Skandal Ren Chuwan meningkat | First Love【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [First Love] [Episode 2] Bukankah akan dilihat olehnya jika mandi bersama? Atau mungkin di matanya aku bukan seorang perempuan? Dengan postur badannya ini, jika dia sungguh bertindak senonoh, sepertinya aku juga tidak kuat melawannya. Lu Wanwan kamu sudah gila, ya? Apa yang kamu pikirkan? Tidak boleh melanggar aturan hukum.

Terutama melanggar hukum untuk kejahatan semacam ini. Cepat, aku tidak punya waktu untuk menunggu. Apakah kamu tidak bisa menahan dulu ketika akan bersin? Dari aspek kesehatan, bersin dan batuk tidak bisa ditahan. Jadi, aku tidak sengaja. Mandilah sana. Kamu duluan. Bersama-sama. Kamu gila, ya? Apakah kamu tidak tahu ada perbedaan antara pria dan wanita?

Kenapa aku mandi bersamamu? Kamu seperti ini sama saja dengan pelecehan. Aku bisa melaporkanmu… [Kamar Mandi] Kamu bisa segera pergi jika tidak ingin mandi, tapi jangan salahkan aku jika kamu pilek. Punyaku, gantilah setelah mandi. Sungguh memalukan. Untuk apa kamu mengikutiku? Bukankah sudah kubilang kita tidak boleh bersama, dan menyuruhmu keluar 10 menit kemudian?

Kakimu pendek, jalannya lambat. Bukan salahku. Kalian lihat, bukankah itu Senior Renchu dan Lu Wanwan? Mereka berdua berkencan, ‘kan? Mereka berdua memakai baju yang sama. Aku lihat Lu Wanwan memakai pakaian model pria. Baju senior, ‘kan? Bisakah kamu meninggalkanku? Bukankah itu Senior Renchu? Tampan sekali. Yang sedang mengikuti di belakangnya itu Lu Wanwan.

Untuk apa dia mengejar Senior Renchu? Nyalinya besar sekali. Kamu lihat siapa di sekolah kita yang begitu berani mengikuti Senior Renchu. Sungguh menggila demi cinta. Harus kuakui, kekuatan cinta sangatlah besar. Dari mana datangnya cinta? Ini adalah martabat. Aku tidak mengikutinya. Kalian lihat saja sebenarnya siapa yang mengejar siapa. Permisi! Kita mulai pelajaran.

Nilai ujian sebelumnya sudah keluar. Oper dulu ke belakang. Aku sebagai guru, tidak menentang kalian berpacaran. Tapi, sebagai murid, jangan sampai melupakan kewajiban kalian. Terutama kalian yang belajar ilmu kedokteran. Kalian nantinya harus berhubungan dengan kehidupan dan nyawa seseorang. Jangan karena berpacaran dengan idola sekolah, lalu menunda belajar kalian. Aku tidak berpacaran,

Untuk apa merasa bersalah? Bu Song. Renchu, mari. Duduklah di sana. Aku berhalusinasi. Tampan sekali, tampan sekali. Dia… – Dia tersenyum padamu? – Dia tersenyum padaku? Semuanya tenang dulu. Kelak, Renchu akan masuk kelas kita untuk mendengarkan pelajaran. Sekarang, bersiaplah untuk belajar. Qiaoqiao, ayo tukar tempat duduk. Tukar tempat duduk? Lu Wanwan. Ada apa denganmu?

Apakah ada paku di kursimu? Jangan tertawa lagi. Buka halaman 108 bab 11. Ada duri di punggung, tidak jauh berbeda dengan paku, ‘kan? Apa ini? Praktik sosial. Praktik sosial merupakan pertimbangan untuk rekomendasi S2, tidak akan berpengaruh bagimu. Tentu saja, praktik sosial utama sekolah kita adalah memberikan kelas bimbingan pada anak-anak panti asuhan.

Tidak cocok denganmu. Ketika tatapan sadismu memandang, sudah bagus jika tidak ada yang terluka, siapa lagi yang berani masuk ke kelasmu? Aku mau mengulang kelas praktik sosial. Aku tidak mau ada mata kuliah yang tidak lulus. Lupakan saja. Kamu bahkan tidak bisa tersenyum, bagaimana kalau nanti menyebabkan trauma masa kecil pada generasi mendatang? Aku bisa.

