🔴DILUAR DUGAAN !! Pelatih Brazil U17 NGOMONG GINI Usai Timnas U17 Gagal Raih Juara Piala Kemerdekaan
bola dan lolos. Sikat ah kuasai bola sikat. Oh luar biasa. Baik sekali sebuah shoting ah sayang tadi tamb devolv estímul de assimil model. [Musik] Begini pernyataan pelatih Brazil U-17 yaitu Dudu Patetuchci calon lawan timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 tahun 2025 Qatar. Pelatih Brazil U-17 yaitu Dudu Patuchci memberikan pernyataan mengejutkan usai timnas Indonesia U-17 gagal meraih juara di Piala Kemerdekaan usai dikalahkan timnas Mali U-17 dengan skor 2-1. Namun di balik hasil tersebut, sorotan dunia justru tertuju pada penampilan luar biasa skuad Garuda Muda. Salah satunya datang dari pelatih Brazil U-17, Dudu Patetuchci yang secara mengejutkan memberikan apresiasi besar terhadap Indonesia. Brazil sendiri merupakan calon lawan Indonesia di Piala Dunia U-17 2025 Qatar. Sehingga komentar Brazil U-17 membuat publik sepak bola Indonesia semakin optimistis menghadapi turnamen tersebut. Pelatih Brazil U-17 mengaku sangat terkejut dengan perkembangan pesat timnas Indonesia U-17. Ia bahkan menyebut permainan Garuda Muda sudah berada di luar standar sepak bola Asia. Saya benar-benar kagum. Indonesia U-17 tampil luar biasa. Bahkan menurut saya mereka sebenarnya bisa saja mengalahkan Mali. Jika melihat statistik dan jalannya pertandingan, Indonesia lebih unggul dibanding Mali. Pelatih asal Brazil itu menambahkan bahwa Indonesia bukan hanya bermain dengan semangat tinggi, tetapi juga memiliki kualitas taktik yang membuat lawan kesulitan. Salah satu hal yang paling membuat pelatih Brazil U-17 kagum adalah penampilan lini pertahanan Indonesia U-17. Menurutnya, back-bek Garuda Muda tampil berani, disiplin, dan melakukan beberapa penyelamatan yang benar-benar luar biasa. Selain itu, ia menyoroti strategi Nova Arianto yang disebutnya berani melakukan terobosan. Strategi pelatih Indonesia sangat berbeda. Umpan-umpan terobosan mereka benar-benar memecah pertahanan Mali. Saya jarang melihat tim muda Asia bermain dengan keberanian seperti ini. Pelatih Brazil U-17 juga menyinggung gol indah Indonesia yang dicetak pada menit ke-36. Gol tersebut berawal dari lemparan jauh yang kemudian disundul dengan tajam oleh Fadli Alberto hingga menembus gawang Mali. Itu gol yang fantastis. Lemparan jarak jauh dan sundulan penyerang Indonesia benar-benar kelas dunia. Gol seperti itu menunjukkan mereka punya variasi serangan yang berbahaya. Meski kagum pada Indonesia, pelatih Brazil itu juga tidak bisa menutupi kekecewaannya terhadap jalannya pertandingan. Menurutnya, Mali bermain terlalu kasar dengan beberapa kali melakukan tackel berbahaya. Dua kartu kuning tercatat dikeluarkan wasit untuk pemain Mali. Namun, Patetuchci menilai seharusnya ada keputusan yang lebih tegas. Salah satunya momen pada menit ke-58 ketika Raffi Rasyq dilanggar keras di kotak penalti. Itu jelas penalti. Bekali sudah melanggar dengan keras di area terlarang. Tapi wasit tidak memberikan apapun. Menurut saya keputusan itu merugikan Indonesia. Menariknya, pelatih Brazil U-17 juga menyoroti fakta bahwa Indonesia tidak tampil dengan kekuatan penuh. Tiga pemain diaspora yang diproyeksikan untuk Piala Dunia U-17 Qatar 2025 tidak dimainkan dalam turnamen ini. Mereka sudah bermain sehebat ini tanpa tiga pemain penting. Bayangkan nanti di Qatar dengan skuad penuh Indonesia bisa jadi lawan yang sangat berbahaya. Bagi saya level Indonesia sudah bukan lagi Asia. Mereka pantas bermain di Piala Dunia U-17 dan saya yakin akan membuat kejutan besar di Qatar. Meski gagal meraih gelar juara Piala Kemerdekaan 2025, timnas Indonesia U-17 justru pulang dengan pujian besar. Komentar dari pelatih berasil U-17 Dudu Pate Tuchci menjadi bukti bahwa performa Garuda Muda kini diakui di kancah internasional. Pelatih Brazil U-17 secara khusus memberikan pujian kepada sang penjaga gawang Dafa Algasemi yang dinobatkan sebagai kiper terbaik Piala Kemerdekaan 2025. Kiper Indonesia benar-benar luar biasa. Dava Algasemi melakukan banyak penyelamatan hebat di laga ini. Menurut saya dia salah satu kiper muda terbaik yang pernah saya lihat. Begini jalan pertandingannya. Timnas U-17 Indonesia tertinggal 1-2 dari Mali di laga terakhir. Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin, 18 Agustus tahun 2025 malam waktu Indonesia Barat. Mali langsung tampil agresif sejak awal. Tim asal Afrika tersebut mengandalkan bola-bola udara untuk meneror kotak penalti Garuda Asia. Ancaman pertama ke gawang Dava Algasemi terjadi pada menit keenam melalui bola udara dari sisi kanan. Beruntung tandukan Zumanabalo berhasil dimentahkan Dafa Algasemi. Garuda Asia mencoba melancarkan serangan balik untuk menjebol pertahanan Mali, tetapi belum berhasil menghasilkan peluang emas. Petaka ke tim asuhan Nova Arianto tiba pada menit ke-23. Zumana Balo yang berdiri di antara dua bek tengah Garuda Asia sukses melompat lebih tinggi menyambut umpan silang dari sisi kiri. Zumana tanpa ampun langsung menanduk bola ke gawang yang tidak mampu dijangkau Dafa Algasemi. Mali unggul satu gol dan makin bersemangat mengontrol pertandingan. Tim tamu kembali mengamuk kali ini melalui tendangan jarak jauh Saidu Dembél pada menit ke-35. Tembakannya dari jarak 30 m sempat mengenai mistar. tapi tetap mampu menjebol gawang Garuda Asia. Tak butuh waktu lama, penonton yang memadati Stadion Utama Sumatera Utara langsung bergemuruh kencang usai Fadli Alberto memecah kebuntuan Garuda Asia. 2 menit kemudian, Fadli Alberto mencetak gol usai berhasil menanduk bola lemparan ke dalam jarak jauh dari Fabio Askaai Irawan. Tidak ada gol di sisa waktu, Mali unggul 2-1 di babak pertama. Indonesia dan Mali gagal mencetak gol. Hingga laga bubar skor 2-1 untuk Mali bertahan. Kekalahan dari Mali membuat Indonesia harus puas menjadi runner up pada Piala Kemerdekaan 2025. [Musik] Berita kedua begini pernyataan media Malaysia yaitu makan bola yang memberikan pernyataan mengejutkan usai pertandingan final Piala Kemerdekaan 2025 antara Timnas Indonesia U-17 versus Timnas Mali U-17. Namun yang membuat laga ini semakin menarik adalah reaksi dari media asing khususnya media olahraga asal Malaysia bola yang memberikan pernyataan mengejutkan usai pertandingan. Dalam ulasan pasca laga, media Malaysia tersebut mengaku sangat terkejut sekaligus kagum dengan permainan Indonesia U-17 yang tampil begitu matang melawan salah satu tim muda terkuat dari Afrika. Dalam analisisnya, makan Bola menulis bahwa penampilan Indonesia U-17 di laga final tidak terlihat seperti tim kelompok usia belia, melainkan layaknya tim senior yang sudah terbiasa bermain di level tinggi. Apa yang diperlihatkan Indonesia U-17 menentang Mali sungguh menakjubkan. Mereka bermain dengan organisasi pertahanan yang solid, disiplin lini tengah, serta penyerang yang bekerja keras bukan hanya untuk menyerang, tetapi juga membantu pertahanan. Ini sesuatu yang jarang dilihat dalam sepak bola kelompok umur. Media Malaysia itu juga secara khusus menyoroti formasi 343 yang diterapkan pelatih Nova Arianto. Strategi ini dianggap sangat berani karena jarang digunakan di level U17. Apalagi menghadapi tim dengan daya serang cepat dan fisik kuat seperti Mali. Tiga bek utama Indonesia U-17, Putu Panji, Matthew Baker, dan Fabio Askairawan menjadi sorotan utama. Mereka dinilai bermain dengan kedewasaan tinggi, mampu menjaga kedisiplinan garis pertahanan, serta berani dalam duel satu lawan satu. Salah satu momen yang disoroti makan bola adalah saat penyerang Mali, Jikura Bomba hampir menciptakan peluang emas lewat skema counter attack cepat. Namun, berkat kerja sama sigap tiga bek Garuda Muda, serangan itu berhasil dipatahkan secara heroik. Trio beek Indonesia U-17 tampil seperti benteng besi. Keberanian mereka dalam memutus serangan bomba adalah simbol dari karakter tim ini. Pantang menyerah dan penuh disiplin. Selain pertahanan, empat gelandang Indonesia U-17 juga mendapat apresiasi besar. Makan bola menyebut nama Nazril Alfaro, Evandra Florasta, Noha Olivier, dan Algazani Dwiugandi sebagai otak permainan yang membuat Mali kewalahan. Mereka tidak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga mampu membangun