I’ve Fallen for You | EP21【INDO SUB】 Sanqi Zhao Salah Perpisahan| iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 21 Masuk. Hamba menghadap Tuan Muda Pimpinan Kota. Pejabat Zhao, sudah demikian malam, ada apakah mencariku? Tuan Muda Pimpinan Kota, hamba ingin mengajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan. Mengundurkan diri? Mengapa? Tuan Muda Pimpinan Kota, Anda datang ke Provinsi Selatan, seharusnya hamba dengan segenap tenaga
Melindungi keamanan Tuan Muda Pimpinan Kota, dan aktivitas sehari-harinya. Tetapi, Tuan Muda Pimpinan Kota mendapat serangan penjahat di Desa Shifang, hamba sungguh malu untuk menjabat sebagai Pejabat Kantor Pemerintah Selatan lagi. Ternyata karena hal ini? Pejabat Zhao tidak perlu memasukkannya ke dalam hati. Kali ini para penjahat tidak berhasil melukai aku,
Sebaliknya Tuan Muda Zhao Cuo dengan gagah berani telah menangkap salah satu penjahatnya. Para penjahat ini adalah para bandit yang waktu itu mencoba membunuhku. Tuan Muda Pimpinan Kota terlalu memuji, anakku mana gagah berani? Hanya ilmu kungfu apa adanya. Tuan terlalu merendah. Aku lihat ilmu kungfu Zhao Cuo cukup tinggi,
Tidak kalah dengan orang-orang yang berilmu tinggi di ibukota kediamanku. Aku sedang mempertimbangkan apakah akan memberikannya sebuah jabatan di ibukota. Jangan, jangan, mana berani, mana berani. Anakku serampangan kerjanya, tidak punya aturan, jika datang ke ibukota, akan menimbulkan masalah, hamba tidak bisa menanggungnya. Mohon Tuan Muda Pimpinan Kota
Mengizinkan dia bersama aku menetap di dalam hutan. Kami bisa dengan tenang menikmati hari biasa sebagai rakyat biasa, Tuan Muda Pimpinan Kota. Jika Tuan begitu bersikukuh, maka aku terpaksa mengizinkannya. Terima kasih kepada Tuan Muda Pimpinan Kota. Sebenarnya Provinsi Selatan di bawah kepemimpinan Anda, rakyat hidup dengan tenteram. Kali ini pulang ke ibukota,
Akan meminta kepada ayah memberikan hadiah. Wah, hadiah hamba tidak berani. Asalkan menyetujui hamba menetap untuk menghindari keramaian, hamba bersedia masuk ke dalam hutan, menikmati beberapa hari yang tenang. Tuan terlalu merendah. Terima kasih Tuan Muda Pimpinan Kota, hamba mohon diri. Zhao Quandui kali ini begitu tergesa-gesa ingin pergi, ingin menutupi jejaknya,
Pasti dia juga mengetahui masalah. Pasti dia telah mengetahui sesuatu, sehingga ingin membawa Zhao Cuo lari ke tempat yang jauh. Tuan Muda Pimpinan Kota, jika melepas harimau kembali ke gunung, akibatnya tak dapat diduga. Hatiku mempunyai perhitungan. Kali ini kamu ingat, jangan bertindak sendiri, tunggu setelah aku dan Sanqi kembali ke ibu kota,
Barulah hadapi mereka. Tuan Muda Pimpinan Kota… Mundur. Hei, Bai, untuk apa kamu ke sini? Anakku mengatakan, Zhao akan mengundurkan diri dari jabatan, aku datang untuk menengoknya. Aku lihat kamu tidak berniat baik. Zhao kami baru saja mengundurkan diri, hatinya sudah tidak enak, kamu masih datang untuk membuat dirinya bertambah sedih, betul tidak?
Aku katakan kepadamu, aku, Ibu Ling tidak mudah untuk ditindas. Apa maksudmu? Aku yang katakan. Dia mengatakan, aku, Ibu Ling tidak mudah untuk ditindas. Bukankah kamu adalah pelayan episode satu? Sekarang sudah mendekati episode akhir, untuk apa kamu berada di sini? Maaf, maaf, mohon pamit. Sana, sana, sana. Barusan aku bicara sampai mana?
