Kenapa Aku Jarang Main Toca Boca?

Hai guys, kembali lagi bersama aku dan ya Tokaaboka ada rumah baru yang ini. Jadi aku bakal langsung aja dekor sambil cerita-cerita seperti biasa. Topik kita di video sebelumnya adalah orang tua kalian yang nge-chat-ngechat aku, Guys. Itu hmm menarik sekali ya, Guys, ya. Dan hari ini topiknya beda, Guys. Topiknya adalah e pertanyaan-pertanyaan yang sering kalian tanyakan, ya, Guys. Entah di kolom komentar atau kalian komen-komen di Instagram aku. Jadi, aku bakal coba jawab beberapa ya, Guys. Enggak bisa semua dong, ya. Oke, pertanyaan pertama yaitu kenapa aku jarang main tokaboka? Ini banyak banget sih, Guys, yang tanya kenapa Kak Fanny? Padahal dulu kan Kak Fanny itu main Tokaboka hampir setiap hari ya. Iya, Guys. Ya, aku udah 5 tahun di YouTube dan Tokaboka itu wah salah satu game pertama yang aku mainkan ya, Guys. Kenapa kok aku sekarang jarang nih main Tokaboka? Apakah karena aku bosan sama Tokaboka? Apakah karena ada game-game lain yang lebih seru dari Tokaboka? Eh, enggak. Menurut aku Tokaboka tetap seru, tetap gemoy ya, Guys, ya. Game-nya itu imut, aku suka dekor. Terus alasannya apa dong? Sebenarnya jawabannya tuh simpel sih, Guys, ya. Jadi bukan salah gameennya. E, alasannya sih sebenarnya karena yang biasanya nonton aku main Tokaboka sudah tumbuh besar. Udah gitu doang sih, Guys, alasannya. Jadi, aku kan udah 5 tahun ya, Guys, ya, jadi YouTuber. Terus ee mungkin yang dulunya nonton aku main Tokaboka itu masih TK gitu kan, play group atau apalah. sekarang udah besar, udah bosan banget nih ya lihat aku kontennya toka-boka mau game yang lain gitu, Guys. Makanya aku jarang nih main tokaboka. Aku ee cuma buat konten tok boka misalnya ada update gitu doang sih, Guys. Alasannya simpel, kan? Sama mungkin sejujurnya aku juga kehabisan ide mau ngonten apa di Tokaboka, Guys. Iya, aku kehabisan ide. Yap, Fanny Chandra bisa kehabisan ide, Guys. Soalnya aku kan buat tokaboka dulu tuh wah banyak banget ya, Guys, kontennya. Apa itu? E tokaboka hack. Terus apaagi tuh, Teman-teman? Pokoknya banyak sekali. Sampai-sampai sekarang aku udah bingung, “Wah, aku ngonten apa lagi ya? Dekor-dekor udah, buat cerita sudah gitu, Guys. Jadi, bukan karena aku enggak suka tokaab-boka ya, Teman-teman, ya. Alasannya ya itu tadi karena yang biasa nonton sudah besar gitu aja. Ngomong-ngomong ini ada pintu. Ah, dikunci. Ya udahlah, nanti aja, ya, Teman-teman, ya. Aku bakal cari tahu itu gimana cara bukanya. Ini lucu banget, Guys. Aku suka untuk dekor bagian apa nih namanya? Halaman depan, ya. Estetik, estetik. Ini rumahnya tuh kayak ala-ala di pedesaan gitu, ya, Guys, ya. Oke, kita pindah sebelah sini. Ini jarang-jarang, nih, Guys, waktu masuk langsung dapur ya. Biasanya aku waktu masuk langsung ruang tamu. Oke, pertanyaan selanjutnya yang sering kalian tanyakan adalah kenapa aku tuh jarang colab sama teman-teman aku? Iya, aku yakin hampir nih ya, Guys ya, di setiap video kalian tuh selalu nanya, “Kenapa Kak Fanny kok gak colab sama si A, si B, si C? Kenapa? Kenapa gitu ya? Aku tahu kalian pasti suka ya, Guys, ya. Melihat aku itu ee main sama teman-teman aku ramei-ramei gitu kayaknya asik gitu ya. Tapi untuk colab kayak gitu tuh susah, Guys. Kita harus janjian nyocokin jadwal gitu ya, Guys. Nocokin