Mr. Bodyguard | EP3 【INDO SUB】Hari Sekolah | iQIYI Indonesia

[Diadaptasi dari novel “Mr. Bodyguard”] Mr. Bodyguard [Episode 3] [Pagi hari sebelum Chu Mengyao mendapat bahaya.] Televisi ini berukuran 60 inch. Terlihat sangat keren. Wah, televisi kabel. Ada begitu banyak saluran. Keren sekali. Astaga, apa ini? Saluran untuk orang dewasa. Wah, bisa menonton dengan layar besar. Tidak tahu apakah ada versi 3D. Sangat lelah.

A Meng menggangguku semalaman. Sekarang dia baru tidur. Kau kenapa bangun pagi sekali? Kau sedang apa di sini? Tidak. Aku tidak bisa tidur dan terbangun. Hei, Lin Yi. Aku lapar. Buatkan aku semangkok mie. Aku memasak mie? Benar. Kau. Cepat! Aku lapar. Hei, aku diutus Tuan Chu… …untuk melindungi Nona Chu. Untuk menemani dia belajar.

Bukan jadi pembantu. Sama saja. Jaman dulu yang menemani belajar adalah asisten. Asisten itu pembantu. Levelnya hanya lebih… …tinggi sedikit dari pembantu. [Apa!] Cepat sana! Hei! Lin Yi! Kau kenapa nonton ini? [Ampun, aku hanya selembar tisu.] Apa itu? Kau jangan salah paham. Aku baru datang… …belum terbiasa dengan cuaca di sini.

Sedikit flu. Untuk buang ingus. Kalau tidak percaya lihat sendiri. Singkirkan. Aku tidak mau lihat hal menjijikan seperti itu. Sudah dibilang itu bukan… Lin Yi, brengsek! Aku harus bilang apa agar kau percaya. Baik, sekarang aku tidak ingin makan mie. Buatkan aku sarapan. Kenapa? Karena aku tahu aibmu. Kalau kau tidak mau…

…aku akan bilang ke Paman Chu. Kau menonton televisi sambil itu. Membuatku dan A Meng terkejut. Itu apa itu. Aku tidak mau tahu! Kau cepat buatkan aku sarapan. Kau mau makan apa? Apa saja. Aku juga tidak tahu ada apa di dapur. Coba lihat saja [Air liurnya sudah mau menetes.] Cepat! Iya, iya.

Hei, kenapa berjalan seperti udang? Bejat! Dia pikir siapa dia. Duduk tenang di depanku. Hei, tuangkan air untukku. Tidak mau. Paman Chu. Tuangkan tidak? Apa itu? Xiao Shu, kau makan apa? Kenapa tidak mengajakku? Itu sudah dimakan Lin Yi. Kau lihat apa? Tidak. Enak tidak? Iya, enak! Ini airnya. Hei, sedang apa kau?

Aku tidak nafsu makan kalau kau berdiri di sini. Pergi sana. Makanan yang sudah aku makan dihabiskan… …apanya yang tidak nafsu makan. A Meng! Kau berciuman tidak langsung dengan si mesum! Air! Secepat itu sudah hamil? Ibu bilang berciuman tidak akan hamil. Hamil darimana? Kau mau apa? Berciuman tidak langsung. Kau juga dapat bagian. Lapor…

Sayang, kau hebat. Benar-benar hebat. Lagi, ya. Sekali lagi! Tidak bisa, aku harus rapat. Lain kali saja. Sepertinya sekarang bukan saat yang tepat. Xiao Fengfeng, kau tadi hebat sekali. Bagaimana, ya. Aku sering… …melatih tubuhku Xiao Fengfeng kau sangat niat. Kalau begitu, penilaian guru kali ini… …apakah aku bisa lulus? Lulus dengan nilai tertinggi.

Sudah. Pergi mengajar dulu. Baik, tolong dibantu, ya. Ada apa? Aku ingin memberi dokumen masuk kampus. Oh, dokumen masuk kampus. Apakah guru pembimbing ada? Guru pembimbing… …ada di dalam. Guru pembimbing. Ada apa, ada perlu apa? Aku Lin Yi, kesini untuk pendaftaran. Lin Yi, aku tahu. Jajaran direktur sudah memberitahuku.

Tidak ada masalah, kau bisa pergi. Terima kasih. Sebentar. Iya, guru pembimbing? Itu. Berapa lama kau berdiri di luar? Tidak dengar apa-apa, kan? Aku baru saja sampai. Kalau begitu… Guru pembimbing… …aku tidak dengar apa pun. Hanya saja.. …aku tahu kau sering… …melatih tubuhmu. Aku tahu semuanya. Namamu Lin, betul? Iya.

