Shen Nuo menyelamatkan Lian Maner dari api | Romance on the Farm【INDO SUB】EP3 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Romance on the Farm] [Episode 3] Karena Keluarga Sun berani mengikatku, maka mereka pasti akan datang lagi. Daripada hanya menunggu, lebih baik pikirkan cara dan berinisiatif menyelesaikannya. Keluarga Sun ada banyak orang, sedangkan kita hanya bertiga. Bisa ada cara apa? Kenapa sudah bilang tidak bisa tanpa memikirkannya? Baiklah. Kamu menjadi umpan

Untuk memancing Keluarga Sun. Keluarga Sun adalah keluarga berkuasa yang terkenal di lokal. Meskipun kita pergi ke kota praja dan berkoar-koar, juga tidak ada orang yang akan percaya. Meskipun percaya, tanpa bukti juga tidak ada yang berani melakukan apa pun pada mereka. Kecuali, minta tetua Keluarga Lian dan para pejabat untuk menyaksikannya sendiri.

Tapi, untuk cara ini, harus meminta Lian Man’er sendiri untuk menjadi umpan untuk memancing Keluarga Sun. Kamu… Kamu sengaja tertangkap olehku? Benar. Aku telah membuat tanda di sepanjang jalan. Orang pemerintahan akan segera tiba. Sungguh lamunan orang bodoh. Hari ini kamu tidak akan bisa pergi. Sudah berkelahi. Sudah berkelahi. Bagaimana ini? Tidak bisa.

Aku harus menyelamatkan Man’er. Jika tidak, berapa banyak orang yang akan mengatakan hal buruk tentangku dan berkata bahwa Keluarga Lian kita tak bermoral? Aku masih hidup. Duduklah! Hati-hati. Ayah. Dasar kamu tua bangka! Istriku. Jaga Ibu baik-baik. Aku takut. Shouyi. Ada banyak orang. Pegang ini. Bukan. Ayo. Jaga Ibu baik-baik. Shouyi. Shouyi. Shouyi!

Jika kamu berteriak lagi, tamatlah riwayatmu. Hentikan. Shouyi. Ayah. Lebih baik tunggu orang pemerintahan datang saja. Selamatkan Man’er! Shen Nuo! Kenapa orang pemerintahan belum datang? Tidak masuk akal! Tuan Besar Sun adalah orang baik yang terkenal di Kabupaten Qingfeng. Bagaimana bisa membiarkanmu memfitnahnya tanpa bukti? Pengadilan selesai. Tuan. Jangan tidak sopan.

Masalah ini berhubungan dengan nyawa. Mohon Tuan menyelidikinya dengan jelas. Tuan. Cukup! Sudah cukup. Lepaskan aku! Panas sekali! Lepaskan aku! Lepaskan aku! Aku tidak mau main lagi! Aku tidak ingin mati terbakar! [Petunjuk Sistem] [Harus menghasilkan seribu tahil emas atau mati untuk keluar dari sistem. Mati berarti tantangan gagal dan tidak ada bonus]

Aku mana punya seribu tahil emas? Bukankah hanya bisa mati terbakar agar bisa keluar dari gim? Kalau begitu… Kalau begitu, apakah masih ada cara lain? Jika terus begini, semua orang akan mati! [Jaga Dirimu] Ayo. Minggir! Semuanya minggir! Istriku. Man’er. Tongkatku… Kamu berani memukul wajahku? Shen Nuo. Shen Nuo. Kamu baik-baik saja? Aku baik-baik saja.

Aku hanya belum membersihkan sisa racun. Ada terlalu banyak orang, kamu tidak akan bisa mengalahkannya. Kamu pergi dulu. Orang yang mereka inginkan adalah aku. Karena aku sudah berjanji untuk melindungimu, bagaimana bisa meninggalkanmu dan kabur? Pria sejati mati ya mati saja. Untuk apa omong kosong? Hanya saja aku tak menyangka hari ini akan mati

Di tangan orang jahat seperti kalian. Shen Nuo! Hentikan! Pemerintah sedang menangani kasus. Jangan berkelahi lagi! Semua orang yang tidak bertugas minggir! Cepat, ikuti. Letakkan semua barang! Semuanya minggir. Berdiri di sana dan jangan bergerak. Shen Nuo. Berhenti! Jangan lari! Berhenti! Letakkan semuanya. Baik-baik saja, ‘kan? Cepat pergi. Orang pemerintahan sudah datang.