jadwal terus biasanya mikir, “Aduh, mau colab apa ya? Bingung juga nih. Ya, intinya begini ya, Teman-teman ya. Hanya karena aku enggak colab sama si A, si B, si C itu bukan berarti aku musuhan. Udah gitu aja sih, Guys. Sebenarnya ya. Ee misalnya kalian melihat nih, ya, ada video colab rameai-rame. Loh, kok Kak Fanny enggak ada? Kak Fanny enggak diajak atau gimana gimana gimana gimana gitu ya. Mereka pasti punya alasan tersendiri, ya, Teman-teman ya. Jadi enggak usah negative thinking sih ya menurut aku ya, Teman-teman ya. Ngomong-ngomong ini lucu banget sih, Guys. Lihat nih. Jadi di sini kita bisa buat apa tuh namanya, Guys? Ya, apa tuh? Pickled pickled. Apa sih bahasa Indonesianya pickled pickled itu? Ya, ya intinya diawetkan gitulah, Guys, ya. Awet kayak macam acar gitu, ya. Soalnya zaman dulu kalau enggak salah enggak ada kulkas, ya. Eh, enggak usah jauh-jauh deh waktu aku ke desa ya, Teman-teman, ya. Dulu waktu SMA aku tuh ditugaskan ke sebuah desa menginap di sana selama 3 hari. Itu mereka gak punya kulkas, Guys. Jadi, makanannya cuma ditaruh di lemari gini doang sih, ya. Tapi lucu ya, Guys, ya. Aku suka loh. Tapi dapur kayak gini. Oke, estetik ya. Kita geser ini desa kan? Ini zaman dulu kan? Kok ada kok ada elevator. Oke, enggak apa-apa, Guys. Gak apa-apa. Tapi tetap tidak ada kulkas ya, guys ya. Tetap enggak ada kulkas. Jadi, aku bakal taruh ini aja deh, Guys, ya. Nih. Apa nih namanya? Rakrak gini aja, Guys. Siapa di sini yang pernah ke desa gitu, Guys? Asik sekali, kan? Aku juga kangen waktu aku ke desa sih, Guys. Cuma aku tuh enggak betahnya di desa itu karena e binatangnya. Aku e geli banget sama serangga-serangganya, Guys. Kan soalnya bersebelahan sama kandang ayam sama kandang sapi, jadi banyak lalatnya. Jadi kayaknya kita taruh gini aja ya, Guys. Tuh, apa ini namanya? Biasanya orang desa itu juga ini ya bercocok tanam tanamannya begini. Ini bisa dimakan ini kayak kue nastar pula. Diawetkan bisa loh, Guys. Tapi ya udahlah ini aku taruh di sini. Oke udah selesai nih, Guys, dapurnya sama tempat untuk nyimpan makanannya kurang lebih seperti ini. Kita coba langsung naik ke lantai du ya. Lantai duanya luas banget sih, Guys. Ya, bagus, bagus, bagus. Oke, aku bakal dekor dari ee sebelah sini aja kalau gitu, ya. Ini nyalakan perapiannya dulu aja. Semoga rumahnya enggak kebakaran. Oke, kita lanjut juga ya, Guys, ya, ke pertanyaan yang sering ditanyakan ee sama kalian. Apa ya, Guys? Banyak banget nih, Guys. Aku bingung pilihnya. Jadi, kalian banyak yang bertanya, “Apa betul kalau aku itu bakal pensiun YouTube?” Nah, ini tuh banyak banget yang nanya, Guys, ya. Banyak juga yang takut kalau aku serius bakal pensiun YouTube. Yeay, jawabannya ee enggak sih, Guys. Enggak bakal pensiun YouTube dalam waktu dekat, ya. Soalnya aku masih harus bekerja. Kalau aku enggak kerja, siapa yang kasih uang buat mama aku, Guys? Ya, aku harus membiayai mama aku, kan kasihan, Guys. Siapa lagi coba, ya? Terus aku juga harus kasih uang buat si Andreas, ya, Guys, ya. Si suamiku, ya. Tapi berarti ada rencana dong Kak Fanny misalnya mau pensiun YouTube gitu ya. Ada, Guys. Soalnya kan gak mungkin dong aku bakal e ngonten selamanya ya, Guys. Bayangkan aku udah nenek-nenek gitu guys. Aku masih main game gitu ya, ngonten di