I’ve Fallen for You | EP1【INDO SUB】 aku telah menemukanmu| iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] I’ve Fallen for You Episode 1 Dahulu kala, di sebuah tempat yang indah dan jauh, saat kelopak bunga berjatuhan di tanah, kelopak bunga persik beterbangan, itu adalah Festival Jodoh tahunan. Para anak muda dan gadis yang sudah berusia 18 tahun akan saling tukar nama simbol, menetapkan jodoh. Membuat perjanjian seumur hidup

Di bawah berkah Dewa Taoyuan. Festival Jodoh telah tiba. Kali ini, Dewa Taoyuan akan menyaksikan cerita seperti apa? Tian, saatnya bekerja. Urus mayat di tepi sungai. Aku datang. Kakak Zhang, kakak Zhang, kakak Zhang. Saatnya bekerja. Pembawa sial datang. Semuanya, lari. Kalau disukai sama dia dan menjadi menantu keluarga Tian, akan sial selama delapan kehidupan.

You. Nona Sanqi… Minggir, aku tidak punya anak sepertimu. Selamat siang, aku datang. Permisi… Hari ini bubarnya cepat sekali. Mayat, maaf kalau aku menyinggung. Apakah masih ada yang belum disampaikan saat hidup? Sekarang silakan kasih tahu Sanqi. Kamu lihat si pembawa sial itu berbicara dengan orang mati lagi. Ya ampun, terlalu mengerikan.

Umur sekitar 18 tahun. Seluruh tubuh mengalami bengkak dan keputihan. Kedua tangan setengah mengepal. Ada lumpur di mulut dan hidung. Tidak ada luka fatal di seluruh tubuh. Penyebab kematian adalah tidak bisa bernapas karena tenggelam. Hmm. Muka yang tidak dikenal. Saudara, kamu bukan orang dari desa ya? Permisi. Apakah ada yang kenal saudara ini? Baiklah.

Saudara, karena tidak ada yang mau mengidentifikasi dan membawamu, Kamu akan pulang ke tempat penampungan mayat bersamaku sementara. Ah… Sakit, sakit, sakit. Sudah bilang berapa kali? Tidak boleh tidur peti mati. Tidak boleh mengurus mayat di dalam desa. Kenapa kamu selalu tidak ingat? Sanqi, kamu adalah seorang gadis. Kenapa kamu punya

Hobi yang tidak senonoh ini? Ah… Sakit, sakit, sakit. Aku juga sudah bilang beberapa kali? Tidak boleh hemat uang buaian. Siapa yang membuat putrinya tidur di peti mati setelah dia lahir? Kamu tua bangka yang tidak senonoh. Jiao, sisakan sedikit harga diri buatku. Kamu jangan cubit terlalu kuat. Aku sedang mendidik putriku. Semua salahmu.

Anak sudah bertumbuh besar, lebih banyak melihat orang mati daripada hidup. Kalau dia tidak bisa menikah, aku tidak akan mengampuni kamu. Pohon Tua Sophora, kamu juga tahu. Kakak Dewa dan Sanqi sudah berjanji. Ketika dia sedang tidak ada, akan utus simbol muka hantu ini untuk melindungiku. Sudah delapan tahun.

Aku akan selalu menunggu kakak di sini. Aku tidak ingin menikah dengan orang lain. Aku ambil potongan bambu menjadi simbol namaku. Sekarang aku serahkan kepada kamu. Kita ditakdirkan untuk bersama. Saat kamu berumur 18 tahun, aku pasti akan kembali untuk cari kamu. Kamu tunggu aku. Ya. aku menunggumu. Pohon Tua Sophora menjadi saksi,

Setelah menerima simbol nama berarti seumur hidup. Aku mati pun tidak mau menikah dengan Wang Mazi. Kenapa kakak masih belum datang? Atau kabur dari rumah saja. Ah… Sakit sekali. Kurma. Cari. Apakah kamu suruh aku pergi cari kakak? Benar. Daripada duduk dan menunggu, lebih baik mengambil inisiatif dan bertindak dulu. Wah, Pohon Tua Sophora hebat.

