I’ve Fallen for You | EP24【INDO SUB】 Kamu Pada Akhirnya| iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 24 Tuan Pimpinan Kota, ini adalah daftar nama yang disusun berdasarkan surat. Tidak disangka, ternyata ada begitu banyak orang yang diam-diam berhubungan dengan kakakku. Apa rencana Ayah selanjutnya? Bagaimanapun belum ada masalah yang terjadi. Jika ditangani, akan terjadi kekacauan di Kota Taoyan. Waktunya sangat mendesak.
Ruoyao, Yifei, Komandan Zhang. Kalian bawa tanda kuasa pimpinan militer dan daftar nama ini, keluarlah dari kota sewaktu malam. Cari orang kepercayaanku, Jenderal Li. Kalian harus menyerahkan daftar nama ini kepadanya. Besok pagi, tahan orang-orang yang ada di dalam daftar nama ini, untuk menghindari konflik berdarah. Baik. Pergilah. Hati-hati. Tuan Pimpinan Kota. Bangunlah.
Ada hal apa sampai Tuan Pimpinan Kota buru-buru menyuruhku datang kemari? Aduh. Lihat kondisi fisikku. Aku mungkin tidak bisa bertahan lama lagi. Kali ini, aku menyuruhmu datang untuk membahas pengaturan di kemudian hari. Tuan Pimpinan Kota. Kamu tidak perlu mengatakan apa pun. Kamu adalah Kakakku, paman Zhen. Zhen masih muda, jika aku sudah meninggal,
Aku harap kamu, Tuan Wakil Pimpinan Kota, bisa banyak membantunya. Baik. Hamba pasti akan berusaha semaksimal mungkin sampai mati, mendukung penuh Tuan Muda Pimpinan Kota untuk mengelola Kota Taoyuan. Jika kamu berkata seperti itu, aku jadi tenang. Tetapi aku dengar, Tuan Wakil Pimpinan Kota diam-diam melakukan banyak hal di belakangku.
Hamba tidak berani menyembunyikan sesuatu dari Tuan Pimpinan Kota. Jika begitu, kamu lebih baik jujur. Aku tidak tahu dari mana Tuan Pimpinan Kota mendengar hal itu? Apa yang harus hamba akui? Bukannya yang membohongi hamba adalah Tuan Pimpinan Kota sendiri? Tuan jelas-jelas sudah sembuh, tetapi kenapa membohongi diriku bahwa ajalmu sudah dekat?
Bukannya kamu tahu kondisi fisikku? Hah? Asalkan kamu mau ditangkap tanpa melakukan perlawanan, aku akan memaafkanmu demi tali persaudaraan kita. Asalkan kamu bersumpah, dan mau berubah. Tidak perlu banyak bicara. Bawa dia langsung. Heh! Apa yang kamu tertawakan? Aku tertawa karena kalian kira kalian sudah berhasil. Sebenarnya itu hanya perkiraan kalian saja. Semuanya
Berada dalam kendali tuanku. Manusia bertopeng. Kamu adalah pengawalnya? Mirip sekali kamu meniru suaranya. Tampaknya dia merekrut banyak orang berbakat. Katakan, di mana penjahat itu? Katakan dengan jujur. Tuan Pimpinan Kota, dari awal, Tuan Wakil Pimpinan Kota sudah tahu akan trik licikmu itu. Dia tidak mengerahkan pasukannya, karena ingin melihat
Tipu muslihat apa lagi yang ingin kalian lakukan. Heh! Trik memikat ular keluar dari lubangnya ini. Jujur saja, Tuan Wakil Pimpinan Kota sangat kecewa. Apalagi, Tuan Pimpinan Kota juga tidak pernah berpikir, Anda kira bujuk rayumu ini bisa membuat aku yang dididik oleh Tuan Wakil Pimpinan Kota selama belasan tahun memberontak? Hah? Kekanak-kanakkan sekali.
