Han Ji menyelidiki kasus pembunuhan | Warm on a Cold Night【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Warm on a Cold Night] [Episode 1] Bentuk tubuh ini. Suka, tidak? Gadis dari suku Qi tidak ada bedanya dengan wanita biasa. Wanita dari Negara Qian kita, mana punya bentuk tubuh mungil dan indah begini. Kamu lihat. Sajak anak-anak suku Qi, apa semuanya bisa menyanyikannya? Bisa. Bisa. ♫Bulan purnama, berkilau terang♫

♫Dulu ada wanita cantik yang menyukainya♫ ♫Seorang pelajar berbakat, sang pejabat pemerintah♫ ♫Dia menolak diperkenalkan dengan gadis mana pun♫ ♫Membujuk hingga wanita cantik tertawa terbahak-bahak♫ ♫Gigi yang tajam menggigit leher wanita cantik♫ ♫Darah merah segar pun mengalir♫ Kenapa kalian pergi? Tidak masalah. Mereka tidak mau menyanyi, kita nyanyi sendiri.

♫Gigi yang tajam menggigit leher wanita cantik♫ ♫Darah merah segar pun mengalir tak henti♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan tangan wanita cantik♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan tangan wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di selokan Sungai Bai♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan kaki wanita cantik♫ Ayo minum. ♫Dimuntahkan di Kuil Selir di luar kota♫ Ayo, lanjutkan minum. Mana orangnya?

♫Satu cakaran merenggut jantung wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di hijaunya rumput benua Hualiu♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan mahkota wanita cantik♫ Ke mana mereka semua? ♫Dibuang di gerbang kematian di bawah sinar bulan♫ Main petak umpet, ya? [Departemen Pemeriksaan] [Suku Qian, petugas patroli, Su Jiu’er] Siapa itu? Tengah malam berlarian di atap. Aku mau tidur, tahu!

Namaku Su Jiu’er. [Su Jiu’er] Seorang petugas patroli tingkat bawah di Kota Jiuxiao, Negara Qian. Meskipun aku berniat ingin menjadi petugas patroli yang kompeten. Berlutut di sana. Baik. Tapi karena aku terlahir lemah, lima indraku perlahan melemah. Saat aku kecil, aku mengidap penyakit aneh. Sering karena keadaan tubuh yang tiba-tiba dingin lalu merasa pusing.

Jadi pekerjaan ini biasanya hanya memotong buah untuk rekan-rekan, menyeduh teh, merapikan dan membersihkan – adalah keseharianku. – Jiu’er. Kamu pergi desak dapur, tanyakan kenapa makan siang belum selesai? Baik. Justru karena itu, aku selalu dianggap sebagai seorang yang tidak berguna, sehingga merasa tertekan. Lihatlah. Lihatlah. Seorang gadis yang tidak berguna

Benar-benar menjadi bahan lelucon Departemen Pemeriksaan. Jadi bisa tidur adalah harapan terbesarku untuk melupakan pikiran merepotkan setiap hari. Jangan sampai aku menangkapmu. Tengah malam membuat masalah dan mengganggu rakyat. Hati-hati besok kamu akan masuk Departemen Pemeriksaan! Orang ini sangat berisik. Sungguh menyebalkan. Tidur pun tidak nyenyak. [Departemen Pemeriksaan] Cepat sadarkan diri. Ayah Angkat.

Kamu tidak boleh minum arak lagi. Setiap hari minum. Tekanan dari atasan begitu banyak. [Suku Qian, petugas patroli, Hu Badao] Kalau tidak minum arak untuk rileks, mana bisa. Kamu bilang totalnya sudah hilang empat orang pejabat. Tapi sekarang baru menemukan dua mayat. Jika masih tidak menemukan petunjuk, takutnya kedua Tuan sisanya juga akan dalam bahaya.

Menurutku, pasti [Suku Qi, petugas patroli, Wang Tianyun] kasus yang dilakukan orang Qi. Memang kenapa kalau orang Qi? Kalian semua takut dengan kasus yang dilakukan orang Qi? Ayah Angkat baru-baru ini mempelajari sajak anak-anak orang Qi. Aku nyanyikan untuk kalian. Ayah Angkat. Jangan… Semuanya dengarkan baik-baik. Sajak anak-anak orang Qi.

♫Langsung digigit sampai memutuskan tangan wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di selokan Sungai Bai♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan kaki wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di Kuil Selir di luar kota♫ Kuil Selir. Kuil Selir? Bagus, ‘kan? Tangan wanita cantik. Selokan. Kaki wanita cantik. Kuil Selir. Ayah Angkat. Kamu nyanyikan lagi sajak anak-anak tadi. Menggunakan langkah ini? Ayah Angkat.

