Dear Missy | EP19 |【INDO SUB】iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Kau menonton film] [Sebelumnya] – [dengan siapa selarut ini?] – [Zhang Mang.] [Pria itu] [terlihat suka mempermainkan wanita,] [tapi saat dia benar-benar jatuh cinta,] – [dia rela memberikan segalanya.] – [Benarkah?] [Tumbuh bersama seorang desainer] [adalah kunci.] [Bukankah ada satu di sampingmu saat ini?] [Aku kurang berhasil kali ini.]
[Aku sudah membuatmu dan seluruh pendukungku kecewa.] [Berusahalah lebih keras lain kali.] [Bukankah kau hebat menaklukkan gadis?] [Ruang Referensi] [Aku tak paham bagaimana mempertahankan hubungan.] [Aku pasti lelah jika jatuh cinta kepadamu.] [Aku cepat belajar.] [Itu tergantung usahamu.] [Dear Missy] Zhang Mang. Tak kusangka kau suka memakai krim pelembap tangan merek ini.
Kau cukup baik merawat kulitmu. Itu pemberian orang. Apa ini punyamu juga? Ya. Tunjukkan caramu memakai ini. Seperti ini saja. Ini memijat kulit kepala dan menghilangkan stres. Apa lagi kegunaannya? Ini meningkatkan limfa dan melancarkan sirkulasi darah. Lalu, ini merampingkan lengan. Ini milik mantan pacarmu, ‘kan? Bagaimana kalau pelembap tangannya? Itu juga dari mantanku.
Apa lagi yang merupakan pemberian dari mantan pacarmu? Tak ada. Ini saja. Jujurlah. Permadaninya. Pemencar udaranya. Lampu di kamarku. Pengering rambut yang kau suka. Lukisan itu. Zhang Mang, kenapa kau suka menyimpan pemberian dari mantan pacarmu? Barang-barang ini tak bersalah. – Sayang sekali kalau dibuang. – Apa? [Dear Missy, Episode 19, “Berapa Banyak Mantanmu?”]
Aku traktir. Pesanlah yang kalian mau. Aku dahulu kalau begitu. Buddha Melompati Dinding sepertinya enak. Harganya 300 yuan per orang. Itu terlalu mahal. Pesan apa saja. Tenanglah. Jika kau suka, pesanlah. Aku mau pesan tahu bawang merah. Aku lebih suka makanan rumahan. – Salah satu dari ini. – Ya.
– Ini cocok. – Ayah, pesanlah dua hidangan lagi. – Baik. – Pesan yang enak. – Makanan yang enak. – Aku akan bawakan kau buah. Baik. Hei, apa kabar? Siapa kau? Temanku merayakan ulang tahunnya di sini. Temanya hiphop. Ikut aku untuk bersenang-senang. Tak bisa. Aku sedang makan bersama orang tuaku. Orang tuamu di sini?
Aku mau bertemu orang tuamu. Tidak. Aku belum menceritakan hubungan kita. Kau akan membuat mereka ketakutan. Tidak, aku… Yue Yue. Apa itu temanmu? Ini… Terima kasih. Bukankah dia polisi yang membawamu pulang ketika kau mabuk tempo hari? Itu orangnya? Benarkah? Jujur. Apa pekerjaannya? Ibu. Dia benar-benar polisi. Mustahil. Pakaiannya seperti itu, dia pasti berandal.
Jangan menilai orang dari penampilannya. Akan kutunjukkan foto. Itu dia. Dia bukan berandal. Dia memakai seragam polisi. Dia terlihat cukup tampan. Berhenti memihak Guan Yue. Bagaimana jika dia itu palsu? Siapa saja bisa memakai seragam polisi. Aku belum melihat dia secara langsung. Kita bisa bertemu dia kalau begitu. Bisakah kami berjumpa dia akhir pekan ini?
