Dear Missy | EP21 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Kantor Pusat membuat kolom baru. [Sebelumnya…] Kebanyakan membahas desainer di Asia. Mereka mau aku mengurus kontennya. – Tempatnya di London. – Aku tidak izinkan pergi! Shen Si Yi, bisa kau berhenti memaksaku menuruti keinginanmu? Terserahlah. Kau mau menikah denganku? Kau bahkan menggambar cincin. Bagaimana aku bisa menolakmu?

Aku tahu kau tak tahan berpisah dengannya. Ke mana pun kau pergi, aku akan ikut. Kami merekrut pemimpin redaksi baru. Aku tak bisa mengikatmu di sisiku selamanya. [Dear Missy] Kau sudah bangun? Kau sedang apa? Aku baru selesai joging. Sekarang menggoreng telur. Kau mau? Kau tahu pukul berapa sekarang? Entah.

Aku bangun karena tak bisa tidur. Gosong! Akan kugorengkan lagi. Shen Si Yi, kau baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Aku tidur cepat dan bangun pagi. Bukankah ini sehat? Ini makanlah. Aku pergi sekarang. [Nouveau] Kau juga main gim ini? Kak Si Yi, ya aku main. Bagaimana kalau kita main bersama? Kak Si Yi,

Boleh aku ganti karakter? – Tidak. – Tunggu, kau… Kau mau aku pakai karakter yang sama, tapi merundungku juga. Ini tak ada artinya. Bisa kau serius sekali saja? [Selesai!] Si Yi. Sudah waktunya aku pulang. Tidak. Sekali lagi. [Shen Si Yi] Aneh sekali. Apa aku terlihat aneh? Maksudku Shen Si Yi.

Dia joging dan membuat sarapan pukul 04.00. Lalu pergi bekerja pukul 05.00. Katanya mau menjalani gaya hidup sehat. Sepertinya ini hal biasa bagi wanita yang baru putus cinta. Mustahil. Aku menyaksikan perpisahan sebelumnya. Saat putus dengan Yao Yuan, dia sama sekali tak seperti ini. Bai Xiao Chuan berbeda dengan Yao Yuan.

Apa Si Yi mencoba menang melawan Yao Yuan sebesar itu? Bai Xiao Chuan ini Shen Si Yi versi pria. Jadi, pikirkanlah. Shen Si Yi putus dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia mengatasinya dengan mudah? Jangan bilang kalian di sini semalaman? Tidak, tadi aku sedang bermain gim video dengan Si Yi. Aku mau ke toilet.

Kita lanjutkan nanti. Pergilah. Shen Si Yi. Aku sudah ajukan cuti besok untukmu. Kau tak bisa terus seperti ini. Aku baik-baik saja. Sudah dua hari kau tak tidur. Kau bermain gim video untuk mengalihkan perhatian. Lalu kau bilang baik-baik saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu. Katakan apa yang kau pikirkan. Setuju? Aku akan membantumu.

Kupikir kalian baik-baik saja dua hari lalu. Kau bilang mau pindah ke rumahnya, ‘kan? Aku pernah bersumpah. Aku tak akan pernah mencintai pria lebih dari diriku sendiri. Aku tak mengira Bai Xiao Chuan mematahkan sumpahku. Kenapa kau tak cerita setelah begitu banyak hal terjadi? Karena kau meninggalkan kami.

Aku tak mau egois seperti Bai Xiao Chuan. Apa kau bodoh? Apa aku tampak seperti bisa pergi saat keadaanmu seperti ini? Sebenarnya, aku sama sekali tak mau kau pergi. Sebelumnya, kau bilang aku selalu memaksamu menuruti keinginanku tanpa mempertimbangkan perasaanmu. Makanya aku mau berubah. Aku tak mau membatasi kebebasanmu. Cukup. Sudah cukup.

Kau tak membatasi kebebasanku. Selain itu, kau bahkan tak bisa menggoreng telur. Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendiri? Benar, ‘kan? Tapi aku mungkin masih tidak mahir mencuci piring. Aku bisa. Aku mungkin masih tidak mahir melipat pakaian dan membersihkan kamarku. Tak apa-apa. Aku bisa melakukannya. Aku mungkin masih merundungmu. Tapi aku akan berusaha untuk berubah.

