The Heart of Genius | EP5 | Zhang Shuping merumuskan mekanisme eliminasi | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [The Heart of Genius] [Episode 5] Kenapa aku merasa kamu tidak fokus hari ini? Tidak. Aku terus menatapmu. Cantik. Lanjutkanlah. Ayo belajar bersamaku. Mari, mari, mari. Mari. Begini. Satu, dua, tiga. Dua, dua, tiga. Tiga, dua, tiga. Empat, dua, tiga. Lima, dua, tiga. Kita cocok sekali. Enam, dua, tiga.

Aku ingin kamu menjalani hidup seperti pada umumnya. Aku juga tahu, ini salah satu jenis kebahagiaan. Tapi, aku adalah ayahmu. Aku memahamimu. Aku takut kamu menyesal kelak. Lin tidak datang, sangat sedih, bukan? Selama dia datang untuk berfoto nanti, biarkan saja. Lagi pula, dia bukan ayah asliku. Kamu terus berpura-pura saja. Ayahmu tetap saja ayahmu.

Tetap adalah ayahmu di dunia mana pun. Ini namanya hubungan darah. Apa ini? Niat baik dari Lin. Apakah ini uang saku? Setebal ini? Setidaknya ini nilainya… Kamu terlalu banyak berpikir. Lalu, apa ini? [Buku Rahasia] Buku Rahasia? Astaga. Sungguh rahasia. Ayahmu sudah berniat baik. Murid-murid sekalian. Kita akan segera tiba

Di tempat tujuan pelatihan kali ini, Basis Oasis. Cantik sekali. Cantik sekali. Bawa barang bawaan sendiri. Jangan salah ambil. Hati-hati, pelan sedikit. Mari aku bantu. Terima kasih. Pei Zhi. Aku takut kamu tidak datang. Ayahku yang mengantarku. Berikan padaku. Bawa barang masing-masing. Lima Harimau sudah lengkap? Sudah. Sudah. Lihat tas mereka itu. Usang sekali.

Abaikan mereka. Dasar tidak bisa menerima kekalahan. Kita punya banyak waktu di pelatihan kali ini. Bersaing pelan-pelan. Lu Zhihao. Kamu yakin mau bergaul dengan mereka? Aku… Jia Bing sudah ke Jepang. Lu Zhihao adalah anggota cadangan Lima Harimau. Aku berjanji membawanya. Lu, aku sudah mengingatkanmu. Kamu akan menyesal. Di Dunia Stroberi,

Zhang Liang mengeluarkannya dari tim di hari kedua. Ayo, semuanya. Bawa barang kalian dan ikut aku. Ayo jalan, jangan berdiri lagi. Jalan. Murid-murid sekalian. Kita istirahat di sini sebentar. Tunggu sebentar. Baris pertama di kiri, Yu Tianjiao. Ketiga dari kanan, baris kedua, Zou Bencao. Orang di foto sudah tiba semua belum? Tidak berbeda

Dengan di Dunia Stroberi, ‘kan? Jangan sampai tereliminasi saja. Eliminasi apa? Pelatihan ini ada sistem eliminasi. Jika hasil ujian jelek, maka akan dieliminasi. Jika tidak, bagaimana mungkin yang lolos 80 orang, tapi tersisa 20-an di foto? Ini hal penting, kenapa tidak kamu beri tahu lebih awal? Tidak masalah. Ada kamu dan Pei Zhi,

Kita tidak mungkin tereliminasi. Kamu bodoh, ya? Habislah kita jika yang ada di foto tereliminasi. Foto apa? Silakan masuk. Guru Zhang, murid-murid sudah tiba. Mulai saja. Halo semuanya. Aku adalah penanggung jawab pelatihan kali ini, Zhang Shuping. Selamat, kalian terpilih dari ribuan murid dan datang ke basis pelatihan ini. Kalian sangat unggul.

