Shen Nuo menjadi sepupu Man’er | Romance on the Farm【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Romance on the Farm] [Episode 2] Shen Nuo. – Akhirnya kamu datang. – Man’er. Kamu yang sekarang ini sedang… Semua salahmu. Waktu yang sudah disepakati, kenapa baru datang sekarang? Lihat. Aku membawa anak kita kemari. Mari. Anak… Kita? Anak kita. Anak kita yang malang. Ibu tidak bisa melihatmu tumbuh dewasa.
Ayah dan Ibu bersalah padamu. Man’er. Ini… Man’er. Dari awal aku sudah mendengar kamu mengatakan Keluarga Lian kalian adalah orang yang sangat pengertian. Dalam masalah ini memang kita yang salah terlebih dahulu. Tapi aku yakin, asalkan kita mengatakannya dengan jelas, tetua Keluarga Lian kalian pasti tidak akan mempersulit kita. Mohon Tuan Besar Lian merestui.
Orang Terpelajar Lian. Sudah sepakat adalah putri lajang yang masih suci, kenapa bahkan sudah punya anak? Bagaimana aku menjelaskannya kepada Tuan Besar Sun? Tidak. Tidak ada hal seperti itu. Jangan dengarkan omong kosong mereka. Man’er, kamu juga. Bagi seorang gadis lajang, kesucian dan nama baik adalah yang terpenting. Meskipun kamu tidak bersedia menikah,
Juga tidak boleh melakukan hal buruk seperti ini, tanpa sebab dan alasan merusak reputasi sendiri. Adik, aku lihat bayi ini baru saja lahir. Dulu saat aku bersama Ayah dan Ibu pulang ke rumah untuk menyembah leluhur di perayaan Qingming, kamu tidak terlihat sedang mengandung. Bagaimana mungkin anak ini milikmu? Kak Hua’er begitu mengerti. Jangan-jangan
Kamu juga pernah melahirkan? Man’er, apa kamu tidak tahu malu? Merusak nama baik Keluarga Lian. Bagaimana Xiu’er bisa menikah? Jika aku tidak memukulmu sampai mati hari ini, kamu membuat masalah seperti ini… Bagaimana Xiu’er bisa menikah? Kamu… Ibu. Aku akan membunuhmu hari ini. Ibu. Jangan pukul lagi. Cukup meyakinkan. Terima kasih.
Pukul saja aku jika kamu mau. Jangan sakiti Man’er lagi. Aku jujur saja padamu. Mereka semua tahu tentang aku dan Shen Nuo. Karena takut nama baikku hancur, makanya dengan terburu-buru ingin menikahkanku ke Keluarga Sun. Berapa banyak mahar yang diberikan Keluarga Sun, kami akan kembalikan semuanya. Tidak ada hal seperti itu. Dia asal bicara.
Gadis keluarga mana yang akan berbuat onar menggunakan nama baiknya sendiri? Menurutku, lebih baik kembalikan semua 500 tahil perak itu. Aku hanya menganggap sudah buang-buang tenaga saja, semuanya sia-sia. Uang 500 tahil apanya? Begitu banyak uang. Paman Pertama. Kamu masih bilang tidak menjualku untuk menjadi bekal kubur? Di desa, jika ingin meminang istri
Memberi mahar sebesar 20 tahil sudah sangat banyak. Shouren. Tadi Makcomblang Wang bilang 500 tahil. Apa maksudnya ini? Ayah. Ini… Keluarga Sun memang memberikan 500 tahil perak. Namun, Keluarga Sun adalah orang kaya berkuasa di Kabupaten Qingfeng. Dia memberi 500 tahil, juga bukan masalah besar. Aku… Aku membiarkan Man’er menikah dengannya sudah demi meningkatkan statusnya.
Tidak ada niat pribadi lainnya. Semua demi kebaikan Man’er. Keluarga Sun dari Kabupaten Qingfeng. Kembalikan uang itu pada mereka. Antar Makcomblang Wang pergi. Beri tahu Keluarga Sun, Man’er tidak mau menikah lagi. Cucu perempuanmu memang tidak bisa menikah. Masih mengira dirinya seorang wanita terhormat. Orang Terpelajar Lian, aku beri tahu kamu. Cepat kembalikan uangnya.