Aku, Ibu Ling tidak… Aduh. Aku pergi mencari Zhao untuk minum arak. Minum arak? Aku lihat matahari telah terbit dari timur. Aduh, tidak tepat, memang terbit dari timur. Kamu tunggulah. Zha… Zhao, kita telah bertarung sekian tahun, tak disangka begitu kamu mengatakan akan mengundurkan diri dari jabatan, langsung mundur.
Provinsi Selatan dan Utara tidak ada kamu, Zhao, aku akan kesepian. Sejak saat ini Provinsi Selatan dan Utara, tidak akan ada aku, Zhao Quandui lagi. Penghalang dirimu sudah tidak ada lagi. kamu, Bai di Provinsi Selatan dan Utara, bisa berbuat sesuka hatimu. Ucapan ini ti… tidak benar. Dulu, karena ada kamu, Zhao sebagai pembanding,
Sehingga menunjukkan betapa aku tetap bersih walau berada dalam lumpur kotor. Tetapi sekarang kamu pergi, maka bunga segar seperti aku ini, sudah kehilangan kotoran kerbau. Hah, phui, phui, phui. Perumpamaan busuk apa ini? Merugikan orang juga tidak menguntungkan diri sendiri, kamu… Lihat, lihat sifat pemarahmu itu. Huh, aku berikan perumpamaan. Ayo, ayo, ayo. Bai,
Aku katakan dari dasar hati, selanjutnya, kurang pejabat buruk seperti aku sebagai pijakan kakimu, maka kamu harus menjadi pejabat yang baik. Dalam pemerintahan, di mana-mana penuh jebakan, kamu harus berhati-hati dalam setiap langkah. Kamu adalah orang baik, walaupun kemampuan kerja kurang sedikit. Sungguh disayangkan, waktu tidak bisa diputar balik, kalau tidak,
Kamu dan aku bisa menjadi teman baik. Mari, tidak perlu mengatakan apa pun. Ya, semuanya termasuk dalam arak. Habiskan! Zhao Cuo, hari ini kamu memanggil aku ke sini, memainkan permainan ini, tidak akan membuat aku melihat kamu mabuk, bukan? Aku tahu, besok nona Sanqi sudah akan pergi, merupakan pukulan yang sangat besar bagimu. Huh,
Bai Yifei, aku, Zhao Cuo dalam pandangan matamu, apakah begitu tidak tahan banting? Siapa yang mengatakan aku demi seorang perempuan? Lalu karena apa? Apa maksudmu? Sulangan pertama, aku menyulang untukmu. saat ada kasus Lei Mo’er, kamu maju ke depan, memohon ayahmu untuk membantu aku. Sulangan kedua, aku menghormatimu menolong nyawaku ketika berada di kuil.
Sulangan ketiga, aku menghormatimu untuk setiap kali orang berbaju hitam muncul, kamu bertarung bersamaku, tidak pernah melarikan diri. Pokoknya, terima kasih. Zhao Cuo. Sudahlah, jangan bermuka seperti ini. Aku katakan kepadamu, lain kali, setelah selesai minum arak ini, aku tidak berhutang lagi kepadamu. Jika harus dimaki, jangan memberi ampun. Baik, aku temani.
Hari ini kita minum sampai puas. Baik, sungguh senang. Mulai hari ini… salah. Mana ada lain kali lagi. Besok setelah aku ikut Ruoyao, Sanqi, pergi ke ibukota, kamu juga harus mengikuti ayahmu pulang kampung. Lain kali mungkin sulit bertemu lagi. Gunung menjulang tinggi, air mengalir panjang, bertemu lagi di dunia bela diri.
Masih ada satu hal yang aku minta kepadamu. Katakan. Sanqi, selanjutnya kuserahkan kepadamu. Setiap ucapan terima kasihmu hari ini, aku telah menerimanya. Aku bersulang untuk dirimu juga. Berhenti. Katakan mengapa menyulangi aku. Kita saling mengenal sejak kecil, menjadi teman, sewaktu kecil aku belum mengerti, ikut mereka memanggil ayahmu sebagai pejabat jahat.