Sudah cukup. Kau pikir ini hari pertamaku mengenalmu? Apa lagi yang bisa kulakukan? Siapa yang memintamu begitu bergantung padaku? Gadis pintar. Sudah tak apa-apa. Shen Si Yi, kau sangat jelek saat menangis. Kau sangat jelek saat menangis! Ayo senyum! [Dear Missy, Episode 21: Bagaimana Bisa Aku Meninggalkanmu?] Zhang Mang. Ada yang mau kukatakan. Katakanlah.

Bisakah kita tak pindah ke London? Kita tak akan pindah lagi? Aku membeli jas hujan agar cocok dengan sepatu botmu. Tak apa-apa. Kau bisa memakainya di Shanghai. Tapi, aku sudah memberi tahu temanku di Inggris kita akan pindah ke sana. Kau tahu mereka menyimpankan dua tiket pertandingan semifinal Liga Champion UEFA untuk kita?

Kau tahu tiket itu sulit didapat? Aku tahu. Maafkan aku. Ini bukan tentang meminta maaf padaku. Ini… Syukurlah aku tak mengiyakan mereka. Apa maksudmu? Sejak tahu tentang perpisahan Shen Si Yi, aku tahu kau tak bisa pindah ke London. Makanya aku tak bahas ini lagi dengan temanku di Inggris. Jadi, kau tak marah?

Aku sangat marah. Zhang Mang. Hanya bercanda. Kenapa harus marah karena hal ini? Lagi pula, tim yang aku suka juga sudah tersingkir. Jadi, tak apa-apa jika tak menonton pertandingannya. Zhang Mang, kau yang terbaik! Aku tahu. Aku pulang. Apa ini? Ini semua pemberian Bai Xiao Chuan. Aku mau membuangnya. Kau memutus hubungan dengannya sekarang?

Aku sudah periksa semua akun media sosialnya. Kurasa aku seperti penguntit. Makanya aku mengemasi barang-barang untuk mengalihkan perhatian. Kenapa kau memeriksa akun media sosialnya? Aku mau lihat apa dia sedih. Lalu? Selain mengunggah beberapa foto New York, dia tak mengatakan apa-apa. Orang seperti Bai Xiao Chuan tak akan mengungkapkan perasaan walau sesedih apa pun.

Tapi aku sangat sedih. Bagaimana bisa dia bersikap seperti tak ada apa-apa? Ini tak adil! Ini hubungan, bukan kompetisi. Kenapa aku merasa seperti kalah? Apa perasaanmu sama saat putus dengan Cheng Nan? Aku sedih, kesal, dan aku meragukan diri sendiri. Tapi aku tak pernah merasa kalah. Kenapa? Mungkin karena aku tak terlalu peduli

Seberapa besar usaha yang dia lakukan. Contohnya saat putus. Tak peduli betapa sedihnya aku, karena aku yang berusaha dalam hubungan itu. Aku melakukan itu dengan sukarela. Aku tak akan meminta Cheng Nan untuk bersedih seperti diriku. Juga berusaha sebesar aku. Keadaan setiap orang berbeda. Jika kau terus membandingkan besarnya usaha mereka denganmu,

Hubungan itu akan menjadi bisnis. Bagaimana? Bukankah aku logis? Kau juga tak bisa membantah pernyataanku? Semua yang kau katakan benar. Tapi aku tak bisa melakukannya. Bagiku, hubungan itu seperti kompetisi. Tapi aku tak mau kalah. Satu-satunya solusi sekarang adalah jangan pernah ambil bagian lagi. Aku tak akan pernah kalah. Jadi, maksudmu kau mencoba

Menghentikan diri sendiri untuk hubungan baru? Tapi, apa kau benar-benar melakukan itu? Bai Xiao Chuan, Yao Yuan, kau tetap memberikan segalanya saat bersama mereka. Aku ingat seseorang pernah bilang padaku cara terbaik untuk menaklukkan ketakutan adalah dengan menghadapinya. Siapa yang bilang? Ya. Aku juga penasaran. Entahlah. Dia orang yang cukup tangguh.

Tapi sebenarnya, menurutku ada baiknya bagi seseorang untuk takut akan sesuatu. Rasa takut. Ya. Kau benar dalam segala hal. Kau berani menggodaku? Kau bahkan tak bisa berenang. Itu hal lain. Baiklah, bagaimana kalau begini? Aku akan belajar berenang saat akhir pekan. Setelah aku belajar berenang, kau harus menjalani hubungan yang baik.