Jika tidak, jangan harap kalian bisa hidup tenang. Anak ini dipinjam dari wanita ini. Dia sudah datang dengan susah payah, sudah seharusnya memberikan 50 koin sebagai tanda terima kasih. Tapi sekarang rumahnya terkena bencana banjir, sangat miskin dan melarat. Mohon Nenek memberikan uang. Dasar bocah menyebalkan. Beraninya kamu membohongi kami. Jika
Membiarkannya tinggal terlalu lama di sini, pasti akan mengundang gosip buruk. Berikan uangnya dan usir dia. Bocah tengik. Aku masih belum membuat perhitungan denganmu karena sudah merusak pernikahan Man’er, Tuan Besar. Kamu justru enak. Malah menipu kami. Masih buka mulut meminta 50 koin dari kami. Sudah kubilang, berikan uangnya padanya. Minggir. Bocah tengik. Dasar bodoh.
Tuan Besar. Meskipun anak ini palsu, tapi perasaanku pada Man’er memang benar. Setelah mengalami banjir, hanya tersisa aku seorang dari keluargaku yang hidup di dunia ini. Mohon Tuan Besar membiarkanku tinggal di sisi Man’er. Kamu ingin tinggal di Keluarga Lian? Kakek. Biarkanlah dia tinggal. Jika tidak membiarkannya tinggal, setiap hari dia berjaga di depan pintu.
Orang desa yang lewat melihatnya… Diam! Biarkan aku memikirkannya. Pergi! Tutup pintunya. Ayah. Tidak ada orang lain di sini. Jujurlah padaku, sebenarnya apa yang terjadi dengan uang 500 tahil perak ini? Ini adalah uang yang tidak bisa dihasilkan keluarga biasa seumur hidupnya. Kamu sungguh menjual Man’er menjadi bekal kubur? Tidak. Ayah. Aku difitnah. Keluarga Sun
Tertarik pada delapan karakter Man’er baru bersedia mengeluarkan 500 tahil perak ini. Keluarga Sun, industri keluarganya sangat besar. Mereka bersedia memberikan begitu banyak mahar, aku tidak mungkin mengembalikannya begitu saja, bukan? Baguslah jika tidak ada. Hanya saja, hal 500 tahil perak ini, memang tidak seharusnya kamu sembunyikan dari kami. Ayah, aku ini
Demi kebaikan Keluarga Lian kita. Keluarga Sun berhubungan baik dengan Gubernur Yunzhou. Jika kita punya hubungan kekerabatan dengannya, bukankah kita bisa menjadi pejabat? Nanti kita ganti… Sudahlah. Man’er berbuat zina dengan orang lain. Masalah pernikahan, jangan dilanjutkan lagi. Xiaoqi. Xiaoqi. Di mana dia? Kak. Dasar bocah menyebalkan. Tadi di luar begitu berisik,
Kamu tidak keluar lihat-lihat. Ibu tidak mengizinkan. Hanya bercanda. Kak Shen Nuo. Ini adikku, Xiaoqi. Shen Nuo. Shen Nuo. Kenapa pingsan lagi? Di mana aku bisa mencarikan tabib untukmu? Kak, cari Kak Youheng. Kak Youheng? Ini bukan Kak Youheng. Ini Paman Youheng, ‘kan? [Putra sulung Keluarga Wang, Wang Youheng] Ayah. Ini baru benar.
Saat kita menagih bunga pinjaman, apa yang paling penting? Tidak tahu. Kejam! Jika tidak kejam, bagaimana menagih utang? Ayo. Kamu pasang ekspresi yang kejam, perlihatkan pada Ayah. Ayo. Kekuatan. Kejam. Ingin mengelak? Apakah kamu tahu akibat ingkar janji? Potong satu jarinya. Ayo. Ingin mengelak? Boleh. Boleh apanya? Bukan. Kamu sudah setuju?