Bijaksana. Baiklah, aku akan pergi. Gawat. Gawat. Gawat, Tuan. Tuan tahu kamu ada di rumah bordil dan mau ke sini tangkap kamu. Ya ampun. Pejabat Kantor Pemerintahan Provinsi Selatan mau datang. Apa yang harus dilakukan? Ayo main lagi. Ayo. Saudara Zhao, saudara Zhao. Karena Pejabat Kantor Pemerintahan mau datang, kami akan… Tuangkan ke dalam.

Yang melihat akan kebagian. Tuan Muda, apa yang harus dilakukan dengan orang yang melecehkan Nona Leimo? Biarkan dia terbang. Baik. Kembali. Ingat. Terbang menuju ke rumahku. Ah? Oh. Semakin tinggi semakin bagus. Baiklah. Di situ ada emas. Eh, di situ, di situ, di situ. Eh, kamu lihat. Layang-layang yang besar sekali.

Ada orang di atas itu. Zhao Cuo. Kamu akan mati dengan mengenaskan. Orang itu benar-benar menyedihkan. Diterbangkan lagi di langit. Siapa suruh dia menyinggung anak jahat nomor satu Provinsi Selatan. Ya. Wah. Ada seseorang di langit. Tapi, kenapa kamu terbang begitu tinggi? Nona, Nona. Tenanglah. Jangan teriak-teriak.

Karena pria ini menyinggung Tuan Muda Zhao dari Provinsi Selatan, makanya diterbangkan ke langit. Tuan Muda Zhao? Muka Hantu? Kakak Dewa. Eh, Ka…Kakak. Di mana orang yang bermain layang-layang ini? Apakah maksudmu Zhao Cuo? Mau di mana lagi? Rumah bordil. Pergi dulu, pergi dulu, pergi dulu. Rumah bordil? Aku adalah wanita murahan.

Terima kasih kepada Tuan karena tidak merendahkan aku. Terima kasih Tuan Muda. Apanya yang murahan? Kamu adalah teman aku. Ke depannya, aku akan lindungi kamu. Aku kasih tahu kamu. Gadis kecil, memangnya kamu boleh datang ke tempat ini? Aduh. Kayak kamu bukan wanita saja. Kamu minggir. Aku mau cari orang. Apa yang kamu lakukan?

Cari siapa? Aku cari kakak. Ha! Kakak? Di tempatku isinya nona-nona. Mana ada kakak? Minggir sana. Jangan menggangu. Kamu… Kenapa? Zhao Cuo! Kamu brengsek. Tidak senonoh. Kamu ke sini. Ke sini. Lihat dirimu yang tidak bermoral itu. Bagaimanca caranya menemukan istri yang baik? Tua bangka, aku kasih tahu kamu. Aku tidak suka sama sekali dengan

Wanita biasa yang kamu cari. Kalau kamu suka, ambil buat sendiri saja. Kamu tidak suka? Zhao Cuo, reputasi kamu sudah sangat busuk sekali. Kamu malah milih-milih. Apakah kamu mau tunggu sampai ada Dewi jatuh dari langit? Ah…Aduh. Siapa kamu? Kamu muncul dari mana? Atas arah utara, bawah arah selatan, kiri arah barat, kanan arah timur.

Aku datang dari arah barat. Datang ke sini untuk cari seseorang. Di sini tidak ada orang yang ingin kamu cari. Cepat pergi. Tidak boleh. Aku harus menemukan orang itu. Aku ingin mencari pemilik layang-layang ini. Apakah karena ingin balas dendam masalah Yang Yong? Aku tidak takut kamu. Kalau begitu, aku kasih tahu kamu. Layang-layang ini

Milikku. Kalau kamu ingin balas dendam untuk dia, tidak masalah. Ayo. Kamu bilang sekali lagi. Aku tidak takut kamu. Kamu pergi cari tahu. Siapa yang tidak tahu layang-layang manusia ini adalah penemuan tradisi bagus aku. Bagaimana? Kakak, ini apa? Ini adalah penemuan aku, simbol muka hantu. Hanya kamu dan aku yang tahu muka hantu ini.

Kakak Dewa. Akhirnya aku menemukanmu. Le…le…lepaskan. Tidak mau lepaskan. Lepaskan aku kalau kamu tidak ingin mati. Mati pun tidak mau lepas. Aduh, ada banyak orang yang sedang lihat. Apakah bisa sedikit hargai aku? Ah. Sakit, sakit, sakit. Ternyata asli. Aku bukan lagi mimpi. Apakah kamu seorang Dewa di langit? Ah?

