DOKTER di RUMAH SAKIT ini GABUNGIN MANUSIA dan TOILET. – Eksperimen Jahanam
Cihuy pili. Selamat datang, guys, di Eksperimen Jahanam episode ke9 dari sinetron Arif dan Agung. Jadi terakhir itu Arif cuma keluar dari badannya jadi roh gentayangan dan masuk lagi ke badannya. Intinya mereka belum keluar dari rumah sakit, Guys. Dan gua sadar ini sudah 9 episode dan gua masih kaget kagetan. Dan kali ini gua gak mau kaget lagi, Guys. Kali ini gua akan menjadi lebih berani, ya. Dan enggak ada lagi itu. Takut-takut teriak-teriak e eh gitu, ya. Jadi seperti biasa kita hapus iklan dulu memakai koin. Cihuy, udah koin 5.000 gua pakai, langsung kita mainkan. Berarti kita masih akan berpetualang di rumah sakit biadab ini, Guys. Dan kita sekarang menjadi Agung, ya. Karena ini kasur si Agung ini. Siapa sih yang ketuk pintu? Itu kan dokter dokter gadungan udah udah enggak ada di sini ya. Siapa lagi ini? Halo. Kok semakin kencang sih? Iya, sabar. Ini gak ada kuncinya ya. Oh, kita ke si Arif dulu guys. Rif bangun, Rif. Rif bangun. RIP-or, ada yang gedor-gedor pintu, RI. RIP ini kayaknya Arif lu jangan, jangan pura-pura tidur ya. Gua lihat mata lu Arif ya. Gua lihat mata lu buka. Jangan pura-pura tidur. Oke, kita coba ke pintu, Guys. Ada Congpo, ada Tersus, dan ada Yangku atau Kuyang. Aduh, ini gua lewatinnya gimana ya? Kalian kok mainnya kok ccle-circelan kayak gini sih? A. Enggak. Itu gua enggak kaget, Guys. Itu gua cuma syok aja sedikit. Sedikit aja. Oke, kita langsung mainkan dan kita langsung cari jalan keluar, Guys. Ini gua enggak ngerti ya. Hei, berhenti. Jangan lanjut mengejarku. Aduh, bagaimana ini coba, coba mikir deh. Gimana caranya gua kabur, Guys, dari kejaran ccle persetanan ini. Naik ke atas kah bisa kah? Ke ventilasi udara noh. Ke kanan enggak bisa. Apa gua harus gocek mereka ya? Masuk ke ruangan si Arif lagi bisa, Guys. Ini yang bener aja sih. Gak bisa lompat lagi, Guys. Ah, mending gua kabur aja enggak sih? Oh, ke sini kan pintu ini. Ternyata masuk lagi, Guys, ke ruangan ya. Ini setelah berpikir dua kali enggak bakal bisa melewati circle itu, ya. Ini harus bisa buat ngadang mereka, ya, biar enggak masuk. Ini harusnya bisa buat hadang mereka biar enggak masuk. Oh, jadi kita hadang nih pakai ee apa nih? rak ya, rak obat-obatan, Guys. Nah, aman ya, moga aja aman ya. Tapi kan gini, Gung. Mereka kan tembus panda. Jadi menurut gua sih percuma, Guys. Mereka akan tetap masuk dan memperkaos kita sebenarnya tuh mereka semakin banyak tapi ya ampun ada berapa itu? Suster ada empat, Congpo ada tiga, Yangku ada empat. Luar biasa semuanya berkumpul. Coba kita buktikan ya kalian semua ya. Kalian kurus atau tidak? Berat banget ini lemari. Aduh, berat banget ini lemari. Ngapain sih mereka ngejar terus? Ngapain sih mereka ngejar terus? Mereka naksir kah sama gua? Oke, ternyata mereka enggak tembus pandang ya, Guys. Terbukti dari gua tutup pakai lemari mereka enggak bisa lewat. Oke, kita ke pintu biohazard ini. Uh, ini adalah logo di mana tadi kita awal mau mulai main game, Guys. Dan mungkin ada sesuatu yang berbahaya di dalamnya. Jalan keluarnya ya cuma ini. Jadi, mau enggak mau gua masuk ke dalam. Coba kita jengok si Arif dulu, Guys. RIP. Alhamdulillah. Puji Tuhan Arif udah