Kenyataan pahit tentang penalti dan rasisme di sepak bola 😥
Para pemain kulit hitam di Inggris kini diingatkan untuk berpikir dua kali sebelum mengambil penalti. Dan alasannya sungguh memilukan. Dalam final Piala Super UEFA melawan PSG, Tottenham memiliki dua pemain yang gagal mengeksekusi penalti, Van Devin dan Patias Steel. Namun setelah pertandingan berakhir, reaksi yang muncul tidak ada sama. Van Devin hanya mendapat kritik biasa. Sementara Mati Astil dibanjiri dengan serangan rasis yang menjijikan di media sosial. Serangan tersebut begitu parah hingga organisasi amal kick it out angkat bicara dan menyatakan rasisme semakin buruk setiap hari dalam sepak bola Inggris. Bagi pemain kulit hitam, mengambil penalti berarti menghadapi dua lawan sekaligus kiper dan rasisme.
Para pemain kulit hitam di Inggris kini diingatkan untuk berpikir dua kali sebelum mengambil penalti. Dan alasannya sungguh memilukan.
Dalam final Piala Super melawan PSG, Tottenham memiliki dua pemain yang gagal mengeksekusi penalti: Van de Ven dan Mathys Tel. Namun, setelah pertandingan berakhir, reaksi yang muncul tidaklah sama. Van de Ven hanya mendapat kritik biasa, sementara Tel dibanjiri dengan serangan rasis yang menjijikkan di media sosial.
Serangan tersebut begitu parah hingga organisasi amal Kick It Out angkat bicara dan menyatakan, “Rasisme semakin buruk.” Setiap hari dalam sepak bola Inggris, bagi pemain kulit hitam, mengambil penalti berarti menghadapi dua lawan sekaligus: kiper dan rasisme.
Tidak ada tempat untuk rasisme dalam sepak bola.
#shortsvideo #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort