KEMENANGAN PUTIN di alaska “Kalimat Putin yang Mengejutkan TRUMP” Zelensky tak senang!!

Thank you very much, Vladimir. Next time in Moscow. Oh, that’s an interesting one. I’ll get a little heat on that one, but I uh I can see it possibly happening. Thank you very much, Vladimir, and thank you all. Thank you. Look, as far as I’m concerned, there’s no deal until there’s a deal, but we did make a lot of progress. Dengan cat tempur, karpet merah, dan slogan mengejar perdamaian, Presiden Donald Trump menyambut pemimpin Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pertemuan puncak di Alaska pada hari Jumat. Ini adalah pertemuan bersejarah meskipun hasilnya belum jelas. Maksudnya setelah bertemu selama hampir 3 jam, kedua pria itu muncul untuk mengumumkan kemajuan. Meski disebut ada kemajuan yang positif, namun satu hal yang jelas tidak ada kesepakatan yang dibuat. Pertemuan selanjutnya akan kembali dijadwalkan. Dengan yang mengejutkan, Vladimir tiba-tiba menyebut jika ia ingin pertemuan bisa terjadi di Moskow. Thank you very much, Vladimir. Next time in Moscow. Oh, that’s an interesting one. I’ll get a little heat on that one, but I I could see it possibly happening. Thank you very much, Vladim and thank you all. Thank you. Jelas ini bukanlah hal yang mudah bagi Trump. Kenapa? Karena akan sulit meyakinkan Ukraina untuk terbang ke Moskow. Dan inilah cerita dan hasil di balik pertemuan Alaska. [Musik] Dimulai dengan sebuah jabat tangan paling epik di dekade ini di mana banyak analisis mengatakan baik Trump dan Putin sudah saling adu kuat untuk menunjukkan siapa Alfa di antara mereka. Jat tempur B2 bomber dan juga pesawat siluman yang mengiringinya juga menambah epik pertemuan itu dari atas langit Alaska. Sekali lagi ini adalah pertemuan bersejarah yang bertujuan untuk menghentikan agresi Rusia ke Ukraina. Di mana seperti kita tahu Rusia telah lebih dari 3,5 tahun menginvasi Ukraina dengan berbagai wilayah Ukraina atau kurang lebih 19%-nya telah dikuasai Rusia. Namun sayang, meski berjalan positif dan terdapat poin-poin yang saling dipahami, namun kesepakatan untuk gencatan senjata belum terjadi hingga pertemuan usai. [Musik] Jadi setelah kurang lebih 3 jam pertemuan berlangsung dengan Trump yang ditemani delegasi Amerika Serikat yakni Steve Wkov dan Rubio serta Rusia yang ditemani tangan kanannya seperti Lavrov. Pertemuan berakhir tanpa tercapai kesepakatan nyata untuk menghentikan perang di Ukraina baik sementara maupun permanen. Upaya Trump untuk mengamankan genjatan senjata tidak berhasil dan tidak ada konsesi militer yang diberikan oleh Putin. Memang meskipun Trump mengatakan ada banyak poin kesepakatan, tapi Trump juga menyebut bahwa beberapa poin penting juga masih belum terselesaikan. Kedua belah pihak juga tidak menguraikan komitmen yang mengikat dengan ketiadaan kerangka kerja untuk menghentikan permusuhan. bahkan mengisyaratkan bahwa perang akan berlanjut untuk saat ini. Meski begitu, Trump menggambarkan pertemuan tersebut sebagai sesuatu yang sangat produktif bahkan memberi nilai 10. Meski tanpa kesepakatan konkret, Trump juga nampak senang karena Putin banyak memujinya. Seperti saat menyebut bahwa ia bisa mengkonfirmasi ucapan Trump bahwa perang tak akan terjadi jika Trump jadi presiden Amerika Serikat. Когда президент saying так навер Rusia mengontrol naratif you know with him trump then allows very unusualit. Melihat pertemuan Trump dan Putin, banyak analisis menilai. Jika Putin memenangkan pertemuan tersebut, Putin meraih keuntungan simbolis besar saat ia disambut layaknya kepala negara setara Amerika Serikat. Karpet merah lalu masuk ke dalam mobil limokin yang sama dengan zat tempur di udara. Dalam diplomasi ini bukan sekedar protokol, tapi pesan simbolis yang dapat diartikan Rusia diperlakukan setara dengan Amerika Serikat. Meski Rusia dalam banyak hal sedang terisolasi oleh Barat akibat invasi Ukraina. Hal itu dapat bermakna bahwa Amerika Serikat melihat Putin bukan lagi sebagai pemimpin terasing, melainkan pemimpin yang diundang ke meja perundingan besar. Selain itu, Putin juga tak memberikan konsesi. Dalam hal ini, jika biasanya pemimpin negara akan mendapatkan pengakuan atau sambutan besar jika menawarkan konsesi besar seperti gencatan senjata, penarikan pasukan, atau kesepakatan politik. Tapi kali ini Putin tidak memberi apapun secara konkret. Ia hanya hadir berjabat tangan dengan Trump dan pulang dengan kemenangan simbolik. Rusia kembali di panggung global. Dan pada akhirnya pengakuan dari Trump tergambar saat Trump juga mengatakan jika Rusia memiliki kekuatan yang sangat besar. Hal yang tak dimiliki oleh Ukraina. Make the make Russia is a very big power and not. They’re great soldiers and they have great. But you know they also had the best equipment you know they had our equipment and I gave them javelins if you remember in my first term in fact it was a statement I gave javelin you remember reaksi Zelenski saat pertemuan dilakukan antara Rusia dan juga Amerika dengan Trump bertemu Putin, Zelenski presiden dari Ukraina memberikan reaksi dengan menyebut bahwa Rusia terus menyerang Ukraina di tengah negosiasi. Menurut Zelenski, apa yang dilakukan Rusia menunjukkan banyak hal. Ia pun langsung melakukan pertemuan dengan pemimpin Eropa usai pertemuan Trump dan Putin dengan sekali lagi menekankan bahwa Rusia harus mengakhiri perang yang telah dimulainya sendiri dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pembunuhan harus dihentikan dan pertemuan para pemimpin diperlukan. Setidaknya Ukraina, Amerika, dan pihak Rusia. Dan justru dalam format seperti itulah keputusan yang efektif dapat dicapai. [Musik] Di sisi lain dalam Prescon usai bertemu Putin, Trump mengatakan bahwa ia akan segera menghubungi NATO atau Selenski untuk memberitahu mereka tentang proposal tersebut dan mudah-mudahan menutup kesepakatan. Trump mengatakan kemajuan besar telah dicapai dan Putin mengatakan ia berharap ini mengarah pada perdamaian. So there’s no deal until there’s a deal. I will call up NATO in a little while. I will call up uh the various people that I think are appropriate. And I’ll of course call up President Zelinski and tell him about today’s meeting. It’s ultimately up to them have to agree with what Pada akhirnya pertemuan Alaska berakhir tanpa gencatan senjata. Tanpa kesepakatan nyata, tapi dengan satu pesan kuat. Putin pulang dengan kemenangan simbolis. Ia tidak memberi konsesi apapun. Namun berdiri sejajar dengan Presiden Amerika Serikat. Dijemput J tempur, disambut karpet merah, dan bahkan meninggalkan janji mengejutkan. Mungkin pertemuan berikutnya di Moskow. Trump tersenyum menyebut pertemuan itu produktif, memberi nilai 10 meski belum ada hasil konkret. Sementara itu, di cave, Zelenski tak bisa menutupi kekecewaannya. Saat Trump berjabat tangan dengan Putin, rudal Rusia masih jatuh di tanah Ukraina. Dan bagi Zelenski, perdamaian hanya bisa lahir lewat meja perundingan yang menghadirkan Ukraina, bukan sekedar Moskow dan Washington. Kini pertanyaannya seperti apakah pertemuan selanjutnya? Bisakah Zelenski, Rusia, dan Amerika duduk bersama? Kita akan menantikan hal tersebut. [Musik] [Musik] [Musik] Yeah.

======================================
Part of GLNEWS
Website: https://glnews.id/
Instagram: https://www.instagram.com/glnews_ig/
Tiktok: https://www.tiktok.com/@glnewsofficial
Facebook: https://www.facebook.com/glnewsfootball/