– Setuju? – Kita bicarakan saat kau bisa berenang. Kau pengecut. Jangan terlalu kasar! Ya, tendang airnya. Tendang airnya. Shen Si Yi! Lihat. Aku sudah membuat model untuk kursi. Aku hanya perlu mencari pabrik untuk mencetaknya. Lalu aku akan membuat beberapa penyesuaian. [Kita bisa mulai menjual kursinya bulan depan, ‘kan?] Tak masalah!

[Baik. Aku akan beri tahu mereka untuk menindaklanjutinya.] Terima kasih, Bos. [Sudah dulu.] [Aku mau belajar berenang.] Kupikir kau takut air? [Aku taruhan dengan Shen Si Yi.] [Ini taruhan penting.] [Aku tak boleh kalah kali ini.] [Akan kututup panggilannya.] [Sampai jumpa.] Apa yang kau lakukan? Kau berisik sekali. Ye Zhou!

Kursi rancanganku akan dijual mulai bulan depan! Selamat, Desainer Hebat. Katakanlah. Apa aku akan terkenal dalam semalam? Kalau begitu, apa aku perlu berdandan saat pergi denganmu? Apa akan ada paparazi memotret kita? Itu mungkin. Aku perlu menjaga citraku. Tak masalah. Kau harus buat modelnya dulu. Sudah dapat pabriknya? Ya. Aku sudah bersepakat dengan mereka.

Aku akan tanda tangan kontrak besok. Ini rasa baru. Ayo cobalah. Biar kucoba. Bagaimana menurutmu? – Enak. – Sungguh? Tapi menurutku ini agak terlalu manis. Benarkah? Kupikir… Kenapa kau masih menyimpan ini? Jangan bilang kau tak cuci tangan sama sekali? Aku menggambarnya setiap hari saat aku bangun tidur. Apa kau pernah terpikirkan membelikanku cincin asli?

Aku hanya bercanda. Jangan terlalu serius. Coba ini. Enak? RMB 30.000? Kau mau merampokku? Ini pesanan kecil. Kami melakukannya terpisah untukmu. Ini butuh waktu dan tenaga. Tapi kau bilang sebelumnya RMB 15.000. Harga pasar sudah berubah. Harganya sama di mana-mana. Bisa beri aku diskon? Jika tak mau membuatnya, cari pabrik lain saja.

Jangan ke sini dan membuang waktuku. Aku akan membuatnya. Uang mukanya RMB 10.000. 10.000 yuan? Kau menjual sepeda motormu? [RMB 9.500] Aku tak punya apa-apa setelah membayar uang muka. Aku masih harus cari cara untuk bayar pelunasannya. Tunggu, kenapa kau melakukan ini lagi? Kau tak pernah menabung. Kau selalu menghabiskan uangmu.

Apa yang akan kau lakukan jika berada dalam keadaan darurat? Kenapa kau memarahiku? Aku sudah cukup frustrasi. Bukankah aku benar? Kau punya tujuan, tapi tak pernah mencapainya. Bisa kau bertahan lama dengan sikap ini? Bisa kau buat perencanaan? Seakan kau punya rencana saja. Tentu saja. Selesai magang, aku akan mulai bekerja secara resmi. Setelah itu?

Apa kau punya tabungan? Baik. Sekarang aku butuh RMB 20.000. Pinjami aku uang. Kau bahkan tak bisa punya sejumlah itu. Kenapa kau memaksaku? Kau pikir dirimu sudah dewasa dan bijaksana? Dengar, aku sudah bekerja untuk ibuku sejak kau lahir, paham? Bukankah kita setuju tak membahas ini lagi? Aku tak suka kau memaksakan caramu padaku!

Kau pacarku. Bukan bosku. Baik. Lakukan apa pun yang kau mau. Aku tak akan peduli lagi. Lakukan apa pun yang kau mau! Ini desain barunya. Silakan dilihat dulu. Ini juga populer. Banyak gadis menyukai desain ini. Walau ukurannya setengah, tapi tak berlebihan. Menunjukkan keanggunan seseorang. Pakaian seperti apa yang biasa dikenakan pacarmu? Dia cukup sederhana.