Kamu ini bukan menagih utang. Kamu harus kejam, ayo. Kaki digoyang, goyang. Harus kejam. Goyangkan kaki seperti ini. Ayo, goyangkan. Lihat dia. Tunjuk dia. Tunjuk dengan tebu. Makan sedikit, muntahkan di wajahnya. Kamu muntahkan di mana? Muntahkan di wajahku. Ayah. Ini tidak terlalu baik, ‘kan? Muntahkan di wajahku. Siapa? Kak, cepat lari! Berhenti! Jangan bergerak.
Man’er. Apa yang kamu lakukan di sana? Aku mencari Kak Heng. Kalau begitu, kamu masuk ke dalam. Kenapa kamu sembunyi di balik dinding? Cepat pergi. Bukankah hari ini kamu menikah ke Keluarga Sun di Kabupaten Qingfeng? Kenapa masih belum pergi? Pernikahan dibatalkan. Aku tidak mau menikah. Per… Pernikahan dibatalkan? Bagus jika dibatalkan.
Memang tidak boleh menikah. Menurutmu, meminang Man’er kami, Keluarga Sun bahkan tidak mengaturkan tandu. Hanya mengutus seorang makcomblang untuk datang menjemputmu. Pernikahan macam apa ini? – Jika Youheng yang meminang… – Man’er. Kenapa kamu datang? Aku pergi tagih utang. Pernikahannya dibatalkan. Baik, kalian mengobrol, ya. Potong jarinya dulu! Baru dibicarakan lagi.
Sudah berapa lama ayahmu seperti ini? Tuan Muda Shen, kenapa bisa keracunan? Terluka karena melawan mati-matian bandit yang ditemui di jalanan. Ternyata begitu. Aku akan menggunakan akupunktur untuk mengeluarkan racunnya dulu. Sudah lama tidak menusuk orang sungguhan. Shen Nuo. Untung kamu membawa anak kita. Maaf, Saudara Shen. Bagaimana kalau ganti tabib yang berpengalaman?
Tadi hanya kesalahan sesaat, tidak akan terjadi lagi. Sudah cukup bagus ada yang bisa ditusuk. Lanjutkanlah. Pelan-pelan, ya. Dengan adanya bayi itu, makcomblang langsung percaya. Masalah uang 500 tahil, dengan cepat sudah berhasil diungkapkan. Berkat Tuan Muda Shen, bisa menyelesaikan krisisku dengan beberapa langkah mudah. Saling membantu kali ini sangat sukses. Kakek pasti tidak ingin
Kamu setiap hari berjaga di depan pintu dan digosipkan orang. Kamu boleh tinggal. Saudara Shen akan tinggal di sini? Kami sudah sepakat, saling menguntungkan. Saudara Shen, kamu istirahat dengan baik. Man’er. Kita keluar dulu. Jangan mengganggu istirahat Tuan Muda Shen. Kalau begitu aku pergi dulu. Sudah mati,
Masih ingin menyeret orang hidup untuk menjadi bekal kubur. Bibi Zhang. Tadi aku dengar kamu pingsan. Apakah sudah membaik? Tidak apa-apa. Man’er sudah memberitahuku tentang masalahmu. Aku tahu, rumah Tuan Muda mengalami bencana banjir. Lalu bertemu Man’er saat mengungsi. Sekarang kamu berencana singgah di Keluarga Lian selama berapa hari? Tidak ada orang di sekitar sini.
Apa yang ingin kamu katakan, katakan di sini saja. Setahuku, Desa Shen di Kabupaten Qingshan memang mengalami banjir di awal tahun ini. Namun, semua penduduk di daerah itu adalah petani. Shen Nuo itu tidak seperti orang yang bekerja di lahan pertanian. Kapalan di telapak tangannya bukan karena memegang cangkul.
Malah lebih mirip karena terbiasa menggunakan pedang. Tadi dia bilang terkena racun bandit, sehingga pingsan di gunung. Kebanyakan bandit menggunakan obat bius. Yang tersisa di tubuhnya jelas-jelas adalah racun striknina yang sering digunakan aparat keamanan. Mungkinkah… dialah banditnya? Mungkinkah dia adalah anak orang kaya di desa mereka?
