Mr. Bodyguard | EP8 【INDO SUB】Malaikat | iQIYI Indonesia

[Diadaptasi dari novel “Mr. Bodyguard”] Mr. Bodyguard [Episode 8] Hei, antri! Minggir, kalian. Minggir Minggir! Kalian! Tuan muda datang. Hei! Silakan antri di belakang. Benar, antri di belakang. Kak Liang… …tenang. P-pria… Pria sejati jika mau balas dendam, sepuluh tahun pun tidak terlambat. Tidak usah terburu-buru. Apa urusannya dengan kita? Aku hanya membeli kecap.

Botolnya besar sekali. Banyak sekali yang dia beli. [Banyak sekali yang dia beli.] Hajar dia! [Hajar dia!] Dia ternyata sekelas? Kak Bo. Panggil aku Xiao Bo, Kak Yi. Xiao Bo. Kau tahu siapa dia? Maksudmu? Orang yang masuk kelas dengan payung hitam. Kau tidak bisa melihatnya? Oh, maksudmu dia? Ya. Dia Han Bin.

Kehadirannya tidak begitu mencolok. Tubuhnya juga kurang sehat. Jarang masuk sekolah. Aku tidak akan sadar kalau kau tidak bertanya. Ada apa? Hanya bertanya saja. Apa yang terjadi? Aku tidak bisa merasakan kekuatannya. Jelas-jelas kemarin. Siapa dia sebenarnya? Biarkan dia, Kak Yi. Aku traktir kau makan… …sebagai tanda maaf. Aku ajak kau melihat…

…bunga kampus ketiga di Universitas Song Shan. Baik. Hati-hati, panas. Ayo cepat! Tidak ada kursi kosong. Duduk. Ingat, saat Tang Yun datang… …pesan yang banyak agar bisa melihatnya lama. Dia datang. [Seorang dewi, perawat cantik.] [Polisi cantik. Murid cantik.] Mau pesan apa? Mau pesan apa? Yi ‘er, mari berlatih jurus hati giok. Cepat lepaskan bajumu.

Ayo, cepat. Apa? Bibi… …cepat lepas. Lepaskan! Cepat, lari! Tuan muda kedua datang! Cepat pergi! Kak Ming, datang! Tuan muda kedua? Mati. Sudah terlambat. [Siapa anak ini?] Kak Ming, ini dia yang waktu itu… …berlagak menolong Nona Chu… …saat perampokan bank. Anak ini tidak tahu diri, Kak Ming. Biar kami urus. Tunggu…

…biarkan saja, jangan buru-buru. Biarkan menjadi hiburan saat kita makan. Benar. Kalau dia tidak mau pergi… …kita buat dia sampai ingin pergi pun tidak bisa. Aku pergi bersiap. Ingat. Standar. Harus ada standarnya. Wen Wen. Ke mana orang-orang pergi? Mereka sudah bayar? Ibu… …mereka pergi tanpa membayar. Kenapa bisa begini? Uangnya untuk membayar…

…biaya obat Ayah Yun Yun… …bulan ini. Zhou Ruoming ini… …anak nakal… …di kampus Yun Yun bukan? Biasanya dia tidak datang. Kenapa hari ini dia datang? Sepertinya bisnis hari ini akan sia-sia. [Satu bulan sebelumnya.] Terlambat. Sialan! Kau buta? Berani menabrak Kak Ming! Maaf, tidak sengaja. Tidak sengaja… …apalagi sengaja? Lihat bagaimana Kak Ming menghabisimu.

Benar. Kak Ming. Apa yang harus kita lakukan padanya? Ibumu yang buta! Kak Ming! Diam kalian! Kau tidak apa-apa? Maaf, ini. Terima kasih. Yun Yun… …siapa lagi yang menyukaimu? Aku tidak tertarik! Ayo pergi. Sialan. Kak Ming, dia menolakmu. Bagaimana kalau kita tangkap dia? Tangkap adikmu? Kak Ming, aku tidak punya adik. Dia datang.

Tang Yun… …ini untukmu. Maaf, tidak tertarik. Permisi. Kak Ming. Kak Ming. Dia menolakmu. Bagaimana kalau aku tangkap dia. Makan ini. Tidak mungkin. Tang Yun, aku antar. Teman… …biarkan Kak Ming mengantarmu. Sepedanya biar aku urus. Apa ini? Bukan urusanmu. Tidak usah. Kami biasa jalan sendiri. Kita pergi, Wen Wen. Jangan pergi. Tunggu. Tunggu dulu.

Sialan. Kak Ming. Dia menolakmu… …bagaimana kalau aku tangkap dia. Sini aku gigit telingamu. Kak Ming. Yun Yun. Kenapa mereka datang kemari? Tidak tahu malu. Tidak tahu. Bagaimana ini, Wen Wen? Padahal sudah aku tolak. Tapi dia tetap datang… [Sedang membaca mulut.] …kemari. Kalau ibu tahu aku pacaran dengannya… …pasti kecewa. Tapi…

…kau sudah menolaknya berkali-kali… …kenapa dia tidak marah? Kalau berdasarkan sikapnya… …kau pasti sudah… Sudah apa? Permisi, mau pesan! Sana. Mau pesan apa? Sesuai dengan keinginan kakak ipar saja. Benar, mari duduk bersama. Semua orang tahu… …perasaan Kak Ming padamu. Betul. Duduk. Jangan bicara sembarangan! Aku usir kalian… …kalau masih bicara sembarangan. Kakak ipar marah.

