Yang Lanhang Kembali ke China | Fall In Love With A Scientist【INDO SUB】EP 1 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Fall In Love With A Scientist] [Episode 1] [Jerman] Larutan simulasi sudah dimasukkan selama 48 jam [LMU Yang] dan lapisan tetap stabil. Sekarang injeksi hidrolase No.23 dan simulasi tabung darah No.1. Dua unit. Terlihat jelas, lapisan fibroin sutra yang dilapisi dengan metode aktivasi permukaan dapat mengisolasi kontak antara darah

Dan ring panduan magnesium. Menjamin setelah pemasangan ring, dapat mendukung pembuluh darah. Setelah rekonstruksi vaskular selesai. Ketika ring penyangga tidak lagi dibutuhkan, kita dapat menggunakan lapisan hidrolisis enzimatik khusus untuk menyentuh ring panduan magnesium, agar terdegradasi dalam tubuh dan diserap oleh tubuh. Dengan demikian, fungsi ring sebagai penyangga, tidak tersisa lagi di dalam tubuh manusia,

Dan membentuk benda asing, Tapi degradasi ring yang tidak merata, mungkin menyebabkan ring hancur sebelum waktunya. Kita berada pada lapisan tidak merata pada bagian penting dari struktur. Seharusnya dapat menjamin integritas struktural. Hebat! Lanhang, kita berhasil. Kita berhasil. Akhirnya. Hebat Frank, kita berhasil. Kita berhasil. Aku berhasil. Ya, kita berhasil. Luar biasa. Yi’an,

Aku tidak menyangka. Terima kasih. Ini tidak mudah, Lanhang. Bagus sekali. Aku cari angin segar dulu. Baik. Siap-siap pulang, ya. Frank! Apa yang kamu lakukan, Frank! Frank, tolong letakkan pistolnya. Profesor seharusnya sudah memintamu untuk tetap tinggal di sini. Tapi agar kamu tetap terjaga, aku harus melakukan ini. Yang aku katakan, apakah kamu sudah memikirkannyai?

Frank, berhenti bercanda. Sudah kukatakan padamu, aku akan membawa material baru kembali ke Tiongkok. Jika kamu mau tetap tinggal, kamu bisa meminta apa pun. Meskipun di luar lebih baik, aku akan tetap pulang. Sangat bagus Frank! Frank! Frank! [Fall In Love with A Scientist] Tidak ada satpam, ayo cepat turun. Aku tidak. Tidak.

Ini terlalu tinggi, aku tidak bisa turun. Jangan khawatir, setiap kali akan terlambat aku selalu lompat dari sini. Aku mulai panjat pohon umur delapan tahun, aku berpengalaman. Ayo sini, jangan takut. Aku akan menangkapmu. Mengapa sial sekali, sampai menjatuhkan tangga. Sebaiknya kamu pergi dulu. Aku… Aku tidak bisa turun. Jika kamu terlambat, sidangmu akan dibatalkan.

Kamu duluan saja. Kamu pegang yang erat, ya. Aku akan selesaikan dengan cepat. Dalam waktu setengah jam, aku akan datang menjemputmu. Baik. Saat kembali bawakan tangga, agar aku bisa turun. Tenang saja, aku pasti akan membawakanmu tangga, dijamin kamu bisa turun selamat. Aku pergi dulu. Semangat. Kamu jangan main ponsel, pegang temboknya, aku pergi dulu.

Semangat. Selanjutnya, Teknik Material kelas A, Bai Lingling. Ada. Maaf, Guru Xiao. [Lomba Ilmu Pengetahuan] Cepat masuk. Percaya diri. Aku baru saja mengisinya, kamu mau lihat? [Universitas Huaihai] Halo, Bapak dan Ibu Dosen. Saya Bai Lingling, Teknik Material kelas A. Judul skripsi saya hari ini adalah Cara Pembuatan Material Komposit sejenis Tabung Nano Karbon.

