PLOT: Kenapa Ikan ini bisa Berbicara | Loan Shark

Memancing di malam hari adalah kegiatan yang sangat menenangkan. Duduk di atas perahu, melamun di bawah sinar bulan, dan menunggu ikan meggigit umpan. Sungguh sangat menenangkan, tapi tunggu dulu, kenapa ikan yang satu ini bisa berbicara layaknya manusia? Hello guys kembali lagi di Channel Droomp dan Selamat datang di Plot Loan Shark Digarap oleh Studio Carota dan dirilis pada tanggal 8 Agustus tahun 2025, Loan Shark adalah sebuah game horr- maksudnya game memancing biasa dimana kita akan berperan sebagai seorang nelayan yang menghabiskan sebagian besar harinya untuk memancing. Ia memancing bukan untuk memenuhi hobinya, melainkan untuk membayar utang. Rentenir meminjamkanmu setumpuk uang. Sekarang dia ingin uang itu kembali dengan bunganya. Kamu harus bekerja. Sepanjang malam. Setiap malam. Kamu tidak memiliki pilihan lain. Jumlah utangmu adalah… sangat besar. Pancing ikan sebanyak mungkin. Seorang pria tanpa nama, akan kita sebut Ezio, tidak memiliki pilihan lain selain bekerja sepanjang malam demi melunasi utangnya. Di bawah sinar bulan, ia hanya ditemani oleh lantunan nada lembut dari radio dan sebuah buku berisi cara memancing yang benar, lemparkan tali minimal 8 meter dari perahu, tarik pancing sekuat tenaga saat ikan menggigit umpan tapi jangan lupa perhatikan ketegangan tali pancing, dan lepaskan bila dirasa tali pancing sudah terlalu tegang. Catatan tambahan, jangan ulangi kesalahan dia.
Berbekalkan informasi ini, Ezio mulai memancing, dan setiap kali berhasil mendapatkan ikan, kita akan dipertunjukkan pada beberapa informasi terkait ikan tersebut, dimulai dari nama ilmiah, dimensi, berat, uang yang bisa didapatkan saat dijual, dan karakteristik. Yang harus dilakukan oleh Ezio setelah itu adalah membuang isi perut ikan dan meletakkannya ke dalam sebuah box. Tidak ada yang spesial dari 2 ikan pertama, namun saat Ezio melemparkan pancing untuk ketiga kalinya, ia tidak sengaja menangkap ikan bermata satu yang tidak diketahui nama ilmiahnya. Harga ikan ini jauh lebih mahal, dan untuk itu, Ezio segera meletakkannya ke atas papan pemotongan dan… Ikan menjerit kesakitan, memohon pada Ezio untuk mengeluarkan pisau tersebut. Sang ikan kemudian mengatakan bahwa ia adalah ikan ajaib yang tidak bisa pergi sebelum melunasi utangnya. Properti pribadi adalah hal yang sakral. Dan sekarang, ia sudah menjadi milik Ezio. Ini adalah permulaan dari sebuah dongeng. Ezio tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan dihadapkan pada 3 pilihan, ingin mendengarkan dongeng sang ikan, menolak, atau langsung memotongnya. Ketiga pilihan ini tidak memiliki konsekuensi apapun, karena sang ikan akan langsung menghilang dan berpindah tempat ke atas box tumpukan ikan. Ia mengenalkan diri sebagai ikan ajaib, veteran laut, dan pemberi nasehat bernama Cagliuso. Ketika seseorang berhasil menangkapnya, maka orang tersebut layak mendapatkan hadiah. Memberikan hadiah adalah satu-satunya cara agar ia bisa membebaskan dirinya. Cagliuso berjanji hadiah yang ia berikan bukan hanya sekadar buket bunga, melainkan sesuatu yang dapat memberikan Ezio kemakmuran.
Ia lalu membuka mulut dan membiarkan Ezio mengambil bola mata kecil dari dalam tubuhnya, mengklaim itu adalah bola mata miliknya yang dulu tidak sengaja terjatuh. Lebih lanjut, ia juga memberitahu bahwa bola mata yang ia berikan merupakan artefak yang kuat, bukan hanya sekadar barang biasa.
