I’ve Fallen for You | EP4【INDO SUB】 Kasus Pembunuhan Qinqu| iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 4 Orang-orang pasti mencari aku di seluruh kota sekarang. Aku harus lebih hati-hati. Rombongan pernikahan Tuan Muda Pimpinan bertemu bandit di jalan. Istri Tuan Muda Pimpinan melawan dengan berani dan kabur dari bandit. Tapi, keberadaan dia tidak diketahui.
Pimpinan kota saat ini menawarkan hadiah 50.000 Tael Emas. Semoga semua orang dapat bekerja sama. Gawat, gawat. Lukisan muka juga mau ditempel. Gawat. Siapa ini? Sangat jelek. Ya. Istri Tuan Muda Pimpinan terlalu mengerikan. Nona, aku rasa kamu lebih terlihat seperti Istri Tuan Muda Pimpinan. Apa yang sedang terjadi?
Apakah terjadi kesalahan di kediaman Pimpinan Kota? Tidak peduli lagi. Aku harus menemukan Zhao Cuo dulu. Yang Yong, apakah kamu merasa terbang kurang tinggi di hari itu? Orang yang tanpa pendukung masih teriak di sini. Lelucon. Memangnya kamu menyewa rumah bordil ini? Aku akan datang kalau aku suka. Memangnya aku harus kasih tahu kamu?
Li Jia, potong tangannya untukku. Tidak masalah. Kamu makan biji kemalakaian di pagi hari. Begitu banyak kentut. Katakan. Cangkir dadu, kartu Pai gow atau permainan minum arak? Permainan minum arak saja. Bagaimana? Baik. Muka jelek. Hidup lama. Muka Tampan. Dicintai orang. Sepertinya aku harus minum arak ini sampai habis. Pengundi yang mendapatkan ini
Akan traktir hari ini. Hari ini, Tuan Muda Yang akan membayar seluruh pengeluaran para hadirin. – Bagus. – Bagus. Bagus. Bagus. Bagus. Kenapa? Tidak sangup main lagi? Tidak mau main permainan minum arak lagi. Kita main cangkir dadu. Tapi, kita main yang besar kali ini. Aku yang tentukan taruhannya. Tentukan saja.
Apa yang tidak bisa aku kasi? Puas. Benar kan? Kalau kamu kalah, rumah leluhur kamu yang di selatan akan jadi milikku. Bagaimana? Ini…ini tidak boleh, Tuan Muda. Itu adalah rumah yang diwariskan ke Tuan Besar. Kalau kalah bertaruh, Tuan Besar pasti akan mengupas kulitku. Tuan Muda. Tidak boleh, tidak boleh, tidak boleh. Bertaruh dengan dia.
Kamu… Apakah Tuan Muda Pejabat Kantor pemerintahan Selatan akan takut sama orang ini? Ya. Tuan Muda Zhao selalu menang dalam setiap pertaruhan. Tidak terkalahkan. Tidak ada kata takut. Ya. Bertaruh. Bertaruh. Tuan Muda Zhao, kalau kamu takut, aku akan menyewa tempat ini. Tapi, Lei Mo’er harus melayani teman-teman aku yang ada di belakang ini. Bagus.
Lancang. Merebut orang dengan aku? Apakah kalian tidak ingin hidup lagi? Baik. Menang dan kalah akan ditentukan dalam 1 ronde. Kalau kamu kalah, merangkak keluar dari lubang anjing itu. Mulai saat itu, tidak boleh masuk ke sini. Dan aku merasa sebal ketika melihat kamu. Kamu… Baik. Mari kita mulai – Bagus. – Bagus
Seluruh kungfu di dunia. Tidak akan bisa dilawan dengan kecepatan cepat. Dan kecepatan yang cepat tidak terletak pada penglihatan mata. Tapi dalam hati. Tutup matamu. Melihat dengan telingamu. Merasakan dengan hatimu. Dua buah angka 6, satu buah angka 4. Besar. Saudara Zhao, kamu sepertinya sedikit berlebihan. Memangnya kamu bisa mendengar angkanya?
Jelas-jelas Tuan Muda Yang menjebaknya. Zhao Cuo yang tidak mampu malah kena perangkapnya. Sepertinya akan kalah dengan menyedihkan. Saudara Zhao. Mari. Taruhan ini pasti menang. Aku menyulang padamu. Kamu bertaruh besar. Aku akan bertaruh kecil. Buka. Tidak boleh buka. Tidak boleh buka. Zhao Cuo. Cepat pulang denganku. Tunggu. Siapa kamu? Bukahkah itu gadis
Yang mempermainkan saudara Zhao? Saudara Zhao, bukankah ini Nyonya kakak ipar yang baru saja menikah? Jangan-jangan dia melepaskan bajunya dan menyerahkan dirinya? Benar kan? Minggir. Kamu datang ke sini untuk apa? Kalian jangan salah sangka. Kalian lihat dia. Mukanya sangat jelek. Perut babi, telinga besar, berlemak. Bagaimana mungkin dia istri aku? Benar kan? Dasar pembantu.
Cepat pulang masak. Dasar pembantu? Tuan Muda jangan marah. Merusak minat yang sedang baik. Siapa dia? Aku ingat. Dia juga ada di rumah bordil ketika aku terakhir kali di situ. Pergi, pergi, pergi. Cuma seorang pembantu. Tidak ada urusan dengan kamu. Cepat pulang. Pergi, pergi, pergi. Zhao Cuo, mereka semua bukan orang yang baik.
Mereka semua berkumpul untuk menjebakmu. Kamu cepat pulang dengan aku. Lancang. Orang ini adalah teman aku. Mau bohong aku? Tidak mungkin. Kamu cepat pergi. Pergilah. Pergi. Pergi. Pergilah. Pulanglah. – Pulang. – Pulang. Teman. Mulai sekarang, kita adalah teman. Ke depannya, aku tidak akan membiarkan orang lain menindasmu. Pergi. Pergilah. Pergilah. Pulanglah. Pulanglah.
Ayo, ayo, ayo. Buka. Dasar Zhao Cuo. Zhao Cuo sialan. Aku kutuk kamu minum air dingin sampai gigi tersumbat. Siapa yang memarahi aku? Bukalah. 1, 3, 4. Kecil. Kecil? Dapat. Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa? Tidak mau mengaku? Semua orang disini adalah saksi. Apa yang kamu lakukan?
Apakah kamu masih ingin pukul orang walaupun sudah kalah? Kata-kata yang sudah diucapkan tidak akan bisa dikejar oleh kuda apa pun. Ambil kontrak rumahmu. Pergi. Terima kasih, Tuan Muda Zhao. Li Jia, aku sedang berpikir… Tuan Muda, kita jangan pikir lagi. Kita biarkan masa lalu terbang mengikuti angin. Terbang mengikuti angin. Angin. Aku sedang berpikir…
Aku sedang berpikir apakah karena kemampuan judiku sudah menurun? Apakah harus belajar beberapa hari di tempat judi? Ini… Ini adalah tradisi kediaman Zhao. Aku secara pribadi menganggap Tuan Besar mengajari kita bahwa bahan makanan diambil dari rakyat, baru bisa mengerti perasaan dari rakyat. Mengatakannya dengan bagus. Maksud aku memang begitu Ada hadiah.
Aku secara pribadi menganggap lagi maksud Tuan Besar itu adalah kamu lihat sawi ini putih dan hijau. Kamu lihat mangkuk ini besar dan bulat. Kamu lihat mi ini panjang dan lebar. Panjang dan lebar. Jernih dan putih. Mengumpamakan Tuan Besar harus menjadi pejabat baik yang tidak bernoda. Pejabat baik yang adil. Sudah. Hu, Bao. Pergilah.
Bagaimana kemarin? Bagus. Capek semalaman. Seluruh badan tidak nyaman. Aku tidak akan tanya detailnya. Kalian suami istri selalu bersama ya? Lalu, apa yang mau dilakukan hari ini? Hari ini Tuan Muda… Nyonya, Tuan Muda minta aku sampaikan pesan buat kamu. He Jinxin, kalau kamu berani kasih tahu masalah rumah leluhur kepada tua bangka.
Kamu akan bermasalah. Tuan Besar. Pasangan suami istri yang cukup misterius. Kenapa Tuan Muda tidak keluar makan? Tuan Muda… Tuan, Tuan muda sedang berusaha, menulis karangan dengan cepat. Berjuang untuk kebangkitan Provinsi Selatan. Tidak peduli bagaimana caranya aku membujuk dia, dia tetap bilang dia bisa berusaha lebih keras lagi. Benar-benar sudah dewasa.
Kita jangan ganggu dia. Siapa yang suruh kamu pergi bertaruh? Kalah taruhan rumah leluhur keluarga Zhao aku. Sudah diwariskan tujuh generasi. Aku pukul dia sampai mati. Aku pukul dia sampai mati. Aku pukul dia sampai mati. Tuan Besar, Tuan Muda sudah tahu kesalahan dia. Anak durhaka. Menyebalkan. Menyebalkan. Aduh, bagaimana ini? Menyebalkan. Tuan Besar, sini.
Sini. Anda duduk sebentar. Menyebalkan. Jangan merusak badanmu karena marah. Bagaimana kalau jabatan aku hilang? Dia… Dia masih membuat masalah di mana-mana. Tuan Besar, aku jadi tidak mengerti sekarang. Anda menjabat di Provinsi Selatan sudah bertahun-tahun. Rakyat hidup dengan bahagia. Kenapa Anda mengatakan ini? Memangnya apa yang kamu tahu? Tuan Besar Bai Provinsi Utara
Selalu mencari masalah denganku. Kalau aku membuat sedikit kesalahan, dia akan mengeluarkan buku catatan dan mencatat kesalahanku ke dalam buku catatan itu. Dia bilang dia akan memakzulkan aku. Dunia pemerintahan tidak gampang. Musuh terus berdatangan. Di mana-mana terdapat bahaya. Kalau jabatan aku hilang, Cuo harus bagaimana? Zhao Cuo,
Apa yang ingin kamu lakukan di Provinsi Utara saat tengah malam begini? Kenapa kamu ada dimana-mana? Kamu ingin masuk. Kenapa tidak lewat pintu depan? Apa hubungannya dengan kamu? Kepo. Aku tahu. Kamu ingin mencuri barang. Tidak boleh pergi. Lepaskan, lepaskan. Aku tanya kamu. Apakah kita berdua adalah teman baik? Ya, dengan terpaksa.
Apakah sesama teman baik seharusnya saling berkorban, tidak takut kesulitan, tanpa pamrih? Pejabat anjing ini menghina ayahku hari ini. Apakah menghina ayahku itu sama dengan menghina aku? Apakah kita berdua adalah teman baik? Apakah kamu sanggup melihat teman baikmu ditindas oleh orang lain dan diinjak sambil digesek pakai kaki? Sama sekali tidak sanggup. Saudara baik.
Saudara baik. Jongkok. Jongkok. Tunggu aku. Aku tidak bisa masuk. Ruangan kerja. Benar. Ini tempatnya. Kamu jaga di sini. Di mana buku catatan itu? Banyak sekali. Aku harus cari di mana? Atau… Oi, kenapa kebakaran? Ayo. Cepat lari. Merepotkan. Ayo. Kebakaran. Padamkan api. Tolong. Padamkan api, padamkan api. Jongkok. Jongkok.
Kamu jangan gerak sebelum aku suruh kamu gerak. Baik. Lancang. Bukan aku, bukan aku. Tangkap. Lancang. Tuan Muda, dia adalah pembunuh. Pembunuh? Apanya pembuuh? Di mana ada pembunuh? Tuan Muda, wanita itu adalah pembunuh. Pembunuh ini yang melakukan pembakaran tadi. Memangnya kamu melihat dia melakukan pembakaran? Tapi…Tapi, cuma ada dia di sini sendiran.
Kalau bukan dia yang melakukannya, siapa lagi yang melakukannya? Siapa yang melakukan pembakaran? Apakah aku yang melakukannya? Ternyata begitu. Tuan Muda yang melakukannya. Coba kalian lihat. Apinya sangat besar sekali. Benar. Tapi, jelas-jelas pembunuh itu… Cepat pergi padamkan api. Nona, apakah kamu baik-baik saja? Hari ini bunga bermekaran, bulan purnama. Nona,
Kenapa kamu tidak menikmati bulan di rumah, malah datang ke rumahku untuk melakukan pembakaran? Aku… Pasti disebabkan karena minat. Kamu datang ke rumahku membakar barang apa? Tidak penting. Kamu lihat. Bagaimanapun juga, sudah menjadi abu. Tuan Muda, kamu lihat api ini semakin besar. Tidak penting. Kamu lihat. Api ini membakar langit sampai merah. Betapa indahnya.