Kakak ipar, malu-malu. Cukup. Wanita yang polos ini… …dipanggil kakak ipar oleh kalian… …nanti dia jadi canggung. Maaf. Temanku terlalu bersemangat… …mohon dimaklumi. Tapi aku yakin… …lama-lama kau akan terbiasa. Karena kita keluarga. Luar biasa, Kak Ming! Kakak ipar. Zhu Geming… …beraninya dia… …berbuat seperti itu pada idolaku! Kak Yi. Dia adalah Tuan muda kedua.

Tuan muda kedua lebih jahat dari Tuan muda ketiga. Kalau mengganggunya… …siap-siap mati tanpa jejak. [Tuan muda kedua, peringkat kedua kelompok bejat.] [Licik dan berbahaya.] [Babi, main perempuan.] Dia punya caranya sendiri. Yun Yun, kemari! Ada apa? Mengapa mereka menyebutmu seperti itu? Kak Ming itu, apa dia… …pacarmu? Jangan bicara sembarangan, Bu. Dia bukan pacarku.

Aku. Yun Yun, kalau bukan… …tolak dia terang-terangan. Sudah. Cepat, kasih ide! Baik. Kak Ming. Kenapa repot-repot mengurus wanita itu? Kita lakukan saja seperti dulu. Langsung tangkap dia. Aku ingin pacaran dengannya baik-baik… …boleh, kan? Tapi bukankah kau pikir… …pacaran itu merepotkan? Dulu memang begitu. Sekarang sudah berubah. Apa harus selalu lapor padamu? Tidak perlu.

Putar otak kalian… …dan cari cara. Diam saja kalau tidak ada ide. Hei, monyet. Kau dapat sesuatu? Menurut buku perang Sun Tzu… …menyerang musuh diam-diam… …adalah cara yang terbaik. Harus menyerang… …saat musuh… …tidak siap menyerang. Bisa dibilang serangan tiba-tiba. Bagaimana? Kau gila? Kenapa pakai cara perang Sun Tzu untuk mendapatkan wanita?

Kita lakukan dengan caranya. Sini kugigit telingamu. Jangan digigit. Kau masih marah? Minum ini. Tidak perlu, terima kasih. Tang Yun akan jatuh ke perangkap setan. Kenapa? Jangan lihat luarnya… …kau akan tertipu. Babi tetap saja babi. Dia terkenal sebagai ‘kolektor perangko’. [Kolektor perangko.] Tidak pernah menolak… …wanita yang datang padanya. Dia akan bermain dengan mereka…

…lalu kemudian dibiarkan saja. Hampir semua… …gadis cantik di kampus… …sudah menjadi koleksinya. Kedengarannya dia seperti pria yang ahli? Apanya! Dia tidak mengerti wanita… …hanya main-main saja. Karena keluarganya kaya… …semua yang tidak menurutinya… …akan kena akibatnya. Tang Yun ku tersayang… …pasti sudah terperangkap. Jangan jatuh hati padaku, aku hanya sebuah mitos. Hebat, hebat.

Kalian ditraktir Kak Ming. Terima kasih. Ada yang aneh. Kak Yi, ayo diminum. Jangan tolak pemberian Kak Ming. Maaf, tanganku licin. Minumannya… …biar aku yang bayar. Guai Shou. Jangan ribut di sini. Betul, ada kakak ipar. Maaf, kakak ipar. Lupakan saja. Kembali. Kak Yi, apa yang kau lakukan? Besok kau pasti dihabisi mereka. Zhu Geming.

Tidak tahu apa lagi yang dia lakukan. Tapi sepertinya… …akan menjadi buruk. Yun Yun. Mereka kenapa? Kami akan datang lagi kakak ipar. Terima kasih. Tunggu. Kalian belum bayar. Brengsek. Kita sudah bayar… …apa maksudmu? Tepatnya… …kalian hanya bayar meja sendiri… …sisanya… …belum kalian bayar. Dasar… …ucapan keren ini… …harusnya aku yang ucapkan. Kenapa malah dia?

Baik. Tidak masalah. Kami bayar sisanya. Kami bayar sekalian dengan biaya berobatmu. Ayo. Aku tidak bisa melawan mereka di sini. Nanti bisa ketahuan. Ayo, pergi. Kak Ming. Kak Ming, baik-baik saja? Kak Yi, apa yang baru saja terjadi? Tidak tahu. Mungkin dia teringat hal lucu. Hal lucu. Ayo, mengobrol saja. Kak Yi, aku ingatkan…

…jangan macam-macam dengan Kak Ming. Pokoknya jangan macam-macam. Macam-macam apa? Aku tidak sabar ingin membuatnya tertawa. Ada apa? Perutku sakit… …mungkin tadi salah makan. Aku. Kak Yi, aku pergi duluan. Minumannya benar diracun. Tahan, sebentar lagi sampai. Akhirnya… …sampai juga. Terlambat. Astaga. Kenapa hari ini sial sekali. Sampai buang air di celana.

