My Fantastic Mrs Right | S2EP02 | Pengakuan Romantis Ah Yan【INDO SUB】iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [My Fantastic Mrs. Right] [Musim 2] [Episode 2] [Taman Feng Ya] Nona Xiao Qi, aku sudah bertanya ke mana-mana. Ada seorang pendongeng, Chen Er, dia suka mengumpulkan anekdot. Dia bilang apa? Menurutnya, keempat keluarga sepertinya sedang berdamai, tapi mereka terpecah belah.
Lima tahun lalu, terjadi kebakaran di toko obat Suku Xi Yun. Kejadian itu hampir membunuh seluruh suku mereka. Pelakunya adalah Suku Dong Li. Dong Li? Namun, bukankah suku mereka sudah musnah tiga tahun lalu? Kabarnya, orang-orang Xi Yun yang sudah mati, kembali untuk membalas dendam. Tidak mungkin ada kebetulan seperti itu.
Sebanyak 126 orang dari Suku Xi Yun tewas. Suku Dong Li pun mengalami kematian dengan jumlah yang sama. Korban yang selamat menjadi gila. Tidak ada yang normal. Ini sangat serius. Apa tidak ada yang menyelidikinya? Ya, ada yang menyelidikinya. Namun, kau harus tahu, latar belakang keempat keluarga itu sungguh kompleks.
Tak ada yang berani membongkar masalah ini. Jika bukan karenamu, aku tak berani menyelidikinya terlalu dalam. Jangan khawatir. Takkan kulupakan usahamu. Nona Xiao Qi. Tuanku. Aku akan undur diri. Hai, Bos. Xiao Qi. Datanglah ke kamarku. Bos, ini dianggap pelecehan seksual. Aku ingin tahu di mana lagi di Beiyue yang tidak bisa aku masuki!
Tuan Chen, kami sudah tutup! Tutup pintunya! Pukul saja aku, tapi pelan-pelan saja. Kalau aku terluka, kau akan merasa tidak enak. Siapa yang merasa tidak enak? Dasar tak tahu malu. Lepaskan aku! Ya, aku tidak tahu malu. Aku ingin berbaikan denganmu. Itu tergantung dari sikapmu. Katakan kepadaku. [Memberitahumu apa?] [Racun demam atau tatonya?]
[Apa yang terjadi lima tahun lalu?] [Apa lagi yang bisa kukatakan?] Mengatakan apa? – Kalau begitu, lepaskan. – Baiklah. Aku lupa memberi makan Xiao Ba dan Ah Huo tadi malam. Lalu? Lalu, Ah Huo sedang rindu. Ia merindukanmu. Sama sepertiku. Ah Huo merindukan Xiao Ba, bukan aku. Aku mau bertanya.
Masing-masing dari keempat keluarga mempunyai Giok Sakti. Kenapa kau tak memberitahuku? Kau ingin aku mencari semua gioknya seperti orang bodoh? Aku jatuh cinta kepadamu! Aku tidak ingin kau menemukan Nanfang Chen atau Giok Sakti. Jadi, giok ketiga ada pada Nanfeng Chen? Apa kau tak mendengar ucapan pertamaku tadi? Ucapan pertama? Apa? Nanfang Chen…
Apa kau ingat sekarang? Kalau begitu, akan kulanjutkan. Siapa yang mengajarimu ini? Mencium tanpa sebab. Aku belajar sendiri. Dengarkan aku. Aku belum memaafkanmu. Kembalilah kepadaku setelah kau tahu apa yang kau sembunyikan dariku. Siapa yang berani menghentikanku? Tuan, teruskan. Aku telah menaklukkan Bai Tie. Xiao Qi. Xiao Qi. Akhirnya, kau bersedia menemuiku. Kau mencariku?
Ini salahku. Aku minta maaf. Kumohon maafkan aku. Aku tidak ingin kehilanganmu. Kau kawanku. Kau tak perlu melakukan ini. Aku mengerti. Bagaimanapun juga, kepentingan keluarga adalah prioritas utama. Aku hanya tidak suka dibohongi dan dimanfaatkan. Itu bagi Beigong Yan. Bagiku, kaulah prioritas utama. Suku Nanfeng mempunyai Giok Sakti. Aku bisa memberikannya kepadamu. Tidak usah.