Tentu. Si Yi. Apa kau lelah? Apa kau butuh istirahat? Tidak. – Apa kau lelah? – Aku? Aku pernah menaklukkan Gunung Kilimanjaro. Ini bukan apa-apa. Aku berlari dalam maraton setiap tahun. Aku ikut triatlon. Ayo kita lihat siapa yang mencapai puncak lebih dulu. Kau lebih tahu area di sini. Kau sungguh ingin berlomba?
Ini cukup curam. Hati-hati. Apa kau baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Apakah kakimu masih sakit? Tak apa-apa. Apa kau harus menang hari ini? Tentu saja. Sekarang giliranmu. Ayo kita mulai lagi. Cukup. Ayo makan. Baik. Rapatnya selesai. Cepat buat fail proposal saat kau kembali. Baik. Mau apa kau? Kenapa kau tak membalas SMS-ku?
Apakah kau masih marah? Kenapa kau masih sangat cantik meskipun kau sedang marah? Cepat beri tahu aku apa yang kau butuhkan. Seorang temanku akan merayakan ulang tahunnya akhir pekan ini. Aku ingin kau ikut denganku. Aku tak mengenal teman-temanmu. Kau akan mengenal mereka nanti. Aku terus membicarakan dirimu. Jadi, mereka sangat ingin bertemu denganmu.
Ikutlah denganku. Kumohon. Ikutlah denganku. Baik. Selain itu, untuk hal-hal seperti ini, kita harus membicarakannya di rumah. Baik. Shen Si Yi. Bagaimana menurutmu pakaian ini? Tunggu sebentar. Kenapa kau bermain sendiri? Pasti karena Bai. Pria itu mengalahkanku dalam segala hal. Aku tak suka mengalah. Kalian berpacaran. Kenapa kalian terus bersaing? Memangnya kenapa dengan itu?
Bersaing itu sangat menyenangkan. Kau terlalu kompetitif. Bagaimana kalau dia takut dan malah pergi? Aku serius. Kau memenangkan permainan, tapi kau akan kehilangan pria itu. Apa yang akan kau lakukan? Meski aku kehilangan pria itu, aku harus memenangkan permainannya. Itu bukan karena aku. – Silakan. – Terima kasih. Ye Zhou, beri tahu ibuku apa pekerjaanmu.
Tuan dan Nyonya Guan, aku bekerja di kantor polisi untuk lingkungan kita. Selain bekerja di sana, aku kadang-kadang berpatroli. Kami menangani segala hal, yang sepele atau besar. Beri tahu mereka tentang penyelidikannya. Mendetail. Ceritanya panjang. Kami bekerja sama dengan tim investigasi untuk menangkap penjahat. – Malam itu, kami… – Xiao Ye. Apa yang keluargamu tekuni?
Kenapa kau bertanya tentang keluarganya? Itu hanya bahan percakapan. Aku hanya bertanya santai. Jika merasa tak nyaman, kau tak perlu memberi tahu kami. Tidak apa-apa. Keluargaku punya usaha sendiri. Usahanya adalah memproduksi barang-barang elektrik. Perusahaan apa? Qing Feng Electric. Itu perusahaan besar. Kenapa orang tuamu mengizinkanmu menjadi polisi?
Apa mereka pernah berpikir untuk mewariskan perusahaannya kepadamu? Ayahku ingin aku bekerja untuknya, tapi aku punya rencana sendiri. Meski begitu, pasti sulit untuk meyakinkan orang tuamu. Aku tak terlalu memikirkannya. Aku masih magang. Aku akan diterima secara resmi setelah aku lulus pelatihan. Aku ingin melakukannya pelan-pelan saja. Setelah aku berhasil, ayahku pasti akan mendukungku.
Itu benar. Anak-anak saat ini punya pendapatnya sendiri. Mereka ingin berpikir mandiri. Benar. Kau bilang kau masih magang sekarang. Berapa usiamu sekarang? Aku 22 tahun. Dua puluh dua tahun? Kau masih sangat muda. Kau tak terlihat begitu. [Hari ini berjalan cukup baik.] Betulkah? Ya, setidaknya ibumu tak memaksamu untuk putus denganku.