Mengikuti arahan Cagliuso, Ezio mengaitkan bola mata pada tali pancing menggantikan umpan dan mencoba peruntungannya sekali lagi. Benar saja, kali ini ia berhasil menangkap ikan yang bagus, bukan hanya bagus, tapi sangat mahal, seharga €281,365. JIka ia bisa mendapatkan ikan mahal semudah ini, maka ia bisa dengan mudah melunasi utangnya. Di bagian karakteristik, tertulis “Kamu adalah ikan yang ada di kail.” Ezio membuang isi perut ikan dan mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Cagliuso atas hadiah ajaib tersebut. Tapi karena sekarang mereka sudah impas, Cagliuso mengambil kembali artefak bola mata yang ia anggap sebagai properti pribadi miliknya, mengingatkan bahwa properti pribadi adalah sesuatu yang bersifat sakral. Tidak bermaksud lancang, ia kemudian berbicara tentang bagaimana Ezio sudah bekerja tanpa henti dari pagi sampai malam selama beberapa hari belakangan dan semua itu dilakukan karena Ezio tidak memiliki pilihan lain. Ia tahu Ezio memiliki masalah uang, dan karena ia cukup peduli, mengklaim Ezio mengingatkannya pada masa mudanya, ia pun bersedia membantu jika Ezio memerlukan bantuan lagi. Cukup bunyikan bel di perahu, maka ia akan datang. Tepat setelah Cagliuso menghilang, telepon berbunyi, dan saat diangkat, rupanya orang yang menghubungi adalah sang rentenir. Rentenir berbicara tentang uang yang ia pinjamkan, uang yang Ezio gunakan untuk membeli perahu nelayan. Ia ingin uang itu dikembalikan dalam waktu 45 menit. Ezio tidak mungkin bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 45 menit, sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain membunyikan bel, mendatangkan Cagliuso yang segera memahami kesulitan Ezio. Kali ini ia tidak akan meminjamkan artefak bola mata secara cuma-cuma, melainkan ia meminta sebotol beer sebagai imbalan. Ezio mengambil sebotol beer dan menuangkannya ke dalam mulut Cagliuso. Sesuai janji, Cagliuso kemudian meminjamkannya artefak bola mata, menegaskan bahwa ini hanya bersifat rental. Tanpa membuang banyak waktu, Enzo segera mengaitkannya pada tali pancing dan mulai memancing, dimana di bawah air laut, seekor hiu tampak sedang memperhatikan dalam diam sebelum meninggalkannya secara perlahan. Tak lama setelah itu, Ezio berhasil memancing seekor ikan yang harganya mahal. Karakteristik, “Bola mata bukan milik sang ikan.”
Ezio memotong dan meletakkannya ke dalam box tumpukan ikan sebelum lanjut memancing. Seperti biasa, ia berhasil menangkap ikan mahal lainnya, namun meski uang yang harus ia bayar hanya tinggal sedikit lagi, entah kenapa karakteristik ikan menyebutkan bahwa Ezio tidak akan bisa terlepas dari utang. Seolah deskripsi itu meramalkan apa yang terjadi, ketika Ezio hendak lanjut memancing, ia dihentikan oleh Cagliuso yang mengatakan bahwa rental sudah berakhir. Cagliuso mengambil artefak bola mata dan pergi, percaya Ezio bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dari sini. Tapi jika Ezio masih memerlukan bantuan, bunyikan bel di perahu. Lagi, tepat setelah Cagliuso menghilang, telepon berdering, dan saat diangkat, Ezio mendapatkan kabar buruk. Rentenir memintanya mengembalikan uang sebanyak 2 kali lipat. Sang rentenir menjelaskan bahwa ia juga sedang terlilit utang dan mengancam Ezio untuk tidak melarikan diri dari tanggung jawabnya kalau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada orang terdekatnya.
Ketika ada situasi yang buruk, apa yang akan dilakukan Ezio? Yup benar sekali, membunyikan bel.
