I’ve Fallen for You | EP19【INDO SUB】 Merayakan Ulang Tahun Sanqi| iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 19 Kasus ini telah diselesaikan. Tuan Bai telah membersihkan namanya. Kalian akhirnya bisa bersama dengan sah. Bagaimana? Aku Jinyan sebagai detektif nomor satu di pusat, pantas dengan nama itu bukan? Ku katakan kepadamu, hari ini demi merayakan Bai Yifei membersihkan namanya,
Kita harus makan sepuasnya di restoran! Baik! Kalau begitu aku tidak akan sungkan-sungkan memakannya! Teringat merpati panggang itu, gosong diluar empuk di dalam. air liurku hampir keluar. Makan, makan, makan! Harus makan dengan banyak! Ku katakan denganmu, setelah kamu pulang ke ibukota, maka tidak akan dapat memakan makanan dari Provinsi Selatan lagi. Bukan, maksudku adalah
Jika Sanqi kembali, itu juga karena pulang untuk berkunjung dengan keluarga setelah menikah. Maaf aku tidak akan mengatakannya lagi. Kasus ini telah selesai, aku akan pulang ke pusat bersama Tuan Muda Pimpinan Kota. Apakah sudah akan pergi sekarang juga? Dalam beberapa hari ini. Awalnya ingin lebih cepat memberitahu kepada kalian, takut hati tidak merasa rela
Ketika sudah mengatakannya. Nona Sanqi, orang dan kejadian yang terjadi di Provinsi Selatan apakah kamu dapat merelakannya? Tentu tidak rela. Terutama merpati panggang itu, aku sudah tidak dapat menahannya lagi sekarang. Bagaimana jika malam ini kita pergi saja Ruoyao? Baik. Kalian pergi dulu, aku tidak akan pergi. Saudara Zhao apakah menyerah begitu saja?
Satu ingin meminang, satu ingin menikah, aku menjadi orang yang berlebih. Tidak melepaskan aku bisa bagaimana lagi? Kamu tidak mencoba bagaimana mengetahui hasilnya? Bai… Aku tidak akan mengalah. Saudara Zhao, kamu dengarlah perkataanku. Kehidupan begitu singkat, dunia begitu banyak orang, jika bertemu dengan cinta sejati, maka harus berusaha memperjuangkannya.
Jika ingin melakukannya pasti akan mendapatkan hasilnya. Aku percaya denganmu. Berusahalah dengan sekuat tenaga, bagaimana? Baik. Saudara Zhao, mengapa wajahmu sebenar merah, sebentar pucat? A…a…apakah ada? Tidak ada bukan? Eh? Merah lagi. Bisakah kamu lepaskan tanganmu dulu? Oh. Aduh, mereka berdua sudah mau menikah, aku sungguh tidak memiliki cara. Tapi tetap terima kasih kepadamu.
Pergi dulu. Aku memiliki satu rencana. Katakan. Tuan muda Bai. Tuan Muda Pimpinan Kota. Tidak tahu ada urusan apa mencariku kesini? Oh, aku ingin merekomendasikan seseorang kepada Anda. Me…merekomendasikan siapa? Benar. Aku. Apa? Aku Bai Yifei ingin merekomendasikan diri sendiri. Aku telah lama menyukai adikmu. Mohon Tuan muda Pimpinan kota menyetujuinya. Begitu rupanya.
Adik ku ini sejak kecil dimanjakan oleh ayahku, sifatnya sangat keras kepala. Aku sebelumnya masih mengkhawatirkan dia tidak akan dipinang orang. Jika Tuan muda Bai bisa menundukkannya, maka aku tentu akan menyetujui kalian berdua. Tidak, tidak. Putri Jinyan sangat pintar, memiliki bakat dan kemampuan, aku bisa bersama dengannya ini adalah keberuntunganku. Jika begitu maka aku
Mendoakan kalian berdua. Oh. Terima kasih, terima kasih. Terlalu sungkan, terlalu sungkan. Tuan muda Bai? Masih ada urusan? Oh. Ada urusan. Ada. Silakan katakan. Ini… Ehm…ini… Oh, aku sungguh tertarik dengan putri Jinyan, ingin menanyakan kepada Tuan Muda Pimpinan Kota apa yang dia tertarik dan apa hobinya. Adik ku ini biasanya di kediaman
Dia suka menyuruhku menemaninya berlatih silat dan berkuda, seperti anak laki-laki. Bagus juga, berkuda. Bagus. Jika… begitu masih ada yang lain? Hm…apa yang masih ingin kamu ketahui? Ternyata dia suka makan anggur. Apakah dia menyukai yang berbiji atau yang tidak berbiji? Ternyata dia pernah memelihara seekor anjing bernama Lingdang. Sungguh polos dan romantis, juga imut.