Membayangkan kembali, beberapa kali pertemuan dengan Nona selalu begitu semangat dan buru-buru. Terakhir kali adalah langit yang penuh dengan kembang api. Kali ini adalah api yang membara. Meminjam kesempatan ini, aku akan memperkenalkan diriku. Aku bermarga Bai. Nona… Masih sangat buru-buru. Berhenti. Kamu pergi ke mana saat tengah malam begini? Balas dendam. Balas dendam?
Kamu berkelahi dengan orang lagi? Aku pukul kamu sampai mati. Pukullah. Kenapa kamu tidak memukul? Kenapa kamu tidak tanya alasan aku berkelahi? Apakah sakit? Apakah kalah? Apa yang bisa aku tanya? Kamu kalau tidak di rumah bordil, kedai arak, pasti di tempat judi. Siapa yang tidak kenal masa lalu kamu di seluruh kota ini?
Siapa yang tidak tahu? Malah suruh aku pergi cari tahu. Aku sudah kasi tahu kamu berulang kali. Peraturan keluarga pertama keluarga Zhao adalah tidak boleh belajar seni bela diri. Kalau kamu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bagaimana caranya aku bertanggung jawab pada ibumu yang di surga? Apakah kamu sudah tahu salah? Tidak. Seret dia keluar.
Pukul pakai papan sebanyak 30 kali dengan keras. Siapa yang berani? kalian belum makan ya? Dasar Zhao Cuo. Rasakan. Kamu tidak boleh mengatakan itu kepada Tuan Muda. Sifat asli Tuan Muda tidak jahat. Lalu, kenapa dia menjadi seperti ini? Sama sekali tidak mirip dengan dia yang sebelumnya. Aku bekerja di sini juga tidak lama.
Hanya mendengar, Tuan Muda kena penyakit yang sangat serius saat berumur 10 tahun. Kemudian, sifatnya berubah total. Setelah itu, Tuan Besar tidak membiarkan dia pergi keluar. Selalu dimanjakan. 10 tahun? Penyakit serius? Bagaimana dengan ibunya? Ibunya meninggal saat Tuan Muda dilahirkan. Kamu tidak perlu peduli. Aku akan tangung kesalahan sendiri. Letakkan saja.
Tuan Besar sudah tidur. Kamu pergi kasih tahu tua bangka itu. Kalau mau ditambah lagi beberapa, aku juga tidak takut. Baik. Jangan kepo. Kamu berdiri di situ. Aku menyirami pohon aku. Jelas-jelas kamu yang kepo. Berdiri dengan baik. Menantu ini tahu menyayangi orang. Bagus. Berisik sekali. Jangan bergerak, jangan bergerak. Ada seekor di wajah kamu.
Kamu jangan mendekat. Kamu jangan mendekat. Benar-benar manis. Terlalu manis. Sangat serasi. Ya. Benar-benar sangat serasi. Tidak sangka, sifat Tuan Muda yang begitu keras bisa dekat dengan istrinya dengan cepat. Bagus sekali. Sakit, sakit, sakit. Lepaskan. Kamu… Siapa yang pergi ke rumah Bai melakukan pembakaran kemarin? Apa ini? Siapa? Sangat harum. Coba kamu cium.
Aroma bakpao isi daging babi dan daun bawang. Oi. Kamu mau makan sebangsamu di saat pagi begini? Kamu yang babi. Tuan Besar. Urusan kecil ini biar bawahan yang lakukan saja. Kenapa jadi merepotkan Anda? Duduk, duduk, duduk. Tuan Besar. Kenapa kamu begitu sopan hari ini? Kamu panggil saja aku Ling. Kenapa aku panggil Anda?
Karena kamu ada di hatiku. Hati. Aku kenyang. Sebentar. Apakah kamu lupa sesuatu? Tunggu. Maksudku, apakah kamu lupa sesuatu yang sangat penting? Pikirkan dengan teliti. Walaupun 200 Tael ini sedikit memalukan, tapi juga cukup untuk dipakai kalau hemat. Tua bangka, aku tidak keberatan jika kamu memberi aku lebih banyak. Apanya tidak keberatan? Maksudku adalah menantu.
