My Fantastic Mrs Right | S2EP10 | menaburkan permen penuh kasih sayang【INDO SUB】iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Fantastic Mrs. Right] [Musim 2] [Episode 10] Chu Chu. Chu Chu. Chu Chu, bangunlah. Bukalah matamu dan lihatlah aku. Kau suka melihat aku tersenyum, ‘kan? Aku tersenyum sekarang, kau lihat? Chu Chu… Jika kau tak suka tinggal di Beiyue, kita bisa pindah dari sini. Cepatlah bangun.
Bangunlah dan aku akan membawamu pergi dari sini. Chu Chu. Kaulah satu-satunya keluargaku. Chu Chu… Nyonya. Liu Zhong. Chu Chu sudah meninggal. Itu semua salahku. Jika bukan karena aku mencoba mencuri Giok Sakti itu, dia tak akan meninggal. Ini semua salahku. Tidak… Ini semua salah kalian. Kalian semua adalah pembunuh. Aku ingin kalian semua menebusnya!
Bunuhlah mereka! Kita semua akan mati di sini hari ini! Hentikan, Xi Ling. Tentu Chu Chu tak ingin melihatmu melakukan ini. Masa lalu tak bisa diubah. Lupakanlah saja. Lupakan? Bagaimana aku bisa melupakannya? Beigong Yan. Aku tak punya rumah. Satu-satunya anggota keluargaku juga telah mati. Semua ini terjadi karena kau.
Jika kau tak memikatku dengan sulingmu di bawah pohon magnolia, aku takkan merasa tertarik atau terpesona kepadamu. Pertemuan pertama kita di bawah pohon itu juga takkan terjadi. Aku sungguh menyesal atas apa yang terjadi kepada Chu Chu. Namun, aku tak pernah memainkan suling sebelumnya. Tak pernah sekali pun. Tak pernah? Lalu, siapa orang itu?
Hari itu di bawah pohon magnolia, aku jelas melihatmu membawa suling giok di pinggangmu. Aku memang bertemu denganmu pada hari itu. Namun, suling giok itu… adalah hadiah dari Kakak Dongfang pada pertemuan pertama kami. Kakak Dongfang? – Apakah mungkin… – Ya. Dia salah satu dari empat putra Suku Dong Li, Dongfang Ming Chu.
Bagaimana mungkin itu bukan kau? Aku tahu. Kau menipuku, ‘kan? Kau sengaja mengatakan itu karena tak ingin menikahiku. Aku tak mungkin salah. Itu bukan dia. Itu pasti bukan dia. Suling giok itu… Aku melihat suling giok itu di Kediaman Dong Li. Pada malam aku membunuhnya. Namun, kenapa dia tak mengatakan itu? Kenapa dia tak memberitahuku?
Nyonya! Namaku Xi Ling. Siapa namamu? Apakah kau memainkan suling di luar jendelaku tempo hari? – Nyonya… – Lagu itu bagus sekali. Saudariku akan segera pergi sekolah. Mari kita pergi menemuinya. Kalian semua menipuku. Orang yang kucintai adalah Tuanku. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun… Namun, dia bukan orang yang memainkan suling giok itu.
Ming Chu. Mulai sekarang, marilah kita dan Chu Chu… bersama selama-lamanya. Kita takkan pernah berpisah lagi. Ini semua salahku. Itu tak ada hubungannya dengan Nyonyaku. Aku rela mati sebagai permintaan maaf. Kuharap kau bisa memaafkan ini… dan biarkan Nyonyaku hidup. Mulai sekarang, nama Tang Yun dan Xi Ling sudah tak ada lagi.
Kau harus menjaga dia baik-baik setelah ini. Kau dilarang meninggalkan Kediaman Lama Xi Yun. Giok Sakti ini pasti palsu. Ya. Yang Nyonya ambil adalah giok palsu. Biasanya, Nyonya menyimpan Giok Sakti yang asli. Aku tak tahu itu ada di mana. Namun, sekarang sepertinya… dia sudah menjadi gila.
Sepertinya aku tahu di mana dia menyimpan Giok Sakti yang asli itu. Dia akan menyimpan semua kenangan indah hidupnya pada pohon magnolia. Bahkan jika pohon telah layu, dia takkan pernah berubah. Apakah saudariku sudah pulang sekolah? Sebentar lagi. Bolehkan kau memainkan suling untukku sekali lagi? Tentu saja.