Kalau begitu, coba tersenyumlah sekali. Lain kali. Lain kali itu kapan? Jika kamu sungguh ingin pergi, sering-seringlah berjalan di luar sekolah saat akhir pekan, banyak berinteraksi dengan orang asing, dan coba untuk menyatu dengan mereka. Aneh sekali. Tidak tahu apakah saraf penglihatanku bermasalah, atau sudut bibirnya berkerut, sudah waktunya periksa ke ahli saraf.

Baik, hari ini cukup sampai di sini. Saatnya pulang. Kamu tidak masuk kelas mandiri malam? Tidak. Aku sembunyi dulu. [Toko Buah Lu] Ibu. Wanwan sudah pulang? Mau makan jeruk tidak? Baru saja tiba. Ibu kupaskan untukmu. An Jiaxian pulang bersamamu, ‘kan? Pir hari ini manis sekali. Kamu pergi dan minta dia

Membawa pulang beberapa untuk Ibunya. Mari. Aku tidak mau. Aku tidak tahu dia sudah pulang atau belum. Ayah dan Ibu sangat terbuka. Kalian berdua bisa dibilang sahabat sejak kecil, cukup baik jika berpacaran. Kami tidak akan menentangnya. Ibu, bagaimana mungkin aku berpacaran dengan An Jiaxian? Dia sudah punya pacar. Dia sudah berpacaran? Bagus juga.

Sebenarnya dari awal Ibu sudah merasa kalian berdua tidak begitu cocok. Anak ini selalu ragu-ragu dalam melakukan sesuatu. Aku melihat dia biasanya begitu menjagamu, baru terpaksa merasa dirinya layak denganmu. Lu Wanwan kita ini begitu hebat. Pintar, ayo peluk. Wanwan sudah pulang? Kebetulan, Ayah mau keluar beli sayur.

Hari ini, aku ingin memasak banyak makanan untuk putriku ini. Pergi masak nasinya. Ibu pergi memasak nasi dulu. Aku harus segera bersemangat lagi untuk menjual kalian semua. [Daftar peringkat, 1. Toko Buah Lu] [Toko Buah Lu] Halo, berapa harga pir ini? Ini sudah di luar sekolah, untuk apa aku menghindarinya? Lagi pula, ini rumahku,

Apa yang aku takutkan? Mau apa kamu kemari? Memberikan buah untuk anggota klub. Penilaian toko buah kalian merupakan yang tertinggi di internet. Tanpa sebab dan alasan, kamu tiba-tiba memberi mereka buah? Aku sedang masuk ke mode bersahabat. Mata kuliah praktik sosialku sedikit bermasalah. Asisten dosen berkata aku harus berlatih bersikap ramah. Kamu tidak lulus?

Tidak termasuk tidak lulus. Lalu, berapa nilaimu? 59. Mata kuliahmu yang gagal adalah kelas praktik sosial. Lalu, kenapa kamu masuk ke kelas jurusan kedokteran kami? Aku sedang mempertimbangkan ilmu komputer dan teknologi untuk arah jurusan S2. Temanya adalah identifikasi gerakan manusia oleh AI. Perlu meneliti hubungan antara AI dengan struktur sistem saraf manusia,

Ingin menambah sedikit ilmu yang berkaitan. Bagaimana kalau Anda belajar di kelas 2 Jurusan Kedokteran? Kualitas murid di kelas mereka jauh lebih tinggi dari kami. Cocok denganmu. Kelas 2 Jurusan Kedokteran? Nilai terbaiknya adalah An Jiaxian? Hari ini hari apa? Senior? Kenapa kamu ada di sini? Apakah kamu melihat Lu Wanwan? Ini adalah rumahnya. Wanwan,

Aku mencarimu ke mana-mana. Aku ingin mentraktirmu makan. Hari itu di restoran adalah kesalahanku. Aku meninggalkanmu dan pergi duluan, aku minta maaf padamu. Untung saja kamu menasihatiku hari itu, aku sudah berbaikan dengan Liang Xia. Aku tidak ikut. Kalian baik-baik saja sudah cukup. Kamu juga tidak perlu minta maaf denganku. Hubungan kita sudah dekat.

Traktiran makanmu dan Liang Xia? Orang asing. Aku pergi. Tidak masalah. Lagi pula, Liang Xia sudah memesan tempat di restoran. Bagus sekali. Tidak bisa. Hari itu mabuk dan bicara sembarangan di kamar mandi, dia pasti mendengarnya. Bagaimana jika dia membocorkannya? Tunggu. Aku juga ikut. Selamat kalian sudah berbaikan. Wanwan, dia adalah Senior Renchu, ‘kan?