Istrimu. Bawa dia? Jangan harap. Tuan Muda, Tuan Besar sudah bilang. Ke depannya kamu tidak boleh keluar tanpa perintah dia. Kenapa banyak aturan? Minggir. Tuan Muda, jika kamu berani keluar dengan paksa, kami akan memukulmu. Pukul kamu sampai mati. Apa yang kalian makan tadi pagi? Punya keberanian yang sangat besar. Berani menghalangi aku? Minggir.
Tuan muda. Tuan muda. Tuan muda. Formasi 18 Arhat. Ayo. Jinxin, jangan buru-buru untuk pulang. Main lebih lama lagi. Baik, terima kasih Ayah. Sampai jumpa. Pasangan muda, pengantin baru itu manis. Permen tanghulu. Bukankah itu menantu keluarga Zhao yang baru saja menikah? Tampangnya cukup bagus. Omong-omong, dua orang itu serasi juga. Serasi? Memangnya serasi?
Kenapa kamu melihatku seperti ini? Karena… Karena kamu… Ada apa dengan aku? Karena kamu berpakaian seperti itu membuat aku malu. Kamu berpakaian dengan sangat mencolok, sangat mewah. Orang yang tidak tahu akan mengira ayahku adalah koruptor. Aku tahu. Kamu jangan marah. Dan ke depannya, jangan bilang kamu adalah istriku kalau berada di luar. Kenapa?
Coba kamu pikirkan. Berbaur di dunia persilatan sambil membawa keluarga. Apakah kamu ingin orang lain meremehkan aku? Aku tidak boleh membiarkan suamiku diremehkan orang lain. Ya. Ke depannya, kamu bilang saja kamu adalah pembantuku saat berada di luar kediaman. Dengan nama Wangba. Wangba? Pemberian nama yang sembarangan. Atau… Kamu panggil aku Sanqi. Sanqi? Tianqi(obat herbal).
Sanqi. Toko kain. Ayo, ayo, ayo. Bos, apakah kamu punya segala jenis kain? Ada semuanya. Nona, kamu pasti pilih-pilih barang. Aku akan ambil yang bagus untuk kamu. Tidak, tidak, tidak. Aku hanya ingin melihat apakah ada semacam kain yang terlihat seperti pembantu. Nona, apakah kamu datang ke sini untuk mengganggu?
Kain di tempat aku adalah kain dengan kualitas bagus. Mana ada kain kualitas jelek? Li Jia. Nona Sanqi ini memang berbeda orang lain. Dia suka kain kualitas jelek. Apakah ada atau tidak? Ada, ada, ada. Aku akan pergi ke toko untuk mengambil kain dengan kualitas terjelek. Anda tunggu sebentar. Aku masih ada urusan.
Kamu lihat pelan-pelan. Sudah bayar. Aku… Kamu mau ke mana? Ayahmu sudah bilang. Suruh aku jaga kamu. Tidak boleh membiarkanmu pergi dari pandangan mataku sebanyak setengah langkah. Kalau tidak, pantatmu… Bagaimana aku meninggalkan kamu? Aku hanya pergi keluar untuk melihat apakah ada makanan yang enak. Aku takut kamu kelaparan. Benar kan? Benar kan, Li Jia?
Benar. Cepat kasih bajunya. Tuan Muda, sekarang kamu sudah tidak malu kan? Permisi, permisi, permisi. Wanita itu memang merepotkan. Sepertinya, tidak bisa melihat pertunjukan di gedung Yueman hari ini. Tuan Muda, aku punya satu trik. Dijamin kamu akan bebas. Serahkan padaku. Kamu gila ya. Apa yang kamu lakukan? Ada dia yang menahan Nyonya. Kita bisa…
Apanya yang bisa? Aku mau beli yang ini. Di mana dompetku? Kamu bocah liar. Beraninya kamu mencuri dompetku. Dia mencuri dompet aku. Dia. Aku tidak melakukannya. Tadi jelas-jelas kamu yang berdiri di sini. Siapa lagi selain kamu? Bocah itu sangat bodoh. Bagaimana kalau terjadi masalah? Anda tenang. Tunggu dia sudah tahu status Nyonya,
Dia tidak akan berani sembarangan. Ayo kita pergi. Ayo. Ayo. Nona Lei Mo’er sudah lama menunggu Anda. Wanita ini mencuri dompet aku. Ayo, ikut aku pergi ke pengadilan. Ada banyak orang di sini. Kenapa kamu bilang itu aku? Masih tidak mau mengakui? Gadis-gadis di sini semua dari keluarga terkemuka. Kami semua adalah saudara.