Man’er sudah tidak apa-apa. Benar. Ayo. Ayo, cepat pergi. Kamu berutang budi padaku. Utang-utang yang di dinding itu jangan lupa kamu coret. Situasi sudah seperti ini, masih berpikiran untuk membicarakan ini. Jika ada pemikiran itu, pergi berterima kasih kepada pasukan bantuan saja. Orang-orang ini kelihatannya seperti bukan pasukan bantuan sungguhan. Apa?

Bukankah Petugas Zhao yang bertugas hari ini? Kenapa aku tidak melihat dia? Bukankah kamu pengemis di Jalan Yongfu? Aku pernah melihatmu saat membagikan bubur. Terima kasih, Tuan Besar. Berbuat baiklah. Berikan sedikit makanan. Ini uangnya, ikut denganku. Cepat naik kereta. Ayo. Cepat naik kereta. Sudah kabur. Kenapa diam saja? Kejar! Berhenti! Kejar! Berhenti! Jangan lari!

Jangan lari! Jangan lari! Berhenti! Suamiku. Bagaimana? Sudah ketemu? Sudah mencari di desa dan ladang. Hari sudah gelap. Ke mana perginya semua orang? Pelan-pelan. Ayah. Anda pelan-pelan. Ayah, Ibu. Man’er. Man’er. Man’er. Ada apa denganmu? Ada apa dengan baju ini? Tidak ada apa-apa. Kamu baik-baik saja, ‘kan? Sebenarnya kamu pergi ke mana?

Ayah dan Ibu sangat mencemaskanmu. Adik Ketiga. Adik Ipar Ketiga. Kalian tidak melihatnya. Apinya yang sangat besar. Kebakaran. Hampir saja membakar Man’er. Itu benar-benar dikubur hidup-hidup menemani orang mati. Sekarang aku takut jika memikirkannya. Apa yang Anda lakukan? – Berdiri. – Ayah. Berdiri. Man’er. Man’er, jangan ikut campur. Ayah. Ibu.

Aku hanya punya satu putri, yaitu Man’er. Jika terjadi sesuatu padanya, aku juga tidak akan hidup lagi. Mohon Ayah berikan keadilan. Shouxin. Aku pasti akan menyuruh Shouren memberi kalian penjelasan. Pelan-pelan. Cepat berdiri. Istriku. Ayo. Berdiri. Ayah sudah setuju. Man’er. Man’er. Baguslah jika kamu baik-baik saja. Baguslah jika anak baik-baik saja. Baguslah jika baik-baik saja.

Baik. Ayo, pulang bersama Ibu. Ayo. Saudara Shen. Masuklah dulu. Sekarang sudah enam jam. Aku belum pernah melihat orang melakukan akupunktur selama ini. Saudara Youheng. Jangan-jangan kamu menggunakanku untuk latihan? Pengobatan akupunktur memang lama. Kamu tahan sebentar lagi saja. Beberapa waktu ini tidak boleh berkelahi lagi. Kamu biarkan saja Kak Heng berlatih.

Jika bukan karena dia, kita berdua bahkan tidak bisa bernapas sekarang. Setelah kejadian ini, kakek pasti tidak akan dengan mudahnya melepaskan paman pertama dan bibi pertama. Kudengar dari ayahku, paman pertama dan bibi pertamaku sudah seharian tidak pulang. Kemungkinan besar karena tahu masalah ini terbongkar, jadi bersembunyi. Karena kakek dan nenek sudah melihat sendiri

Masalah dikubur hidup-hidup menemani orang mati, maka Keluarga Sun seharusnya tidak akan bertindak gegabah, ‘kan? Hal kecil juga bisa mencelakai orang dan membuat tuduhan palsu. Tapi, semoga saja sesuai keinginanmu. Katakan hal yang mudah dimengerti. Saudara Shen merasa Keluarga Sun tidak akan berhenti begitu saja, malah akan bertindak lebih parah. Setiap serangan harus tepat sasaran.

