang komentar mengejutkan dari pelatih Uzbekistan U-17 dan legenda sepak bola Malaysia, Safi Sali. Timnas Uzbekistan U-17 datang ke Indonesia dengan status mentereng juara Piala Asia U-17 2024. Mereka diunggulkan di hampir semua prediksi pralaga. Namun, semua teori runtuh seketika di lapangan. Ketika sekuat asuhan Nova Arianto tampil penuh determinasi mendominasi permainan sejak pulit pertama dibunyikan dan menampilkan permainan menghibur, cantik, dan juga imprensif. Begitu laga dimulai, sorakan puluhan ribu suporter di Stadiun, Deli Serdang langsung memanaskan atmosfer. Chen Garuda Muda menggema dari tribun utara hingga selatan. Dukungan tersebut terbukti menjadi bahan bakar semangat pemain-pemain muda Indonesia. Sejak menit awal, Lindik Tengah Indonesia yang diisi oleh para pemain timnas Indonesia U-17, Azizu dan juga Putu Panji tampil sangat agresif. Tekanan tersebut berbuah hasil di menit ke-17 menerima umpan terobosan matang dari pemain timnas Indonesia, Dimas Adi Prasetyo menunjukkan kualitas luar biasa. Ia dengan tenang dan cerdik mengecoh satu bek Uzbekistan lalu memperdaya kiper lawan dengan sentuhan halus yang membuat bola mengalir mulus ke gawang Uzbekistan. Stadun meledak dalam kegembiraan 1-0 untuk Indonesia. Gol tersebut mengubah dinamika permainan Uzbekistan yang biasanya mengandakan penguasaan bola justru terlihat sangat panik. Mereka mencoba membangun serangan dari tengah, tetapi pressing ketat Alanova Arianto memutuskan aliran bola mereka. Pelatih Subagistan tampak beberapa kali menggelengkan kepala di pinggir lapangan. Tidak percaya anak asuhnya kalah dalam duel fisik maupun taktik. Upaya mereka untuk memanfaatkan kecepatan di sektor sayap juga selalu berhenti oleh aksi disiplin dari lik belakang Indonesia yang dikomandoi oleh Putu Panji. Memasuki babak kedua, Uzbekistan berusaha bangkit. Mereka meningkatkan intensitas gol. Pada menit ke-68, kombinasi apik di sisi kiri membuat bola jatuh ke kaki Muhammad Alghazani. Dengan ketenangan luar biasa, ia menusuk kotak penalti melewati back lawan lalu melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang. Skor berubah menjadi 2-0. Gol ini membuat suporter semakin histeris dari tribun kembang api dan flir merah putih menghiasi malam Deli Serdang. Sementara di bangku cadangan, Nova Arianto memeluk para asistennya. Tanda bahwa kemenangan ini hampir pasti dalam genggaman. Uzbekistan mencoba segala cara di sisa waktu. Namun tak ada yang berhasil menembus pertahanan rapat Garuda Muda. Hingga pulit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan timnas Indonesia U-17 asuhan Coach Nova Arianto. Usai pertandingan pelatih Uzbekistan U-17 tampak lesu di sesi konferensi pers. Dengan wajah serius, ia mengakui tidak percaya timnya yang baru saja menjuarai Piala Asia U-17 bisa dikalahkan dengan cukup meyakinkan oleh Indonesia. Saya tidak menyangka hasil ini kami datang dengan mental juara dan percaya diri tinggi. Tetapi Indonesia bermain sangat luar biasa malam ini. Mereka cepat, kuat secara fisik, dan disiplin dalam bertahan. Mereka layak menang. Saya harus jujur kami tidak menemukan solusi menghadapi pressing mereka,” ucap dia. Dia juga menambahkan bahwa atmosfer stadion menjadi faktor besar yang mempengaruhi mental para pemainnya. Suporter di sini sangat luar biasa. Suara mereka tidak pernah berhenti 90 menit. Bahkan saat kami mencoba membangun serangan, komunikasi di lapangan jadi sulit. “Ini pengalaman berharga bagi kami,” sambung pelatih timnas U-17 Uzbekistan. Tak hanya dari