Aku kenal dia, nilainya cukup bagus. Ya. Aku ingat saat di tingkat dua, bukankah katamu mau meneruskan S2? Bagaimana? Apa kamu sudah ikut ujian? Tidak. Waktu itu masih kecil dan naif, sekarang aku ingin cepat lulus, bekerja dan menghasilkan uang. Kamu sangat realistis, ya. Baiklah. Mari kita mulai. [Universitas Huaihai] Baik.

[Cara Pembuatan Material sejenis Tabung Nano Karbon] [Daftar isi] Skripsi saya terutama dibagi menjadi empat bagian. Pertama adalah persiapan material komposit polimer atau tabung nano karbon. [Universitas Huaihai] [Status penelitian bahan komposit polimer /tabung karbon nano] [Material komposit konduktif] Melalui metode persiapan ini, dapat mengubah konduktivitas material meningkat hingga 1,5 kali. [Material komposit konduktif]

Data ini salah. Kamu menggunakan referensi data tahun 2013, ‘kan? Tapi sekarang sudah tahun 2017. Penelitian material komposi tabung karbon nano berubah setiap hari. Jadi intinya menurutku penelitianmu ini tidak begitu berguna. Ini data yang terbaru. Jika aku tidak salah, kamu tadi mengatakan metode persiapan ini dapat membuat konduktifitas material meningkat 1,5 kali. Apakah benar?

Ya. Nyatanya bisa meningkat tiga kali lipat. Datamu salah, jadi hasil kesimpulannya tidak valid. Profesor, ini adalah sidang skripsi kelulusan S1. Kehadiran pria ini sangat mengganggu regulasi sidang. Aku menyarankan pria ini untuk segera pergi. Aku yang mengundangnya datang. Pada prinsipnya, dalam sidang skripsi wisudawan memang tidak dibenarkan orang luar berpendapat sesuka hati.

Tapi dia adalah mahasiswa S3 Fakultas Teknik Material kami. Dia adalah kakak kelas di jurusanmu. Lalu kenapa dengan kakak kelas? Dia juga adalah penulis data referensi yang kamu gunakan dalam skripsimu. Yang Lanhang. Kenapa Lingling belum kembali? Untungnya petugas keamanan tidak kemari. Apa kamu Kakak Senior Guan Xiaoyu? Siapa, ya? Apa aku terlihat begitu tua,

Jadi kamu memanggilku Kakak Senior? Tidak. Kakak Senior kelihatan lebih muda dua tahun dariku. Xiao. Xiao. Xiao, apa kamu ingat padaku? Ingat. Tentu saja ingat. Terakhir kali… Terakhir kali di bar. Bar? Benar. Bar, benar. Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini. Terima kasih atas bantuanmu di bar. Aku pikir, kamu akan segera lulus,

Mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini. Benar, kebetulan sekali. Kamu tidak tahu betapa bahagianya aku bertemu denganmu di sini. Bagaimana kalau kamu ambilkan tangga untukku dulu. [Universitas Huaihai] Secara teoritis, kesalahan data menyebabkan hasil tidak valid. Jika terjadi masalah seperti ini, dia tidak bisa lulus.

Kamu adalah dosen pembimbingnya, bagaimana menurutmu? Aku ingat pada propsosal skripsi sebelumnya, dia memang membuat kesalahan itu. Tapi aku sudah memintanya untuk merevisinya. Mengapa saat sidang, dia mengulangnya kembali? Apa dia salah mengambil skripsi? Semakin dekat kita mengantarkan mahasiswa ke masyarakat, kita semakin harus ketat. Baik itu salah mengambil skripsi atau alasan lainnya,

Salah tetaplah salah. Skripsi ini tidak bisa lulus. Lingling, kamu baik-baik saja, ‘kan? Aku merasa baik-baik saja juga. Hanya perlu mengubahnya. Kalau begitu kita pergi dulu. Baik. Sampai jumpa. Bai Lingling. Tadi… Tadi aku sungguh minta maaf. Bai Lingling boleh masuk. [Universitas Huaihai] Bai Lingling. Maaf, hasil sidang skripsimu adalah tidak lulus.