Cepat bangun, nyanyikan lagi untukku. Cepat bangun, cepat. Ketua Utusan Yan tiba. [Suku Qian, petugas patroli, Yue Daren] [Suku Qian, ketua utusan, Yan Kuan] [Suku Qian, petugas patroli, Chen Li] Hu Badao. Bangunkan dia. Bajingan yang mana? Bajingan yang mana? Yan Kuan. Sudahlah. Dasar bajingan! Hu Badao! Aku beri tahu kamu,

Sekarang akulah ketua utusan petugas patroli. Minum arak saat bertugas. Kali ini tertangkap olehku. Menangkap aku? Saat aku menangkapmu dulu, – kamu belum begini sombong. – Hu Badao. Ke… Ketua Utusan Yan. Ayah Angkat masih mabuk. Kalau perkataan dan tindakannya salah, mohon Anda memakluminya. Itu adalah Ketua Utusan Yan. Namun, kenapa ayah angkatku bisa mabuk

Karena dia pergi ke kedai arak untuk mencari informasi. Mencari informasi? Kalau begitu, aku ingin tahu informasi apa yang dia cari tahu? Pak Hu. Bukankah tadi pagi kamu memberitahuku kamu pergi ke kedai arak ini untuk mencari tahu sajak anak-anak orang Qi yang memakan orang itu? Kamu menyadari isi sajak itu sama persis dengan keadaan

Kedua korban meninggal. Bahkan tempat pembuangan mayat semuanya sesuai. Tangan wanita cantik. Selokan. Kaki wanita cantik. Kuil Selir. Ketua Utusan Yan. Tuan Li dari Departemen Pengawasan, tempat kematiannya adalah selokan. Yang hilang adalah lengan kanan. Tuan Liu dari Departemen Pengangkutan Pangan meninggal di Kuil Selir. Yang hilang adalah kaki kiri. Semuanya sesuai

Dengan sajak anak-anak orang Qi. Sangat mirip. Jadi… Jadi maksud ayah angkatku adalah kemungkinan besar ini adalah kasus pembunuhan yang memberikan peringatan sebelumnya. Jika ingin tahu keberadaan kedua Tuan lainnya, petunjuk ini ada di dalam sajak anak-anak. Tapi, kelak kalian berdua jangan ikut campur lagi dalam masalah ini. – Kenapa? – Kenapa? Karena Yue Daren

Sudah menangkapnya. Ini… Pada era Dingkun, tahun ke 33 tanggal 24 Maret, yang juga hari ketujuh kasus orang hilang. Jasad kepala Departemen Pengawasan, Li Zhinian ditemukan di saluran air selatan kota. Saat kami tiba di lokasi, tidak dirusak. Tapi mayatnya tidak lengkap. Tangan kanannya hilang. Ada bekas gigitan di lukanya. Tidak seperti binatang buas biasa.

Lebih mirip disebabkan oleh orang Qi yang bertransformasi bentuk. Tujuh hari kemudian, jasad Liu Jingting, pengawal militer pengatur rakyat ditemukan di Kuil Selir di pinggiran kota. Kaki kirinya hilang. Lukanya juga memiliki bekas gigitan. Sebelumnya, Pak Liu menemukan satu orang Qi yang memiliki tiga bekas luka di wajahnya di kediaman luar Keluarga Zhang. Keberadaannya mencurigakan,

Diduga sedang mencari tahu situasi setelah kejadian. Menurut pernyataan beberapa saksi, orang Qi ini sering muncul di tempat pembuangan mayat. Jadi dia sangat dicurigai melakukan kejahatan. Pagi ini, mata-mataku menemukan keberadaannya di pasar. Aku segera mengumpulkan pasukan. Setelah melewati pertempuran, akhirnya menangkap orang Qi ini. Hanya saja, saat ini tidak ada bukti langsung.

Kita harus segera membuat orang Qi itu memberi cap jarinya untuk mengaku dan mengatakan keberadaan kedua Tuan lainnya. Apakah ada orang yang berinisiatif mengambil alih tugas menginterogasi orang Qi ini? Ketua Utusan, hamba sangat ingin membantu Anda. Baik. Pinggangku ini, pertarungan pagi ini terlalu sengit. Penyakit lamaku kambuh lagi. [Tidak tahu malu]

Anda… Anda juga sudah tahu. Aku… Lapor, Ketua Utusan. Hamba juga sama. Sampai sekarang, lukaku belum pulih. [Palsu] Ketua Utusan. Aku ingin membantumu. [Suku Qian, petugas patroli, Paman Liu] Sayangnya usia tidak bisa berbohong. Ada niat, tapi tak punya cukup tenaga. Wang Tianyun. Teng… tenggorokan. Aku… Terhadap orang Qi yang sudah diikat erat-erat,

Coba lihat kalian sampai ketakutan begitu. Hu Badao. Su Jiu’er. Ayah Angkat, lihat mataku. Hu Badao, Su Jiu’er! Kalian berdua pergi. Kami berdua? Buka pintu. Nanti seperti biasa, ya. Aku jadi orang jahat, kamu jadi orang baik. Baik, aku mengerti. Pak Hu. Tidak apa-apa. Turunkan kakimu. Apakah kalian ingin menggunakan cara simpati?

Mencari seorang wanita yang gemetaran untuk menginterogasiku. Aku… Aku takut dingin. Di udara musim panas yang menyengat ini, bagaimana mungkin takut dingin? Lancang! Kenapa kamu banyak omong kosong? Baiklah. Mulai sekarang, aku tidak akan berbicara lagi. Kecuali, kamu memohon padaku. Aku… Sombong sekali, dia masih berani mengancamku. Aku kasih tahu kamu, kamu harus tahu posisimu.

Karena kamu sudah jatuh di tempat kami ini, Aku… Kamu harus menepati janjimu. Kak Orang Qi. Aku mohon padamu. Aku mohon padamu, jawablah dengan jujur pertanyaan kami. Kita juga termasuk saling membantu. Saling membantu? Gadis ini cukup menarik. Pak Hu, cepat tanyakan. Aku dengar orang Qi selalu menepati janji. Akan melakukan apa yang mereka ucapkan,

Pasti tidak akan menipu kita. Dengar baik-baik. Pada era Dingkun, tahun ke 33 tanggal 17 Maret, di kediaman luar keluarga Zhang di pinggiran kota, empat tuan pejabat Negara Qian mengundang penari suku Qi kalian ke ruang perjamuan. Berdasarkan penyelidikan kami, para tuan itu pada awalnya hanya penasaran ingin melihat tarian terlarang orang Qi

Setelah menjadi jelmaan. Bukankah kalian bisa menjelma menjadi binatang buas? Perlihatkanlah pada kami. Tuan Pejabat, jangan bercanda. Di dalam Kota Jiuxiao, melarang suku Qi kami menjelma menjadi binatang buas. Jika tidak, akan diusir dari Negara Qian. Akhir-akhir ini, sajak anak-anak suku Qi sedang beredar luas di masyarakat. Apa kalian semua bisa menyanyikannya? Bisa.

♫Bulan purnama, berkilau terang♫ ♫Dulu ada wanita cantik yang menyukainya♫ Lagu sajak anak-anak ini menuliskan bagaimana cara orang Qi memakan orang. Benar. Bernyanyilah. Mereka tidak mau menyanyi, kita nyanyikan sendiri. ♫Gigi yang tajam menggigit leher wanita cantik♫ Setelah para penari pergi, keempat Tuan mengalami musibah. Dua orang terbunuh, dua orang menghilang. Apakah kamu yang melakukannya?

Atas dasar apa kamu mencurigai aku yang melakukannya? Kami punya bukti. Di atas mayat kedua korban itu jelas-jelas ada bekas gigitan orang Qi dalam bentuk binatang buas. Itu adalah perbuatan orang Qi. Lagi pula, kamu sering muncul di tempat kejadian. Jika bukan kamu, lalu siapa? Kamu jangan bilang kalau kamu hanya kebetulan lewat di sana?

Aku benar-benar kebetulan lewat. Kamu berani mempermainkanku? Kamu… Pak Hu. Kamu bertanya seperti itu padanya, bukankah sama dengan memberitahunya kita tidak punya bukti nyata? Kamu begini… Aku sudah mendengarnya. Ternyata kalian sama sekali tidak punya bukti nyata. Astaga. Kenapa aku bisa lupa? Kelima indra mereka jauh lebih sensitif dari kita. Kamu cukup memahami Suku Qi.

Katakanlah. Masih ada apa lagi yang kamu ketahui? Kelima indra orang Qi sangat sensitif, juga bertubuh kuat. Meskipun tinggal berkelompok, tapi lebih suka beraktivitas sendirian. Takut panas, takut nyala api. Su… suka suka makan organ dalam. Salah. Sebenarnya kami lebih suka makan daging manusia. Daging kedua orang dewasa itu, apakah sudah kamu makan? Membosankan.