Apa menurutmu ini cocok untuknya? Apa ada desain lain? Pak, seleramu bagus. Ini desain terunik toko kami. Ini juga edisi terbatas. Aku akan beli yang ini. Xin Xin. Aku punya sesuatu untukmu. Harus kau berikan sekarang? Tunggu sebentar. Aku dapat pesanan besar untuk pernikahan. Aku harus membuat 200 kue mangkuk. Butuh 50 lagi.

Aku sangat sibuk sekarang! Nikahi dia! – Nikahi dia! – Aku iri sekali! Bersama selamanya! Nikahi dia! – Menikah! – Nikahi dia! – Menikah! – Nikahi dia! Jangan ribut. Ayo kerja. Apa yang kau lakukan? Aku akan menepati janjiku setelah mengucapkannya. Maaf. – Biar kuganti. – Tak perlu! Lihat. Ini sangat pas.

Tapi ukurannya tak pas. – Bukankah itu kebesaran? – Tidak. Menurutku ini istimewa. Bukankah ini biasa bagi kita? Kita tak mengikuti tradisi. Kau sungguh tak keberatan? Aku suka apa pun yang kau berikan. Jangan khawatir. Kami akan segera menyelesaikannya walau harus lembur. Uang bukanlah masalah. Kalian merek besar.

Suatu kehormatan bagi kami untuk bekerja sama dengan kalian. Baik, kuserahkan padamu. – Kau baik sekali. – Sampai jumpa. Jaga dirimu. Pak Zhang, aku sudah memeriksa kursinya. Cukup bagus, hanya kakinya yang berbeda. Ini berbeda dari desainku. Aku tak lihat bedanya. Tunggu, lihatlah. Ini lebih pendek dari yang lain. Ini… Ini tak stabil.

Lalu kau mau apa? Tolong perbaikilah. Tentu, tak masalah. Biayanya RMB 5.000. Kau pasti bercanda, ‘kan? Seperti inilah cara kerja di pabrik kami. Atau tak perlu diperbaiki. Tunggu! Ini kesalahan kalian sejak awal! Coba lihat. Aku sudah tulis semuanya di desainku. Lihat, tiga banding delapan banding empat. Kau mau menggantinya secara gratis? Baik. Mengantrelah.

Tunggu sampai tiga bulan. Tunggu! Bagaimana begitu? Pak, apa kau lihat tasku? Tidak, aku tak lihat. Di mana aku? Kota Zhu Qiao. Ini perhentian terakhir. Bukankah ini bus ke kota? Kau salah naik bus. Carilah taksi. Ini perhentian terakhir. – [Halo, Ye Zhou?] – Halo? Halo? Kau pergi ke mana? Kau tak jawab teleponku seharian.

Aku tersesat. Tersesat? Tunggu, apa ada bangunan di sampingmu? Ada banyak pohon, dan ada sungai di sampingku. Apa kau mendengar suara? Ada kereta! Aku dengar suara kereta! [Baik, kau…] Halo? Halo? Kereta? Yao Yuan. Aku tak bisa ikut denganmu. Aku harus kembali ke toko. Aku tampil malam ini. Kau tak datang?

Aku mau datang, tapi pesananku banyak sekali. Aku perlu menandatanganinya. Aku punya banyak pekerjaan juga. Aku tak bisa pergi. Baiklah. Sayang sekali. Aku akan pergi sekarang. Pergilah. You Zi. Kau tahu kegunaan ini? Untuk menaruh minuman. Ya. Tapi sebenarnya, ada kegunaan yang lain. Kita bisa menggunakannya di meja minuman… Kau datang.

Kenapa kau kemari hari ini? Aku pulang kerja lebih awal. Makanya aku kemari untuk membantu Tuan Gao. Kau sungguh membantunya? Shen Si Yi. Kau melakukan ini lagi. Kenapa kau datang sendirian? Di mana Lu Ke? Dia belajar berenang. Ada apa? Aku tak boleh datang sendirian? Tentu saja boleh. Sama seperti dia.

– Terima kasih. – Lama tak bertemu. Ya. Kenapa kau sendirian juga? Kupikir orang yang menjalin hubungan akan mengikuti pasangan mereka ke mana pun? Pacarmu juga tak ada di sini, ‘kan? Kau ketinggalan berita. Aku sudah lama putus. Kau putus? Kenapa? Tak apa-apa. Awalnya kukira hubungan kalian baik-baik. Aku sudah pernah bilang.

