Ratu drama Shen Nuolian sedang online | Romance on the Farm【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Papan Roh Mendiang Sun Li] Apa aku akan… dikubur hidup-hidup menemani orang mati? Aku tidak mau main lagi! Aku tidak mau main lagi! Aku tidak mau main ini! Aku… Aku tidak mau main lagi. Lepaskan aku! Kumohon, lepaskan aku! Panas! Aku tidak mau main lagi! [Permainan berakhir]
Mana sistem pertanian yang dijanjikan? Sawahnya tidak kelihatan. Baru masuk langsung dikejar orang, bahkan mau dibakar. Tadi ada sedikit masalah dengan sistem. Setiap kali waktu penempatan selalu kurang tepat. Mari kita mengawakutu perangkat. Baik. Ulang sekali lagi. Bersabarlah. Kuberitahukan padamu, kamu sebagai pencoba kelompok pertama tahap pengujian, setelah kamu menyelesaikan misi,
Selain bisa mendapatkan hadiah uang, juga bisa berkontribusi bagi pengembangan gim. Baru saja dimulai, langsung menyiksa orang mati-matian. Menurutku kalian ini bukan eksperimen gim namanya, tapi ingin membunuh orang. Jika diulang lagi, bisakah rasa sakitnya dikurangi sedikit? Tidak masalah. Tapi aku harus mengingatkanmu, para kerabat yang menyusahkan itu, kamu tetap harus mengalaminya. Hal seperti ini,
Setelah di dalam gim kamu mengambil misi dan dimuat… Kamu sudah mengatakannya sebanyak 50 kali. Kakek! Cucu Anda menelepon Anda! – Aku keluar untuk menjawab telepon dulu. – Kakek! Cucu Anda menelepon Anda! Kamu sudah menelepon berkali-kali, ada apa seburu-buru itu? Ibu. Sebentar lagi kuliah dimulai, biaya kuliah… Kenapa tidak minta pada ayahmu?
Ayahku bilang tidak ada uang, menyuruhku bertanya padamu. Adikmu belajar piano menghabiskan cukup banyak uang. Badan Paman Li-mu juga tidak sehat. Biaya makan, nutrisi dan obat, semuanya butuh uang. Setelah aku bercerai dengan ayahmu, selalu aku yang mengurusmu. Aku sudah berusaha sebisaku. Kamu tanyakan pada ayahmu. Bicaralah dengan ayahmu. Kamu sudah mahasiswa tahun kedua.
Dia bisa bebas setelah membayar biaya kuliah selama dua tahun. Tidak perlu pelit dan menghemat uang sesedikit itu. Tapi Ibu, aku… [Ibu] [Romance on the Farm] [Episode 1] [Memuat] [Membuka Lokasi] [Desa Shisanli] [Babi, Zhu Xiaohua] Kakak Seperguruan Kedua juga di sini? Lian Man’er? Bukankah Ibu menyuruhmu pergi memetik sayuran?
Kenapa kamu berani bermalas-malasan di sini? [Bibi Bungsu, Lian Xiu’er] Bibi Bungsu? Siapa yang bermalas-malasan di kandang babi? Menjauhlah dariku. Karakter nonpemain ini sungguh sok. [Adik, Xiaoqi] Kak. Rasanya sungguh nyata. Imut sekali. [Anjing Lokal, Gou Dahuang] [Putri Paman Kedua, Lian Ye’er] [Bibi Kedua, Nyonya He] Kamu siram ke mana? Hati-hati. Menantu Kedua.
Apakah kamu mencuri telur? Ibu, Anda jangan memfitnahku. [Nenek, Nyonya Zhou] Aku sudah bekerja sepanjang pagi, mana ada waktu mencuri barang berharga Anda? Ye… Ye’er. Ye’er. Cepat bantu aku. Sapu lantai. Nenek tua ini, kenapa terus menyentuh pantat ayam? Ayam akan mengeluarkan berapa butir telur, bisa ditebak dengan disentuh. Apa yang kamu katakan?
Tidak pandai apa pun, hanya pandai makan. Kamu tidak bekerja, malah berkeliaran di sini. Kamu masih berdiri di sini? Rakus tapi malas bekerja. Aku lihat kamu… Kenapa lari? Kenapa kamu memukul orang? Cepat masak air dan nasi! – Minggir! – Ibu. [Nyonya Zhang] Menantu Ketiga. [Adik yang belum lahir, Xiaoba] Apakah kamu yang mengambil telurku?
Ibu. Apa yang kamu katakan? Aku mengawasinya dengan ketat setiap hari. Pagi hari memegang pantat ayam, aku yakin pasti lima butir. Tadi aku memungutnya tinggal empat butir. Jika tidak ada yang mengambilnya, kenapa bisa berkurang? Bicaralah. Ibu. Ayah Putriku, aku tidak mencuri. Ibu, apa yang terjadi? [Lian Shouxin] Kamu pulang tepat pada waktunya.
Istrimu ini cukup hebat juga. Baru dikatai sedikit, langsung tidak senang. Lihatlah ekspresinya ini. Ibu. Sudah menjadi keluarga bertahun-tahun, Anda seharusnya mengerti bahwa menantumu bukan orang seperti itu. Aku sungguh membesarkan seorang putra yang baik! Beraninya setelah kamu menikah, kamu mengatai aku tua bangka! Selalu menjelek-jelekkan aku. Sia-sia aku membesarkanmu. Benar-benar ajaib.
Semuanya anak cucu yang tidak berbakti! Ibu. Ibu. Ini salahku. Adik Ipar Ketiga, bukankah cuma masalah makan sebutir telur? Kamu akui saja. Ibu paling-paling hanya menegurmu sedikit. Kakak Ipar Kedua, aku… Benar. Bukankah cuma masalah makan sebutir telur? Akui saja. Akuilah. Bibi Kedua. Bagus. Ibu! Ibu! Dengarkan penjelasanku, Ibu. Lari? Kenapa lari?
– Ibu! – Lari lagi? Memang agak sakit. Aneh-aneh saja anggota Keluarga Lian ini. Aku sudah masuk begitu lama, kenapa tidak tampak ada misi? Pemandangan seindah ini, sayang sekali jika tidak difoto dan diunggah ke Moments. [Pengumuman Misi] [Menghasilkan seribu tahil emas] Menghasilkan seribu tahil emas? Tidak ada gambaran. Kak. Cepat, ayo pulang.
Nanti dimarahi Nenek. Biarkan dia marah, aku tidak peduli. Kotak? Apakah kamu bisa melihat tulisan di dalamnya? Sepertinya hanya aku sendiri yang bisa melihatnya. Xiaoqi, aku tanyakan padamu. Berapa harga sebuah mentimun di daerah kita ini? Aku tidak tahu harga mentimun. Tapi aku tahu harga manisan buah lima koin. Kalau begitu artinya
Satu koin di dunia ini sama dengan satu yuan di dunia nyata. Seribu tahil emas sama dengan 10 ribu tahil perak. Satu tahil perak sama dengan seribu koin. Jika dihitung, berarti 10 juta yuan. Sepuluh juta? Bajuku ini bahkan ada tambalannya, kamu suruh aku menghasilkan uang 10 juta dari mana? Sepuluh juta! Sepuluh juta,
Bukankah ini menyulitkanku? Kak. Kamu baik-baik saja? Sepuluh juta. Kak Ye’er. Apa kamu tahu bagaimana caranya menghasilkan seribu tahil emas? Seribu tahil emas? Kamu sudah gila? Jangankan menghasilkannya, bahkan berpuluh-puluh kehidupan pun, kita juga tidak bisa melihat uang sebanyak itu. Lalu keluarga kita punya berapa hektare tanah? Dua sepertiga hektare. Dua sepertiga hektare?
Kalau begitu semestinya, panen setiap tahun juga tidak sedikit. Kenapa keluarga kita masih begitu miskin? Kamu masih tidak tahu kondisi keluarga kita? Paman Pertama kita adalah orang terpelajar. Kakek dan Nenek setiap hari mengharapkan Paman Pertama bisa menjadi pejabat, sama-sama berjaya. Membawa kekayaan bagi Keluarga Lian kita. Jadi selama beberapa tahun ini,
Sebagian besar uang yang dihasilkan oleh keluarga, semuanya diberikan kepada Paman Pertama. Karena keluarga Paman Pertama tinggal di kota praja, pengeluarannya besar. Petani seperti kita, tidak punya nasib untuk menikmati hidup seperti itu. Ditambah lagi beberapa tahun ini, pajak pemerintah makin tinggi setiap tahun. Setelah mereka membayar pajak tanah, hidup pun makin sulit dijalani.