bangun. Ayo. Pasti kamu. Aku di mana? Aku siapa? Jangan bilang begitu ya. Jangan sampai lu amnesia. Ternyata yang selama ini gua cuma mimpi. Arif. Ternyata selama ini yang golnya cuma mimpi. Gua kira lu mati suri gak bisa bangun lagi. Jadi si Arif baru sadar ya, Guys, bahwa terjebak di alam setan itu cuma mimpi. Oke, berikutnya. Oke, Arif. Arif lihat ini. Ini berapa? Satu. Ini dua. Coba tangannya siup. B gitu dulu. Aduh, kebet. E, soalnya kebetulan kita ini 17 Agustusan pengen keluar dari rumah sakit ini. Orang lain malah mencari bendera hilang. Ayo, Arif, lu ikutin gua ya. Jangan sampai lu tertinggal. Lu mana? Oke. Ini kok kita ke sini lagi sih? Satu-satunya jalan yang bisa kita lewat. Satu-satunya jalan yang bisa kita lewatin cuma pintu itu, RI. Tapi Gong, di mimpi gua kalau kita ke pintu itu, kita bakal masuk ke alam setan. Hah? Bukannya beda, RIP? Perasaan kemarin gua enggak lihat pintu ini, Guys. Oh, yang waktu awal-awal kita dikejar Mbak Dini, kita masuk makanya masuk ke ruang e ke ruangan hampa itu, Guys. Tapi ya udah mau gimana lagi? RIP. Kita enggak bawa Bawang Putih, kita enggak bawa Pak Haji, enggak bawa pendeta. Enggak bisa kita doain setan-setan itu. Ya setan-setan gua kayak di mimpi gua. Ah, lu aja kebanyakan tidur. Enggak ada jalan lagi selain ini. Udah ikutin gua atau nanti muka lu jadi tompelan kayak gua, ya. Oke, kita masuk, Guys, ke pintu ini. Ini adalah pintu area wajib pakai HASM. Hah, Hasmat itu apa guys? Coba kalian tulis di komentar kalau kalian tahu HASM. Ya, mungkin jubah ini kah, Guys? atau kostum berwarna biru ini kayak kostum impostor ya, Biohazard. Sepertinya di dalam sini sih bisa beracun ya, Guys. Selain karyawan dilarang masuk. Harus pakai HASM ya. Harus pakai HASM ya. Emang tempat tempat apaan sih? Oke, kita pakai HASM dulu. Apa ke sini bisa enggak pakai? Enggak bisa loh. Ini gua pakai. Coba kita langsung masuk. Tadi perasaan gua ke pintunya enggak langsung masuk, Guys. Ini kayak lebih ke tempat eksperimen gitu ya. Ada ruangan satu, ruangan dua. Ya, iya sih. Judulnya aja kan eksperimen jahanam. Berarti ini tempat-tempat eksperimen deh kayaknya. Gua juga ngak lihat di depan kayak ada orang yang pakai kostum imposter warna biru itu, Guys. Jangan bilang mereka jahat ya. Semoga bukan si dokter gadungan itu. Harusnya beda sih. Tapi itu kayak megang suntikan knalpot motor, Guys. Suntikannya segede gaban. Itu gede banget. Aduh, dia ngejar kah? Berhenti. Jangan nakal. Aduh, ini kita lanjut kah? Dia habis menyuntik orang, Guys. Dan orang itu berdarah. Aku suka darah. Permisi, Pak. Seingat gua yang punya suntikan segede gaban gitu kan si dokter gila. Tuh kan ini masih dokter gila. Rif kabur RIP. Ya ampun RIP lari. RIP. Wah ini gawat sih, Guys. Ini kita harus lari ke mana? Wah, kita harus kembali lagi guys. RIP. Eh, Guys. Kalau misalnya si Arif ketangkap, apa yang terjadi, ya? Oh, gak bisa, Guys. E kita kita berhenti. Si Arif enggak mau berhenti, Guys. Ternyata dia masih punya otak, ya. Ah, itu itu dokter gila, Guys. Berarti dia siang hari menjadi dokter beneran beneran, malam menjadi dokter jahanam, Guys. Oke, keluar. Oke. Duh, ketahuan enggak, ya? Aduh, ketahuan enggak, ya? Aduh, Gung. Gung lu tuh polos banget, ya, Gung. Ini