Perasaan kita akan berubah. Sepertinya satu-satunya yang tak akan berubah adalah dirimu, Shen Si Yi. Lu Ke bilang kepadaku akhirnya kau melakukannya. Kapan kau akan menikah? Ini masih dini. Aku tak berpikir sejauh itu. Baiklah. Aku mau ke toilet. Yao, kau memang hebat. Kau masih memikirkannya juga? Jangan asal bicara. Dengarkan aku. Jika mangkukmu penuh,

Jangan tambahkan apa pun. Guan Yue! Kenapa kau di sini? Lalu kenapa kau di sini? Aku di sini untuk berjalan-jalan dan mencari inspirasi. Baiklah. Ayo pergi. Ye Zhou, apa kau bodoh? Apa ini? Kursi RMB 10.000-ku. Bagaimana kau menemukanku? Seseorang melapor ada seorang wanita berjalan sendirian dalam kegelapan. Kau juga bilang ada suara kereta.

Aku menemukanmu berdasarkan petunjuk itu. Terima kasih. Seseorang berkata dia sudah bekerja dengan ibunya sejak aku lahir. Pada akhirnya? Dia di sini untuk memberi makan nyamuk. Aku penasaran siapa dia? Apa maksudmu? Kenapa aku menjual sepeda motorku? Karena aku mau bayar uang muka. Kau memarahiku tanpa alasan.

– Tunggu, aku… – Tasku dicuri orang di bus. Kau tahu itu? Maaf, aku… – Itu semua salahmu! – Maaf. – Itu semua salahmu! – Aku yang salah. Aku yang salah. Aku tak akan memarahimu lagi. Setuju? Ayo kita pulang. Kita bicara di rumah. Menurutlah. Tunggu. Ada apa? Pergelangan kakiku terkilir karenamu!

– Naik ke punggungku. – Tak mau. Sedang apa kau? Ini bukan yang pertama kalinya. Cepat. Ibu. Nak, kau pulang kerja lebih awal hari ini. Ayo duduk. Makan malam segera siap. Bu, aku harus kembali ke kantor polisi nanti. Aku… Ada hal penting yang harus kukatakan. Ada apa? Ini… Guan Yue.

Dia butuh uang untuk mencetak desainnya. Aku mau membantunya, tapi, tabunganku kurang. Kau butuh berapa? Sebanyak RMB 30.000. Tak masalah. Ibu akan berikan besok. Apa yang terjadi? Kau mau pinjam RMB 30.000 dari keluargamu? Apa kau tak malu? Putra kita punya urusan mendesak. Ayah, aku akan mengembalikan uangnya. Dengan gaji kecil dari magangmu? Berhentilah membual.

Aku pasti akan menemukan cara untuk mengembalikan uang itu apa pun yang terjadi. Ye Zhou. Kenapa kau tak bisa mengerti? Ini bukan tentang uang. Kau hanya tahu cara bermimpi seharian. Pada akhirnya? Kau bahkan tak bisa membayar pinjaman pacarmu itu. Apa kau tak berpikir sudah gagal sebagai seorang pria? Kenapa kau menatap Ayah?

Apa ucapan Ayah salah? Kau tak mampu, tapi keras kepala. Sayang! Begini saja. Ayah akan meminjamimu uang setelah kau memutuskan untuk kembali dan membantu Ayah. Tak perlu. Bu, aku pergi sekarang. Nak, kau belum makan malam! Kau keterlaluan. Apa tak bisa bicara baik-baik? Orang ini tak bisa dipercaya.

Harganya bagus, tapi dia minta diskon 50 persen? Apa dia manusia? Lihat ini. Tunggu. Biar kujelaskan padanya dulu. Lihat saja. Tunggu! Dia akan segera menyetujui harganya. [Lu Ke mentransfer RMB 30.000 ke akunmu] Tunggu! Apa ini? – Aku tak mau ini. – Ambillah. Kami meminjamimu uang. Saat kau berhasil nanti, baru kembalikan uangnya.

Aku tak mau pinjam uang. Aku bisa cari solusi sendiri. Ceritakan solusimu itu nanti. Pak Yang. Aku mau mencetak desainku. – Kau bawa desainmu? – Ya. Ini. Aku akan transfer uang mukanya siang ini. Tapi kau lihat, sudah ada antrean pekerjaan untuk satu tahun di sini. Apa kau sedang terburu-buru? Ya, tapi produkku tak besar.

