Mr. Bodyguard | EP5 【INDO SUB】Melangkah ke Dimensi Keempat | iQIYI Indonesia
[Berdasarkan novel《Mr. Bodyguard》] Mr. Bodyguard [Episode 5] Maaf, komandan. Aku tidak tahu kenapa bisa salah kamar. Tapi untung temanmu tidak meninggal. Dia bukan temanku. Sudah tidak masalah, kau pergi saja. Maaf, maaf. Halo. Lapor, wakil ketua Song. Nona Chu sudah keluar dari rumah sakit. Apa? Bagaimana dengan catatanku? Kalian benar-benar tidak berguna. [Aku barang baru!]
Bukankah kau akan membereskan masalah ini? Sudah aku bereskan. Bodoh kau! Chu Pengzhan baru saja pergi ke rumah sakit… …untuk menjemput pria aneh itu. Polisi juga datang ke sana meminta keterangan. Kau masih tidak paham juga? Mana mungkin. Aku jelas-jelas sudah menembaknya. Tenang saja. Walaupun polisi menanyakannya… …kita tidak akan ketahuan.
Lagi pula Ma Liu dan lima orangnya… …sudah kuhabisi semua. Lakukan pengamanan. Kau cepat pikirkan cara. Habiskan orang itu. Baik, Untuk pengamanan… …harus cari satu orang lagi untuk mengurus ini. A Meng, kau jangan sedih lagi. Kakak perisai itu pengawal. Apa yang dia lakukan… …juga bukan hal yang mengejutkan. Tapi aku baru saja mulai…
…merasa dia lumayan baik. Kenapa jadi seperti ini. A Meng, kau ini kenapa? Jangan-jangan kau menyukainya? Sekarang tidak ada gunanya membahas ini. A Meng! A Meng! Ya! Ya! Tung…tunggu. Iya, bos. Sudah lihat beritanya? Iya, bos. Misi kali ini gagal… …kau juga harus tanggung jawab. Bos, tunggu. Tunggu apa lagi?
Chu Mengyao sudah tidak memiliki pengawal. Siapa yang bilang? Itu, saat dia ke kampus… …memang tidak bawa pengawal. Lalu pria yang diberitakan itu… …dari mana? Bukan, itu seorang murid pindahan. Namanya Lin Yi. Mungkin dia hanya teman sekelas… …kebetulan buka rekening bersama. Lin Yi. Kalau mau menebuskan kesalahanmu… …kau cepat cari tahu identitasnya. Halo, bos?
Lin Yi. Lapor, direktur. Nona Xiao Shu bilang… …dia dan nona besar sudah sampai rumah dengan selamat. Apa yang terjadi? Kenapa mendadak meninggalkan rumah sakit? Kenapa tidak tinggal di rumah sakit dulu? Kenapa tidak menunggu Xiao Yi untuk pergi bersama? Aduh, direktur. Nona besar sudah cukup lelah hari ini. Paman Chu… …tujuan perampoknya…
…bukan merampok bank. Nona Chu adalah tujuan utama mereka. Walaupun aku tidak tahu… …apa tujuan mereka menculik Nona Chu. Tapi kalau menculik di depan pintu kampus… …atau depan pintu vila… …seharusnya lebih mudah. Benar, berpura-pura mau merampok… …padahal tujuannya mau menculik. Memang tidak masuk akal. Sepertinya mereka sengaja membuat keliru… …arah investigasi polisi.
Agar polisi tidak tahu… …tujuan utama mereka adalah menculik. Mereka tentu tidak berani menyakiti Nona Chu. Makanya menurutku orang-orang ini… …lebih ingin menyerang Paman Chu. Paman Chu, saat kau bekerja… …perhatikan lagi orang sekitarmu. Li Fu. Iya. Hari ini jam berapa kira-kira… …Nona Chu diculik perampok? Sekitar pukul setengah empat sore. Setengah empat?
Ada apa direktur? Dengan kata lain. Perampok menculik Meng ‘er… …saat aku sedang bernegosiasi… …dengan perusahaan AA. Perlawanan mereka lebih keras dari biasanya. Tidak mau mengalah. Dan terus mengulur waktu. Seperti sedang menunggu sesuatu. Sepertinya benar kata Xiao Yi. Mereka menculik Meng ‘er untuk mengancamku. Sepertinya… …mereka semakin banyak maunya. Chu Mengyao, aku sakit sekali.