Ini pertama kalinya aku melihat sosok aslinya. Benar. Kamu lumayan terkenal. Akan tetapi, Wanwan, kamu sungguh tidak menyalahkanku? Sungguh. Aku sungguh tidak marah padamu. Yang paling dikhawatirkan Liang Xia adalah takut kamu tidak senang. Sebenarnya, dia sangat peduli denganmu, sahabat baiknya. Apa pun yang terjadi, menyembunyikannya darimu adalah kesalahan kami.

Hari ini, secara resmi meminta maaf padamu. Mari. Semoga kalian bisa langgeng. Benar. Kamu tidak boleh menindas Liang Xia. Tidak perlu memberi susu kedelai lagi, supaya orang lain tidak salah paham. Benar. Apakah Senior Renchu salah paham… Wanwan, rumor tentangmu itu, apakah kamu dan Senior Renchu sungguhan? Benar. Kalian sudah bersama? Kapan itu? Tidak.

Omong kosong apa yang kamu katakan? Kutarik kembali. Makan saja, kurangi bicaramu. Kalau begitu, ayo makan. Cicipi ini. Aku tahu ini merupakan ujian. Membalas kembali setiap perlakuan, makanlah akar teratainya. Ada senior di sini, kamu tidak perlu sibuk lagi. Kamu yang jelek. Wanwan. Karena mau mengejar idola sekolah, sudah seharusnya belajar merias diri.

Lipstik ini baru, aku berikan padamu. Aku ingat dulu saat kita keluar bermain bersama juga suka seperti ini. Menaruh dua atau tiga lipstik di dalam tas. Sekarang juga sama. Benar. Saat itu karena aku baru saja dipindahkan kemari, lalu dikucilkan oleh teman perempuan lainnya. Untung saja ada kamu. Untungnya hari-hari seperti itu sudah berlalu.

Oh ya Wanwan, aku mendengar tentang kamu dengan Senior Renchu, aku sangat berbahagia untukmu. Renchu, dia merupakan orang terhebat di sekolah kita. Aku… Wanwan, kelak, kita berempat bisa sering berkumpul bersama. Kami bisa membantumu mengujinya. Kamu begitu lugu, bagaimana kalau kamu ditipu? Salah, aku yang bodoh. Kamu pasti sudah suka

Dengan Senior Renchu dari awal, ‘kan? Seleramu sungguh bagus, sangat bernyali. Kudengar ada banyak orang yang menyukainya di sekolah. Akan tetapi, tidak ada orang yang berani mengejarnya. Kamu tidak bodoh! Jelas-jelas kamu tahu seberapa besar aku menyukai An Jiaxian, kamu malah menyatakan perasaanmu padanya, lalu menyembunyikannya selama dua tahun dariku. Akulah orang terbodoh

Yang dibodohi olehmu selama ini. Aku… Liang Xia, aku menganggapmu sebagai teman baikku sehingga tidak memperhitungkannya denganmu. Akan tetapi, ini bukan berarti aku langsung menerimanya dan tidak merasa sedih. Kamu jangan keterlaluan! Wanwan Ayo kita pergi. Kamu dingin tidak? Sedikit. Mari, pakai jaketnya. Performaku hari ini lumayan bagus, ‘kan? Apakah senyumanku wajar? Saat anak-anak melihatnya,

Seharusnya bisa menerimanya, ‘kan? Di selang waktu itu, aku sempat melamun. Seharusnya tidak begitu jelas. Senior, terima kasih. Kamu pulanglah dahulu. Baik, aku tahu. ♫ Kamu datang dengan cahaya ♫ Sedang apa kamu? Jangan lihat kalau tidak suka. Pulang. ♫ Perjumpaan pertama kedua hati ♫ Turunkan aku!

♫ Kamu datang dengan cahaya menghapuskan kecemasan dan tetesan hujan ♫ Permisi. ♫ Seolah melihat langit cerah kembali terus menanti kelanjutannya ♫ ♫ Kilatan cahaya dalam jarak yang dekat ♫ ♫ Tidak tahan untuk menjelajah kisah yang lebih menarik ♫ ♫ Jika menekan pelan pemberhentian dalam pertemuan ♫

♫ Mungkin akan melewatkan musimnya bunga mekar ♫ ♫ Aura masa muda yang tiba-tiba muncul apakah itu memang sudah takdirnya? ♫ ♫ Tidak ada orang yang bisa menandinginya ♫ ♫ Bintang jatuh yang pertama kali bersinar, terpaku di matamu ♫ ♫ Aku tiba-tiba menemukan petunjuk hatiku ♫ Senior, terima kasih.