Ini adalah keputusan Tim Penguji yang kami putuskan setelah mendiskusikannya dengan serius. Revisi skripsimu. [Ruang serba guna] Aku mengira kamu tidak datang. Profesor, Bai Lingling… Jangan khawatir, yang kamu lakukan benar. Sebagai peneliti ilmiah harus mempertahankan kebenaran. Datanya salah, itu sangat serius. Itu berarti dia tidak serius, harus memperbaiki diri. Katamu akan bertarung dengan cepat,

Mengapa begitu lambat? Tapi tidak masalah, jika tidak, aku tidak bertemu dengan pria tampan itu. Apa kamu tahu, pria tampan itu sungguh sangat tampan. Seakan ada perasaan deja vu denganku. Hanya tidak tahu, dia sungguh mengenalku atau hanya pura-pura. Tidak. Orang sepintarku saja tidak bisa menebaknya. Jadi menurutku, dia masih memiliki sesuatu.

Kamu sudah kembali, Lingling. Dia… Dia buru-buru ke toilet. Baik. [Pasar loak] Bagaimana jualannya? Lumayan juga jualannya. Yang benar saja, kamu juga menjual baskom cuci kamu? Adik kelas juga harus cuci kaki, ‘kan? Jangan menghalangi daganganku. Berapa harga buku ini? -Ini adalah… -Tunggu sebentar. [Mekanika Material] [Bai Lingling] Bukankah ini buku Lingling? Memang miliknya,

Tapi dia yang memintaku menjualnya. Mustahil. Walupun kamu menjual dirinya, dia tidak mungkin menjual buku-buku itu. Sungguh. Dia bilang sebulan lagi, kita sudah harus pindah dari asrama. Dan dia belum menemukan tempat tinggal, jadi tidak bisa membawa barang-barang ini. Dan mintaku menjualnya. Buku ini dia dapatkan dengan berhemat makan dan minum selama berbulan-bulan.

Buku ini masih dijual tidak? Tidak dijual. Berikan bukunya padaku. Baik. Ini. Berikan semuanya padaku . Kamu yang semangat jualannya. Baik. Kamu di mana? Kamu sedang apa? Aku mau cuci muka. Yang benar saja. Pengumuman dari kampus, jam dua siang airnya berhenti. Apa sekarang masih ada air? Apa kamu mau cuci muka di rumahku? [Perawat]

Halo. Aku ini pasien, butuh nutrisi. Makanan apa itu? Apa itu makanan manusia? Nenek Wu. Makanan ini… Nenek siapa? Apa aku setua itu? Tante, makanan kita khusus diatur oleh ahli gizi. Daging dan sayuran yang tepat, gizi seimbang. Lihat, semua orang juga makan ini. Orang lain adalah yang lain. Aku adalah aku.

Aku beri tahu, ya. Dulu keluarga kita adalah keluarga besar. Meskipun hanya membakar terong, harus direbus pelan-pelan dengan sup ayam. Apa ini? Makanan untuk pengemis. Bawa kembali. Belum dimakan. Wu Chunhua. Apa yang kamu lakukan? Jangan keterlaluan. Maaf Nona Hu. Membuatmu kerepotan lagi. Bawa pergi. Kamu lihat, ini belum disentuh sama sekali. jangan hitung uang.