Tapi, aku mau menekankan di sini. Nama lengkap dari pelatihan kali ini adalah, Kamp Pelatihan Seleksi Kompetisi Olimpiade Matematika Piala Jin tingkat SD. Ini berarti, hubungan kalian adalah saling bersaing. Hanya lima orang yang menang di akhir, yang boleh mewakili kota ini untuk ikut Kompetisi Tim Piala Jin. Selama satu bulan proses belajar,

Kalian akan menghadapi banyak ujian. Beberapa murid dengan nilai ujian terendah akan dieliminasi. Yang menyerah akan dieliminasi. Melanggar aturan kamp akan dieliminasi. Setelah dieliminasi, aku akan menghubungi orang tua kalian untuk menjemput di sini. Ujian pertama kalian akan selesai pada pukul 12 siang ini. Tempat ujian ada di gedung belajar ruang 501

Yang ada di depan kalian. Sekarang adalah pukul 11:01 waktu Beijing. Segera bawa barang kalian ke tempat ujian dan mulai menjawab soal. Dalam ujian kali ini, lima orang dengan nilai terendah sudah boleh pulang sore ini. Tidak mungkin. Semuanya. Dalam ujian kali ini, kalian boleh masuk ruang ujian kapan saja. Tapi harus diingat,

Kumpulkan kertas ujian sebelum pukul 12. Barang kalian baru bisa disimpan di kamar saat ujian selesai. Nanti, tidak akan ada yang menjaga barang kalian di sini. Bawalah sendiri barang kalian dan masuk ke ruang ujian. Manfaatkan waktu. Berjuang semuanya. Ujian dimulai! Bawa koper dan naik ke atas. Guru, ini sangat tidak aman, bukan? Semuanya anak-anak.

Benar. Nak, aku hanya menjelaskan aturan. Aku tidak berhak memutuskan. – Ini tidak benar. – Sekarang pukul 11:05, semua masih punya 55 menit. Ini salah, ini tidak beres. Apa yang salah? Memang ada ujian dan eliminasi di Dunia Stroberi. Tapi, juga tidak ekstrem seperti ini. Mengapa kita disuruh memindahkan barang dulu baru ujian?

Kita harus membantu mereka sekarang. Bagaimana caranya? Bawa barangmu sendiri saja sulit. Aku punya cara. Kalian naik dan ujian dulu. Aku menjaga koper di sini. Kita berdua gantian. Seperti estafet? Ya, estafet. Tidak bisa. Hanya tersisa 50 menit lebih. Aku hanya butuh 10 menit. Pei Zhi. Percaya padaku. Kejar. Ayo. Kak Liang. Kalau terus begini,

Kita akan kekurangan 10 menit lebih. Tidak perlu kamu ingatkan. Bukan di sini. Lin Zhaoxi. Di sini. Aku butuh tiga menit untuk turun. Pei Zhi juga butuh tiga menit untuk naik. Aku harus selesai sebelum pukul 11:44. Masih ada 32 menit. Masuk. Guru Zhang. Murid bernama Pei Zhi sukarela tinggal untuk menjaga koper.

Jadi, sebagian besar murid tidak membawa barangnya naik. Punya semangat berkorban. Pei Zhi ini adalah murid dengan nilai sempurna, ‘kan? Benar, itu dia. Apakah dia mau menyerah? Apakah aku perlu menasihatinya? Tidak perlu. Jika dia sudah memilih, maka harus menanggung akibat. Sudah sepuluh menit lagi. Lapor, Bu Guru. Aku sudah selesai. Berikan padaku.

Lin Zhaoxi, Pei Zhi, bergantung pada kalian. Pei Zhi. Lapor Bu Guru. Masuk. Semuanya tetap tenang. Lanjutkan mengisi. Nomor satu. Baik-baik saja, ‘kan? Tenang saja. Siapa ini? Halo semuanya. Halo semuanya. Halo, Guru. Aku adalah Zhang Shuping. Benar. Aku penjahat di balik pengeras suara tadi. Selamat datang di pelatihan. Semua sudah selesai?