Cagliuso mulai merasa heran melihat Ezio tidak bisa apa-apa tanpa bantuannya. Ia kini tersadar bahwa Ezio sangat buruk dalam berbisnis. Untuk itu dalam pertemuan kali ini, ia mengenalkan diri sebagai seorang pengusaha dan menawarkan sesuatu yang sangat menggiurkan, yakni menjual artefak bola mata. Ezio bisa mendapatkannya secara permanen dan menggunakannya sesuka hati. Tentu penawaran ini tidak datang secara gratis. Cagliuso menginginkan sesuatu yang berharga bagi Ezio, dan itu adalah salah satu bola mata Ezio. Meski ini adalah penawaran yang terdengar sangat tidak masuk akal, Ezio terpaksa menerimanya. Ia mengambil pisau yang biasa ia gunakan untuk membuang isi perut ikan dan… Mereka bertukar mata, sementara Ezio mengaitkan artefak bola mata pada tali pancing, Cagliuso meletakkan bola mata Ezio pada mata kanannya yang menghilang. Ezio melemparkan tali pancing ke lautan lepas dan terkejut mendapati penampakan manusia raksasa di bawah laut. Manusia itu kehilangan satu bola mata. Berhasil mendapatkan ikan mahal lainnya, kini dengan karakteristik “Jangan percaya ikan itu”, Ezio memotong dan meletakkannya ke dalam box tumpukan ikan.
Cagliuso yang melihat cara memancing Ezio dari kejauhan hanya bisa terheran-heran, kenapa Ezio membeli perahu nelayan jika kemampuan memancingnya saja sangat buruk seperti Ciruzzo. Ezio tidak mempedulikan perkataannya dan lanjut memancing. Setelah melihat seekor hiu menyantap ikan kecil, ia mendapatkan ikan mahal dengan karakteristik “Kau tidak bisa melarikan diri dari rentenir”. Lalu di pancingan berikutnya, ia mendapatkan ikan dengan karakteristik, “Bola mata itu adalah milik Ciruzzo”. Jumlah utang Ezio hanya tersisa sedikit, sekali lagi menangkap ikan mahal, maka ia akan berhasil melunasinya. Namun sayang di pancingan berikutnya, tangan raksasa tiba-tiba muncul dari dasar laut dan merenggut artefak bola mata… Saat diberitahukan pada Cagliuso, si ikan ajaib langsung menyebut sang makhluk raksasa sebagai orang kurang ajar yang tidak pernah menyerah. Namun ia tidak ingin memberitahu apa maksud dari perkataannya itu dan meminta Ezio untuk tidak perlu khawatir, sang makhluk raksasa tidak akan muncul lagi, ia telah meminta rekannya untuk mengurusi hal ini. Karena Ezio kehilangan artefak bola mata, Cagliuso menawarkan bola mata lain yang memiliki fungsi sama. Ezio hanya perlu membayarnya dengan memberikan seekor ikan.
Mendengar ini, Ezio segera menanyakan bola mata milik siapa yang hendak ia terima sekarang, dan Cagliuso dengan santai menjawab bahwa ia akan memberikan bola mata miliknya. Ia meluruskan bahwa bola mata yang ia berikan pada Cagliuso ia beli dari orang lain dan sudah menjadi kepemilikannya. Jadi sebenarnya bola mata yang menghilang tadi pun bukan bola mata Cagliuso. Nyatanya Ezio juga bukan orang pertama yang berbisnis dengannya.