kubu Uzbekistan, kemenangan ini juga memantik komentar dari legenda sepak bola Malaysia, Safi Sali. Mantan penyerang Harimau Malaya itu mengaku kagum dengan perkembangan pesat sepak bola Indonesia. Saya sudah melihat pertandingan ini dan satu hal yang jelas, Indonesia U-17 ini bukan tim biasa. Mereka bermain seperti tim yang sudah terbiasa dengan laga-laga besar. Kalau performa seperti ini dibawa ke Piala Dunia U-17 2025, saya yakin mereka bisa bersaing bahkan melawan negara-negara kuat seperti Brazil, Zambia, dan Honduras,” ucap Safi kepada media Malaysia. Safi Sali juga menyoroti kualitas individu dan kerja sama tim muda Indonesia. Saya suka bagaimana mereka memadukan teknik individu dengan kerja sama tim. Gol pertama Dimas itu lahir dari visi permainan yang sangat matang. Sementara gol kedua Alghazani menunjukkan determinasi tinggi. Kalau ini terus dipertahankan, bukan mustahil Indonesia bikin kejutan di Piala Dunia nanti. Tambah Safi Sali. Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto tentu menjadi sosok paling bahagia malam itu. Namun, ia tetap merendah ketika ditanya tentang peluang timnya di ajang Piala Dunia U-17 2025 di Qatar mendatang. Saya bangga dengan anak-anak Mattho Put, Azizu, Mirza, Zahabi, Evandra, semua teman-teman, semua anak-anak bekerja sangat keras malam ini. Tapi ini baru satu langkah. Masih banyak yang harus diperbaiki sebelum kita bicara di Piala Dunia nanti. Kami akan terus belajar dan memperkuat tim ini,” ucap Coach Nova Arianto. [Musik] Nova juga mengungkapkan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari persiapan matang, termasuk latihan fisik, taktik, dan pemantapan mental. Kami tahu Usbagistan adalah tim juara Piala Asia, jadi kami mempersiapkan diri sebaik mungkin. Hasilnya bisa kita lihat sendiri di lapangan malam ini,” tambah dia. Begitu peluit akhir dibunyikan, suasana stadium berubah menjadi pesta rakyat, lagu-lagu kebangsaan, yel-yel kemenangan, dan tarian spontan suporter mewarnai malam. Di luar stadium pedagang kaki lima kebanjiran pembeli. Sementara di media sosial, Tagar Garuda Muda dan Tagar Indonesia U17 langsung menjadi trending di Indonesia bahkan ASEAN dan juga Asia. Banyak netizen yang membagikan cuplikan gol Dimas dan Algazani memuji kerja sama tim yang rapi serta atmosfer yang sangat luar biasa di Stadion Utama Sumatera Utara Deli Serdang. Seorang suporter asal Palembang menulis, “Ini baru tim masa depan Indonesia. Bukan hanya menang, tapi mainnya juga memanjakan mata. Sangat cantik. Saya sangat terhibur dan saya sangat puas menonton malam ini. Kemenangan ini membuat Indonesia semakin percaya diri menatap laga berikutnya di Piala Kemerdekaan 2025 menghadapi tim Mali, yakni runner up Piala Dunia sebelumnya. Meski demikian, Nova Aranto menegaskan bahwa fokus mereka adalah proses jangka panjang mempersiapkan tim agar tampil maksimal di Piala Dunia U-17 2025 November mendatang. Dengan modal kemenangan atas juara Piala Asia U-17 dan dukungan penuh masyarakat, Garuda Muda kini mengirim pesan tegas. Mereka siap menatap masa depan bahkan jika itu berarti berhadapan dengan raksasa seperti Brazil di panggung dunia. Itulah berita tentang seputar Piala Kemerdekaan 2025 yang dapat kami sajikan hari ini. Terima kasih telah menyimak video kami. Selamat untuk kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas Uzbekistan. Jangan lupa saksikan video-video kami selanjutnya dan salam olahraga. [Musik]

#TimnasIndonesiaU17#UzbekistanU17#PelatihUzbekistanU17#Safesali#pialakemerdekaan2025