Nenek akan membuka lemari? Ada apa? Hanya saat keluarga Paman Pertama pulang dari kota praja, Nenek baru akan membuka lemari. Ada barang berharga? Ye’er. Cepatlah, aku sudah lapar. Daging perut? Daging perut, daging perutlah yang wangi. Satu potong. Dua potong. Tiga potong. Empat potong. Lima potong. Ba… bahkan Tahun Baru saja hanya ada empat potong.
Sudah enam potong. Tujuh potong. Delapan potong! [Desa Shisanli] Sebentar lagi sampai. [Putri Paman Pertama, Lian Hua’er] Ibu. Pernikahan yang kita aturkan untuk Man’er, tidak akan terjadi masalah, ‘kan? Bagaimanapun, keluarga mereka itu… Tenang saja. Pernikahan ini [Bibi Pertama, Nyonya Gu] sudah disetujui oleh kakek, nenek, paman ketiga, dan bibi ketigamu. Ayah Putriku. Ayah Putriku.
Bagaimana menurutmu? [Paman Pertama, Lian Shouren] Kalau misalnya paman keduamu yang licik itu, dia mungkin akan menimbulkan masalah. Paman ketigamu sekeluarga polos dan jujur, tidak perlu dikhawatirkan. Lihat, ayahmu sudah berkata begitu. Tunggu sampai besok makcomblang itu menjemputnya pergi, maka 500 tahil perak itu akan sampai ke tangan kita. Aku menerima uang ini,
Juga demi Keluarga Lian. Asalkan Hua’er bisa menikah ke keluarga terhormat dengan lancar, aku pun bisa menjadi pejabat. Pada hari aku menjabat, itu berarti kemakmuran Keluarga Lian kita telah tiba. Baik. Semuanya harus ingat. Di hadapan kakek dan nenek, siapa pun dilarang membeberkannya. Ayah, coba Anda lihat. [Arak Bunga Pir] Ini arak berkualitas tinggi,
Arak bunga pir. [Kakek, Lian Fang] Ada lagi, ini lebih bagus. Ini camilan yang sangat enak, namanya “semerbak di mulut”. Para tuan di pemerintahan paling suka makan ini. Aku bawakan untuk Anda cicipi. Kamu ini, ya. Pulang saja sudah bagus, malah selalu membawa begitu banyak barang. Bukankah memboroskan uang? Aku tidak menghabiskan uang.
Tidak menghabiskan uang? [Paman Kedua, Lian Shouyi] Memangnya pemberian orang? Aku beberapa tahun ini tidak beruntung dan berkali-kali gagal ujian, tapi bagaimanapun juga aku sangat berpengetahuan. Aku selain mempersiapkan ujian, juga menjadi guru di sebuah sekolah swasta. Murid-murid sangat menghormatiku dan menyayangiku. Ayah. Apakah di sawah masih banyak pekerjaan? Beberapa hari ini termasuk santai.
Beberapa hari lagi akan sibuk saat panen. Ayah. Kayu sudah kutaruh di halaman belakang. Jangan berbincang di sini lagi. Ayo makan. Baik. Ayo makan. Baik. Ayo. Makan. Ayo, ini. Tuangkan. Shouren, makan yang banyak. Baiklah. Tuangkan arak. Xiu’er. Kamu memakai tusuk konde yang berlapis emas itu, sangat cantik. Tusuk konde ini,
Hua’er selalu tidak rela memakainya, bersikeras ingin memberikannya padamu. Mari, Hua’er. Daging perut ini sangat wangi, makanlah yang banyak. Makan yang banyak. Kamu mau memberontak? Apa yang kamu kunyah di mulutmu? Daging. Lihatlah, inilah anak perempuan baik yang kamu besarkan. Reinkarnasi dari hantu rakus. Mengambil daging sepotong demi sepotong. Jangan kira aku tidak bisa menebak
Pemikiranmu itu. Mau makan daging, apa aku tidak bisa mengambilnya sendiri? Jangan ribut lagi. Jarang-jarang Shouren kembali, kamu… jika ada daging, biarkan anak makan. Daging ini, bahkan aku sendiri tidak rela makan satu gigitan pun! Coba lihat Man’er ini, apa kamu tidak tahu malu? Mereka berdua boleh makan. Kenapa aku tidak boleh makan?
