I’ve Fallen for You | EP3【INDO SUB】 Mari berteman dulu| iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 3 [Tuan Muda Pimpinan] Numpang tanya, di mana ini? Jawab Nyonya Tuan Muda Pimpinan. Sudah tiba di perbatasan Kantor pemerintahan Selatan. Berhenti. Berhenti, berhenti. Anda ada perintah apa? Aku kebelet. Nyonya Tuan Muda Pimpinan juga manusia. Manusia ada tiga hal yang tidak bisa ditunda. Tolonglah.
[Kota Taoyuan] Kamu di sini melihatku, bagaimana aku pipis? Anda jangan mempersulit hamba. Jika Anda kabur, nyawaku tidak bisa tertolongkan. Leluhurku memberikan berkah padaku sehingga aku baru bisa jadi menjadi istri Tuan Muda Pimpinan, bagaimana mungkin aku kabur? Pukul aku hingga mati pun aku tidak aka kabur. Otak kecilmu ini,
Apa yang kamu pikirkan setiap hari. Apakah Anda pernah melihat Nona yang seperti pelangi? Apakah Anda pernah melihat Nona yang seperti pelangi? Tidak pernah lihat, tidak pernah lihat. Tuan Muda, sudah tanya sepanjang pagi, Nona ini sebenarnya ada di mana? Iya. Aku juga sedang mikir, lain kali akan bertemu dengannya di mana. Lanjut cari.
Kita harus punya tenaga untuk percaya. Kenapa masih belum kembali? Kamu pergi lihat. [Kota Taoyuan] Tuan Wang. Gawat. Nyonya Tuan Muda Pimpinan menghilang. Menghilang? Tuan Wang cepat lihat kemari. Di dalam tandu ada sepucuk surat. Nona. Apakah Anda pernah melihat Nona yang seperti pelangi? Bagaimana kamu bisa tahu namaku pelangi? Kakak. Apakah Anda pernah melihat
Nona yang seperti pelangi? Pelangi? Kamu lihat apa aku seperti pelangi? Tuan Muda. Kita mencari terus seperti ini juga bukan caranya. Bagaimana Nona ini bukan orang Provinsi Selatan dan dia tidak akan muncul lagi di Provinsi Selatan? Tidak mungkin. Aku selalu merasa sepertinya mengenalnya. Kami pasti akan bertemu kembali. Baik, Tuan Muda.
Meskipun jauh, jika ada jodoh pasti akan bertemu kembali. Jika tidak ada jodoh, sedekat apapun tidak akan bertemu. Meskipun dia tenggelam dalam kerumunan banyak orang, aku juga bisa mengenalinya dalam satu pandangan. Harap permisi. Maaf. Tian Sanqi kabur dari pernikahan, akan merusak martabat Pimpinan Kota. Untuk sementara jangan mengagetkan berbagai pemerintahan.
Kalian cari orangnya secara diam-diam. Ingat, jangan terlalu heboh. Pergilah. Baik. Kalian ikut aku. Kamu telah merusak barangku, bagaimana aku menjualnya? Cepat ganti rugi, ganti rugi. Cepat ganti rugi. Tidak bisa, tidak bisa. Cepat ganti rugi, ganti rugi. Ganti rugi, cepat. Pencuri Ayah. Ibu. Aku akan gantung diri di sini
Juga tidak mau menikah dengan orang jahat berpenyakit kelamin. Aku tidak berbakti. Aku akan mati sekarang. Nona. Nona, jangan. Nyonya dan Tuan Besar hanya ada kamu, putri satu-satunya. Jika kamu mati, mereka harus bagaimana? Ibu Ling, kamu jangan nasehati aku lagi. Aku sudah memutuskan, tidak akan hidup tercela di dunia ini. Lepaskanlah tanganmu.