Anda tadi mengatakan apa? Anda berkata sesuatu? Oh. Aku yang salah mendengar. He Zhen ini menempatkan simbol nama dimana? Pernikahan pria dan wanita di kota Taoyuan ini biasanya harus saling menukar simbol nama. Aku mendengar simbol nama Sanqi berada dikamar He Zhen, kamu bisa mencurinya, lalu mereka tidak akan bisa menikah. Bai,
Biasanya sangat bermoral dan sopan, sekarang malah melakukan tindakan licik seperti ini. Aku hanya memberikan saran, kamu pertimbangkan dulu. Baik. Sifat introvert. Untuk apa mempertimbangkannya? Aku akan mencurinya malam ini. He Zhen ini menempatkan simbol nama dimana? Kamu… Jangan berkata tidak sesuai dengan isi hati lagi. Kamu menyukai Zhao Cuo masih tidak mengakuinya. Omong kosong!
Aku tidak menyukainya. Aku menyukai kakak. Jika begitu aku tanya kepadamu. Saat kamu memikirkan kakak, apakah hati akan berdebar-debar? Tidak ada. Jika kamu memikirkan Zhao Cuo, apakah kamu tidak bisa menahan ingin tertawa? Kamu lihatlah kamu. Saat aku memikirkan Bai Yifei juga begini, jadi membuktikan kamu…menyukai Zhao Cuo. Kamu tidak menyukai kakakku. Tidak! Kamu bohong!
Aku suka! Aku suka! Jika kamu suka, kamu suka kamu katakanlah kepadanya. Huh! Sudah sampai. Kamu pergi? Mengapa kamu disini? Kamu kenapa kemari? Berdiri. Jangan menyentuh ketiakku! Akan melahirkan anak. Melahirkan anak? Kepalaku sakit sekali. Pergi tidur dulu. Kamu kembali, jangan bergerak. Jangan bergerak. Kamu kembali. Tengah malam masuk ke kamar He Zhen
Ingin melakukan apa? He Zhen? He Zhen? Ini adalah kamar He Zhen? Kamu… Kamu tengah malam minum arak dan seorang perempuan masuk ke kamar pria. Kamu tahu ini adalah kelakuan apa? Tidak tahu. Sangat berbahaya. Tidak ada urusannya denganmu. Yang mulia, aku ada banyak urusan ingin dirundingkan dengan Anda. Tuan muda Bai. Sudah terlalu malam,
Rundingkan besok saja. Yang mulia, bagaimana jika kita berbicara hingga tengah malam? Aku sungguh sudah lelah, lain kali saja. Eh, eh, eh, Yang mulia! Yang mulia! Jika begitu, aku mengucapkan selamat malam kepada Anda, mimpi yang baik! Aku permisi dulu! Muka adil ini bahkan tidak bisa mengulurkan waktu. Kamu dan Bai Yifei merencanakan apa?
Jangan mengatakan itu lagi, sembunyi dulu! Tidak bisa dibuka. Kamu… Kamu kenapa disini? Oh, benar, mengapa aku disini? Dan bahkan diatas kasurku. Benar. Begini teringat aku akan segera meninggalkan Provinsi Selatan, hatiku ini menjadi sangat sedih, sampai tidak bisa tidur. Jadi maksudnya bisa tidur dikasurku? Benar.