Selesaikan masalah sampai ke akarnya. Jika tidak, masih akan ada kelanjutannya. Sekarang Keluarga Sun belum ditangkap oleh pemerintah, jadi hanya bisa berhati-hati dalam bertindak. Saudara Youheng. Biasanya kulihat kamu lembut dan elegan, tak kusangka nyalimu begitu besar. Beraninya menyuruh pengemis untuk berpura-pura menjadi petugas. Seumur hidup, pertama kalinya aku melakukan tindakan melanggar peraturan seperti ini.

Aku sungguh tidak berdaya. Kak Heng, berapa banyak uang yang kamu gunakan untuk mempekerjakan pengemis itu? Aku tidak mengeluarkan uang. Jangan sungkan padaku. Aku punya banyak uang. Dari mana kamu mendapatkan uang ini? Kenapa? Keluarga Sun menginginkan nyawaku. Aku meminta 100 tahil pada mereka tidak keterlaluan, ‘kan? Dalam situasi yang sangat mendesak seperti hari ini,

Kamu masih punya waktu untuk menipu uang? Kalau tidak? Kamu menyuruhku pergi dengan sia-sia? Man’er. Man’er. Man’er! Man’er. Man’er! Ibu, apa yang terjadi? Man’er. Tadi Ibu ke kamarmu untuk mencarimu, tapi Ibu tidak melihatmu lagi. Ibu kira kamu lagi-lagi… Bukankah aku baik-baik saja? Lihat. Lengan dan kakiku lengkap. Kembalilah. Baguslah kalau baik-baik saja.

Ayo, ikut Ibu ke kamar. Ibu. Pergilah tidur. Jangan khawatirkan aku lagi. Aku begitu pintar, jadi tidak akan ada bahaya lagi. Kamu sudah ketakutan seharian. Kamu tidur dulu. Ibu temani kamu sebentar. Cuaca begitu panas, aku tidak bisa tidur. Saat kecil, kamu langsung tertidur begitu menyentuh kasur. Seperti apa aku saat kecil? Saat kamu kecil,

Wajahmu bulat, pipimu merah muda, dan sangat patuh. Saat itu, Ibu tidak hanya harus membesarkanmu, juga harus membesarkan bibi bungsumu. Sifat bibi bungsumu agak keras kepala. Sedangkan kamu tidak bertengkar dan berebut. Kamu banyak mengalah padanya dalam segala hal. Saat Ibu mencuci baju dan memasak, kamu selalu suka dengan patuhnya duduk di samping Ibu.

Tanganmu memainkan sebuah gendang putar. Begitu Ibu berbalik, kamu langsung tersenyum kepada Ibu. Senyumanmu membuat hati Ibu meleleh. Gendang itu juga dibuat sendiri oleh ayahmu. Saat kecil, itu adalah barang kesukaanmu. Tidak tahu di mana ayahmu menaruhnya. Kalau begitu, bukankah sekarang aku sangat berubah? Sekarang bibi bungsu tidak bisa menindasku lagi.

Tak peduli bagaimana kamu berubah, kamu tetap putri Ibu. Kelak, tak peduli apa yang kamu lakukan dan apa yang ingin kamu lakukan, beri tahukan pada Ibu. Selamanya Ibu akan berpihak padamu dan melindungimu sekuat tenaga. Dulu, sifat Ibu lembut, jadi bersabar dalam segala hal, sehingga membuatmu mengalami bencana seperti ini sekarang. Ibu sudah memikirkannya.