Ada beberapa ucapannya yang cukup jahat. Itu masuk akal. Orang tua tak mau anak-anak mereka menderita. Kau sangat pengertian. Bukan begitu. Kita tak bisa terburu-buru. Mari kita jalani pelan-pelan. Aku akan menunjukkan diriku yang dewasa dan dapat diandalkan kepada orang tuamu lain kali. Bagaimana menurutmu? Apa kau punya sifat itu? Tentu saja.
Aku tak marah sama sekali. Kenapa kau menghela napas? Tersenyumlah. Senyuman yang tulus. Lebih lebar. Kau tak perlu membeli hadiah sangat mahal. Aku akan bertemu teman-temanmu untuk pertama kalinya. Aku harus murah hati. Kenapa kau memperlakukan mereka dengan baik? Aku ingin kau terlihat baik. Aku tak tahu aku sangat penting bagimu.
– Jangan mengejekku. – Ini keiknya. Terima kasih. Ayo pergi. Permisi. Kami terlambat. Halo, kau akhirnya tiba. Teman-teman, izinkan aku memperkenalkan seseorang. Ini pacarku, Lu Ke. – Halo. – Halo. Dia yang berulang tahun, Da Lei. – Halo, Da Lei. Selamat ulang tahun. – Terima kasih. Selamat ulang tahun. Silakan duduk di sana. Masuklah.
Sudah lama. – Apa kabar? – Lumayan, Berandal. Gadis-gadis yang kau bawa sangat cantik. Kapan kau akan memperkenalkan seseorang kepadaku? Berhenti bercanda. Sebelumnya, aku memperhatikan seorang wanita. Dia akhirnya pergi dengan Zhang Mang. – Jangan bilang begitu. – Bagaimana kau bisa melakukan itu? Apa yang mereka katakan? Mereka bilang kau sangat cantik. Minumlah. Berhenti meracau.
– Jangan mempermalukanku. – Kau konyol. Selamat ulang tahun. Terima kasih. Kemarilah. Lu… Lu Ke. Lu Ke. Bisakah kau memfoto kami? Jangan seperti itu. Biar pelayan yang melakukannya. – Dia seharusnya ikut kita. – Tak apa-apa. Kemarikan. Terima kasih. Ayolah. Tiga, dua, satu. Terima kasih. Coba kita lihat.
Aku akan memanggil pelayannya untuk memfoto satu kali lagi bersama. Tak apa-apa. Aku tak mengenal baik teman-temanmu. Jangan pedulikan mereka. Mereka sangat bodoh. Tak apa-apa. Gadis yang datang dengan Zhang Mang, siapa namanya? – Aku lupa. – Panggil saja dia Nn. Lu. Aku hampir salah mengenali orang. Aku pikir dia Cindy.
Bukankah Cindy gadis yang Zhang Mang bawa waktu itu? Betulkah? Aku tak ingat. Tak apa-apa. Lagi pula, kita tak akan bertemu dia lagi. Ayo pergi. Aku pulang lebih dulu. Ada apa? Tidak. Apa kau tak enak badan? Katakan dengan jujur. Kau… Berapa pacarmu sebelumnya? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan ini? Beri tahu aku.
Hanya satu atau dua. Apakah kau berusaha meyakinkan diri sendiri? Tiga. Empat. Yang mana Cindy? Aku tak tahu siapa Cindy. – Aku benar-benar tak mengenalnya. – Berapa pacarmu dulu? Baik. Berjanjilah kau takkan marah. Setelah itu, aku akan memberitahumu. Baiklah, aku berjanji. Aku tak akan marah. Enam orang? Janji kelingking. Baik, kau sudah berjanji.
– Kau bilang kau takkan marah. – Aku mau pulang. Lu Ke! Ke mana kau mengajakku? Kau akan tahu nanti. Apakah kau berencana membuka toko baru? Jika waktunya tepat, itu bisa saja. Karena itukah kau mau aku merencanakannya? Sudah sampai. Apa pendapatmu tentang rumah ini? Ini bergaya Shikumen tradisional. Aku suka. Aku penasaran.