Murid pindahan biasanya merasa sulit. Kalau ada masalah… …cari aku saja. Ini kartu namaku. Baik. Aku hanya ingin pastikan… …kau tidak dengar apa-apa, betul? Tentu saja. Terima kasih, guru pembimbing. Pembimbing Xiao Fengfeng. Anak-anak… …hari ini ada teman baru yang masuk. Murid baru, tolong perkenalkan diri. Namaku Lin Yi. L-I-N Y-I. Mohon bantuan semuanya!

Beri tepuk tangan untuk murid baru. Baiklah, Lin Yi. Kau cari sendiri tempat dudukmu. Baik. Anak-anak buka buku catatan kalian. [TIDAK.] [Kau berani?] Pagi. Sebentar. Kenapa? Penguntit Mulai hari ini setiap makan… …aku dan Xiao Shu akan makan dulu. Kau boleh makan setelah kita selesai makan. Selain itu, perlu aku jelaskan padamu…

…peraturan di rumah ini. [Peraturan pertama pengawal keluarga Chu.] Pertama. Tidak boleh beritahu siapa pun di kampus… …tentang hubungan kita. Kita tidak saling kenal. Tidak masalah. [Peraturan kedua pengawal keluarga Chu.] Kedua. Mulai hari ini, jika ingin… …mengikuti kami di tempat umum. Tolong jaga jarak minimal lima meter. Tidak! Sepuluh meter! Semakin jauh semakin baik.

Bagaimana saat kondisi mendesak? Apa maksudnya? Misal kau menginjak kotoran anjing. Lalu ditabrak mobil truk. Setelah itu ditembak dengan senapan. Kau saja yang diinjak Godzilla… …dan dikubur pakai kotoran Godzilla. Tidak jelas! [Peraturan ketiga pengawal keluarga Chu.] Ketiga. A Meng selalu diganggu… …beberapa lalat di kampus. Kemana pun kami pergi selalu diikuti.

Mereka tidak bisa diusir. Jika kau berhasil mengusir mereka… …mungkin A Meng akan… …mengakui kau pengawalnya. Tidak masalah. Kemarin kita membahas… …tentang aset dan hutang. Siapa yang ingat apa itu aset? Trik anak kecil. Menyedihkan. [Ah!!] Apakah aku menginjak kakimu? Maaf. Kau tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Cepat duduk.

Baik. Aset itu sumber daya ekonomi. Dia memberi keuntungan bagi perusahaan. Yang lupa cepat dicatat. Xiao Yi, cepat ikut aku. Xiao Yi, cepat ikut aku. Cepat! Ada apa? Xiao Yi. Kau sembunyi dulu di sini. Jangan kembali ke kelas. Nanti setelah bel… …kau langsung pulang. Nanti aku bantu kau urus cuti sekolah.

Kenapa harus cuti sekolah? Kau tadi bukannya tidak sengaja… …menginjak kaki Zhang Naipao? Kau tahu siapa dia? Dia teman Tuan muda ketiga! Mereka pasti akan cari masalah denganmu. Oh ya? Lalu? Dengar. Cari masalah dengan orang-orang jahat itu… …memikirkannya saja aku takut. [Seram sekali!] Pokoknya dengarkan aku. Cepat bersembunyi lalu pulang.

Kak Bo, terima kasih sudah memberitahuku. Nanti aku akan butuh bantuanmu lagi. Ternyata kau di sini, orang kampung. Baru saja aku heran susah sekali… …cari seekor tikus kecil. Xiao Yi, aku harus ke kamar mandi. Aku pergi dulu. Jaga diri baik-baik. Kak Bo. Tunggu aku! Aku juga mau ke kamar mandi. Orang kampung.

Ke kamar mandi bersamaku saja. Tapi aku jadi tidak enak. Begitu banyak yang menemaniku. Kak Liang, orang kampung ini sangat bodoh… …atau hanya berpura-pura? Tidak sadar ada bahaya sama sekali. Tidak peduli benar bodoh atau pura- pura. Memangnya ada pengaruh apa ke kita? Tidak ada. A Meng! Kenapa? Benar dugaanku. Zhong Pinliang mau menghabisi…

…si penguntit di kamar mandi. Sekarang si penguntit… …pasti kesusahan Ayo, kita bisa menyaksikan permainan bagus! Xiao Shu, kita ke kamar mandi pria? Sepertinya tidak baik. A Meng, si penguntit… …sudah banyak merugikanmu. Kalau tidak lihat… …dia dihabisi orang lain… …bagaimana menghapuskan dendammu? Lagipula dia itu pengawalmu. Setidaknya kau harus tahu… …bagaimana dia mati.

