Hantu Ini Ingin Memakan Gw – The Mimic Book 1 Control Chapter 3

Hai guys, kembali lagi bersama gua si Miaw A. Yuk, mari kita teruskan untuk bermain game The Mimic book pertama chapter ketiga. Dan seperti yang kalian lihat di episode sebelumnya, kita sudah berhasil menyelesaikan chapter kedua di dalam game The Mimic book pertama yang satu ini ya, Teman-teman. Dan buat kalian semua yang sudah penasaran chapter ketiganya akan seperti apa, apakah akan lebih susah lagi, Teman-teman? Langsung saja kita mulai chapter ketiga. Normal single player confirm. Let’s go. Huh. Chapter keduanya aja sih udah mulai seram ya, apalagi di chapter ketiga dan apalagi nanti di chapter keempat teman-teman. Dan sebentar lagi kita akan ke sana ya. Hmm. Misterinya sudah semakin banyak, monsternya atau hantunya juga sudah semakin banyak. Dan selamat datang teman-temanku sekalian di dalam game The Mimic book pertama Control Chapter ketiga. Dan sekarang gua harus ke mana? Oh no guys. Kita berjalan di atas air. Apakah ini adalah sebuah mukjizat atau jangan-jangan airnya cetek? Bisa jadi airnya attack. Oke, gua juga punya lantern untuk menerangi perjalanan kita dan aku harus ke mana? Apakah aku ke sini? Waduh, apakah kita harus parkor-parkoran, Teman-teman? Eh, eh, eh, jangan nge-bug dong. Uh, untung aja gampang. Sini. Uh, [Musik] di mana ini? Apakah kita masuk di sebuah goa? Waduh. Dan hantu apa lagi yang akan kita lawan? Apakah hantu samurai lagi? A lonely girl hidden from the world with her only friend a doll made of straw and lead. Saku, she said grabbing her little head full of lead of into the forest. She went through confusing turns and bands. She found herself bite in pink and red. Aduh, hantu kali ini kayaknya adalah seorang wanita, Teman-teman. Dan sepertinya dia mau mencari teman. Sama dong kayak gua. Gua juga lagi mau cari teman. Oh, kita bisa ke kiri, kita bisa ke kanan. Ke mana dulu kita? Aku pun tidak tahu. Bisa dibuka yah. Ini kayak bisa dibuka. Coba, coba. Ini ada sebuah ruangan. Tak masuk dulu ya, Teman-teman. Ternyata tidak ada apa-apa kalau masuk sini. Coba lah. Enggak bisa. Gak bisa. Hayo. Harus bagaimana coba? Lurus dulu deh. Ow. Apa ini guys? Aku tidak bisa keluar ke sana. Oh oh, pintu. Uh, bisa dibuka pintunya. Sebentar. Uh, tempat tidur. Tidur dulu enggak sih? Aduh, pintu lagi, Guys. Oh, yang ini enggak bisa dibuka. Diketok-ketok pintunya. Masuk. Hmm. Disuruh masuk ggak tuh sama Mia? Oke, mari coba kita keliling-keliling. Aha, ada pintu lagi. Aha, ada pintu lagi. Oh no. Suara apa itu? Suara apa itu, Guys? Kenapa tiba-tiba ada suara yang menyeramkan? Halo, siapa itu, Guys? Ada karakter di dalam sini, terus dia menghilang. What? Yah, kosong. Gak ada apa-apa. Gua harus cari apa ini? Kasih aku clue, my friend. Why you don’t give me clue? Apaagi ini, Teman-teman? Oh no, gua gak bisa keluar. Y wes keliling-keliling lagi. Oh. Oh. Kita harus mencari crowbar supaya kita bisa keluar dari situ. Pintu. Pintu. Nice. Bisa terbuka. Mantul. Wah. Ah alah. Alamak. Itu