MENGAPA DINDING RUNTUH AKIBAT PENIMBUNAN TANAH YANG SALAH #cerita #faktaunik #viral
Banyak orang keliru menganggap bahwa penggunaan batu (crushed stone) untuk menimbun area di belakang dinding penahan tanah (retaining wall) adalah pemborosan atau bahkan indikasi korupsi. Namun kenyataannya tidak demikian, jika kontraktor dalam proyek saluran sungai, lahan pertanian, atau jalan umum menggunakan tanah setempat secara langsung untuk penimbunan kembali, tindakan tersebut dapat langsung dilaporkan ke pihak berwajib karena merupakan pelanggaran konstruksi yang sangat serius. Dinding penahan tanah bekerja menahan keruntuhan dengan memanfaatkan ketahanan strukturalnya untuk menyeimbangkan tekanan yang dihasilkan oleh tanah, namun sekalipun standar desain dinding telah memenuhi tekanan tanah tersebut, stabilitas dinding tetap tidak terjamin karena ancaman utama yang merusak dinding penahan bukanlah berat tanah itu sendiri, melainkan tekanan air dan deformasi (deformation) tanah. Tanah asli di lokasi proyek memiliki tingkat permeabilitas atau kemampuan mengalirkan dan meloloskan air (permeability) yang buruk, sehingga saat air hujan meresap, air tidak dapat dibuang dengan cepat dan akan tergenang di belakang dinding yang mengakibatkan berat jenis serta sifat alir (fluidity) tanah meningkat drastis, lalu memicu timbulnya tekanan hidrostatik atau tekanan air diam (hydrostatic pressure) dan tekanan hidrodinamik atau tekanan air bergerak (hydrodynamic pressure) yang jauh melampaui batas aman dari perencanaan desain awal. Perlu diketahui bahwa tekanan yang dihasilkan oleh genangan air sedalam satu meter setara dengan dua kali lipat tekanan yang dihasilkan oleh tanah dengan ketinggian yang sama, oleh sebab itu proses penimbunan kembali wajib menggunakan batu yang memiliki sifat meloloskan air dengan sangat baik, di mana pada kondisi tertentu juga perlu dipasang jaring penguat struktur tanah atau geogrid (geogrid) secara bertahap dan berlapis hingga mencapai ketinggian yang direncanakan, serta struktur dinding harus dilengkapi dengan saluran drainase atau pembuangan air (drainage channels). Jika proses penimbunan kembali dilakukan secara asal-asalan tanpa material yang tepat, hal tersebut sama saja dengan menanam bom hidrolik di belakang struktur dinding penahan tanah, sehingga meskipun pada beberapa tahun pertama konstruksi tampak aman karena faktor keberuntungan, dinding tersebut pasti akan runtuh ketika menghadapi siklus curah hujan yang tinggi, yang sekaligus menjelaskan alasan ilmiah mengapa kasus kecelakaan jalan longsor atau runtuh selalu sering terjadi pada saat musim hujan.
#cerita #unik #fakta #menarik #konstruksi #pengetahuan #teknik #sains #infrastruktur #bencana #edukasi #belajar #sipil #arsitektur #edukatif
📌 Disclaimer:
———————–
Some content used in this video may be copyrighted. It is used under the principles of (FAIR USE) as stated in Section 107 of the Copyright Act 1976, which allows limited use for purposes such as criticism, comment, news reporting, education and research.
#funfact #indonesia #hiburan #entertainment #reels #faktaunik #short #luarbiasa #pengetahuanumum #keren #aksi #seru #trivia #pintar #faktadunia #tahukahkamu #faktaseru #amazingfacts #vlogvideo #vlog #vlogger #videoviral #viral #viralvideo #viralshorts #viralshort #viralvideos #viralreels #viraltiktok