Hasil ujian diumumkan sekarang. Murid yang dipaggil, silakan angkat tangan. Liang Shuang, 72. Lu Zhihao. Enam puluh tiga. Idiot. Chen Chengcheng. Tujuh puluh lima. Liu Xu. Delapan puluh satu. Yu Tianjiao. Enam puluh lima. Lin Zhaoxi. Lin Zhaoxi. Lapor Guru. Lin Zhaoxi menjaga koper di bawah. Gadis itu yang menjawab soal dalam 20 menit lebih.

Sepertinya benar. Guru Xie. Kamu gantikan dia sebentar. Suruh dia naik. Baik. Lin Zhaoxi, 91. Dang Aimin. Tujuh puluh. Zhang Liang. Sembilan puluh delapan. Pei Zhi. Pei… Seratus. Hebat sekali. Diam. Qian Chengyi. Kamu naik saja. Ujian sudah selesai? Kenapa mereka tidak turun? Nilai langsung diumumkan. Masih akan ada rapat nanti.

Bagaimana dengan barang di sini? Kubantu kamu menjaganya. Terima kasih, Guru. Kamu tahu berapa nilai ujianmu? Sembilan puluh satu. Nilainya bagus. Terima kasih. Saat orang tua mereka datang, kita pergi bersama. Baik. Bawa mreka kembali ke asrama dan istirahat dulu. Namamu Lin Zhaoxi? Masuklah. Untung saja, semua masih ada. [Kelima murid ini tidak ada]

Kertas ujian. Bagus. Kamu sudah kalah. Waktu dia menjawab 20 menit lebih awal darimu. Apa yang kamu banggakan? Sayang sekali. Lima murid dengan nilai terendah sudah pergi. Karena nilai mereka di bawah 60. Orang tua mereka sudah kami hubungi. Sebelum orang tua tiba, guru pembimbing akan berbincang dengan mereka. Sungguh sudah pergi? Ini semua benar.

Dipulangkan seperti ini memalukan sekali. Semuanya jangan cemas. Meski akhirnya hanya lima orang yang bisa jadi anggota tim kota, tapi yang lain juga berpeluang bisa ikut belajar hingga akhir. Asalkan semua berusaha, aku tidak akan asal mengeliminasi murid. Guru. Kapan jadwal eliminasi berikutnya? Lain kali, angkat tanganmu saat bertanya. Kalian tidak perlu tahu

Kapan ujian selanjutnya. Hal yang perlu kalian lakukan adalah bersiap setiap saat. Beberapa di antara kalian sangat pintar. Tapi, suatu hari nanti, saat berpeluang menghadapi persoalan matematika yang mendalam, kamu akan sadar, keunggulan di sini sangat tidak cukup. Kecerdasan bukan faktor penentu. Ketekunan adalah kunci. Pei Zhi, silakan berdiri. Dalam ujian tadi,

Pei Zhi mendapat nilai penuh dan hanya membutuhkan 10 menit. Mari tepuk tangan sekali lagi untuk performanya. Lin Zhaoxi, silakan berdiri. Kamu mendapat nilai 91 tadi. Juga bagus. Kamu belum kusuruh duduk. Tapi, aku mau tanya padamu. Kamu tahu tidak, apa tujuanku menyuruh kalian ujian dengan mengangkat barang ke atas? Kamu ingin kami ikut ujian

Dalam situasi ekstrem. Meniru situasi ekstrem. Tapi kurasa ini tidak ada artinya. Ini juga tidak mampu menguji kemampuan asli kami. Kamu tidak tahu arti kata ekstrem. Apa kamu bisa menjamin kondisimu selalu seratus persen baik dalam setiap ujian di masa depan? Apakah kamu bisa menjamin dalam setiap ujian, tidak mengalami sakit kepala, demam,