tinggi sekali hantunya. Buset. Oh. Apakah kita dalam masalah? What is that? Search for a code near one of the cabinets. Kabinet? Eh, kode kabinet. What do you mean? Aku tak tahu ini, Guys. Yes, kita coba cari ya. Ada beberapa ruangan yang belum sempat gua cek soalnya. Nih ruangan ini nih. Yah, Kira itu tadi bisa dibuka, Guys. Ee kode yang ini kah? Tapi gua enggak bisa baca, Guys. Guys, ternyata ini ya kodenya dan gua udah catat kodenya walaupun ini bahasa Jepang mungkin. Dan cara untuk membukanya cukup unik yang di mana kita itu tidak boleh memegang apa-apa di tangan baru kita bisa interaksi dengan clueya. Haduh. Oke, kita singkirin dulu lanternya. Nah, baru dia bisa diinteraksi. Oke, pertama-tama kita pakai ini tiga. Oh, itu tiga. Ini angka. Habis itu ada ini nol. Terus ada ini, Teman-teman. Satu. Terus yang terakhir itu yang ini nih. Harusnya yang ini nih. Lima. Betul sekali. Let’s go. Crowar. Let’s go. Kita berhasil mendapatkan crobar. Dan sekarang yuk mari kita buka pintu yang ada di samping kiri. Haduh. Nah, itu kan asik nih. Ada sebuah patung, terus ada catatan lagi. Oke. E, e untung aja dia tidak bikin kita meningsoy. She look around with curiosity. She sense drought somewhere somehow a lonely cherry blossom tree silent and still. standing tall and proud at the top of that hill. Here lies the seal of the accused witch. A tall figure approach her. Would you like to be my friend? Jadi yang tadi guys, dia tuh lagi mencari teman dan dia mau nanya ke kita guys. Apakah kamu mau menjadi temanku? Oh sepertinya nanti jangan sekarang, ya. Soalnya aku juga lagi mencari teman nih. Ah. Ini kenapa ruangannya penuh dengan air, Guys? Banjir, Guys. Banjir. Oh no. Oh no. Kode. Gimana ini? Wah, wah, wah, wah. Apaagi tuh? Apagi itu ditutup, Guys? Ya ampun, gua ditutup di sini. Ow. Gua kan harus Ha. Ha. Hai. E e e mohon maaf, jangan jangan tengok belakang. Aku tidak ada di sini. Kok kayak Michael Jackson dia, Guys? Wih, serem banget. Oke. Oke. Apa yang harus K lakukan? E, catat kode. Catat kode dulu. E, e, e, 1 2 3 8 yang pertama terus 7 terus e 4 9. Oke, gua udah dapat, Guys, kodenya. Terus bagaimana caranya aku keluar dari sini? Oke, untung aja terbuka pintunya. terbuka pintunya. Oke, pintunya terbuka. Oh, aku bisa keluar tapi tidak ada jalan. Ini kenapa suaranya berisik sekali? [Musik] Iya, iya, iya. Emang deg-degan. Sabar ya. [Musik] Pintu mantap. Please jangan keluar. [Musik] Ah. Ah, dikagetin. Katanya mau jadi teman gua. Kok gitu sih? Mau jadi teman, Bro. Oke. 1 2 3 4 5 6 7 8 8 7 4 9 Oke, please. Let’s go. Bisa ya? Kalau mau jadi teman jangan ngagetin ya, please banget. Oke, ini ada air yang jatuh dari atas. Aku tidak tahu kenapa ada air dari atas. Padahal tidak lagi hujan, Teman-teman. Kalian lihat. When the spirit align over the blade to continue your path, the light will protect you. Oke, katanya kita harus mencari pedang. Terus kita harus berada di sebuah ini nih, cahaya-cahaya ini ya. Karena dia bisa melindungi kita. Hmm. Oke, cari