Apakah kamu masih ingat ketika itu, kamu mencariku untuk berkelahi? Sejak saat itu, kita mengambil jalan masing-masing. Aku berhutang sebuah permintaan maaf. Betul. Perkelahian itu, membuatmu babak belur, hidung pun menjadi miring. Jelas-jelas aku yang memukulmu hingga tidak bisa turun dari ranjang selama satu bulan, bukankah begitu? Mengapa kamu bicara sembarangan?
Pria sejati mengapa harus malu? Ayo, sekali lagi! Buku kecil ini untuk mencatat kejadian selama kamu menduduki jabatan, semua kasus palsu, kemalasan dan bertindak sembarangan, satu kasus pun tidak terlewatkan, semuanya ada di sini. Bai, kamu keterlaluan. Aku… kebetulan aku mempunyai api, kita bakar saja, bagaimana? Aduh, siapa yang mengatakan aku akan membakarnya?
Jerih payahku selama bertahun-tahun, mana mungkin dibakar begitu saja? Kalau begitu, kita manfaatkan arak putih ini untuk melakukan permainan. Jika kamu kalah, maka kita bakar buku kecil ini. Jika aku kalah, anggap saja aku omong kosong, tidak pernah mengatakan apa-apa, bagaimana? Huh, sungguh bagus pemikiranmu, semua tulisan di dalam, aku menuliskannya sendiri,
Semua adalah bukti kesalahan saat kamu menjabat. Melakukan permainan untuk mengambil buku kecil ini, mana mungkin? Lalu bagaimana? Pergunakan kesempatan ini, aku bantu kamu mengingat kembali, Baik, mengingat kembali. Lima tahun lalu, kamu memberikan keputusan yang salah sebanyak dua puluh tujuh kasus lebih. Empat tahun lalu, karena kemalasan dan keteledoranmu, telah mengakibatkan Provinsi Selatan rugi
Sebanyak dua puluh ribu tael perak. Aku lihat ini… Satu setengah tahun yang lalu, Zhao Quandui sembarangan… sembarangan bertindak, menyebabkan kerugian lima belas ribu tael perak. Mengapa kamu mencatatnya begitu jelas? Buku ini aku simpan. Aduh, aduh, aduh. Putramu sudah akan segera menikahi Putri Jinyan sebagai istri. Kamu juga segera akan naik pangkat,
Untuk apa kamu menyimpan buku ini? Berikanlah kepadaku, bolehkah? Kamu tidak… tidak usah melakukan hal ini, saat ini tidak… memanfaatkan simpati, tidak berguna. Aku katakan Bai, mengapa kamu tidak memberi muka? Kamu berada di mana ini? Kamu berada di tempatku, kediaman Zhao, aku akan membuat kamu tidak bisa keluar dari kediaman Zhao, percaya tidak?
Hei, aku akan melihat apakah kamu mempunyai kemampuan itu tidak? Kamu keluarkan jurusmu. Aku mengeluarkan jurusku. Aku, aku… aku akan memukul wajahmu, aku memukul hidungmu, aku memukul hidung dan wajahmu hingga bengkak. Aku pukul, aku pukul, aku pukul. Apa-apa ini? Tadi masih baik-baik saja, mengapa tiba-tiba berkelahi? Aku congkel bola matamu, aku garuk kakimu,
Aku tendang. Ling, cepat bantu. Oh, segera, segera. Ling, cepatlah sedikit. Suami-istri sehati, ketajamannya mematahkan emas. Jangan ada waktu untuk berjumpa lagi. Cepat pergi, tidak antar. Tidak berjumpa lagi. Enyah. Sampah. Menjijikkan. Phui. Huh. Cih. Kereta kuda maju ke depan, bawalah kuda Tuan Muda ke sini. Pandang lagi beberapa kali,
Setelah pergi ke ibukota, tidak akan bisa melihat lagi. Ah. Maksudmu adalah, kita pergi ke ibukota dan tidak akan kembali lagi? Benar, bahkan kamu harus bersiap untuk aku sekap di kamar setiap hari. Nona-nona di ibukota terlalu banyak, jika mereka menyukaimu, aku sendirian tidak akan sanggup menghadapinya. Apa maksudmu? Walaupun para dewi dari langit,