Setiap hari, anak orang kaya berlatih seni bela diri, bermain burung, juga tidak perlu bekerja di lahan pertanian. Jadi di tangannya tidak ada kapalan. Man’er, asal-usul orang ini tidak jelas. Membiarkan dia tinggal di rumah, jika memancing orang jahat masuk ke rumah… Tuan besar kami sudah setuju kamu tinggal di sini. Selain itu,
Juga ingin menjadikanmu sebagai menantu yang masuk ke keluarga istri. Tidak tahu apakah Tuan Muda bersedia? Bagaimana jika mulai hari ini, aku adalah keponakan jauh Bibi Zhang? Aku bukan lagi orang yang punya hubungan zina dengan Lian Man’er. Lelucon tadi hanya dilakukan karena terpaksa. Bagaimana menurut Bibi Zhang? Aku akan menjelaskannya
Pada keluargaku serta Kakek dan Nenek. Hanya saja, jika Nenek tahu kamu hanyalah keponakanku, tidak tahu apakah masih bisa menerimamu. Man’er. Aku tahu. Jangan ikut campur masalah yang bukan urusanku. Hanya saja masalah ini baru diselesaikan, mau mengusirnya begitu saja. Sepertinya tidak terlalu baik, ‘kan? Selain itu, Shen Nuo hari ini membuat nenekku sangat marah.
Masih membuatnya menyia-nyiakan puluhan koin. Kamu tenang saja. Meskipun aku tidak turun tangan, nenekku pasti akan mengusirnya. Makan pelan-pelan. Bisa-bisanya premna liar ini dijadikan bubuk, dibumbui dengan gula jeruk, hawthorn Tiongkok untuk meningkatkan cita rasa. Hari ini bisa makan kudapan yang dibuat Nenek Lian, sungguh suatu kehormatan. Aku percaya makanan di istana tidak sebanding dengan
Masakan pedesaan buatan Anda. Aku merebuskan daging perut babi untukmu, sebentar lagi selesai. Nanti kubawakan untukmu. Nenek Lian. Meskipun aku belum lama datang ke Kediaman Lian, tapi sedikit banyak aku juga bisa melihatnya. Keturunan Keluarga Lian sangat banyak. Semua keperluan mereka diurus oleh Nenek sendirian. Memang tidak mudah. Benar.
Mereka tidak tahu mengurus rumah itu tidak mudah. Makanan dan minuman di rumah ini, termasuk barang-barang ini, semuanya aku hemat dengan susah payah. Mereka bilang kata-kataku tidak enak didengar, bilang emosiku meledak-ledak, bilang aku tidak masuk akal. Jika mengatakan kata-kata yang enak didengar, apa bisa menaklukkan mereka? Mereka satu per satu
Bukanlah orang yang gampang dihadapi. Segala hal yang Anda lakukan dipertimbangkan dengan masak-masak dan tepat. Kiranya dulu saat menjadi menantu, pasti sangat menderita. Aku sudah menjadi menantu selama 40 tahun, penderitaan dan penghinaan yang kualami lebih banyak dari mereka. Sungguh. Dasar gadis sialan, hanya tahu makan saja. Pergi sapu halaman itu. Sapu halaman itu.
Dik Man’er. Cepat sapu lantai. Kamu… Ayo, makan ini. Baik, aku coba. Manis, manis sekali. Enak, tidak? Ini baru anjing asli. Enak. Triknya itu hanya bisa menipu wanita yang belum berpengalaman seperti Nenek. Kakek tidak akan tertipu olehnya. Dengar-dengar, Tuan Besar dulu hidupnya sulit. Tuan Besar sudah bekerja keras sampai menjadi pengelola. Aku sangat kagum.
Tidak. Meskipun adalah pelajar, petani, pekerja, pedagang, tapi orang-orang dalam keluarga di sini punya kemampuan masuk ke restoran, juga bisa menghasilkan uang. Dalam jarak begitu luasnya, sulit untuk menemukan seseorang. Hanya masalah kecil, tidak perlu diungkit. Saat itu, di seluruh jalan begitu mengungkit Pengelola Lian, semuanya sudah tahu. Sehebat itu? Itu sudah menjadi masa lalu.