Terima kasih. – Bawa pergi. Maaf. Aku juga sudah selesai. Terima kasih. Maaf. Lihat aku. Wu Chunhua. Sudahlah. Bukan begitu. Apa yang kamu lakukan? Apa pantas kamu menyuruhku datang jauh-jauh untuk masalah sepele ini? Masalah sepele? Harga makanan itu 50 Yuan sehari. Apa menurutmu aku bisa makan? 50 yuan sehari. Uang makan sebulan saja

Sudah 1.500 Yuan. Dia sudah gila. Kamu kembalikan. 1.500 Yuan ya 1.500 Yuan, jika dikembalikan kamu makan apa? Kamu tidak mungkin setiap hari makan mantau, ‘kan? Mantauku ini ditambah saus terong ini. Enak sekali, kamu harus coba. Aku tidak mau. Ayo gigit. Aku tidak mau. Dasar tidak tahu untung. Baiklah.

Lihat ada makanan enak apa lagi. Apa ini? Makan tidak? Tidak. Dari mana kamu mendapatkannya? Bukankah makananmu sudah diambil kembali? Dari mana paha ayam itu? Aku menukarnya dengan saus terong. Bukankah kamu paling suka daging? Lihat dirimu. Sibuk magang dan sidang kelulusan sampai sekurus ini. Ayo makan dikit. Aku tidak mau. Aku tidak percaya

Ada yang mau saus terongmu. Dasar tidak tahu untung. Ya sudah kalau tidak mau makan. Akan kusimpan untuk dimakan pelan-pelan nanti malam. Ribut sekali, aku mau tidur. Abaikan dia. Jangan makan ini setiap hari. Aku masih ada urusan di kampus, aku pergi dulu. Jika ada masalah hubungi saja aku. Bisa ada masalah apa? Lagipula,

Tinggal beberapa hari lagi aku sudah bisa pulang. Apa katamu? Kamu tidak boleh pulang. Mengapa? Orang sehat jadi sakit di sini. Pokoknya kamu belum boleh pulang sekarang. Apa kamu tahu, aku sudah mencari spesial penyakit jantung di internet. Aku sudah mendaftarkannya untukmu. Bagaimanapun juga, kamu harus berobat dulu baru boleh pulang. Ketakutan menakuti diri sendiri.

Tenang saja, Nenek masih kuat. Tidak akan seperti Ibumu, meninggalkanmu sendiri. Omong kosong apa itu? Aku ke toilet dulu, aku akan memberimu pelajaran setelah itu. Hebat sekali. Jangan jepit aku! Putraku. Hang. Apa yang kamu pikirkan? Nontonlah. Bu, dalam film kartun ini, setiap peran memiliki teman disisinya atau sahabat. Jadi aku, aku juga ingin berteman.

Bagus. Kamu seharusnya seperti itu sejak awal. Jangan seperti Ayahmu, diam di laboratorium sepanjang hari. Dia jadi bodoh. Jika ada waktu, pergilah dengan teman-temanmu. Ngobrol-ngobrol, makan, minum dan nonton film. Sebenarnya perasaan dimulai dari sana. Benar, ‘kan? Iya. Yang terpenting, adalah hatimu sendiri. Kamu harus membuka diri. Aku mengerti. Apa? Tidak lulus sidang skripsi?

Pantas saja hari ini dia terlihat sangat sedih. Kenapa? Apa kamu alasannya? Siapa? Sebutkan namanya. Biar aku cek siapa dia sebenarnya. Hebat sekali. Astaga. Yang Lanhang. Yang Lanhang. Yang benar saja. Orang ini terlalu hebat. [Prestasi Utama, Prestasi Riset Ilmiah, Penghargaan Riset Ilmiah Sertifikat Kehormatan, Rekor Penghargaan] Baru berusia 26 tahun sudah mendapatkan banyak penghargaan.

Dia sungguh seorang ge… Kamu sudah pulang? Sedang apa? Tidak apa-apa. Hari ini… Bagaimana kabarmu hari ini? Aku baik-baik saja. Ada apa? Itu… Bagaimana dengan sidangnya? Seperti kataku, di kampus aku memang memiliki pengaruh tertentu. Ketika terjadi masalah ini, kalian semua langsung tahu. Lalu apa rencanamu selanjutnya? Kamu sudah menjemput Nenekmu.