Ezio sadar berbisnis dengan Cagliuso bukanlah keputusan yang tepat, tapi apa boleh buat, satu-satunya cara untuk melunasi utang adalah dengan memancing menggunakan artefak bola mata. Untuk itu, ia menerima penawaran tersebut dan memberikan ikan tangkapannya pada Cagliuso meski itu artinya jumlah utang bertambah lagi. Memperoleh bola mata lain, Ezio segera memancing dan berhasil menangkap ikan mahal dengan karakteristik “Ciruzzo ingin matanya kembali”. Pancingan berikutnya membebaskannya dari lilitan utang, “Kau akan berakhir di dasar laut”. Saat hendak meletakkan ikan terakhir, Cagliuso memberitahu bahwa Ciruzzo memiliki sikap yang mirip dengan Ezio, tidak pernah ingin mendengar dan belajar dari orang yang lebih mengerti. Sekarang lihat akibatnya, Ezio berada di bawah cengkeraman rentenir. Namun bagaimanapun juga, ia cukup terkesan melihat Ezio berhasil melunasi utangnya. Satu hal terakhir yang perlu dilakukan hanyalah menyalakan mesin perahu dan pergi ke pelabuhan untuk membayar utang, tapi ingat, jika Ezio memiliki masalah, jika Ezio tidak tahu apa yang harus dilakukan, cukup bunyikan bel, maka ia akan datang. Bersamaan dengan menghilangnya Cagliuso, telepon berdering, dan saat diangkat, sang rentenir mulai mempertanyakan keberadaan Ezio yang masih belum juga datang menemuinya terlepas dari batas waktu yang semakin menipis. Ezio memberitahu bahwa ia sudah memiliki uang yang diperlukan dan segera menyalakan mesin perahu. Namun ia kembali menjadi panik ketika menyadari bahwa perahu memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di pelabuhan, sedangkan batas waktu pembayaran hanya tersisa 17 menit. Lagi dan lagi situasi memaksanya untuk membunyikan bel, mendatangkan Cagliuso yang sedang sibuk mengingat-ingat kapan ia melakukan bisnis dengan Ciruzzo. Setelah mengambil waktu untuk berpikir, ia teringat bahwa ia berbisnis dengan Ciruzzo pada tahun 2011 karena Ciruzzo terlilit utang. Ia lalu menceritakan latar belakang Ciruzzo. Ciruzzo adalah seorang pria muda yang memiliki impian untuk hidup dari laut dan memancing. Tapi karena ia tidak terlahir dari keluarga kaya, ia tidak bisa membeli perahu menggunakan uangnya sendiri, sehingga ia pun memutuskan untuk bekerja di bawah seorang kapten kapal. Bekerja selama beberapa lama membuat Ciruzzo sadar bahwa ia bekerja di bawah kapten kapal yang tidak berguna, mengklaim atasannya bisa menjadi seorang kapten kapal hanya karena terlahir dari keluarga kaya. Pada akhirnya Ciruzzo mengundurkan diri demi mengejar impiannya untuk menjadi kapten atas perahunya sendiri. Ia tidak memiliki uang, tapi ia memiliiki seorang teman yang bisa meminjamkannya uang, seorang rentenir. Sejak itu, ia mulai terlilit utang. Ciruzzo menggunakan uang pinjaman untuk membeli perahu, sama persis dengan Ezio, namun meski menjadi seorang kapten memiliki rasa hormat tersendiri, beban yang harus ditanggung juga sama besarnya. Tidak ada jam tetap kerja dan tidak ada gaji bulanan. Di sisi lain, rentenir selalu menuntut bayaran. Nyatanya bekerja sebagai nelayan bersifat tidak menentu tergantung pada musimnya. Ada kalanya Ciruzzo akan menangkap banyak ikan, tapi ada juga kalanya ia tidak menangkap ikan sama sekali, sehingga pada akhirnya, ia malah terus menerus berutang demi mempertahankan perahunya dan bekerja selayaknya budak. Pada suatu malam, Ciruzzo tidak sengaja menangkap Cagliuso dan mereka mulai melakukan bisnis. Ikan demi ikan Ciruzzo berikan pada Cagliuso demi mendapatkan bola mata ajaib yang dapat membantunya menangkap ikan mahal, dan pada satu titik, ia menjual bola matanya sendiri, mata yang kemudian diberikan oleh Cagliuso pada Ezio. Artinya, artefak bola mata ajaib yang digunakan Ezio tadi sebenarnya adalah bola mata Ciruzzo. Cagliuso tadi memberitahu Ezio bahwa itu adalah bola matanya karena nyatanya ia sudah membeli kepemilikan atas bola mata Ciruzzo, menjadikan bola mata tersebut sebagai properti pribadi miliknya. Beres menceritakan kisah Ciruzzo, Cagliuso menanyakan apa yang diinginkan Ezio kali ini, dan saat mengetahui bahwa Ezio ingin mengantarkan seluruh ikan tangkapannya ke pelabuhan tepat waktu, ia menawarkan satu penawaran terakhir. Ia bersedia membantu asal Ezio memberikan perahu jelek ini padanya. Lagipula, Ezio sudah memiliki bola mata ajaib yang dapat membantunya menangkap ikan-ikan mahal. Besok-besok Ezio juga bisa membeli 5 perahu yang jauh lebih bagus.