Kita hanya teman. Yang terpenting, aku tidak ingin memanfaatkanmu. Mi Xiao Qi, jangan remehkan aku. Aku punya petunjuk. Terserah padamu kalau kau mau menemukan gioknya. Namun, aku bisa membantumu. Aku dari Suku Nanfeng. Aku dapat membantumu di saat genting. Akan aku pikir-pikir tentang itu. Xiao Ba? Xiao Ba, kenapa kau… Dia punya banyak ide.
Xiao Qi! Apakah Xiao Ba ada di sini? Ah Huo tidak mau makan atau minum. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Apa kau sudah tahu apa yang harus kau katakan kepadaku? Baiklah. Mereka sudah bersatu. Kau boleh pergi sekarang. Mereka telah bersatu. Bagaimana dengan kita? [Kau jelas ingat apa yang terjadi lima tahun lalu.]
[Namun, kau masih pura-pura tidak tahu.] Xiao Qi, ada guntur! Apa kau takut? Aku di sini untukmu. Terima kasih. Aku tidak takut. Aku takut, begitu juga Xiao Ba dan Ah Huo. Sebentar lagi hujan. Kau harus menutup jendelanya. Aku akan membantumu. Tidak usah. Minta Bai Tie untuk menjemputmu. Bai Tie sedang sakit. Kebetulan sekali.
Xiao Qi! Baik itu angin, hujan, atau guntur, aku sama sekali tidak takut. Aku sehat-sehat saja. Xiao Qi! Apa kau ingin sekali masuk? Cuacanya terlihat cerah. Kenapa tiba-tiba ada guntur? Hal itu bisa terjadi. Sepanjang tahun ini, angin sering membawa hujan lebat. Lalu, guntur dan kilat. – [Aku takut.] – [Jangan takut.] [Tak apa.]
Apa kau merencanakan sesuatu? Tidak. Tidakkah kau pikir di sini panas? Xiao Qi, aku takut. Aku takut. Ada guntur. Kenapa aku tidak tahu kalau kau takut pada guntur? Aku juga tidak tahu mengapa aku begitu takut hari ini. Xiao Qi, jangan tinggalkan aku sendirian di Kediaman Beigong. Jangan lepaskan aku. Kenapa kau dekat sekali?
Bukankah kau bilang panas? Mataharinya begitu cerah. Siapa yang tadi memukul gong dan membuatku mengira itu suara guntur? Memukul gong? Guntur. Guntur. Biar kujelaskan. – Keluar! – Xiao Qi. – Xiao Qi, dengarkan aku. – Pergi! Xiao Qi! Xiao… Tuanku, airnya sudah siap. Perlu aku buat menjadi hujan? Menurutmu bagaimana? Kau sungguh pelupa.
Pergi. Ambilkan aku anggur semalam. Racun demam semakin memengaruhimu. Kau tidak boleh minum atau menyerah pada diri sendiri. Siapa yang menyerah? Entah apakah Hei Li dapat menemukan sebuah solusi. Kalau dia tidak bisa, kita harus melanggar sumpah darah. Serta, membantu Xiao Qi menemukan semua Giok Sakti dan membawanya pulang.
Kenapa kau tidak memberi tahu Xiao Qi yang sebenarnya? Dia mungkin akan melakukan hal-hal aneh. Ambilkan anggurnya. Jangan khawatir, aku tidak akan minum-minum. Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Xiao Qi. [Aturan rumah.] Kalau kau sudah pulang, suruh ayahmu lebih berani. Berhenti menggertak. Kalau tidak, aku akan menghentikannya. Pada saat itu, kau akan menderita.
Kau akan memiliki ibu tiri dan ayah tiri yang akan menyiksamu setiap hari. Kenapa kau lagi yang datang? Apa kau mabuk? Kau masih berpura-pura? Kau Xiao Qi. Benar. [Nona Xiao Qi, maaf merepotkanmu menjaga Tuanku. Bai Tie.] Ini… Kau bau sekali. Apa kau jatuh ke dalam tangki anggur? Kalau kau tidak suka, akan kulepaskan semuanya.
Masuklah! Berhenti jadi berandalan di depan pintu. Jangan bergerak. Katakan kepadaku. Untuk siapa kau melepaskan pakaianmu? Saat kau mabuk, apakah ada wanita yang mengambil kesempatan? Di sini. Di sini. Di sini. Lalu, di sini. Semuanya milikmu. Takkan kubiarkan orang lain menyentuhku. Kalau begitu, kenapa kau minum-minum? Karena aku sedih. Xiao Qi.