Memangnya kamu termasuk apa? Dia mencuri dompet aku. Lepaskan aku. Zhao Cuo. Zhao Cuo. Aku adalah pembantu Zhao Cuo dari Pejabat Kantor Pemerintahan. Walaupun pembantu, aku juga tidak akan melakukan tindakan mencuri untuk membuat keluarga Zhao malu. Kamu bilang siapa ayam dan anjing? Dasar bocah tengik. Aku akan menghajarmu hari ini. Lepaskan gadis itu. Tenang.
Aku ada di sini. Nyonya, apakah Anda tadi baru saja kehilangan dompet sutra emas? Apanya dompet sutra emas? Di dalamnya ada 100 Tael kan? Aku tadi menemukan dompet ini di dekat sini. Uang di dalam tidak lebih dan tidak kurang. Pas 100 Tael. Sekarang, barangnya dikembalikan kepada pemiliknya. Tolong Nyonya klarifikasikan nama baik Nona ini.
Ya, ya, ya. Nona, salah paham, salah paham. Maaf, maaf. Semua orang bubar, bubar. Salah paham, salah paham. Ayo, ayo. Bubar, bubar, bubar. Nona sudah terkejut. Di manakah tempat tinggal Nona? Aku antar kamu pulang. Muka adil, kenapa kamu kepo sekali? Apa yang membuat kamu menarik perhatian orang lain? Zhao Cuo. Apakah Nona ini
Ada hubungan sama kamu? Kenapa aku tidak bisa antar dia pulang? Sanqi, dia lagi tanya apa hubungan aku dengan kamu. Panggil. Aku siapa? Tuan Muda. Kemarilah. Tuan Muda Bai, hari ini mendapatkan bantuan dari kamu lagi. Benar-benar terima kasih. Ternyata nama Nona adalah Sanqi ya. Benar-benar nama yang bagus. Ternyata kalian berdua adalah kenalan lama.
Li Jia, kamu sudah lihat. Suruh dia ke sini tapi dia tidak mau ke sini. Kita akan pulang dan melaporkannya sesuai fakta. Kamu lihat ke belakang dulu. Apakah dia mengejar ke sini? Tuan Muda, Tuan Muda Bai dan Nyonya sudah pergi jauh. Pergi bersama? Kurang ajar. Tuan Muda. Tidak apa-apa. Ayo. Ayo. Ayo.
Dasar Zhao Cuo. Tidak peduli sama aku. Membayangkan kembali. Setiap pertemuan kita begitu menakjubkan. Nona benar-benar orang yang luar biasa. Maaf. Selalu membuat masalah untukmu setiap kali bertemu. Tidak. Masalah seperti ini lebih bagus ditambah lagi. Maksud aku, ternyata Nona adalah pembantu keluarga Zhao. Aku berkata dengan berani, Zhao Cuo
Selalu berpakaian mewah dan susah dilayani. Nona tidak perlu menyusahkan diri sendiri. Kamu tidak mengerti Zhao Cuo. Kenapa kamu berbicara buruk tentang dia? Aku pikir kamu orang yang baik. Aku tidak sopan. Aku minta maaf. Maksud aku adalah Nona tidak perlu lagi melakukan pekerjaan berat. Aku bisa menebus Nona. Ke depannya, kamu akan bersama aku.
Pergi ke kediaman aku untuk menjadi teman belajar. Bagaimana menurut kamu? Tidak perlu. Aku dan Zhao Cuo adalah teman. Yang paling penting dalam menjadi teman adalah setia kawan. Aku tidak akan meninggalkannya. Nona memang berbeda dengan orang lain. Aku akan antar kamu pulang. Jangan, jangan, jangan. Aku yang antar kamu pulang ke kediaman dulu.
Selalu pria melindungi wanita. Mana ada istilah wanita antar pria? Aku antar kamu pulang saja. Tidak boleh. Aku tidak boleh kembali sekarang. Kenapa? Zhao Cuo pasti main di luar. Kalau cuma aku sendiri yang pulang ke kediaman, Tuan Besar pasti akan tanya aku. Aku harus menunggu dia dan pulang bersama. Lalu, mau tunggu sampai kapan?