Mulai sekarang, Ibu tidak akan seperti itu lagi. Selama ada kamu, ada Xiaoqi, dan ada Xiaoba, maka Ibu tidak akan takut apa pun. Hanya perlu melindungi kalian dengan baik. Ayo. Tidur. Benar. ♫Serigala sudah datang♫ ♫Harimau sudah datang♫ ♫Biksu tua datang dengan membawa gendang♫ ♫Sembunyi di mana?♫ ♫Sembunyi di kuil♫ ♫Begitu disembunyikan, muncul seorang anak♫

♫Nak, Nak, kamu jangan menangis♫ ♫Serigala sudah pergi♫ ♫Harimau sudah pergi♫ ♫Kumpulkan untuk membelikanmu gendang♫ ♫Lihat ke timur♫ ♫Lihat ke barat♫ Ayah, tidak pergi ke ladang? Kandang ayam di rumah rusak. Nenekmu menyuruhku menganyam beberapa lagi. Ayah tertusuk? Man’er. Masalah kali ini sudah membuatmu menderita ketidakadilan. Semua salah Ayah karena tidak melindungimu dengan baik.

Bukan salah Ayah. Kalau mau menyalahkan, salahkan Paman Pertama. Ayah! Ibu! Ibu! Ayah! – Kakak Pertama. – Shouxin. Di mana Ayah? Ayah dan Kakak Kedua pergi ke ladang. Ibu juga tidak ada. Apa yang terjadi? Hua’er sudah ditangkap oleh orang Keluarga Sun. Aku… aku pergi ke ladang untuk memanggil Ayah pulang. Aku juga pergi.

Aku juga pergi. Kalau begitu, aku… Man’er. Man’er. Waktu itu bagaimana kamu melarikan diri dari tangan orang Keluarga Sun? Cepat. Kamu cepat bantu Bibi Pertama memikirkan cara untuk menyelamatkan Kakak Hua’er-mu. Memangnya aku ada cara apa? Laporkan saja ke pemerintah. Apa gunanya melapor ke pemerintah? Kamu juga tahu, Keluarga Sun kaya dan berkuasa.

Jika kami tiba-tiba melapor ke pemerintah, tapi dia balik menyerang dan bilang paman pertamamu memfitnahnya, lalu kami harus bagaimana? Man’er. Kamu dan Kakak Hua’er masih berhubungan darah dan kalian sudah seperti saudara kandung yang tumbuh bersama. Sekarang sudah begini, apakah kamu tidak merasa malu karena berpangku tangan? Bibi Pertama.

Aku tak terima cara memanfaatkan moral demi hal tidak masuk akal. Lagi pula, aku sudah mati sejak lama dalam rencana kalian. Kamu tidak boleh meminta bantuan kepada orang mati. Kamu ingin menyelamatkan Lian Hua’er? Tak kusangka ternyata kamu cukup baik hati. Apa maksud ucapanmu itu? Meskipun keluarga paman pertama ingin mencelakaiku, tapi bagaimanapun,

Lian Hua’er adalah manusia bernyawa. Jika dia dibakar hidup-hidup, sebagai manusia hatinya pasti akan merasa tidak nyaman. Aku tidak merasa begitu. Baik. Anggap saja aku terlalu mulia. Kamu akan menyelamatkannya atau tidak? Aku ingatkan kamu, jika Lian Hua’er menggantikan posisimu, Keluarga Sun tidak akan mengganggumu lagi, juga tidak akan mencelakai gadis lain.

Tapi jika kamu membantunya sekarang, masalah ini tidak akan pernah berakhir. Tapi tidak bisa berpangku tangan dan lihat dia mati juga, ‘kan? Berpangku tangan melihatnya mati, bukankah sama dengan kaki tangan pembunuh? Sebelumnya jika bukan kamu, aku tidak akan ikut campur. Apa bedanya aku dan Lian Hua’er? Kamu mau ke mana?

Aku menghindar dulu karena takut dicari nenekmu. Sungguh tidak mau menyelamatkannya? Rakyat desa kita, apakah bisa ditindas di luar? Benar. Siapa yang berani menindas rakyat desa kita? Kelak asalkan ada aku, aku mau lihat siapa yang berani menindas rakyat desa kita. Benar. Aku beri tahu kalian, ada aku,

Tidak ada yang berani menindas rakyat desa kita! Kalian tidak melihat situasinya. Apa? Saat itu, hanya ada satu kata. Kata apa? Bahaya. Berbahaya seperti apa? Semua anggota Keluarga Sun tampak galak dan jahat. Tangan setiap orang membawa golok sepanjang ini. Lalu mereka ada berapa banyak orang? Berapa banyak orang? Setidaknya ada ratusan orang. Ratusan orang?