Kamar Yang mulia berkasur tinggi dan memiliki bantal yang empuk, aku menempelnya langsung merasa sangat ngantuk ingin tidur. Kita cepat tutup lampu, cepat istirahat saja. Jangan, jangan, jangan, jangan kemari. Kenapa? Aku mengenal ranjang, aku hanya bisa tidur jika memeluk bantal sendiri. Jadi kali ini kita kembali harus membawa bantalmu. Baik.
Bagaimana jika Yang mulia mengambilnya sekarang? Mengambil bantalmu di samping bantalku? Iya, benar. Aku segera pergi! Kamu sedang apa? Apa yang kamu katakan itu? Kamu masih memiliki suasana hati untuk bertengkar denganku, cepat pergi! Dasar. Sanqi! Pandangan apa itu? Kamu mencuri apa di kamar He Zhen? Bukan apa-apa. Kamu katakan atau tidak?
Aku menghitung sampai tiga, tiga.. Simbol namamu. Untuk apa mengambil simbol namaku? Aku tidak ingin kamu pergi, aku juga tidak ingin kamu menikah dengannya, aku lebih tidak ingin membiarkan dia memiliki simbol namamu. Sudah puas? Kamu lebih cepat istirahat. Kelak jaga diri sendiri dengan baik. Baik Nyonya muda. Tuan muda sedang memikirkan apa? Tidak apa-apa.
Aduh, tiga hari lagi Sanqi akan pergi. Aku tahu. Sebenarnya aku juga tidak merelakan kepergiannya. Walaupun Sanqi bukan Nona kami, tapi aku sudah menganggapnya seperti putri sendiri. Jadi terus membiarkan beberapa hal yang sudah salah, itu baik juga. Ibu Ling, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan? Adu, aku juga tidak ingin membujukmu.
Aku sudah hidup begitu lama, cinta dan perasaan dalam duniawi aku juga tidak begitu mengerti. Tapi aku pikir cinta memiliki banyak jenis. Kadang kala melepaskanlah yang sebenarnya memiliki. Ibu Ling. Aku tidak merelakannya sama denganmu. Kita berdoalah untuknya bersama, mendoakan dia akan bahagia, senang seumur hidup. Asalkan dia baik-baik saja sudah cukup. Benar.
Jika dia bisa bahagia, aku juga akan senang karenanya. Besok adalah ulang tahunnya, kita merayakan ulang tahun untuknya mengantarkannya. Baik. Pilih yang mana bagusnya? Pilih ini? Ini? Ini! Kamulah. Iya, bagus. Sudah memiliki awal yang bagus. Aduh, Tuan muda, kamu ini kenapa? Tidak apa-apa, tidak sengaja tertusuk. Ini…kamu mengapa mengambil jarum? Kamu ingin menjahit baju,
Carilah pembantu saja. Lihat dulu, bagaimana? Cantik bukan? Tuan muda, Anda, Anda mendapat dorongan apa? Mengapa menyulam disini? Kamu mendapat dorongan apa? Menyentuh kepalaku. Bukankah Sanqi akan ulang tahun besok, diatas tas kecil miliknya kebetulan ada satu lubang kecil, aku juga tidak tahu harus memberikan hadiah apa kepadanya, maka menyulam sebuah boneka kepadanya. Aduh.
Bagus tidak? Kamu…kamu kenapa? Terlalu jelek? Bukan, Tuan muda Anda sejak kecil sampai besar bahkan tidak pernah menjahit baju sendiri, sekarang tiba-tiba menjahit ini demi Nyonya muda bukan, Nona Sanqi, aku.. Tak apa-apa untuk lakukannya, juga bukanlah hal yang rumit. Tuan muda, jika kamu benar-benar sakit, kamu pukul saja aku, Anda tendang saja pantatku,
Mau bagaimana juga bisa, kamu jangan seperti ini lagi. Tapi jika kamu tidak bisa menahannya, dengan memperjuangkan nyawa ini aku juga akan merebut pengantin untukmu. Apa yang kamu katakan Li Jia? Aduh, aku sudah mengerti. Aku hanya ingin membuat Sanqi senang sekali lagi sebelum dia pergi. Tidak ada permintaan lain lagi.