♫ Diam-diam kehidupanku dipenuhi dengan jejak yang kamu tinggalkan ♫ Lu Wanwan. Kamu seorang gadis kenapa begitu berat? Aku jauh lebih ringan dari barbelmu itu. ♫ Akhirnya ada cahaya yang melewati celah ♫ Turunkan aku! ♫ Siapa yang menyadari duluan hubungan remang-remang ini ♫ Cepat turunkan aku! ♫ Keberuntungan yang berharga ♫ [Toko Buah Lu]

♫ Kamu datang dengan cahaya ♫ [An Jiaxian: Aku dengan dirinya] [An Jiaxian: Aku dengan dirinya] [Gu Qiao] Wanwan, apakah kamu sudah lihat lamanmu? An Jiaxian mengumbar kemesraan. Dulu saat melihat kalian bertiga keluar bersama, aku sudah merasa Liang Xia sedikit aneh. Sudah kubilang berhati-hatilah, kamu tidak mendengarnya. Mengatakan persahabatan murni.

Memangnya antara pria dan wanita ada persahabatan murni? Kamu dan An Jiaxian bahkan tidak murni, masih mengharapkan dirinya juga murni? Begitu banyak orang tidak dia sukai, malah menyukai orang yang disukai teman baiknya sendiri. Kelak kamu tidak usah berhubungan dengan mereka lagi. Sungguh menjijikkan melihat foto bersama ini. [Lepaskan, Kirimkan] Kamu tenang saja,

Aku akan melihat ke depan dan melupakan An Jiaxian sepenuhnya. Bukankah itu Lu Wanwan? Ini pertama kalinya aku melihat sosok aslinya. Tampangnya juga biasa-biasa saja. Apakah biasa? Menurutku lebih cantik darimu. Kenapa dia ada di sini? Kenapa aku tidak menyadarinya tadi? Bukankah senior dan Lu Wanwan sedang berpacaran? Kenapa duduk terpisah?

Mungkin mereka berdua sedang bertengkar. Perang dingin. Kenapa kamu ada di sini? Jelas sekali, sedang makan. Masuk akal. Aku buatkan kue untukmu untuk berterima kasih karena kamu sudah membantuku. Kelak kita berdua impas sepenuhnya. Berikan alamatmu, agar aku bisa mengantarkan kuenya ke sana. Senior Renchu, bolehkah satu meja dengan Anda? Tidak ada tempat lagi.

Di sini masih ada tempat. Nyali tiga orang ini sungguh besar, berani sekali duduk di samping pacar senior. Benar. Sungguh tidak takut mati. Duduklah. Terima kasih senior Terima kasih senior Senior, ini buku Anda. Senior bilang ingin membuatkan Anda kue. Kue? Kenapa kamu tidak langsung mengirim pesan padaku? Aku tidak punya WeChatmu.

Aku bukan ingin menambah Wechatmu, jangan salah paham! Aku akan menyuruh Fan Yi mengirimkan alamatnya padamu. Kenapa tidak langsung memberitahuku? Menghindari kecurigaan. Senior, apakah lokasi yang kamu berikan benar? Aku sepertinya sudah sampai di ruang latihan lagu. Benar. Di sini. Di sini. Hari ini kami datang untuk memberi semangat kepada Renchu atas rekomendasi S2-nya.

Meskipun dia tidak butuh dukungan, tapi kita perlu mengambil kesempatan untuk makan dan minum gratis. Karena sudah datang, ayo ikut saja. Lupakan saja, aku datang mengantar kue. Yang lainnya masih belum tiba. Kamu juga sudah datang, menyanyilah satu lagu, hanya satu lagu saja. – Ayolah. – Lupakan saja. Ayo.