Biaya panti jompo juga tidak sedikit. Jika belum mendapatkan ijazah, setelah magang, sulit untuk menjadi karyawan tetap. Kamu telah bekerja sangat keras, kerja lembur dan begadang selama sebulan. Begadang sampai tubuhmu sakit. Kamu tidak boleh gagal. Aku berpikir begini, besok pagi aku akan berlutut pada Jiang. Dan dengan sepenuh hatiku, aku akan meminta belas kasihannya.

Lihat apakah dia bisa menoleransiku. Jika tidak bisa, magangku akan menjadi sia-sia. Tidak akan, menurutku itu pasti berhasil. Apa kamu masih punya uang? Apa kamu tahu, novelku laris manis akhir-akhir ini, dan menghasilkan banyak uang. Kamu tahu aku sangat boros jika ada uang di tanganku. Bagaimana kalau simpan di tempatmu dulu? Guan Xiaoyu.

Aku beri tahu, kamu menghasilkan uang, aku turut senang dan bangga padamu. Kamu pakai sendiri uangmu, mengapa harus diberikan padaku? Jangan khawatir. Aku punya uang. Serius punya uang? Aku tidak percaya, coba kulihat. Coba kulihat. – Kenapa harus berbohong? – Kamu sungguh… Banyak sekali uangmnu. Zaman sekarang masih membawa uang tunai?

Tapi baguslah kalau punya uang. Baguslah kalau punya uang. Bisa tenang kalau punya uang. Lingling. [Pakai uang ini] Hai cantik. Ponselku mati, boleh pinjam punyamnu untuk telepon? Mau jalan-jalan? Mobil ini bukan punyaku. Mobil ini bukan punyaku. Ayo masuk. Bagaimana? Bagus sekali. Lihat, ada ikan juga. Lihat ini. Bukankah itu kita berdua? Bagus, ‘kan?

Apa kamu naksir aku? Mengapa ada aku di sini? Apa yang kamu pikirkan? Bukankah ini rumah yang dulu kamu sewa untuk melakukan karya kreatif? Mengapa kamu menghabiskan begitu banyak uang untuk merenovasi rumah ini? Mulai sekarang, ini adalah rumah kita. Tapi Ibuku hanya membayar uang muka, tetap harus melunasi cicilan bulanan. Aku akan menunjukkan sesuatu.

Kejutan! Punya kita. Sini. Lihat, bagaimana? Sini. Dan juga ini. Bagaimana? Ini kamarmu. Tunggu sebentar, Guan Xiaoyu. Rumah kita apanya? Kamarku. Apa yang kamu bicarakan? Kita akan segera lulus dan harus pindah dari asrama. Daripada sewa rumah orang lain, lebih baik sewa rumahku saja. Hitung-hitung membantuku melunasi cicilan. Bagaimana? Tenang saja, untukmu aku kasih murah.

Guan Xiaoyu, apa pun yang kamu katakan, aku tahu kamu melakukan ini agar aku bisa mengambil keuntungan darimu. Aku katakan, aku tidak akan melakukannya. Jangan buru-buru menolak. Rumahku ini sungguh sangat bagus. Dan kamu sangat pandai memasak, aku bisa ikut makan dan minum darimu. Aku bahagia saat memikirkannya. Aku tidak mau tinggal sendirian.

Aku takut gelap, kamu mau menemaniku’kan? Jangan. Baiklah. Jangan manja denganku. Aku mau tanya, berapa cicilan perbulan rumah ini? Sejujurnya, persahabatan di antara kita ini… Jika harus membicarakan uang, maka kamu keterlaluan. Kamu bisa tinggal dengan tenang. Begini saja, kamu bayar semua uang air dan listrik. Bagaimana? Dan juga, Jika ada yang ketuk pintu,

Kamu harus bukakan untukku. Kamu harus menjadi tembok pelindung pertama dari para pria yang mengejarku. Apa yang kamu bicarakan? Tidak, tidak. Aku akan memberimu 2.000 Yuan, baru bisa tenang. Begitu saja. Begitu saja, aku sangat senang. Baiklah, sepakat. Ayo kita kembali ke asrama sekarang. Kita pindah hari ini? Kita pindah hari ini.