Atau sakit perut? Ayah. Sudah pulang? Tidak lulus. Ya sudah jika tidak lulus. Hanya kemah saja. Masuklah. Aku masak untukmu. Tidak masalah. Tidak bisa. Situasi ujian hari ini hanya salah satu situasi yang mungkin akan kalian alami kelak. Coba bayangkan, jalanan sangat padat, kamu berlari beberapa kilometer untuk ujian, saat masuk ruangan,

Harus langsung menjawab soal. Dengan adanya pengalaman ini, bukankah kalian akan lebih stabil lagi? Mungkin karena kestabilan ini kalian bisa masuk sekolah ternama. Tapi, tujuan belajar bukan hanya untuk ujian. Berisap untuk sebuah situasi ekstrem yang kemungkinannya sangat kecil, apakah ini sungguh diperlukan? Di masyarakat sekarang, tujuan belajar bagi mayoritas orang adalah untuk lulus ujian.

Ujian kecil, ujian besar atau kompetisi, akan tereliminasi jika tidak lulus. Sumber daya masyarakat sangat terbatas. Ujian merupakan cara yang cukup adil untuk menyeleksi, agar bisa membagi sumber daya pendidik. Bisa kalian terima atau tidak, inilah faktanya. Kalian berdua sangat pintar. Aku mengakuinya. Aku juga memahami tindakan kalian tadi, bukan demi ego diri,

Tapi demi semua orang. Namun, tindakan kalian ini sudah melanggar aturan. Jadi, aku akan memberi hukuman pada kalian. Dalam seminggu ke depan, kalian berdua harus bangun pukul enam pagi, menyapu tanah kosong di depan gedung belajar hingga bersih. Hingga bersih. Sudah. Kalian boleh turun dan mengambil barang. Guru akan membagikan kamar kalian. Rapat selesai. Semuanya,

Bawa barang kalian masing-masing. Kami sudah membagi kamar untuk kalian. Nanti, Guru Xiangke akan memberikan kunci pada kalian. Semua murid berkumpul setengah jam kemudian. Tidak boleh terlambat. Aku tekankan sekali lagi. Semua murid tidak boleh terlambat. Halo, namaku Yu Tianjiao. Namaki Lin Zhaoxi. Aku tahu. Semuanya mengenalmu sekarang. Murid-murid, ikut aku.

Itu Sun Jiaming dan yang lainnya. Apakah Guru Zhang sengaja mengatur ini? Supaya kita menyaksikan mereka dibawa pergi. Ini bukan pelatihan Olimpiade matematika. Ini seperti kamp pembantaian. Benar. – Mereka baru datang pagi tadi. – Semuanya harap tenang. Guru Zhang akan segera tiba. Dia akan memberi penjelasan. Aku… Pagi ini, anakku baru… Cepat.

Yang benar saja. Ada apa, Nak? Ada apa? Apa yang terjadi? Sayang, ada apa ini? Kenapa kalian kembali? Kenapa kembali? Apa yang terjadi? Pelatihan macam apa ini? Baru masuk sehari sudah keluar. – Anak kami kurang baik di mana? – Ada apa ini? Belum belajar sehari pun, tidak belajar apa pun, seleksi apanya?

Tindakan kalian ini memberi pukulan untuk anak kami. Kalian harus menjelaskannya. Aku bisa memahami perasaan kalian. Tapi, kalian masih ingat perjanjian yang ditandatangani sebelum kamp, bukan? Peraturan sudah diatur sejak awal. Terima kasih atas dukungan semuanya. Pelatihan apa… Guru Wang. Antarkan pulang semuanya dengan aman. Baik, aku mengerti. Sampai jumpa. Ayo, pergi. Ayo, pergi.

Tidak perlu ke sana lagi, Sayang. Tidak apa-apa. Tidak perlu ke sana. Para orang tua murid. Ayo kita kemari. Apa yang terjadi? Ini… Ayo, ayah carikan tempat lain. Lin. Putrimu kemari tadi pagi. Barangnya sudah kuberikan. Dia naik bus di depan gerbang. Mau pergi ke mana? Ikut kemah musim panas. Aku harus menasihatimu sedikit.

