【FULL】Hotel Trainees EP24【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Hotel Trainee Season 2] [Episode 12] Xie Fanyu, kamu pria polos. Kamu bahkan tidak menelepon hingga saat ini. Xie Fanyu, sudah larut kamu belum tidur? Xie. [Yue Ran] Hei. Hei, Xie Fanyu, apa maksudmu? Kenapa meneleponku di receptionist? Sudah larut begini. Bagaimana mungkin. Sudah tidak ada orang di receptionist.
[Siapa yang meneleponmu?] [Kamu terlalu lelah.] Tidurlah dengan nyenyak. Baik, kumatikan telepon. Tapi, aku… – Halo. – Halo, Xie Fanyu, kamu dimana? Apakah kamu baru saja, menyenter ke arah jendelaku? Tidak mungkin. [Lihat sekitar.] Baiklah, aku lihat. Tidak ada apapun. Kamu yakin? Jangan sembarangan pikir. Cepat tidur. Jadi, jadi apa itu.
Kamu, kamu cepat ke kamarku. Ada masalah. Kamu cepat ke kamarku. – Baik. – Cepat. [Baik, tunggu.] Aku menunggumu. Apakah kamu yang melakukannya? Apa yang kulakukan? Apakah kamu yang menakutiku? Aku sudah tertidur, sudah lama tidak begitu senyap. aku tidak sabar untuk bangun. Kenapa aku mau menakutimu? Karena kamu ingin balas dendam.
Balas dendam karena aku memanggilmu. Apakah aku kekanak-kanakan sekali seperti ini? Iya. Sudahlah. Jika tidak ada masalah apapun, maka aku kembali dulu. Tunggu sebentar. Aku takut. Malam ini kamu tidur disini saja. Ini, ini tidak baik. Tidak ada yang tidak baik. Terlalu langsung. Ini, tidak baik. Kakak, apa yang kamu pikirkan.
Maksudku kamu tidur di sofa, aku tidur di ranjang. Ada ranjang yang sebagus itu, kenapa aku harus tidur di sofa? Karena kamu adalah orang yang melayaniku. Tidur di dekat orang yang kamu layani, seharusnya kamu merasa mulia. Kamu tidak merasa? Merasa. Tidurlah. Selamat malam. Mengagetkanku saja. Yue Ran, kamu kenapa? Tidur sambil berjalan?
Dulu kamu tidak seperti ini. Tuan Li yang menurunkannya padamu? Kamu berjalanlah lagi. Benar-benar tidur sambil berjalan. Tidur sambil berjalan. – Apakah tidur sambil berjalan? – Jangan ganggu. Jangan ganggu. Aku sedang tidur sambil berjalan, sedang tidur sambil berjalan. Kenapa kamu berjalan dengan cepat? Aku tidak dapat melihatnya dengan baik, tempat dimana aku pernah bekerja.
Tidak buru-buru. Kamu pelan-pelan lihat. Mulut dapat berkata tidak buru-buru, tapi hati pasti sangat terburu-buru. Berikan aku nilai pada pelayananku. Tidak puas, sangat tidak puas. Sangat tidak bermakna. Jadi bagaimana menurutmu, agar bermakna? Kita main petak umpet, di tempat dimana kita pernah bekerja. Baik. Aku menambah taruhan. Jika aku menang, aku tinggal disini sehari lagi.
Tidak baik. Kenapa? Aku masih ada masalah lain. Bukankah aku masalah. Kamu memang cukup bermasalah. Boleh tidak? Bersembunyilah. Kamu hitung mundur 10 detik. Pegang ini. 10 detik. 10 detik. Kamu tidak boleh melihatku. Satu. Dua. Tiga. – Empat. – Tidak boleh melihatku. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Yue Ran, sudah bersembunyi? Aku akan mencarimu.
Bodoh sekali. Bahkan tidak dapat menemukanku disini. Membosankan. Masih sakit? Kamu terlalu memakai tenaga. Itu karena kamu mengagetkanku dulu. Rasakan. Aku tidak begitu memakai tenaga. Bagaimana aku akan menemui orang seperti ini? Ada cara. Bagaimana? Duduk, aku yakin kamu dapat keluar menemui orang. Tunggu sebentar. Dandan? Aku tidak mau.