Aku takut kamu akan menyesalinya. Harus pindah sekarang. Kamu pasti ada maksud lain. Aku beri tahu. Aku tidak. Begini saja. Aku ganti baju dulu, aku sudah pakai baju ini seharian. Sepakat. Pergilah. Terima kasih banyak. Aku cinta kamu. Aku ganti baju dulu. Aku pergi dulu. Aku ganti baju, jangan pergi. Kamu tunggu aku di sini.

Jangan menghilang saat aku selesai. Tunggu aku. Aku akan segera. Halo, selamat menikmati. Terima kasih. Oh iya. Serius mau tukaran? Seriusi. Betapa baiknya kalau adegan ini terjadi lebih awal. Gadis yang sangat cantik, aku melewatkannya begitu saja. Apa yang kamu bicarakan? Bukan apa-apa. Tahukah kamu, Bibi hari ini meneleponku selama setengah jam. Ribuan peringatan,

Mengatakan kamu tidak sehat, dan melakukan penerbangan jarak jauh, memintaku menjagamu baik-baik. Makanlah lebih banyak ini. Dia tahu kita akan bertemu, apa dia tidak mengisyaratkan akan datang juga? Tentu saja. Aku pura-pura tidak dengar. Apa kamu sudah membawa barang yang aku minta? Ini. Izin Usaha. Stempel kontrak, stempel resmi, stempel badan hukum, dan kwitansi.

Semuanya ada di dalam. Yang terakhir masih ada Kwitansi Serah Terima Barang. Memudahkanmu untuk menghitung dan menerimanya. [Surat Izin Usaha] Aku masih ada sesuatu untukmu. Lihat. Ini lokasi kantor yang aku carikan untukmu. Lihat lingkungan ini, tangga ini. Bukankah sangat nyata? Sangat bergaya. Jangan tunjukkan padaku. Yang penting kamu suka. Tidak, ini kantormu.

Kamu harus lihat. Tidak. Itu kantormu, yang penting kamu suka. Apa maksudnya? Aku dan Yifan sebenarnya sudah memutuskan menjadikanmu sebagai Manajer Umum perusahaan. Sebenarnya saat voting ingin memanggilmu, tapi kita hanya bertiga minoritas mengikuti mayoritas. Tidak perlu melakukan ini. Saudaraku, serahkan padaku. Yang mampu lebih banyak kerja. Aku sungguh berhutang padamu. Ini.

Kartu akses untuk rumah sewaan. Nanti alamat dan sandinya akan kukirim ke ponselmu. Aku sungguh tidak mengerti dirimu. Jelas-jelas sudah merencanakan pindah ke luar, masih harus terkena jebakan Bibi. Jika tidak Ibuku tidak akan setuju. Dan aku juga tidak berbohong. Aku sangat ingin berteman. Kamu harus memperbanyak teman. Bahkan tidak ada… Pacar. Apa katamu?

Makhluk aneh sepertimu mau pacaran? Apa kamu mempelajari dengan saksama buku rahasia cinta yang kuberikan padamu? Kalian akan pindah hari ini? Apa lagi yang sudah tidak mau, tinggalkan semuanya untukku. Baik. Yang benar saja, Bai Lingling. Sejak kapan kamu diam-diam mau ikut ujian pascasarjana? Buku apa? Aku belum pernah lihat. Bukan punyaku.