Ezio tidak memiliki pilihan lain selain menerima penawaran tersebut, dan dalam waktu singkat, seluruh ikan tangkapannya berhasil dikirim oleh Cagliuso ke sang rentenir, menghapus seluruh utang miliknya. Cagliuso menyelamati Ezio dan pergi, berpikir Ezio tidak akan memerlukan bantuannya lagi.
Telepon berdering, dan saat diangkat, sang rentenir mengungkapkan kebingungannya tentang bagaimana Ezio berhasil melunasi utang sebanyak itu dan memberikan sekoper penuh emas tanpa menunjukkan diri. Tapi yang paling penting adalah Ezio berhasil melunasi utangnya, sehingga ia meminta Ezio untuk kembali menemuinya dan merayakan kemenangan ini bersama. Segera setelah telepon ditutup, suara keras terdengar menggema di udara sebelum perahu Ezio mulai oleng. Menjadi jelas apa yang terjadi ketika seekor hiu raksasa menampakkan diri di kejauhan, perahu Ezio baru saja diserang oleh hiu tersebut. Saat Ezio melemparkan tali pancing, ia bisa melihat banyak tangan manusia tenggelam di dalam laut. Cagliuso kembali menampakkan diri untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, mengklaim sesuai kesepakatan barusan, perahu milik Ezio sudah menjadi miliknya. Untuk itu tadi saat Ezio mencoba pergi menggunakan perahu, ia terpaksa meminta rekannya, hiu untuk menghancurkan mesin perahu. Cagliuso menyayangkan sikap tidak profesional yang datang dari dalam diri Ezio, sekali lagi mengingatkan bahwa properti pribadi bersifat sakral.
Sekarang, Ezio sedang berdiri di atas properti milik Cagliuso, dan Cagliuso mengaku tidak keberatan mengantar Ezio ke pelabuhan asal mereka mencapai kesepakatan bisnis yang sama-sama menguntungkan. Ia bertanya, apa yang Ezio tawarkan padanya? Apapun pilihan kita, entah itu menawarkan tempat lain untuk Cagliuso, menawarkan beer, atau menawarkan ikan, Cagliuso hanya akan tertawa terbahak-bahak mendengar penawaran yang sama sekali tidak menguntungkan. Ia menolak penawaran tersebut dan mengatakan bahwa rekannya sudah tidak sabar mengambil perahu ini. Ia lalu melontarkan satu pertanyaan terakhir, apakah Ezio mendapatkan pesan moral dari cerita pengalaman Ciruzzo dan dari apa yang terjadi pada dirinya? Meski disini ada opsi menyerang, Cagliuso tidak akan bisa disentuh dan pergi begitu saja, membiarkan rekan hiunya menenggelamkan perahu dan… Di bagian epilogue, kita diperdengarkan pada siaran radio yang mengabarkan tentang kasus menghilangnya Ezio. Ini bukan kali pertama orang menghilang secara misterius saat sedang memancing di pantai lepas yang terletak di tempat wisata ikonik di Italia, melainkan ini sudah menjadi kasus menghilang ke-12 dalam 20 tahun belakangan. Seperti biasa, orang yang menghilang adalah mereka yang mengundurkan diri dari pekerjaannya demi menjadi seseorang yang lebih mandiri. Rumor mengatakan Ezio meminjam uang dari mafia untuk membeli perahu, sesuatu yang sangat-sangat berbahaya untuk dilakukan. Di sisi lain, pihak berwenang berpikir Ezio memiliki masalah kesehatan dan tertidur di atas perahu hingga terbawa arus dan menghilang. Tapi pembawa berita berspekulasi bahwa Ezio sengaja menghilang agar ia bisa lari dari tanggung jawab untuk membayar utang, meninggalkan keluarganya dalam kondisi buruk dikejar-kejar rentenir. Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan dana sebesar €10,000 untuk melakukan operasi pencarian orang hilang, sesuatu yang menurut sang pembawa berita sangat disayangkan karena orang-orang yang menghilang selalu adalah mereka yang bermasalah. Mereka yang hanya ingin mengejar impiannya tanpa mengerti apa-apa dan tidak ingin sulit-sulit mencari kerja… Jika kita menghabiskan seluruh botol beer di awal permainan, maka saat Cagliuso meminta beer sebagai persyaratan rental bola mata, ia akan menjadi sangat marah, menyadari bahwa Ezio telah menghabiskannya sendirian. Ia kemudian memikirkan persyaratan lain dan meminta Ezio untuk menghubungi nomor seorang wanita. Ezio harus mendengarkan setiap perkataan sang wanita