Sekarang sudah lain. [Putra sulung Keluarga Zhang, Zhang Chengcai] [Putra ketiga Keluarga Zhao, Zhao Liang] Apa-apaan ini? [Putra kedua keluarga Chen, Chen Ji] Apa yang kamu lihat? Hua’er yang membawakannya untukku. Meskipun mereka adalah tuan muda di kota, latar belakang keluarganya juga lumayan. Lihatlah, tampang mereka tidak setampan Shen Nuo.
Ibu hanya punya kamu seorang putri. Aku pasti akan mencarikan suami yang baik untukmu. Tapi, Ibu, tahun ini Hua’er pun akan menikah ke Keluarga Song. Kapan aku baru bisa menikah? Dari segi usia, kamu masih satu tahun lebih muda darinya. Kita tidak buru-buru. Bagaimana kalau besok kita pergi ke kuil untuk meminta Master meramal?
Baik, terserah padamu. Bukankah ini harta sesan Kakak Ipar Ketiga? Biasanya tidak rela mengeluarkannya, kenapa bisa ada di tangan Ibu? Bukankah dia memohon padaku untuk menerima keponakannya, Shen Nuo? Jika tidak mengeluarkan harta sesan ini, aku tidak akan menerimanya. Memang ibuku lebih hebat. Apa pun yang dipakai putriku pasti terlihat cantik. Tuan Pertama,
Bagaimana kalau bawa Lian Ye’er ke sana? Sembarangan. Keluarga Sun bagaimana mungkin menyukai Lian Ye’er? Lagi pula, delapan karakternya juga tidak cocok. Jika Tuan Besar tahu, juga belum tentu setuju. Menurutmu, harus bagaimana? Ayah. Ayah, Ibu. Kita sudah ditipu orang. Apa? Pria itu. Dia sama sekali bukan kekasih Lian Man’er.
Dia adalah keponakan jauh dari Bibi Ketiga. Bibi Ketiga yang membawanya kemari untuk menghalangi pertunangan Lian Man’er. Benarkah? Bibi Ketiga sendiri yang mengatakannya kepada Nenek. Kembalikan uang. Keluarga Sun tidak kekurangan uang. Bukankah Lian Shouren masih memiliki seorang putri bernama Lian Hua’er? Jika Lian Man’er tak bisa menikah, suruh Lian Hua’er untuk menggantikannya.
Lian Hua’er adalah putri kandung Lian Shouren. Apa dia rela membiarkan putri kandungnya mati? Seorang pelajar rendahan, dia mana bisa membuat keputusan? Karena berani menerima uang, maka harus menyerahkan seseorang. Jika tidak bersedia, meski menculik pun juga harus membawa Lian Hua’er ke sana. Kepala Pelayan Sun jangan marah. Orang yang melanggar kesepakatan sudah datang.
Kepala Pelayan Sun tidak tahu. Lian Man’er ini, dia tidak berbuat zina juga belum punya anak. Semua ini hanyalah sandiwara gadis itu dengan menyuruh orang lain. Lian Man’er masih perawan. Kepala Pelayan Sun, jika kamu tidak percaya, kalau begitu… cari saja dukun beranak untuk membuktikan kebenarannya. Hanya saja… hanya saja belakangan gadis ini
Banyak membuat onar dan banyak ide licik. Dia kemungkinan besar masih tidak mau menikah. Kalau memang begitu, kamu atasi Keluarga Lian. Aku punya cara sendiri untuk membawanya kembali. Berhenti. Mau ke mana? Mau ke mana? Apa ini tempat tinggal manusia? Kenapa masih menghina orang? Aku pernah tinggal di sini.
Meski kamu sudah membereskan semua anggota Keluarga Lian, namun, kondisi Keluarga Lian ini sungguh terbatas. Kamu juga tidak bisa selalu tinggal di kamarku. Jadi, kamu pindah tinggal di sini saja. Untuk uang, aku beri harga yang lebih murah untukmu. Sehari seratus koin. Rumah bobrok begini masih harus bayar? Tentu saja harus.