Aku kenal tulisan tanganmu, masih mau menipuku. Bai Lingling, aku cinta padamu. Bai Lingling, aku cinta padamu. Bagus. Bagaimana, suka tidak? Aku tahu. Aku tahu penundaan kelulusan adalah pukulan besar bagimu. Tapi itu tidak masalah, aku sudah diterima kerja di 500 perusahaan terbaik di dunia. Tidak masalah jika kamu tidak mendapatkan ijazah kelulusan.

Aku bisa menghidupimu. Lingling. Percayalah padaku, kamu akan hidup dengan bahagia. Lingling, aku sungguh sangat mencintaimu. Maukah kamu jadi pacarku? Jadian! Jadian! Jadian! Maafkan aku. Sudah kukatakan sebelumnya, aku sungguh tidak menyukaimu. Tapi kamu selalu mengatakan, ingin menemukan orang yang rendah hati, dan hidup bersama. Orang itu tidak perlu terlalu tampan, tidak harus kaya raya.

Tahukah kamu, saat pertama kalinya mendengar kamu mengatakan hal ini, aku sangat yakin, kamu adalah belahan jiwa yang aku terus mimpikan. Aku tahu, aku memang mengatakan ini, tapi orang yang aku maksud bukan kamu. Tapi… Tapi aku adalah orang yang kamu cari. Bukankah begitu? Semua persyaratan yang kamu mau, semuanya sesuai denganku. Apakah aku

Tidak pantas untuk kamu sukai? Sungguh bukan kamu orangnya. Maafkan aku, aku sungguh tidak menyukaimu. Itu… Aku pergi dulu. Semua lilin ini, nanti ingat untuk matikannya. Jika tidak nanti tidak aman. Aku tidak bantu merapikannya. Ini sangat canggung. Maafkan aku. Mengapa kamu pergi? Kencan online? Kencan online tidak bisa diandalkan. Cinta dengan model apa pun,

Semuanya mungkin sukses ataupun gagal. Ada orang yang menemukan cinta sejati di dunia maya. Dan ada orang yang dalam kehidupan nyatanya, jomlo seumur hidup. Ini sama saja. Jomlo ya jomlo. Siapa yang akan jomlo selamanya? Yang pasti, aku tetap menyukainya. Tapi kamu tidak bisa memastikan dia manusia atau bukan. Kalau begitu, cinta lintas spesies

Juga sangat indah. Asalkan itu dia, itu sudah cukup. Tapi bukankah kamu mengatakan dia sudah memblokirmu? Mungkin saja dia sudah punya pacar baru sejak awal. Tidak mungkin. Mengapa tidak? Aku bertanya padamu, kamu sudah pulang begitu lama, apakah sudah melihatnya? Sudah. Bagaimana? Apa dia wanita? Cantik tidak? Wanita. Hanya sedikit berbeda dengan yang dibayangankan.

Aku tahu. Mengecawakan. Benar, ‘kan? Aku berpengalaman. 90% hasil dari kencan online semuanya seperti ini. Apalagi, ini adalah cinta pertamamu, kemungkinan berhasil semakin rendah. Tidak masalah. Hanya rasanya beda. Jika kenyataan ini sama dengan di dunia maya, siapa yang menggunakan internet? Berikan ponselmu. Kamu mau apa? Berikan saja. Kamu jangan terlalu kaku. Bukankah dia

Sudah memblokirmu? Kamu bisa mencoba ini. Jika kalian memang berjodoh, [Sedang diunduh] Tuhan akan mengatur perjumpaan selanjutnya secara alami. Aplikasi ini dikembangkan oleh temanku yang bermain game. Pencocokan data jumlah besar, menemukan belahan jiwamu dalam hitungan menit. Diuji secara internal. Dia memberiku kode undangan. Aku tidak membutuhkannya, untukmu saja. Terima kasih. Terima kasih.