Demi kau… …aku kehilangan nyawaku. Maaf, maaf. Kau jangan menggangguku. Cari saja Ayahku. Dia yang merekrutmu, bukan aku. Aku tidak terima. Aku masih muda. Belum pernah pacaran. Belum pernah ciuman. Kau mau apa dariku? Katakan! Asalkan aku bisa membantumu… …pasti kubantu. Berikan, berikan aku… …satu celana dalammu. Dasar mesum! [Plak!] Setengah saja. Dasar mesum! [Plak!]
Dasar mesum! Dasar mesum! A Meng, A Meng kenapa? Kenapa? Kenapa? Xiao Shu. Aku tadi mimpi buruk. Sudah tidak apa, tidak apa. Kenapa? Xiao Shu, Lin Yi kehilangan nyawa karena aku. Tapi aku tidak mengucapkan… …terima kasih padanya. Sudah, A Meng. Jangan menangis lagi. Kalau kau menangis, aku juga menangis.
Aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Sebenarnya kakak perisai cukup tampan. Postur tubuhnya juga bagus. Tapi sekarang membahas ini… …sudah percuma. Sebenarnya kalian bisa bilang padaku langsung. Ada hantu! Dimana? Dimana? Lin Yi, terima kasih sudah menolong aku dan A Meng. Jika ada keinginan terakhir… …kami akan berusaha membantumu. Tapi beritahu kami lewat mimpi saja.
Jangan muncul sekarang. Jadi aku minta apa pun kalian akan mengabulkannya? Iya. Kalau begitu aku mau… …kalian temani aku tidur malam ini. Bagaimana ini? Jangan kesini! Apa-apaan? Orang ini tidak meninggal. Dasar mesum, mampus kau! Bagus juga buatan Paman Fu ini. Hei, kenapa kau bisa hidup kembali? Hah? Iya, ibu-ibu yang di rumah sakit bilang…
…kau sudah meninggal karena pendarahan. Aku? Aku Lin Yi… …tidak mati semudah itu. Hei! Apa yang kau lakukan? Sakit! A Meng, dia benar bukan hantu. Hei, kalian jika tidak percaya… …juga harus ada batasnya. Tidak. Kau kenapa ada di sini? Iya! Kau kenapa bisa masuk ke dalam kamarku? Kau kenapa bisa naik ke lantai dua?
Sebentar, sebentar. Aku begitu dengar suaramu… …langsung naik ke atas untuk melindungimu. Sebenarnya kalau kalian takut… …aku bisa temani kalian tidur. Kalian jangan malu-malu. Seenaknya! Aku bisa melindungi kalian. – Keluar kau! – Siapa yang beri ijin! Baik! Jangan pukul lagi! Keluar! Seorang murid mana mungkin jadi pengawal. Kontak darurat, Ga…un. Kalau aku jas.
[Li Fu.] Hubungan keluarga. Kakak dari ayah sepupu dari anak… …dari kakak ipar ibu. Sinetron kali! Hubungan macam apa berantakan begitu. Li Fu. Pemegang saham terbesar kampus ini… …direktur Chu Pengzhan… …asistennya bernama Li Fu juga. Jangan-jangan. Benar. Dari jajaran direktur. Jangan-jangan, Lin Yi ini… …direkomendasikan oleh Chu Pengzhan. Ini aneh sekali.
[Chu Mengyao, Li Fu, masih dia.] Kontak darurat, Li Fu. Benar ada hubungannya. Tapi apa hubungannya? Sepertinya harus mengadakan penelitian lapangan. Chu Mengyao. Kenapa tega sekali pada… …orang yang sudah menolongmu. Di dunia ini cuma kau yang paling mengerti aku. Untung ada peringatanmu. Nyawaku tertolong berkali-kali. Paman, lihat! Kenapa? Ini kotaknya, lihat!
Ini kau simpan sendiri saja. Kau tidak mau lihat? Lihat juga percuma. Barang ini milikmu. Hanya bisa digunakan olehmu. Milikku? Iya. Fungsi giok ini tidak hanya satu itu saja. Siapa? Kenapa bisa ada wanita secantik ini? Ini bukan mimpi, kan? Nona cantik, boleh tanya namamu? Namaku Jiao Yazi [jiao juga berarti ‘kaki’]. Ben Gong Kaki?
Namanya tidak secantik wajahnya. Kenapa namanya kaki, sayang sekali. Tidak boleh tidak sopan padaku. Dasar anak bodoh. Dengar baik-baik. Namaku Jiao Yazi, bukan Ben Gong Kaki. Ben Gong itu artinya ‘aku’, bukan marga. Sudah. Jangan marah, jangan marah. Bisa muncul keriput nanti. Nona Kaki. [Apa kotoran telinganya terlalu banyak? Sampai tidak dengar?]