dan jangan melawan sampai sang wanita lelah berbicara. Setelah itu, ceritakan pada Cagliuso apa yang dibicarakan oleh sang wanita. Menghubungi nomor sang wanita, Ezio menyadari bahwa wanita yang ia hubungi adalah istri Ciruzzo, kita sebut saja Elise. Elise mengira Ezio sebagai Ciruzzo dan berbicara panjang lebar tentang kehidupannya setelah ditinggal pergi oleh sang suami, mengatakan sekarang ia bekerja sebagai tukang bersih-bersih di rumah Mrs. Esposito yang sangat menyebalkan. Ia kerap dipaksa bekerja membersihkan seluruh bagian rumah dengan upah yang tidak sebanding, namun meski begitu, ia terpaksa harus tetap bekerja karena ia sangat memerlukan uang untuk membayar rentenir yang terus mengejarnya, rentenir tempat Ciruzzu meminjam uang. Seusai bekerja membersihkan rumah Mrs. Esposito, ia pergi berbelanja dan tidak sengaja bertemu dengan temannya, Maddalena, yang memberikannya sekotak bahan makan atas rasa kasihan. Elise merasa malu. Andai saja Ciruzzo meninggalkannya dengan uang, tapi justru sebaliknya, ia malah ditinggalkan dengan utang yang menumpuk.
Elise sekarang tinggal di rumah kos berukuran kecil setelah rumah mereka disita. Suatu malam, ia tidak sengaja berpapasan dengan pemilik kos bernama Salvatore di tangga, dan dalam pertemuan ini, Elise dapat membaca dengan jelas dari bagaimana Salvatore melihat dirinya, bahwa Salvatore ingin berhubungan intim. Salvatore sangat menjijikkan tapi memiliki uang, sedangkan Elise sendiri tidak mampu membayar uang sewa bulan depan, sehingga ia pun tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan Salvatore menodai dirinya. Semua ini terjadi karena Ciruzzo melarikan diri. Sebelum menutup telepon, Elise bertanya, apakah Ciruzzo senang mendengar kabar ini, mendengar tentang kehidupannya yang hancur berantakan dan terlilit utang setelah Ciruzzo pergi meninggalkannya. Ia harap Ciruzzo cepat mati. Ezio memberitahukan segala hal yang ia dengar dari Elise pada Cagliuso, dan Cagliuso mengatakan bahwa ia pernah berbisnis dengan Ciruzzo beberapa tahun yang lalu. Tapi Ciruzzo tidak bisa menangani utangnya dan kehidupannya pun berakhir menjadi berantakan. Ciruzzo melarikan diri, meninggalkan Elise sendirian, sehingga Cagliuso memerintahkan rekannya untuk terus menagih dan menemani Elise. Cagliuso senang mendengar suara Elise.
Itu adalah sedikit informasi tentang latar belakan Ciruzzo dan istrinya, Elise. Outcome lain bisa kita dapatkan jika Ezio tidak berhasil melunasi utangnya sampai waktu habis. Telepon berdering, dan saat diangkat, rentenir memberikan Ezio 2 pilihan, menemuinya di pelabuhan atau melarikan diri. Tidak ada kepastian mengenai apa yang akan terjadi pada Ezio setelah ia memilih satu di antara kedua opsi tersebut, tapi yang pasti keduanya berakhir dengan buruk. Atas konsekuensi tidak bisa membayar utang dalam jangka waktu yang ditentukan, ia akan berakhir mati. Begitulah ending dari game Loan Shark. Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Mari kita masuk ke dalam babak penjelasan. Kejadian di balik game Loan Shark sebenarnya sudah terungkap di bagian ending ketika pembawa berita mengabarkan tentang maraknya kasus orang menghilang sekitar 20 tahun belakangan. Dikabarkan bahwa selama 20 tahun ini, sudah ada 12 orang yang dinyatakan menghilang secara misterius di pantai lepas dari sebuah tempat wisata ikonik di Italia. Meski pihak berwenang belum bisa memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada para korban, ada satu kesamaan dari ke-12 korban. Mereka semua sama-sama terlilit utang demi membeli perahu nelayan agar bisa menggapai impian menjadi seorang kapten kapal. Nah karena ini, rumor pun mulai bermunculan, dan salah satu rumor yang paling terkenal menyatakan bahwa ke-12 korban meminjam uang dari kelompok mafia berbahaya dan dihilangkan karena tidak bisa melunasi utang. Rumor ini kemungkinan besar memang benar adanya, terbukti dari sudut pandang Ezio di sepanjang game Loan Shark.