Kemudian mereka langsung mengepung aku dan Shouyi. Astaga! Sungguh ada ratusan orang? Iya, ratusan. Aku langsung berusaha mati-matian. Saat itu, aku mengambil sebatang tongkat dan aku menyeruak di antara kerumunan orang. Lalu aku… Siapa yang berani menyentuh suamiku? Bagus sekali! Kejadiannya berlalu lebih cepat dari yang bisa aku ceritakan. Satu tanganku menggenggam Shouyi,

Dan tangan yang satu lagi menangkap Man’er. Lalu, aku langsung angkat kaki dan kabur dari sana. Untung ada aku. Jika tidak, Man’er pasti sudah dibakar hidup-hidup sampai mati. Hebat. Iya, benar. Di saat krusial harus mengandalkan wanita. Tentu saja! Man’er sudah datang. Kalian dengarkan cerita Man’er. Ayo, katakan. Man’er, cepat ceritakan.

Aku telah diselamatkan oleh bibi keduaku. Lihat. Namun, Lian Hua’er ditangkap lagi. Tapi ada para bibi di sini, aku sudah bisa tenang. Tentu saja, ada kami di sini. Kalau begitu, jangan ditunda lagi. Ayo kita pergi menyelamatkannya! Aku sedang mengukus telur di atas kompor. Gawat, sudah gosong! Hari ini sepertinya akan hujan.

Aku pulang angkat baju dulu. Kamu harus lapor ke pemerintah soal masalah ini. Di dalam panciku masih ada sup. Bagaimana supku? Hari sudah mau hujan. Ini, ini… Aku jemur selimut dulu. Kenapa kamu menjemur selimut saat hujan? Untuk apa menjemur selimut saat hujan? Sialan! Menyebalkan! Coba kamu lihat betapa cantiknya daun ginkgo itu.

Kamu… coba kamu lihat lagi langit hari ini. Lalu kamu lihat lagi tanah ini. Apa yang kamu lakukan? Pas sekali. Tingginya cukup. Baik. Letakkan di sini. Upacara Pertengahan Musim Gugur, tidak boleh sembarangan. Terutama papan roh leluhur. Cepat kejar! Berhenti! Berhenti! Berhenti! Berhenti! Sobat. Apa yang terjadi? Itu… Nona itu merebut papan roh leluhur kita!

Berhenti! Cepat tangkap dia! Cepat! Berhenti! Berhenti! Berhenti! Ayah. Hal yang dilakukan Keluarga Sun, aku sama sekali tidak tahu. Jika tidak, mana mungkin membiarkan Hua’er jatuh dalam bahaya seperti ini. Sekarang sedang mempersiapkan Upacara Pertengahan Musim Gugur. Kepala desa dan rakyat desa sangat sibuk. Sungguh tidak tahu apakah mereka bisa datang membantu. Ayah.

Aku rasa itu bukan masalah besar. Berhenti! Jangan lari! Berhenti! Berhenti! Takutnya aku sudah sakit jiwa akut. Mati-matian begini hanya demi Lian Hua’er. Tidak lari lagi. Tidak sanggup lari lagi. Sudahlah, terserah. Kabupaten Qingfeng itu berjarak 4 km dari sini. Apakah kamu berpikir untuk membuat orang-orang itu mengejarmu sampai sana? Ide mendadak.

Bagaimana bisa merencanakannya dengan matang? Bukankah kamu tidak mau membantu Hua’er? Aku memang tidak mau membantu. Aku hanya sekalian mengantarmu saja. Dapat kuda ini dari mana? Kepala desa. Kepala desa. Bukankah itu kudamu? Keluarkan semua kereta kuda dan sapi yang ada di rumah! Kejar mereka sampai dapat! Berhenti! Berhenti! Berhenti! Jalan. Gawat.