Ini taruh di sini. Terima kasih. Sudah. Terima kasih. Sama-sama. Astaga, banyak sekali barangnya. Sepertinya tidak bisa sekali jalan. Begini saja, aku naik dulu dan ambil dorongan. Kamu tunggu di sini sebentar. Baik. Pergilah. Baik. Aku bawa ini. Pelan-pelan. [Godaan pria] [Panggilan masuk] [Terima panggilan] [Sedang dalam panggilan] Hang. sudah ketemu belum? Ouyang,

Sepertinya aku agak tersesat. Perumahan di sekitar sekolah semuanya terlihat sama. Aku akan pergi mencarimu. Tidak perlu. Aku coba putar lagi. Baiklah. Lingling. Lingling, biar aku jelaskan. Lingling. Aku sudah bicara sangat jelas padamu. Mohon segera pergi. Bukan begitu, Lingling. Aku tahu ini salahku. Aku terlalu gegabah. Kamu sekarang tidak suka padaku, tidak masalah.

Perasaan bisa dipupuk. Kita bisa pelan-pelan. Asalkan kamu memberiku satu kesempatan lagi. Bolehkah? Aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas. Silakan pergi. Terima kasih. Bai Lingling, jangan pikir aku tidak tahu. Kamu sudah umur berapa, mengapa masih melakukan kencan online? Itu… “Berapa Lama Selamanya”, apa kamu tahu orang atau anjing? Kamu bahkan menolakku demi dia.

Apakah itu pantas? Dari mana kamu tahu “Berapa Lama Selamanya”? Apa kamu lupa apa jurusanku? Aku adalah mahasiswa terbaik di Jurusan Komputer. Dan kamu sangat suka menyimpan riwayat obrolanmu dan menyimpannya secara online. Apa kamu tidak takut… Dibaca orang lain? Jadi kamu menyadap akunku? Benar, ‘kan? Jadi kamu belajar komputer hanya untuk melakukan

Perbuatan hina ini? Sadarlah. Kamu sudah ngobrol dengannya enam tahun. Jika dia ingin bertemu denganmu, dia pasti sudah di sini dari dulu. Semanis apa pun perkataan di internet, semuanya itu palsu. Semuanya itu palsu. Lingling. Lingling, buka matamu dan lihatlah. Mau apa kamu? Buka matamu dan lihatlah. Satu-satunya orang di sisimu hanya aku.

-Apa yang kamu lakukan? -Lingling. Kamu milikku. Apa yang kamu lakukan? Lingling. – Kamu jadian denganku. – Lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan? Aku sangat mencintaimu. Apa kamu tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Zheng Minghao. Aku sudah tahu dari dulu, kamu juga menyukai Bai Lingling. Lupakan saja. Dia punya pujaan hatinya. Apa kamu mau lihat

Riwayat obrolan mereka? Aku kirim untukmu. Minghao. Apakah kamu gatal? Lupakanlah. Lapor polisi saja. Kenapa? Takut aku kirim untuknya? Aku dulu hanya tidak menyukaimu, tapi mulai sekarang, aku muak melihatmu, aku merendahkanmu. Aku tidak lapor polisi bukan karena mau melepaskanmu. Tapi karena aku tidak ingin membuang waktu tengah malam

Pergi ke kantor polisi bersama sampah sepertimu. Pergi! Cepat pergi! Pergi! Terima kasih, Minghao. Sama-sama. [Faktanya seperti ini] Kuberikan satu kesempatan terakhir. Frank! Frank! Aku harus pulang ke Tiongkok, seseorang menungguku di sana. Bagus. Frank! Frank! Ini ide mereka. Bukan urusanku. Apa kamu baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Ini sangat menarik. Akting yang bagus.

Karena aku ingin kamu tetap di sini. Akting yang bagus. Ini karenamu. Aku tidak rela kamu pergi. Aku bahkan berpikir betapa baiknya jika kamu setuju. Selesai. Ikut aku. Aku akan tunjukkan padamu. Ayo, ikut aku. Astaga! Luar biasa! [Berapa Lama Selamanya] [Belajar yang giat. Setelah pulang aku akan menepati janjiku. Tunggu aku]