Bukan Sekadar Dribble, Ini Seni Mengelabui khas dari lamine yamal

Gini ceritanya, Kundai menang duel udara. Bolanya jatuh pas banget ke arah Lamina Yamal. Sebelum bola sampai ke kakinya, dia sudah menoleh dua kali ke belakang. Dia sudah melihat ruang yang tersedia. Raffinha mulai berlari. Tapi bukannya langsung mengoper, Yamal malah mengangkat tangan kanannya. Memberi isyarat agar Rafinha menahan lari dulu, dia langsung menusuk ke arah beg terdekat. Begitu kaki belakang beg itu menapak, Yamal memotong ke dalam. Celah tercipta. Semua siap untuk tembakan jarak jauh. Ayunan tangan, kaki kanan menapak. Badan udah siap, kaki kanan nancep. Eh, ternyata cuma tipuan. Dia malah belok ke samping bikin bek kedua maju nutup ruang. Dua sentuhan cepat balik lagi ke dalam dan semua udah yakin kali ini dia bakal nembak. Bektiang jauh pun udah santai. Semua orang berpikir begitu. Apalagi para bek di tiang jauh, mereka lengah. Dan di situlah Yamal menyamarkan tembakan menjadi umpan sempurna kepada Rafinha yang menuntaskannya dengan sangat baik. Yeah.