Aku merasakan sakit di sini. Apa ada yang melukaimu? Aku menyakiti seseorang. Aku menyakiti Xiao Qi. Sudah lama aku menyakiti dia. Sudah lama. Dahulu, dia sering tersenyum, tapi dia meneteskan banyak air mata untukku. Aku terlalu cuek kepadanya. Menolak mengakui bahwa aku jatuh cinta padanya. Aku mengira dia adalah mata-mata dari Suku Dong Li.
Kubiarkan orang lain memukuli dia dan mengusirnya. Kukira dia akan membenciku. Namun, dia bodoh sekali. Dia kembali untuk menyelamatkanku. Namun, aku membunuhnya… di hari pernikahanku. Baiklah. Gadis itu konyol. Aku jatuh ke rumah es… dan aku ingat apa yang terjadi lima tahun lalu. Sejak itu, hidupku bagai di neraka. Penderitaan yang dialaminya semua disebabkan olehku.
Aku berharap tak pernah bertemu dengannya. Namun, aku tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkannya pergi. Maaf. Maafkan aku. Mungkin gadis itu juga tidak bisa membiarkannya pergi. Itu sebabnya dia ingin melupakan itu. Xiao Qi. Bisakah kau memaafkanku? Jangan mengira kau bisa menghapus kesalahanmu dengan melakukan ini. Kuberi tahu, aku belum memaafkanmu sepenuhnya. Matamu nanti sakit.
Biar kubacakan untukmu. Tidak usah. Bukankah kau sukarela melakukan ini? Ada apa? Kau tidak senang? Bukan begitu. Aku berpikir bagaimana aku bisa menebusnya untukmu. Serta bersikap baik kepadamu. Kalau begitu, kau harus pikirkan… bagaimana kita bisa menyelesaikan utangmu kepadaku lima tahun lalu. Kau boleh melakukan apa pun yang kau inginkan. Aku berutang kepadamu.
Kau tidak harus pemaaf dan pengertian seperti sebelumnya. Maafkan saja diriku. Namun, aku suka betapa menggemaskannya dirimu saat itu. Kau selalu bersamaku dan mengikutiku, kau selalu memanggil “Kakak” dengan nada manis yang lembut. Setiap kali aku tersenyum kepadamu, kau menjadi malu untuk berbicara. Jangan melebih-lebihkan. Apa kau yakin itu aku?
Kenapa orang yang kuingat selalu mengikutimu… dan berbicara kepadamu dengan lembut adalah Nona Xi Ling? Serta, saat kau sakit, dia tidak pernah meninggalkanmu. Kau pegang tangannya begitu erat sampai tak ingin kau lepaskan. Omong kosong. Saat aku sakit, tak pernah kuizinkan orang lain mendekatiku. [Apakah Ah Yan sakit lagi? Izinkan aku masuk.]
[Nona Xi Ling ada di dalam.] [Tolong pergi.] [Tuanku.] [Tuanku.] [Tuanku.] [Hatiku sedih melihat penderitaanmu.] [Jangan pergi.] [Jangan pergi.] [Jangan pergi.] [Xiao Qi.] [Xiao Qi.] [Jangan pergi.] Kukira itu kau. Jadi, sudah lama kau mengingatnya? Tidak lama. Kau sudah mengingat semuanya? Kurang lebih begitu. Aku tahu apa yang kau karang. Aku yang begitu menggemaskan?
Ucapanmu omong kosong. – Apa lagi? – Aku salah. Aku menunggu obatmu setiap hari, bersikap baik kepadamu, dan cemburu terhadap Nanfeng Chen. Baiklah. Karena sudah lama kau mencintaiku, aku akan melupakannya kali ini. Kalau begitu, apa kau akan menciumku? Barusan kau menyakiti perasaanku. Ciuman apa? Bersihkan lantai. Ambil kainnya. Xiao Qi, selamat pagi.
Kenapa kau kemari sepagi ini? Kau tak mengundangku masuk? Xiao Qi, siapa itu? Magistrat rupanya. Apa yang membawamu kemari sepagi ini? Apa kau mau masuk? Xiao Qi, apa kau ingin mencari Giok Saktinya? Ayo kita pergi. – Tunggu aku. – Aku akan ikut denganmu. Ini melibatkan rahasia keluarga Nanfeng. Akan tidak nyaman jika kau ikut.
Xiao Qi dan aku tidak terpisahkan. Lagi pula, akulah Takdir Jodoh untuk Xiao Qi. Dia membutuhkanku untuk menemukan Giok Sakti. [Kediaman Nanfeng] Silakan lewat sini. Aku secara khusus menyiapkan ini untukmu. Meskipun ini dipersiapkan secara khusus, masih tak bisa dibandingkan dengan buatan Kediaman Beigong. Jangan repot-repot. Kita bisa mulai mencari Giok Saktinya.
