I’ve Fallen for You | EP2【INDO SUB】 Istri tuan muda melarikan diri dari pernikahan| iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 2 Siapa? Siapa? Lihat siapa aku? Sanqi. Sakit tidak? Sakit. Sudah punya kemampuan, ya? Sudah tahu mau minggat dari rumah. Ikut aku pulang. Jalan! [Bahagia bersama] [Surat pernikahan. Mulai sekarang menjalin pernikahan yang baik untuk menjadi suami istri. ] [Tali merah mengikat hingga langgeng. Bahagia bersama.]

[Saksi pernikahan Zhao Quandui] Istriku. Beritahu kamu satu kabar baik. Cuo sudah mau menikah. Kemari. Aku ngantuk. Ada hal apa, besok baru bicarakan. Soal pernikahan kamu. Besok, aku akan pergi ke Kediaman He untuk bicarakan soal pernikahan. Pernikahanmu sudah ditetapkan. Aku tidak mau menikahinya. Aku tidak setuju, tidak perlu didiskusikan. Memang tidak perlu didiskusikan.

Aku hanya beritahu padamu saja. Kamu begitu suka bicarakan soal pernikahan, kamu sendiri saja yang menikahinya. Ucapan seperti apa kamu ini! Anakku. Aku sendirian begitu susah membesarkanmu. Aku takut kamu menderita. Aku bahkan tidak berani menikahi seseorang untuk dijadikan ibu tirimu. Apakah aku mudah? Pertama, aku tidak minta padamu untuk lulus ujian dan menjadi pejabat.

Kedua, tidak minta padamu untuk hidup mandiri. Aku hanya berharap kamu menikahi seorang istri dan memiliki anak. Tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan dengan selamat. Permintaan yang sedikit ini, apakah sulit? Ayah, aku tahu kamu baik padaku, juga tidak minta aku untuk maju. Karena kamu sama dengan orang luar, merasa aku adalah orang tidak berguna.

Meremehkan diri sendiri! Kamu bergaullah dengan teman-temanmu yang buruk itu. Jika mereka sungguh menganggap kamu, kamu tunjukkanlah kemampuanmu. Ayah, aku beritahu kamu. Dibanding orang tidak berguna, aku lebih suka orang memanggilku anak pejabat anjing. Kamu… Kamu mau aku marah hingga mati. Tidak kena, tidak kena. Buat kamu marah hingga kumis beruban. Kamu… Ayo sini…Ayah.

[Pejabat harus adil dan menegakkan hukum, jujur dan bermatabat.] Orang jahat yang berani! Bahkan berani memperkosa wanita! Tuan Besar, itu kasus bulan lalu. Yang Anda bilang tadi kasus bulan lalu. Pejabat Kantor pemerintahan. Kamu harus menegakkan hukum untukku. Itu telur milik ayam keluargaku, direbut oleh ayam mereka ke dalam kandangnya. Ini jelas-jelas telur ayamku.

Kamu lihat warna ayammu yang begitu jelek, apakah bisa bertelur ayam yang begitu tampan? Kamulah yang berwarna jelek. Semua keluargamu bewarna jelek. Kamulah yang berwarna jelek. Kamulah yang berwarna jelek. Semua keluargamu bewarna jelek. Sudahlah, sudahlah. Jangan berisik lagi, jangan berisik lagi. Suruh ayam juga tenang sedikit. Ini hal yang sangat mudah.

Bukankah cuma dua ekor ayam? Senin, Rabu, Jumat, menetas di rumah kalian, Selasa, Kamis, Sabtu, menetas di rumah kalian. Tunggu telur menetas hingga menjadi anak ayam, amati baik-baik, anak ayam yang mana mirip induknya, anak ayam itu akan menjadi miliknya. Sudah diputuskan. Mana ada penyelesaian kasus seperti ini? Kesalahan penanganan kasus ke-39 dalam bulan ini.

Zhao Quandui dungu dalam menjabat. Aku bilang Bai, kenapa di mana-mana ada kamu? Kamu urus Kantor pemerintahan Utara kamu, aku urus Kantor pemerintahan Selatan aku. Apakah kamu suka ikut campur urusan orang lain? Pejabat anjing, Semenjak kamu menjabat sebagai pejabat Kantor pemerintahan Selatan, belum pernah ada satu kasus yang terpecahkan.