Kamu seperti ini setiap hari. Hanya perlu mengurus diri sendiri, memang cukup nyaman. Tapi, kamu tidak boleh lari dari tanggung jawab. Dia bukan putriku. Kamu sangat yakin? Persentasenya, 99 persen. Hal seperti ini, asalkan memungkinkan, harus diperjelas. Benar tidak? Sudah, aku pulang dan beli sayur dulu. Masih harus memasak untuk keluargaku. Hati-hati ya. Baik. Zhaosheng.

Apa yang kamu lihat? Tidak, hanya melamun. Murid-murid sekalian. Kita persilakan Zhang Liang, sebagai perwakilan murid untuk berpidato. Mari kita sambut. Ini berkaitan dengan keluarga Zhang Liang. Sudah diatur sebelumnya. Jika tidak, pasti Genius Pei yang berpidato. Para guru – dan teman-teman sekalian. – Cukup baik pidato Zhang Liang. Halo semuanya. Aku adalah Zhang Liang

Dari SD Shiyan kelas 5-1. Senang berkenalan dengan kalian. Aku juga bangga bisa mewakili peserta pelatihan Olimpiade matematika Kota Anping tahun 2006, untuk berbicara di sini. Kita harus giat belajar dan fokus di bawah bimbingan guru. Serius menyelesaikan – tugas dari guru. – Jika dia tidak bilang begini, aku bahkan lupa dia masih anak-anak.

…dan harapan orang tua. Terima kasih semuanya. Selanjutnya, kita undang Kepala Sekolah dalam kegiatan pelatihan kali ini, Guru Besar Universitas Sanwei jurusan matematika, matematikawan ternama dan pendidik, Profesor Zeng Qingran, untuk memberi pidato pembukaan pelatihan. Karena alasan rapat internasional, Profesor Zeng tidak bisa hadir di sini. Tapi, dia sudah sengaja merekam video untuk kalian semua.

Silakan kalian saksikan. Murid-murid sekalian, sungguh maaf, harus menyapa kalian dengan cara ini. Terlihat sangat jauh, bukan? Tapi menurutku, jarak seperti ini bisa membuat kita merasa lebih santai. Kami sudah menganalisa. Berdasarkan dua kali situasi ujian, murid dibagi menjadi empat tingkat saat ini. Tingkat keempat adalah 15 murid yang lulus secara paksa. Mungkin akan segera

Tereliminasi di ujian selanjutnya. Di tingkat ketiga, ada 46 orang. Mereka bisa maju bisa juga tidak. Mayoritas tidak bisa bertahan sampai akhir. Di tingkat kedua, ada 13 orang. Termasuk Zhang Liang dan Lin Zhaoxi. Kemungkinan besar, mereka akan bertahan sampai akhir. Lima perwakilan mungkin akan muncul di antara mereka. Tingkat satu? Kami semua beranggapan,

Pei Zhi seharusnya ada di tingkat satu. Saat kecil, Ayahku pernah menceritakan suatu gambaran padaku. Awal mula dunia ini terbentuk, semuanya gelap gulita. Lalu, sebuah titik yang sangat kecil dan rapat, mengalami ledakan. Ia terbalik dan terbuka dari dalam. Waktu pun terbentang. Ruang juga terbuka lebar. Dunia yang kita pahami maupun yang tidak kita pahami,

Semuanya dimulai dari momen ini. Mereka tidak berhenti meluas. Bertahun-tahun setelah itu, pada sebuah planet yang sangat kecil, ada manusia yang membuka matanya. Ia merupakan sejenis spekulasi tentang terbentuknya alam semesta. Mungkin suatu hari nanti, ia akan terbukti atau mungkin disanggah. Semuanya memungkinkan. Murid-murid sekalian. Setiap harinya, kita berdiri

Di ambang pengetahuan yang diketahui dan tidak. Dunia ini terlalu besar. Sementara pengetahuan kita terlalu sedikit. Semuanya seolah-olah tidak ada yang pasti. Tapi hal yang mau kusampaikan adalah, apa yang tidak diketahui adalah hal paling indah dan ajaib di dunia ini. Dia ditinggalkan di gerbang panti asuhan pada bulan Februari akhir tahun 1995.

