Lost In The KunLun Mountains | EP2 | Luo Yunsong ingin Ding Yunqi keluar | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Lost in the Kunlun Mountains] [Episode 2] Benda itu yang sangat bagus. Membuatku sangat bersemangat. Kamu. Apa kamu bisa pergi ke Jianghu dan membeli barang itu untukku? Menangkap dan menyerang. Baik. ♫ Wajah yang memukau ♫ ♫ Penampilan yang santai ♫ Dia menunjukkan jalan, bagus. Potong tiang benderanya!

♫ Darah yang menyelimuti dunia ♫ ♫ Menampilkan pakaian santai berwarna putih ♫ ♫ Berkilau ♫ ♫ Masih ada hal lain apa yang tak bisa kita lalui bersama ♫ ♫ Apa ada yang berani menghalangi? ♫ ♫ Pertempuran sengit hanya hal kecil saja ♫ ♫ Melewati api dan air, hanya melatih kaki ♫

♫ Berkilau ♫ Yunqi, sudah. Ayo pergi. Pak Tua Zhou! Kita selesaikan di lain waktu! [Menara Gu] Kita harus bergegas! Mungkin saja Ding Yuanshan ada di dekat sini. Baik. Aku juga pergi. Yunqi seorang diri mampu menghancurkan formasi milik Zhou Qiuhai. Tak heran dia adalah Pejabat Surgawi. Apakah jalan di sekitar sini sudah diatur semuanya?

Semuanya sudah dijaga oleh kami sesuai dengan perintah Anda. Kepala Polisi. Perlukah saya ikut? Kak… Bagaimana jika aku yang pergi? Masalah kecil seperti ini biar aku yang urus. Kamu sudah melihat jelas orangnya? Sangat jelas. Wanita itu… Wanita dan pria itu terlalu berpengalaman. Sanggupkah kamu ikuti? Tentu. Pasti bisa kukejar! Aku bilang ikuti, bukan kejar.

Aku ikuti, ikuti. Pergilah. Baik. – Ayo jalan. – Hati-hati. Melihat situasi ini, sepertinya Ding Yuanshan tidak akan muncul malam ini. Tapi, Ding Yunqi tidak bisa kabur dari penglihatan Zhou Qiuhai. Kita tunggu saja. Zhou Qiuhai yang memancing. Kita yang menangkap. Tidak ada yang bisa kabur satu pun. Waktunya hampir tiba. Fengling akan segera kembali.

Ikut aku kembali untuk bersiap-siap. Sudah ada yang menjemputnya. Bagaimana dengan guru pembuat ronde? Sudah tiba di kediaman? Sudah menunggu di kediaman dari tadi. Semua bahan untuk ronde sudah disiapkan. Dipastikan nona dapat menikmati ronde paling segar begitu tiba. Ayo pergi. Semuanya kembali! Bagaimana? Bisa kutahan. Yunqi. Ini pemberian ayahmu. Jaga baik-baik, itu sangat penting.

Apa ini? Tidak bisa kujelaskan sekarang. Kita pergi dulu dari sini. Ayo. Polisi! Berhenti! Berhenti! Ada yang mengikuti kita. – Polisi dari mana? – Jangan lari! Untuk apa polisi mengejar kita? Untuk menangkapku. Ayo lari. Kakak Ketiga. Hati-hati. Untuk apa sampai begini? Anak ini tampangmu boleh juga. Baju putih yang kamu pakai,

Bukankah susah dicuci? Lalu jurus menebar daunmu lumayan juga. Ajarkan aku caranya. Itu warisan, ingin belajar? Jadilah anakku, kuajari kamu. Kamu ini… pandai berbicara juga. Sebagai orang Jianghu, tidak baik jika hanya mengandalkan mulut. Bagaimana kalau… kita bertarung? Kak Hua, kita harus bagaimana? Kenapa ada banyak polisi begini? Kita lihat dulu. Lihat apanya? Harus menolongnya!

Kamu ingin membiarkan Ding Yunqi pergi lagi, ‘kan? Benar. Sudah, sudah. Kecilkan suara kalian, jangan sampai ketahuan. Kubuat perhitungan denganmu nanti. Akan kutunggu. Sudahlah. Tunggu, tunggu. Bukan. Itu… Maksudku, ini hujan. Jika bajumu basah dan kotor, bukankah akan jelek? Itu. Begini saja. Kami ikat kamu. Sini. Ikat dia dan bawa kembali. Baik.

Yang ingin kamu tangkap adalah aku. Lepaskan dia, aku ikut denganmu. Anak bodoh. Sejak kapan aku harus menurutimu? Kamu menyuruhku melepaskan, maka akan kulepaskan? Tidak akan. Jika kamu menyuruhku melepaskannya, maka akan kubunuh. Baiklah, kami ikut denganmu. Bukankah begini lebih baik? Kenapa banyak omong kosong sekali. Ayo, ikat mereka. Adik Wu Shuang, bisakah kamu muncul?

Jangan jawab. Bagaimana kamu tahu aku ada di sini? Aku… Itu… Wanita berbaju merah. Itu… Adik Wu Shuang… Nama ini sangat bagus. Kecantikan yang tidak ada duanya. Aku sudah bertemu dengan banyak gadis. Kamu memang tidak ada duanya. Izinkan aku bertanya. Bertanya di depan banyak orang begini sedikit memalukan. Apakah kamu sudah menikah? Jika belum,

Bolehkah aku melamarmu? Dasar anak kecil, berani juga kamu. Memangnya kamu siapa? Aku adalah Luo Jiutian. – Luo Jiutian yang diambil dari hari munculnya bima sakti. – Luo Jiutian? Tapi, sudah muncul dua puluh tahun yang lalu. Pantas saja kamu begitu menjengkelkan. Pasti kamu jatuh dari langit, ‘kan? Terima kasih karena kalian sudah tertawa.

Wu Shuang. Apa kamu berani turun ke sini? Untuk apa takut? Berbahaya, jangan pergi. Aku akan pergi. Wu Shuang, aku punya satu permintaan. Tidak perlu sopan begitu. Bantu aku menjaga barang ini. Aku akan kembali mengambilnya nanti. Ini… Jangan-jangan ini yang ada dalam legenda… Pokoknya, sangat penting. Baik. Kubantu kamu. Yunqi! Terima kasih.

Aku tinggal di Gang Shunxin dekat Bank Taiyi. Aku pamit dulu. Tunggu sebentar. Itu, Nona… Jika kamu tidak keberatan, bisakah luangkan waktu sebentar untukku? Aku ingin mengenalmu. Itu… Kamu mudah untuk turun, tapi akan sulit untuk naik. Tidak sesulit itu. Bagus sekali! Benarkah? Awasi dua orang ini. Awasi! Ayo pergi. Tuan, kamu baik-baik saja?

Asap ini membuatku batuk saja. Di mana mereka? Cari mereka! – Mereka kabur! – Cepat cari mereka! Kejar mereka! Di sini! Wanita itu bilang dia tinggal di mana? Di Bank Taiyi, ‘kan? Tuan. Mereka hilang begini, bagaimana aku menjelaskannya nanti? Biao Zi, kenapa kamu tidak menjemputku? Supir hari ini bodoh sekali, aku sampai pusing.

Aku mengurus sesuatu bersama Kepala Polisi, baru saja kembali. Di mana kakakku? Kakakmu ada di sini. [Kantor Komisaris Nyonya, Chu Fengling] Kak! Apa kamu merindukanku? – Rindu. – Sungguh rindu? Kakak juga sangat merindukanmu. Kenapa kamu tambah kurus? Apa lelah? Lelah. Setiap hari menemani Nyonya pergi ke beberapa tempat. Kakiku sampai mau patah.

Benarkah? Pergi ke mana saja? Tentu saja bekerja, tidak ada waktu untuk bermain-main. Apakah perempuan butuh bekerja? Kak, wangi apa ini? Apa makanan favoritmu? Ronde! Benar, ayo sini. Ini masih panas. Hati-hati. Cobalah. Wanginya. Aku bahkan berkata pada Hei Gu saat perjalanan, kubilang besok ingin makan ronde. Tidak menyangka saat pulang sungguh ada. Enak?

Kalau enak, akan kubelikan setiap hari. Kakak Ketiga, bagaimana keadaanmu? Tidak masalah, aku kuat. Oh iya, Yunqi. Bergegaslah ke Penginapan Xinyu di dekat stasiun. Carilah orang bernama Yang Aiwu. Katakan kamu adalah burung di padang rumput, datang untuk mengambil barang. Kalau begitu, aku pergi. Sebenarnya di mana ayahku sekarang? Bagaimana keadaannya? Tidak tahu.

Siapa yang tahu keberadaan Tuan Ding? Tulang Naga itu dikirim oleh orang lain setengah tahun yang lalu. Aku dan Tuan Ding tidak bertemu sama sekali. Jadi, dia sekarang pasti masih hidup? Tentu saja. Lihat saja, Zhou Qiuhai dan polisi begitu berusaha mencarinya. Dia pasti masih hidup. Salahmu mengejar! Salahmu mengejar! Aku menyuruhmu mengikuti dia.

Apa aku menyuruhmu menghadang mereka di tengah jalan? Apakah menghadangnya? Salahmu mengejarnya! Mengejar! – Kak! – Salahmu mengejarnya! Kak. Kak. Kak… Kak… Bagaimanapun juga… Apa? Aku menggantikan ayah angkat untuk mendidiknya. Bagaimana ayah angkat memukulnya dulu, aku juga akan memukulnya begitu. Ayahku bahkan tidak memukulku begitu kejam. Kakak kedua, dia sudah tahu salah.

Dia sudah tahu salah. Tuan. Pelan-pelan. Awas, sakit sekali. Bukan orang. Kamu sudah memukulnya. Redakan amarahmu. Bagaimanapun juga, kakak kedua bukan saudara kandung kita. Kamu… Siapa yang bilang? Ayah angkat memperlakukan kita semua seperti anak kandungnya. Aku juga menganggapnya sebagai saudara kandung. Dia biasanya memang tidak serius. Sekarang ada kesempatan untuk berlatih.

Tapi, hal kecil begini saja tidak mampu. Bagaimana nantinya? Keadaannya rumit, kakak kedua… Kakak kedua, kamu juga tahu. Kak, sudah jangan marah lagi. Tenangkan dirimu. Ding Yunqi ini begitu berani. Sudah melakukan kesalahan apa? Kamu katakan padaku. Kak. Kak… Kak… Ayah dari Ding Yunqi ini adalah Pejabat Surgawi Kunlun dari Aliran Wumen. Aliran Wumen?

Aliran Wumen adalah salah satu doktrin dari Jiang Hu. Didirikan pada saat Dinasti Song Utara. Mereka hanya mencuri makam para kaisar. Jadi, mereka juga dikenal sebagai Aliran Wumen Pencari Naga. Sedangkan Ketua dari Aliran Wumen ini adalah Pejabat Surgawi Kunlun. Kunlun? Ayah Ding Yunqi, Ding Yuanshan adalah Ketua Pejabat Surgawi Kunlun yang sekarang.

Bagaimana dengan keempat aliran lainnya? Menurut yang kudengar, dalam beberapa ratus tahun ini, Wumen tidak lagi mencuri. Mereka beralih ke pekerjaan lain. Zhou Qiuhai dari Aliran Faqiu membuka bank. Faqiu? Aliran Mojin membuka biro keamanan. Tersisa aliran Xieling dan Banshan yang tidak ada jejak. Lalu, apa yang dilakukan Pejabat Surgawi Kunlun Ding Yuanshan sekarang?

Rumornya dia belajar arkeologi. Menurutmu apa yang dia pelajari? Bukankah sama saja dengan mempelajari barang-barang di dalam kuburan? [Bank Taiyi] Yang dicuri oleh Zhou Qiuhai adalah Tulang Naga palsu. Sebenarnya, apa kegunaan Tulang Naga itu? Tulang Naga itu adalah pusaka keluargamu. Totalnya ada dua buah. Katanya, harus disatukan baru berguna. Tapi, apa kegunaannya,

Orang luar seperti kami tidak tahu. Bagaimana dengan Gunung Kunlun? Gunung Kunlun… Gunung Kunlun lebih luar biasa. Gunung Kunlun adalah dasar Aliran Wumen. Di dalamnya berisi pusaka Aliran Wumen yang berusia ribuan tahun. Selama ini selalu dijaga oleh Pejabat Surgawi Kunlun. Untuk letak detailnya, hanya keluarga kalian yang tahu. Saudaramu yang ada di Shanghai

Sudah melihat pengumumanmu di surat kabar. Aku tahu. Insiden kamu tenggelam saat berusia delapan tahun, ayahmu pernah memberitahuku. Di dekat dermaga. Aku langsung kemari. Demi keamanan, aku hanya membawa surat dan satu buah tulang. Sisanya kuserahkan pada saudaramu di Shanghai. Dengan begitu, tidak peduli apa yang terjadi, Zhou Qiuhai hanya akan mendapat satu tulang.

Tidak ada gunanya. Kakak Ketiga. Apakah kamu tahu siapa yang melempar bom asap? Tidak tahu. Menurutmu, apa mungkin ayahku? Tidak mungkin. Jika itu ayahmu, dia akan menghabisi semuanya. Lagi pula, jika ayahmu ada di sini, dia pasti akan menemui kita. [Bank Taiyi] Semuanya sudah diatur. Semuanya sudah di posisi sejak subuh. Bagaimana dengan Xue Dingfeng?

Jawab! Sudah siap. Aku memukulmu kemarin agar kamu bekerja dengan baik hari ini. Paham? Aku tahu. Kakak kedua. Kamu harus mendapatkan barang itu hari ini. Apa maksudmu? Barang yang Ding Yunqi berikan pada Wu Shuang kemarin. Beri tahu lebih awal. Aku pasti sudah mendapatkannya jika kamu beri tahu. Itu, hari ini pasti lancar. Tenang saja.

Kak, bagaimana kalau aku juga ikut? Kamu tunggu saja di rumah. Atau pergi menonton film dengan Hei Gu. Berhenti. Tunggu. Tidak ada belas kasihan sama sekali. Bantu aku mengambil baju. Pengertian sedikit. Jaga rumah ya. Hati-hati. Tidak apa, hanya luka luar. Masih berani tertawa? Tertawalah maka akan kulamar kamu. Tahan… tahan. Tahan maka tidak sakit.

Nyonya, aku Fengling. Masalah Gunung Kunlun, apa kamu pernah mendengarnya? Pegang baik-baik. Pergilah. Baik. [Murid Mojin Aliran Wumen, Yang Aiwu] Mana orang yang kusuruh kamu cari? Dia menunggu di bawah. Dia tidak tenang jadi mengantarku. Baiklah. Tongkat Li Huolong. Senjata Pejabat Surgawi. Tulang Naga Xueshan. Ini adalah pusaka Keluarga Ding kalian. [Bank Taiyi] Polisi.

Apa yang kalian lakukan? – Polisi! – Sudah tutup, pergi! – Ayo, ayo! – Keluar! Keluar! Keluar! Cepat. Jalan. – Cepat! – Kalian sedang apa? Minggir! Menepi. Menepi. Minggir! Kembali! – Kembali! – Ikut aku, cepat! [Bank Taiyi] Jadi, suruhanmu membocorkan rahasia. Orang yang ditunggu Zhou Qiuhai di dermaga adalah kamu,

Bukan aku. Yunqi. Formasi Zhou Qiuhai adalah untuk menangkapku. Mereka bilang mau mengembalikan nama baik keluarga. Aku tidak peduli. Kamu menemuiku setelah melihat pengumuman. Zhou Qiuhai mengawasimu dan menyergapku di dermaga. Para polisi mengawasi Zhou Qiuhai. Sekaligus mengetahui tentangku. Mereka ingin memanfaatkanku untuk menemukan ayahku. Benar, begitu. Sebenarnya, kamu, ayahmu, aku dan polisi,

Berada dalam satu pihak. [Misteri Hilangnya Ding Yuanshan, Kunci Rahasia Tulang Naga, Tulang Naga, Perampokan Makam!] [Polisi, Sun Sanxuan, Zhou Qiuhai, memantau Ding Yunqi] [Serangan Palsu Membuat Ding Yuanshan Lengser, Tolong!] [Wu Shuang, Tiba-Tiba Terlibat, Teman atau Musuh?] Dia adalah orang licik yang tidak tahu bahwa ada orang licik lain di belakangnya. Tidak disangka.

Pengumuman ini menarik banyak orang. Kamu terseret di tengah-tengah. Kamu harus hati-hati. Aku merasa yang paling mendesak adalah segera menemukan ayahku. Yunqi. Kenapa kamu menyerahkan Tulang Naga kepada Wu Shuang? Memangnya kenapa? Aku tidak bisa mempercayai seseorang yang menebas kapak di dadaku. Terlebih lagi seorang wanita. Gurunya juga adalah Zhou Qiuhai. Aku percaya Wu Shuang.

Ini… Pak. Ini adalah Kepala Kepolisian Shanghai, Luo Yunsong. Jenderal. Senang bertemu denganmu, Jenderal. Saya tidak tahu Jenderal ada di sini, ada perlu apa? Tuan Zhou. Mari duduk dan berbicara. Silakan. Baik, baik. Maksud kedatanganku hari ini adalah ingin membahas bisnis dengan Anda. Membahas bisnis? Jika membahas bisnis, para prajurit ini… Keluar. Kalian ingin bergabung?

Keluar. Sudah lihat? Sudah. Apa yang kamu lihat? Lantai dua… Apa kamu melihat seberapa sakitnya aku? Pantatku. Saat aku dipukul, kamu malah menahanku. Apa kamu punya hati? Berbelaskasihanlah sedikit. Aku berdiri di sampingmu bahkan merasa tidak sudi. Jenderal. Mohon pencerahannya. Kemarin, Sun Dashuai secara terbuka merampok dan menghancurkan makam kaisar dengan bantuan perampok makam.

Publik murka. Pemerintah mengeluarkan keputusan khusus untuk membersihkan para perampok makam. Begitu ditemukan, langsung dieksekusi di tempat. Para pencuri makam benar-benar… Sungguh kejam. Tapi, aku tidak tahu ada hubungan apa denganku yang membuka bisnis bank? Jika Tuan Zhou benar-benar menjalankan bisnis bank, bagaimana aku harus memanggilmu? Manajer Zhou atau Master Zhou? Kalau kupanggil Manajer Zhou,

Aku takut salah panggil karena tidak mengenalmu. Jika kupanggil Master Zhou, ini akan menjadi urusan resmiku. Ada beberapa hal yang tidak bisa untuk tidak ditanya dan tidak diurus. Jadi, kami dalam posisi sulit. Beri tahu aku. Selanjutnya, bagaimana aku harus memanggilmu? Jenderal sungguh tahu semuanya. Tidak ada yang bisa kusembunyikan darimu. Baiklah.