Ceritakan lebih banyak. Arsitektur ini memadukan halaman rumah Tionghoa dengan rumah bandar Eropa. Lihat. Tempat tinggal berjajar lurus di gang, berbatasan satu sama lain. Pada saat bersamaan, ini juga menerapkan privasi kediaman khas Tionghoa, yang menciptakan perpaduan sempurna. Rumah seperti ini paling trendi dan paling aman pada zaman itu. Xin Xin.
Kau mengajakku ke sini bukan untuk menjelaskan arsitektur, ‘kan? Rumah singgah yang kau mau dirikan di Wilayah Anji terinspirasi dari ini, ‘kan? – Bagaimana kau tahu? – Aku membaca naskahmu dan menyelidiki sendiri. Aku buta mengenai arsitektur, tapi aku tahu kau ingin melakukan ini. Lakukan sesukamu. Aku mendukungmu. Tahukah kau kenapa aku memilih Wilayah Anji?
Itu saran dari Shen Si Yi. Maafkan aku. Aku tak ingin menyembunyikannya darimu. – Hanya saja… – Bagaimana dengan dirimu? Jika dia tak menyarankan, apakah kau tetap melakukannya? Ya. Aku terus-menerus mengerjakan proyek ini sejak universitas. Aku menyimpannya di komputerku. Meskipun Wilayah Anji adalah ide Shen Si Yi, aku juga menyukainya. Kalau begitu, lakukan saja.
Apa pun alasannya, jika kau menyukainya, kau harus mendapatkannya. Kau benar-benar tak keberatan? Apa aku serendah itu bagimu? Namun, Shen Si Yi punya pengaruh besar padamu. Aku agak iri. Itu sebabnya kau yang akan membayar makan malam nanti. Mari kita melihat-lihat. Ada apa itu? Apa yang terjadi?
– Apa yang terjadi? – Seekor anak kucing masuk ke bawah mobil. Permisi. Polisi sudah tiba. – Mohon permisi. – Harap beri jalan. Siapa pemilik mobil itu? – Aku. – Apa yang terjadi? Seekor anak kucing masuk ke bawah mobilku. – Tolong matikan mesinmu. – Baik. – Buka bagasinya. – Baik.
Apakah ia ada di bawah? Ayo keluar. Hebat. Luar biasa. Polisi ini sepertinya sangat muda, tapi dia cukup mengesankan. Apa kau tak mengenal dia? Dia berpatroli di area kita, Petugas Xiao Ye. – Ya. – Dia luar biasa. Ketika Kakek Zhao menghilang, dialah yang menemukannya. Dia memang terlihat muda, tapi dia pandai menyelesaikan masalah.
– Ya. – Yang terpenting, dia bisa diandalkan. Dia mengesankan. Bu, apa makanan malamnya? Bu. Xiao Yue. Apa makanan kesukaan Ye Zhou? Undang dia makan minggu depan. Apakah matahari baru saja terbit dari barat? Aku melihat Ye Zhou menyelamatkan seekor kucing hari ini. Menyelamatkan kucing? – Di mana? – Di gang itu. Tetangga memujinya.
– Betulkah? – Apa kau senang? Aku sudah bilang. Seleraku cukup bagus. Bu. Kerumunan itu yang paling tahu. Ye Zhou sudah dewasa dan pria yang dapat diandalkan. Dia sepertinya dewasa, tapi pekerjaannya berbahaya. Dia seorang petugas polisi. Kau bilang dia terlalu muda, lalu kau bilang pekerjaannya terlalu berisiko. Berhentilah khawatir. Jika bukan karena putriku,
Aku tak punya waktu untuk khawatir. Bawa ini. Aku mengerti. Menurutmu Zhang Mang serius tentang diriku? Jika aku bilang tidak, apakah kau akan putus dengannya? Kau sengaja membuatku kesal lagi. Tak ada gunanya berbicara denganku. Kau harus berbicara dengannya. Aku tak ingin berbicara dengannya. Aku tak mengira dia punya banyak mantan pacar.