serangan dengan cerdas. Rotasi posisi yang cair membuat Mali kesulitan membaca siapa yang menjadi playmaker utama. Bahkan gelandang kreatif Mali, Ibrahim Diakite yang biasanya menjadi motor serangan dibuat mati kutu karena ruangnya selalu ditutup oleh pressing kolektif Indonesia. Empat gelandang Indonesia U-17 bermain seperti Simfoni yang indah. Mereka bisa menjadi gelandang bertahan, bisa pula menjadi gelandang serang. Inilah fleksibilitas taktik yang membuat Mali gagal menembus pertahanan Indonesia. Pujian juga diberikan untuk lini depan Garuda Muda. Biasanya penyerang muda hanya fokus mencetak gol. Namun Indonesia U-17 tampil berbeda. Para striker tidak segan turun membantu pressing, merebut bola hingga menutup ruang umpan lawan. Media Malaysia menilai bahwa mentalitas kolektif ini adalah salah satu kunci sukses Indonesia di final. Tidak hanya mengandalkan individu, tetapi semua pemain bekerja untuk tim. Hal ini membuat permainan Indonesia terlihat lebih matang dibanding tim-tim U-17 lainnya. Di balik semua kejutan itu, sosok Nova Arianto mendapat kredit khusus. Mantan bek timnas Indonesia itu dianggap sebagai otak strategi yang berhasil memaksimalkan potensi pemainnya. Formasi 343 yang ia terapkan disebut sangat tepat karena mampu menutup kekuatan fisik Mali sekaligus memberi keleluasaan bagi lini tengah Indonesia untuk menguasai tempo. Nova juga disebut berhasil menanamkan mental juara pada anak asuhnya sehingga mereka tidak gentar menghadapi tekanan di final. Nova Arianto bukan sekadar melatih tetapi juga membangun karakter pemain. Bahkan pelatih timnas Indonesia U-17 yaitu Nova Arianto meminta Zahabi Goli tak takut hadapi timnas Mali U-17. Pertemuan kedua tim akan tersaji di laga terakhir Piala Kemerdekaan 2025. Nova mengakui Mali U-17 akan menjadi lawan yang kuat di Piala Kemerdekaan 2025. Namun Nova meminta pemainnya tidak ciut menghadapi tim asal benua Afrika tersebut. Nova telah mengingatkan kepada anak asuhnya untuk tidak takut melawan Mali U-17. Meskipun dia menyadari bahwa lawannya memiliki kualitas yang sangat baik dari segi postur maupun skill. Saya sampaikan ke pemain besok seperti final baru. Saya harap pemain jangan pernah takut dan punya mental yang kuat. Mali punya tim yang sangat berkualitas dari postur, skill, dan segalanya. Tapi saya minta pemain jangan takut. Meskipun di laga tadi Indonesia U-17 bermain dengan kecerdasan taktik, mental baja, dan kepercayaan diri yang luar biasa. Ini adalah buah tangan seorang pelatih yang memahami filosofi modern sepak bola. Media Malaysia menilai bahwa jika tim ini terus dibina dengan baik, bukan mustahil Indonesia akan menjadi kekuatan besar di Asia bahkan dunia di masa depan. Namun, Nova mengakui bahwa skuadnya saat ini masih belum sempurna menjelang Piala Dunia U17 tahun 2025. Namun hal itu juga karena Garuda Muda belum diperkuat para pemain diaspora sebelum Lukas Lee, Indram Josun, dan Mike Rajasa. Pastinya skuad saat ini masih ada kekurangan. Kita masih menunggu Lukas Lee termasuk Ncolas Indram Josun dan Mike Rajasa, kiper yang belum bergabung. Harapannya kehadiran mereka bisa membuat tim ini lebih siap menuju Piala Dunia. [Musik]
———————————————————————–
timnas indonesia, timnas indonesia news, berita timnas indonesia terbaru, berita timnas indonesia hari ini, berita timnas indonesia 2023, berita timnas indonesia terbaru hari ini, berita timnas indonesia terkini, berita timnas indonesia, berita bola terbaru hari ini, hasil timnas indonesia tadi malam, hasil bola tadi malam, timnas indonesia tadi malam, live timnas Indonesia hari ini, live timnas, timnas indonesia live streaming, kabar timnas Indonesia, info timnas Indonesia, timnas u23, timnas u20, timnas senior, piala asia, piala aff, live indosiar sekarang, indosiar live streaming, hasil timnas indonesia hari ini, piala aff 2023, hasil piala aff 2023, fifa matchday, piala aff, timnas u20, rcti live streaming, live rcti sekarang, hasil timnas indonesia, jadwal timnas indonesia, kualifikasi piala asia u20, piala asia u17, fifa matchday,
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo