【FULL】Flavour It’s Yours EP12【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Ikutlah denganku. Mengapa di setiap saat seperti ini, selalu bertemu denganmu? Haruskah berbuat seperti ini? Ada beberapa hal yang jika tidak dilakukan, hati tidak akan tenang. Benar. Ada beberapa hal yang pasti harus dilakukan, jika tidak maka hati tidak akan tenang. Tuan Lu, bulan ini tingkat retur anggur produksi Anggur Monnas

Mencapai 70%, dan masih ada beberapa pelanggan lama sepertinya juga berniat membatalkan kerjasama dengan kilang anggur untuk setengah tahun ke depan. Ditambah lagi brettanomyces yang dibuat tahun ini tidak ada hasilnya. Kondisi keuangan sekarang sangat tidak baik, sangat sulit untuk menunjang operasional Kilang Anggur Mawar . Berdasarkan kondisi keuangan saat ini,

Jika mengoperasikan dua kilang anggur secara bersamaan, seburuk-buruknya bisa bertahan berapa lama? Setengah tahun. Masalah keuangan biar aku yang cari jalan keluarnya. Apakah masih ada urusan lain? Oh ya, utusan WSA tiba 2 minggu lagi, perlu menyiapkan sesuatu? Tidak perlu, semuanya seperti biasa. Baik. Kenapa indra pengecapku hilang lagi?

Ini berarti indra pengecap He Buzui sudah kembali. Aku harus pergi mencarinya. Paman Ma, aku pergi dulu. Sudah menemukan caranya. Senior, aku masih ada urusan, kalau begitu aku pulang duluan. Masuklah, ngobrol sebentar sebelum jalan. Kak Dao, kamu juga minum segelas. Bai, pulanglah dulu. Baik. Masih memikirkan bagaimana cara membantu Lu Weixun? Tidak.

Kamu menyukai Lu Weixun kan? Aku juga tidak tahu. Kalau begitu pasti suka. Kamu memperlakukannya berbeda denganku. Tetapi aku mengenalmu lebih lama dibandingkan dia. Yang namanya perasaan, tidak ada hubungannya dengan berapa lama kamu mengenalnya. Buzui, aku punya satu pertanyaan untukmu. Apakah di dunia ini ada orang seperti ini? Dia mencintai seseorang,

Menganggap dia adalah segalanya, bahkan demi dia, nyawa sendiri pun dipertaruhkan? Apa yang kamu pikirkan? Mana ada yang lebih penting dari nyawa? Mana ada yang lebih penting dari nyawa. Buzui, Kamu bantu aku mengambil sebotol vodka di gudang, kuracik segelas anggur baru untukmu. Adikku meninggal tidak wajar. Orang yang mencelakainya masih menjalani hidup dengan bahagia.

Saat itu dia mencintainya dengan sepenuh hati, tetapi malah dicampakkan seperti sepatu bekas. Ketika kami berdua masih kecil, ayahku diperlakukan tidak adil oleh orang lain, dijebak oleh orang lain, kemudian menghilang. Jalan! Yi Nanke… Yi Beidao… He Buzui… vodka… vodka… Halo, dengan Hao Yong? Apakah He Buzui sedang bersamamu? Tidak ada.

Dia sedang bekerja di Bar, sekitar jam 3 tengah malam baru pulang kerja. Apa ada orang? “Tolong menyalakan lampunya. “Kelinci kecil yang penurut, ayo buka pintunya, cepat buka pintunya, aku mau masuk.” “Tidak, tidak, tidak kubuka, ibu belum pulang, tidak akan kubuka untuk siapapun.” “Kelinci kecil yang penurut.” Siapa itu! Aku. Senior, kenapa lampunya dimatikan?

Senior? Aku bukan seniormu. Se… senior. Senior. kenapa lampunya dimatikan? He Buzui, kamu takut gelap? Bagus sekali. Kumohon padamu, nyalakan lampunya. -Benar. -Aku benar-benar takut. Benar seperti ini. Siapa kamu? Siapa kamu? Siapa kamu sebenarnya? Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan? Yi Beidao… Yi Beidao… Yi Beidao… Adikmu, orang seperti apa dia?

Dia sangat lemah lembut, tidak seperti aku. Mungkin dia sebenarnya tidak ingin kamu seperti ini, hidup dalam kebencian. Kamu pernah berjanji tidak akan mengganggunya lagi! Yi Beidao! Tidak apa-apa kan? Ayo. Pak, maaf, bisa lebih cepat lagi? Baik. Kamu tidak apa-apa kan? Aku benar-benar tidak berguna. Bahkan tidak sanggup melakukannya.

Orang yang meninggal mendadak saat bekerja tahun itu, adalah kakakmu kan? Yi Nanke. Teringat ketika kecil, ayah selalu membawa aku dan kakak bermain komidi putar yang sangat kami sukai. Dan setelah makan, tanpa sepengetahuan ibu, ayah juga memberikan ku satu permen lagi. Tunggu dulu… tunggu dulu… jangan beritahu ibu ya. Bagiku, Kebahagiaan itu adalah ayah,

Ibu, dan kakak. Dulunya aku adalah orang yang paling bahagia di dunia. Sampai suatu ketika, ayah menghilang. Semua orang mengatakan ayah menggelapkan uang. Karena tidak ada bukti apapun, polisi tidak bisa melakukan investigasi. Aku tidak percaya ayah bisa melakukan ini. Dia sangat mencintai kami, tidak akan meninggalkan kami. Beberapa hari berlalu, He Wangyou datang,

Menyampaikan bahwa ayahku tidak akan kembali lagi. Aku tidak mau uangmu! Kembalikan Yi padaku! Apa yang kamu lakukan? Kembalikan Yi padaku! Kalian pasti telah membunuhnya! -Kalian pasti telah membunuhnya! -Tidak ada. -Dengarkan aku dulu. -Dasar pembunuh! Sejak saat itu hidup kami bertiga semakin sulit. Ibu, biarkan adik pergi, dia lebih pintar dariku. Karena rahasia ini,

Aku dan kakak memotong rambut dengan model yang sama. Aku ini kidal. Agar tidak ketahuan, maka harus mulai belajar menulis dengan tangan kanan. Aku dan kakak semakin hari semakin mirip. Aku juga mulai terbiasa dipanggil Yi Beidao. Terkadang ibu pun tidak bisa membedakan kami. Kelas hari ini benar-benar membosankan, tetapi siang nanti ada kelas olahraga,

Semoga tidak diusir keluar. He Buzui, tunggu aku… Di saat aku sudah mulai terbiasa dengan keseharian ini, dia muncul. He Buzui, putri musuhku. Pertama kali melihatnya, aku tahu aku membencinya. Sudah dengar belum? Nama murid baru itu sangat lucu, namanya He Buzui. He Buzui. Dengar-dengar keluarganya memiliki pabrik anggur. Aku tahu, aku tahu,

Senyumannya sangat manis. Hari itu di ketika sedang berlari di lapangan, Yi Beidao sampai bengong. Sampaikan pada mereka semua yang kukatakan tadi. Aku tidak mau masuk kelas selanjutnya. Kenapa? Membosankan, sering tertidur. Untuk apa masuk? Benar tidak? Kuberitahu kalian, dengar-dengar pabrik anggur ayahnya He Buzui memakan korban. Memakan korban? Benar. Katanya orang-orang sudah mendatanginya.

Aku memang penyakitan. Penyakitku juga menular loh. Jangan mengganggu murid perempuan. Bengong ya? Kak, Mana jaketnya? Hilang di sekolah. Kuberikan padamu jika sudah ketemu. Kak, sejak kita kecil sampai besar, kamu tidak pernah berbohong padaku. Hari ini demi gadis itu, kamu mau membohongiku? Apa? Kamu tahu gadis yang kamu tolong itu siapa?

Kamu pergi ke sekolah? Jika diketahui orang lain… Jawab aku! Aku tahu. Sudah tahu kenapa kamu masih menolongnya! Yang ayahnya lakukan tidak ada hubungannya dengan dia. Lagipula, dia juga sudah membayarnya. Kamu sudah lupa bagaimana ayah menghilang? Kamu sudah lupa bagaimana ibu jatuh sakit? Kamu sudah lupa mengapa kita dua bersaudara tidak bisa sekolah bersama?

Kamu tidak boleh menolongnya lagi. Kamu yang menyebarkan rumor itu kan? Baik, aku berjanji padamu, aku tidak akan membantunya lagi. Tapi kamu juga jangan mengganggunya lagi. Berikan uangmu! Kak, kamu sudah pulang. Kenapa kamu melakukan ini? Kamu berjanji padaku tidak akan menyentuh dia lagi.

Kamu juga berjanji tidak akan menolong dia lagi, tapi masih kamu tolong kan? Kenapa? Demi gadis ini kamu mau memukul adik kandungmu? Kamu menyukainya? Tidak. Bersumpahlah. Aku bersumpah. Tidak apa-apa kan? Tidak apa-apa. Jadi, yang menyukai He Buzui sebenarnya adalah kakakmu? Kemudian kakakku mulai menghindarinya. Sesuai janji, aku juga tidak mengganggunya lagi.

Sebenarnya tidak perlu mengganggunya lagi, karena setelah kejadian itu, dia dijauhi oleh seisi sekolah. Kamu tahu ini hanya akan membuat kakakmu semakin menderita? Aku sedang melindunginya. Aku sudah kehilangan ayahku. Aku juga tidak akan membiarkan mereka merenggut kakakku. Mereka sekeluarga memiliki niat jahat. Sudah kukatakan, kakakku tidak boleh mendekati He Buzui, nyawanya bisa melayang.

Cukup sampai lulus. Cukup bertahan sampai lulus. Kami sekeluarga dapat meninggalkan kota ini. He Wangyou, He Buzui, tidak akan ada hubungan lagi dengan keluarga kami. Terima kasih atas kunjungannya. 24 Juni 2013, pendidikan Nanke mulai stabil. Biaya kuliah semester depan dan biaya obat juga sudah cukup. Tidak disangka He Buzui adalah pencabut nyawa kakakku.

Dia tidak pernah melupakan He Buzui. Dia bekerja keras mengumpulkan uang untuk mengobati penyakit indra pengecapnya, bahkan ingin bertemunya di hari ulang tahunnya, mengutarakan perasaan. Aku harus menghalanginya, tidak akan membiarkan mereka bersama. Kakak… Kirimkan ini untuk ibu. Kakak… Kakak… Kamu sendiri sebenarnya ingin bekerja untuk berapa orang? Tubuhmu sudah begini,

Masih saja ingin mengumpulkan uang demi He Buzui. Dia adalah musuhmu! Aku menyukainya, aku bersedia melakukan apapun yang aku bisa untuknya. Kamu tidak mengerti. Ya, Aku tidak mengerti. Aku tidak mengerti cinta dapat membuatmu melupakan dendam. Aku tidak mengerti cinta dapat membuatmu buta. Bahkan sudah tidak peduli dengan nyawa sendiri. Beberapa hari ini

Aku tinggal di kafe. Kamu jaga diri baik-baik. Suatu hari nanti kamu pasti mengerti kakak. Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Tidak disangka saat kutemui kakakku lagi, dia sudah menjadi mayat dingin. Saat kejadian, kamu sedang dimana? Aku sedang di luar. Apakah kamu tahu penyebabnya? Aku tidak tahu. Yi Beidao seharusnya terus hidup,

Yang seharusnya mati adalah Yi Nanke. Jadi, kamu menggunakan identitas Yi Beidao dan menguburkan Yi Nanhe dengan tangan sendiri? Tetapi pada akhirnya, aku tetap tidak bisa menjadi dirinya. Apakah kamu tahu? Kami ibarat dua sisi koin. Dia adalah cahaya, dia sangat indah. Tetapi aku hanya layak hidup dalam kegelapan. Kamu benar-benar merasa seperti ini?

Memangnya bukan? Orang yang hidup di dalam kegelapan, tidak dapat melihat semua yang terjadi di sekitarnya. Tetapi kamu bisa. Aku tidak melakukan apapun. Kamu sudah melepaskan He Buzui. Lu Weixun yang membawanya pergi. Kamu sama dengan Yi Beidao, kalian sama-sama orang baik. -Aku bukan orang baik… -Kamu hanya tersesat,

Kamu hanya tidak tahu apa lagi yang bisa kamu lakukan -selain balas dendam! -Kamu yang tidak tahu, kamu tidak tahu apa yang sudah kulalui semasa kecil, Sama sekali tidak serumit yang kamu bayangkan… Kamu tidak tahu ibuku dan kakakku… Sama sekali tidak… Tutup mulutmu! Kamu yang seharusnya tutup mulut! Jangan membohongi dirimu sendiri lagi!

Dendam apanya yang harus dibalas! Terus menghantui sisa hidupmu, pantaskah? Apa hakmu mengatur hidupku? Baik, aku berhenti mengatur hidupmu. Kamu pikirkan sendiri baik-baik. Dulu saat masih sekolah, Senior selalu menolongku, bahkan tidak peduli dengan nyawa sendiri. Walaupun sudah 7 tahun tidak bertemu, tetapi dia masih ingat ulang tahunku. Tetapi hari ini, apa yang terjadi dengannya?

Kenapa ingin membunuhku? Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Kamu tidak apa-apa kan? Kamu, apakah terluka? Sudah larut, aku harus pulang. Aku tidak boleh membuat ayahku cemas. Kamu pulang seperti ini, apa ayahmu tidak cemas? Tunggu… Terima kasih. Terima kasih juga karena kamu membantuku mencari kak De untuk meminjam uang.

Sudah kukatakan pada Xia Fan untuk tidak memberitahunya. Dasar mulut ember ini… Sebegitunya kah kamu membenciku? Kali ini kamu datang tepat waktu, boleh dibilang tidak terlalu membencimu. Maaf, seharusnya aku datang lebih awal. Lu Weixun, kamu ini… Ayo, pulang. Tapi… Aku… Tidak ada tapi lagi. -Lu Weixun kamu ini… – Ayahmu. Halo, paman He,

Aku Lu Weixun. Bukan, bukan, bukan, aku bukan senior brengsek itu. Aku adalah bosnya. Begini, hari ini kantor lembur, jadi Buzui harus tinggal di kantor semalam. Benar-benar mohon maaf. Tenang saja, Buzui sekarang sedang di sampingku. Tidak sempat menelponmu karena terlalu sibuk. Paman, tenanglah, Buzui adalah karyawan terbaik di kantor kami. Baik. Selamat malam paman,

Sampai jumpa. Susunya sudah dingin. Aku intoleransi laktosa , kamu minum saja. Baik, aku akan mengingatnya. Padahal berbuat hal baik, tetapi malah seperti pencuri saja. Mukamu sangat jelek saat tidur, tidak sanggup melihatnya langsung. Aku tahu wajahku jelek. Selain aku, tidak ada yang boleh mengatakan kamu jelek, kamu sendiri juga tidak boleh.

Terima kasih atas sarapan paginya, tetapi aku tidak lapar. Aku… Aku tidak membuatnya untukmu. Aku tidak sanggup menghabiskannya, dibuang pun sayang. Jadi kuantarkan untukmu, bukan sengaja membuatkannya untukmu. Aku tahu, kamu tidak mungkin sengaja memasak untukku. Siapa bilang tidak mungkin? Aku sengaja memasaknya untukmu. Kamu tambah sendiri jika tidak cukup. Sarapannya sangat enak.

Aku cuci piring dulu. Aku ada urusan, mau keluar dulu. Hari ini kamu libur, istirahat saja di rumah.