“Pil Pahit” AS Hadapi Iran: Intel Gagal, Invasi Darat Ilusi, Didesak Mundur dari Perang
Presiden Donald Trump dihadapkan pada kenyataan pahit usai para penasihat terdekatnya mendesak agar perang segera diakhiri. Hal itu terungkap pada Jumat (13/3/2026).
Penasihat kecerdasan buatan dan kripto Gedung Putih, David Sacks mendesak Trump untuk segera mencari deklarasi kemenangan versi lain, mumpung Teheran dinilai sedang kondisi melemah. Tujuannya agar keluar dari konflik secepat mungkin sebelum segalanya lebih kacau.
“Jika eskalasi tidak mengarah pada sesuatu yang baik, maka Anda harus memikirkan bagaimana cara melakukan de-eskalasi,” ungkap Sacks.
Para analis menilai ini bukan perang yang bisa dimenangkan Amerika Serikat, bahkan jika mereka menggunakan opsi invasi darat sekalipun.
Hal ini tidak lepas dari kegagalan intelijen Washington dalam membaca situasi di Iran. Lantas, apa yang membuat perang ini terasa tidak berpihak pada Amerika? Apakah mundur dari perang adalah opsi paling realistis bagi negeri Paman Sam?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar, Danur Lambang Pristiandaru
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: NBC via AFP
#global #perang ##kompascomlab #PerangASIran #DonaldTrump #RezimIran #SelatHormuz
Music: Mission – Anno Domini Beats
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/16/123229870/penasihat-trump-sarankan-as-mundur-dari-perang-iran-dan-segera-umumkan?page=all#page2
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/14/073100470/washington-tak-punya-strategi-matang-saat-serang-iran-intelijen-as?page=all#page2