Sama sekali tidak repot. Suku Nanfeng punya populasi besar dan mencakup wilayah yang luas. Aku akan meminta Jin Bao memeriksanya agar kau bisa menghemat tenaga. Jangan. Giok itu akan muncul dengan sendirinya hanya saat aku bersama Ah Yan. Tidak masalah. Giok Sakti kami unik. Gioknya bersinar. Tidak sulit untuk menemukannya.
Aku cemas terlalu banyak koki akan merusak rasa kaldu. Seseorang mungkin akan menukar giok yang asli lagi. Jika Giok Saktimu bersinar, apa kau perlu membongkar tempat ini? Kurasa gioknya tidak ada di sini. Itu bukan keputusan Yang Mulia. Saudaraku pernah bilang, Giok Sakti akan bersinar pada hari ke-15 dalam satu bulan.
Kebetulan hari ini adalah hari ke-15. Xiao Qi, kita bisa mencarinya nanti. Kau tidak percaya dengannya, ‘kan? Giok itu bersinar pada hari ke 15, bulan kedelapan, dan menunjukkan nadinya. Tidak masalah jika kau tidak percaya kepadaku. Yang terpenting Xiao Qi percaya itu. Xiao Qi, aku sudah meminta Jin Bao menyiapkan kamar.
Kau boleh tinggal di sini sampai kau menemukan Giok Saktinya. Tidak boleh! Aku tidak memintamu untuk di sini. Yang Mulia boleh pergi. Aku bisa tinggal di sini bersama Xiao Qi. Xiao Qi. Kau tidak percaya padanya, ‘kan? Karena gioknya akan menyala, aku akan pulang bersama Ah Yan dan menunggu kabar darimu.
Kukira kau akan menginap di sini nanti malam. Gioknya tidak ada di sini. Kenapa? Karena lima tahun lalu, ini adalah tempat yang paling kukenal selain Kediaman Beigong. Aku tahu. Ikut aku. Angkat kakimu. Apa kita sudah sampai? Ya. [Xiao Qi.] [Senang bertemu denganmu lagi.] [Aku ingin berbagi payung denganmu…] [setiap hujan turun.]
[Berjalan berdua di jembatan.] [Xiao Qi, maafkan aku.] [Aku tidak memberitahumu] [bahwa sudah lama aku mencintaimu.] [Xiao Qi.] [Aku ingin melihat matahari terbit bersamamu setiap hari.] [Melihat Xiao Ba dan Ah Huo memiliki banyak keturunan.] [Xiao Qi.] [Aku senang bertemu denganmu lagi dan jatuh cinta denganmu.] Lentera airnya harus diletakkan di danau… agar keinginanmu terkabul.
Lima tahun yang lalu, aku ingin memberitahumu… bahwa aku menyukaimu. Apa kau ingin bersamaku? Ada apa? Kenapa kau begitu sentimental? Sudah lima tahun. Aku belum sempat memberimu ini. [Semoga Raja Beigong sehat] [Aku rela mengorbankan diriku demi umur panjang dan kesehatan Yang Mulia.] – Apa yang kau lakukan? – Pulang ke rumah.
Kau tidak mau pulang bersamaku? Siapa yang mau pulang ke rumah bersamamu? Romansa tetap saja romansa. Aku tidak bisa terikat denganmu seperti dulu. Apa yang harus aku lakukan? Kau ingin melakukan apa? Aku mau… Ada apa? Aku akan panggilkan tabib. [Jangan beranjak, ada lagi yang menarik.] Xiao Qi. – Biar kujelaskan. – Menjelaskan apa?
Katakan. Siapa Xiao Ran? Jin Bao, beri tahu siapa itu Xiao Ran? Siapa Xiao Ran? Tuan, kau menaksir gadis lain? Tidak. Bahasa Cinamu sungguh payah. Kau salah menulis “Qi” dan “Ran”. Apa kau salah tulis? Aku tidak tahu bahasa Cina Tradisional. Kau ingin aku mengajarimu? Kau ingin aku mengajarimu bahasa Cina tradisional? Baik.
Apa kau ingin menjelaskannya kepada Xiao Qi untukku? – Tuan Cokelat. – Tuan Cokelat. Bersertifikat. Sampai jumpa! Apa? Kembalikan pakaianku! Dingin sekali.