Aku akan melaporkan kepada Pimpinan Kota supaya gabungkan Kantor pemerintahan Selatanmu ke Kantor pemerintahan Utaraku. Bai. Bai, kamu jangan pergi. Sudah waktunya makan, makan siang dulu. Bai. Pejabat anjing… Turun dari jabatanmu, pejabat anjing. Turun dari jabatanmu. Pejabat anjing, turun dari jabatanmu. Pejabat anjing, turun dari jabatanmulah. Turun dari jabatanmu, pejabat anjing. Turun dari jabatanmu.

Turun dari jabatanmu, pejabat anjing. Tuan Besar, hal ini Anda jangan terlalu masuk ke hati. Kubis yang bagus. Bereskan semua kubis ini dan bawa kembali ke Kediaman. Siang tambah sayur. Impian berkeluarga kaya sudah hancur. Impian berkeluarga kaya sudah hancur. Bahkan wajah Zhao Cuo juga tidak dilihat. Tuan Besar, Tuan Besar.

Akan jadi kaya, akan jadi kaya. Akan jadi kaya. Zhao Quandui mengirimkan surat pernikahan, ingin menikahi Jinxin keluarga kita. Kamu lihat, kamu lihat. Aku lihat, aku lihat. Tapi Zhao Cuo bahkan wajah Nona belum pernah dilihat. Tampaknya kecantikan Nona sudah dari awal tersebar di seluruh kota. Sungguh akan jadi kaya. Cepat siapkan tandu.

Pergi ke Kediaman Zhao. Kalau begitu aku pergi tidak? Buat apa kamu ke sana? Ayo… Cepat… Cepat makan. Tidak campur garam. Pengawal. Seret koki itu keluar dan pukul hingga mati. Jangan… Sedang apa kamu? Masakan tidak campur garam, kalau begitu hidangan ini bagaimana mungkin masih ada jiwa? Sungguh-sungguh tidak bisa dimaafkan. Menantu. Aku dukung kamu.

Pukul dia hingga mati. Begini ya. Sudahlah… Sini. Hidangan ini bawa pergi, bawa pergi. Mari… Lanjut makan. Li Jia, sini. Sajikan sup untuk Tuan He. Sup yang enak. Terutama kesegaran kualitas daging yang ada di dalamnya. Pertama kali bertemu, jarang-jarang menantu begitu terus terang. Terlalu memuji. Mari, Tuan He. Menantu, kamu kenapa?

Aku menghidap penyakit kelamin. Pe…penyakit kelamin bagus. Penyakit kelamin ini sebenarnya sejenis penyakit yang sering ditemukan. Kerabat, kamu dengarkan aku. Ayah, kamu jangan menipunya lagi. Aku tertular penyakit kelamin saat berada di rumah bordil. Nyawaku hanya tersisa satu bulan, sungguh tidak ingin menunda putrimu. Nyawa masih tersisa satu bulan. Kerabat.

Kamu jangan dengar putraku omong kosong. Aku… Tidak masalah, tidak masalah. Melihat menantu begitu jujur, bagaimana kalau pernikahan ini kita sepakati? Besok aku langsung menikahkan putriku kemari. Permisi. Tuan Besar. Tuan Muda Zhao menghidap penyakit kelamin dan hampir mati, kenapa kamu masih ingin Nona menikah dengannya? Bukankah lebih bagus mati? Kamu tidak mengerti.

Pada saat itu, Jinxin adalah nyonya pemilik rumah ini. Emas, perak, perhiasan tidak pernah kurang. Aku beranikan diri untuk bertanya pada kasatria ini, siapa temanmu yang meninggal yang akan kamu kunjungi? Wang Mazi. Maksudmu kamu ingin menukar simbol nama dengan putriku? Apakah kamu sudah memikirkannya? Aku beranikan diri untuk bertanya pada kasatria ini,

Kenapa kamu punya penglihatan seperti ini, dan hanya menyukai putri kami? Ayahku bilang, keluarga kalian sebagai pengumpul mayat. Keluargaku sebagai pembuat peti mati. Kedua keluarga kita bersatu, kebetulan menjadi kata “mati”. Menantu yang baik. Biar aku lihat. Si pendek umur yang mana yang ingin menikahiku. Ibu kandungku… Hantu. Ingin menikahiku, kehidupan selanjutnya saja. Tian Sanqi.

Aku sudah bilang padamu berkali-kali. Jangan tidur di peti mati. Keluar kamu! Cepat! Berlututlah kamu! Kamu juga berlutut! Pohon jodoh, pohon jodoh. Mengingat keluarga Tian aku adalah keluarga pemakanan selama 9 generasi. Tapi sampai generasiku hanya melahirkan seorang putri. Putriku ini dalam hal sastra semuanya tidak bisa. Dia menyukai otopsi,

Sehingga semua pria yang ada di desa langsung kabur jauh dari dia saat melihatnya. Dewa pohon, kamu melihat Sanqi kami tumbuh dewasa. Tolong lindungi dia supaya bisa menikah dengan lancar. Sanqi kami sepenuhnya mengandalkan perlindungan Anda. Lain waktu, aku akan mengumpulkan pupuk kandang dari rumah ke rumah untuk Anda. Pasti memberikan pupuk terbaik untuk Anda.

Omong kosong apa kamu? Kamu mengeluh siapa? Coba kamu mengeluh lagi kalau berani. Aku mengeluh kamu salah. Buat apa kamu kumpulkan pupuk kandang? Aku salah di mana? Anak ini kamu yang memanjakannya. Aku beritahu kamu. Kamu yang memanjakannya. Kamu yang memanjakannya. Kamu yang memanjakannya. Kamu yang memanjakannya. Kamu katakan lagi! Aku yang memanjakannya.

Kamu lihat, lihat apa! Kakak Dewa. Aku akan selalu di sini menunggumu. Aku tidak mau menikah dengan orang lain. Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu tidak mau menikah? Aku beritahu kamu. Pei, pei, pei. Besok aku akan bawa kamu pergi ke rumah Wang Mazi untuk bahas soal pernikahan. Aku tidak mau pergi.

Aku tidak mau pergi. Aku mau di sini tunggu Kakak Dewa kembali. Kakak Dewa yang kamu bicarakan tiap hari, sejak awal sudah tidak ada di dunia ini lagi. Waktu kamu berusia 10 tahun, dia sudah mati tenggalam di sungai desa kita. Di tubuhnya tidak ada tanda lahir Kakak. Kakak. Kami telah kemari. Kamu masih hidup.

Sanqi tahu kamu tidak mati. Sanqi berjanji padamu akan di sini menunggumu kembali. Aku sudah bilang itu bukan dia. Dia masih hidup. Kenapa kalian tidak percaya? Sesuai yang kamu katakan. Itu bukan… Itu bukan dia. Dia masih hidup. Kalau begitu kenapa dia tidak datang? Dia di mana? Kenapa dia tidak datang menikahimu? Aku tidak tahu.

Tapi, dia pasti akan kembali. Kamu lihat kamu ini, demi orang seperti ini, sudah hampir seperti orang kerasukan. Putriku. Kamu… Kamu jangan bersikeras. Lepaskanlah yang seharusnya dilepaskan. Tidak bisa kulepaskan. Aku mau menunggu di pohon Sophora Japonica tua ini. Sebelum itu, aku tidak mau ke mana-mana, aku tidak mau menikah dengan siapapun. Baik, baik.

Ini kamu yang katakan. Kalau begitu kamu tunggu di sini. Aku lihat kamu mau tunggu hingga kapan. Aku beritahu kamu, jangan antar makanan buat dia. Biarkan dia kelaparan. Kapan sudah memikirkannya dengan jelas, baru kembali ke rumah. Ayo kita pergi. Ayo pergi! Kamu… Beraninya kamu menarik telingaku. Semua karena kamu yang memanjakannya. Seorang pria tua,

Dia punya dua putri. Tiga hari tidak makan, lapar hingga memutar-mutar kuali. Beli dua batang bawang, 0,33 CNY. Beli satu semangka, 0,77 CNY. Beli dua labu, 0,66 CNY. Dan juga beli dua batang manisan buah dilapisi gula haws. Kakak Dewa. Siapa namamu? Aku tidak ada nama sejak lahir, juga tidak tahu siapa orang tuaku.

Kalau begitu di mana rumahmu? Aku tidak ada rumah. Tidak tahu datang dari mana, juga tidak tahu mau ke mana. Aku hanya ada seorang Guru. Dia beritahu padaku, suatu saat nanti aku akan kembali ke tempat yang seharusnya aku pergi. Tidak apa-apa. Kamu masih ada Sanqi. Aku akan selalu menemanimu. Kakak. Apa ini?

Ini simbol berwajah hantu yang aku ciptakan sendiri. Dulu saat tidak ada yang menemaniku, aku membuatnya untuk menemaniku bicara. Sekarang aku serahkan padamu. Kelak jika aku tidak ada di sisimu, kamu melihat dia, seperti melihatku. Mengerti? Apakah kamu sudah mau pergi? Beberapa hari lagi. Apakah kamu akan kembali lagi? Kakak. Makan buah. Kakak. Kakak. Kakak.

Kakak. Tuan Muda. Kecuali dia, aku tidak akan menikah dengan siapapun seumur hidupku. Tapi Tuan Muda, cara ini sudah habis digunakan. Kita juga sudah buat keributan tentang rumah bordil. Sekarang semua orang sudah tahu kamu menghidap penyakit kelamin. Jika orang yang Anda tunggu itu masih tidak muncul, pernikahan ini aku juga tidak ada cara lagi.

Tuan Muda. Jangan banyak omong kosong. Aku tunggu kamu. Selamat kepada Pimpinan Kota mendapatkan menantu yang baik. Ayah, ananda hanya ingin berada di sisi Anda dan meringankan beban Anda. Soal pernikahan sungguh masih terlalu awal. Keluarga yang harmoni akan makmur. Keluarga yang harmoni akan makmur. He Zhen, aku hanya punya kamu ini anak satu-satunya.

Aku harap kamu segera berkeluarga supaya bisa menyerahkan Kota Taoyuan padamu. Ayahanda. Tuan Muda Pimpinan, Tandu pernikahan akan segera tiba. Tuan Muda Pimpinan lebih baik menunggu di sini saja. Tuan Muda. Tuan Besar dia… Bilang Tuan Besar apa lagi. Aku tuanmu atau dia tuanmu? Jongkok. Tuan Muda. Anda dengarkan aku. Anda tidak bisa kabur.

Aku lihat siapa yang bisa menghalangiku. Tapi Tuan Besar dia ada di luar dinding. Kamu tidak katakan lebih awal. Anakku, kenapa begitu sungkan? Tidak perlu beri hormat. Berdirilah. [18] [Kota Luohan (Formasi)] [Quandui lumayan] Ayah! Kamu mampu mengurungku, kamu juga mampu buka pintu. Buka pintu! Buka pintu! [Kota 18 Luohan (Formasi)]

Tuan Muda, ada hal apa? Tidak ada apa-apa. Aku beritahu kamu, setelah beberapa jam lagi, adalah waktu untuk pernikahan Tuan Muda. Jangan sampai ada kesalahan. Tuan Besar tenang saja. Kami, formasi 18 Luohan di sini dijamin Tuan Muda tidak bisa kemana-mana. Baik. Mari bersulang. Terima kasih Tuan Besar. Warnanya luntur. Cepat pergi tambahkan lagi. Baik.

Sanqi. Sanqi. Aku beritahu kamu. Ya Tuhan. Hal baik terjadi di keluarga Tian kita. Makam leluhur siapa yang berasap? Itu berarti mayat leluhurnya hidup kembali. Sanqi. Akan jadi kaya. Kamu adalah Tian Sanqi? Atas perintah Pimpinan Kota Taoyuan, menikahkan Sanqi dari keluarga Tian sebagai istri Tuan Muda Pimpinan. Hari ini langsung berangkat,

Menuju Kediaman Pimpinan Kota Taoyuan untuk melaksanakan pernikahan mengikuti gaya kota. Terima kasih Pimpinan Kota. [Putri Menteri Ritus Wei Chao – Wei Minghua] [Putri Menteri Keuangan Cao Cong – Chao Yingying] [Putri Jenderal Negara Zhen Chen Zhe -Chen Qing] [Putri Asisten Menteri Keuangan Zuo Tang – Zuo Xiaoman] Kamu lihat. Sudah lewat dari satu bulan,

Masih tidak menemukan Nona yang disukai Zhen? Tuan Pimpinan Kota, Tuan Muda Pimpinan terlalu memilih. Semua putri pejabat di kota sudah di cari, Tidak ada yang bisa dipandang Tuan Muda Pimpinan. Di kota ini, wanita dari keluarga termuka yang usianya cocok, semua sudah ditolak Tuan Muda Pimpinan dengan berbagai alasan. Jangan terbatas pada putri bangsawan.