Aku tidak boleh melepaskannya. Yah, sepertinya ada orang yang bunuh diri. Ayo, pergi lihat. Bukankah dia putri kita? Sini…Biar aku lihat… Sungguh benar dia. Jinxin, ternyata kamu yang sedang gantung diri. Ayah. Ibu. Aku tidak berbakti. Aku akan mati sekarang. Jinxin. Kamu ini, biasanya tanganmu tertusuk jarum sulam saja
Langsung jatuh sakit di ranjang dan menangis Saat ini mau gantung diri, apakah kamu tidak merasa ini sangat tidak terduga? Mengingat aku, He Jinxin yang begitu cantik akan menikah dengan orang yang hampir mati, sungguh suatu penyalagunaan. Putriku yang bodoh, kenapa kamu masih tidak bisa berpikir terbuka? Jika Zhao Cuo mati,
Uang keluarganya bukankah menjadi milik kita? Betul… Semua jadi milikmu, semua jadi milikmu. Betul… Pada saat itu, bawa kabur hartanya dan menikah lagi, dapat mahar ganda. Bukankah ini sangat bagus? Tuan Besar, kamu sungguh hebat. Hebat, hebat. Si tua licik. Kamu sungguh si tua licik. Tidak ada penyesalan. Matilah. Matilah.
Apakah kamu melihat seorang wanita kabur ke sana? Tidak… Tidak… Sungguh tidak lihat. Nona. Semuanya pasti bisa diselesaikan, pasti ada caranya. Kamu jangan panik. Aku tidak panik. Tidak panik harus bagaimana lagi? Masih ada 3 jam lagi harus menikah. Apa yang harus aku lakukan? Kecuali, ada yang mewakiliku menikah.
Kamu bilang, usia aku ini tidak cocok. Jika tidak aku akan mewakilimu menikah ke sana. Ya Tuhan. Kamu selamatkanlah aku. Berikanlah mempelai wanita padaku. Kamu bicara logat daerah, Tuhan tidak mengerti. Kalau begitu aku ulangi sekali lagi. Ya Tuhan. Kamu selamatkanlah aku. Berikanlah mempelai wanita padaku. Mempelai wanita? Kabur dari pernikahan? Nona.
Penderitaan apa yang kamu alami sehingga harus gantung diri di hari pernikahan. Semua salahkan orang tuaku yang serakah dengan kekayaan, ingin aku menikah dengan orang jahat. Orang jahat itu menghidap penyakit kelamin, bodoh bagaikan babi, nakal bagaikan anjing, merebut wanita, semua kejahatan dilakukannya. – Kurang ajar! – Kurang ajar!
Ayah dan ibumu bahkan menjual putrinya sendiri demi uang. Mereka juga dipaksa oleh orang jahat itu. Aku tidak menyalahkan mereka. Jika aku bertemu dengan orang jahat itu, pasti akan menampar mulut dia, pukul dia hingga cacat. Teman yang baik. Kamu sungguh setia kawan dan pemberani. Tidak perlu. Kamu minum saja, kamu minum saja. Nona.
Bagaimana jika aku berikan alamat orang jahat itu padamu, kamu pukul dia hingga cacat. Kamu pelan-pelan. Aku hanya bercanda. Aku lihat pakaian Nona begitu mewah, pasti menikah ke keluarga termuka. Memang sangat termuka. Kalau begitu kenapa mau kabur dari pernikahan? Pokoknya ini sulit dijelaskan. Aku dengar logat Nona juga bukan seperti orang lokal.
Menikah ke tempat jauh ya? Aku dari Desa Shifang mau menikah ke ibu kota. Ibu kota? Kamu mau menikah dengan keluarga siapa? Tuan Muda dari Kediaman Zhao di Provinsi Selatan, Zhao Cuo. Jangan menangis, jangan menangis. Tidak apa-apa… Baik, jangan menangis. Cantik. Cantik… Zhao Cuo. Tunggu. Tadi kamu bilang siapa namamu? He Jinxin. Gawat, gawat.