Karena Anda sudah tahu identitasku, harusnya kamu tahu bahwa Aliran Wumen dan lainnya sudah lama tidak menggali makam. Hidup sendiri-sendiri. Tidak berurusan dengan Jianghu. Mengapa Master Zhou sampai datang jauh-jauh ke Shanghai untuk membersihkan nama baik? Baiklah, aku akan jujur. Aku mencari Aliran Mojin. Ingin mengurus masalah keluarga. Saya datang ke sini hari ini

Ingin membantumu mengurusnya. Badan ini. Sekali lihat langsung tahu bahwa kamu berlatih bela diri. Tidak perlu menatapku begitu. Ada desas-desus di Jianghu bahwa kalian sudah berhenti, ‘kan? Berbisnis, ‘kan? Kalau begitu, lakukan dengan baik. Aku bisa membahas banyak hal bisnis denganmu. Kita bisa punya masa depan. Pernah ke kuburan? Pernah bertemu hantu?

Saat kalian ke kuburan, apa benar bisa bertemu dengan sejenis Zongzi? Bukan, maksudku bukan bakcang. Tapi, yang tubuhnya berbulu. Mungkin kamu belum pernah lihat karena kamu masih muda. Yang di lehermu bagus juga. Dari dinasti mana? Apa dari dalam kuburan? Jika Anda kurang kerjaan, pikirkan saja apa yang harus dimasukkan ke kuburanmu sendiri. Omong kosong.

Sepertinya kamu tidak tahu aku siapa. Kamu akan segera tahu berapa harga dirimu. Aku juga tidak sudi berdiri denganmu. Tidak tahu diuntung. Huruf di atas kedua Tulang Naga ini berbeda. Benar. Huruf apa itu? Tidak ada yang tahu. Jika ada yang tahu, maka bukan rahasia. Yunqi. Tunggu sampai yang satunya kembali,

Kamu cari tahu artinya sendiri. Aku tidak tertarik dengan rahasia Wumen. Barang yang ayah suruh aku jaga, harus bisa kuambil kembali. Yunqi. Aku sudah berpikir, tugas utamamu saat ini adalah meneruskan jabatan. Untuk apa kamu memedulikan hal ini? Aku adalah bagian dari Wumen. Sudah seharusnya aku mengkhawatirkan Wumen. Aku tidak akan menjadi Pejabat Surgawi. Mengapa?

Ayahmu memberikan Tongkat Naga dan Tulang Naga padamu. Itulah maksudnya. Yunqi. Berjanji pada Ibu, saat kamu besar, jangan bergabung dengan Wumen. Jangan jadi Pejabat Surgawi. Baik. Ulangi lagi. Jangan bergabung dengan Wumen dan jangan jadi Pejabat Surgawi. Aku tahu ibuku sudah mati dan tidak bisa kembali. Aku samar-samar bisa menebak alasan kematiannya.

Para lelaki Pejabat Surgawi tidak boleh memiliki ibu. Ini adalah kutukan. Kakekmu, kakek buyutmu dan 26 pejabat keluarga Ding lainnya juga seperti itu. Kamu bahkan tidak bisa menjaga istri dan anakmu sendiri. Apa gunanya menjadi pejabat? Apakah itu namanya laki-laki? Menjadi pejabat adalah takdirmu. Terima saja. Akulah yang menentukan takdirku.

Lebih baik aku mati daripada bergabung dengan Wumen. Dengarkan aku. Perintahkan Zhou Qiuhai untuk mengembalikan Tulang Naga. Dia tidak bisa menolak. Selama kamu menggunakan Tongkat Naga, itu sudah berarti kamu menjadi penerus Pejabat Surgawi. Sudah kubilang, tidak. Mengapa? Lupakan saja, kamu tidak akan mengerti. Pokoknya, aku tidak mau. Yunqi, kamu akan mengecewakan ayahmu.