si Arif ngomong-ngomong ke mana, Guys? Aduh, ternyata dia gak mau keluar, Guys, dari pintu e ruangan eksperimen ini. Ya, anehnya. Padahal dia juga bisa keluar, Guys. Loh, RIP. Dia tiba-tiba hilang loh, RIP. Beta buka pintunya, dokternya hilang. Aduh. Oke, bagus, Guys. Kalau gitu baguslah. Ngapain juga kita ngeluh, ya? Justru harusnya kita senang, RIP. Baru lu bisa jalan santai kayak gitu, ya. RIP. Ayo, RIP. Kita maju. Coba kita cek identifikasi mayat itu. Itu mayat siapa. Gua takutnya, Guys. Bisa jadi hantu. Hantu di sini itu bukan hantu. Takutnya mereka itu eksperimen manusia yang dirubah menyerupai hantu, Guys. Dokter itu beneran gila. Teman sendiri juga dibunuh. Oh, iya. Ini juga kayak orang yang pakai hasmat ya, Guys. Itu mukanya kayak bukan muka manusia kayak muka pinguin. Tahu enggak? Coba kita cek dulu. Jangan tiba-tiba bangun aja, Guys. Langsung kayak gitu ya. Gimana kalau kita pinjam Hasm-nya? Ini rif dia. Tapi cuma ada satu rif gua. Takutnya kita kena virus corona ya di sini ya. Aduh ini password apa ini? Aduh password-nya apa ini lah. Mana gua tahu. Kita harus masukin 6 digit kode keamanan, Guys. Sedangkan gue juga enggak tahu ya. 1 2 3 4 5 6 mungkin salah. Mungkin kita harus cari kode dulu sih, RIP. Uh. Gimana kalau kita ngecek orang ini, RIP? Siapa tahu dia kayak punya bekas kode gitu ya. Jangan-jangan ini kodenya ya. Jangan-jangan ini kodenya. 321672. 321672. Oke, kita coba. RIP ya. 321. Semoga aja bisa kebuka. 3 2 1 6 7 lagi. 3 2 1 W. Aduh. Rip. Rif ada guguk. Rif Rif RIP. Ada guguk ini. RIP gimana? Masukin kode lagi bisa enggak? Gak bisa RIP. RIP enggak bisa. RIP, RIP ini gimana? Kita mau di kita kita mau diserang guguk. RIP. Wah, aku bukan hantu. Aku hologram yang mengawasi area ini. Sebentar, bentar. Kalau kamu bukan hantu, berarti dari kemarin aku di rumah sakit kematian itu kamu bukan hantu. Kenapa kamu enggak ngomong kayak sekarang? Hologram anjing. Aku bisa berubah bentuk sesukaku. Ayo ikut aku. Kamu bisa? Kalian akan melihat sesuatu. Wow. Kamu bisa berubah menjadi wanita. Kamu bisa berubah jadi ini enggak? Jadi Nagita Slavina coba. Bisa enggak? Kita disuruh ikutin dia, Guys. Oke, kita ikutin aja ya. Kita percaya sama dia aja karena gua yakin dia tahu tempat ini. Arif, awas. Arif. Arif, ya ampun, Arif kaget gua. Arif, Arif kita lari, Arif. Gua di jump scare apa gila. Wah, benar-benar. Rip, Rip. Ayo, Rif. Kayaknya kita gak boleh kena mayat ini deh, Guys. Gak boleh kita injak ya, mayat ini ya? Aduh. Mbak Dini berhenti menangis ya, Mbak Dini ya. Aduh, jangan malu-malu sama Om. Om gak gigit kok ya kalau Mbak Dini ngelihat muka Om ya. Oh, ini nih si hologram ini. [Tepuk tangan] Eh, jump scare-nya tuh aneh banget, Guys. Bingung deh gua. Kena tembok salah, kena Yang salah. Sini, Rip. Sini, Rip. Dekat-dekat gua, Rip. Jangan jauh-jauh. Kena Mbak Dini salah. Ayo, Rif. Kita gunakan jurus jurus bergandengan tangan. Oke. Genggam tangan gua. RIP cepetan genggam tanganku sekali lagi. Oke, nice. Akhirnya oleh dokter gila. Oh, jadi ini area dokter gila. Oke. Melakukan percobaan ilegal. Menciptakan monster-monster yang menakutkan. Baik, hologram. Aku ingin bertanya, kamu dibuat oleh siapa? Oh, jadi ini tempat ruangan di mana karyawan-karyawan si