Aku beritahu kamu. Kami sudah menahan prajurit kalian sejak awal. Kamu jangan berlagak di sini. Jika penjahat itu menyadarinya, mereka pasti akan memberontak. Mana mungkin dia hanya mengutus orang kecil sepertimu ke sini. Hanya saja saat He Zhen menemui penjahat itu, dia hanya membuat laporan kepadanya. Sia-sia kami masih memiliki harapan kepadanya. Benar.
Aku telah mengutus orang untuk menahan orang yang berhubungan dengan kalian. Ingin memberontak? Itu tidak mungkin. Percaya atau tidak terserah kalian. Aku hanya bisa menyampaikan hal ini. Tahan dia. Awasi dia dengan ketat. Baik. Hamba. Ayah, izinkan aku membawa pasukan pergi menyelidiki kediaman penjahat itu. Dan mohon Ayah untuk menutup gerbang kota.
Jika diperkirakan dari waktunya, meskipun mereka lari, seharusnya juga tidak akan jauh. Bangunlah. Aku pikir, jika dia ingin datang sendiri, kami masih bisa membicarakannya dengan baik-baik. Tetapi dia terlalu terobsesi dan tidak mau sadar sampai memilih jalan bertikai dengan saudaranya. Anakku, pergilah. Hati-hati. Baik. Ayo, pergi. Ayo. Tuan Pimpinan Kota,
Zhao Cuo tidak akan ada masalah, kan? Tenang saja. Dia akan baik-baik saja. Cari dengan teliti, jangan ada yang ketinggalan satu pun. Jika ada yang melawan, tangkap mereka semua. Baik. Ayo. Tuan Muda. Tuan Muda, di kediaman ini tidak ada satu orang pun, termasuk Tuan Wakil Pimpinan Kota. Juga tidak ada
Makanan, senjata, orang berbaju hitam? Iya, semuanya kosong. Apa ada ruang rahasia atau jalan rahasia? Ini… ada atau tidak, untuk sementara belum ditemukan. Cari seteliti mungkin. Baik, ikut aku. Ikut aku. Tuan. Bagaimana? Tidak ada. Bagaimana mungkin? Eh, Tuan Muda. Menurutmu, mungkin saja tidak ada ruang rahasia di sini, dan mereka sudah kabur. Tidak mungkin.
Penjahat ini sudah merencanakannya sejak lama. Jika tidak ruang rahasia atau jalan rahasia, mana mungkin dia kabur di tengah siang bolong begini. Benar juga. Di bawah seharusnya kosong, pasti ada ruang atau jalan rahasia. Suruh orang ambilkan obor. Kamu adalah Zhao Cuo? Iya, itu aku. Ternyata kamu datang juga. Jangan banyak bicara!
Kamu lebih baik menyerahkan dirimu tanpa melakukan perlawanan. Aku menghormatimu sebagai pamanku, aku tidak ingin melukaimu. Kamu tidak ingin melukaiku? Kamu sudah datang ke wilayah kekuasaanku, berani-beraninya kamu omong besar. Cepat keluarkan tipu muslihatmu. Aku akan menghadapinya. Kamu terlalu muda, terlalu gegabah. Bagaimana bisa menyerahkan kota Taoyuan ke dalam tanganmu? Banyak omong sekali.
Bertarung atau tidak? Aku sudah bilang, kamu terlalu gegabah. Sudah 2 jam, kenapa Zhao Cuo belum kembali juga? Jangan panik, jangan panik. Bersabarlah menunggu. Gawat! Apanya yang gawat? Ada apa? Kenapa Zhao Cuo belum kembali juga? Kami… Kami disergap di Puncak Berkabut. Tuan Muda… Tuan Muda ditangkap oleh mereka. Apa? Surat. Mereka menitipiku sepucuk surat.
Dalam waktu 1 jam, bertemu di puncak berkabut. Jika tidak datang, jangan harap kamu bisa bertemu dengan anakmu lagi. 1 jam? Kelihatannya, kita tidak bisa menunggu sampai Ruoyao mereka kembali. Kakak tahu betul akan pergerakan kita. Kita terlalu ceroboh. Tuan Pimpinan Kota, bagaimana jika kita menunggu sebentar? Jika sekarang pergi ke Puncak Berkabut, takutnya….