YouTube. Emangnya kalian mau nonton apa? Misalnya aku udah tua, nenek-nenek, kalian udah kerja, kalian punya anak gitu misalnya. Jadi jawabannya iya, aku bakal pensiun, tapi enggak sekarang, Guys. Ya, mungkin masih agak lama. Aku 10 juta subscriber aja belum loh, Teman-teman ya. Ya, masih agak lama. Jadi kalian jangan apa ya? Jangan panik, Teman-teman. Ya, tenang, tenang, tenang. Sama jujur aku juga ini sih, Guys, alasannya kenapa aku itu mau eh berencana ya, ada kepikiran buat pensiun YouTube. Karena aku sendiri juga agak lelah sih, ya, Teman-teman, ya. Udah 5 tahun terus em aku agak capek ya, Guys ya. Stres? Iya, stres. Aduh, enggak boleh ngomong ini sih. Aduh. Jadi intinya gini sih ya, Guys, ya. apa yang kalian lihat di kamera ya, yang kalian lihat di HP kalian, di TV kalian itu enggak semuanya nyata gitu loh, Guys, ya. Jadi, emm banyak masalahnya sebenarnya. Banyak masalahnya cuma kan aku enggak cerita ya, Teman-teman, ada masalah apa gitu loh. Intinya berat gitu loh menjadi YouTuber itu berat ya, Teman-teman ya. semal, lingkungannya, e pertemanannya. Jadi bisa membuat aku kayak kepikiran aku, “Ah, capek nih pengin berhenti YouTube gitu, Guys.” Tapi enggak, enggak, enggak. Aku enggak bakal berhenti, Guys. Karena ya itu yang tadi aku bilang masih banyak orang yang butuh aku, Guys. Jadi aku belum bisa berhenti. Yeay, jadi, Guys. Bagus ya. Mantap. Mantap. Aku suka sih, Guys, ini. Apalagi tirainya ini sangat estetik, ya. Aku dulu pengin banget punya rumah yang ada tiraennya yang ala-ala jadul begini, Guys. Kerenkeren. Oke, kita pindah. Ini sih bakal jadi toilet ya, Guys, ya. Ini mah toilet sih menurut aku, ya. Kamar mandinya macam apa ya, Guys, ya? Ini ini batu bukan, Guys? Oh, ini nih ni nih, Guys. Nih nih. Udah lama tuh enggak pakai ini, Guys. Astaga, jadi YouTuber memang susah, memang berat. Tapi aku enggak pernah nyesal sih, Guys, jadi YouTuber. Soalnya berkat aku menjadi YouTuber, aku bisa bantu mama aku dulu. Soalnya benar-benar enggak ada uang sih, Guys. Aku sampai hampir putus sekolah, ya. Enggak bisa lanjut sekolah. Terus kita makan ya seadanya gitu, Guys. Dulu aku pernah makan nasi pakai kecap, nasi pakai apa lagi tuh? Kerupuk gitu. Pernah. Pernah, Guys. Jadi, aku bukan dari keluarga yang sangat kaya gitu, enggak. Tapi kalau dibilang aku keluarganya sangat miskin gitu juga enggak gitu, Guys. Di sini benarnya ada sabun, shampo, dan lain-lain, Guys. Cuma waktu aku ke desa kapan hari eh aku tidak menemukan sabun shampo sih, Teman-teman. I jujur aja enggak menemukan. Jadi ee aku mandi pakai air doang selama aku di desa itu ya, Guys. Hmm. Tapi enggak apa-apa. Aku taruh di sini aja ya supaya lebih estetik dan hmm simpel ya kamar mandinya, Guys, ya. Kita dekor ruangan terakhir, ya, Guys, ya. Wah. Wow, aku cerita-cerita enggak terasa udah dekor sampai ruangan terakhir nih, Guys. Semoga tapi kalian enjoy ya, Guys, sama eh pembahasanku di video kali ini. Aku cuma bakal cerita-cerita begini kalau aku membuat video tokaboka. Iya, Guys. Entah kenapa kalian tuh suka banget sih ya nonton aku itu main tokaboka sambil aku itu cerita ya. Kapan lagi kan aku bisa cerita. Oh, mungkin di game House Flipper ya. Di House Flipper aku juga sama aku cerita-cerita dikit gitu, Guys. Biasanya pertanyaan terakhir ya, Guys ya. yang