3 hari 1 bulan 8 tahun. Aku menunggu kemunculanmu di bawah Pohon Tua Sophora setiap hari. Kakak, aku benar-benar sangat merindukanmu. Aduh, astaga. Turun, kamu turun. Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan? Ayo kita menikah. Aku tidak ingin menikah dengan Wang Mazi. Turun. Menikah? Apaan? Ah, aku mengerti. Lagi-lagi ada orang yang menggunakan segala cara

Untuk menikah ke Kediaman Zhao. Aku kasih tahu kamu. Aku tidak akan menikahi tipe wanita biasa seperti kamu. Chai Lang dan Li Jia, cepat ke sini seret dia keluar. Apa? Kakak, apakah kamu kehilangan ingatan? Kenapa kamu tidak ingat apa-apa? Ini aku. Cepatlah. Ini aku. Cepatlah. Tidak boleh. Lepaskan aku. Lepaskan aku. Dasar sampah.

Wanita gila. Lepaskan. Lepaskan aku. Masih ada yang ingin aku katakan. Kakak, apakah kamu masih ingat kamu bilang akan menikahiku di saat umur 18 tahun. Pohon Tua Sophora, apakah kamu masih ingat Pohon Tua Sophora? Kamu bilang mau kasih aku simbol nama di bawah Pohon Tua Sophora desa. Simbol nama? Kamu omong kosong.

Sejak kapan aku memberi kamu simbol nama? Aku sama sekali tidak kenal sama kamu. Wanita gila. Cepat bawa dia keluar. Ah. Lepaskan aku. Lepaskan aku. Lepaskan aku. Masih ada yang ingin aku katakan. Lepaskan aku. He, he, he. Apa yang sedang kalian lakukan? Apakah kalian tidak melihat mereka sedang bahas masalah cinta? Benar kan? Tenanglah.

Mundur. Mundur. Apa yang terjadi pada kakak? Tidak ingat aku. Tapi, masalah 8 tahun yang lalu memang sedikit jauh. Tidak boleh. Harus mencari cara agar ingatan dia kembali. Seorang pria tua Ding. Dia punya dua telinga. Tidak makan selama tiga hari. Lapar sampai mengelilingi wajan. Membeli dua batang daun bawang, 3 sen.

Membeli satu buah semangka, 7 sen. Membeli dua buah luffa, 6 sen. Dan dua batang tanghulu. Apakah sekarang kamu sudah ingat aku? Kamu… Kamu… Kamu gila ya. Wanita gila. Aku tidak gila. Karena layang-layang adalah milikmu, aku tidak salah mengenalinya. Layang-layang adalah milikku. Kamu gila. Cepat. Seret dia keluar. Eh. Kamu jangan lari. Berhenti.

Apa yang kamu lakukan? Pinggang kakak ada sebuah tanda lahir merah. Tidak ada cara lain lagi. Hanya bisa pakai cara ini. Kamu yang memaksaku. Karena kamu tidak ingat, aku hanya bisa pakai cara ini. Lepaskan. Aku tidak mau lepaskan. Aku harus pastikan dengan mata sendiri. Aku ingin melihatnya. Aku akan bertanggung jawab kepada kamu.

Jangan, jangan. Tua bangka, cepat bantu. Selama 18 tahun, aku pertama kali melihat seorang pria dipermainkan oleh wanita sampai begini di rumah bordil. Aku jujur sama kamu. Selama 18 tahun, aku pertama kali melihat anak durhaka aku minta bantuan. Tidak perlu banyak bicara. Menyulang. Tuan, apakah sudah saatnya bertindak? Maju. Baik. Ah…ah… Kamu lepaskan aku.

Aku mau turun. Kenapa datang lagi? Zhao Cuo, kamu tunggu aku. Aku pasti akan melihatnya dengan jelas. Ayo. Kediaman Zhao, ini tempatnya. Eh. Eh. Eh. Kamu mau cari siapa? Apa? Kamu mau cari siapa? Oh. Apakah Zhao Cuo tinggal di sini? Ya. Siapa kamu? Aku adalah calon istri dia. Kamu minta dia keluar sebentar.