Oh ya. Aku tahu ada satu tempat. Malam ini akan ada banyak selebritas, orang terpelajar, tuan muda kaya yang pergi ke sana. Zhao Cuo pasti akan pergi juga. Kalau begitu, kamu bawa aku ke sana juga. Hati-hati, hati-hati. Aku kasih tahu kamu. Itu sangat berharga. Ya, ya, ya. Hati-hati, hati-hati. Tuan Muda Yang.
Kenapa Anda bisa datang ke sini? Aku datang cari Lei Mo’er. Minggir. Lei Mo’er sedang dandan. Tidak terima tamu sekarang. Atau Anda duduk sebentar di tempat menikmati pemandangan. Jangan banyak omong kosong. Nona Lei Mo’er. Aku sedang dandan. Tuan Muda Yang datang bertemu denganku dengan buru-buru. Apakah ada urusan yang mendesak? Jangan pura-pura.
Apakah kamu tidak tahu apa urusanku? Jangan begitu. Aku undang Zhao Cuo, Dia akan segera datang. Zhao Cuo lagi? Baik. Hari ini aku akan merasakan perbedaan wanita dia dengan orang lain. Tuan Muda Zhao, Nona sedang tidak leluasa bertemu tamu sekarang. Nona memintaku untuk sampaikan pesan ke Tuan Muda. Nona menyiapkan perahu
Untuk menikmati pemandangan buat Tuan Muda. Mempermudah Anda menikmati pemandangan. Tuan Muda, perlakuan Nona Lei Mo’er terhadap Anda memang berbeda. Oh ya. Kamu sekarang kembali ke pintu kediaman untuk menahan si bodoh itu. Kenapa ah? Kalau si bodoh itu pulang lebih awal dari kita, tua bangka akan tahu kita meninggalkan dia. Cepat pergi.
Tuan Muda Zhao, silakan sebelah sini. Ini adalah acara yang disiapkan untuk Festival Yingchun. Festival Yingchun? Setelah Festival Jodoh, orang-orang sengaja ke sini untuk merayakan pasangan yang akirnya menjadi suami istri. Rakyat akan melepaskan kertas perahu sebagai rasa terima kasih. Tahun ini sengaja diadakan di sungai Hucheng ini. Banyak hal baru. Sangat cantik.
Lihatlah lampu-lampu itu. Dan bintang-bintang di langit. Sangat indah. Itu adalah lampu harapan. Bisa tulis harapan di atas lampu. Setelah dilepaskan ke langit, Dewa di langit akan mendoakan mimpi semua orang menjadi kenyataan. Apakah Nona Sanqi punya keinginan? Tuhan. Kamu berkati kakak agar dia bisa cepat mengingat aku dan mengenaliku. Minggir, minggir.
Lei Mo’er, Lei Mo’er, Lei Mo’er. Aku tinggal di hulu Sungai Yangtze. Tuan tinggal di ujung Sungai Yangtze. Setiap hari rindu tapi tidak bertemu tuan. Ini lagu apa? Bukankah ini adalah lagu Kelas Opera Sifu tiga tahun yang lalu? Aku ingat bukunya sudah hilang setelah kebakaran besar itu. Kenapa hari ini… Terlalu membawa sial.
Ayo, ayo, ayo. Jangan sampai membawa sial. Ayo, ayo, ayo. Kelas Opera Sifu? Tiga tahun lalu, orang-orang Kelas Opera Sifu melakukan pertunjukan di Provinsi Selatan. Lagu yang dimainkan adalah Tuan tinggal di ujung Sungai Yangtze ini. Performanya sangat lancar pada saat itu. Heboh sampai ke seluruh kota. Tapi tidak disangka,
Semua orang Kelas Opera terbakar mati oleh api besar di malam itu. Kalian cepat lihat. Ada orang yang melompat ke sungai. Apa yang terjadi? Bukankah itu Yang Yong? Yang Yong, Yang Yong. Kakak Yong. Apakah itu Yang Yong? Ada orang yang melompat ke sungai. Dia tidak bisa berdiri dengan stabil Dia melompat.
Cepat selamatkan orang, cepat selamatkan orang. Cepat selamatkan orang. Terlalu menakutkan. Seseorang menyelam. Cepat selamatkan orang.