Tidak bisa, tidak sempat lagi. Sanqi, kamu di sini, tunggu Ruoyao mereka kembali. Aku pergi ke Puncak Berkabut untuk menyelamatkan Zhao Cuo. Palingan aku hanya perlu mengorbankan nyawaku ini. ManaTuan kalian? Tuan menunggumu di sana. Anakku. Ayah tidak perlu mempedulikanku. Kerahkan saja pasukan untuk melenyapkan mereka. Heh! Kakak, untuk apa kamu melakukan hal ini
Hanya demi jabatan pimpinan kota? Kita adalah saudara kandung. Apa kamu ingin bertikai dengan saudaramu, dan saling membunuh? Untung saja kamu masih ingat aku adalah kakakmu. Jabatan pimpinan kota seharusnya menjadi milikku. Aku adalah putra sulung, atas dasar apa aku tidak mau menjadi pimpinan kota? Mengapa ayah memberikan jabatan pimpinan kota kepadaku?
Kamu tahu betul akan hal itu. Aku tidak ingin tahu apa yang dipikirkan si tua yang sudah meninggal itu. Hari ini aku ingin merebut kembali semua yang menjadi milikku. Jadi, adikku, apa gunanya kamu tahu kebenarannya? Apa gunanya juga kamu menemukan putra kandungmu? Kalian tetap saja jatuh ke dalam tanganku dan patuh kepada perintahku! Baik.
Aku bisa menuruti perintahmu. Tetapi, lepaskan anakku. Aku akan menuruti semua permintaanmu. Ini adalah surat pengunduran diri. Aku sudah membuatkannya untukmu. Asalkan kamu menyerahkan jabatan pimpinan kota kepada He Zhen, aku bisa mempertimbangkan untuk melepaskan Zhao Cuo. Pak Tua! Kurang ajar! Ayah, jangan percaya kepadanya. Anakku, anakku. Kamu tidak punya hak bicara.
Apa kamu sudah mempertimbangkannya? Kamu ingin nyawa anakmu atau jabatan pimpinan kota? Lepaskan dia! Aku akan nurut kepadamu. Aku sudah melakukan apa yang kamu minta. Apa aku bisa membawa pergi anakku? Orang mati akan lebih meyakinkan daripada orang hidup. Kamu! Berhenti! Sanqi. Kamu adalah Tian Sanqi? Kamu yang membocorkan identitas He Zhen, dan membocorkan rencanaku?
Memang aku yang melakukannya. Ternyata kamu adalah wanita yang pintar. Sayang sekali. He Zhen. Dia biang keroknya, demi membuktikan kesetiaanmu, bunuh dia. He Zhen. He Zhen, aku pernah bilang kepadamu, untuk lebih mementingkan rencana besar kita. Jangan karena urusan cinta pribadi, kamu menghancurkan rencana kita. Tetapi kamu… karena wanita ini membuatmu kehilangan akal sehatmu,
Dan berhati lembuk, rencana kita baru jadi seperti ini. Jadi, bunuh dia. Bukannya Anda bilang, asalkan aku membantu Anda, Anda akan melepaskannya? Melepaskannya? He Zhen, aku memberikanmu kesempatan untuk membunuhnya dengan tanganmu sendiri, untuk memutuskan harapan terakhirmu. Dengan begitu, kelak kamu tidak akan ragu dalam bertindak. Bunuhlah dia. Kenapa? Kamu tidak tega? He Zhen,
Sampai kapan kamu ingin jadi boneka Tuan Wakil Pimpinan Kota? Selamanya? Memanganya kehidupan yang aku berikan kepadamu belum cukup? Kamu akan menjadi Tuan Muda Pimpinan Kota, kelak kamu juga akan menjadi Pemimpin Kota Taoyuan. Banyak orang yang tidak bisa mendapatkan kehidupan seperti ini. Kehidupan seperti apa lagi yang kamu inginkan? Bunuh dia. He Zhen.
He Zhen. He Zhen. Kamu sudah gila, He Zhen. He Zhen. He Zhen. Kakak, apakah kelak kamu boleh membawaku ke kota untuk melihat kembang api sungguhan? Boleh. Kelak, aku akan membawamu melihat langit yang penuh dengan kembang api. Iya, janji. He Zhen, kamu yakin ingin mengkhianatiku demi wanita ini? Ini demi diriku sendiri.