Dia ternyata He Jinxin yang waktu itu aku menyamar. Semuanya kacau. Aku dengar Zhao Cuo sepertinya kencan buta di Provinsi Selatan, ternyata yang dia pilih adalah kamu. Apakah kalian sudah pernah bertemu? Tidak. Anehnya di sini. Dia bahkan belum pernah bertemu denganku, langsung memberi mahar untuk menikahiku. Tapi di Provinsi Selatan,
Kecantikanku, He Jinxin, juga dikenal. Setelah kupikirkan, juga tidak aneh. Iya. Iya… Gawat. Tampaknya ini pernikahan yang aku buat. Tuhan, jangan bercanda. Otak wanita ini tampaknya tidak lincah. Bagaimana jika kita maanfaatkan situasi sekarang dan menipu dia untuk mewakiliku menikah ke Kediaman Zhao? Betul, ide ini bagus. Kamu turun dari langit dan menyelamatkan nyawaku
Bagaimana jika kamu berbuat kebaikan hingga tuntas, bantulah aku sekali lagi. Nona. Nona kami sejak awal sudah mencintai Tuan Muda Zhang. Tapi Tuan Besar tidak menyukai Tuan Muda Zhang karena keluarganya miskin, tidak biarkan Nona menikah dengannya, mesti suruh dia menikah dengan Zhao Cuo. Tuan Muda Zhang. Mereka berdua sudah sepakat,
Jika kehidupan ini tidak bisa bersama, di saat hari pernikahan, mereka berdua akan bunuh diri. Nona, aku mohon padamu. Aku mohon padamu. Aku mohon padamu. Ada dua nyawa di tanganmu. Aku mohon padamu untuk bantu Nona kami. Ke intinya, Nona He dan Tuan Muda Zhang begini karena aku. Dua nyawa, aku tidak boleh tidak peduli.
Lagipula Zhao Cuo juga tidak boleh menikah dengannya. Baik, aku bantu. Jadi hal ini… Sepakat. Baik. Kamu tenang saja. Aku tidak akan biarkan kamu terjebak di Kediaman Zhao terus. Tapi, kamu harus berjanji dua hal padaku. Katakanlah. Pertama. Jangka waktu kita selama satu bulan. Dalam satu bulan ini, kamu tidak boleh beritahu identitasmu pada siapapun.
Kamu adalah Nona Keluarga He, mengerti? Mengerti. Aku, He Jinxin. Putri keluarga He. Betul. Kalau begitu bagaimana setelah satu bulan? Kamu pegang kantong ini. Di dalam ini ada cara untuk membantu kamu bebas. Kamu buka setelah satu bulan kemudian. Baik, kita sepakat. Oh ya. Tadi kamu bilang Zhao Cuo menghidap penyakit kelamin.
Penyakit kelamin itu apa? Yaitu dia… Di sana ada sedikit masalah. Ternyata kakinya bermasalah. Tidak apa-apa… Tidak apa-apa… Itu… Simbol nama. Cepat… Tutup, tutup. Kamu jangan lupa. Kamu dan Nona kami punya perjanjian. Pelan-pelan… Bagus juga. Aku akan manfaatkan identitas He Jinxin untuk mencari tahu apakah Zhao Cuo adalah Kakak yang ingin aku cari.
Pokoknya setalah jangka waktu sebulan tiba, aku bisa langsung bebas. Masih bisa memanfaatkan identitas sebagai istri Zhao Cuo dan bersembunyi di Kediaman Zhao. Satu tindakan mendapat dua keuntungan. Permainan dimulai. Aku menangkapmu. Aku tidak salah. Aku sungguh tidak salah. Sungguh? Keluar. 50 putaran. Baik. Putri Jinyan, apa yang sedang Anda lakukan?
Hamba harus segera pergi melapor kepada Pimpinan Kota Shao. Apa yang sedang aku lakukan? Apa yang sedang aku lakukan? Ayahanda tidak izinkan aku keluar dari istana untuk berburu. Jadi, aku jadikan kalian sebagai bahan buruan. Cepat kabur… Membosankan. Hidup sungguh melelahkan. Setiap hari hanya makan dan tidur. Ada tenaga juga tidak bisa aku keluarkan.
Jinyan sudah hampir mati kebosanan. Jinyan. Aku tahu. Aku hanya bercanda dengan mereka. Kamu lihat wajahmu, seperti kucing. Tidak baguskah? Kakak. Kamu ini Seharusnya banyak belajar dengan Guru. Belajar lebih banyak etiket. Aku tidak mau. Dia itu si tua keras kepala, tiap hari hanya tahu memberikan pelajaran. Aku tidak mau berada di sampingnya terus.