Apa pesan terakhirmu? Pesan terakhir? Aku hanya ingin buang air kecil. Berhenti. Baik. Aku kabulkan permintaanmu. Silakan buang air kecil. Ini air kecil terakhir di hidupmu. Cepat! Setelah itu kita akan menghabisimu. Xiao Shu, kenapa tidak ada suara, ya? Mungkin belum mulai. Menurutmu… …ada banyak yang menghabisinya… …pasti sangat kesakitan, kan? Pasti sangat kesakitan!

Si penguntit pantas mendapatkannya. Cepat, kita intip sebentar. Ayo, cepat. Sudah mau mati… …masih saja mengulur waktu. Maaf. Aku sedikit gugup. Aku tidak pernah ditemani… …sebanyak ini di kamar mandi. Ayo, cepat! Cepat! Lama sekali! Apakah jurus siramku… …ada kemajuan atau tidak. Buang air setetes, ya? Orang tua? [Jurus Siram!] Jurus siram!

Xiao Shu, ini semua karena kau… …aku melihat yang tidak seharusnya kulihat! Seluruh tubuh pun ikut tersiram. Mana aku tahu. Mana ada orang buang air seperti itu. [Jurus Siram jurus dewa kah? Disiram!! Jorok sekali!! Tidak boleh kerjai teman seperti itu Membalas kejahatan dengan kejahatan. Ah! Dewi Idamanku.]

[Pertama kali melihat ada orang ke toilet seperti itu…] Pokoknya aku tidak mau bertemu siapa pun. A Meng! Bau sekali! Semuanya air pipis. Angin dingin datang bertiup. [Feng Xiaoxiao merasa dingin, ketika pahlawan pergi, dia tidak kembali.] Ketika pahlawan pergi, dia tidak kembali. Menarik sekali. Tolong bantu aku periksa. Baik, bos. Baby, selanjutnya…

…di kampus akan sangat menarik. Zhong Pinliang benar-benar… …punya otak tapi tidak dipakai. Lagi-lagi energi kuat kemarin. Sial, kenapa pakai payung di pagi hari? Aneh! Dasar banci! Dia lagi. Sudah aku ingatkan. Hari ini jangan sampai bertemu lagi. Jika tidak, kuhajar setiap bertemu. Mati saja kau! Masih bergerak. Aneh. Dia jelas-jelas memiliki kekuatan.

Kenapa tidak membalasnya? Kalau terus begini, dia bisa mati. Tapi kalau aku membantunya… …nanti akan susah melaksanakan misi di sini. Harus bagaimana. Teman, kau tidak apa-apa? Kenapa mereka mengusikmu lagi? Jangan ikut campur. Kau bilang apa? Kalau dibalas tidak ada habisnya. Aku cukup dihajar beberapa kali lalu selesai. Kenapa dia menyembunyikan kekuatan seperti itu?

Halo, bos. Iya, kami terus perhatikan. Baik, mengerti. Pemirsa. Sekarang saya berada di depan Bank Song Shan… …di kota Song Shan. Tadi telah terjadi… …perampokan di bank. Menurut polisi khusus… …ada lima perampok. Sekarang ada puluhan sandera… …masih di dalam bank. [30 menit sebelum peristiwa terjadi.] Hei, siapa yang mengijinkanmu mengikuti kami?

Bukankah sudah dibilang jaga jarak sepuluh meter? [Peraturan ketiga pengawal keluarga Chu. Jaga jarak sepuluh meter.] Karena aku murid di Song Shan juga. Jadi menurut aturan… …aku juga harus membuat… …kartu sekolah baru. Bos, sudah dipastikan… …tidak bawa pengawal. Ada sesuatu. Kau mau apa. Cepat pergi dari sini. Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Dasar mesum…

…kenapa pegang-pegang aku. Iya. Siapa kamu? Kenapa pegang tanganku? Percaya denganku. Ikuti aku. Aku tidak akan melakukan apa-apa. Kalian bukan tipeku. Apa? Aku bukan tipemu? Semuanya jangan bergerak! Terlambat. Tidak ada yang boleh bergerak! Jangan bergerak! Matikan sirenenya! Tangan di kepala. Berjongkok! Tangan di kepala. Berjongkok! Cepat! Tangan di kepala! Cepat! Cepat, jongkok!