♫ Jelas-jelas membencimu, bagaimana bisa tergoda? ♫ ♫ Aku tanpa sadar perlahan mendekatimu ♫ ♫ Udara dan napas yang misterius ini ♫ ♫ Rasa cinta yang membuat orang sesak dan panas ♫ ♫ Kenapa hatiku terikat olehmu? ♫ ♫ Pria penunggang kuda, dirimu kuat dan perkasa ♫

♫ Kuda gagah yang berlari ibarat tertiup angin keras ♫ ♫ Pria penunggang kuda, kamu di hatiku ♫ Wanwan. ♫ Aku rela menyatu di antara dadamu yang bidang ♫ Wanwan. Lu Wanwan! Tidak disangka kamu terlihat begitu mungil dan lembut, tapi gaya bernyanyimu begitu kasar. – Senior. – Mari, mari, mari.

Ternyata Lu Wanwan memang ada di sini. Yifeng, sudah kubilang malam ini ada kue, ‘kan? Mari, duduklah. – Senior. – Jangan-jangan seluruh sekolah sudah tahu aku membuatkan kue untuknya? Lelah tidak sobat? Tidak. Tidak. Mana Renchu? Bukankah kalian seharusnya datang bersama? Kamu tunggu aku. Hak setinggi ini. Begitu dekat, apakah pacarnya yang sesungguhnya? Gawat.

Jangan-jangan mendengar rumor, lalu datang menangkap selingkuhan? Renchu, kenapa kamu baru datang? Kamu tidak tahu apa yang kualami barusan. Lu Wanwan, dia… Mana Lu Wanwan? Lu Wanwan yang dirumorkan itu juga datang? Tidak melihatku, tidak melihatku. Jongkok di sini dan berpura-pura seolah dirimu ini jamur? Kemari. Jangan malu-malu. Apakah itu kamu? Bohong. Pasti kamu.

Sungguh bukan aku, kamu salah orang. – Aku bukan orang ketiga. – Kakak ipar. Apa? Kuperkenalkan, adik sepupuku, Wang Xinyu. Halo, Kakak ipar. Aku adalah murid fakultas tari di sebelah kampus kalian. Kudengar kakak sepupuku berpacaran. Aku ingin melihat perempuan seperti apa yang bisa membuat hatinya tergerak. Hari ini akhirnya bisa berjumpa denganmu. Halo.

Aku bukan kakak iparmu. Astaga. Menggemaskan sekali. Ayo ceritakan padaku bagaimana kalian berdua saling kenal. Apakah sama seperti yang dikatakan di internet? Ayo kita foto bersama. Mari. Dua, satu. Kenapa kamu pergi duluan? Terlalu berisik. Sebaiknya aku pulang mengerjakan soal. Kamu sudah cuci rambut? Belum, masih berminyak. Kamu bisa menyetir mobil, ‘kan?

Aku minum sedikit tadi, nanti kamu antar aku pulang. Kapan kamu minum? Kue ceri anggur merah. Jika dihitung dari penguapan konsentrasi alkohol, ada kandungan alkohol di dalam tubuhku sebesar 25 mg. Sudah termasuk minum. Sungguh ketat sekali. Memang orang yang mempelajari matematika. Aku klarifikasi. Aku belajar menyetir mobil saat liburan musim panas seusai ujian akhir.

Sejak saat itu, aku tidak pernah menyentuh mobil lagi. Apakah mobilmu ada asuransi? Kaki kiri atau kaki kanan yang gas? Satu kaki. Lu Wanwan, kamu hari ini sungguh mencuci rambut, ‘kan? Aku ini anak muda yang mementingkan penampilan dan penuh antusias, memangnya kenapa kalau aku mencuci rambut?

Lagi pula, aku tidak mencuci rambut karena ingin bertemu denganmu. Tidak bisakah kita membicarakan hal lain? Lu Wanwan, nyanyianmu sungguh sangat buruk. Bicaramu kasar sekali, apakah keluargamu tahu? Apakah mereka membiarkanmu keluar sendirian? Menurutku, orang sepertimu ini kapan baru bisa mencapai standar praktik sosial. Sudah ujian susulan, sudah lulus. Oh ya, terima kasih atas permennya,

Membantuku menenangkan anak-anak itu di saat-saat terpenting. Keterampilanku, tentu saja jangan diragukan lagi. Akan tetapi, kamu tidak berencana terus ramah pada yang lain? Energi seseorang ada batasnya. Ramah, lembut, sabar, ini semua hanya diberikan kepada teman sejati. Sisanya hanya bisa menjadi teman biasa atau orang yang lewat. Tidak perlu menghabiskan waktu kedua belah pihak.

Lihat jalan. Lalu, kita termasuk teman biasa, ‘kan? Tentu saja. Teman biasa yang makanan penutup buatannya enak. Aku sudah menghitung waktunya. Jika mengendarai dengan normal, masih sempat. Kamu yang terlalu lambat mengendarainya. Jangan-jangan kamu ini sengaja? Jika aku tahu dari awal, akan kutinggal kamu dan pulang sendirian. Lu Wanwan, sedang apa kamu?

Aku memeriksa keamanan kunci pintunya. Kencan sampai begitu malam, lain kali perhatikan. Mari, cepat masuk. Aku bukakan pintu untukmu. Masuklah. Terima kasih, Bibi. Tahu telepon bibi, tapi tidak meneleponnya dari tadi. Kamu juga tidak bertanya padaku. Kita berdua sudah impas. Cepat, cepat sedikit. Terima kasih, Bibi. Malam sekali. Kenapa kamu baru pulang?

Kukira kamu tidak pulang malam ini. Barusan saat bibi asrama melakukan pemeriksaan, aku sudah membantumu mencari alasan. Aku bisa ke mana jika tidak pulang. Aku tidur. Wanwan, kapan kita berkencan berempat? Atau tidak membawa pacar, hanya kita berdua, pertemuan sahabat baik. Aku traktir kamu. Energi seseorang ada batasnya. Ramah, lembut, sabar,

Itu semua hanya diberikan kepada teman sejati. Sisanya hanya bisa menjadi teman biasa atau orang yang lewat. Tidak perlu menghabiskan waktu kedua belah pihak. [Liang Xia] Liang Xia, aku sungguh mendoakanmu dan An Jiaxian. Namun, aku juga tidak ingin melihat kalian bermesraan. Aku masih harus belajar, membuat makanan penutup, berteman dengan teman baru.

Aku sangat sibuk. Kemampuan dan senyumanku ada batasnya. Maaf. Kelak, kita menjadi teman biasa saja. Baik, baik, kemarilah. Kemari, kemari. Kamu dan Lu Wanwan paling cepat pergi, kenapa baru pulang sekarang? Sedikit memutar jalan. Jika kamu tidak tertarik pada Lu Wanwan, segera buat klarifikasi atas rumor itu. Aku lihat gadis itu sepertinya

Sangat cemas sepanjang hari, jangan menggodanya lagi. Buruk sekali. Apanya yang buruk sekali? Nyanyian, mengendarai motor, memanjat tembok. Kamu sedang mengirim telegram? Bisakah mengatakan kalimat yang lengkap? Wanwan, Wanwan, kenapa kamu masih tidur? Terjadi hal besar, Wanwan. Cepat bangun, bangunlah. Cepat bangun. Ada apa? Pagi ini aku pergi ke Sudut Bahasa Inggris untuk membaca pagi,

Di antara teman sekelas tersebar rumor kalau kamu dan Renchu tinggal di luar semalaman. Apa kamu bilang? Dari mana kabar itu? Tidak tahu siapa yang mendengar ucapan bibi asrama, katanya semalam Renchu mengantarmu pulang tengah malam. Cerita ini tersebar ke sana dan kemari, semakin ditambah-tambah dan berakhir seperti sekarang ini.

Tidak pulang semalaman jauh lebih serius daripada kabar angin kamu mengungkapkan perasaan. Bukan hanya itu saja. Renchu masuk ke kelas kita, kelak bisa dibilang akan sangat sering bertemu dengan Lu Wanwan. Lu Wanwan, bagaimana kalau kamu tinggal semester saja? Lagi pula, nilaimu juga tidak begitu bagus. Bagaimana kalau aku memukulmu sekarang? Bagaimana?

Tidak harus seperti itu. Jangan, jangan. Tenang, tenang. Bagaimana aku bisa tenang? Hal ini menjadi begitu besar, sudah sangat memengaruhi kehidupanku sekarang ini. Saat aku keluar sekarang, selalu ada orang yang menunjuk-nunjuk diriku. Bisikan-bisikan itu keras sekali, hampir seperti berteriak di samping telingaku dengan toak. Aku sama sekali tidak bisa berpura-pura tidak mendengarnya.

[Rencana Bisnis Klub Kue] Jika cara lembut tidak bisa, maka perlu pakai cara keras. Lu Wanwan, mau apa kamu? Rencana menghilangkan rumor. Silakan tanda tangan.