Ezio meminjam uang dari seorang rentenir dan menggunakannya untuk membeli perahu nelayan, namun ia tidak pandai menangkap ikan, sehingga bukannya semakin dekat dengan impiannya untuk menjadi kapten kapal, ia malah semakin terlilit utang. Di saat-saat terpuruknya ini, ia bertemu dengan salah seorang anggota mafia bernama Cagliuso, digambarkan sebagai ikan bermata satu. Cagliuso menawarkan penawaran yang sangat menggiurkan, dimana dengan tekniknya, ia bisa memberikan Ezio kesempatan untuk menangkap ikan mahal. Teknik Cagliuso digambarkan dengan artefak bola mata yang nantinya terungkap sebagai bola mata milik Ciruzzo.
Nah mulai dari titik inilah, setiap kali Ezio berhasil menangkap ikan mahal menggunakan bola mata Ciruzzo, deskripsi di karakteristik ikan seolah-olah memperngatkannya untuk waspada, dimulai dari “Kau adalah ikan yang ada di kail”, menandakan bahwa Ezio bukan menangkap ikan mahal, tapi justru Ezio lah ikan yang terperangkap ke dalam jebakan mafia. Karakteristik ikan mahal berikutnya berbunyi, “Bola mata bukan milik sang ikan”, memperingatkan Ezio bahwa bola mata yang ia gunakan sebagai umpan bukan milik Cagliuso, melainkan milik korban sebelumnya, Ciruzzo. Inilah kenapa dalam beberapa kesempatan selama memancing, penampakan manusia raksasa akan muncul di bawah air dan mengambil kembali bola mata tersebut. Penampakan manusia raksasa tidak lain adalah Ciruzzo dan ia hanya ingin mengambil kembali bola matanya.
Kalau begitu apa yang terjadi dengan Ciruzzo? Latar belakang Ciruzzo sudah terungkap melalui perkataan Cagliuso, dimana pada tahun 2011, ia meminjam uang dari teman untuk membeli perahu nelayan demi menggapai impiannya sebagai kapten kapal. Ia melakukan hal ini karena tidak dilahirkan dari keluarga kaya, tapi sama seperti Ezio, bukannya semakin dekat dengan impian besarnya, ia malah terlilit semakin banyak utang demi mempertahankan perahu nelayannya. Ia tidak pernah mempertimbangkan faktor musim yang akan sangat mempengaruhi proses penangkapan ikan. Pada satu titik, ia bertemu dengan Cagliuso dan memutuskan untuk mengorbankan salah satu bola matanya demi mendapatkan artefak bola mata yang memungkinkannya untuk menangkap ikan mahal. Namun bersepakat dengan mafia adalah kesalahan besar, ia secara tidak langsung menempatkan dirinya dalam posisi bahaya, dan untuk itu saat ia menyadari hal ini, ia memutuskan untuk melarikan diri, meninggalkan orang tercintanya, yakni Elise sang istri bersama seorang anak. Nasib Ciruzzo tidak pernah diketahui, tapi sepertinya ia berakhir mati, terbukti dari penampakan manusia raksasa di bawah laut yang menggambarkan Ciruzzo. Semua orang yang menjadi korban mafia dan berakhir mati digambarkan sebagai tangan-tangan di bawah laut, seperti yang terlihat saat Ezio melemparkan tali pancing ke arah hiu di akhir game. Disana kita bisa melihat ada banyak sekali tangan di bawah laut.