Bertemu Tuan muda kedua pula. Kak Ming, tolong. Aku sudah kram. Kak Ming. Kalau sekarang kita minta maaf… …masih keburu tidak? [Dua jam sebelumnya.] Hei, teman. Ketemu lagi. Kalian lagi? Yang tadi belum cukup? Aneh bukan? Bayar dulu kalau mau berhenti tertawa. Gendut, bayar! Kak Ming! Cepat! Kak Ming! Benar dia yang melakukannya. Dasar brengsek!

Hajar dia! Kau kenap… Ada apa ini? [Memang, sia-sia sekali.] [Selanjutnya…] [Jangan tertawa lagi!!] Kak Ming, ini trik yang sama… [Dimana roti lapisku?] [Ada pembalasan karena melakukan hal-hal buruk.] [Giginya putih sekali buka mulut lebar-lebar.] …dengan yang tadi? [Lelah…] [Harus tertawa berapa lama baru berhenti?] [Berhenti tertawa.] Akan aku balas dia! Ini untukmu. Apa ini?

Terakhir bertemu denganmu… …aku periksa nadimu. Kemudian aku mempelajarinya. Lalu membuat resep obat ini. Kau juga bisa memeriksa nadi? Kenapa aku tidak tahu? Banyak yang tidak kau tahu. Lalu… …apa tubuhku… …masih sekuat dulu? Kau tidak punya banyak waktu. Kita sudah lama tidak bertemu… …kau langsung mengutuk aku? Bukan mengutuk kau mati.

Kondisi tubuhmu parah sekali. Meski kau terus minum obat… …untuk menahan sakitmu… …lukamu tidak sembuh. Malah semakin memburuk. Tidak percaya? Bukan. Aku selalu mendengarkan perintah… …dan percaya padamu… …saat kita di lapangan. Menyerahkannya semua padamu. Bagaimana mungkin aku tidak percaya? Cepat minum obat… …sesuai dengan resep ini. Semua resep herbal ini…

…dapat menenangkan dan mengurangi sakit… …sama seperti Tianma. Akan merenggangkan tulang… …dan saraf yang sakit. Apa aku akan selamat… …jika minum obat ini? Kondisi tubuhmu agak rumit… …butuh waktu lama untuk pulih. Kita coba perlahan. Aku pasti akan menyembuhkanmu. Kau memang pantas jadi ketua. Anjing pemburu akan mengikuti perintahmu. Ah, aku lupa… …mau bilang sesuatu.

Apakah seleramu berubah… …sejak kau jadi mahasiswa? Jangan dibahas. Xiao Maoli. Aku mungkin butuh bantuanmu. Kaos ini bagus juga. Kakak tampan. Menurutku kau cocok mengenakan itu. Yang benar? Bos, ini harganya berapa? Aku ke sana sebentar. Baik. Permisi nona, mau yang mana? Ini. Pilihan tepat. Baju ini khusus… …dibeli dari Korea. Gaya terbaru tahun ini.

Kalau mau… …harganya 200. 200? Mahal sekali. Apa bisa lebih murah lagi? Maaf, nona. Itu sudah harga termurah. Harga sewa toko… …dan lainnya sedang naik. Ini barang dari Korea. Ada ongkos kirimnya juga. Itu bunga kampus, Tang Yun. Kau kenal dia? Tidak bisa lebih murah lagi? Sudah paling murah. Bos, tidak salah?

Di Yan Jing juga bisa beli baju ini. Barang Korea apanya? Hei, kau. Yang benar? Dulu aku juga berjualan baju. Aku tahu ini palsu atau bukan. Bagaimana kalau beri aku diskon? Biar aku yang urus. Kalau tidak, nona itu akan membuatmu viral. Nanti kau tidak bisa jualan lagi. Kau mau berapa? 60.

Ternyata aku yang salah. Baju ini memang dari Korea. Pacarku pasti senang dapat ini. Xiao Maoli. Bayar! Hei. Kau tidak tahu antri, ya? Aku bantu bungkus. Terima kasih. Hei, kau. Hei! Hei! Bos. Aku mau baju itu juga. Maaf, baju tadi yang terakhir. Kau bisa lihat-lihat baju yang lain. Tidak usah. Terima kasih.

Jadi menurutmu aku ini… [Cuplikan episode berikutnya.] …harus bekerja sama dengan Xie Wangbo? Tidak peduli seperti apa pun orangnya… …dia pasti punya kelemahan. Yang kita lakukan sekarang adalah… …sementara… …memusnahkan Tuan Chu… …dari muka bumi. Tapi polisi telah membeberkan… …bukti dari tempat kejadian. Curiga ada yang bertugas membungkam mereka. Saat ini sudah ada beberapa tersangka.

Kalau aku bilang akan kubereskan, pasti beres… …kau tidak berhak untuk melawan!