Dering Telepon di Kertanegara, Susno Klaim Prabowo Tahu Aktor Pasar Modal Jatuh

Sebuah pertemuan tertutup di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Jumat, (30/1/2026), menyimpan cerita menegangkan yang baru terungkap ke publik.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir lima jam itu dihadiri sejumlah tokoh kritis, salah satunya mantan Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tribunnews, Senin (2/2/2026), Susno Duadji membocorkan bagaimana Presiden Prabowo menyoroti anjloknya pasar modal Indonesia yang terjadi sehari sebelumnya.

Presiden disebut sudah mencium adanya kejanggalan serius di balik gejolak tersebut.

Menurut Susno, Prabowo menilai ada pihak yang seharusnya berperan sebagai pengawas, justru ikut terlibat dalam permainan pasar.

Presiden, kata Susno, bahkan menyampaikan kekesalannya secara terbuka di hadapan para tamu.

Situasi semakin dramatis ketika sekitar dua jam pertemuan berlangsung, sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Presiden Prabowo.

Panggilan itu disebut menjadi titik balik dari pembahasan yang sedang berjalan.

Usai menerima telepon, Prabowo langsung menyampaikan kepada peserta pertemuan bahwa pejabat yang dimaksud telah diminta mundur dari jabatannya.

Susno menegaskan, peristiwa itu bukanlah pengunduran diri atas dasar kesadaran pribadi, melainkan keputusan tegas Presiden sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan pasar modal.

Tak hanya soal pasar modal, kemarahan Prabowo juga tertuju pada besarnya gaji direksi BUMN dan bank-bank Himbara.

Presiden disebut geram karena besaran gaji dan tantiem yang dinilai tidak masuk akal, terlebih di tengah kondisi ekonomi rakyat.

Bahkan, menurut Susno, ada direksi yang berani mengajukan tantiem hingga puluhan miliar rupiah.

Bagi Susno, momen itu menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang tidak segan mengambil keputusan keras ketika menyangkut kepentingan publik dan stabilitas negara.