Apakah kamu tidak salah? Bilang saja kencan buta. Kenapa kamu menyebut dirimu calon istri? Aku sudah melihat banyak gadis yang kencan buta. Tapi belum pernah lihat gadis yang tidak tahu malu seperti kamu. Kamu… Kencan buta? Kamu bilang Zhao Cuo kencan buta? Bajingan. Biarkan aku masuk. Biarkan aku masuk, biarkan aku masuk, biarkan aku masuk.

Kenapa kamu berbicara kasar? Bajingan itu tidak ada di sini sekarang. Bajingan berada di Paviliun Wangyue sekarang. Paviliun Wangyue. Oh. Paviliun Moyue. Paviliun Moyue, aku akan ke sana. Bos, aku mau kotak kosmetik ini. Aduh, persiapan adik cukup lengkap untuk kencan buta meja bulat di Paviliun Wangyue. Aku rasa penampilan adik ini penuh dengan strategi.

Siapa adikmu? Ha, tidak perlu bahas yang lain dulu. Katakan saja kita berdua nikah dengan Zhao Cuo bersamaan, kita tidak akan tahu siapa yang akan jadi istri tua dan muda. Apa yang kamu lihat? Si jelek. Hmm! Bos, bagaimana caranya menuju ke Paviliun Moyue? Nona. Berani bertanya, apakah kamu mau ikut

Ke kencan buta meja bulat kediaman Zhao? Aduh. Apakah kamu rencana pergi bertemu dia dengan penampilanmu seperti itu? Lalu, apa yang harus aku lakukan? Begini saja, kamu beli sekotak kosmetik aku. Aku janji kamu akan memikat hatinya dengan sekali memandang. Kartu undangan. Di mana kartu undangan aku? Kartu undangan apa? Tidak ada padaku. Apa? Nona,

Kartu undangan tidak boleh hilang. Kalau sampai Tuan Besar tahu, pasti akan gawat. Ayo cepat pergi cari. Baik. Dengan adanya riasan jodoh ini, dijamin kamu dapat memikat hati Tuan Zhao seumur hidup. Total 3 Tael Perak. Terima kasih. Baik. Nona, kartu undangan kamu. Tidak boleh masuk kalau kartu undangan hilang. He Jinxin.

Aku rasa hari ini sampai sini dulu. Tunggu. Aku mengumumkan, kencan buta meja bulat dimulai sekarang. Selanjutnya, kita lakukan pemahaman mendalam secara berurutan. Nama aku Hongling. Paling hebat dalam memainkan kecapi pada kerbau. Aku bernama Meizhi. Sudah mencicipi ratusan jenis rumput sejak kecil. Paling hebat dalam mencoba racun dengan tubuh sendiri. Aku bernama Xiuji.

Berlatih seni bela diri sejak kecil. Paling hebat dalam mengutarakan cinta dengan seni bela diri. Ini adalah kekuatan. Ini adalah keindahan. Ini adalah menawan. Sudah, sudah. Cukup bagus. Selanjutnya. Apakah ada lagi? Masih ada aku. Bibi yang mukanya warna merah muda, struktur tulang yang mengagetkan. Datang ke sini untuk apa? Aku mencari dia.

Kamu ikut aku pergi. Apakah kalian kenal? Lebih dari sekadar kenal. Siapa yang mengenal kamu? Kamu sanggup menghadapi orang itu? Tidak. Bukankah kamu yang cari? Silakan duduk. He Jinxin ya? Kamu punya bakat seperti apa? Masih perlu bakat? Itu tentu saja. Aku bisa autopsi mayat. Ah? Begini. Tidak peduli kamu mati karena tenggelam,

Terbakar, diracuni, hidung dan mulut ditutupi, tersedak. Tidak peduli bagaimana cara kalian mati, aku bisa memeriksa hasilnya untuk kalian dalam dua jam. Nona, jangan usil. Dengarkan kata-kata orang. Cepat pergi. Pergi. Wah. Siapa yang usil? Aku kasih tahu kalian. Kalian jangan meremehkan bakat aku. Sebenarnya, autopsi juga merupakan sebuah pengetahuan. Aku… Diam. Biarkan dia berbicara.

Kalau begitu, aku mulai dari pengamatan mayat sederhana. Contohnya, laki-laki diamati tangan kiri, wanita diamati tangan kanan. Mengepal jari tengah saat pertukaran hari, matahari terbit dan terbenam. Telapak tangan nyaman setiap 3 bulan. Mengepal tangan saat bulan pertama setiap musim. Tidak ada perbedaan waktu ketika sudah meninggal. Kalau begitu, mungkin kalian akan bertanya.