Aku yakin kamu dapat keluar menemui orang. Oke? Kamu jangan ribut. – Aku tidak mau berdandan. – Jangan bergerak. Apa. Kamu jangan bergerak. Sudah selesai. Jangan sentuh, bisa luntur. Sedikit lagi. Telepon bunyi. Halo. Apa? Baik, aku tahu. Kenapa? Hujan deras, jalan di depan badan gunung longsor, jadi tidak bisa pergi. Tidak bisa pergi?
Baru pergi ketika hujan berhenti. Minggir, maka aku tidak sungkan lagi. Tunggu sebentar. Minum punyamu sendiri. Seorang sebotol? Minum hingga hujan reda, tidak peduli dengan alergi. Bersulang. Bersulang. Senang. Ayo makan sedikit. Bagaimana jika tidak kita mengobrol dulu? Saat ini, katakan sedikit harapan, untuk masa depan. Aku ingin berkata sekarang. Baik. Kamu mulai dulu.
Aku mengatakan, lalu kamu mengikutiku. Baik. Aku sangat merindukanmu. Aku juga. Ulangi. Kamu harus membawa perasaanmu sendiri. Aku sangat merindukanmu. Ini terlalu pedas. Giliranmu. Tunggu sebentar. Begini saja, di awal tiap kalimat pertama, kita tambahkan kata yang tercinta. Yang tercinta, semoga kamu kedepannya selalu bahagia. Aku tidak ingin mengatakan masa depan,
Aku ingin berkata yang sekarang. Yang tercinta, jangan membenciku. Karena ketidakmampuanku, ketidakmampuanku, meminta maaf padamu. Maaf. Membuatmu melihat, aku yang putus asa, tidak tampan sedikitpun. Yang tercinta, aku tidak memperdulikannya, kamu yang putus asa, aku tidak merasakannya. Yang tercinta, ini adalah hari yang paling sedih bagiku. Yang tercinta, hari ini,
Juga adalah hari yang tersedih bagiku. Yang tercinta, setelah kita pergi, bunga di luar sana, mungkin akan mati kekeringan. Dulu kita bisa melihat mereka setiap hari. Mungkin saja. Yang tercinta. Yang tercinta. Mari kita pergi menyiram bunga, agar mereka, dapat hidup lebih lama, Boleh? ♫Siapa yang masih beridiri diam.♫ ♫Kesedihan yang membekukan udara.♫
♫Membuat diri sendiri tidak bisa bernafas,♫ ♫atau hilang ingatan.♫ ♫Memilih untuk hanyut,♫ ♫adalah akhir yang bagus.♫ ♫Orang yang seharusnya minta maaf sedang berakting pantomim.♫ ♫Hati yang belum terselesaikan mengganggu pikiran.♫ ♫Tangan yang ingin dimiliki menjadi menolak.♫ ♫Peran yang gagal itu terus berlanjut.♫ ♫Tinggal di duniamu, aku berminat jadi peran pendukung.♫
♫Akan ada orang sepertiku yang membiarkan kamu mengandalkannya.♫ ♫Perpisahan terakhir sangat ceroboh,♫ ♫karena kamu terlalu baik bagiku.♫ ♫Tinggal di duniamu, aku berminat jadi peran pendukung.♫ Hari ini hujan deras, kita terkurung disini, aku tidak bisa lagi. Manusia tidak selemah itu, jika tidak akan musnah sejak dulu. Tidurlah, akan membaik. Tapi kamu membuatku sakit,
Kamu harus bertanggung jawab untukku. Bukankah aku sedang melayanimu? Sini. Itu, aku takut. Bolehkah kamu tidur disini malam ini? Takut apa? Suara tawa itu. Aku berpikir, itu bukan suara burung hantu. Aku ingat ketika aku kecil, ayahku pernah berkata, permandian air panas ini dilindungi oleh dewa. Kenapa aku mendengarnya, seperti cerita hantu.