Jangan melakukan hal ceroboh. Lihat aku! Peluru tidak punya mata. Ada apa ini. Jongkok yang benar! A Meng, aku sangat takut. Xiao Shu, jangan takut. Aku akan melindungimu. Jangan bergerak! Kalian berdua jangan takut. Aku akan melindungi kalian. Cepat masukan uangnya. Tidak bisa membantu, ya? Gerak yang cepat! Jangan gemetar! Sial! Jangan mengulur waktu!

Jalankan sesuai rencana. Kau. Berdiri. Cantik juga kau. Aku memanggilmu, nona cantik. Lanjut! Wakil ketua semakin lama semakin hebat. Benar-benar di luar dugaan. Dia sama sekali tidak seperti wanita. Lanjutkan. Ayo! Fokus. Maaf, wakil ketua. Lihat apa? Sedang apa? Berdiri! Cepat! Wakil ketua Song Ada apa lagi? Ada yang merampok bank.

Berani merampok di kota Song Shan? [Song Lingshan, wanita kuat yang membuat bawahan ketakutan.] Ayo pergi! [18 menit sebelum Chu Mengyao terkena peristiwa berbahaya.] Cepat! Sial! Harusnya bawa kantong lebih banyak. Sudah, sudah. Sudah, jongkok yang benar! Bos. Sudah beres semua. Kelompok perampok ini sangat aneh. Mau merampok tapi hanya bawa sedikit kantong.

Kelihatannya sudah direncanakan… …tapi ada banyak kekurangan. Apa yang mereka tunggu? Iya, direktur. Nona ada di dalam. Harus bagaimana ini. Iya, Lin Yi ada di dalam juga. Benar. Iya, iya. Polisi sudah datang. Baik, akan aku laporkan lagi situasinya. Bagaimana situasi sekarang? Lapor, wakil ketua Song. Menurut saksi mata… …ada lima perampok.

Wajah mereka tertutup. Tidak dapat dikenali. Jumlah warga dan pegawai di dalam… …yang menjadi sandera… …sedang kita pastikan. Tadi juga ada suara tembakan. Minggir! Orang yang di dalam, dengarkan aku! Aku dari Song… Orang yang di dalam, dengarkan aku! Aku dari Song… Cepat! Sudah. Wakil ketua. Orang yang di dalam, dengarkan aku!

Aku wakil ketua tim polisi khusus kota Song Shan… …Song Lingshan. Kalian sudah dikepung! Segera lepaskan senjata… …dan menyerah. Segera lepaskan senjata kalian. Menyerahlah! Aku tidak peduli lagi. Pokoknya jika kalian berani melukai… …warga kota Song Shan… …mati kalian. Aku, Song Lingshan, tidak akan… …mengampuni kalian. Bos. Di luar ada gadis cantik dan seksi…

…bilang mau menghabisi kita. Sandera di tangan kita… …siapa yang akan dihabisi. Wanita galak seperti itu… …pasti kehidupan seksnya tidak bahagia. Sandera di tangan kami. Siapa yang akan dihabisi? Wanita galak seperti kau… …pasti kehidupan seksnya tidak bahagia. Siapa yang kehidupan seksnya tidak bahagia? Kau saja yang kehidupan seksnya tidak bahagia! Pacarku disebut ‘Raja Elang’.

Shuangwaiwai saja memintanya jadi bintang iklan. [Ada apa memanggilku?] Kehidupan seksku sangat bahagia! Nama pacar wakil ketua Song ‘Raja Elang’? Jangan ditanya, sangat menyeramkan! Iya, iya. Jangan sampai dikalahkan. Harus bisa membalas. Baik. Kau. Berdiri. Cantik juga kau. Aku memanggilmu, nona cantik. Aku sebenarnya tidak cantik. Pahaku lumayan besar. Brengsek. Sudah berdiri saja!

Aku saja yang jadi sandera kalian. Payah hanya bisa mengganggu seorang gadis. Betul bukan? Memangnya aku memanggilmu? Kau kira kau siapa? Orang kampung. Kakak… …kau tidak bisa bicara seperti itu. Tidak boleh menilai orang dari fisik. Kau mana boleh… [Cuplikan episode berikutnya.] Turun. Siapa yang menyuruh kalian? Kami tidak tahu. Kami melakukan karena dibayar.

Lin Yi, kau kenapa? Jangan menakutiku, Lin Yi! Kalian menggagalkan rencana? Permisi, pasien yang di sini kemana? Tadi sudah diantar ke ruang jenazah.