Siapa yang akan makan lengan dan kaki berdaging tebal kasar pria? Organ dalam beberapa Tuan itu memang semuanya ada. Jadi, mereka sama sekali bukan demi makan. Tapi, wanita yang berkulit halus dan lembut berbeda. Mangsa yang gemetaran rasanya akan menjadi lebih enak. Apakah kamu tahu? Lancang! Jangan mengucapkan omong kosong ma… makan daging manusia.

Kamu menakuti siapa? Menurutku, kamu menggunakan lagu sajak anak-anak yang menakutkan untuk melakukan kejahatan. Kamu membunuh orang, membuang mayat. Ini jelas-jelas sebuah kasus pembunuhan yang memberikan peringatan sebelumnya. Jawab aku. Kedua Tuan lainnya yang menghilang pergi ke mana? Karena kamu bilang aku meniru sajak anak-anak, coba kamu senandungkan, bukankah sudah ada jawabannya?

♫Langsung digigit sampai memutuskan tangan wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di selokan Sungai Bai♫ ♫Langsung digigit sampai memutuskan kaki wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di Kuil Selir di luar kota♫ ♫Satu cakaran merenggut jantung wanita cantik♫ ♫Dimuntahkan di hijaunya rumput benua Hualiu♫ Se… setelah memutuskan kaki, kamu akan merenggut jantungnya? Lalu akan kamu muntahkan di benua Hualiu?

Orang Qi ini sedikit aneh. Coba tebak, apakah ini akan menjadi rencanaku selanjutnya? Sepertinya dia lebih ingin tahu kebenaran daripada kami. Tidak seperti seorang kriminal. Pasti ada tipu daya di dalamnya. Lancang! Aku yang menginterogasimu atau kamu yang menginterogasiku? Aku… Ayah Angkat. Jangan. Jangan marah. Kak Orang Qi, kamu juga jangan marah. Duduklah. Semuanya tenang.

Jangan panik. Minum air. Jangan buru-buru. Kak Orang Qi, namanya menginterogasi kasus, memang seperti ini. Anda tadi berbicara begitu banyak, pasti haus, ‘kan? Minum air. Aku tidak akan menyentuh barang suku Qian kalian. Wajahnya ini… Kak Orang Qi. Minumlah sedikit. Bagus sekali. Dasar pembohong. Pak Hu. Dia adalah si tiga bekas luka palsu. Lihatlah.

Tiga bekas luka ini dia lukis sendiri. Berani sekali. Aku baru saja menyadarinya. Menanyakan semua pertanyaan padamu, kamu tidak menjelaskannya dengan baik. Sebaliknya, kamu malah mengarang mengikuti perkataan Pak Hu. Menurutku, inilah tujuanmu. Tidak disangka kamu cukup pandai. Tentu saja. Sudah ketahuan olehku, ‘kan? Apakah kamu merasa dirimu sangat pintar dan bisa menebak aku?

Berdasarkan dirimu ini? Masih perlu ditebak? Apa yang ingin kamu lakukan? Cepat turunkan aku! Ayah Angkat! Apa yang ingin kamu lakukan? Kak Orang Qi, jangan makan aku. Jangan makan aku, aku mohon. Tidak pernah ada orang yang berani menyiram air ke wajahku. Sakit sekali. Lain kali aku akan melemparmu lebih ringan. Masih ada lain kali?

Pak Hu, tujuannya adalah berkas. Cepat bawa pergi. Pak Hu, cepat lari! Cepat buka pintu! Cepat. Kenapa begitu bodoh? Cepat. Pak Hu. Aku tidak sanggup lagi. Aku tidak sanggup lagi. Lepaskan. – Sakit sekali. – Kamu baik-baik saja? Ketua, Anda baik-baik saja? Kenapa masih diam saja? Cepat selamatkan Jiu’er! Se… selamatkan Jiu’er! Selamatkan Jiu’er.

Aku tidak bisa bangun. Pinggangku… Se… selamatkan Jiu’er. Selamatkan Jiu’er! Kamu… Kamu jangan mendekat. Kamu jangan mendekat lagi. Kamu dengar tidak? Jangan mendekat! Orang Qian ternyata memang licik. Kamu harus tahu, jangan harap bisa merebut berkas dariku. Sial! Tolong! Pengawal! Pengawal! Orang Qi itu ada di dalam. Cepat tangkap dia! Pengawal! Untunglah. Aku berhasil melindungimu.