Hanya seukuran ini. Bisakah kau membantuku? Sepertinya tak bisa. Semua mesin kami penuh. Bagaimana kalau malam? Bisakah kau bekerja lembur? Aku akan berikan tambahan. Sekarang kami bekerja lembur sampai pukul 03.00 setiap hari. Kurasa itu mustahil. Terima kasih! Baik. Halo, Lu Ke? Apa ada pabrik lain di sana? Tuan Yang.

Apa kau sibuk? Aku pergi sekarang. Baik. Desain ini cukup bagus. Di mana kau mendapatkannya? Wanita itu yang membawanya. Nona. Apa kau menggambar ini? Tuan Jia? Apa kita pernah bertemu? Aku datang ke seminarmu. Kau bilang desain itu seperti koma. Harus berlanjut tanpa akhir. Desainmu ini bagus sekali. Kau harus membuatnya segera.

Tapi aku harus membuat modelnya dulu. Aku sudah datangi beberapa pabrik. Entah mereka memberiku harga yang mahal, atau terlalu sibuk sampai tak punya waktu untukku. Aku punya tempat. Tapi tak mengerjakan skala besar. Biasanya mengerjakan skala kecil seperti milikmu. Tapi hasilnya cukup bagus. Jika kau bersedia, aku bisa membuatkannya untukmu. Kau bersedia membantuku?

Kurasa aku bisa menganggapmu murid. Selama aku bisa membantumu, aku akan melakukan yang terbaik. Benarkah, Tuan Jia? Terima kasih banyak! Terima kasih banyak! Aku tak bisa berkata-kata! Terima kasih banyak! Aku beruntung bisa membantu desainer muda dan berbakat sepertimu. Apa kau butuh kerja samaku? Berikan saja desainnya. Aku akan minta seseorang mencetaknya.

Kurasa itu tak akan mengganggu jadwal mereka. Tak apa-apa. Aku tak memaksa. Kau salah paham. Aku bersyukur kau bisa membantuku. Pak Jia, terima kasih bantuannya. Akan kukabari segera setelah dapat kabar. – Aku pamit. – Terima kasih, Pak Jia! Bagaimana, Guan Yue? Kau sudah dapat pabrik? Jangan khawatir. Aku terlahir untuk beruntung.

Orang baik selalu beruntung! Kau sudah dapat? Secepat itu? Selamat. Teman-teman, bukankah menurut kalian ada sesuatu yang berkilau di sana? Di mana? Tempat ini sangat gelap. Cincin berliannya besar sekali. Berkilau sekali! Yao, apa kau melamarnya? Selamat! Aku tak menyangka Yao akan melamarnya secepat itu! Semuanya, tolong datang ke pernikahan kami nanti. Tentu saja.

Tuan Zhang, perhatikan baik-baik. Kau harus berusaha untuk membeli ini nanti. Berlian diciptakan untuk mengelabui orang. Lu Ke sangat pintar. Dia tak akan tertipu. Aku suka ditipu. Benarkah? Aku memang menghemat uang. Coba lihat. Semuanya, ayo bersulang untuk Yao Yuan dan Ru Xin. Mari beri selamat untuk tahap baru dalam hidup mereka. Ayo, bersulang.

– Selamat. – Terima kasih, Semuanya. Selamat! Bersulang! Halo. Permisi. Ponselmu terus berdering. Lihatlah. Terima kasih. Halo? Halo, Guan Yue? Desainmu dicuri oleh Jia Xiao Ning. [Berita Weibo, Lokakarya Jia Xiao Ning #Produk Baru, segera terungkap#] Apa kau tak takut aku akan mengeksposmu di Internet? [Episode Selanjutnya]

Silakan saja. Kita lihat siapa yang akan orang-orang percaya. Tak seorang pun di Nouveau bisa memecatmu tanpa persetujuanku. Jika kau memecat Guan Yue, itu berarti Nouveau mengakui kalau dia penipu! Antara Nouveau dan Guan Yue, aku hanya bisa memilih Nouveau. Si Yi benar. Melindungi Nouveau adalah prioritas kami. Karena kau sudah mengaturnya, pecat saja dia.

Aku tahu orang lain tak akan mendukungku. Tapi tak kukira kau mencampakkanku juga. Aku tak berharap apa pun darimu. Aku hanya berharap kau tak akan mengkhianati persahabatan kita.