dokter gila ini yang membuat monster. Tapi monster apa gitu loh. Emang monster apa? Coba aku pengen lihat. Aku pengen lihat kreasi-kreasi kreativitas dari dokter gila itu. Oh, jadi dia ngelihatin CCTV nih, Guys. No. Angko cihuy. Jadi dari awal dia udah tahu, Guys, waktu kita datang ke sini naik angkot, dia tahu kita keliling-keliling di rumah sakit, dia tahu Arif dirawat di ruangan itu, dia bisa lihat lift dan dia bisa lihat semuanya, Guys. Rip, ternyata kita selama ini diawasin. Selama ini dokter gila itu stalker ya. Tuh, gerbang camp ini lantai 1 pendaftaran. Ini ruangan tengkorak. Ini tempat arif dirawat, lift. Ya ampun, sampai rumah sakit aja ada, Guys. Bahkan CCTV di ruangan ini aja ada. Itu dokter gila dapat duit sebanyak ini buat beli CCTV dari mana, Guys? Oh, kita bisa jalan. Anjay. Loh, kita bisa jalan apa? Kita ganti kamera. Oh, coba coba kita ke ke bagian sini, Guys. Ee sebentar. Nah, ke sini ya. Larinya begitu banget, Guys. Oke, datangin di CCTV. Waduh, si dokter gila itu bawa siapa? Bawa orgil dengan suntikan knalpot motor. Walah, dia mau ngapain ini? Dia kayaknya bakal pakai HASM dulu deh, Guys. Kita harus kabur, Guys. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Hologram dia udah masuk. Dia udah masuk. Eh, itu kanjutnya kelihatan. Ya ampun. Gila, Guys. Dokter gila ini sehebat dan sekuat apa dia bisa menaklukkan orang gila itu loh. Kita aja gak bisa, Guys, ngelawan. Oke. Oke. Kita ke pintu ini. Kita pintu ini. Kunci-kunci pintunya bisa enggak? Waduh, Guys. Kita jadi mainnya ganti kamera begini, ya. Kita harus ngelihat CCTV agar kita enggak ketemu sama si dokter gila itu kayaknya. Sumpah ini aneh banget sih. Oke, lari ke sini. Ambil koin dulu. Cihuy, diam, diam, diam. RIP, lu jangan kentut ya, RI. Kentut lu berisik soalnya. Oke, jalan. Nice. Kita lewatin sini. Loh, ini mah kita cuma muter-muter ya, by the way. Oke, lewatin mayat hati-hati. Sip. Ke sini. Entar kita coba cari jalan jalanjalan keluar yang lain, Guys. Oh, ke situ, ke situ. Putih. Putih. Putih. Lingkaran putih. Bulin. Aduh, Arif jangan nge-stuck, Arif. Aduh, si Arif ini, Guys. Arif lu habis habis ini ya, habis mati suri jadi otaknya agak sengklek, matanya burem. Oke, nice. Kita ke sini. Gila, ini kamar mayat. Gila ini kamar mayat apa gudang may. Waduh guys kontrolnya nih susah banget. Jadi inilah makhluk-makhluk ciptaan dokter gila. Aduh, penuh dengan jarwo, guys. Lari, lari. Apa dia? Ih, dia manggil Arif. Arif Arif. Aduh, yang penting kalau Jarwo sih masih aman sih, Guys. Jarwo. Aduh. Aduh, lari ke sini, lari. Aduh, yang penting bukan skibyid. Roni. Roni. I, i, i. Ah, Jarwo dikejar Jarwo, guys. Lari, lari, lari. Wah, ini unik banget sih, Guys. Aduh, gua lupa lagi password-nya. Emangnya pakai password ya? Anjay, dikejar dua Jarwo, tiga jarwo, empat jarwo terus, terus. Nice. Ya ampun, dua jarwo guys. Mbak Dini tolong kita. Mbak Dini tolong. Kita mau kita mau diserang dua pria. Lari lari lari. Nice. Tuh. Arif arif arif arif arif. Cocok nih ditemenin di apa? Ditemenin sama si Skibid Roni, Arif dan Roni. Guys, ini sampai kapan, Guys? Kita cuma pengen keliling-keliling doang gini kabur. Cuma menunggu lingkaran putih-putih yang muncul, Guys. Ini coba ke sini kah? Aduh, salah