Sejak hari di mana kamu memilihku, aku sudah tidak bisa mementukan pilihanku sendiri, tidak ada kebebasan. Aku seperti sebuah catur. Kenyataannya seperti itu, Wumeng juga seperti itu. Aku sama sekali tidak peduli dengan jabatan Tuan Muda Pimpinan Kota. Aku hanya ingin menjadi seorang yang memiliki kebebasan. Tidak tahu menghargai kebaikan orang!
Kamu mengkhianatiku demi wanita ini, kan? Kalau begitu, lihat saja dia mati! He Zhen. Untuk apa kamu melakukannya? Setidaknya… setidaknya… aku pernah menjadi kakakmu selama sehari. Menjadi kakakmu harus menepati janjinya, melindungimu dengan baik. Cepat, aku perbankan kamu. Tidak perlu, Sanqi. Sanqi. Selama ini, aku hidup dalam bayang-bayang. Aku sangat senang sekarang bisa melihatmu.
Aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Apakah kamu tahu? Hari paling bahagia dalam hidupku adalah saat melihat kunang-kunang bersamamu. Aku tahu. Selama ini, aku banyak berbuat salah. Tetapi hari ini, setidaknya aku telah melakukan hal yang benar. Benar tidak? Jangan menangis. Sanqi. Maafkan aku. Jangan. Jangan. Bunuh mereka. Hari ini, meskipun aku mati di sini,
Kamu juga tidak mungkin dapat hidup-hidup meninggalkan tempat ini. Mengapa?! Layang-layang. Ayo, kita pergi. Tuan Muda saja sudah menikah. Kapan kamu akan menikahiku? Ehm. Ah! Kakak, ada apa dengan tempat ini? Kenapa hari ini ramai sekali? Kamu tidak tahu, ya? Datang dari luar kota ? Aduh, hari ini adalah hari pernikahan Tuan Muda Pimpinan Kota
Dan pernikahan Putri Jinyan yang diselenggarakan secara bersamaan. Kenapa pernikahan Tuan Muda Pimpinan Kota diselenggarakan di kota Selatan? Ceritanya panjang. Eh, intinya, hidup Tuan Muda Pimpinan Kota berlika-liku. Dia berkelana di luar sejak kecil, dan tumbuh dewasa di Provinsi Selatan. Baru-baru ini dia dipertemukan dengan Tuan Pimpinan Kota. Jadi, Tuan Pimpinan Kota memberikan izin khusus
Pada Tuan Muda Pimpinan Kota untuk menikah di Provinsi Selatan. Lebih baik datang di waktu yang tepat daripada datang terlalu cepat. Kakak, terima kasih. Aku pergi melihat keramaian dulu. Baik, baik, baik. Sanqi. Waktu itu kamu menikah denganku sebagai He Jinxin. Pesta pernikahannya terlalu asal-asalan. Tetapi sekarang
Aku akan memberikanmu pesta pernikahan paling sempurna di Kota Taoyuan. Aku tidak ingin berpisah denganmu selamanya. Mulai hari ini, kedua pasangan resmi menjadi suami istri, di bawah saksi keluarga, teman, dan orang banyak. Mulai saat ini sampai selamanya, bahagia dan saling mencintai selamanya. Menyembah pada langit dan bumi. Menyembah pada Balai Agung.
Suami istri saling menyembah. Saling menukar simbol nama. Ritual pernikahan berakhir. Akhirnya menikah juga! Kami telah menikah! Selamat pada Tuan Muda Pimpinan Kota yang meneruskan jabatan Pimpinan Kota. Hidup Pimpinan Kota! Hidup Nyonya Pimpinan Kota! Hidup Pimpinan Kota! Hidup Nyonya Pimpinan Kota! Senyum. Bangunlah. Terima kasih, Tuan Besar Pimpinan Kota. Hidup Tuan Besar Pimpinan Kota!Hidup!Hidup!Hidup!