di mana tuh ngomong-ngomong coba ya gua ke kanan terlebih dahulu. Kok gua jadi ingat game Backroom ya, Teman-teman? Ada kan scene yang seperti ini? Kita harus ngikutin cahaya sama ini apa? Garden of Banban atau Popy Playt ya? Uh, ada rumah kayak begini nih seya, Guys. Oke, tapi kita tidak boleh terlalu lama di tempat gelap kah? Mungkin saja iya, mungkin saja tidak. What is this? Sebentar, sebentar, sebentar. Itu bunyi apa itu? [Tepuk tangan] [Musik] Dia bawa kecapi, Guys. Ke mana-mana. Oke, tebakan gua. Gua gak boleh pegang lantern. Tuh kan. Harus diapain nih? Oh, dialign, dialign, Guys. Mantap. Mantap. Dikit lagi, Guys. Nice banget. Pedang. Oke, kita mendapatkan pedang, Guys. Apakah kita sekarang akan menjadi Demon Slayer? Terus pedang ini buat di mana? Katanya buat diover. Over ke mana, Bro? Depan sini kah? Ow. Ow. Aku mendengarkan suara suara dia. Kita sembunyi. Sembunyi di balik pohon. Oke. Oke. Aku melihat ada bangunan di depan sana. Kita coba ke sana terlebih dahulu. Siapa tahu aja bangunan itu adalah tempat untuk kita taruh pedang. Oh, betul. Oh, nice. I perhaps over item here. Yup, sudah. Terus, what should I do? Udah, udah, udah. Pedangnya udah ditaruh. Terus apa yang gua harus lakukan, Guys? Oh, oh, oh. Gak bisa ke ke sana kah? Awas, awas, awas, awas, awas, awas. Kita kita lari mencari jalan keluar, Guys. Ke mana jalan keluarnya? Apakah itu? Sepertinya itu deh. Sepertinya itu. Coba kita ke sana, ya. Ow, stamina gua habis. Ow. Oke, aman aman aman aman aman. Waduh, ada bangunan yang sudah dial. Tapi kita harus masuk dan habis itu some sort of seal or gate I might need to open. Udah dibuka kan ini harusnya. Entar gu baca dulu. Sama was seal to this very tree supposedly for eternity. Day by night time was tight. Haichi was not afraid for some was her light. Secret were kept, story were told, the fate of the girl sama had a hole. Oke, Teman-teman. Apakah ini menuju ke Infinity Castle? Benar juga ya. Itu dia teman-teman ya. E upper demond keempat. Eh, gak bisa. Eh, bisa, Ding. Bisa, Ding. Tereren. Benar juga, Guys. Mirip ya. W tetapi ini bukan Infinity Castle, Guys. Ini Infinity Chain. Oh. Oh, masih turun lagi. Oh no, ada tangan-tangan yang begitu besar. Wah. Oke, kita harus ke mana nih, Guys? Harus bergerak, ya. Jangan kena geprek, Mia Aug. Jangan kena geprek. Sopar so good. Wih. Oke, selamat. Selamat selamat. Seram banget tangannya. Oh no. Siapa itu? Apakah kita akan melawan bos? Itu apaan? Besar sekali. Oh. Oh. No going back. Alright. You have you ever wondered what happened to all this butterflies? You sacrifice. Enggak, Bang. Aku harus bagaimana nih, Bang? Pleas the seal tree holds many secret. Oh no. Apa yang harus ku cari ini, Teman-teman? Apa yang harus ku cari ini, Teman-teman? Aku tidak menemukan apa-apa ini. Ini ya ampun buntu. Kayaknya gua harus mencari sesuatu untuk ditaruh di sini nih. Ini nih kupu-kupu nih. The seal tree holds many secret. The seal ini kah? Oh oh, oh. Kita bisa manjat. Oh, kita bisa