Dengar hingga wajahku hampir beruban. Kamu ini gadis yang nakal, kelak siapa yang berani menikahimu? Aku masih tidak ingin menikah. Kakak, kamu lihat apa ini? Mempelai wanita hampir tiba, kan? Sudahlah, jangan menghela napas. Kalau tidak aku bantu kamu pikirkan cara untuk memberinya pelajaran, biar dia tahu kehebatan kita. Jangan buat onar. Jenderal Li,
Kenapa kamu masih di sana? Panahmu ini tidak mau ditarik, kah? Panah? Panah apa? Tidak ada. Mana ada panah? Ada hal apa? Tuan Muda Pimpinan maafkan hamba. Hamba tidak menjalakan tugas dengan benar. Baru saja terima laporan rahasia dari tim penjemputan mempelai wanita, katanya… Apa? Istri Tuan Muda Pimpinan menghilang. Menghilang? Dilaporan bahwa
Istri Tuan Muda Pimpinan meninggalkan tandu dan kabur. bagaimana ini sebaiknya? Oh ya. Hal ini jangan mengagetkan Pimpinan Kota. Jika wanita itu berniat untuk pergi, ini juga adalah pengaturan dari Tuhan. Bilang saja, meninggal di perjalanan. Begitu saja. Tapi hamba sudah melapor kepada Pimpinan Kota dan minta izin pada Pimpinan Kota untuk mencari
Keberadaan nyonya Tuan Muda Pimpinan. Meskipun harus mencari hingga luar Kota Taoyuan, jJuga harus menemukan nyonya Tuan Muda Pimpinan. Kamu melakukan pekerjaan yang sangat baik. Bodoh. Putri. Hamba tidak mendengar dengan jelas. Aku bilang, apa yang ingin kamu lakukan untuk mencarinya? Hamba sudah menemukan gambar istri Tuan Muda Pimpinan. Ini kertas pemberitahuannya.
Sungguh mulut ceri, wajah oval, alis melengkung bagaikan daun salix. Penampilanya begitu cantik. Bagus. Pergi carilah. Putri, ini… Cepat pergi cari. Aku beritahu kamu, jika kamu tidak bisa menemukan istri Tuan Muda Pimpinan, aku mau nyawamu. Baik. Bagaimana? Kamu ini… Anjing hutan, serigala, harimau, macan tutul. Terima tamu. Sudah datang. Baik, baik. Sudah datang. Mari…
Bersulang dengan kalian. Bersulang dengan kalian. Kalian makan dan minun dengan baik. Mari… Minum… Selamat kepada Tuan Besar, Selamat kepada Tuan Besar. Baik… Kalian makan dan minum yang baik. Mari…Minum… Selamat kepada Tuan Besar, Selamat kepada Tuan Besar. Baik… Prajurit boleh dibunuh tidak boleh dipermalukan. Aku sarankan kamu berlaku sebagai seorang manusia. Marilah. Binatang.
Kamu ini sedang apa? Sudahlah. Waktu itu di rumah bordil, bukankah kamu menginginkan tubuhku? Masih tunggu apa lagi? Aku hanya ingin lihat kamu sebenarnya punya benda itu tidak. Jangan katakan lagi. Yang dimiliki orang lain, aku juga punya. Kamu, mulai malam ini jiwaku sudah mati. Kamu sungguh bersedia? Kamu tidak lihat aku diikat?
Apa bedanya dengan domba yang menunggu disembeli? Jangan omong kosong, ayo. Bagus juga. Sekarang langsung lihat dengan jelas, juga tidak perlu banyak omong kosong dengannya. Kalau begitu, ini kamu yang bilang. Aku bilang, kamu ini kenapa begitu ganas? Aku beritahu kamu. Aku ada penyakit kelamin. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Bukankah cuma sana tidak sehat?
Aku beritahu kamu, penyakit ini sangat menakutkan. Bukankah cuma kaki bermasalah, apa yang perlu ditakutkan? Hei, kamu sebenarnya tahu tidak penyakit kelamin itu apa? Aku… Aku malas menjelaskannya padamu. Kamu tindak aku secepatnya. Bunuh aku saja. Begini saja. Berikan simbol nama atau buka celana, kamu pilih salah satu. Aku beritahu kamu.
Simbol namaku hanya akan diberikan pada orang yang kucintai. Tidak mau pilih. Mau bunuh, mau potong, terserah padamu. Zhao Cuo, kamu bersedia mati juga tidak bersedia menikahiku, kah? Kamu begitu benci padaku, kah? Aku tidak benci padamu. Aku muak padamu. Pembawa sial. Aku tidak akan menikahimu. Jika bukan karena kamu,
Aku juga tidak akan ingkar janji dengannya. Janji apa? Kamu ada janji dengan orang lain? Orang yang kamu cintai, kah? Betul. Aku beritahu kamu, aku sebenarnya tidak ingin menikahimu. Dia bagaikan Dewi, seribu kali lipat lebih cantik dibanding kamu, sepuluh ribu lipat lebih lembut dibanding kamu. Aku mati juga tidak ingin menikahimu.
Di mana orang yang kamu cintai? Bagaimana kalian saling mengenal? Tidak perlu kamu urus. Jika sungguh ada orang ini, mungkin kesalahanku. Aku tidak akan mempersulitmu lagi. Setelah fajar, aku akan meninggalkan Kediaman Zhao. Sungguh? Sekarang kamu sudah bisa katakan ceritamu dengan dia, kah? Baiklah. Aku dan dia saling mengenal saat berusia 10 tahun.
Waktu itu aku merasa sangat akrab, sepertinya sudah saling mengenal di kehidupan sebelumnya. Harus ingat janji kita. Aku akan menunggumu. Jadi kami punya satu janji, untuk bertemu kembali di usia 18 tahun dan menikah. Membuat janji pernikahan di usia 10 tahun. Membuat janji pertemuan di usia 18 tahun. Bukankah ini aku? Kakak.
Orang yang ingin kamu nikahi ada di hadapanmu. Ternyata dia tidak ada di sisimu. Kamu selalu mencarinya, kah? Kamu bertanya terlalu banyak. Pokoknya, kamu sekarang cepat pergi. Setelah kamu pergi, aku baru bisa menikahinya. Betul, kan. Zhao Cuo, sebenarnya… Sebenarnya kamu tidak perlu menunggu hingga fajar.
Kamu sekarang sudah bisa lompat dari dinding dan meninggalkan Kediaman Zhao. Bukan, bukan seperti ini. Orang yang kamu tunggu, dia… Tidak bisa. Aku sudah berjanji pada He Jinxin, tidak boleh mengungkapkan identitas. Tenang. Sebenarnya orang yang kamu tunggu, dia mungkin akan segera muncul. Betul. Jadi kamu secepatnya pergi dari sini. Setelah kamu pergi dari sini,
Aku baru bisa menikahinya. Bagaimana kalau kamu sekarang langsung pergi dari Kediaman Zhao dari pintu belakang? Siapa bilang aku mau pergi dari sini? Berikan padaku. Apa maksudnya? Malam pernihakan, suami istri memang sudah seharusnya saling menukar simbol nama. Aku… Kamu… Kamu ini tidak menepati janji. Bukankah kamu tadi bilang mau pergi dari sini? Apa?
Ada kue renyah. Pas sedang lapar. Kamu sebenarnya mau pergi tidak? Kamu ini wanita sialan. Tidak menepati janji. Kamu akan mati. Gila. Wanita ini sangat licik, tidak mudah ditangani. Harus mencari jalan keluar. Aku lelah. Aku juga lapar. Lepaskan aku. Ini isi bunga mawar, enak sekali. Aku beritahu kamu, simbol nama tersembunyi di tubuhku.
Kamu tidak melepaskanku, bagaimana aku memberikan simbol nama padamu? Aku bantu kamu lepaskan talinya, kamu tidak akan kabur? Tidak akan kabur. Aku hampir mati kelaparan, tidak sanggup lari. Zhao Cuo sialan. Kamu tidak menepati janji. Aku belajar darimu. Wanita jelek. Kamu… Berhenti! Berhenti! Zhao Quandui. Kamu punya penyakit, kah? Berhenti kamu!
Aku pukul kamu hingga mati. Zhao Cuo, berhenti kamu. Ada di sini. Aku tidak mau berikan padamu. Berikan padaku, berikan padaku. Berikan padaku, berikan padaku. Berikan padaku. Berikan padaku. Berikan padaku, berikan padaku. Berikan padaku, berikan padaku, berikan padaku. Si buruk rupa. Sini, sini. Berikan padaku, berikan padaku, berikan padaku. Berikan padaku, berikan padaku.