Kamu makan dan tinggal di rumahku. Bibimu demi kamu bisa tinggal di sini, juga mengeluarkan sebuah tusuk konde pernikahan. Semua ini harus dibayar. Sekarang kamu tidak punya uang sepeser pun, kalau begitu dicatat saja. Kamu benar-benar wanita pertama yang gila uang dan bertindak tanpa ragu yang pernah aku temui. Terima kasih.
Tidak takut aku ingkar janji? Ingkar saja. Anggap saja aku buta. Lagi pula, aku juga tidak mengandalkan sedikit uangmu itu untuk jadi kaya. [Tempat tinggal. Satu] [Satu tusuk konde. Dua tahil] Mau pergi begitu saja? Nenekmu sudah berpesan padamu agar membereskan rumah untukku. Kamu seorang pria punya tangan dan kaki, kenapa? Kamu hanya pandai bicara
Untuk menghibur Nenek, kamu tidak bisa bekerja? Luka parah ini belum sembuh. Ditambah pukulan kemoceng dari nenekmu. Sekarang bahkan tidak sanggup mengangkat mangkuk. Bukankah tidak sanggup mengangkat cangkir? Tadi istirahat sebentar dan mengumpulkan sedikit tenaga. Apa kamu mau minum air? Kamu… [Bersih-bersih] Xiaoqi. [Bersih-bersih. Satu tahil] [Membuka Lokasi] [Kabupaten Jinyang] Mari, ayo lihat-lihat.
Buah-buahan dan sayuran semuanya segar. Semuanya, yang punya uang tolong beri dukungan. Manisan buah. Lihatlah. Wonton panas. Kastanya panggang dengan gula. Ada begitu banyak makanan enak di zaman kuno ini. Bagaimana jika mencari cara menghasilkan uang dari makanan? Hebat. Yang punya uang tolong beri dukungan. Jika tidak ada uang, tolong beri tepuk tangan. Baik.
Sepuluh novel pertanian ini, sembilan novel jeroan babi. Ini adalah rahasia menjadi kaya dalam novel pertanian. Bos. Jeroan babi milikmu ini, bisakah berikan semuanya padaku? Baik. Harus bayar? Bukankah kalian tidak makan ini? Siapa bilang kami tidak makan? Lihatlah. Tuan. Sup perut babi yang siap dihidangkan, satu porsi. Sebentar lagi siap dihidangkan.
Tumis ginjal, perut babi. Tumis ginjal datang. Sudah siap dihidangkan. Tuan, silakan dinikmati. Panjang sekali. Sup perut babi yang siap dihidangkan. Ternyata semua yang ada dalam novel itu bohong. Xiaoqi, apa kamu tahu di mana balai pengobatan Kak Youheng? Flu menyerang. Membuat bulu-bulu di tubuh tegak. Flu menyerang paru-paru. Perlu resep obat…
Tenggek burung 15 gram. Kemuning 15 gram. Ilex asprella lima gram. Ketul lima gram. Apa obat keluargaku sudah siap? Ginjalmu ini lemah. Perlu menguatkan ginjal untuk penyerapan energi. Resepnya… Cuka omija 5 gram. Ceri cornelian 10 gram. Poria 5 gram. Kulit pohon peony 5 gram. Mari. Stasis darah jantung.
Harus melancarkan aliran darah dan menghilangkan stasis darah, menghangatkan dan menguatkan energi positif jantung. Bisa memilih ramuan pengatur darah. Menghilangkan stasis darah, meningkatkan energi, menghilangkan dahak dan menghilangkan dingin, itu saja. Murid pembukuan Anda paham ilmu pengobatan. Benar-benar balai pengobatan nomor satu di kota kita. [Pengobatan untuk Membantu Dunia] Kak Youheng. Xiaoqi? Kenapa kamu kemari?