Elise istri Ciruzzo memiliki nasib yang sangat sial dan kelam, dimana ia harus bekerja mati-matian demi melunasi utang Ciruzzo dan menbayar uang sewa rumah kos setelah rumahnya disita. Ia bahkan sudah tidak peduli lagi jika ia memang harus bekerja keras dengan upah yang kecil, dikasihani oleh temannya sendiri, dan bahkan sampai merelakan tubuhnya dinodai. Salvatore sang pemilik kos kemungkinan adalah orang utusan Cagliuso, terbukti dari perkataan Cagliuso yang mengatakan bahwa ia mengutus orang untuk mengganggu Elise dan ia bisa menikmati suara wanita itu. Di bagian awal permainan, sebenarnya Ezio sudah diperingatkan untuk jangan mengulangi kesalahan Ciruzzo saat membaca buku petunjuk cara memancing. Catatan tambahan berbunyi, “Jangan ulangi kesalahan dia”. Dia yang dimaksud tidak lain adalah Ciruzzo. Namun sayang peringatan demi peringatan tidak digubris oleh Ezio dan ia pun berakhir sama dengan beberapa korban sebelumnya, terlibat dengan urusan mafia dan berakhir dengan sangat buruk. Ezio memang adalah orang yang sangat tidak pandai dalam memancing, sehingga setiap kali ia mendapatkan masalah, ia malah selalu menggantukan dirinya pada Cagliuso, seperti saat jumlah utangnya dilipatgandakan, saat diberikan tenggat waktu, saat ia kehilangan bola mata setelah diambil oleh Ciruzzo, dan terakhir, saat ia hendak mengirimkan uang tepat waktu. Di saat itulah, ia menjadi sangat ceroboh dan malah menyepakati perjanjian yang tidak masuk akal, menjual perahunya sendiri. Ia mengubur dirinya sendiri.
Hiu adalah rekan kerja Cagliuso. Ia menghancurkan mesin perahu saat Ezio hendak melarikan diri sebelum menenggelamkan dan menyantapnya.
Menariknya nama Cagliuso diambil dari judul sebuah dongeng karya Giambattista Basile pada tahun 1634. Cagliuso adalah dongeng Puss in Boots yang menceritakan tentang bagaimana seekor kucing berhasil memanfaatkan kecerdikannya dalam membantu sang karakter utama, yaitu Pippo atau juga disebut sebagai Cagliuso, dalam mendapatkan banyak harta. Karakter licik ini sejalan dengan karakter ikan Cagliuso yang ditangkap Ezio, cerdik memanfaatkan celah lemah seseorang untuk mencapai kesepakatan yang ia inginkan. Jadi begitulah kisah yang dibawakan dalam gaem Loan Shark. Bagaimana menurut kalian? Silakan berpendapat aja di kolom komentar di bawah. Request bisa dengan reply komen yang kami pin atau dm ke instagram kami di @droomp1. Jangan lupa untuk kasi like kalau kalian suka dengan konten-konten kami. Dan tentunya terima kasih banyak kepada kalian semua yang sudah menonton dan merequest video ini. And see you guys in the next video. Stay Romp! [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]

Seluruh Alur Cerita Game Loan Shark
Kamu mengutang dari seorang rentenir, dan sekarang dia menagih utang tersebut dengan bunganya. Kamu harus bekerja keras. Sepanjang malam. Setiap hari. Pancing ikan sebanyak mungkin.

Game: https://store.steampowered.com/app/3751730/Loan_Shark

Subscribe – https://www.youtube.com/channel/UC1cu3C3XRmGee8b1jifMQWA?sub_confirmation=1

Dukung kami melalui link dibawah ini (Jangan Pakai Duit Ortu)
https://saweria.co/droomp

Channel banner by @dzikrighoul

Follow us:
Twitter – https://twitter.com/Droomp1
Instagram – https://www.instagram.com/droomp1/

CHAPTERS:
00:00 Opening
00:49 Plot
18:34 Other Outcomes
22:00 Explanation
27:56 Closing

FOOTAGE USED:
1. [Droomp Plays] “Hanya Game Memancing Biasa, Loan Shark”

2. [Studio Carota] “Loan Shark – Release Date Trailer”

MUSIC USED:
1.[FREE] creepy, scary ambient atmospheric background music – deep inside the ocean

2.sea waves [calm sound of waves in the sea] NO COPYRIGHT

VO: A
Editor: Armaguddien
Stay Romp!
#droomp #loanshark #horror #fishing