Kenapa lehermu begitu merah? Wajahmu juga memerah. He Jinxin. Iya. Bangun kamu. Duduk di sana. Mulai sekarang, kamu menjauh dariku. Kenapa? Buat aku marah saja. Karena kamu beracun. Kebetulan. Tas aku ada obat yang bisa menawar racun, bagaimana jika aku mengambilnya buat kamu? Tapi, kamu memerah seperti ini, sungguh tidak apa-apa, kah? Jangan bergerak! Kamu…
Kamu bergerak lagi, aku akan cekik diriku sendiri. Kamu sangat bodoh. Banyak cara untuk mati di dunia ini. Aku tidak pernah dengar bisa mati dicekik diri sendiri. Kamu duduk yang benar. Aku beritahu kamu. He Jinxin. Aku sudah punya orang yang kucintai. Kita pasti tidak bisa menjadi suami istri. Aku tahu. Hehe… Iya.
Kamu menikah denganku, ini sudah menjadi kenyataan. Tapi kita tidak boleh menjadi suami istri. Jadi kita bisa menjadi apa? Kita… Kita boleh menjadi teman. Teman. Pembawa sial. Makhlik aneh. Pukul dia hingga mati. Pukul dia hingga mati. Pukul dia hingga mati. Kalian menindasku lagi, aku akan memohon pada Dewa di langit untuk menghukum kalian.
Kamu menakuti siapa? Aku hitung sampai 5, jika Dewa yang kamu bilang tidak datang, kamu akan mati. 5. 4. Tolong, tolong. 3. Dewa di langit, jika kamu bisa mendengar ucapan Sanqi, 2. tolong kamu bantu aku. Hantu…Cepat lari. Dewa. Apakah itu kamu? Kamu sungguh mendengar harapanku? Dewa, Dewa. Jika kamu sungguh bisa mendengar ucapanku,
Bisakah kamu menjawabku? Kamu katakanlah. Dewa. Kamu seorang pria, kah? Berapa usiamu? Aku… Berusia 3000-an tahun. 3000 tahun ya. Kalau begini kenapa suara kamu seperti anak kecil? Dewa, Dewa. Apakah kamu masih di sana? Aku ingin bertemu denganmu, boleh tidak? Tentu saja tidak boleh. Ternyata ini benar. Aku bukan sedang bermimpi.
Kamu adalah Dewa di langit, kah? Betul. Aku Dewa di langit. Khusus datang untuk bantu kamu usir orang jahat. Kakak Dewa. Terima kasih kamu telah melindungiku. Tapi kamu jatuh dari atas, bagaimana bisa kembali lagi? Kalau begitu aku tidak kembali lagi. Mulai sekarang, kita adalah teman. Aku tidak akan biarkan orang lain menindasmu. Teman.
Aku akhirnya ada teman. Akhirnya ada teman. Betul. Teman. Mulai sekarang, kamu adalah temanku. Kedepannya aku tidak akan biarkan orang lain menindasmu. Dan juga, apa yang paling diperhatikan dalam pertemanan, tahukah kamu? Setia kawan. Setia kawan itu apa? Teman suruh kamu ke timur, kamu tidak boleh ke barat. Kamu menusuk dirimu sendiri, tapi tidak boleh
Menusuk teman. Mengerti? Mengerti. Malam ini kamu tidur lantai, aku tidur ranjang. Tidak masalah. Baik. Mulai sekarang kita adalah teman. Aku tidak akan biarkan kamu ditindas. Zhao Cuo. Hari ini adalah hari pertama kita menjadi teman. Aku sedikit bergairah sehingga tidak bisa tidur. Oh ya? Aku sangat menantikan kedatangan besok. Aku juga.
Kalau begitu kamu nantikan baik-baik kedatangan besok. Kakak, aku akhirnya menemukanmu. Meskipun aku untuk sementara tidak bisa mengenalimu, tapi aku akan melindungimu. Kebiasaan apa ini? Sedang apa di sini? Cepat pergi kerja. Kakak. Pagi. Zhao Cuo sialan.