Kamu hanya menghilangkan rasa takutku, jadi menggunakan dewa untuk menggantikan hantu. Tidak ada hantu apapun. Ayahku bilang, orang hanya kagum pada hal-hal yang sudah lama. Membuat kekaguman ini, sebagai kerinduan akan hal-hal indah. Jadi membayangkan dewa di dalam hati, dan mendapatkan rasa aman. Jadi Presdir, pernah berjumpa dewa kolam permandian air panas?
Di dunia ini tidak banyak hantu dan dewa. Sudah, jangan banyak berpikir. Berikan termometer padaku. Aku rasa lumayan parah. Kamu lihat dulu. Kepalaku sakit sekali, pusing sekali. 36 derajat. – Suhu yang tinggi. – Sepertinya demammu, juga karena imajinasi. Xie Fanyu, jika turun hujan hingga besok, kita terus bersama ya. Bukankah kita sudah menjanjikannya,
Tidak mengungkit masalah ini lagi. Bercanda saja. Ini adalah lirik lagu Fan Xiaoxuan. Benarkah? Kamu berani taruhan denganku? Taruhan apa? Jika hujan, turun hingga besok, kita tetap lanjut bersama. Aku sudah melihat ramalan cuaca. Mulai besok, setiap hari akan turun hujan. Kalau begitu kita taruhan, jika besok adalah hari yang cerah,
Dan hujan tidak turun hingga besok, kita lanjut bersama. Kamu berani? Baiklah. Baiklah. Aku tahu walaupun adalah hari yang cerah, kamu juga tidak akan berubah pikiran. Bagus juga melihat hujan seperti ini, setidaknya di saat ini, dia menghentikan kita disini. Bukankah orang harus menghadapi kenyataan? Mari jalan. Yue Ran. Paman, kenapa kamu datang?
Pelan sedikit, licin. Air di permandian air panas terputus. Maaf. Hujan deras begini, kenapa kamu datang? Bibi dimana? Dia sudah pergi ke surga. Ingin datang dan melihat. Maaf. Kakak Yue Ran. Kakak Yue Ran. Siapa ini? Guo Dong. Kenapa kamu datang? Mereka juga datang. Direktur Xie, Yue Ran. Semuanya, kenapa kesini? Hati-hati. Pelan-pelan. Jalan. Hati-hati.
Hujan deras, iya. Tuan He, Nyonya He, kalian juga datang. Benar. Dan Anda, Tuan. Iya. Aku sudah berhenti merokok. Kalian semua sudah datang. Kita ingin kembali kesini, untuk melihat kalian. Kami juga. Istri, kamu katakan saja. Kita ingin memesan bir bulan purnama. Selamat. Terima kasih. Selamat. Begini, sekarang hotel kita sudah tutup.
Sudah tidak ada orang lagi sekarang, hanya kita berdua. – Ini. – Kenapa? Kenapa bisa seperti ini? Karena semua orang sedang disini, bagaimana jika kita makan bersama. Kalian adalah tamu hotel. Kedatangan kalian, kami tidak ada alasan untuk tidak melayani kalian. Benarkan, Direktur Xie? Baiklah. Aku akan menunjukkan sesuatu untuk semuanya. Kalau begitu terima kasih.
Direktur Xie. Direktur Xie. Direktur Xie. Direktur Xie. Kenapa kalian kembali? Karena hujan deras dan penerbangan pun dibatalkan. Semuanya tidak tega meninggalkan hotel. Semua sepakat untuk kembali. Jalan pulang tidak macet? Sudah selesai diperbaiki. Semuanya sudah kembali. Sudah kembali. Terima kasih semuanya. Baiklah, semuanya, mulai bekerja. Semangat. Lakukan pekerjaan. Biar aku saja Direktur Xie.
Hui, Ban. Cepat, cepat sedikit. – Baik. – Cepat, bawakan itu kesini. Sediakan barang. Baik, sudah datang. Bawa sayur kesini. Baik. Baik. Tidak masalah. Kamar ayah dan anak ya? Baik, segera. Selamat datang untuk tinggal, terima kasih. Baik, tidak masalah. Tunggu sebentar, akan membuatkannya untukmu. Yue Ran, kami sudah kembali. Kami akan membantumu.
Kalian sudah kembali. Kami bantu, jangan terburu-buru. Apa kabar semuanya. – Disini untuk check-in. – Juga boleh antri disini. Halo, ingin kamar apa? Selamat datang untuk tinggal. Baik, aku mendaftarkannya. Baik, tunggu sebentar. Jia Jia. Tuan Li. Tuan Li, kamu sudah kembali. Aku di bandara, bertemu dengan Duan Jian mereka,
Kebetulan kita pada pesawat yang sama, jadi pulang bersama. Benarkah, kenapa. Tidak menyambutku? Menyambutmu. Selamat datang tinggal di ZAD. Kamu masih tinggal di kamar yang sama? Kamu atur saja. – Baik, tunggu sebentar. – Kalian harus memberiku gratis. Ini adalah perkataannya, di dunia ini makan siang gratis, adalah yang termahal.
Selamat datang Tuan Li untuk tinggal disini lagi. Terima kasih. Beri aku kamar standar. Halo, semuanya daftar disini. Selamat datang di hotel ZAD. – Selamat menikmati. – Baik, tidak masalah. Tidak masalah. Kenapa hujan lagi. Simpan dan jadikan kenangan. Aku tidak mau. Kamu menyimpannya lagi, dan aku mencarinya lagi, oke? Baiklah. Jika hujan sudah reda,
Dan aku sudah menemukannya, mari kita bersama, tidak berpisah lagi. Jangan bermain permainan tidak bermakna lagi, anak kecil. Temani aku, bermain yang terakhir kali. Boleh? Baik, aku janji. Jika kamu bisa menemukannya, artinya takdir kita, seperti permandian air panas, kemungkinan ada keajaiban. Bagaimana kamu tahu, tidak ada keajaiban yang terjadi. Kontrak penjualan ini, sudah melalui,
Persetujuan pengacara kita. Kamu lihat dulu. Tanda tangan jika tidak masalah. [Jika hujan sudah reda, dan aku sudah menemukannya,] [maka kita bersama,] [tidak berpisah lagi.] Presdir, bolehkah kami disini? Masuklah. Ayo. Hanya tanda tangan, maka masalah akan selesai. Kalian semua duduklah. Pelangi. Pelangi, cepat lihat pelangi. Direktur Xie. Indah sekali. Ayo, kita keluar dan lihat.
Ayo, baiklah. Ayo. Ayo. Direktur Xie. Kontrak. Permandian air panas. Permandian air panas keluar air. Permandian air panas keluar air. Semuanya cepat keluar dan lihat. Permandian air panas keluar air. Cepat kesini. Kalian cepat kesini dan lihat. Permandian air panas keluar air. Cepat lihat, lihat.
– Permandian air panas keluar air. – Permandian air panas keluar air. – Kesini, cepat kesini. Kamu lihat. Benar-benar mengeluarkan air. Mengeluarkan air. Hati-hati. Bagus sekali. – Keluar air. – Ada air. Bagus sekali. Permandian air panas bisa tertolong. Kamu lihat airnya cukup deras. Tertolong. Bagus sekali. Sungguh bagus sekali. Akhirnya dapat tertolong. Presdir, lihat.
Air ini jernih sekali. – Presdir, permandian air panas tertolong. – Hotel dapat tertolong. – Bagus sekali. – Airnya jernih sekali. Bagus sekali. Senang sekali. Permandian air panas keluar. Ini lebih menggembirakan daripada mendapatkan hadiah. Ini bagus sekali. Bagus sekali. Bagus sekali. Akhirnya mengeluarkan air. Akhirnya mengeluarkan air. Kamu lihat, air yang cukup banyak.