Kak Heng. Kak Youheng. Man’er. Kamu masih di balai pengobatan untuk membuat pembukuan? Ayahku tidak mengizinkanku belajar ilmu pengobatan, aku hanya bisa membohonginya dengan menjadi murid pembukuan di balai pengobatan. Akhir-akhir ini aku sedang meneliti resep obat tetap untuk penyakit umum. Dengan begini, bisa menghemat biaya pengobatan bagi banyak rakyat miskin. Bisa menyiapkannya beberapa
Di rumah. Lihatlah. Ini adalah Obat Paten Tradisioanl. Aku menemukan resep ini sangat efektif untuk mengobati flu biasa. Hanya saja tidak tahu harus dinamai apa. Tenggek burung 15 gram. Kemuning 15 gram. Tenggek… kemuning? Energi Angin, bagaimana? Apa maksudnya? Aku hanya asal terpikirkan saja. Kalian datang mencariku, ada urusan apa? Aku hanya ingin bertanya padamu,
Di sekitar sini ada tanaman herbal apa yang bisa digali untuk dijual ke balai pengobatan? Belakangan ini balai pengobatan sepanjang tahun mengumpulkan bunga pyracantha di gunung. Hanya saja harganya tidak tinggi. Setengah kilo hanya lima koin. Hal kecil pun punya nilai tersendiri. Aku akan naik gunung sekarang. Aku juga mau pergi. Xiaoqi jangan ikut pergi.
Akhir-akhir ini, aku sering mendengar ada bandit yang muncul di belakang gunung. Aku akan menemani kakakmu. Kamu ini terlalu waspada. Mana mungkin sesial itu sampai bertemu bandit? Benar-benar sial. Kalian salah menghalangi orang. Kami berdua tidak punya uang. Tidak salah orang. Yang akan kami tangkap adalah… Kamu. Kamu utusan Keluarga Sun?
Ternyata Nona Man’er memang pintar. Pantas saja bisa menipu Makcomblang Wang dan yang lainnya. Kusarankan kamu menyerah dengan patuh, agar pedang tak bermata ini tidak melukaimu dan kakak kecil di sampingmu ini. Jangan gunakan senjata, kita bicarakan baik-baik. Paling-paling, kami tidak melawan. Man’er. Jangan melawan, dengarkan aku. Nona Man’er memang tahu situasi.
Asalkan kamu ikut dengan kami, aku jamin tidak akan melukai kakak kecil ini sedikit pun. Pergelangan tanganku sakit. Kamu… kamu jangan ikat kencang-kencang. Kepala Pelayan Sun. – Mataku! – Kamu baik-baik saja? Kejar dia! Berhenti! Jangan lari! Berhenti! Berhenti! Di mana dia? Kalian berdua. Lihat, tidak? Apa garuk-garuk juga menular? Melihat mereka garuk-garuk,
Tubuhku juga ikut gatal. Tanaman rambat yang baru saja dilewati penuh dengan duri terbalik. Begitu terkontaminasi, akan membuat orang merasa sangat gatal. Tidak sampai 15 menit, tubuh mereka akan penuh dengan ruam merah. Kenapa tidak bilang dari awal? Kamu sengaja. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu. Apa ini? Obat penawar. Baiklah. Kapan kamu memetiknya?
Segala sesuatu di dunia ini saling bergantung. Asalkan mencari obat penawar, harus pergi ke tempat racun itu tumbuh. Tadi saat melewati tanaman rambat, aku sekalian memetiknya. Aku kira semua obat penawar tumbuh di tebing. Kak Heng hebat. Aku rasa ada yang aneh. Bagaimana kalau kita pulang saja? Ayo. Keluarga Sun ini,
Demi membakar istri untuk putranya benar-benar bekerja keras. Menurutmu, bukankah membakar orang kertas juga bagus? Terlebih lagi murah. Kenapa harus memilih orang hidup? Dilihat dari sikap mereka, sudah pasti tidak akan menyerah begitu saja. Shen Nuo sudah meninggalkan Keluarga Lian? Jangan diungkit lagi. Anak itu, entah menggunakan cara apa mampu membujuk nenekku sampai tersenyum bahagia.
Sekarang posisiku di rumah masih kalah darinya. Entah siapa dari kami berdua yang akan pergi duluan. Dia juga sudah membuat kesepakatan dengan ibuku. Dia bilang mulai sekarang, bukan lagi orang yang berbuat zina denganku. Harus tinggal di sini sebagai keponakan ibuku. Shen Nuo ini enggan pergi dari rumahku, pasti ada tujuannya.