Ada orang yang datang dari Desa Shisanli. Untuk apa panik? Biarkan saja mereka datang. Tuan… Tuan Besar. Bagaimana baiknya ini? Tuan Besar Sun. Begitu banyak saksi mata. Rasanya hakim kabupaten juga tidak akan berani melindungimu. Jangan ada orang yang mengadangku. Ayo, jalan! Hua’er! Hua’er. Hua’er. Jangan takut. Apakah yang terjadi?

Sebenarnya ini adalah pesta kebahagiaan atau acara duka? Hua’er! Ibu! Ibu! Hari ini mengganggu para leluhur, semuanya demi Hua’er. Leluhur di langit mahatahu, jadi pasti tidak akan menyalahkanku. Tuan Kepala Desa kami, tadi memimpin rakyat desa dengan sangat mengesankan dan berwibawa… Pintar bicara. Berlutut dengan baik. Sebab masih ada faktor lain dalam masalah ini.

Kamu berdiri dulu. Masalah ini sudah dilaporkan ke Kantor Bupati Kabupaten Qingfeng. Di depan semua orang, Tuan Besar Keluarga Sun pasti tidak bisa kabur lagi. Menyelamatkan Hua’er, juga termasuk menjaga reputasi seluruh desa kita. Jika sampai tersebar, Desa Shisanli menjual gadis untuk jadi bekal kubur. Kelak berapa banyak pernikahan gadis muda yang akan ikut tertunda?

Benar. Benar sekali ucapan Kepala Desa. Man’er. Ingat. Kelak tidak boleh menyentuh papan roh lagi. Selain itu, bocah yang merebut kuda dari rumah kami. Kepala Desa, jangan khawatir! Tidak akan terulang lagi. Tidak akan. Tidak akan. Mau minum teh? Ramuan pemikat apa yang kamu berikan kepada nenekku? Dia membelikanmu begitu banyak barang bagus?

Bukan dia yang beli. Kamu beli sendiri? Uang dari mana? Jangan-jangan adalah… Malam itu, setelah kamu mengeluarkannya lalu kamu taruh di atas meja. Aku lupa membawa pergi uang itu, lalu kamu menghabiskan semua uang itu. Bukan kamu berikan untukku, ya? Berapa banyak lagi yang tersisa? Semuanya sudah habis? Anggap saja pinjaman.

Aku akan membayarmu tiga kali lipat. Itu jumlahnya 100 tahil. Semuanya sudah habis. Apakah kamu tahu berapa banyak uang 100 tahil itu? Kamu malah menghabiskan semuanya! Shen Nuo, apa kamu sudah gila? Kamu sungguh menyusahkanku! Muntahkan semua uang itu! Muntahkan! Muntahkan! Kenapa kamu panik sampai marah-marah? Jangan emosi dulu. Muntahkan semua uang itu!

Cepat katakan padaku. Pria sejati hanya bicara, tidak main tangan. Ganti rugi untuk uangku. Makcomblang Wang. Kalau ada masalah mari kita bicarakan baik-baik. – Mari kita bicara di dalam. – Bicarakan baik-baik. Bicara di dalam. Apa lagi yang perlu dibicarakan? Setelah masalah selesai, seharusnya aku mendapatkan bagian yang pantas aku dapatkan.

Sekarang Tuan Besar Sun telah dikurung di penjara, aku harus cari siapa untuk minta uang? Jika hari ini kalian tidak memberikan lima ratus tahil perak padaku, kita akan bertarung sampai mati. Coba lihat… Aku ingin seluruh rakyat desa dan membuat Keluarga Song tahu tentang keburukan Keluarga Lian kalian! Kamu masih mau menjadi pejabat? Jangan harap!

Shouren, uang ini memang adalah uang yang diperoleh secara ilegal. Kembalikan pada Makcomblang Wang. Ayah. Uang ini sudah aku habiskan. Ayah. Aku juga punya alasan soal ini. Ayah, Ibu. Itu karena dalam mahar yang diberikan Keluarga Song untuk Hua’er. Ada sebuah liontin giok mahal milik keluarga mereka yang sangat berharga. Jadi mereka terus berpesan,

Bahwa pada hari pernikahan, Hua’er harus memakainya. Tapi… Tapi bulan lalu, kami tidak sengaja memecahkannya. Kami juga memikirkan banyak cara, lalu dengan susah payah menemukan sebuah giok yang mirip di kota praja. Tapi bagaimanapun, kami tak menyangka kalau harga liontin giok yang begitu kecil malah mencapai tiga ratus… Lima… lima ratus tahil.