Aku hanya merasa tak adil. Kau bilang aku kompetitif. Kau sama saja. Apa yang kau tertawakan? Kita berdua sangat kekanak-kanakan. Kita merajuk sendiri-sendiri. Kalau tidak kita hajar mereka. Bagaimana caranya? Perkenalkan kami! Lihat pakaian ini. – Lekas! – Lekas. Shen Si Yi. Apakah sakit kalau tertembak ini? Tidak. Jangan khawatir. Ini kesempatan bagus untuk melampiaskan.
Si Yi. Kita sebaiknya tak satu tim. Tentu saja. Jangan takut kalah. Benar? Lihat pakaian ini. Lu Ke, pilih warna apa? Mari bekerja sama. Kalian tak boleh satu tim. Hari ini, laki-laki lawan perempuan. – Baik. – Tentu. Bukan masalah. Da Xiong masuk tim mana?
– Dengan siapa kau ingin satu tim? – Teman-teman, sudah hampir waktunya. Kita bisa masuk ke lapangan sekarang. – Baik! – Ayo pergi. – Ayo pergi. – Mari kita lakukan. – Mari kita mulai. – Ayo pergi. – Ayolah. – Senapannya. Baik, aku akan menjelaskan aturan mainnya. Seperti ini.
Ketika ada bagian tubuhmu yang terkena, kau mati. Setelah kau tersingkir, angkat tanganmu dan senapanmu tinggi-tinggi. Langsung tinggalkan lapangan. Bagaimana jika mereka tak pergi? Aku akan mengawasi. Baiklah. Tiap orang punya sepuluh detik. Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu. Permainan dimulai! Lu Ke! Berhenti! Berhenti. Aku menyerah.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu. Lu Ke, tolong jangan marah lagi. Aku sudah memberitahumu segalanya tentang masa laluku. Aku tak berbohong kepadamu atau menyembunyikan apa pun darimu. Kau seharusnya mendorong perilaku jujurku. Mendorongmu? Kalau begitu, haruskah aku memberimu penghargaan juga? Bukan itu yang kumaksud. Tentu saja tidak. Aku sangat marah sekarang. Aku kesal.
Lalu, apa yang kau inginkan? Aku tak keberatan asalkan kau bahagia. Setuju? Aku berjanji. Tunggu! – Kita setuju untuk tak menembak. – Kau bilang kau tak keberatan asalkan aku bahagia. – Kau sudah mati. Keluar. – Kau melanggar janjimu. Zhang Mang, beraninya kau. Kau menembakku. Maaf! Siapa itu? Bocah itu cukup hebat. Kuserahkan dia kepadamu.
Baik. Ye Zhou. Aku perlu memberitahumu sesuatu. Ibuku mengundangmu makan malam minggu depan. Betulkah? Sungguh. Dia memujimu beberapa hari yang lalu. Apa yang dia katakan? Apakah kau mau tahu? Cium aku dahulu. Cium aku, dan aku akan memberitahumu. Guan Xiao Yue, apakah kau merayuku? Di sini? Kau kalah. Liu Xia. Teganya kau menembak dadaku.
Kuasai gudang itu. Yang itu? Kau tertembak. Maaf, Teman. Ayo pergi. Aku kehabisan peluru. Aku tak percaya! Aku menyerah! Apakah kau tak suka aku kompetitif? Suka. Menurutku kau seksi. Baik. Aku juga kehabisan peluru. Kau berbohong. Semuanya halal dalam perang. Bai Xiao Chuan! Ini, lihat. Bagaimana menurutmu? Bagus, ‘kan? Bagaimana menurutmu, Yao? Lumayan.
Aku akan membuat ini menjadi ruang tunggu. Aku akan memasang PlayStation 4 dan gawai lain di sana. Aku berencana menjadikan area itu sebagai kedai kopi. Aku akan menyewa seorang barista profesional yang hanya menyajikan seduhan kopi secara manual. Lalu, di sini, aku belum menentukannya. Menurut kalian apa lagi yang aku butuhkan? Bagaimana kalau ruangan gym?