Aku yang memberikannya pada Hua’er. Atas dasar apa kamu memakannya? Atas dasar aku telah mencuci tujuh buah terung, delapan buah sawi putih, dua puluh sembilan buah kacang panjang. Atas dasar apa aku? Dasar kamu gadis sialan. Kamu kira kamu menikah dengan orang kaya, jadi kamu sudah hebat, ya? Berkali-kali kamu langsung melawan orang tua.
Lihatlah anak perempuan baik yang kamu besarkan. Aku akan menikah? Man’er. Kamu ini, sebentar lagi akan menikah dengan tuan muda Keluarga Sun. Kalau begitu, kelak hari-harimu makan enak dan hidup mewah, apa akan sedikit? Untuk apa bertengkar dengan Nenek di rumah sendiri demi sepotong daging? Benar. Keluarga Sun? [Papan Roh Mendiang Sun Li]
Keluarga Sun yang mana? Sun Li? Benar. Kamu juga tahu, Keluarga Sun adalah keluarga terhormat di wilayah kita ini. Man’er, kehidupan indahmu ada di kemudian hari. Kenapa Keluarga Sun ini muncul lagi? Jika menikah ke sana, kemungkinan besar akan dikubur hidup-hidup lagi. Aku tidak mau menikah! Sembarangan! Ini masalah pernikahan! Masalah sebesar ini,
Apa kamu seorang junior boleh membuat keputusan? Aku yang menikah, bukan Anda yang menikah. Kenapa aku tidak boleh membuat keputusan? Adik Ketiga! Pernikahan ini kudapatkan dengan memohon pada orang. Aku sudah memakai koneksiku. Mencari ke mana-mana baru menemukan Keluarga Sun, keluarga yang begitu terhormat. Saat itu Ayah, Ibu, dan kalian, semuanya sudah setuju. Besok,
Makcomblang akan datang menjemput. Jika berubah-ubah seperti ini, bagaimana aku harus menghadapi orang lain? Mau taruh di mana mukaku? Dia seorang tuan muda kaya, kenapa harus terburu-buru menikahi seorang gadis desa sepertiku? Seluk-beluk masalah ini, siapa yang tahu? Bisa jadi ingin menguburku hidup-hidup menemani orang mati? Man’er. Jangan berbicara seperti itu dengan Paman Pertama. Man’er.
Kamu berpikir berlebihan. Keluarga Sun itu menyukaimu karena nasibmu baik. Delapan karaktermu itu sangat cocok dengan tuan muda Keluarga Sun. Wanita, cepat atau lambat pasti akan menikah. Jika bisa menikah dengan Keluarga Sun, itu adalah kesempatan yang sangat langka. – Benar. – Bukankah sayang jika melewatkannya? Bibi Pertama. Pernikahan sebagus ini
Seharusnya berikan pada Kak Hua’er saja. Kamu… Omong kosong apa yang kamu katakan? Bukankah Kak Hua’er-mu sudah menikah dengan Keluarga Song? Kalau bukan Shouren yang mengatur, kesempatan sebagus ini memangnya bisa jatuh ke tanganmu? Keluarga yang begitu kaya, kamu malah pilih-pilih? Jangan-jangan kamu ingin menikah dengan sa… saudara ipar Kaisar kelak?
Kamu sungguh tidak tahu diri. Shouxin, bagaimana pendapat kalian berdua? Meskipun pernikahan ini sudah ditetapkan, tapi melihat sikap Man’er, memang tidak ingin menikah. Untungnya Keluarga Sun belum menjemput Man’er. Dengan latar belakang Keluarga Sun, mencari lagi delapan karakter yang cocok, takutnya juga tidak sulit. Kakak Pertama. Ibu. Ibu. Keluarga kita sudah melakukan kejahatan apa?