manjat, guys. Bisa. Oh, aduh jatuh lagi gua. Sini. Oh, tunggu dulu. Stamina, stamina. Lupa, Guys. Lupa, ya? Lupa lupa. Kita harus simpan-simpan stamina untuk naik naik ke puncak gunung. Let’s go. Aduh, engak bisa. Susah banget, Guys. Kayaknya harus dari sini nih. Tadi kita dari sini kan bisa. Nah, nice banget. Yah. Yah, yah. Jatuh lagi. Susah banget. Tapi ini emang benar tidak ada opsi lain, Guys, selain naik ke atas ini. Nah, itu dia ada kupu-kupu. Hai, kupu-kupu. Kenapa kamu ada di atas pohon? Oke, mari kita taruh. [Musik] Udahkah? Udahkah? Kayaknya udah deh, Guys. Coba ya. Oh, udah. Oke. You really did it again. You sacrifice another one of your friend. Stop lying to me. Get out of my head. Katanya kita mengorbankan teman kita lagi. Terus dia bilang, “Jangan ganggu gua, keluar kamu dari kepalaku.” Hah? Mimpi? Enggak dong. Bukan. Bukan mimpi ya, Teman-teman. Bukan. Bukan mimpi. Kok ini kayak game yang berbeda ya. Betul juga. Ada televisi. Wah. Bentar lagi ada Sada nih, Guys. Buka dulu. Kita harus mencari kunci. Nah, itu dia kunci. Mantap. TV-nya bisa dimatiin enggak sih? Seram amat, Guys. Oh, gitu. Door unlock. E, apa yang harus kita cari, my friend? Ini kita harus cari apa nih? Entar ya, Teman-teman. Pelan-pelan saja. Kita cari sesuatu yang bisa kita cari. Kunci. Nice. I got a key. Oh, ini toilet. Buka lagi. Aman kan kita di sini, Guys? Harusnya sih aman. Oh no. Enggak aman, Guys. Aku mendengarkan ada suara-suara yang tidak enak. Corrupted. Oh, ini corrupted butterflies. Ada kupu-kupu. Oh no. Yang corrupted. Doar unlock. Oh, ini gara-gara kita mendapatkan kunci ya. Oh, what is this? What is this? Bunga. Oke, kita mendapatkan sebuah bunga. Buat apa bunga dan juga corrupted butterflies ini? Hm. Apa tuh? Oh no. Enggak bisa, Guys. Masih terkunci, ya. Masih terkunci. Terus gua harus ke mana? Ya ampun, ya ampun, ya ampun, ampun, ampun. Oh, ada blade ini. Rose ini corrupted. Oh, kita harus cari blade. Di mana ada blade? Astaga, itu hantu nyebelin banget, Guys. Tiba-tiba di depan mata gua persis blade. Pedang. Bukannya aku mempunyai pedang, Guys? Oke, oke, oke. Kita cari, kita cari, kita cari pedang. Wah, susah sih ini mencari pedang. Eh eh nyangkut pedang ini kah? Bukan. Di mana pedang, Guys? Perasaan gua enggak ngelihat ada pedang dari tadi. Oh no. Pedangnya di mana? Mm bentar bentar bentar bentar bentar. kayaknya di ruangan ini deh. Karena di ruangan ini tuh kita tidak mendapatkan apa-apa. Apa? Jangan di sini. Hah, benar-benar benar-benar tersembunyi, Guys. Bagaimana caranya gua tahu kalau di belakang sana? Astaga. Alright, sudah selesai. Apa yang terjadi kalau udah selesai? Apakah sealnya sudah terbuka dan kita sudah bisa melewat ke depan sana? Semoga saja ya. H. Betul sekali. Let’s go. Udah, udah, udah, udah kebuka. Udah kebuka. Jangan digedor-gedor mulu. Oh. Oke, I am pretty. Iya, kamu cantik. Kamu cantik kalau enggak ganggu aku. Jadi, please jangan ganggu aku. Wah, jump scare-nya benar-benar ya. Jump scare-nya benar-benar ya ditarik, Guys, kita. [Musik] Oh