Aku juga tidak akan memandangnya sekali pun. Mataku hanya ada kamu seorang. Sungguh? Baiklah, sementara percaya kepadamu. Lihat beberapa kali lagi. Sebentar lagi akan berkumpul dengan Zhao Cuo dan kakakku. Kakak. Kalian terlalu lambat naik kereta kuda. Aku dan Tuan Muda Bai menunggang kuda pulang terlebih dahulu. Dalam perjalanan jangan bermain terus,
Cepat pulang ke rumah. Sudah tahu. Perhatikan keselamatan. Ya. Sanqi, di ibukota tidak seperti di rumah sendiri, setelah pergi ke kediaman Pemimpin kota, harus baik-baik menjadi menantu orang, harus berbakti kepada mertua. Tetapi juga jangan mau ditindas orang. Aku di sini, masih mempunyai sedikit uang, peganglah. Betul, betul, betul, pegang, pegang. Berikan kepada pelayan
Supaya mereka membantumu dengan baik. Kamu harus hidup dengan baik, supaya hati Ayah tenang. Aduh, Ayah apa? Jangan sampai terdengar oleh Tuan Muda Pimpinan Kota. Betul, betul, betul. selanjutnya Sanqi adalah Nyonya Muda Pimpinan Kota. Kamu lebih perhatikan. Betul, betul, betul, aku tidak bisa menyebut Ayah lagi. Sanqi telah memandang kalian sebagai keluarga sendiri.
Setelah tiba di ibukota, aku akan merindukan kalian siang dan malam. Ayah, Ibu. Sanqi, sudah siang, berangkatlah. Aduh, kamu lihat anak tengik ini, di saat penting, dia selalu tidak muncul. Hati-hati di jalan. Ingat makan yang banyak, jangan sampai kelaparan. Ada apa? Apakah badan tidak enak? Tidak apa-apa,
Hanya saja setelah tinggal lama di Provinsi Selatan, agak tidak rela meninggalkannya. Sanqi! Sanqi! Cepat. Lihat jalan! Kamu ini, mengapa tidak berhati-hati? Sanqi! Semoga aman dalam perjalanan. Zhao Cuo? Aku masih mengira, ada orang yang tidak akan mengantar aku. Aku, angin puyuh kecil di Provinsi Selatan, tidak begitu sempit hatinya. Nih,
Ini adalah kue kacang merah yang baru matang pagi ini, makanlah di jalan selagi masih panas. Di ibukota pasti tidak ada. Masih ada ini lagi, ini adalah burung dara panggang dari Restoran Dewa Mabuk, yang biasa kamu makan tiga ekor sekaligus. Masih ada ini, ini juga adalah makanan yang kamu sukai, kue bunga mawar.
Ini, ini adalah… Pagi-pagi kamu menghilang, karena pergi membeli ini semua? Betul, masih ada ini… Sungguh disayangkan, ini adalah kue kelopak bunga segar yang paling kamu sukai, tadi terjatuh ke tanah, sudah kotor. Sudah kotor, hei. Aku paling menyukai makan kue pia. Sungguh enak. Oh, ya, masih ada ini. Ini adalah pemberian ibuku
Ketika aku lahir, aku memakainya terus. Sejak mengenalmu, aku belum pernah memberikan hadiah yang berarti. Ambillah, untuk kenang-kenangan. Zhao Cuo, kita pasti, pasti… akan bertemu lagi. Aduh, gadis bodoh, bukan perpisahan antara hidup dan mati. Masih bisa bertemu lagi. Sudahlah, apa itu, jika tidak ada urusan lain, aku pergi dulu. Kamu juga cepatlah pulang.
Kue pia ini aku yang bantu kamu makan. Tian Sanqi! Kamu harus ingat! Sebagai teman yang terpenting adalah setiakawan. Lain kali jika kamu mengalami kesulitan, aku, Zhao Cuo,yang akan datang pertama. Kamu harus ingat, masih ada aku. Nyonya Muda Pimpinan Kota. Nyonya Muda Pimpinan Kota. Lagu milik kakak.
Masih ada orang lain yang mengetahui lagu ini? Tempat apakah ini? Apa hubungannya dengan kakak? Nyonya Muda Pimpinan Kota, kamu berjalan ke sembarang tempat lagi. Mengapa kamu baru tiba, sudah berjalan ke sembarangan tempat? Ayahanda sudah menunggu lama di dalam. Pakaian ini telalu menyesakkan, tidak nyaman. Apakah seterusnya aku harus berpakaian seperti ini?