bakal aku bahas ya. Apakah aku itu udah enggak temenan sama Nata dan lain-lain gitu? Jawabannya sih enggak ya, Guys, ya. Kalian eh terlalu negative thinking sih kalau kata aku, ya, Teman-teman. Ya, samalah kayak ucapanku sebelumnya ya, Guys, ya. Misalnya hanya karena aku tidak colab, ya, Guys. Aku enggak colab lagi sama Nata ya. Bukan berarti aku itu enggak temenan sama Nata, ya. Soalnya kan aku tengok di videoku emang jarang sih ya, Guys, sekarang kabol sama Nata ya. Oh, contohnya apaagi nih? Eh, Sarah misalnya sama Sarah kan aku juga udah enggak pernah ya colab sama Sarah soalnya Sara sibuk jadi DJ sekarang. Hanya karena aku itu enggak colab lagi bukan berarti aku tidak berteman, Guys, ya. Jadi, e jangan berpikir seperti itu ya, Teman-teman, ya. Tapi kan dulu Kak Fanny sering banget colab. Kenapa sekarang kok gak pernah colab? Aku kangen Kak Fanny colab begini begini begitu. ya. E mungkin karena udah gameennya tuh udah enggak cocok, Teman-teman, ya. Banyak alasannya, Guys, ya. Game-nya entah gameennya udah enggak cocok atau kita terlalu sibuk. Pokoknya ee ada alasannya, ya, Teman-teman. Tapi apakah aku sama Sarah? Aku sama siapa lagi, Guys? Biasanya aku colab itu Nata atau sama siapa tuh? Lenlen. Apakah kita bertengkar? Enggak juga, Guys. Enggak juga, gitu loh. Jadi, kalian jangan negative thinking gitu, Guys. Aku sering bilang ini dan aku bakal bilang lagi ya, Guys. E berteman itu enggak harus semuanya bersama-sama. Enggak bisa selalu bersama-sama, ya. Enggak kayak temanan waktu SD, Guys. Di mana kita tuh bisa selalu bersama kapan aja, di mana aja. Beda ya, Teman-teman, ya. Apalagi ini kan udah e udah dewasa ya, Guys, ya. Enggak bisa kayak gitu tuh. Oke, ini udah selesai teman-teman lantai duanya seperti ini. Bagus sih, Guys. Aku suka. Oh, ya. E tinggal yang terakhir ya, Guys, ya. Rahasianya itu. Oke. Oke. Kita coba buka, ya, Guys. Biasanya sih tokaboka tuh rahasianya gampang sih, Guys. Enggak jauh-jauh. Nah, kan. Oke. Oh, kayak gitu doang. Oke. Ini seruling. Seruling di sini mungkin ini bintang dan ini kelopak. Ah. Ya, lucu sih, Guys. Gemoy banget sih. Ini apa, Guys, namanya? Aku yakin bukan kerampet sih. Toyol kah? Peri kah? Aku gak tahu ini apa, tapi bagus banget, Guys. Dan kenapa kok tiba-tiba suasananya jadi malam? Okelah, aku bakal taruh kamu di sini. Dan ye, dekor kita sudah selesai, Guys. Gimana? Kalian suka enggak? Kalau aku sih suka ya, Guys, ya. Ini e cakep banget, Guys. Gemoy gemoy. Aku suka yang tanaman-tanaman begini. Dan ya, aku harap kalian enjoy mendengarkan cerita-cerita aku. Kalau ada hal yang negatif atau salah kata, tolong dimaafkan ya, Teman-teman. Ambil aja positifnya. Sekian dulu guys video dekor-dekor aku. Kalau kalian suka dengan videoku kali ini. Jangan lupa guys diklik tombol like, di-share dan juga diubscribe. See you guys.

Semoga kalian suka cerita aku kali ini yaaa
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV

Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.

– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra
– Join menjadi keluarga Fanny disini:
https://www.youtube.com/channel/UCM4m4jzE3UG1yQWJQH59gjA/join

Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh
Music by Oneul: https://www.youtube.com/@oneul274

#tocaboca #tocabocaIndonesia #Fannyplays