RAJA MALAYSIA MARAH ! BLACKHAWK DISEBUT KERANDA TERBANG | AUSSIE DIMINTA LANJUT KE IRBM, RI GIMANA ?
Meni pertahanan agar batalkan cadangan pembelian pesawat, helikopter, Black Hawk. Adakah kita hendak letak juru terbang kita dalam terbang? Awak fikirlah sendiri. Oke, lanjut. Dua kabar panas hari ini datang lagi, Bos, dari dua tetangga kita Indonesia, yaitu negeri jiran Malaysia yang baru-baru ini heboh. Rajanya langsung turun gunung, langsung minta pembatalan pengadaan helikopter Black Hawk yang disamakannya pula dengan keranda terbang alias peti mati terbang. Nah, L, ada apakah gerangan? Setelah ini kita cek-ceeki, Bosku. Kemudian kabar kedua nanti tetangga kita yang satu lagi nih, Bos. Yang besar AUSI Australia tiba-tiba kini disarankan untuk lanjut ke rudal balistik jarak menengah buatan sendiri. Nah, loh ini ngeri-ngeri sedap nih. Lantas rudal seperti apakah itu maksudnya? Untuk apa mereka lanjut ke rudal balistik nyarak menengah? Bagaimanakah analisisnya kalau tiba-tiba Australia benar mengembangkan rudal jarak menengah sendiri yang mampu menembus ribuan kilometer? Apakah wilayah kita seluruhnya masuk radius tembakan? Penasaran beritanya. Cus, markipas. Mari kita kupas berita lengkapnya satu peratu, bosku. Oke, kabar yang pertama jadi ribut lagi nih di Malaysia, Bos. Kali ini datang langsung dari suara paling tinggi di Malaysia, yaitu raja Malaysia Yang di pertuan Agong Sultan Ibrahim. Nah, jadi baru-baru ini dalam sebuah titah keras, baginda telah membantai habis rencana Kementerian Pertahanan Malaysia yang kabarnya nak sewa helikopter Black Hawk UH60. Tapi masalahnya helikopter yang nak disewa itu sudah tua bangka, Bos. Lebih dari 30 tahun usianya. Dan dengan lantang sang raja Malaysia ini pun menyindir. Adakah kita hendak letak juru terbang kita dalam keranda terbang? Justeru tuanku mempersoal adakah kita hendak letak juruang dalam keranda terbang. Awak pikirlah sendiri. Waduh pedas banget nih bos. Kata-katanya ya kan titah ini pun bukan sekedar gurauan, tapi sindiran keras terhadap kesalahan lama Malaysia yaitu yang dulu katanya saat mereka beli pesawat Skyhawk bekas dan akhirnya jadi besi tua. Buang-buang duit rakyat Malaysia katanya. Dan sekarang nampaknya sejarah hampir nak terulang lagi nih. Kemudian bukan itu saja, Sultan Ibrahim pun juga menunduh mindev penuh dengan agen bekas jenderal yang jadi salesman. Bahkan katanya ada perusahaan yang asalnya jual kain pun juga mau ikut campur jual beli drone cukup-cukup amsong. Baginda pun menegur kalau semua pembelian ikut harga orang tengah, dana berbelion pun tak cukup. Ia mencontoh pernah beli bot komando rigid Riding Craft sampai RM5 juta, Bos. Padahal harga pasarannya di bawah RM2 juta dan sekarang nak beli versi lebih besar. Harganya hampir RM10 juta. Gila, tak masuk akal kata Yang di-Pertuan Agong. Dan masalahnya pun kali ini bukan cuma sekedar duit, tapi nyawa tentara Malaysia yang dipertaruhkan. Kalau pakai tua, usang, dan bermasalah, siapa yang tanggung resiko kalau juru terbang jatuh? Ya kan? Dan di sinilah gregetnya, Bos. Sultan Ibrahim secara terbuka mengingatkan, “Jangan ulang kesilapan lalu. Jangan buang masa beli barang yang merepek. Baginda mau pembelian fokus pada kesiapsiagaan resimen gerak kas dan keperluan operasi sebenarnya. Bukan hanya ikut kata agen penjualan atau kontraktornya. cukupcukup hamsong bosku. Oke, lanjut yang kedua. Jadi, baru-baru ini seorang analis pertahanan senior Australia yaitu Rose Bebeck baru saja menyarankan Australia untuk segera punya rudal balistik jarak menengah buatan sendiri. Jadi enggak lagi SRBM seperti Rudal Khan Indonesia atau HIMARS-nya mereka Australia. Tapi ia berpendapat bahwa Australia kini harus segera punya rudal balistik jarak menengah alias IRBM, Bos. Intermediate rank ballistic missil buatan sendiri dengan jangkauan mulai dari 3.000 sampai 5.500 km. Ngeri-ngeri tak sedap. Hal ini pun beliau utarakan dalam artikelnya di media The Strategis yang cukup-cukup bikin heboh. Tak main-main, Bos. Ia sarankan bahwa rudal IRBM ini dirancang agar bisa dibawa di peluncur jalan raya sehingga gampang dipindah-pindahkan, susah dideteksi, dan bisa ditembakkan kapan saja. Bahkan ia pun juga menekankan kalau sistem ini bakal tangguh cepat dan serba guna dengan kemampuan menghantam target darat maupun laut hanya dalam hitungan menit. Bahkan ia pun menyebut bahwa rudal-rudal ini sulit dicegat, bisa dilengkapi dengan sensor canggih tanpa bergantung pada GPS. punya umpan elektronik, kamuflase sampai beberapa hulu ledak yang bisa diarahkan ke target berbeda sekaligus. Nah, loh, pertanyaannya kenapa Australia tiba-tiba diminta rudal ini, Bos? Rudal yang dikembangkan di dalam negeri. Jawabannya simpel karena katanya Australia jangan