jalan, Guys. Sepertinya, Guys. Ke sini, ya, Guys. Arif arif arif. Oke, sepertinya ini kamera yang berbeda. Oh, situ ke situ. Anjay, lari. Anjay, dikit lagi kena gua ke situ. Nice. Woi, woi, kameranya. Woi, ganti, woi, kameranya. Iya, udah, jangan manggil-manggil mulu. Gua tahu lu padahal sukanya Arif, bukan Agung. Manggil-manggil mulu, Guys. Arif. Jangan-jangan ini ruang apa? Itu itu apa ya ada di dalam kac? Jangan-jangan ini ruangan eksperimennya itu apa yang di dalam kaca ini? Roni, Roni I I A I I a Roni I I I a I I a Roni I I I I a I I I a. Guys, coba kalian tulis di komentar siapa yang kangen sama Roni. I kan gua pernah lihat monster toilet. Ya kan gua pernah lihat monster toilet ini. Ini gua beneran nyata. Oh iya yang mimpi kan si Arif. Gua jadi sampai kelupaan, Guys. Aduh, Roni. Ih, ini gua yakin ya, Guys, eksperimennya ya. Nanti manusianya dibius, kepalanya digorok, terus dipindahin ke toilet-toilet ini, ke toilet beneran disambungin gitu. Mungkin pakai kekuatan santet juga ya, Guys. Jiwanya dipindahin gitu. Tapi udah enggak punya kesadaran manusia. Punyanya kesadaran Roni. Nih, kita ke mana lagi, Guys? Bulat-bulat putihnya belum muncul, ya. Mungkin kita harus nge-spill etalase skibidi dulu. Uh, oke. Dia udah sampai. Semoga dia gak bisa lihat kita di CCTV ya, Guys. Baru gua bilang, Guys. Wah, aduh. Aduh, mati aja lah gua, Guys. Nice, nice, nice. Kameranya berubah. Roni. I I I a I i a. Roni. I I I a I a. Arif jangan kena Roni. Ih, lu diskriminasi ya Roni ya. Pada ya rasis banget guys. Giliran Agung dikejar, giliran Arif enggak dikejar. Tuh lihat tuh. RIP lari. RIP RIP jangan sampai kena. RIP ini harus ke mana? Anjay. Oke, cobain pintu satu-satu, Guys. Cobain. Nice, kita dapat pintu yang benar. Aduh, tapi kita enggak bisa ke bawah. RIP. Kalau ke atas kita bakal ketemu sama si Mbak Dini kan di mimpi lu kan? RIP. Udah kita naik pelan-pelan aja. Aduh ditutup lagi. Oke kayaknya kita harus mencari pintu lagi guys yang benar. RIP. Ayo Ripelan-pelan. Nice. Apa lagi? Aduh ada copong lagi. Wah ada suara ngorok. Ada Roni lagi. Aduh aduh aduh aduh aduh. Lari lari lari. RIP sini RI. Naik ke tangga ini, RI. Wah, enggak bisa, Rip. Enggak bisa, Rip. Kita harus pilih pilih ini. Pilih pintu lagi, Rip. Kananah salah? Ini kah? Salah juga. Ini salah juga yang ini, Rif. Berarti, Rip. Hm. RIP. Enggak ada yang benar, RIP. Begini, RIP. Mana si Ronya? Kok enggak ada sih? Oh, itu Roni. Roni. Sebentar, Guys. Oh, kayaknya sih pintu yang ini karena e sinarnya mati nyala. Mati nyala. Tuh, kan tadi bisa sekarang enggak. Aneh banget, ya. Coba, Rif. Yang yang ini, Rif. Pintu ini, Rif. Pintu ini engak bisa, Rip. Coba yang pintu ini, Rif. Sekarang, RIP. Enggak ada juga, Guys. Bisanya pintu yang tadi doang, sedangkan yang tadi gak ada jalan keluarnya. Aneh banget, ya. Oke, Rip. Kita kita turun lagi, Rif. Ke sini, Rip. Loh, engak bisa sekarang turun. Bisa enggak? Lu bisa turun ini mah? Kekehampaan, Guys. Enggak bisa, Guys. Yah, ini mah mati dong gua, Guys. Eh, rip, rip, rip. Loh, loh, loh. Yah, rip, yah. Rip, rip, rip, rip. Kita malah turun, RIP. Kita gak tahu ke mana, Rip. Ya ampun, RI. Kita benar-benar ke dalam kehampaan, RI. Ya, Guys, ini sih error ya game-nya, Guys. Kita balik dulu