Mulai sekarang, aku akan memainkan suling untukmu setiap hari. Pergi ke gunung, tapi kehilanganmu di tengah jalan. Setelah bunga magnolia berguguran, musim semi tiba. Setiap petunjuk di kantong memiliki arti tertentu. Hanya saja aku tak mengerti sebelumnya. Masa lalu terlalu menyiksa. Melihat ke belakang takkan membuatmu bergerak maju. Mungkin inilah akhir yang terbaik untuknya.
Master Kedua, bagaimana menurutmu pertunjukanku di Taman Feng Ya? Bukankah aku berhasil menunjukkan cintaku kepadamu… dan kebencianku terhadap Raja? Berikan. Kenapa memukulku? Kau terkena ingusku karena aku sangat terbawa dengan pertunjukanku. Hasratku untuk tampil terlalu kuat. Kenapa tak ada kata berhasil kali ini? Entahlah. [Apakah semua ini belum berakhir?] Aku akan mencari buku tua.
Mungkin aku akan menemukan sesuatu. Baiklah. Jika Ah Yan tak ingin aku tahu, aku berpura-pura tak tahu saja. Sekarang yang penting untuk mendapatkan penawar secepatnya. Tahap terakhir adalah perpisahan selamanya. Bagaimana kita saling melengkapi? Ini… Ini peta brankas Keluarga Mo. Aku menemukan peta brankas Keluarga Mo. Kita kehabisan waktu.
Cepatlah cari orang untuk menyelidiki peta itu. Kita harus menemukannya. Aku akan mencoba menahan Ah Yan agar dia tak menemukannya. Tuan Putri, kau masih bisa mundur sekarang. Mungkin aku mementingkan diri sendiri. Aku tak ingin ketinggalan. Tuanku. Minumlah obatnya, Tuanku. Tuanku, karena Tuan Putri sudah tahu, kenapa kau masih membutuhkan aku untuk merahasiakannya?
Aku tak ingin melihatnya menangis. Setiap kali dia menangis, itu lebih menderita daripada racun demam ini. Kalau begitu, apakah rencanamu selanjutnya? Hei Li bilang… ini obat terakhir yang bisa dia temukan. Jika obat ini tak efektif, kau akan… Langkah selanjutnya adalah membawa Xiao Qi pulang. Untung kita berhasil mengumpulkan empat Giok Sakti itu.
Setelah dia kembali, dia akan melupakan semua ini… secara perlahan. Aku harus mencari Xiao Qi sekarang. Aku tak bisa membiarkan dia tahu keadaanku. Tuanku. Perlahanlah. Murid Kesayanganku. Kau akhirnya berhasil mengumpulkan empat Giok Sakti itu. Tak salah memilihmu. Kenapa kau datang kemari? Kau tahu aku akan datang kemari? Apakah mungkin kau tahu sesuatu?
Apakah ada hal yang harus kuketahui? Tidak, kujamin kau sudah tahu apa yang harus kau ketahui. Akhirnya kau telah mengumpulkan empat giok itu. Kita bisa segera kembali. Jika tidak, kau akan kehilangan nyawamu dengan cepat. Bahkan dengan memiliki sembilan nyawa, itu takkan cukup bagimu. Sembilan nyawa? Kucing memiliki sembilan nyawa.
Itu sebabnya kau berubah menjadi kucing setiap kali ada dalam bahaya. Menurutmu kenapa itu terjadi? Untung kau masih memiliki satu nyawa terakhir. Jika aku membiarkan memulai lagi, kau takkan bisa menjadi manusia lagi dalam kehidupan ini. Setelah kau kembali ke Dunia Awan, semua akan kembali menjadi normal. Murid Kesayanganku, kau telah menggunakan delapan nyawa.
Pastikan dirimu tidak tertimpa bahaya sebelum kau pulang. Jika tidak, kau akan menjadi kucing selamanya. Saat waktunya tiba, bawalah Giok Sakti itu ke brankas Keluarga Mo, dan tunggu aku di brankas terakhir. Kita akan bawa barang-barang kita dan pergi bersama. [Kucing mempunyai sembilan nyawa.] [Itu sebabnya kau berubah menjadi kucing setiap kali menghadapi bahaya.]