Bersamanya terdapat sebuah memo bertuliskan nama Lin Zhaoxi. Seharusnya itu adalah nama pemberian keluarganya. Aku bermimpi. Bermimpi bahwa kita ini ayah dan anak. Ayah. Mungkin ucapanku sekarang sulit untuk dipercaya. Tapi aku jamin, ucapanku ini nyata. Aku adalah putrimu. Teknik samurai Jepang. Kalian sedang apa? Kamu sudah datang. Kebetulan bisa menjadi saksi. Pertarungan akbar

Antara aku dan Pei Zhi dari Barat hari ini, pemenangnya harus dipastikan. Roti kukus ingin membantu. Kami sudah menyelesaikan tugas. Ayo, kita ke kantin. Jadi, aku tidak perlu melakukan apa pun? Kalian sudah bekerja keras. Tidak masalah. Laki-laki seharusnya bekerja lebih. Ayo, jalan. Pei Zhi dari Barat. Apakah kamu mau kabur?

Sebenarnya siapa yang anak SD di sini? Sudah lama tidak bermain. Sedikit ketagihan. Ayo, jalan. Voldemort jelek, aku si Harry Potter akan membunuhmu. Lin Zhaoxi. Cepat bantu aku. Jangan bahas yang lain. Tapi, makanan di sini sungguh lezat. Makanmu sebanyak ini? Bagaimana caramu menjaga berat badan saat jadi artis? Saat di Dunia Stroberi,

Demi menjaga bentuk badan, setiap harinya aku kelaparan atau berolahraga. Makan dada ayam rebus, hingga mau muntah. Sekarang aku bisa makan apa saja yang kumau. Menurutku, inilah rezeki terbesar datang ke dunia ini. Roti Kukus. Di panti asuhan, kalian pasti kesulitan. Kamu masih mau makan apa? Kubantu mengambilnya. Tidak perlu. Kamu makan saja punyamu.

Ayo, makan bersama. Aku tidak nafsu makan. Kenapa? Mencemaskan ujian berikutnya. Kamu tidak perlu cemas. Nilaimu sangat baik. Kamu tidak mengerti. Nilai sendiri tidak ada gunanya. Tidak akan kubiarkan salah satu di antara kalian diusir. Aku bersumpah. Terima kasih, Pahlawan kecilku. Mau ini? Kamu masih makan? Tidak perlu takut gemuk di sini. Kesempatan langka.

Kamu mau tidak? Nafsu makanku tidak sebaik kamu. Mari, lihat ini. Ini orang-orang yang ada di foto? Angka yang ada di bawah daftar nama ini adalah nilai ujian mereka sebelumnya. Ada beberapa yang hampir tereliminasi. Entah bagaimana mereka bisa bertahan sampai akhir. Manusia bisa maju. Bagus jika bisa maju sendiri. Takutnya kita harus turun tangan.

Guru, apa ini? Ini hadiah dari Profesor Zeng. Anggap saja tantangan untuk murid-murid. [Peraturan Peg Solitaire] Aturan main ada di sini. Guru Zeng tidak paham situasi di sini. Mereka sudah kewalahan menghadapi ujian. Siapa yang punya waktu bermain ini? Orang lain aku tidak tahu. Tapi dia, pasti punya. Setelah semua catur disusun penuh,

Keluarkan bagian tengah. Catur hanya boleh bergerak horizontal dan vertikal, tidak boleh miring. Lompati catur yang bersebelahan, menuju tempat kosong. Catur yang dilompati akan diambil. Lanjutkan menggeser catur sesuai aturan di depan, hingga akhirnya tidak bisa berjalan lagi. Hitung jumlah catur yang tertinggal. Semakin sedikit catur yang tersisa, maka semakin hebat.