Jika Shouren meminjam uang dari berbagai orang di luar, takutnya akan ketahuan oleh keluarga besan. Kami juga demi melindungi pernikahan Hua’er. Jadi kami tidak ada cara lain dan terpaksa melakukan rencana buruk ini. Demi mahar, membiarkan keponakan kandungnya mati. Apakah ini hal yang dilakukan oleh manusia? Sudahlah! Sekarang kamu jangan

Bicara kata-kata sindiran macam itu lagi! Kakak pertamamu punya caranya sendiri untuk mengumpulkan cukup uang. Kami juga tidak punya uang lagi. Mohon Ayah dan Ibu, pikirkan cara untuk membantu kami. Dasar wanita boros! Aku tidak bisa hidup lagi. Aku tidak ingin hidup lagi. Tidak mau hidup lagi! Ibu! Jangan menangis, aku yang tidak berbakti.

Aku yang salah sampai melakukan hal bodoh begini. Ibu. Aku ini juga demi Keluarga Lian kita. Demi Anda. Kakek, Nenek. Ini semua kesalahan Hua’er yang tidak hati-hati, sehingga menyebabkan bencana besar. Awalnya Keluarga Song berjanji pada kami, katanya setelah aku menikah, mereka juga pasti akan membantu Ayah untuk dapat jabatan di pemerintahan. Ayah juga ingin

Membantu seluruh Keluarga Lian, sehingga melakukan rencana buruk ini. Hua’er yang tidak berbakti. Hua’er yang tidak berbakti. Hua’er minta maaf kepada kalian. Hua’er yang tidak berbakti. Sudahlah! Kamu bersujud, dapat menyelesaikan masalah apa? Semua yang ada di sini adalah anggota Keluarga Lian kita. Lebih baik kita diskusikan dulu. Lihat bagaimana caranya

Untuk mengumpulkan lima ratus tahil perak itu. Bantulah Shouren untuk melewati rintangan ini. Masih ada berapa banyak uang di rumah? Beberapa perhiasan dan beberapa uang pecahan sebagai simpanan akhir. Paling banyak juga cuma terkumpul empat puluh tahil. Empat puluh tahil! Tapi Makcomblang Wang bilang, jika beberapa hari ini tidak bisa menyerahkan uangnya, dia…

Akan menyebarkan tentang hal ini. Kalau begitu, cuma sisa 30 hektar tanah itu. Tidak bisa! Ayah. Uang ini seharusnya dibayarkan Kakak Pertama. Benar! Siapa yang buat masalah, dia yang bayar. Adik Kedua, Adik Ipar Kedua. Kita tidak pisah harta. Keluarga dalam kesulitan, kenapa masih membedakan aku dan kamu? Bukankah tuan muda Keluarga Song sudah bilang,

Hanya akan menikahi Hua’er. Benar. Hua’er, bagaimana kalau kamu berbicara dengan tuan muda Keluarga Song. Lima ratus tahil adalah masalah besar di keluarga kita, tapi di keluarga orang lain masalah itu bagaikan mengeluarkan sedikit uang dari simpanan mereka saja. Seorang gadis perawan seperti Hua’er, masih tidak sepadan dengan 500 tahil milik keluarganya? Benar.

Masih tidak sepadan dengan 500 tahil! Aku masih belum menikah, tetapi sudah minta uang. Kelak Hua’er tidak punya harga diri di hadapan mereka lagi. Hua’er menikah dengan Keluarga Song, jika bisa mendapatkan cinta dari keluarga suami. Kelak, bukankah seluruh keluarga bisa ikut mendapat keuntungan? Pasti keuntungannya tidak kurang untuk Adik Kedua dan Adik Ipar Kedua.