Satu per satu tidak melewati hari yang baik, hanya sembarangan mencari masalah saja. Shouren bersusah payah, semua demi kebaikan kalian. Kalian malah membuat malu Shouren. Dasar kamu tidak tahu berterima kasih. Ibu. Ibu. Ibu. Ibu. Lihatlah. Hal sebagus ini, tiba-tiba mengatakan tidak mau begitu saja. Lihat betapa marahnya Ibu. Aku tidak mau menikah.
Aku tidak mau menikah. Siapa yang memaksaku menikah lagi, aku akan melompat ke sumur. Aku tidak mau menikah. Lompat, biarkan dia lompat. Man’er tidak mau menikah. Nenek ingin memaksanya mati. Kenapa begini? Dasar rendahan! Jika kamu tidak melompat, maka menikahlah. Berani berlagak di hadapanku? Baiklah. Aku ingin lihat, kalau masalah keluarga kalian
Memaksakan pernikahan dan menjual putri tersebar keluar, akan ditertawakan orang atau tidak. Siapa pun hentikan dia. Siapa pun yang bisa menghentikannya, aku akan masak daging untuknya. Aku saja. Man’er, jangan melakukan hal bodoh. Nak. Kamu jangan mendekat. Jika kamu mendekat, aku akan melompat ke bawah. Kamu tidak boleh kemari. Aku masih harus makan daging.
Kamu… kamu… jangan kemari. Kamu kemari. Man’er, jangan lompat! Jangan kemari. Man’er. Kenapa sesial ini? Waktu itu mati terbakar, kali ini mungkin mati tenggelam juga tidak enak. Man’er. Man’er. Man’er. Man’er! Pegang erat tangan Ibu. Pegang erat-erat. Man’er! Man’er. Man’er. Man’er. Man’er. Kamu tidak boleh melakukan hal bodoh lagi. Ibu. Menurutmu, Man’er
Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? Tidak perlu khawatir. Tidak akan ada masalah. Setelah makcomblang tiba besok, dan menjemputnya pergi, masalah ini pun sudah ditetapkan. Ibu, menurutmu, bagaimana Man’er bisa tahu dia menikah ke Keluarga Sun? Aku tidak mau pergi, aku tidak mau. Masuk, masuk. Aku tidak mau! Pergi! Aku tidak mau! Tinggal di dalam. Keluarkan aku!
Keluarkan aku! Ingin mencelakaiku? Tidak mungkin. Siapa yang berani memaksaku lagi, aku akan melempari wajahnya dengan air jahe. Siapa? Siapa? Xiaoqi? Boleh, hebat juga. Kak, Kak, ikut denganku. Kenapa? Kakak tidak menikah, kelak aku yang melindungi Kakak. Imut. Cepat pergi. Man’er. Man’er. Man’er. Xiaoqi? Kenapa kalian bersembunyi di sini? Dia memotong segel kayu untukku. Man’er.
Cepat bawa tas, bersembunyi di rumah pamanmu selama beberapa hari. Cepat pergi. Ibu tidak berguna, tidak bisa melindungimu dengan baik. Beberapa tahun ini, Ibu selalu menahan diri terhadap segala hal di rumah. Tapi sekarang pernikahan ini berhubungan dengan kebahagiaanmu seumur hidup. Ibu tidak bisa menahan diri lagi. Cepatlah pergi. Cepat. Pergi. Jika Nenek menyadari,
Katakan saja aku yang pergi sendiri. Hati-hati di jalan. ♫Bertemu di atas awan mengambang♫ ♫Mewujudkan janji saat berdoa kepada dewa♫ ♫Sekepul asap♫ ♫Meninggalkan penyesalan♫ Sistem pertanian yang normal, tapi masih harus melewati sekelompok kerabat menyebalkan. ♫Mengelilingi hati♫ Bajingan mana yang mengaturnya? Menyuruhku mencari pamanku, juga tidak ada yang memberitahuku di mana pamanku. Dahuang!