Kenapa pakaianmu seperti itu? Apa aku sedang menjelajah waktu? Jiao Yazi. Perhatikan ucapanmu. Jika tidak kuhabisi kau. Huh! Wah, orang cantik kalau marah pun tetap cantik. Bagus kalau kau menyadarinya. Dengar baik-baik. Ini bukan mimpi. Tapi kau masuk ke dalam giok milikmu. Ke dalam giok? Maksudnya? Bagaimana aku bisa masuk? Hal itu…
…tidak bisa aku jelaskan padamu. Dengan tingkat kecerdasanmu… …sepertinya kau juga tidak akan mengerti. Jadi kau ini Aladdin? Jadi kau bisa kabulkan… …tiga permintaan untukku? Sayangnya misi yang aku kerjakan… …sudah ada banyak wanita cantik. Jurus memikatmu tidak berguna padaku. Tapi karena kau memang cantik… …aku tidak mau cari masalah denganmu. Sekarang kembalikan giok milikku.
Aku akan memaafkanmu. Perhatikan ucapanmu. Kalau bukan karena giok telah memilihmu… …sudah aku habisi kau. Aku mengerti. Jangan-jangan… …kau siluman dari dalam giok? Kalau begitu, kau harusnya mematuhi ucapanku. Kali ini cepat juga kau paham. Baiklah. Cium aku. Hebat. Gerakannya cepat sekali. Di dunia ini hanya… …sedikit yang bisa mengalahkanku dalam tiga langkah.
Aku ini tuanmu. Benar. Aku tidak boleh membunuhmu. Tapi bukan berarti aku tidak boleh menyiksamu. Kau yang memicuku untuk membunuh. Kau yang di luar rencana. Akan kubunuh kau dengan cara tradisional… …para pembunuh assasin. Lin Yi. Mati kau! Tolong! Tolong! Tidak terjadi apa-apa. Ternyata mimpi. Dasar manusia bodoh, ini bukan mimpi! Kaki! Kaki bau!
Tidak perlu cari lagi. Sekarang aku berbicara… …melalui kontak batin. Saat kau masuk ke dalam… …ruang dalam giok… …dia sudah mengenalimu sebagai tuannya… …dan sudah menjadi bagian dari tubuhmu. Pikiranmu akan terhubung… …pada giok ini. [Giok sudah bersatu dengan tubuh.] Mulai hari ini, kalau kau ingin berbicara denganku… …bisa langsung gunakan pikiranmu.
Jadi nanti jika aku memanggilmu… …bisa langsung lewat sini? Keren! Tidak perlu bicara. Lewat pikiran saja. Seperti ini terdengar tidak? Dengar. Kalau begini? Iya. Seperti ini? Aku peringatkan kau. Jangan berpikiran aneh. Aku bisa dengar semuanya. Oh ya? Aku tidak percaya. Coba katakan apa yang kupikirkan tadi? Aku tidak mau. Katakan, ayo!
Kalau tidak, aku tidak akan percaya. Kau bilang sekarang kau tidak memakai celana dalam. Kau ingin melepaskan… …semua bajumu. Hebat juga. Bahkan bagian itu kau katakan juga. Dasar mesum! Sekarang kau sudah percaya? Kalau begitu coba lagi. Kau merasa tubuhku bagus… …ingin melepaskan semua bajuku. Makanya kau mau… Berhenti memikirkan itu. Kalau begini? Dasar mesum!
Jangan dipikirkan lagi, berhenti! Bagaimana ini, aku tidak bisa menghentikan pikiranku. Aku pergi dulu. Mau menggangguku? Masih terlalu awal. Jangan mendekat! Jika mendekat, aku ledakkan bom ini. Mundur! Cepat! Mundur! Mundur lagi! Mundur lagi! Panggil direktur Wang! Bagaimana situasinya? Lapor, wakil ketua. Seseorang mengikat… …bom besar di tubuhnya… …bersiap meledakkannya. Kami masih memastikan identitas sebenarnya.
Apa tujuan dia? Dia berharap bos yang pabriknya bangkrut ini keluar… …dan membayar gajinya. Tapi. Wakil ketua kenapa berpakaian seperti ini? Aku langsung datang dari tempat undangan. Oh. Hei penjahat, dengarkan aku! Aku polisi dari kota Song Shan. Hmm, kali ini lancar sekali pengeras suaranya. Aku polisi dari kota Song Shan… Sudah, sudah. Cepat.