Sudahlah. Jangan bilang begitu. Kalian tinggal di kota praja, Kakak Pertama mendapat pembagian beras bulanan sebagai sarjana, ada uang untuk menjadi pejabat. Bukan hanya tidak memberikan sedikit pun bagi keluarga. Setiap tahun keluarga ini harus menyediakan uang, agar kalian bisa menikmatinya. Selalu berkata, tunggu Kakak Pertama masuk sekolah, saudara-saudara akan ikut menikmati hidup.

Alhasil, nikmat hidup belum kami rasakan tapi setengah dari tanah keluarga kita sudah habis dijual. Kalau dijual lagi, kami semua harus makan angin. Semuanya harus makan angin. Adik Kedua, kalian sudah bertekad tidak ingin membantu Kakak Pertama lagi? Pinjam begitu banyak. Kenapa tidak minta uang kepada orang yang kaya? Niat jahatnya sudah dari

Hati, limpa, paru-paru, sampai ginjal. Dia ingin menjual tanah leluhur. Lebih baik sekalian jual saja kami para ibu dan anak-anaknya. Lagi pula, Hua’er, gadis ini sangat berharga. Penerus leluhur keluarga kita, juga bukan cucu kandung kakek neneknya. Shouyi, suruh istrimu diam. Kalian juga bangun. Jika ada sedikit masalah, berlutut di lantai. Tindakan macam apa itu?

Kakek. Bagaimana kalau pinjam dari Paman Jin? Paman Jin. Bukankah pengelola di bank swasta? Anak kecil, jangan bicara sembarangan. Tidak berani pinjam uang dari bank swasta. Bunganya tinggi, tidak boleh pinjam dari sana. Ayah. Kamu pernah bilang, tidak boleh pinjam uang dari bank swasta. Siapa pun yang berani pinjam maka akan kamu patahkan kakinya.

Tidak, tidak. Aku rasa boleh. Aku rasa boleh. Dulu ayah kita bicara kejam begitu, karena kamu berjudi. Kamu berjudi memakai uang di kas dan tabungan rumah sampai habis. Oleh karena itu Ayah harus bicara dengan kejam. Sekarang sudah berbeda. Sekarang adalah bantuan untuk saat darurat. Ibu! Mari kita putuskan begini saja. Tuan Besar. Shouren.

Cari Jin untuk menanyakan hal itu. Baik, baik! Kamu sedang apa? Sedang menyiram sayur. Masalah liontin giok itu sudah diselesaikan? Cepat juga kamu dapat informasinya. Kakek akan mencari Paman Jin untuk meminjam uang. Seluruh detail masalah ini, tidak ada hubungannya denganku. Terserah dia saja. Lalu akun di bank swasta itu atas nama siapa?

Tentu saja atas nama Kakek. Apa maksud ekspresimu itu? Langsung katakan saja kalau ada masalah. Jika aku mengatakannya, bagaimana caramu membalas jasaku? Aku… Aku hanya minta kamu bantu aku membersihkan gudang kayu, dan mengeluarkan selimut untuk dijemur. Apa yang kamu pikirkan? Apa yang bisa aku pikirkan? Gudang kayu kotor dan juga lembap. Selimutnya juga basah.

Tidur setiap malam rasanya bagai menerima hukuman. Selain itu, jaring laba-laba di balok gudang itu… Baik, aku paham! Aku paham! Bukankah penyakit tuan mudamu sedang kambuh saja? Aku berjanji padamu. Jadi pinjam uang dari bank swasta, sebenarnya ada masalah apa? Soal akun di rekening bank swasta, atas nama siapa ada alasannya tersendiri. Jika meminjam

Atas nama Tuan Besar Lian, kelak seandainya Lian Hua’er tidak mau bayar, kalian sekeluarga yang harus membantunya membayar utang itu. Benar juga! Kenapa aku tidak kepikiran? Padahal aku yang mengutarakan ide ini. Hampir saja. Otakmu memang pintar. [Misi seribu tahil emas] [Pendapatan 0] [Pengeluaran Shen Nuo untuk membeli perabot rumah tangga -100 tahil]