Enam tahun yang lalu sudah kukatakan dengan jelas. Dia mengerti maksudku. Kamu adalah putra dia satu-satunya. Apa… Apa buruknya menjadi pejabat? Apa buruknya? Di mata kalian, Wumen adalah segala-galanya. Namun, di mataku hanyalah rawa pemakan manusia. Tuan Ding. Anakmu sudah gila. Aku datang jauh-jauh ke Shanghai. Mengira bahwa kamu bisa meneruskan jabatan.

Aliran kami akan punya sandaran lagi. Tidak kusangka malah begini. Kalau begitu, untuk apa kamu mencari ayahmu lewat pengumuman? Untuk apa kamu kembali? Akan kucari Zhou Qiuhai untuk mendapatkan Tulang Naga kembali. Tongkat dan Tulang Naga, akan kukembalikan pada ayahmu. Lepaskan. Kamu meneruskan sebagai Pejabat Surgawi atau tidak? Tidak. Kalau begitu, ini bukan milikmu.

Akan kukembalikan pada Tuan Ding. Kamu pergi mencari Zhou Qiuhai sekarang, sama saja dengan memberinya secara gratis. Kalau begitu, bagaimana? Jika percaya, serahkan padaku. Meneruskan sebagai Pejabat Surgawi atau tidak, aku tetaplah putra Ding Yuanshan. Ini dua hal yang berbeda. Menurutku, ini adalah satu hal. Aku membenci Wumen, tapi tidak membenci ayahku. Dia adalah satu-satunya

Kerabatku di dunia ini. Dalam suratnya, Tuan Ding menyuruhku untuk menurutimu. Kamu istirahatlah di sini. Akan kubawa Tulang Naga kembali. Jika ada masalah lain, bahaslah saat aku kembali. Tentu saja. Aku bukanlah pejabat. Kamu boleh tidak menurutiku. Jenderal. Anda tidak berniat melepaskan kami? Salah. Jika aku tak berniat melepaskan Wumen, malam itu di dermaga

Pasti sudah kuhabisi. Yang kumau adalah Ding Yuanshan. Tidak ada Ding Yuanshan, Ding Yunqi juga tidak masalah. Dia harus menjadi milikku. Aku hanya peduli pada laporan. Sisanya, akan kuserahkan padamu untuk mengurusnya sendiri. Selama kamu tidak aneh-aneh, aku tidak akan menyulitkanmu. Kita harus bisa membedakan hal yang tak berhubungan. Anda lihat, bagaimana? Kedengarannya cukup bagus.

Tapi, Ding Yunqi tidak ada di sini. Dia tidak ada, tapi Wu Shuang ada. Aku ingin meminjam Nona Wu Shuang untuk membantuku. Wu Shuang bisa membantu apa? Jika ada Wu Shuang, Ding Yunqi akan muncul. Ternyata memanfaatkan Wu Shuang sebagai umpan untuk menangkap Ding Yunqi. Menangkap? Mengapa aku tidak terpikirkan ide ini?

Begini saja, Master Zhou. Selama Nona Wu Shuang bekerja sama dengan kita, tidak peduli Ding Yunqi muncul atau tidak, dia tetap akan kukembalikan besok. Bagaimana? Apa yang ingin Anda lakukan pada Ding Yunqi? Anda tidak perlu khawatir akan hal ini. Anda punya bisnis bank, tentu lebih pandai berhitung. Bagaimana? Satu orang

Untuk ditukar dengan seluruh Wumen. Anda tidak rugi, ‘kan? Jenderal. Tawaranmu ini sungguh bagus. Walaupun Ding Yunqi bukan bagian dari Wumen, tapi dia tetaplah penerus Keluarga Ding. Menggunakan Wu Shuang sebagai umpan untuk menangkap Keluarga Ding. Tawaran ini tidak bisa kuterima. Master Zhou. Sifat heroik memang sangat mulia. Saya sangat salut. Tapi, sayangnya

Sok menjadi pahlawan hanya akan membahayakan diri. Tidak berani menjadi pahlawan. Tapi demi reputasi Aliran Wumen, lebih baik berkorban demi keadilan.