Ada apa? Aku akan jujur. Aku pikir kita tak perlu pindah. Jumlah kita kurang dari sepuluh orang. Kita tak butuh tempat sebesar ini. Ada apa? Kau khawatir tentang uang? Produk kita belum dikembangkan seluruhnya. Menghabiskan semua uang kita untuk ini… Produk itu penting, tapi begitu juga citra perusahaan kita.
Jangan sampai kita terlihat seperti sekelompok amatir. Jangan mengkhawatirkan uang. Cheng Nan. Tuan Wan memberimu penilaian yang tinggi. Itu mencurigakan. Bisnismu baru saja berdiri. Lebih baik bermain aman. Kita adalah perusahaan internet. Lingkungan sangat penting. Dengan lingkungan yang bagus, kita hanya bisa menarik bakat-bakat hebat. Jangan khawatir. Kalian mengenalku dengan baik. Aku mengerti berbuat apa.
Di mana Yao? Kita berjanji untuk makan bersama. Dia harus kembali untuk mengurus masalah dengan hotel. Baik. Apa kau baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Kenapa aku tak baik-baik saja? Kau menarik banyak perhatian. Kau menghabiskan banyak uang. Apakah kau melakukan ini demi Lu Ke? Kenapa kau menyebut dia? Itu tak ada hubungannya dengan dia.
Berhenti menyangkalnya. Aku mengenalmu dengan baik. Saat berkuliah dahulu, kau akan memperbaiki laptop yang rusak dan memakainya selama lima tahun. Bahkan memakai alas tetikus baru menyakitkanmu. Sekarang, kau tiba-tiba membicarakan citra. Apakah kau pikir aku akan percaya? Percaya atau tidak, jalan kami berbeda. Sungguh. Bukankah keadaannya cukup bagus sendirian?
Aku tak harus melakukan semua ini hanya untuk dia. Hubungan kami sudah berakhir. Jangan mengintip. Zhang Mang, apa yang kau lakukan? Siap-siap. Kau membuang semuanya. Kau mau aku menyimpannya untukmu? Baik. Namun, itu tetap sia-sia. Tak hanya itu. Itu menghabiskan banyak uang. Zhang Mang. Apakah aku tak layak mendapatkannya? Tentu saja kau layak mendapatkannya.
Karena itu, aku punya sesuatu untukmu. Apa yang kau lakukan? Lu Ke. Aku tak pernah serius dalam suatu hubungan sebelumnya. Namun, setelah bertemu denganmu, aku merasa berubah. Aku sudah lama memikirkannya. Maukah kau… Tunggu. Ini terlalu terburu-buru. Tidak sama sekali. Seperti yang kukatakan, kau layak mendapatkannya. Namun, aku belum siap. Jalan kita masih panjang.
Jangan terburu-buru memikirkannya. Namun, aku harus memberikan ini kepadamu. Lu Ke. Zhang Mang, apakah kau mengerjaiku? – Bagaimana? – Kau mempermainkanku! – Apakah kau pikir aku akan melamar? – Tidak. – Apakah kau yakin? – Tidak. – Betulkah? – Ya. Baiklah. Kau tak mengira. Namun, aku belum pernah memberikan kunci rumahku kepada siapa pun.
Kau yang pertama. Apakah menurutmu dengan memberiku kunci rumahmu, kau melepaskan hubungan masa lalumu? Kau sangat sulit untuk dipuaskan. Baik. Tunggu. Ini. Lu Ke. – Kau tampak cantik. – Mau apa kau? Aku mengunggah ini di media sosialku agar semua orang bisa melihat pacarku yang cantik. Ini foto jelek. Lubang hidungku membesar.
Zhang Mang, protret lagi. Aku sudah mengubah proposalnya. Itu cepat. Berkat dirimu. Bagaimana kau akan berterima kasih kepadaku? Bagaimana kalau begini? Aku akan mengadakan pesta untukmu. Itu tak cukup. Aku akan memasang meja bar untukmu membuat keik. Apakah kau mau membuatku bekerja untukmu? Itu penyalahgunaan bakat. Bagaimana kalau begini? Jadilah bos wanita.