Tidak, ini adalah baju untuk upacara. Hari ini adalah pertama kalinya bertemu dengan ayah, harus berpakaian lebih resmi. Setelah masuk istana, harus memperhatikan tingkah dan ucapan sendiri, jangan berlaku tidak sopan. Oh, aku sudah mengetahuinya. Tuan Muda Pimpinan Kota. Ya. Pimpinan Kota meminta Anda dan Nyonya Muda Pimpinan Kota masuk. Baik, segera datang.
Berdiri yang baik. Hormat pada Ayah. Hormat pada Pimpinan Kota. Bangunlah. Terima kasih kepada Pimpinan Kota. Kamu adalah Tian Sanqi? Benar. Mengapa kamu lari dari pernikahan? Kamu tidak takut aku, Pimpinan Kota menghukummu? Ayah, Sanqi, dia… Kamu dengarkan dia. Sejujurnya, aku sejak kecil telah melakukan janji nikah dengan orang lain. Satu kuda…
Apa itu, kuda apa pun sulit mengejar. Nyalimu sungguh besar, berani menolak lamaran dari Pimpinan Kota, kamu masih berani datang? Sebenarnya, Anda sudah sejak awal mengetahui masalah ini, betul tidak, Pimpinan Kota? Sanqi. Orang lain menghadap aku, tidak berani mengucapkan sepatah kata pun, kamu malah bertanya kepadaku.
Pimpinan Kota, walau Anda tidak pernah keluar dari kediaman, tetapi mana ada kejadian di kota Taoyuan, yang bisa luput dari perhatian Anda? Jika Anda memang ingin menyalahkan aku, aku mana masih mempunyai nyawa kecil untuk menghadap diri Anda di sini? Kamu, nona kecil, bukan hanya punya nyali besar, mulut juga pandai bicara.
Aku tiba-tiba mempunyai ide aneh, ingin mencarikan menantu bagi putraku di Desa Shifang, mencari ke sana dan kemari, ya, akhirnya berhasil menemukan seseorang yang pernah mengikat janji dengannya semasa muda, yaitu dirimu. Desa Shifang ini, adalah tempat penuh berkah bagi putraku. Hei. Zhen, bawalah Sanqi keliling-keliling di luar, aku sedikit lelah. Baik.
Pimpinan Kota, Anda begini adalah salah. Sanqi, kamu berbicara sembarang, mana ada yang salah pada Ayah? Hmm, katakan di mana salahku. Pimpinan Kota, wajah Anda pucat, sinar matahari tidak bisa masuk ke dalam rumah ini, maka orang tidak bisa berjemur sinar matahari. Ibuku mengatakan. jika sakit, jangan berbaring di ranjang, harus bangun dan bergerak. Ah,
Ibuku juga pernah mengajarkan aku senam sehat, bagaimana jika aku mengajarkannya kepada Anda? Banyak bergerak akan membuat badan sehat. Sanqi, jangan sembarangan. Di sisi Ayah begitu banyak tabib yang merawat dirinya, mana perlu senam sehatmu ini? Tidak mengapa, tidak mengapa, biarkan dia tunjukkan kepadaku. Baiklah! Sudah kukatakan, pakaian ini terlalu menyesakkan, sulit untuk bergerak.