no, ada sesuatu yang terbakar. What is this? Corrupted. Aku harus mencari sesuatu yang corrupted ya. Hm. Mungkin pintu ini akan terbuka kalau kita sudah menyelesaikan teka-tekinya. Harus cukup teliti. Corrupted. Corrupted. What, my brain? Televisi. Coba ke arah televisi dulu, Guys. Aduh, enggak ada apa-apa di sini. Apa ini? Interact. Oh, oke. Ada lonceng. Tapi gua enggak tahu loncengnya buat apa. Oh, kita harus cari lonceng itu kah? Oh, ini rumahnya dia, Guys. Ih, serem banget. Harus ke mana gua? Harus ke mana gua? Wah, wah, wah, wah. Dia masih ngejar gua dong. Dia masih ngejar gua, Guys. Astaga, suaranya itu loh serem banget. Harus butuh berapa, Bro? Corruptednya gak bisa. Oke. Stamina, stamina Mina, e stamina Mina, e stamina Mina. Tadi kalau gak salah gua ke kiri, ya, sekarang kita ke kanan ya. Lupa lagi tadi dia ngejar gua dari mana. Oh no. Dekat sini guys. Jauhin. Ke kiri lagi. Ke kiri lagi ke kiri lagi. Jauhin pokoknya jauhin. Jauhin hantu tersebut ya. Y tadi gua dari sini nih. Oh no. Gak bisa, Guys. Gak bisa, Guys. Gua gak bisa lari ke mana-mana ini. Bagaimana ini, Guys? Ya udah. Kanan, kanan, kanan. Stamina, stamina. Siapin stamina. Siapa tahu aja dia akan mengejar kita lagi, ya. Oh no. Aku mendengarkan suara dia lagi, Guys. H aman sih. Aman sih. Aman sih. Aman sih. Oke. Oke. Aman kan tuh? Nah. Oh. Ow. Ada lagi. Ow. Ow. Lari lagi, Bung. Gua tahu di sear sini ada lonce, tetapi gua harus lari terlebih dahulu. Dia masih ngejar gua, Guys. Dia masih ngejar gua, Guys. Hm. Apa sih? Stamina gua udah mau habis nih. Jangan kejar gua mulu. Kasih gua napas. Oh no, dia masih ngejar gua, guys. H lonceng, lonceng. Gak bisa, Guys. Gak bisa, Guys. Gak bisa, Guys. Gua sembunyi dulu di sini kali, ya. Oke. Hah, nyebelin banget itu hantu. Dia benar-benar mengejar gua sampai ke ujung dunia. Ya, lonceng. Harus masih mencari lonceng kah? Di mana lagi ada lonceng? Aku harus membuka mataku, Guys. Oke, oke, oke, oke, oke. Gua pokoknya pintar-pintar dengerin suara langkah kaki dia aja. Lari mana dia [Musik] lagi? Curang kayaknya udah deh. Oh, masih ada itu. Oh, coba coba coba coba coba coba coba coba coba kita ke sini terlebih dahulu. [Musik] Enggak bisa tidak ada yang terjadi. Corrupted. What my friend? Wah, susah ini, Guys. Soalnya dikejar mulu gua belum sempat ngapa-ngapain. Kita cari lonceng. Masih mau mencari lonceng. Oh, dia tersembunyi di situ loncengnya. Loncengnya tricky, Guys. Aku mendengarkan dia lagi. Aduh. [Musik] Wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah. Please lah. Udah, udah. Mau ngejar gua sampai mana? Masih dong. Masih dong, Guys. Lah, yang mana lagi, Guys? Loncengnya tengah kali, ya? Ya, gua belum cek di bagian tengah. Ayo lonceng. Oh, itu dia. Oh, nice nice. Udah, udah, udah, udah, udah. Mi Hira Spirit now unlock. [Musik] Mau diapain? Ada yang terunlock. Oh, oke. Sudahkah? [Musik] Harus bagaimana gua? Sabar, sabar, sabar, sabar, sabar, sabar. Gua enggak sempat baca lagi tadi. Dia bilang, “Poknya spiritnya