Ini keiknya. Selamat menikmati. Terima kasih. Keik di sini enak. Cobalah. Bagaimana menurutmu? Ada apa? Apakah kau serius? Aku… Aku minta maaf. Aku salah. Aku akan membawakan keik baru. Aku minta maaf. Aku minta maaf. Tak apa-apa. Maafkan aku. Aku berbuat salah karena terlalu sibuk. Aku minta maaf. Sulit kupercaya dia melakukan kesalahan seperti itu.
Xin Xin. Jika lamaran tadi itu nyata, apakah kau akan menerimanya? Bagaimana? Kau harus mencobanya. Tunggu aku. Apakah kau akan melamarku dengan cincin kaleng? Apakah aku orang membosankan seperti itu? Itu benar. Ulurkan tanganmu. – Jangan mengintip. – Baik. Kau menggambar berlian sangat besar. Ini setidaknya tiga karat. Itu setidaknya harus tiga karat. Seharusnya
Masuk kategori VVS. Ini berkilau. Cantiknya. Maukah kau menikah denganku? Kau sudah menggambarnya. Bagaimana aku bisa menolak? Zhang Mang, kau selalu mengulangi lelucon yang sama. Ceritakan yang lain. – Zhang Mang, ceritakan lelucon baru. – Ini lucu sekali. Ganti sekali lagi. Kenapa aku harus selalu melawak? Kalian semua di sini.
Kau mau memesan apa? Ambil saja sendiri. Kau tahu apa yang aku suka. Ambilkan untukku. Cheng Nan, Huang memberitahuku perusahaanmu beroperasi dengan lancar. Lumayan. Kami hanya sibuk. Selamat. Kau akhirnya meraih impian seumur hidupmu. Keadaanmu juga cukup baik. Pacarmu ada di sini untukmu. Seperti yang kukatakan, kalian berdua akan bersatu. Aku benar. Kau benar.
Terima kasih. Teman-teman, bukankah kalian mau pergi menonton film? Benar. Ada apa? Haruskah mereka pergi begitu aku sampai? Tak bisakah kita berkumpul bersama? Benar. Ayo minum-minum bersama. Bukan itu maksudku. Mereka mau menonton film. Tak pantas jika terlambat datang ke bioskopnya, ‘kan? Benar. Baiklah. Kami pamit dahulu. Ayo, Zhang Mang. Zhang Mang. Dah. Kami pergi.
Ini. Minumlah. Kau bilang kau bertemu Tn. Wang di Kerry Centre. Rapatnya sudah selesai. Apakah kau punya waktu hari ini? Tidak, aku ada rapat. Aku tak berbohong saat itu. Aku bilang aku suka wanita yang proaktif. Aku suka betapa kompetitifnya dirimu. Orang lain menyukaimu karena kau cantik. Namun, pesonamu terletak bukan pada rupamu, melainkan kepribadianmu.
Mau ikut aku bermain “Counter Strike” lagi? Aku menyerah. Aku kalah. Kau brutal. Betapa banyak emosi yang kau pendam? Apakah kau senang sekarang? Mari habisi mereka. Tentu. Aku tak akan pernah menyetujui itu. [Episode Selanjutnya] Shen Si Yi, bisakah kau berhenti memaksakan idemu kepadaku? Aku memintamu sebagai atasanmu untuk tidak pergi.
Aku mau pergi. Makin kau seperti ini, makin aku ingin menjauh darimu. Kenapa kau memedulikan pendapatnya? Karena… – Apa kau mau pergi untuk urusan bisnis? – Untuk tugas yang lama. Aku sangat mengenalmu. Kau tak pernah memikirkanku, ‘kan? Apakah kau mencari pemimpin redaksi baru? Aku tak bisa menahanmu seumur hidupmu.
Aku tak menyangka kau akan berbuat sejauh ini. Aku juga tak menyangka.