Sudahlah, sudahlah, lain kali aku akan ikut berlatih denganmu. Kalian pergi dulu. Baik. Baik, Pimpinan Kota. Ayo jalan. Sanqi, ini adalah Bibi Lan. Dia mengetahui segala macam adat-istiadat di kota Taoyuan. Mulai sekarang, ikut belajarlah bersama dia. Apakah perlu? Perlu. Di dalam kamu mau seperti apa, tidak menjadi masalah. Tetapi kamu sudah segera akan menjadi
Nyonya Muda Pimpinan Kota. Di hadapan orang lain, harus menjaga penampilan. Sudahlah, aku akan kerja dulu, kamu harus belajar baik-baik. Bibi Lan, merepotkanmu. Itu… Bibi Lan, mengapa kamu tidak penah tersenyum? Mengapa mengerutkan wajah seperti itu? Menjawab Nyonya Muda Pimpinan Kota, yang akan Anda pelajari untuk pelajaran pertama adalah,
Tidak boleh menunjukkan terlalu banyak ekspresi yang tidak diperlukan di dalam rumah, misalnya tertawa lebar. Hah, apa? Tidak boleh tertawa? Sebagai Nyonya Muda Pimpinan Kota, Anda harus setiap saat memperhatikan status, setiap saat mengingatkan diri, di rumah tidak boleh menampilkan ekspresi yang telalu berlebihan. Harus berbuat hingga senyum tidak memperlihatkan gigi,
Sehingga orang lain merasa bagaikan bermandikan angin musim semi. Oh. Nyonya Muda Pimpinan Kota, Anda ikuti aku. Tak disangka, Pimpinan Kota memiliki tempat seperti ini, begitu sunyi-sepi. Gemboknya tidak tampak kusam, artinya seringkali ada yang keluar-masuk. Kotak makanan, menyatakan ada jejak orang pernah tinggal di sini. Aku harus memikirkan cara untuk melihat ke dalam.
Li Jia. Ya. Apakah merasa lembah ini begitu tenang? Tuan Muda, dalam hutan belantara ini, tidak ada orang, tidak ada kereta, pasti tidak ada suara. Bodoh, hutan belantara juga seharusnya ada suara kicauan burung. Tuan Muda, dengar, sekarang benar-benar ada suara. Ada apa? Tidak ada masalah bukan? Aku akan melihat ke sana.
Cuo, apa yang terjadi? Hati-hati, Ayah. Ada jebakan. Hah. Ayah. Aku tangani. Dari mana kamu mengetahui ada jebakan? Hah, hah, kamu tidak perlu bertanya ini, jagalah dirimu. Li Jia. Ada. Lindungi Ibu Ling. Saudara-saudara. Serang! Cuo! Cuo! Kepala sangat sakit. Kamu sudah datang. Siapa kamu? Siapakah kamu? Mengapa merampas anakku? Di mana anakku?
Di mana anakku? Anakku. Jubah Burung Phoenix. Nyonya Pimpinan Kota. Pimpinan Kota. Aku mau bertemu dengan Pimpinan Kota, aku mau bertemu dengan Pimpinan Kota. Dia telah dibohongi. Aku ingin bertemu dengannya. bawa aku menemuinya. Anakku, kembalikan anakku, kembalikan anakku. Anak. Apakah yang kamu maksud, apakah yang kamu maksudkan adalah He Zhen? Bukan. Penipu, palsu, palsu,
Palsu, palsu. Kamu jangan menangis, aku bawakan anakmu untuk menjengukmu. Tidak mau, tidak mau. Dia bukan anakku, dia bukan anakku, dia bukan anakku. Apa yang kamu katakan? Cuo, ada apa denganmu? Hmm. Mana orang, bariskan kereta untuk melindungi Tuan Muda. Dia bukan anakku, dia bukan anakku, dia bukan anakku. Apa yang kamu katakan? Bandul giok.
Desa Shifang, Zhen. Ini adalah bandul gioknya. Zhen-ku masih hidup, anakku masih hidup, anakku masih hidup, anakku masih hidup. Ini adalah pemberian ibuku, sejak aku lahir, aku terus memakainya di badan. Kamu peganglah. Bandul giok ini, apakah yang kamu berikan kepada anakmu? Anakku, anakku telah pulang. Sakit sekali. Tidak, aku ingin mencari temanku.
Kamu sudah tidak bisa mencari mereka lagi. Mengapa? Aku telah mengatakan kepadanya, akan bersamanya seumur hidup. Aku mau pergi, aku mau pergi. Tuan Muda, mereka sudah mati. Mereka, seluruh keluarga mereka telah mati dibakar api. Kamu masuk ke dalam hutan berwarna merah. Di dalam hutan ada sebuah peti mati berwarna merah.
Aku mau kamu tidur di dalam, pelan-pelan, pelan-pelan, pejamkan mata, tidurlah. Lupakan masa lalu, sejak saat ini namamu menjadi Zhao Cuo.