[Kau pikir kenapa itu terjadi?] [Syukurlah kau masih mempunyai satu nyawa lagi.] [Jika kubiarkan itu terjadi lagi, ] [kau tidak bisa menjadi manusia lagi dalam kehidupan ini.] [Setelah kau kembali ke Dunia Awan, ] [semuanya akan kembali seperti semula.] Kukira aku bisa membuat ibumu duduk di sini lagi lebih lama. Tampaknya itu tidak mungkin.
Ada apa? Kau berjanji akan melakukan hal romantis denganku setiap hari. Kau belum melakukan apa pun hari ini. Apa yang ingin kau lakukan? Aku ingin makan sup rebus bersamamu. Sup rebus yang sangat pedas. Baiklah. Kau ingin makan sup rebus yang seperti itu, ‘kan? Ayo kita pergi. Toas! Cepat makan. Aromanya membuatku lapar.
Silakan makan dulu, Tuanku. Kau baik sekali. Sayangnya kau bukan perempuan. Kalau tidak, aku pasti akan menikahimu. Aku hanya menyayangi Tuanku. Bai Tie. Sepertinya kau adalah rival cintaku yang paling berbahaya. Benarkah begitu? Dia menyiapkan pakaian tebal jika Tuanku kedinginan, serta membuat Tuanku sembuh jika dia demam. Loyalitasnya sangat hebat. Kesetiaanmu tak diragukan lagi.
Aku terlahir sebagai ajudan Tuanku. Bahkan mati pun… Makan sup rebusmu. Hentikan omong kosongmu. Aku terkejut, Bai Tie. Kau dengan jujur mengaku di depanku. Apakah aku yang paling berkuasa di kediaman ini? Tentu saja. Semua orang di sini mematuhi perintahku. Kalau aku mematuhi istriku. Kalau begitu, Bai Tie hanya boleh makan supnya saja sebagai hukuman.
Awasi dia. Hari ini, takkan kubiarkan dia tamak. Dengan begitu, dia tidak berani melirikmu. Jangan cemas, Tuan Putri. Aku akan mengawasinya. Kau baik-baik saja? Aku tak apa. Supnya terlalu pedas. Ini sangat pedas. Seharusnya kita tidak menaruh terlalu banyak cabai di dalamnya. Namun, sup rebus memang harus pedas.
Sudah lama aku tidak makan sup rebus. Aku sungguh kelaparan. Kalian makanlah dulu. Akan kuambilkan sausnya lagi. Ada apa denganmu? Tak ada apa-apa, hanya kepedasan. Master Kedua, waktunya makan. [Xiao Qi dan Ah Yan merayakan ulang tahun] [untuk menciptakan hari yang tak terlupakan.]
[Xiao Qi dan Ah Yan mengikat janji, mendengar suara air hujan di malam hari.] [Xiao Qi mengeluarkan air liur saat sedang tidur.] [Ah Yan membacakan dongeng untuk Xiao Qi.] [Xiao Qi berpura-pura menjadi hantu untuk mengerjai Ah Yan.] [Xiao Qi dan Ah Yan makan sup rebus bersama.]
[Melepas perahu kertas di tepi sungai, dan pergi ke kuil bersama-sama.] [Selamanya tak terlupakan.] Ah Yan, banyak sekali kenangan manis yang kita ciptakan. Benar. Ada dua lagi. Bersama-sama ke Gunung Timur guna melihat matahari terbit dan terbenam. Berjalan kaki bersama sampai ke ujung jembatan. Dari rambut hitam hingga memutih.
Kita tidak akan sempat melihat matahari terbit. Ayo kita melihat matahari terbenam. Jangan terburu-buru. Aku akan menyuruh Bai Tie menyiapkan kendaraan. Sudah waktunya. Tuanku. Pergi. Lakukan perintahku. Ayo kita pergi. Kita menghabiskan waktu bersama seharian ini. Ini menyenangkan. Terima kasih, Ah Yan. Akhir-akhir ini, aku merasa sungguh bahagia. Jangan bilang begitu.
Baik itu lima tahun yang lalu atau hari ini, hanya kau yang bisa membuatku menjadi diri sendiri dan tersenyum bahagia. Xiao Qi, kaulah kebahagiaanku. Kalau begitu, mari kita berjanji. Mulai sekarang, apa pun yang terjadi kelak, kita terus menjalani hidup dengan baik dan bahagia seperti biasa. Menjalani hidup yang bahagia.