Dengarkan aku! Aku Song Lingshan dari tim polisi kota Song Shan. Kau sudah dikepung! Cepat lepaskan bomnya dan menyerah! Kalau kau berani melukai warga kota Song Shan… …mati kau! Aku Song Lingshan, tidak akan mengampunimu! Kau membual? Pakaianmu saja seperti pemain drama musikal. Hari ini aku akan mati bersama kalian semua!
Kesal! Masa aku dibilang pemain drama musikal! Kau mau mati? Berikan senapanmu. Wakil ketua, tidak bisa! Kalau bom ditubuhnya meledak… …resikonya besar. Hei, pemain drama. Aku hitung sampai sepuluh! Panggilkan direktur Wang! Bayar gajiku! Atau kita semua mati disini! Bosnya dimana? Sudah ketemu belum? Lapor, wakil ketua. Bosnya sudah melarikan diri…
…tidak akan bisa ketemu dalam sekejap. Sepuluh! Mundur! Sembilan! Mundur lagi! Delapan! Hati-hati! Tujuh! Enam! Lima! Tiarap! Cepat! Lepaskan aku! Lepaskan aku! Wakil ketua Song. Bom ini palsu semua. Hanya sumbunya yang asli. Jika diperhatikan… …harusnya bisa dibedakan. Selain itu. Cepat cari bos yang… …pabriknya bangkrut itu. Membantu warga juga tanggung jawab kita.
Baik, ketua Yang. Untung sudah berlatih jurus Xuan Yuan. Lukanya sembuh dengan cepat. Kenapa baju selalu robek. Lagi-lagi harus kujahit satu per satu. Kakak perisai sudah bangun? Aku lapar. Hei, kau tidak bisa mengetuk dulu? Pagi-pagi sudah melakukan itu… …berkeringat pula. Kau berlebihan. Aku sedang menjahit baju. Hei! Siapa yang menjahit… …sampai berkeringat?
Kau pagi-pagi tidak mengetuk… …ke kamarku untuk apa? Buatkan aku mie. Aku? Apa yang kau pikirkan? Maksudku… …aku ingin makan mie buatanmu. Baik, aku mengerti. Buatkan A Meng juga. Iya. Jelek sekali jahitannya. Ternyata kau tidak serba bisa. Kau banyak aturan. Kau mengaturku… [Kau mengaturku, aku mengaturmu, banyak aturan!] ..karena mengaturmu. Banyak aturan!
Kau mengaturku, aku mengatur… Maaf, Nona Guan Xin. Jadi kau sangat yakin bahwa… …pria yang tertembak itu… …demi melindungi… …gadis yang diculik itu… …makanya tertembak? Iya. Waktu itu tidak tahu kenapa perampoknya… …bersikeras ingin menyandera gadis itu. Lalu pria itu berdiri… …dan tertembak. Lalu kau merekam dengan ponselmu… …itu karena… Karena tingkah pria itu…
…membuatku bersemangat. Dia membuatku berani… …untuk melakukan sesuatu. Makanya aku rekam dengan ponselku. [Perawat bodoh!!!] Tidak kusangka bisa ketahuan. Untung tiba-tiba ada ponsel… …yang muncul menolongku. Nona Guan Xin. Berani untuk maju itu hal yang baik. Tapi kondisi saat itu sangat berbahaya. Kedepannya sebelum melakukan sesuatu pikirkan dulu. Aku mengerti. Oh ya! Wakil ketua Song.
Ponsel yang tiba-tiba muncul itu… …dilempar oleh pria itu? Iya. Menurut hasil rekaman… …kemungkinan besar dilempar Lin Yi. Tapi… Jadi pria itu penolongku. [Keadilan.] Tapi… Sebelum semua diperiksa lebih jelas… …dia juga salah satu tersangka. Jangan ambil tindakan apa pun dulu. Tindakan apa? Jangan merasa… …bahwa dia pahlawannya. [Sama sekali tidak mendengarkannya!]
Dan kasus ini jika tidak ada dia… …mungkin semua perampok… …sudah tertangkap olehku. Baik. Terima kasih kerja samanya. [Keadilan.] Suster, permisi. Aku mau ganti obat. Kenapa kau di sini? Pahlawanku! Lin Yi. Nona, apa kita saling kenal? [Cuplikan episode berikutnya.] Akan berusaha kukabulkan keinginan A Meng. Misinya di dalam kamar Lin Yi. Mudah, tapi…
Kenapa senjata tersembunyi bisa melukai orang? Bagaimana cara berterima kasih pada Lin Yi? Pahlawanku. Akhirnya kau mengakuinya! Benar, aku mengakuinya. Ketua Yang, aku…