Sudah lewat, sudah lewat. Kenapa kamu datang? Sudah berapa lama kamu mengikutiku? Patuh sekali. Benar-benar anjing yang baik. Ayo pergi. Ayo. Sebelah sini. Kamu… kamu mau memeras, tapi sama sekali tidak terampil. Aku masih jauh darimu. [Identitas Tidak Diketahui] Apakah ini sistem dengan alur memberikan pacar di pembukaan? Benar-benar tidak perlu. Kenapa pingsan?
Seharusnya gula darah rendah. Seorang karakter nonpemain yang asing dan misterius. Jika setelah diselamatkan, memengaruhi alur cerita tersembunyi, maka akan merepotkan. Aku masih harus melarikan diri. Maaf, Saudara. Aku tidak percaya. [Petunjuk Sistem. Tokoh penting, tolong diselamatkan] Bisa seperti ini juga? Apakah kamu masih hidup? Baiklah. Meskipun belum pernah melakukannya,
Tapi aku masih punya pengetahuan dasar seperti ini. [Demi efek hiburan, gerakannya salah. Jangan ditiru] Ada apa denganmu? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Harus menggunakan jurus besar. Dahuang. Maaf tidak sopan. Apa yang ingin kamu lakukan? Aku baru saja menyelamatkanmu, kamu langsung mencekikku. Membalas kebaikan dengan kejahatan? Tadi kamu ingin menolongku? Kalau tidak?
Kamu tidak mengerti. Karena kamu adalah tokoh penting, pasti ada cara untuk membantuku. Kutanya sesuatu padamu. Pamanku ingin menjualku untuk bekal kubur. Aku harus bagaimana? Bekal kubur orang hidup, menganggap rendah nyawa manusia. Sesuai hukum, pelaku utama harus dipenggal, pelaku penyerta diasingkan sejauh 1.500 km. Siapa yang berani melakukan ini padamu, laporkan saja ke pemerintahan.
Aku kira kamu punya cara yang bagus. Tapi aku tidak punya bukti, tidak ada gunanya juga melapor ke pemerintahan. Orang pemerintahan pasti sedang mencariku ke mana-mana. Mungkin bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengganti identitas agar bisa segera menemukan Shisan. – Mungkin aku bisa membantumu. – Saudara, tolong bantu aku. Ada masalah apa, katakan saja langsung.
Lelah sekali. Bagaimana? Sudah ketemu? Segelap ini, mana mungkin semudah itu ditemukan? Belakangan ini banyak bandit. Jangan-jangan mereka diculik? Iya, besok baru cari lagi. Lihatlah, dia jadi sangat lelah. Pinggangku ini. Pasti sangat lelah, ‘kan? Bagaimana ini? Ayah, Ibu. Makcomblang Wang besok sudah akan datang untuk menjemput orang. Bagaimanapun, hari ini harus menemukan Man’er.
Apakah kamu yang melepaskan gadis sialan itu? Benar tidak? Bicaralah. Bagus. Ternyata memang kamu pembawa sial. Berlututlah jika kamu mau. Sampai gadis sialan itu kembali, berlututlah terus. Man’er. Tengah malam begini ribut apa? Lian Man’er? Kamu tidak kabur? Aku kabur ke mana? Tidak terbiasa tidur di gudang kayu, hanya berbaring di tempat lain saja.
Dengan perut besar, kenapa selalu berlutut? Nenek melihatnya, pasti sangat malu. Kenapa? Sudahlah. Anak ini tidak apa-apa, semuanya sudah tenang. Semuanya kembali ke kamar untuk istirahat saja. Dasar orang yang tidak membuat tenang. Tidur seperti babi mati saja. Bersuaralah. Ibu. Menyusahkan semua orang mencarimu. Anda jangan marah. Ada apa denganmu?
Tenang saja, aku tidak akan pergi. Aku punya cara yang lebih baik untuk membatalkan pernikahan ini. Ayo pergi. Sekelompok pemalas yang berbulu dan buang kotoran di tanah. Matahari sudah bersinar sampai pantatmu, masih tidak bangun? Teringat dulu saat aku menjadi menantu, semua ini dilakukan dengan tepat. Kak, Kak. Cepat bangun. Nenek sedang marah di luar.