Jika hanya tersisa satu butir, maka kamu adalah genius. Murid-murid sekalian. Ini hari pertama masuk kelas. Kelak setiap pagi, guru yang berbeda akan mengajari kalian. Sore hari adalah waktu belajar bebas dan kegiatan di luar kelas. Mohon diingat, pada tanggal 20 sore, kalian akan menghadapi ujian eliminasi berikutnya. Ujian kali ini berbeda dengan ujian kemarin.

Kalian punya beberapa hari untuk persiapan. Kalian pasti sudah tahu, ‘kan? Piala Jin adalah kompetisi tim. Jadi, kami akan memberlakukan sistem eliminasi tim dalam ujian kali ini. Kalian boleh bebas memilih tim. Setiap tim boleh beranggotakan lima hingga enam orang. Nilai rata-rata setiap tim akan diurutkan dari tinggi ke rendah,

Anggota tiga tim dengan nilai terendah akan dieliminasi. Guru. Jika ada satu orang bernilai tinggi dalam tim eliminasi? Itu tidak berguna. Hanya nilai rata-rata yang akan dinilai. Anggota tiga tim terbawah, semuanya akan meninggalkan kita. Murid bernilai baik dalam setiap tim, harus memikirkan cara membantu murid bernilai rendah. Kita harus menunjukkan semangat

Gotong royong dan solidaritas. Ini salah. Apa yang salah? Ujian dengan sistem seperti ini, tapi murid diperbolehkan memilih tim, hasil akhirnya, mereka tidak akan saling membantu. Semuanya. Setelah berdiskusi, tulis saja nama ketua tim dan anggota tim kalian di atas kertas. Lalu, berkumpul di depan perpustakaan. Guru Zhang akan memberikan pelajaran pertama di perpustakaan. Sudah.

Selanjutnya, waktunya diskusi dan membagi tim. Aku juga menunggu kalian di perpustakaan. Guru. Jika tim tidak terbentuk karena tidak ada yang mau menerima diri sendiri? Kami juga memikirkan hal ini. Murid yang tidak diterima akan otomatis menjadi satu tim. Jika jumlahnya terlalu banyak, tim akan dibagi secara acak. Intinya, hak penjelasan aturan pada akhirnya

Ada di tangan Guru Zhang. Genius Pei, Kak Xi. Pertimbangkan aku. Nilaiku 79 kali ini. Pasti akan dapat 80 selanjutnya. Lagi pula, kalian hanya tiga orang. Setidaknya masih butuh dua anggota. Genius Pei. Aku boleh masuk tim kalian tidak? Kalian boleh memainkan gawaiku. Berikan kami waktu untuk mempertimbangkan. Lin Zhaoxi. Bagaimana pembagian tim kita?

Kamu licik sekali. Sudah selesai? Sudah. Kamu tidak ikut masuk denganku. Membiarkanku menghadapi mereka sendirian. Aku takut dimarahi murid-murid. Kak Liang, ini takdir. Setiap tim lima hingga enam orang. Tim Lima Harimau Kemenangan kebetulan lima orang. Perlukah mengajak satu orang lagi? Wang Feng. Nilai ujianmu 82, ‘kan? Benar. Mau masuk ke timku tidak? Boleh.

Bagus sekali. Sudah ada enam orang sekarang. Kelak boleh berganti nama jadi Enam Harimau Kemenangan. Tidak perlu. Menurutku lima orang cukup baik. Lu Zhihao. Kamu pergi ke tim lain saja. Kak Liang. Kamu sedang mengujiku, ya? Aku sudah pasti mengikutimu. Nilai ujianmu hanya 60-an waktu itu. Timku tidak menerima sampah. Waktu itu, aku kurang maksimal.