terunlock. Apa yang harus gua lakukan? Uh, udah enggak bisa. Ih, serem seram banget cuy. Cepat banget juga. Harus ngapain gua? Eh, Bro kasih tahu, Bro. Harus ngapain, Bro? Oke, Teman-teman, akhirnya gua udah tahu caranya untuk mendapatkan corrupted. Ya, ternyata memang dari hantunya, cuma kita harus pintar-pintar mainnya, Guys. Karena dia kan akan keliling-keliling di star sini. Nah, cara yang paling aman menurut gua ya karena tadi gua hampir mendapatkan corrupted itu adalah pancing dia. Ke mana dia? Nah, itu dia. Halo, sini. Oh, oh, oh. Oke. Aduh, stamina gua habis lagi, Teman-teman. Oke, kita dari sini. Kita dari sini. Nah, nice. Udah dapat coraptornya. Kalian lihat, Guys, di bawah sana sudah dapat coraptornya. Pokoknya kalian harus pintar-pintar ke belakangnya dia supaya dia tidak melihat kalian. Dan habis itu barulah kalian ambil corrupted-nya, ya. Huh, let’s go. Finally. Ah, [Musik] cukup susah yang itu. Cukup susah. Tekniknya harus benar ya. Dan akhirnya kita bisa progres juga. Ke mana lagi kita guys? What is this? Hah? Gua dapat kipas. Buat apa nih kipas? Loh, kok kita ke sini lagi, Guys? Oh no, siapa itu? Halo, Mama Mia. Masih hidup dia, Guys. Kita ambil dulu. Dapat kunci. Kenapa dia duduk di situ? Nyantai, Bro. Door unlock. Aduh, benar aja ini mah tempat tadi kita cari-cari item ya. Tapi sekarang hilang itemnya. Enggak apa-apa. Kita coba saja ya. Kita coba saja untuk mencari sesuatu yang tidak pasti kayak hubungan kamu dan dia. Eh enggak gak gak gak gitu enggak gitu. Miaok. Maaf maaf maaf. Fokus dulu, fokus dulu. Waduh berubah. Oh no. Tempat ini ternyata berubah menjadi sebuah terobongan batu yang sangat panjang masuk ke dalam. Aku tidak tahu, Teman-teman, apa yang akan kita temukan. Apa tuh tadi? Tadi ada yang nongol, ya? Gak sempat gua lihat tadi. Oke, aman aman. Bentar, gua minum dulu nih. Oh. tempat apa lagi nih? Aku mendengarkan sesuatu. [Musik] Kayaknya di depan sana ada yang gerak-gerak deh. Apa perasaan gua doang? Tuh kan bener. Ada yang gerak-gerak kelabang. Mirip original lagi. Objectif: solve the pillar puzzle to open school door. Pilar puzzle. Where are you pilar puzzle? Aku cuma melihat ada sebuah pilar puzzle di mana, Guys? Pilar puzzle. Buset, tempat ini gede banget inikah? Aduh, stamina gua habis lagi. Hm. Itu kah? Wah, wah, wah. Aku melihat dia guys. Gede banget. Literally gede banget itu, Guys. Bahaya. Dia berputar-putar di sini. Inikah pilar puzzle-nya? Terus gimana? E eh hah Yow. Awak harus bagaimana itu guys? Terlihat sepertinya susah sekali itu pilar puzzle. Oke oke oke. Sabar sabar. kayaknya gua harus enggak boleh terlalu lama di situ. H. Buset, buset, buset, buset dah. Seram banget, Guys. Seram banget. Seram banget. Semoga kalian kelihatan ya. H. [Musik] Takut gua, Guys. Ini udah hijau-ijau sih. Lah. Wah, ini gua enggak ngerti sih pilar puzzle-nya seperti apa ya, Teman-teman. Pilar puzzle. Sebentar, sebentar. Let me think, let me think, ya. Hmm, ada yang harus berwarna merah kah? Ada yang harus berwarna hijau kah? Mungkin seperti itu. Oke. Oke. Dia sebenarnya enggak bisa lihat gua sih. Jadi cuma pintar-pintarnya kita aja. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Hijau. Guys. Warna hijau gak? Yes. Sudah berwarna hijau satu ya. Berarti masih ada banyak lagi yang harus kita bikin berwarna hijau. Wow, stamina sih. Stamina sih. Don’t forget ya stamina. Wah, ada banyak ternyata, Guys. Tuh, di sana juga ada. Yang itu kan udah. Entar gua nyebrang dulu. Bisakah gua naik? Gak bisa. Ini tempat gede banget, Guys. Bentar, bentar, bentar. Gua jauhin dulu nih. Kayaknya dia bakal lewat deh. Takut gua. Kalau dia lewat meninggoy gua. Itu dia. Tuh kan dia lewat begitu saja. Oke, ketika dia lewat berarti saatnya gua beraksi dong. [Musik] Gimana? Itu random banget. Gua harus gimana itu, Guys? Itu random banget sih. Gua harus benar-benar cari sampai warna hijau. Buset. [Musik] Gimana ya? Gimana ya? Ow. Jangan, jangan, jangan, jangan, jangan, jangan, jangan. Take your time. Take your time. Take your time. Time, time, time. Dia kira-kira berapa second baru kembali, ya, Teman-teman? Uh, dia dua, tiga. Enggak bisa. Coba. Gua harus Bagus nih. Oke, dia ke sini. Yap. Sini enggak? Sini enggak. Oke. Coba ya. Satu-satu dulu. Enggak bisa. Enggak bisa. Ah. Yang tadi gua hoki, Guys. Gua gak tahu kenapa yang ini gak hoki, ya. Coba dua. Gua matiin lantern supaya gampang gua ininya. Enggak. Gak bisa. Gak bisa gak bisa. Gak bisa. Sabar dia lewat. Weha mantap nih, Bro. Nice, nice. Udah, sudah di belakang ternyata, ya. Harus dinyalain. Oke, sisa yang itu. Knya dia akan berputar itu. Dia akan berputar. Tapi sebelum gua ke sini, gua berlindung dulu, Guys. Berlindung dulu, Guys. Berlindung dulu, Guys. Kita lihat dulu movement-nya dia. Gua gak tahu masalahnya movement-nya dia ini. Ada berapa pilar, ya? Dan udah berapa pilar kita selesaikan? Oke, ini enggak bisa berarti ya. Dua. Enggak bisa. Engak bisa. Oke, pergi dulu, pergi dulu, pergi dulu, pergi dulu. Hah. Main pintar, main pintar. Main pintar. Wah, yang ini. Oh, gua kena damage dong tadi ya. Engak bisa ya? Oke, kalau ini enggak bisa. Kalau tiga, kalau empat enggak bisa ya. Aduh, terlalu greedy gua, guys. Guys, no. Tapi I get it, I get it, I get it. I get it, I get it. Wah. Oke, sekarang kita cek lagi apakah mulai lagi dari awal atau enggak. Oh, enggak. Enggak, Guys. Enggak. Jadi itu udah berwarna hijau ya. Nice. Yang di sebelah sini itu. Itu yang di ujung sana belum. Kanan juga belum. Yang sini dulu deh baru kita ke kanan ya. Yang udah gua bikin hijau sih dua. Apa ini ngulang ya? Uh, hampir. Uh, tiba-tiba bisa. Oke, nice. Ini juga udah berarti sisa kayaknya satu lagi deh yang warna merah. Mana tadi ya? Warna merah satu lagi, Guys. Oh, itu tuh tuh tuh. Sabar, sabar, sabar. Stamina gua, Guys. Stamina gua. Hih kaget gua. Ya ampun. Aduh du du du du du du du du gak mati sih. Gak mati sih. Cuma gua gak tahu nih kalau gua diam di situ gua bakal meningsoy enggak ya? Gua lihat dulu ya pergerakannya dia ya teman-teman ya. Wow