lagi mau terlalu tergantung pada Amerika. Asalnya dalam kondisi krisis besar di masa depan, Bebeck mengingatkan bahwa Amerika bisa saja bersikap acuh tak acuh seperti sikapnya ke Eropa saat ini, Bos. Atau malah memberikan dukungan dengan syarat-syarat yang bisa melemahkan kedaulatan Australia. Artinya, Kanbera pun kini butuh kemampuan serangan independen untuk memperkuat the trend alias efek penangkal terhadap musuh besar, terutama Tiongko. Bahkan yang lebih menarik lagi, ya bahkan sudah menunjuk mitra potensial yang cucok untuk kerja sama pengembangan rudal ini, Bos. Dan kandidatnya ada dua. Yang pertama Israel dengan rudal Jericho 3 yang bisa terbang sampai 6.500 km dan juga Korea Selatan dengan Ronald Hyunmo 5 yang jangkauannya mencapai 5.000 km. Kedua negara ini pun dianggap punya pengalaman, teknologi dan kemadirian yang pas buat diajak kerja sama. Nah loh. Jadi memang ya admin lihat sepertinya ke depannya Australia ada kemungkinan nih untuk punya IRBM, Bos. Lantas, bagaimana dengan komplek kita dan kawan-kawan kalau nanti Australia benar bakal punya rudal IRBM? Oke, jadi menurut pandangan mimin, kalau Australia benar-benar punya rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan ribuan kilometer, ya otomatis hampir seluruh Asia Tenggara termasuk negara kita Indonesia masuk dalam radio serangan mereka, Bos. Memang secara geopolitik rudal ini ditujukan untuk menghadapi Tiongko. Bukan negara kita Indonesia. Tapi ya tetap saja negara kita Indonesia pasti bakal merasa masuk dalam lingkaran strategis yang baru. Seperti sebelumnya Australia yang sudah duluan membeli rudal balistik SRBM dan kapal selam nuklir, maka negara-negara sekitar jelas memikirkan hal yang serupa. Sehingga kalau AUSI lanjut ke IRBM, maka langkah ini pun bisa memicu perlombaan senjata baru di kawasan Indonesia, Malaysia, Singapura, bahkan Vietnam bisa merasa perlu untuk memperkuat kemampuan rudal jarak jauh mereka. Akibatnya Asia Tenggara yang selama ini relatif seimbang bisa berubah jadi arena domisil yang lebih gacor lagi, yaitu ke arah jarak menengah. Dan buat negara kita sendiri, Indonesia ya dampaknya kalau admin lihat ganda, Bos. Jadi kalau hubungan Indonesia Australia sedang baik, maka rudal itu bisa dianggap sebagai payung tambahan karena bakal dapat ikut memperkuat keamanan kawasan. Tapi kalau hubungan kita memburuk misalnya nih karena isu perbatasan lah, isu Papua atau isu spionase seperti yang pernah terjadi tahun 2013 lalu, maka rudal-rudal itu bisa bikin Indonesia merasa langsung terancam, Bos. Makanya menurut admin, ya memang langkah-langkah kita mengakuisisi rudal SRBM sekarang sudah sangat tepat. Pertama, kita dapat memperkuat pertahanan udara dan rudal untuk menghadapi kemungkinan serangan balistik di masa depan. Kemudian yang kedua, dengan Turki kita juga dapat mengembangkan rudal buatan sendiri agar tidak tertinggal dalam persaingan teknologi. Dan yang ketiga, kita juga kemarin sudah memperkuat diplomasi pertahanan bos dengan banyak negara mulai dari Australia, Amerika, Rusia, maupun Tiongkok. intinya ya supaya kita Indonesia tetap bisa menjaga posisi bebas aktif dan tidak jadi pion dalam konflik besar. Jadi kalau mereka konflik ya jangan sampai kita jadi ikut ujung tombaknya ya kan. Jadi pertanyaan sekarang kalau Australia benaran punya rudal jarak menengah ini, apakah Indonesia sudah siap untuk menghadapi babak baru perlombaan senjata di Indo Pasifik? Bagaimana menurut kalian tentang hal ini? Jangan lupa komentar. Tetaplah kalian barbar dan jangan santui terus. Indonesia tangguh. [Musik]
RAJA MALAYSIA MURAH ! BLACKHAWK DISEBUT KERANDA TERBANG | AUSSIE DIMINTA LANJUT KE IRBM, RI GIMANA ?
Dua kabar panas dari dunia pertahanan Asia-Pasifik, :
Pertama, Lumayan Heboh di Malaysia setelah Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim, marah soal rencana Kementerian Pertahanan yang mau sewa helikopter Black Hawk UH-60 yang usianya sudah lebih 30 tahun! Baginda bahkan menyindir keras dengan sebutan “keranda terbang” 🚁💥.
Ini mengingatkan kembali pada kesalahan lama Malaysia saat beli pesawat SkyHawk second-hand yang akhirnya cuma jadi besi tua.
Kedua, dari Australia 🌏, analis senior Ross Babbage mendesak agar Canberra segera punya rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan jangkauan 3.000–5.500 km. Kalau ini benar-benar terwujud, hampir seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bakal masuk dalam radius jangkauan rudal mereka! 😱
Lalu kalau sampai benar terjadi apa dampaknya buat Indonesia?
➡️ Apakah ini bakal memicu perlombaan senjata baru di Asia Tenggara?
➡️ Bagaimana langkah strategis RI untuk menghadapi ancaman rudal Australia?
#Malaysia #Australia #Indonesia #Geopolitik #Rudal #SRBM #IRBM #Rudalbalistik