Punya siapa? Aku. Aku… Jangan bilang lagi padaku kasus ini berhubungan dengan sajak anak-anak. Ini adalah hal yang belum pasti. Sebaliknya, orang Qi yang kalian lepaskan itu, tidak peduli pelaku sebenarnya atau bukan, pasti ada hubungannya dengan kasus ini. Sekarang aku berikan kalian dua pilihan. Satu. Tangkap dia, kejar kembali berkas kasus,

Cari tahu asal-usul orang ini. Dua. Bereskan barang-barang kalian dan keluar dari Departemen Pemeriksaan. Benua Hualiu, tulang bunga Hualiu, siku bunga Hualiu, kutukan bunga Hualiu. Ke Ha. Apakah kamu mengerti? Yang Mulia. Setelah aku belajar sastra Qian dengan giat, [Suku Qi, pengawal, Ke Ha] aku sudah memahami sedikit. Tapi ia hanya ada setengah. Itu terbalik.

Letakkan saja. Un… untuk aku? Es yang begitu mahal, kamu rela memberikannya padaku? Yang Mulia. Aku tahu Yang Mulia tidak berbicara, tapi hatimu pasti lembut. Aku mau makan. Kalau begitu, aku pergi ke sana. Yang Mulia. Masalahnya, kita bukan berada di Shuobei. Tempatnya terbatas. Jika tidak, aku pasti tidak akan mengganggumu makan. Apakah kamu merasa

Sejak kamu datang ke Negara Qian, omong kosongmu makin banyak? Betul sekali. Aku juga merasa begitu. Aku rasa aku sudah tertular oleh orang Qian. Beberapa hari ini aku pergi mencari informasi. Aku sudah menyusup ke dalam kerumunan orang Qi di Kota Jiuxiao. Apa yang kamu temukan? Ini hebat sekali. Pertanyaan yang ditanyakan Yang Mulia

Adalah kuncinya. Aku dengar sebelumnya sikap mereka pada orang Qi cukup baik. Sejak beberapa pejabat ini dibunuh, orang-orang Qi di Kota Jiuxiao mulai merasa kesulitan. Aku berpikir, Yang Mulia, apakah mungkin kasus ini dilakukan oleh Mu Yan, tuan muda klan Xuan suku Qi yang sudah hilang selama bertahun-tahun? Tidak tahu. Tapi orang Qi

Yang memiliki tiga bekas luka di wajah sebelah kanannya, selain dia aku tidak tahu siapa lagi. Klan Xuan suku Qi tidak pernah ingin membiarkan orang Qi berteman baik dengan orang Qian. Aku tebak mereka yang melakukannya. Aku merasa penasaran, Mu Yan sudah menghilang selama sepuluh tahun. Ada begitu banyak anak jenderal yang kalah. Kenapa dia?

Semua ahli dari empat klan Xue, Chi, Cang, Xuan sedang mencarinya. Aneh sekali. Oh ya, Yang Mulia. Jika keempat pemdekar sudah datang, kita bisa kembali ke Shuobei dulu. Aku sudah bilang, jika tidak menemukan orangnya, bagaimanapun juga, aku tidak akan kembali. Sebenarnya kenapa, Yang Mulia? Kali ini kamu datang sendiri, apakah ingin mendahului keempat pendekar?

Aku juga mendengar kamu dan Mu Yan adalah saudara sejak kecil. Jika masih bertanya, aku akan mengantarmu kembali ke Shuobei. Kalau begitu, aku tidak akan bertanya lagi. Tapi aku sudah mengikutimu selama lebih dari 20 tahun. Aku tidak bisa membantumu melakukan apa-apa. Kali ini kamu dengan susah payah membawaku keluar. Aku tidak boleh membuatmu malu.

Itu… Yang Mulia, bukankah kamu bilang tempat selanjutnya mau ke benua Hualiu? Aku akan membantumu mencari tahu sekarang juga. Berhenti! Yang Mulia, aku sudah tahu salah. Jangan usir aku. Di luar sedang hujan. Aku tahu Yang Mulia dingin di luar, hangat di dalam, hanya pura-pura jahat. Ayah Angkat, maaf. Dia adalah orang Qi. Aku…

Aku hanya bisa memilih yang kedua. Bukan aku tidak ingin menangkapnya, Tapi dengan staminaku, kamu juga sudah melihatnya. Aku bahkan kesulitan memotong semangka. Kamu di Departemen Pemeriksaan hanya bertanggung jawab untuk melewati hari-harimu. Melakukan sedikit pekerjaan dan ambil gaji sudah cukup. Tapi tahun depan bukankah kamu akan pensiun? Aku hanya berpikir