Aku puting beliung Provinsi Selatan bagaimana mungkin dikalahkan dengan begitu mudah? Benar bukan? Tuan muda, aku menemanimu. Tapi jujur saja. Kamu saat menangis, sungguh jelek. Zhao Cuo, apa ini? Ini bukankah tas selempang milik Nona Sanqi? Diatasnya masih memiliki boneka yang jelek. Ini sungguh terlalu jelek. Ini disulam semalaman oleh Tuan muda. Huh!
Ini juga terlalu jelek! Eh, Zhao Cuo, kamu ini menyulam dirimu sendiri? Kamu lihat ini kepalanya begitu besar, badan juga tidak terlihat seperti badan, apa ini? Kamu tidak merasa dia sangat mirip denganmu? Kepalanya begitu besar. Bukan diberikan untukmu. Berikan kepadaku, aku juga tidak mau. Dasar. Zhao Cuo, kamu tidak tidur semalaman
Menyulam ini untuk Nona Sanqi ingin melakukan apa? Hari ini adalah hari ulang tahun Nona Sanqi, Tuan muda ingin dia senang. Kamu memberikan ini saat ulang tahun? Kelakuan ini… Apakah jelek sekali? Bukan, apa hubungannya dengan kalian? Kalian sungguh tak tahu sopan. Benar. Lain kali jangan memberikan aku barang yang begitu jelek! Dimana? Puku… Puku…
Puku… Pu…ku… Zhao Cuo? Mengapa kamu disini? Aku ada urusan mencarimu. Sanqi, kamu bukalah pintu. Aku ada urusan mencarimu. Oh, Tuan Muda Pimpinan Kota, kamu tunggu aku berdandan sebentar, segera datang. Kamu…sedang apa? Mengapa diam-diam begini? Aku tanya kamu, apakah kamu memiliki sesuatu yang sangat disukai? Yang sangat disukai? Sanqi, aku menunggumu di taman,
Aku ada urusan mencarimu. Aku tanya kamu, apakah kamu memiliki berbagai kain sutra, dan riasan yang kamu sukai? Apa pun boleh. Jika begitu aku memberikan kamu sebuah hadiah. Kamu tidak boleh menertawakan aku. Benda apa? Begitu misterius. Sanqi, kamu cepat keluar! Tiga, dua, satu, selamat ulang tahun! Wah, kembang api! Sanqi, kemari! Ada apa?
Mengapa jalanan tidak ada seorang pun? Karena hari ini seluruh Provinsi Selatan adalah milikmu. Ayo, kita berkeliling. Tuan Muda Pimpinan Kota, kita akan pergi kemana? Jangan terburu-buru, sebentar lagi akan tiba. Ini adalah hadiah kedelapan yang aku berikan kepadamu. Apakah mirip dengan delapan tahun lalu? Seperti kembali ke masa lalu.
Aku juga merasa seperti sendang bermimpi. Dalam delapan tahun ini setiap saat aku terus memikirkan apakah masih akan bertemu denganmu, apakah masih memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu. Tapi tak disangka kamu juga sedang menungguku, mencariku. Akhirnya hari ini tiba juga. Hadiah kedelapan yang aku berikan untukmu yaitu untuk mengganti
Delapan tahun ini aku tidak berada disisimu. Mulai sekarang, setiap tahun berikutnya aku ingin terus bersamamu. Aku tidak akan absen lagi. Besok pulanglah bersamaku agar aku menggantikan kembali hari-hari yang telah terlewatkan olehmu. Bagaimana? Baik. Mari. Nyonya Muda Pimpinan Kota, kelak, mohon bantuannya. Kakak, kelak kamu membawaku pergi ke kota
Lihat kembang api yang sebenarnya, ya? Baik, kamu patuhlah, kelak aku akan membawamu melihat langit dipenuhi kembang api, ya? Baik, janji. Kamu saat masih kecil meributkan aku untuk membawamu melihat kembang api. Aku pernah berjanji kepadamu, suatu hari nanti pasti akan memberikanmu langit yang dipenuhi kembang api. Sekarang… aku telah menepatinya.