Ini sudah sore. Ayo kita pulang. Ah Yan. Aku ingin menciummu. Xiao Qi, salju turun. Sekarang bukan musim dingin. Tidak mungkin. Mungkin cuacanya berubah-ubah. Ayo kita pulang. Indah sekali. [Kediaman Raja Beiyue] Ah Yan, ada banyak salju yang menempel di rambutmu. Berjalan kaki bersama sampai ke ujung jembatan. Dari rambut hitam hingga memutih.
[Kediaman Raja Beiyue] [Kediaman Raja Beiyue] Semoga Raja tidak mengecewakan Kaisar. Silakan. Tuanku, Kaisar terpaksa melakukan ini. Negara-negara asing akan segera pindah. Setelah kematian Tang Yun, menyangkut masalah ini mengenai brankas keluarga Mo, Kerajaan Qinglan yang tadinya berhubungan baik dengan kita, saat ini sedang mengawasi kita. Jika beberapa negara membentuk koalisi dan menyerang bersama,
Negara kita pasti akan hancur. Rakyat pun akan hidup dalam kesengsaraan. Aku sadar diriku bodoh dan tidak kompeten, tapi aku tahu kapan harus berkorban demi negara tanpa sedikit pun rasa ragu. Aku tahu Tuanku dan Tuan Putri saling mengabdi. Membiarkanmu menukar hidup Tuan Putri demi rakyat hanya akan menambah rasa sakit yang kau derita.
Namun, kuharap Tuanku mempertimbangkannya dan memahami kecemasan Kaisar dan menyelamatkan rakyat jelata dari penderitaan perang. Kalau kau menginginkan nyawaku, silakan ambil saja. Aku takkan mengatakan apa pun. Namun, aku tidak akan mengorbankan nyawa Xiao Qi. Apakah Tuanku akan mengabaikan keselamatan rakyat demi rasa cintamu? Tidak peduli rakyat atau altar dewa, itu semua urusanku.
Apa kaitan ini dengan Tuan Putri? Kalian mendesakku mengorbankan istriku demi perdamaian. Namun, tidakkah kau berpikir bahwa dia juga salah satu dari rakyat? Beri tahu Kaisar, kita akan memperkuat pertahanan jika diserang oleh musuh. Kerajaan Moyuan tidak perlu wanita untuk menjaga perdamaian. Tuanku! Berdasarkan perintah Kaisar, jika Tuanku tidak mematuhi perintah Kaisar,
Maka aku harus membawa Tuan Putri ke brankas Keluarga Mo untuk membukanya. Kau berani? Aku terpaksa melakukan itu. Tuan Liu. Tuanku sangat mencintai Xiao Qi. Keputusan ini tak bisa langsung diambil. Biarkan Tuanku memikirkannya baik-baik dahulu. Kenapa tiba-tiba aku… [Jangan beranjak, ada lagi yang menarik.] Guru, kenapa kau tak memberitahuku sejak awal
Bahwa aku cuma mempunyai sembilan nyawa? Anak-anak pun tahu bahwa kucing punya sembilan nyawa. Seharusnya kau memperingatkanku sejak awal, agar aku bisa menghemat nyawaku. Sejak awal? Aku… Dengar, Murid Kesayanganku! – Jangan lari! – Dengarkan aku dulu. Murid kesayanganku! Tunggu! Muridku, dengarkan aku dulu. Arak ini jika diminum sedikit, akan baik untuk kesehatan.
Namun, hasilnya akan berbeda kalau kita meminumnya terlalu banyak. Aku benar-benar lupa. – Kau lupa? – Ya. Kalau begitu, kenapa kau tidak mengajakku minum-minum? Aku masih punya. Ini arak yang berkualitas. Aku… Kau banyak bicara sampai jenggotmu terlepas. Rekaman ini tidak dapat digunakan. Rekam dari awal. Perbaiki riasanku! Lalu, kau. Ada apa denganmu?
Fokus rekaman terakhirku terlihat buram. Apa rekaman jarak dekatku masih dipakai? – Ada apa? – Aku akan bekerja keras. Jiangxi temanku. Jiangxi temanku.