Untuk membantumu naik ke atas. Mungkin kelak masih bisa mendapatkan setengah gaji. Kamu jangan meremehkan Ayah Angkat. Tanpa kamu sebagai bebanku, mungkin aku sendirian juga bisa memecahkan kasus besar. Membantu kita berdua mempertahankan pekerjaan ini. Pak Hu, prinsip bertahan hidup paling utama dan tidak boleh terlibat bahaya yang kamu tetapkan untukku,

Kenapa kamu sendiri tidak mematuhinya? Aku… aku hidup sendirian, asal perutku kenyang tak perlu mengkhawatirkan yang lain. Sebaliknya kamu, kamu tetap tinggal di dalam Departemen Pemeriksaan. Dengan begini, kehidupan kamu dan ibumu akan lebih terjamin. Dingin, ‘kan? Mari. Pegang. Hujan ini… Ayo, tutup rapat-rapat. Terima kasih, Ayah Angkat. Kita cepat pulang. Jangan membuat ibumu khawatir.

Ayah Angkat. Menurutmu, jika ibuku tahu aku kehilangan pekerjaan… Kamu masih takut dia tidak senang? Dia tidak akan begitu. Dia tidak begitu gila hormat. Dia akan sangat senang. [Suku Qian, Qin Xiangyi] Ibu. Kamar ini begini panas. Kamu keluar dan istirahatlah sebentar. Kita akupunktur nanti saja. Istirahat apa? Kamu tidak mengerti.

Melakukan akupunktur saat berendam obat efeknya paling bagus. Jangan bergerak. Begitu jarumku miring, langsung akan menusukmu menjadi orang bodoh. Apa yang bodoh? Ibu, jangan terlalu gugup, oke? Aku baik-baik saja. Sebenarnya berendam obat ini… Ibu. Kamu lihat ramuan herbal ini sangat mahal. Bagaimana kalau kita berhenti dulu? Berhenti apanya? Satu hari pun tidak boleh berhenti.

Bukankah sekarang pasokan ramuan herbal kita sudah terputus? Hentikan dua bulan baru dibicarakan lagi. Tanpa mandi obat ini, tubuhmu akan semakin dingin. Mungkin suatu hari kamu akan pergi mencari ayahmu. Su Jiu’er, Waktu itu, ayahmu berjanji kepadaku akan menemaniku selamanya. Akhirnya? Dia meninggalkanku begitu saja. Kamu tidak boleh meninggalkanku. Putriku tidak tahu

Terkena penyakit aneh apa. Denyut nadinya lemah, Tubuhnya dingin seperti es. Kelima indranya juga sedang melemah. Aku khawatir dia tidak bisa bertahan. Tolong Tabib Dewa Wang untuk memeriksanya, oke? Kamu berikan lima tael perak sebagai biaya pemeriksaan. Tabib Dewa Wang pasti akan memeriksa putrimu. Sekarang aku benar-benar tidak bisa mengeluarkan begitu banyak uang.

Aku akan memberikannya kepada kalian saat punya uang. Tabib Dewa Wang. Sebenarnya aku juga seorang tabib. Hanya saja ilmu medisku rendah, aku tidak bisa memeriksa penyakit putriku. Tolong Anda periksa putriku. Cepat pergi. Bawa putrimu pergi juga. Apa yang kamu lakukan? Jangan sentuh putriku! Jiu’er. Tenang saja. Ibu tidak akan menyerah. Kamu harus bertahan.

Sudah, Ibu. Aku salah. Baik, aku pasti akan mendengarkanmu. Aku akan merawat kesehatan dengan baik, menjaga diri dengan baik dan menempel padamu. Tidak akan pernah melepaskanmu. Apakah Tabib Qin ada? Ini aku, aku Bu. Orang Qi tua ini… Dia datang tepat waktu. Biaya pemeriksaan setengah bulan lalu belum dibayar. Hari ini aku harus menagihnya.

