Pertandingan perdana di klub sejak juara Asean Cup bagi Emil Audero, malah berhenti tengah jalan.
Bayangin lo baru aja disambut meriah sejak balik ke klub. Tapi belasan menit kemudian, lapangan yang harusnya jadi panggung pembuktian, malah berubah jadi arena protes yang dihujani pesawat kertas sampai bola kelereng.
Inilah rollercoaster emosi yang baru aja dialami Emil Audero.
Laga Rayo Vallecano ngelawan Athletic Bilbao harusnya jadi laga perdana sejak internasional break.
Sebelum kick-off, seisi Estadio de Vallecas ngasih Guard of Honour spesial buat Emil yang sukses bawa Timnas Indonesia juara ASEAN Cup.
Dia senyum lebar pamer jersey “Campeon ASEAN Cup 2026”, disambut tepuk tangan gemuruh. Merinding abis!
Tapi plot twist-nya datang begitu peluit pertandingan ditiup. 13 menit berlalu mood stadion berubah 180 derajat. Kelompok ultras Rayo, Bukaneros, mendadak ngamuk dan ngelemparin ribuan pesawat kertas, kelereng, sampai bola karet, ke dalam lapangan!
Setelah beberapa kali mencoba memulai laga, Wasit akhirnya nyerah dan ngebatalin pertandingan secara permanen.
Usut punya usut, ini adalah aksi protes buat ngusir Presiden Klub, Raúl Martín Presa. Suporter muak karena stadion kandang mereka sempet ditutup pemerintah akibat masalah keamanan dan gak keurus, bikin Rayo harus ngungsi main di stadion tetangga.
Yang bikin respect, ultras ini ternyata elegan. Mereka sengaja nahan amarah dan nunggu sampai menit 13 buat bikin rusuh biar protesnya disorot kamera TV global, sekaligus mastiin mereka gak ngerusak momen perayaan juaranya Emil Audero.
#bolasenpai #football #sepakbola #beritabola #infobola #shortsyoutube #updatebola #footballshort #shortsvideo #infosepakbola #beritasepakbola #faktabola #faktasepakbola