Membiarkan dia tinggal juga bagus. Aku mau lihat apa yang ingin dia lakukan. Jangan diam saja. Lanjut latihan. [Shisan] Matahari hampir terbenam. Kenapa Lian Man’er belum pulang? Bahkan semua bebek sudah diusir pergi oleh Ye’er. Entah pergi bermalas-malasan ke mana lagi gadis nakal ini. Mungkin seperti Bibi Kedua sedang mengobrol di rumah orang lain.
Melon sudah dipotong. Kenapa lama sekali kali ini? Kamu pergi ke kamar ibuku, mintakan sebatang wewangian dan bawa kemari. Cepat pergi. Lian Man’er? Sedang makan melon, Kak Hua’er? Kenapa melihatku dengan raut wajah tidak percaya? Apa sedang menunggu orang dari Keluarga Sun berkata padamu, terima kasih atas petunjuk yang kamu berikan.
Kami sudah menangkap Lian Man’er. Lima ratus tahil perak tidak perlu kamu kembalikan. Aku tidak paham apa yang sedang kamu katakan. Hua’er kami polos dan baik hati, kenapa kamu mengatainya seperti itu? Cepat berikan melonnya padaku. Dia polos dan baik hati? Benar. Sungguh bunga teratai putih murni yang tiada tara. Baguslah jika kamu tahu.
Perilaku Hua’er kami seperti teratai putih. Apa yang kamu tertawakan? Aku mentertawakanmu. Masih saja tidak tahu jika sudah dimanfaatkan orang. Kak Hua’er, Sayang sekali kamu tidak pergi berakting. Kamu malah bilang Hua’er kami seperti aktris? Aku… Adik Man’er. Jika ada sikapku yang tidak pantas, kamu bisa memberitahuku. Buat apa kamu begitu menghinaku?
Cepat berikan melon padaku. Kamu… Kamu… Lian Man’er, jangan dimakan! Ibu, lihat dia. Cepat berikan padaku. Berikan padaku. Berikan padaku. Ibu, kemarilah. – Ini, aku kembalikan. – Aku… Lian Man’er! Setelah makan langsung tidur. Tidak ada ponsel, juga tidak ada internet. Bahkan kipas angin juga tidak ada. Sangat rindu. Aku sangat merindukan ponselku.
Aku ingin menonton drama. Malam yang panjang ini, bagaimana aku melaluinya? [Kebahagiaan] Aku tidak mau pergi. Lepaskan aku. Membunuh termasuk melanggar hukum, apa kalian tidak tahu? Jangan teriak lagi. [Ayah Sun Li, Sun Changsheng] Tidak akan ada orang yang menemukan tempat ini. Awalnya aku berencana setelah kamu menemani anakku, memberi tahu Keluarga Lian
Bahwa kamu tidak terbiasa dengan lingkungan setelah menikah dan meninggal karena sakit. Sekarang kelihatannya tidak perlu lagi. Tuan Besar Sun demi putramu, sungguh bersusah payah. Tapi pernahkah kamu berpikir, semua ini hanyalah takhayul membohongi orang yang tidak bisa dipercaya? Tidak ada untungnya bagi putramu, hanya akan menambah dosa. Jadi, jangan sampai kita melakukan
Hal yang sia-sia dan melanggar hukum. Tuan Besar Sun, tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Terima kasih Nona sudah mengingatkan. Setelah Nona mati, aku akan menjadi vegetarian dan berdoa untuk melindungi dan menolong putraku. Bukan itu maksudku. Aku… Bukan, kamu salah paham. Bukan itu maksudku. Tuan Besar, waktunya hampir tiba. Lupakan saja. Tuan Besar Sun.
Sebelum aku mati, aku masih punya keinginan. Nona, katakan saja. Aku ingin membawa sejumlah uang saat mati. Sekalian menjaga anakmu dengan baik. Berikan padanya. Terima kasih. Mereka menyalakan api, cepat kemari! [Misi. Seribu tahil emas] [Penghasilan. Bekal kubur dan menipu Tuan Besar Sun. Seratus tahil] [Pengeluaran. Nol]