Waktu itu aku sudah bilang padamu, kamu menderita penyakit tulang, tidak boleh pergi ke dermaga jadi kuli angkat barang lagi. [Suku Qi, Bu] Kamu ini, kenapa tidak dengar? Kalau tidak jadi kuli angkat barang, aku dan putraku akan kelaparan. Awalnya, orang Qi dari Kota Jiuxiao hanya bisa mencari pekerjaan kasar. Tapi belakangan ini ada rumor,

Pejabat suku Qian dibunuh oleh orang Qi. Prasangka bos terhadap kami menjadi makin besar. Bisa mempertahankan pekerjaan sudah bagus. Aku nasihati kamu. Kamu cari pekerjaan lain saja. Jika kamu benar-benar cacat, bagaimana dengan Ka Ka? Tabib Qin. Menurut Anda aku harus bagaimana? Aku akan meresepkan obat untukmu. Dioleskan tiga kali sehari. Dimakan dua kali sehari.

Terima kasih, Tabib Qin. Hanya tinggal sesedikit ini? Sudahlah, tidak peduli. Pakai saja dulu. Jika pemasukan toko obat lebih kecil dari pemasukan, bukankah kehilangan pekerjaan akan memperburuk keadaan? Aku tidak boleh membuat Ibu menderita lagi. Pak Hu. Aku berubah pikiran. Ka… kamu berubah pikiran apa? Aku juga ingin menangkap orang Qi

Yang menyamar sebagai tersangka itu. Mengambil kembali berkasnya dan mempertahankan pekerjaan kita. Tidak bisa. Ini terlalu berbahaya. Aku tidak bisa setuju. Baiklah. Kamu punya hak untuk menentangnya. Aku akan menangkapnya sendiri. Menangkap apanya? Lihatlah tubuhmu ini. Stamina tubuhmu kurang memadai. Kemarin kamu menginterogasi tahanan lalu tiba-tiba jatuh sakit dan pingsan. Dengan tubuhmu ini,

Bagaimana bisa menangkap pencuri? Apalagi orang Qi. Ayah Angkat. Aku punya otak. Pokoknya aku sudah memikirkannya. Tidak peduli kamu setuju atau tidak, aku harus menangkap orang Qi itu. Susu kedelai sudah datang. Jangan berikan padanya. Pergilah. Dasar anak nakal. Kemarin malam otakmu masih baik-baik saja. Ada apa denganmu hari ini? Otakmu ini kenapa tidak berfungsi?

Tanganmu penuh minyak. Duduk, cepat duduk. Ayah Angkat. Tahun itu berkat Anda, aku baru bisa mendapatkan pekerjaan di Departemen Pemeriksaan. Meskipun gajinya tidak tinggi itu juga cukup stabil. Lagi pula, jika suatu hari aku tiba-tiba mati, ibuku masih bisa mendapatkan uang tunjangan yang banyak. Cepat sentuh kayu. Apa yang kamu bicarakan? Omong kosong.

Bencana kecil sepertimu pasti hidup lebih lama dari Ayah Angkat. Kalau begitu, Ayah Angkat, bisakah kamu membantuku? Tangkap orang Qi itu bersamaku, oke? Kita sepakat, ya. Dilihat dari perkataan orang Qi itu, dia hanya tertarik pada satu hal. Yaitu keberadaan orang Qi dengan tiga bekas luka itu. Dia sengaja memancingmu untuk mengatakan

Kalimat selanjutnya dari sajak anak-anak. Satu cakaran merenggut jantung wanita cantik. Dimuntahkan di hijaunya rumput benua Hualiu. Kalau begitu, dia pasti juga merasa orang Qi dengan tiga bekas luka ini akan muncul di benua Hualiu. Kamu jangan bicara lagi. Perkataan yang sama, aku sudah mendengarnya seharian. Memang apa gunanya? Tapi kita masih tidak tahu

Benua Hualiu ini sebenarnya ada di mana? Ada perkembangan, Yang Mulia. Yang Mulia. Yang… Yang Mulia. Aku mencari belasan kuli pengangkut barang di Kota Jiuxiao, agar mereka memikirkan baik-baik tentang nama yang berhubungan dengan benua Hualiu di kota ini, sudah aku catat di sini. Aku taruh di sini. Gang Hualiu. Aula Hualiu.

Di mana semua tempat ini? Dan kamu ada di mana? Di sini masih kurang sejuk. Negara Qi sudah termasuk sejuk. Jika suatu hari nanti kamu akan pergi ke Negara Qian, bukankah kamu akan kepanasan? Aku tidak akan pergi ke Negara Qian itu. [Suku Qi, Mu Yan] Untuk apa membuat diri sendiri menderita?