seram banget. Enggak bisa. Coba satu-satu dulu. Enggak bisa dua. Mundur dulu. Mundur. Mundurnya ke mana, ya? Ke sini deh kayaknya ke sini sih mundurnya. Wah kena ekornya gua, Guys. Sadis ya. Ini namanya apa sih, Guys? Kelabang ya? Kayaknya kelabang sih. Oke, gua tinggal perlu menyalakan satu lampu saja ya, Teman-teman. Tew. Oh, itu itu itu. Oke. Duh, stamina gua, Guys. Dia lewat terus, ya. Buset, dia lewatnya cepat banget, ya. Udah, udah, udah, udah, udah, udah. Pergi, pergi, pergi, pergi. Berarti udah itu ya. Ada bunyinya soalnya. Semoga aja udah. Bentar, bentar, gua make sure dulu. Hijau, hijau, hijau, hiju, hijau. Tadi kalau gak salah gua melihat ada sesuatu yang gede banget dan matanya ada yang berwarna merah dan hijau. Kayaknya itu adalah tujuan kita ya. Nah, itu tu tuh tuh tuh di depan sana, Guys. Beh, hampir aja dia lewat. Astaga, di belakang gua. Huh. Yang ini, yang ini kalau enggak tahu kodenya panik sih. Panik sih, Guys. Serem banget si kelabang-kelabang itu. Let’s go. Apa yang akan kita temukan di sini? Oke. Oh, kelar. Oh, penderitaan gua ternyata belum kelar. Apa itu? They are my puppets, also fellow and sister. Where are you targeting me? What I have done? You pay for their seats. Kamu akan membayar dosa-dosanya mereka. Aduh, banyak banget yang digantung, Guys. Tetapi aku tidak bisa melihat. Ya, tidak bolehlah, Guys. Kita lihat yang sudah digantung-gantung itu. Ya, tak boleh, tak boleh. Hujan loh. Aku di rumah. Ini tidak benar. Ayah, Ibu. End of chapter ketiga. G ga g. Wow, GG. Chapter ketiga. Penuh dengan bos ya, Teman-teman. Penuh dengan mekanik. Walaupun jump scare-nya kadang-kadang kayak e tapi uh deg-degannya minta ampun. Ya udah, Teman-temanku sekalian, sampai di sini terlebih dahulu untuk game The Mimic book pertama control dan kita sudah menyelesaikan chapter ketiga. Tersisa satu chapter lagi yaitu chapter keempat. Seperti apakah chapter keempat teman-temanku sekalian? Apakah kita akan melawan seorang bos itukah bosnya yang paling atas, Guys? Yang kelabang tadi yang mencabik-cabik kita? Yah, kita lihat saja di next video, ya. Terima kasih banyak dan kita akan bertemu lagi di next video. Bye byye. Pow. [Musik]

Akhirnya kita sudah sampai di Chapter 3 dari game The Mimic Book 1 yaitu Control, dan diepisode kali ini, banyak banget rintangannya, apa lagi hantu hantu yang gw hadapin pada galak galak, kalo nggak pinter main, udh pasti di makan oleh mereka, hati hati yahh….
#MiawAug #horrorgame #roblox #robloxhorror #themimic #mimic

Subscribe : http://www.youtube.com/user/miawaug?sub_confirmation=1
Be a Member : https://www.youtube.com/miawaug/join

Kumpulan Horror Game : https://www.youtube.com/playlist?list=PL7Kldd0cHcR8beT9oJqBWikBhfnEDezVt

Game : https://www.roblox.com/games/6243699076/The-Mimic

Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt

Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com

Thanks Guys….

Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo

https://www.instagram.com/markgtheartist