Nona baik di Kota Taoyuan sangat banyak. Aku sebagai Pimpinan Kota, baik bangsawan atau warga sipil, semuanya adalah rakyatku. Kedepannya jangan mengucapkan kata miskin. Baik, Tuan Pimpinan Kota. Kalau begitu apakah sudah mencari di Desa Shifang? Desa Shifang. Ini… Waktu itu Zhen diselamatkan dari kematian di Desa Shifang, nyawanya terselamatkan.

Tempat itu adalah tempat berkah untuk anakku. Rakyat yang jujur dan sederhana. Anakku selalu merindukannya. Begini. Biar aku yang memutuskannya. Cari Nona baik di Desa Shifang. Baik. Hamba sekarang langsung pergi mencari. Wanita yang umurnya cocok dari Desa Shifang hanya ada 9 orang. 6 orang sudah menukar simbol nama dan menikah. Sisanya, jika bukan cacat,

Yaitu berpenampilan buruk. Ba…bagaimana ini? Tunggu. Ada satu yang terlewatkan. Putri keluarga Tian dari tempat penampungan mayat. Tian Sanqi. [Tian Sanqi. Putri keluarga Tian dari toko peti mati, Desa Shifang Kantor pemerintahan Selatan. Berusia 18 tahun.] [Tanggal lahir, kayu, Tahun Xin Bulan Yi, Hari Wu Jam Geng(dari perhitungan Tiongkok kuno, kurang jelas).] Tian Sanqi.

Cepat terima perintah Pimpinan Kota. Maksudmu, Putra Pimpinan Kota, Tuan Muda Pimpinan Kota Taoyuan memilihku? Kamu bercanda. Aku tidak mengenalinya. Tuan Muda Pimpinan adalah putra terpilih, apakah akan bercanda denganmu? Tunggu, tunggu. Kenapa lagi? Aku lihat kamu sangat akrab. Jangan-jangan kamu adalah pemain opera di Kota Barat yang berperan sebagai Tuan Bao Zheng.

Jangan akting lagi. Kumismu hampir jatuh. Cepat layani istri Tuan Muda Pimpinan. Se…sedang apa kalian? Tolong… Sanqi, cantik sekali. Bukankah dia adalah pembawa sial? Tutup mulutmu. Jangan berkata seperti ini. Cepat lihat, sudah keluar. Sudah keluar. Cantik sekali. Aku sudah bilang Sanqi kita sejak kecil sudah berbeda. Memang. Ternyata, ayam liar menjadi burung Phoenix. Iya.

Cantik sekali, cantik sekali. Sanqi. Setelah masuk kota, jangan lupa pulang lihat bibi kedua yang ada di tetangga. Sampai jumpa, sampai jumpa. Harus pulang. Jika. Aku bilang jika. Bagaimana jika aku tidak bersedia menikah dengan Tuan Muda Pimpinan? Seluruh dunia, semua milik Kaisar. Semua rakyat di dunia, semua milik Kaisar. Berdasarkan aturan ini,

Tidak peduli Nona Sanqi bersedia atau tidak, Anda hidup adalah orang Tuan Muda Pimpinan, mati juga hantu milik Tuan Muda Pimpinan. Lihat ucapanmu. Hari pernikahan, kenapa mengucapkan kata hantu. Aku hanya bertanya saja. Istri Tuan Muda Pimpinan. Silakan naik tandu. – Putriku. – Sanqi. Ayah. Ibu. Aku akan merindukan kalian. Putriku.

Saatnya naik tandu, istri Tuan Muda Pimpinan. Tulang anak kecil ini kekurangan dari bawaan. Anak yang mati ini bukan target yang diperintahkan. Pembunuhan 8 tahun yang lalu terjadi kesalahan. Orang yang mati ini takutnya hanya pengganti. Target masih hidup. Kamu, Cepat kembali laporkan kepada Ketua. Orang lain tinggal di sini

Untuk mencari orang yang berkaitan dengan petunjuk waktu itu. Aku menemukan seorang wanita yang berhubungan dengan target yang diperintahkan 8 tahun yang lalu. Sepertinya dia juga sedang mencari keberadaannya. Sangat bagus. Ikuti terus. Jika ada petunjuk baru, lebih baik salah membunuh, jangan melepaskannya.