Aku malah ingin pergi lihat. Bukankah kamu selalu membenci suku Qian? Pahami dulu musuhmu, kamu baru tahu bagaimana mengalahkannya. Sudah sepuluh tahun. Kamu sebenarnya ada di mana? Apakah kamu adalah orang Qi dengan tiga bekas luka itu? Jika itu benar-benar kamu, kenapa kamu melakukan semua ini? Bersikeras ingin kakakku dan Jiu’er menyelidiki orang Qi

Yang tidak penting. Apakah kamu tidak melihatnya? Ketua Utusan Yan ingin mengusir mereka berdua. Paman Liu. Apakah hari ini masih pergi ke Aula Hualiu untuk mandi? Lagi pula tidak ada petunjuk. Kita pergi bersantai. Berhenti! Kalian berdua… Aula apa katamu tadi? Aula Hualiu. Bukan. Pemandian baru di selatan kota. Bagus sekali. Aula Hualiu. Kalian berdua,

Apa masih menganggap aku sebagai mantan ketua utusan petugas patroli? Pak Hu. Apa yang kamu katakan? Jangan sungkan begitu. Saudara baik. Ada berkah kelak kita nikmati bersama. Ada kesulitan harus kita tanggung bersama. [Setelah mabuk merasa dunia ini besar] Kenapa anginnya kencang sekali? [Aula Hualiu] Tapi, kenapa dia belum datang?

Pak Hu yang tidak bisa diandalkan ini. Gawat. Aku lupa membawa botol obat. Hanya dengan tongkat kayu bobrok, sudah ingin melawanku? Aku datang dengan persiapan. Kakak, apakah kamu tidak merasa tempat ini agak panas? Mau main curang, ya? Apakah kamu tidak takut aku memakanmu? Kalau begitu, ayo maju. Ayo, pukul aku. Coba saja.

Masih bilang ingin memakanku. Kemarilah. Coba kamu bergerak. Kamu tidak bisa bergerak, ‘kan? Kamu tidak bisa bergerak, kan? Bukankah kamu sangat hebat? Cepat pukul aku. Bukankah kamu sangat sombong? Kemarilah. Kamu sudah tamat. Kamu… Lepaskan tanganmu. Apa ini? Ini adalah bubuk pembius yang terkenal. Kamu… Kenapa tidak… Apa yang kamu lakukan?

A… aku tidak melakukan apa-apa. Tidak melakukan apa-apa? Aku sudah melihatnya. Kamu ingin menyentuhku? Siapa yang menyentuhmu? Aku hanya ingin mencari setengah berkas yang kamu rebut waktu itu. Kamu mengikatku seperti ini, hanya untuk mencari setengah berkas itu? Jika aku memberitahumu, aku sama sekali tidak membawanya, bukankah kamu akan hilang kendali? Kalau begitu, aku akan

Mengikat dan membawamu kembali ke Departemen Pemeriksaan. Aku akan mengambilnya nanti. Tunggu apa lagi? Ayo. Aku… Ini bukan urusanmu. Sepertinya pelajaran sebelumnya kamu sudah lupa, ya? Kamu sungguh mengira beberapa rantai besi ini bisa mengurungku? Jika biasanya beberapa rantai besi pasti tidak bisa mengurungmu. Tapi aku tahu, kalian orang Qi paling takut panas.

Kamu sekarang di lingkungan seperti ini, kamu pasti merasa seluruh tubuhmu tidak bertenaga, kepalamu panas. Kata-kataku betul, ‘kan? Ternyata benar. Kamu sedang menunggu ayah angkatmu yang bodoh itu? Bagaimana kamu bisa tahu? Kamu juga merasa dia adalah orang bodoh, ‘kan? Kamu yang bodoh. Kamu bisa mengikatku dan menyerangku secara diam-diam. Tapi hanya kamu sendiri

Tidak akan bisa membawaku ke Departemen Pemeriksaan. Sepertinya kamu tidak bodoh. Tapi, aku tidak berencana menunggu sia-sia di sini. Aku berencana kembali ke Departemen Pemeriksaan untuk memanggil orang, lalu suruh mereka mengikatmu erat-erat dan membawamu kembali. Tidak mungkin. Kenapa harus sekarang? Kamu kenapa lagi? Masih ingin menipu? Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kamu tiba-tiba pingsan?

Lepaskan aku dulu baru pingsan. Apinya terlalu besar. Tidak berani menunda lagi. Jangan pergi. Tolong aku. Tolong aku. Tolong aku. Nyaman sekali. Nyaman sekali. Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa tanganmu begitu dingin? Tubuhnya sangat hangat. Dia yang menyelamatkanku. Kenapa begitu aku menyentuhnya, aku merasa bisa memulihkan sedikit tenaga? Naiklah. Sakit sekali. Api ini…