Bagaimana kalau orang mati hanya sisa tumpukan tulang? Itu akan lebih sulit dilakukan. Harus dikukus. Seperti kukus bakpao. Ketika dikukus, luka dan celah yang ada ditulang akan terlihat dengan sangat jelas. Aku sudah selesai bicara. Ah. Beracun. Bagus. Hmm, aku suka gadis ini. Tua bangka, kamu yang urus saja. Apa? Anakku, meskipun seleramu sedikit aneh.

Tapi karena kamu suka gadis ini, ayah tidak mungkin tidak setuju. Tua bangka, apakah kamu serius? Itu tentu saja. Waktu dan pemandangan yang indah. Silakan kalian nikmati dengan baik. Aku pergi buat surat pernikahan. Li Jia, ayo pergi. Oi. Oi. Tua bangka. Tidak peduli siapa yang utus kamu mengacaukan ini. Bagaimanapun, idenya bagus. Apa ini?

Kenapa? Masih kurang? Kakak, ini aku. Kenapa suara ini terdengar sangat kenal? Kakak Dewa, apakah kamu lupa? Kita baru saja bertemu di rumah bordil. Aduh. Dasar. Kamu ya. Kakak, kamu cepat keluar. Ada banyak sekali yang ingin aku katakan. Aku tidak mau bicara denganmu, si jelek. Si Jelek? Kamu sudah berubah.

Dulu kamu bilang aku lucu. Sekarang malah bilang aku jelek. Aku kasih tahu kamu. Walaupun aku makan meja ini, aku juga tidak akan nikah denganmu. Bisakah kamu pergi bercermin? Tampang kamu… Untukmu. Terima kasih. Ah. Bai Yifei. Bai Yifei. Bai Yifei. Bai Yifei. Tuan Bai Yifei kami

Tampang menawan di seluruh dunia, punya bakat dan tampang yang bagus. Orang dengan tampang menawan pertama di seluruh dunia. Aku rasa Zhao Cuo dari Provinsi Selatan juga tampan. – Bai Yifei. – Bai Yifei. Kamu jangan lari. Bai. – Bai. – Bai. Berhenti. Semuanya Jangan bergerak. Aku mencium bau pria dia. Dia memakai topeng.

– Bai. – Bai. Kakak, aku akan tolong kamu. Kakak, aku akan melindungimu. Kamu… Apakah kamu berutang banyak pada mereka? Kenapa mereka terus mengejar kamu? Aku… Apakah aku membuat kamu kaget hari ini? Riasan jodohnya agak berlebihan. Tapi coba kamu lihat, aku sudah membersihkannya. Atau kamu lihat aku dengan baik-baik lagi. Kamu…

Apakah kamu benar-benar tidak ingat aku? Kenapa kamu tidak menjawab aku? Aku… Aku tidak mau dengar, aku tidak mau dengar, aku tidak mau dengar. Kamu jangan bicara lagi. Aku… Kakak Dewa. Tidak masalah. Kamu tidak ingat aku, asalkan aku ingat kamu sudah cukup. Asalkan aku tahu kamu masih hidup di dunia ini dengan selamat.

Asalkan aku bisa selalu melihatmu. Wah, indah sekali. Kembang api. Masih ingat waktu kecil dulu. Aku bilang aku ingin melihat kembang api dan kamu menangkap kunang-kunang sebanyak satu rumah untukku. Kembang api yang kamu berikan untuk aku saat itu lebih indah dari hari ini. Wah, kamu siapa? Nona, aku dari tadi ingin bilang.

Kamu sepertinya salah mengenali orang. Kenapa kamu tidak kasih aku lebih awal? Gawat, gawat. Aku masih ada urusan, pergi dulu ya. Eh, Nona. Aku… Orangnya bagaikan pelangi, hanya ketika kita sendiri bertemu baru menyadari betapa indahnya. Aku sepertinya melihat pelangi. Zhao Cuo…Zhao Cuo. Apakah kamu memang tidak ingat atau aku salah mengenali orang?

Tapi, muka hantu hanya kita berdua yang tahu. Bagaimana caranya menjelaskan itu? [Bai Yifei]