Aku bisa meningkatkannya. Ini cokelat yang dibeli bibiku dari Swiss. Beri aku satu kesempatan lagi. Kesempatan hanya sekali. Sayangnya tidak kamu manfaatkan. Zhang Liang, kamu tidak boleh begini. Kamu berjanji padaku saat di Aula Anak-Anak. Aku sudah berselisih dengan Lin Zhaoxi dan Dang Aimin demi kamu. Jangan buang-buang waktu lagi.

Cepat cari orang lain dan bentuk tim. Jika terlambat, maka hanya bisa membentuk tim pas-pasan dengan orang yang mendapat nilai 60 itu. Chen Chengcheng. Nilai ujianmu 75 kali ini. Nilaimu terendah dalam timku. Jika tidak bisa mendapat 80 di ujian selanjutnya… Aku akan inisiatif keluar dari tim. Tidak akan merepotkan kalian.

Semoga kamu bisa tepat janji. Sepertinya catur ini seru. Coba kalian lihat. Katanya setelah selesai, bisa menghubungi Profesor Zeng. Ada gunanya? Dia bisa membantumu masuk Tsinghua? Atau bisa masuk Universitas Sanwei tanpa ujian? Main-main, membuang-buang waktu saja. Ayo kita pergi. Orang yang tersisa semakin sedikit. Aku sudah mencoret empat anggota Zhang Liang.

Lima orang dari Tim Zhao Hongliang. Dua tim ini memiliki anggota orang pintar. Selain Chen Chengcheng… Tidak tahu kenapa tidak bisa bertahan hingga akhir. Pokoknya kedua tim itu tidak perlu kita cemaskan. Li Ming, aku boleh ikut timmu tidak? Maaf. Kami semua dari SD II, tidak menerima orang luar. Tiga orang dari tim Li Ming

Akan bertahan di akhir. Sepertinya ujian selanjutnya masih akan terus berubah. Tersisa tujuh orang di dalam kelas. Lu juga di sana. Mungkin karena masalah di Aula Anak-Anak, Lu sungkan untuk mencari kita. Mereka adalah tujuh orang terakhir yang ada di dalam foto. Mungkin ini adalah takdir. Kita harus membantu mereka. Tujuh orang yang tersisa

Adalah tujuh terendah. Mereka pasti berakhir jika satu tim. Kita ada tiga orang, ditambah Lu, maksimal bisa menambah dua orang lagi. Bagaimana ini? Apa yang kalian diskusikan? Lin Zhaoxi. Kamu mencoret-coret kertas. Bagaimana tim kita? Pei Zhi, apakah kita adalah teman? Tentu saja. Teman baik? Teman paling baik. Aku sangat membutuhkan bantuanmu sekarang.

Kamu bersedia membantu kami tidak? Kamu ingin aku melakukan apa? Aku akan menurutimu. Terima kasih. Biarkan aku mengatur tentang pembagian tim, bagaimana? Semuanya kumpulkan semangat. Semua yang masih ada di sini, selain aku dan Pei Zhi, nilai ujiannya tidak sesuai ekspektasi. Tidak ada yang mau satu tim dengan kalian. Jadi, apakah kalian berencana

Dikelompokkan acak oleh guru dan menerima apa adanya, lalu meninggalkan tempat ini setelah ujian selesai? Kalian mau seperti itu? Tentu tidak mau. Tidak mau. Aku punya sebuah cara untuk melewati kesulitan ini bersama. Kalian perlu mengikuti rencanaku, lalu kita semua berusaha dan berjuang bersama agar bisa melewati ujian selanjutnya. Apakah kalian bersedia? Aku bersedia.

Aku juga bersedia. Bersedia. Kak Xi, terima kasih tidak mempermasalahkanku. Saat di Aula Anak-Anak… Kita adalah teman, jangan diungkit lagi. Tidak bisa menguntungkanmu begini. Makanan apa yang kamu bawa tadi? Cokelat, dari Swiss. Serahkan padaku. Akan kuberi tahu rencanaku.