Kak. Di mana ponselku? Tidak ada ponsel. Hari-hari tanpa AC. Benar-benar bukan kehidupan manusia. Sekarang jam berapa? Pukul berapa? Pukul 11.00. Pukul 00.00, 03.00, 05.00, 07.00, 09.00. Pukul 11.00? Kalau begitu, waktu sudah lewat. Kenapa orang itu masih belum datang? Sudah datang, sudah datang. Cepat, silakan masuk. Ayah, Ibu. Makcomblang sudah datang.
Ayah, Ibu, cepat keluar. Kalau begitu, hanya bisa menggunakan akting. Man’er. Man’er. Sakit, ya. Ayo, pelan-pelan. Kakek. Nenek. Aku tidak berbakti. Beberapa hari yang lalu, masuk angin. Aku kira dua hari kemudian akan sembuh. Tidak disangka, begitu parah. Takutnya aku sudah tidak mempunyai keberuntungan untuk menikah ke Keluarga Sun.
Juga bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Tidak apa-apa. Setelah tiba di Keluarga Sun, Keluarga Sun pasti akan mencari tabib terbaik untuk mengobatimu. Mungkin keesokan harinya, sudah bisa langsung sembuh setelah makan obat. Kalau begitu, benar-benar bagus sekali. Tapi, jika tidak sembuh, orang Keluarga Sun bilang Keluarga Lian kita melemparkan seorang penyakitan untuk mereka.
Kalau begitu… Kalau begitu tidak hanya akan mempermalukan keluarga, juga akan merusak reputasi Paman Pertama. Man’er benar. Sekarang gadis ini sakit parah. Masalah menikah, lebih baik ditunda saja. Ayah. Ayah. Menurutku, Man’er ini meskipun tinggal di rumah, kita paling banyak juga hanya mencari tabib untuk memeriksanya. Sisanya juga hanya bergantung pada takdir.
Tapi Keluarga Sun sangat kaya. Jika pergi ke Keluarga Sun, pasti akan mendapat perawatan yang lebih baik. Man’er. Man’er. Man’er. Keluarga Sun begitu jauh dari desa kita. Man’er sakit begitu parah, takutnya tidak bisa menahan siksaan di jalan. Orang desa, siapa yang tidak mempunyai penyakit kecil? Mana ada yang begitu manja? Nenek benar.
Mana ada yang begitu manja? Kakek. Karena aku sudah menyetujui, kalau begitu bagaimanapun juga, aku harus pergi. Meskipun mati di tengah jalan, itu juga merupakan nasibku. Takutnya, setelah aku pergi, tidak bisa kembali menemui Anda lagi. Kakek. Man’er. Man’er. Kalau begitu, lakukan sesuai kata Shouren saja. Baik. Cepat. Cepat. Ayo. Tunggu, tunggu.
Masih ada yang ingin kukatakan. Ada yang ingin kukatakan. Tunggu, tunggu. Tunggu, masih ada yang ingin kukatakan. Masih ada yang ingin kukatakan. Dia tidak enak badan. Man’er. Apakah Lian Man’er ada di rumah? Sepertinya Anda adalah Tuan Besar Lian. Aku memberi hormat pada Tuan Besar Lian. Kamu adalah… Suami Lian Man’er, ayah dari anak ini.
Anak ini benar-benar milik Man’er? Tidak mungkin. Man’er bahkan tidak keluar pintu. Dari mana datangnya anak kecil ini? Kamu muncul dari mana? Ka… kamu seperti ini, bukankah merusak reputasi Keluarga Lian kami? Rumahku di Desa Shen, Kabupaten Qingshan. Tiga tahun lalu, aku mengikuti ayah dan kakak pergi ke Kota Praja Lianhua. Kemudian melewati tempat ini,
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Man’er. Kemudian kami sering bertemu secara pribadi, tidak sengaja Man’er hamil. Shen Nuo. – Man’er. – Akhirnya kamu datang. Penampilanmu ini… Ini semua salahmu. Waktu yang sudah disepakati, kenapa baru datang sekarang? Lihat. Aku sudah membawa anak kita kemari. Ayo. Anak kita. Kita?
[Misi: 1.000 tahil emas, sekitar 10.000 tahil perak] [Pendapatan: 0] [Pengeluaran: 0]