deh. Oke, kita ulang lagi ya, Guys. Coba kita cari pintu yang benar. Coba masuk ke sini bukan, terkadang bisa, terkadang enggak, Guys. Nah, kan enggak bisa di atas udah dikunci. Aneh banget ya kali ini. Biasanya tuh suka ada putih-putih kan, Guys. Enggak ada yang benar. Anjay, ini ruangannya. Uh, bisa. Apa itu patungnya? Bentuk itu bentuk manusia duduk ya kayaknya ya. Oke, aman. Kita kan masuk dari pintu ini. Ini kayak pintu atau ruangan lobi, Guys. Tempat menunggu ya. Tapi ini gua enggak tahu kalau jalan keluar ini membawa kita ke mana. Kayaknya kita akan ke ruangan yang ada cahayanya kedap-kedip, Guys. Yang ini berarti kah? Bukan, bukan yang atas berarti. Yang atas. Yang ini harusnya bukan juga. Coba kita keluar lewat sini bisa enggak? Bisa dong. Loh, loh loh loh loh. Ini maksudnya apa? Gedung tinggi kayak gini. Apa itu? Suara ngorok lagi. Wah, Jarwo. Oke, nice. Kita udah keluar dari rumah sakit jahanam. Wah, jarwonya banyak banget. Arif, arif arif. Oke, nice. Kita jalan aja. Oke, [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] truk cihu. Ya ampun, Pak. Pak ikut truk. Gua baru tahu, Guys. Truk itu bisa nge-jump scare, Guys. Oke, Guys. Fakta terbaru ya, Guys, di dunia Arif Agung. Truk itu bukan menabrak, tapi meng jump scare. Udah, diam lu pada, ya. Zombie-zombie enggak jelas udah larinya lamban. Itu lagi ada Roni. Oke, hati-hati. RI, Rip, Rif, RI. Kita ikutin aja, RI, truknya. Oh, kita ke belakangnya, Guys. Kita manjat, kita manjat. Ye, sebentar, sebentar, sebentar. Ada Roni. I I I A I I. Ayo kita ke belakangnya, RI. Kita manjat, Rif. Manjat. Bersambung. Kita diselamatkan oleh truk hijau C11. Hui, cihuy. Episode kali ini juga ternyata singkat sekali, Guys. Dan Billy bisa menaklukkannya dengan sangat mudah. Jadi guys, kita kan udah terbebas dari rumah sakit jahanam ini ya. Tapi belum ada kelanjutan cerita dari si dokter gila itu yang bawa si orang gila di kursi roda. Tapi menurut gua, Guys, dia akan memakai orang gila itu buat ngejar kita sampai ke ujung dunia. Bisa dilihat dari petualangan selanjutnya di dendam nenek kanibal. Jadi membuat si orang gila itu punya dendam atau nenek kanibal entah gimana, Guys. Karena kan nenek kanibal kan beda ya sama si orang gila itu. Tapi kalian bisa lihat, Guys, dari penampakan si orang gilanya itu jadi kayak lebih gede, tinggi, dan menyeramkan. Dan guys, seperti biasa, buat kalian yang mau ngelanjutin petualangan ini, tulis di komentar #lanjutkan, Bang. Dan guys, pelajaran yang bisa diambil dari game ini adalah kalau kalian pengen kabur dari tempat kalian sekarang yang mengerikan atau menyiksa kalian, panggil aja truk C11. Huyui cihuy. So, segitu aja, Guys, untuk episode eksperimen jahanam. Gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka bisa like dan komen. Aku bil Samuel pamit dulu. Sampai jumpa di episode ke-10. Bye bye. [Musik]
Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!
Game : Eksperimen Jahanam
WhatsApp Channel :
https://whatsapp.com/channel/0029VapiPeZAzNboRVciIL1J
Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!
Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛
https://www.tiktok.com/@billyberak
Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com
#billysamuel #billy