Akhirnya hotel terselamatkan. – Iya. – Kamu lihat. Kita memiliki permandian air panas lagi. Benar, indah sekali. Sungguh hebat. Kamu lihat air ini sungguh bagus. Kalian lihat, benda apa ini. Bagus sekali. Yue Ran sedang apa? Yue Ran, apa yang kamu pegang? Aku menemukannya. Apakah kamu menepati janji? Bodoh. ♫Cinta kita, seperti badai.♫
♫Berdiri diujung jalan, menunggu hari cerah.♫ ♫Melambaikan tangan, menatap matamu.♫ ♫Pelukan pada saat ini akan menjadi selamanya.♫ ♫Cinta kita, seperti badai.♫ Aku, Xie Fanyu. Bisa selamanya menjadi kunci emasmu. Apakah kamu bersedia? ♫Ketika cinta dipertemukan, pada akhirnya aku percaya.♫ ♫Mencintaimu adalah perjanjian terindah dihidupku.♫ Aku bersedia. ♫Cinta kita, seperti badai.♫
♫Berdiri diujung jalan, menunggu hari cerah.♫ ♫Melambaikan tangan, menatap matamu.♫ ♫Pelukan pada saat ini akan menjadi selamanya.♫ Cium. Cium. Ayo. Ayo. Cium. Cium. ♫Mencintaimu adalah perjanjian terindah dihidupku.♫ Ayah, bagaimana dengan badanmu? Tidak masalah. Tentu saja tidak masalah. Hanya jika kamu senang, dengan hati yang riang, semuanya akan berjalan mulus.
Dua hari ini, aku takut kamu khawatir, tidak berani memberitahukanmu, aku masih tinggal dihotel. Aku berpikir, dari tidak ada hotel hingga ada, dari kecil hingga besar, jika aku memikirkan hal yang bahagia, maka aku akan tertawa keras, benar-benar nyaman. Ternyata beberapa hari ini ada suara tertawamu. Jika aku tidak tertawa, bagaimana bisa menyelesaikan masalahmu?
Bocah, kamu jangan jual mahal. Mengatakan kalau aku tidak mengerti, aku lihat kamulah yang tidak bisa, dan masih menunggu Yue Ran menjagamu. Kamu adalah seorang pria, adalah segalanya wanita. Tidak masalah jika kamu runtuh, kamu lihat, kamu membuat Yue Ran hingga bagaimana. Aku ada sebuah permintaan. Silahkan katakan. Aku ingin investasi, permintaan terakhir istri.
Paman tua, kita tahu niat baikmu, tetapi investasi bukan jumlah yang kecil. Aku ada. 1.800.000 yuan, tidak cukup untuk perputaran hotel kita. 200.000.000 yuan. Bisakah membicarakan masalah ini sekarang? Berikan akunnya untukku. Baiklah. Presdir, ada yang ingin Tuan Li katakan padamu. Benar-benar maaf, awalnya berpikir bulan depan akan memberitahu kalian hasil ini.
Tetapi, takutnya tidak cukup waktu. Aku, bertanggung jawab atas, orang yang menilai hotel. Namaku Wei Lian. Berarti dia. – Ternyata dia. – Ternyata Tuan Li. Jauh di mata dekat di hati. Walaupun nilai akhir belum keluar, tetapi karena kalian semuanya ada disini, aku ingin membocorkannya dulu, hotel ini, dinilai sebagai pemenang emas. Bagus sekali.
Bagus sekali. Tetapi, kalian jangan terlalu kaget, aku rasa hal yang kalian lakukan, sudah sempurna. Terutama teknik pijatan Direktur Xie. Tetapi sangat disayangkan sekali. Dengar kabar kalian sudah mengumumkan tutup hotel, jika tidak aku bisa membatalkan rencana liburanku, dan tinggal disini selama beberapa lama. Tuan Li, begini saja, kamu ingin tinggal berapa lama pun boleh.
– Kenapa? – Kita sudah ada orang investasi yang baru. Paman tua ini ingin berinvestasi 200.000.000 yuan. 200.000.000 yuan? Banyak sekali. Bagus sekali. Selamat, Direktur Xie. Bagus sekali. Tapi, kali ini aku tidak bisa memberimu gratis. Berikan uang. – Presdir. – Aku pasti akan memberinya. Hotel ini tidak dijual lagi. Benar-benar maaf, maaf.
Mulai sekarang hotel ini resmi dibuka kembali. Selamat datang. Selamat datang. [1 tahun kemudian] Ini siapa? Apa kabar semuanya. Aku adalah kunci emas hotel, Yue Ran. Semuanya selamat datang di ZAD. Sudah siap untuk memulai hidup seorang trainee? Sudah siap. Maka semangat. Semangat.